Tampilkan postingan dengan label Sunnah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sunnah. Tampilkan semua postingan

Minggu, 11 Maret 2018

Bupati Hadiri Pelantikan PMII Blora

Grobogan, PKB Kab Tegal. Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PC PMII) Kabupaten Blora telah dilantik di Resto Joglo Blora pada Ahad (29/12). Dalam pelantikan kali ini, PMII Blora mengambil tema “ Menyongsong Blora demokratis Untuk Kesejahteraan rakyat”.

Ismu Ngatono dipercaya untuk memimpin dan mengemban amanah sebagai Ketua PC PMII Kabupaten Blora untuk masa khidmah 2013-2014 dengan menggantikan seniornya, Misbahul Hamdan.

Bupati Hadiri Pelantikan PMII Blora (Sumber Gambar : Nu Online)
Bupati Hadiri Pelantikan PMII Blora (Sumber Gambar : Nu Online)

Bupati Hadiri Pelantikan PMII Blora

Semua pengurus PC PMII Kabupaten Blora dikukuhkan dan dilantik oleh Ketua Pengurus Besar PMII Bambang.

PKB Kab Tegal

Selain Bambang, tampak hadir pula Bupati Blora, Joko Nugroho yang menyempatkan diri untuk hadir menyampaikan sambutan dalam forum pelantikan PC PMII Blora.

PKB Kab Tegal

Rasyid sebagai salah satu anggota PMII mengatakan, dengan adanya pengambilan tema tersebut kita harapkan PMII Blora mampu membuat meanstrem pada masyarakat untuk tidak terjebak pada politik praktis.

Seusai pelantikan dilanjutkan Sarasehan oleh PB PMII. Salah satu diantara pembahasan yang diangkat adalah mengenai kader PMII dalam upaya mengawal demokrasi (asnawi lathif/mukafi niam) 

Dari Nu Online: nu.or.id

PKB Kab Tegal Sunnah, News PKB Kab Tegal

Selasa, 20 Februari 2018

Ayo Kerja dalam Kitab “Cempaka Dilaga” Mama Sempur

KH Tubagus Ahmad Bakri Purwakarta, Jawa Barat terbilang produktif menulis kitab. Di antaranya adalah Cempaka Dilaga yang membahas dorongan bekerja. Kitab berjudul lengkap Cempaka Dilaga; Mertelakeun Perihal Wajib Usaha (Cempaka Dilaga; Menerangkan Perihal Wajib Usaha/Bekerja) dengan tebal 19 halaman.

Dari jumlah 10 kitab yang didapatkan, Kitab Cempaka Dilaga ini merupakan satu-satunya karya kiai yang akrab disapa Mama Sempur yang judulnya berbahasa Sunda. Sementara sembilan kitab lainnya menggunakan bahasa Arab.

Ayo Kerja dalam Kitab “Cempaka Dilaga” Mama Sempur (Sumber Gambar : Nu Online)
Ayo Kerja dalam Kitab “Cempaka Dilaga” Mama Sempur (Sumber Gambar : Nu Online)

Ayo Kerja dalam Kitab “Cempaka Dilaga” Mama Sempur

Kitab ini ditulis dengan huruf Arab Pegon ditulis pada tahun 1378 H (hal.6) dan selesai pada hari Senin tanggal 8 Dzulhijah (h.19). Jika dikonversi ke dalam tahun Masehi berarti tanggal 15 Juni 1959 M, selesai Nopember 1962.

Mama Sempur memberikan izin kepada Raden Haji Ma`mun Nawawi Cibogo, Cibarusah untuk memperbanyak kitab Cempaka Dilaga.

PKB Kab Tegal

Kitab ini terdiri dari lima pasal dan satu faidah, sebagaimana berikut: Pasal pertama membahas tentang dorongan bekerja kepada umat Islam. Dalam pasal ini disebutkan hadits Rasulullah dan pendapat para ulama tentang keutamaan bekerja serta kecaman bagi orang yang malas dan tidak mau bekerja.

PKB Kab Tegal

Di antara kecamannya adalah orang yang malas dan tidak mau bekerja diumpamakan seperti bangkai. Sebagaimana umumnya bangkai, keberadaannya tidak bermanfaat bahkan hanya memberikan bau yang tak sedap bagi orang-orang di sekelilingnya. Selain itu, orang yang malas dan tidak mau bekerja juga disebut orang bodoh/pandir (humqun) (h.3-4)

Pasal kedua membahas tentang larangan menjalani bisnis atau melakukan pekerjaan yang dilarang oleh agama Islam (haram). Dalam fasal ini disampaikan berbagai dalil yang melarang umat Islam untuk berbisnis barang haram, seperti bisnis narkoba, berbuat curang, mencuri dan sebagainya (h.5-6).

Pasal ketiga membahas tentang kewajiban menjalin hubungan baik dengan tetangga. Seperti pasal-pasal sebelumnya, dalam pasal ini pun disampaikan dalil-dalil tentang perintah dan anjuran kepada umat islam untuk berbuat baik kepada tetangga pada khususnya dan seluruh makhluk di muka bumi pada umumnya (h.6-10).

Pasal keempat membahas tentang kewajiban umat islam untuk berbakti dan taat kepada pemerintahan yang sah. Harus taat walaupun pemerintah tersebut secara fisik kurang sempurna seperti tidak punya tangan dan kepala tak ubahnya seperti buah anggur atau pun pemimpin tersebut berbuat dzalim. Namun demikian wajib hukumnya bagi umat Islam untuk membangkang kepada pemerintah apabila umat Islam diperintah untuk berbuat maksiat, Mama Sempur menandaskan rakyat hanya diperbolehkan untuk membangkang perintah maksiat saja dan dilarang memerangi pemerintah (h.10-14)

Pasal kelima membahas tentang kaidah ushul fiqh mencegah kemadaratan lebih baik dari pada mendatangkan kemaslahatan (akhafu darurain). Jika seorang muslim berada dalam kondisi dilematis karena harus memilih satu dari dua pilihan, maka yang harus dipilih adalah perkara yang tidak ada kemadaratannya atau perkara yang paling sedikit madaratnya. Contoh kasus yang digunakan untuk menerangkan kaidah ini adalah apabila seseorang melakukan suatu perkara tetapi dengan perkara itu nyawa atau hartanya akan hilang maka wajib baginya untuk meninggalkan perkara tersebut agar bisa terhindar dari kemadaratan (h.15-19).

Pasal selanjutnya adalah faidah, materi pembahasan dalam faidah ini adalah tentang keutamaan Imam Syafi`i dalam konteks kenegaraan. Secara implisit dalam pasal ini Mama Sempur mengungkapkan bahwa jika pulau Jawa ingin menjadi sebuah `negara` yang kuat dan rakyatnya juga makmur maka pemimpinnya harus bermazhab Syafi`i.

Menurut Mama Sempur ini lah salah satu karomah Imam Syafi`i karena beliau adalah keturunan Rasulullah. Dalam menempatkan bab faidah ini, Mama Sempur memposisikannya diantara bab empat dan bab lima (h.14-15).

Dalam kitab ini juga Mama Sempur menyebut tiga jenis pekerjaan, yaitu bertani, berdagang dan menjadi karyawan. Menurutnya, pekerjaan yang mesti dilakukan adalah di bidang pertanian karena terdapat keberkahan di dalamnya. Selain itu juga dalam bertani bisa memberikan manfaat kepada manusia dan binatang sehingga keseimbangan alam akan tetap terjaga dan kelak di akhirat apa yang dimakan oleh binatang dari hasil pertanian tersebut akan menjadi pahala sodaqah (h.2).

Menurut Mama Sempur, dengan bekerja dan mempunyai kekayaan harta akan mendapatkan paling tidak ada tiga keutamaan, yaitu pertama dapat memberi manfaat kepada saudara, sahabat dan orang-orang di sekelilingnya karena dengan mempunyai kekayaan bisa shadaqah atau pun memberikan upah kepada mereaka.

Kedua terselamatkan dari sikap inkar janji karena orang yang tidak punya uang ketika dalam kondisi terdesak akan berjanji namun janji itu kemudian diingkari karena belum mempunyai uang. Dan keutamaan yang ketiga adalah terhindar dari sikap meminta-minta kepada orang lain. perbuatan tersebut menurut Mama Sempur, merupakan perbuatan yang hina (h.3).

Mama Sempur mengingatkan, sebelum berangkat kerja, hendaknya mempunyai lima niat; affaf (melindungi diri dari mengkonsumsi barang haram), menjaga diri dari meminta-minta kepada orang lain, menjaga diri dari berharap harta orang lain (thoma) apalagi mencuri, dan terakhir adalah melaksanakan kewajiban mengurus keluarga (h.4-5). (Aiz Luthfi)

Keterangan. “Mama” berasal dari kata “rama” dalam bahasa Sunda yang berarti ayah. Hal itu sebagaimana di Jawa yang menyapa tokoh agama dengan “romo”.  . Dari Nu Online: nu.or.id

PKB Kab Tegal Syariah, Kajian Islam, Sunnah PKB Kab Tegal

Sabtu, 17 Februari 2018

NU Fokuskan Lima Hal Penanggulangan Bencana

Jakarta, PKB Kab Tegal
Pasca-bencana gempa bumi yang meluluhlantakkan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dan Jawa Tengah (Jateng), Nahdlatul Ulama (NU) memfokuskan pada lima hal penanggulangan bencana. Antara lain, bantuan logistik, bantuan kesehatan, rekonstruksi lembaga pendidikan (pesantren, madrasah) dan tempat ibadah (masjid dan musholla), penampungan anak yatim-piatu serta terapi spiritual pasca-traumatis.

Demikian disampaikan Wakil Ketua Lembaga Pelayanan Kesehatan Nahdlatul Ulama (LPKNU), Dr Ing Bina Suhendra didampingi Koordinator Tim Tanggap Darurat, Avianto Muhtadi kepada PKB Kab Tegal di Kantor PBNU, Jalan Kramat Raya, Jakarta Pusat, Senin (5/6)

Menurut Bina, begitu ia akrab disapa, menjelaskan, untuk bantuan logistik, pihaknya mendasarkan sesuai kebutuhan riil dan paling mendesak dari para korban bencana tersebut. Bantuan itu antara lain, makanan, minuman, pakaian, perangkat sholat dan pembalut wanita. "Sekarang yang paling mendesak dan dibutuhkan ya itu. Kita memberikan bantuan tidak berdasarkan perkiraan,” tandasnya.

Selain itu, kata Bina, saat ini pihaknya juga telah mempersiapkan susu dan bubur siap saji untuk anak-anak. “Kita siap 30 dus bubur siap saji dan susu untuk 5 ribu anak,” terangnya.

Untuk bantuan kesehatan, Bina menjelaskan, sejak hari pertama bencana tejadi, pihaknya telah memberikan pelayanan kesehatan keliling. Bantuan hasil kerjasama dengan sejumlah Rumah Sakit itu, melibatkan 10 dokter dan sejumlah perawat serta dibantu dengan 6 unit mobil ambulans. “Dalam minggu-minggu ini sudah melayani ribuan pasien, katanya.

Masih terkait dengan bantuan kesehatan, Bina menambahkan, pihaknya juga merencanakan pengadaan sanitasi dan air bersih. “Kita juga akan adakan sanitasi, seperti MCK (mandi, cuci dan kakus, Red) dan pengadaan air bersih,” jelasnya.

Sementara itu, rekonstruksi lembaga pendidikan (pesantren, madrasah) dan tempat ibadah (masjid dan musholla) akan dilakukan kemudian setelah penanganan tanggap darurat selesai.

“Rekonstruksi tempat-tempat ibadah dan terutama lembaga pendidikan akan dilakukan kemudian setelah masa tanggap darurat ini selesai. Untuk rekonstruksi pesantren dan madrasah sangat penting, karena di situ nyawanya NU,“ terang Bina.

Hal lain yang menjadi perhatian NU adalah nasib anak-anak yatim-piatu. Menurut Bina, mereka (anak yatim-piatu akan ditampung di pesantren-pesantren yang berada di bawah naungan NU. “Kita akan tampung mereka di pondok-pondok (pesantren, Red) milik NU di sekitar Jawa Tengan dan Jawa Timur,“ pungkasnya.

Trauma para korban bencana tersebut juga menjadi prioritas NU. Untuk hal ini, kata Bina, NU memiliki cara sendiri dalam menangani para korban trauma, yakni dengan terapi spiritual. Metode ini dilakukan dengan cara mengadakan tahlil, dzikir dan taushiyah dari para ulama NU.

“Ini (tahlil, dzikir, taushiyah) cara dan tradisi yang dimiliki NU. Kalau cara ini dilakukan dengan konsisten dan konsekuen, Insya Allah, dalam waktu satu tahun mereka (para korban trauma) sudah bisa tenang,“ terang Bina. (rif)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKB Kab Tegal Pertandingan, Warta, Sunnah PKB Kab Tegal

NU Fokuskan Lima Hal Penanggulangan Bencana (Sumber Gambar : Nu Online)
NU Fokuskan Lima Hal Penanggulangan Bencana (Sumber Gambar : Nu Online)

NU Fokuskan Lima Hal Penanggulangan Bencana

Sabtu, 10 Februari 2018

Hari Id menurut Syekh Abdul Qadir Al-Jailani

Semua orang memaknai Idul Fitri dengan cara dan daya pikirnya sendiri. Ada yang memaknainya dari segi etimologis, historis, filosofis, dan juga realis. Itu sah-sah saja. Demikian halnya Syekh Abdul Qadir Al-Jailani. Dalam Al-Ghuniyah li Thalibi Tariqil Haq Azza wa Jalla fil Akhlaq, wat Tashawwuf, wal Adabil Islamiyah, Syekh Abdul Qadir memaknai hari Id sebagai berikut.

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Hari Id menurut Syekh Abdul Qadir Al-Jailani (Sumber Gambar : Nu Online)
Hari Id menurut Syekh Abdul Qadir Al-Jailani (Sumber Gambar : Nu Online)

Hari Id menurut Syekh Abdul Qadir Al-Jailani

Artinya, “Idul Fitri itu bukan mengenakan pakaian bagus, mengonsumsi makanan enak, memeluk orang-orang tercinta, dan menikmati segala kelezatan duniawi. Idul Fitri adalah kemunculan tanda penerimaan amal ibadah; pengampunan dosa dan kesalahan; penghapusan dosa oleh pahala; kabar baik atas kenaikan derajat di sisi Allah, ‘pakaian’ pemberian, ‘harta benda’ baru, aneka pemberian, dan kemuliaan; kelapangan batin karena cahaya keimanan; ketenteraman hati karena kekuatan keyakinan; tanda-tanda Ilahi lain yang tampak; pancaran lautan ilmu dari dalam sanubari melalui ucapan; pelbagai kebijaksanaan, kafasihan, dan kekuatan retoris,” (Lihat Syekh Abdul Qadir Al-Jailani, Al-Ghuniyah li Thalibi Tariqil Haq Azza wa Jalla, Beirut, Darul Kutub Al-Islamiyah, 1997 M/1417 H, juz II, halaman 34).

PKB Kab Tegal

Syekh Abdul Qadir Al-Jailani tidak menolak hal-hal yang bersifat lahiriyah-material. Tetapi ada yang tidak kalah dari unsur material, yaitu aspek non-material. Baginya, ketakwaan dan penerimaan amal-ibadah jauh lebih penting dari semua yang bersifat lahiriyah.

Syekh Abdul Qadir Al-Jailani mengutip riwayat Sayydidina Ali RA yang memakan roti dengan kualitas rendah di hari raya Idul Fitri. Betapa terkejutnya seorang sahabat yang mendapati Sayyidina Ali RA sedang memakan roti dengan kualitas rendah di hari raya Idul Fitri.

PKB Kab Tegal

“Bukankah ini hari raya wahai Amirul Mukminin? Kenapa baginda memakan roti seperti itu?”

“Hari raya Id itu bagi mereka yang puasanya diterima, amal ibadahnya diterima, dan dosanya diampuni. Bagiku, hari ini hari raya Id. Begitu juga esok hari. Setiap hari aku tidak bermaksiat kepada Allah, dan itu artinya setiap hari adalah hari raya Id bagiku,” jawab Sayyidina Ali RA.

Dari keterangan di atas, kita dapat menyimpulkan bahwa hari raya Idul Fitri bukan soal mudik atau tidak mudik, bukan masalah pakaian baru-tidak baru, bukan perkara pakai dresscode atau tidak, bukan perihal berbagi uang receh-atau tidak. Hari raya Id adalah ketakwaan, kebijaksanaan, dan perbaikan hidup beragama ke depan di bawah cahaya iman dan kekuatan keyakinan kepada Allah SWT. Wallahu a‘lam. (Alhafiz K)Dari Nu Online: nu.or.id

PKB Kab Tegal Sunnah, PonPes PKB Kab Tegal

Rabu, 07 Februari 2018

Syuriah NU Kudus: IPNU-IPPNU Jaga Jarak!

Kudus, PKB Kab Tegal. Rais Syuriyah PCNU Kudus KH M Ulil Albab Arwani mengingat para pengurus IPNU dan IPPNU Kudus agar saling menjaga kehormatan. Ia mendukung para pelajar NU untuk menunjukkan kepada masyarakat khususnya remaja perihal cara bergaul laki-laki dan perempuan sesuai dengan akhlaq Aswaja.

Syuriah NU Kudus: IPNU-IPPNU Jaga Jarak! (Sumber Gambar : Nu Online)
Syuriah NU Kudus: IPNU-IPPNU Jaga Jarak! (Sumber Gambar : Nu Online)

Syuriah NU Kudus: IPNU-IPPNU Jaga Jarak!

“IPNU dan IPPNU harus jaga jarak, laki-laki dan perempuan. Kalau tidak hati-hati, nanti bisa kena godaan,” kata Kiai Ulil Albab yang kini mengasuh yayasan Arwaniyyah di kediamannya, Ahad (14/9) sore.

Gus Bab, begitu Kiai Ulil Albab disapa, menyampaikan pesannya kepada rekanan pengurus baru IPNU-IPPNU yang rencananya dilantik pada Oktober mendatang.

PKB Kab Tegal

Pada pertemuan itu, Gus Bab juga menekankan agar putra-putri NU bukan sekadar giat berorganisasi, namun juga mesti pandai meruwat amaliyah NU. “Menjadi anak-anaknya warga NU, ya harus jaga amaliyah,” tegasnya.

Terkait posisi para pengurus yang mayoritas masih duduk di bangku kuliah, Kiai Kudus Kulon yang telah menyusun metode baca tartil Al-Qur’an Yanbu’a ini, menekankan pentingnya membagi waktu antara kepentingan organisasi dan kepentingan akademik.

PKB Kab Tegal

“Kalau masih ada yang di bangku sekolah atau kuliah, harus bisa meluangkan waktu untuk tetap belajar. Jangan sampai hanya sibuk di organisasi lalu mengabaikan tugas utama, belajar,” kata Gus Bab.

Demikian sejumlah wejangan Gus Bab kepada pengurus baru IPNU-IPPNU Kudus yang sowan ke kediamannya. Ia juga berharap kepada Joni Prabowo yang kini memimpin IPNU Kudus dan Futuhal Hidayah yang menggawangi IPPNU untuk menggerakkan program-program lebih giat. (Istahiyyah /Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKB Kab Tegal Sunnah, Pesantren, Doa PKB Kab Tegal

Minggu, 04 Februari 2018

Peduli Keasrian, GP. Ansor Kencong Lakukan Penghijauan

Jember, PKB Kab Tegal

Musim hujan yang masih terus berlanjut dan kerap kali menimbulkan longsor, mendorong Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor Kencong, Jember, Jawa Timur  untuk melakukan penghijauan pada Ahad (29/1).

Penghijauan tersebut dilakukan di Dusun Wonoroto, Desa/Kecamatan Umbulsari, Jember dengan melibatkan 30 anggota Banser. Seribu lebih pohon yang terdiri dari mahoni, mangga, dan jambu ditanam di sisi kiri-kanan beberapa ruas jalan di dusun tersebut.

Menurut Ketua PC Gerakan Pemuda Ansor Kencong Muhammad Yasin Yusuf Gahzali, penghijauan tersebut sebagai bentuk kepedulian Ansor terhadap keasrian, kelestarian dan juga keindahan jalan desa. “Selain itu, pohon-pohon itu bisa mencegah longsor dalam skala kecil. Lebih dari itu, buah pohon tersebut bisa dimanfaatkan oleh masyarakat kelak,” ujarnya kepada PKB Kab Tegal.  

Peduli Keasrian, GP. Ansor Kencong Lakukan Penghijauan (Sumber Gambar : Nu Online)
Peduli Keasrian, GP. Ansor Kencong Lakukan Penghijauan (Sumber Gambar : Nu Online)

Peduli Keasrian, GP. Ansor Kencong Lakukan Penghijauan

Yasin menambahkan, pohon-pohon di pinggir jalan dewasa ini semakin langka. Padahal, banyak sekali gunanya. Selain untuk kesejukan, pohon di pinggir juga berfungsi sebagai pembatas kanan-kiri jalan.

Dulu, katanya, pohon-pohon di pinggir jalan menjadi ciri khas jalan desa, sebagaimana pohon asam yang kokoh menjadi “pagar” di berbagai ruas jalan perkotaan. “Sekarang pohon-pohon di pingir jalan, sudah mulai punah. Dan kami priahtin sekali, sehingga kami berharap ini (penghijauan) juga menginspirasi pihak lain untuk melakukan hal yang sama,” ujarnya.

Dalam penghijauan tersebut, Gerakan Pemuda Ansor Cabang Kencong juga melibatkan murid-murid MI Darul Huda, Dusun Wonoroto. Tujuanya adalah untuk menanamkan kecintaan mereka terhadap lingkungan. Sebab, mereka adalah calon pemilik dusun yang juga punya tanggung jawab terhadap  keasrian dan kelestarian lingkungannya. “Mereka kita ajak terlibat dalam dalam penanaman, agar tertanam kesadaran  sejak dini dalam diri mereka betapa pentingnya pohon, sebagai penyangga kehidupan manusia,” urainya. (Aryudi A. Razaq/Abdullah Alawi) 

PKB Kab Tegal

Dari Nu Online: nu.or.id

PKB Kab Tegal

PKB Kab Tegal Sunnah PKB Kab Tegal

Kamis, 01 Februari 2018

Ikhlas Modal Utama Pengurus NU

Probolinggo, PKB Kab Tegal. Hal utama yang harus dimiliki oleh pengurus Nahdlatul Ulama (NU) adalah jiwa yang ikhlas. Keikhlasan itu pasti akan dibalas oleh Allah SWT, minimal kebutuhan hidupnya akan tercukupi dan  anak cucunya juga akan dimulyakan Allah. Karena setiap apa yang ditanam orang tua pasti akan berdampak pada anak dan cucunya.

Hal tersebut disampaikan oleh A’wan PWNU Jawa Timur H Hasan Aminuddin saat melantik pengurus MWCNU dan pengurus Ranting NU serta pengurus Pimpinan Anak Cabang (PAC) dan Pimpinan Ranting Gerakan Pemuda Ansor se-Kecamatan Pakuniran masa khidmat 2017-2022 di halaman Pondok Pesantren Kanjeng Sunan Kalijogo Desa Sogaan Kecamatan Pakuniran, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, Ahad (17/12) lalu.

Ikhlas Modal Utama Pengurus NU (Sumber Gambar : Nu Online)
Ikhlas Modal Utama Pengurus NU (Sumber Gambar : Nu Online)

Ikhlas Modal Utama Pengurus NU

Menurut Hasan, berkhidmat di jalan NU hendaknya dijadikan sebagai ladang dan lahan dalam ber amar ma’ruf nahi mungkar. Karena hakikat manusia hidup di dunia adalah agar bermanfaat bagi orang lain dan agamanya dengan jalan menggunakan pikiran, tenaga maupun harta. 

“Sering saya sampaikan kepada pengurus NU bahwa pengasuh pesantren itu berenangnya hanya di kolam, namun orang-orang yang berkhidmat dalam kepengurusan NU berenangnya adalah di lautan. Inilah hebatnya tarekat NU,” tegasnya. 

 

PKB Kab Tegal

Dalam kesempatan tersebut Hasan sangat mengapresiasi dan mengucapkan terima kasih kepada segenap pengurus yang telah berkhidmat dalam organisasi NU. 

“Manfaatnya nanti akan dirasakan baik di dunia maupun di akhirat. Karena NU merupakan jembatan untuk menegakkan syariat dalam mengamalkan khoiruunnaas anfauhum linnaas,” katanya.

Pelantikan ini dihadiri jajaran pengurus Syuriyah dan Tanfidziyah PCNU Kota Kraksaan. Hadir dalam kegiatan tersebut Forkopimka Pakuniran dan jajaran Kepala Desa se-Kecamatan Pakuniran. (Syamsul Akbar/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKB Kab Tegal

PKB Kab Tegal Kiai, Sunnah PKB Kab Tegal

Senin, 29 Januari 2018

Semarang Bakal Jadi Tuan Rumah Rapimnas Pagar Nusa

Kudus, PKB Kab Tegal. Pimpinan Pusat Pencak Silat Nahdlatul Ulama (PP PSNU) Pagar Nusa akan mengadakan Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) pada 27-29 Maret 2015 di Pesantren Az-Zuhri Tembalang, Semarang, Jawa Tengah.

Kegiatan yang bakal diikuti Pimpinan Pusat dan Pimpinan Wilayah PSNU Pagar Nusa se-Indonesia ini mengambil tema “Pencak Silat NU Benteng Utama NKRI dari Ancaman Radikalisme dan Terorisme”.

Semarang Bakal Jadi Tuan Rumah Rapimnas Pagar Nusa (Sumber Gambar : Nu Online)
Semarang Bakal Jadi Tuan Rumah Rapimnas Pagar Nusa (Sumber Gambar : Nu Online)

Semarang Bakal Jadi Tuan Rumah Rapimnas Pagar Nusa

Demikian informasi yang disampaikan Pimpinan Cabang PSNU Pagar Nusa usai rapat koordinasi pelatih Pagar Nusa di kantor NU Kudus, Ahad (15/3) malam.

PKB Kab Tegal

Pengurus bidang pencak silat Pagar Nusa Kudus Sunardi menjelaskan, dalam Rapimnas telah diagendakan berbagai rangkaian kegiatan, antara lain halaqah bersama Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Badan SAR Nasional, dan Badan Narkotika Nasional (BNN).

PKB Kab Tegal

"Selain sidang-sidang Rapimnas, acara juga dirangkai Temu Pasukan Inti (Pasti), pelatihan pasti angkatan II Pagar Nusa Jawa Tengah dan Apel Akbar Kesetian terhadap NKRI pendekar Pagarnusa," terangnya.

Terkait hal itu, kata Sunardi, Pagar Nusa Kudus siap berpartisipasi mengirimkan pasukan inti dan peserta apel akbar pada hari terakhir (29/3) di Lapangan Pancasila Simpang Lima Semarang.  "Kami akan mengirim ratusan peserta apel dan puluhan pasukan inti sesuai undangan dari PP Pagar Nusa," ujarnya.

Ia menyambut bangga kegiatan seperti ini dilaksanakan di Jawa Tengah. Menurutnya, Rapimnas dan rangkaian kegiatannya sangat bermanfaat untuk kemajuan Pagar Nusa daerah, mempererat tali persaudaraan, dan menambah syiar pencak silat NU.

"Terlebih lagi, temanya mempertegas kembali pencak silat NU sebagai benteng NKRI dari berbagai ancaman. Maka pendekar pagar Nusa Kudus selalu siap menjaga ulama, bangsa dan NKRI dari radikalisme,"tegas Sunardi yang juga pelatih Pagar Nusa ini. (Qomarul Adib/Mahbib)   

Dari Nu Online: nu.or.id

PKB Kab Tegal Sunnah, Makam PKB Kab Tegal

Kamis, 18 Januari 2018

Mbah Sahal Penjaga NU dari Politik Praktis

Jombang, PKB Kab Tegal. KH Salahuddin Wahid yang lazim disapa Gus Solah mengatakan KH MA Sahal Mahfudh atau Mbah Sahal merupakan sosok yang menjaga NU dari infiltrasi politik. Sikapnya yang demikian sejalur dengan posisinya sebagai Rais Aam PBNU.

Mbah Sahal Penjaga NU dari Politik Praktis (Sumber Gambar : Nu Online)
Mbah Sahal Penjaga NU dari Politik Praktis (Sumber Gambar : Nu Online)

Mbah Sahal Penjaga NU dari Politik Praktis

“Kiai Sahal merupakan ulama besar yang dimiliki NU. Kondisi itu semakin klop dengan posisinya sebagai Rais Aam PBNU,” terang Gus Solah yang kini mengasuh pesantren Tebuireng Jombang, Jumat (24/1).

Karenanya, fikih sosial dan petuah kiai asal Jawa Tengah ini selalu ditunggu umat. Yang lebih mengesankan lagi, menurut Gus Solah, selama ini Mbah Sahal merupakan ulama yang sangat kukuh menjaga NU dalam trek Khittah NU 1926.

PKB Kab Tegal

Mbah Sahal tidak ingin NU terseret ke wilayah politik praktis. Hal itu pula yang terus dijaga Kiai Sahal hingga akhir hayat, kata Gus Solah.

Kendati demikian, Mbah Sahal pernah kecolongan di tahun-tahun silam saat ia memegang amanah sebagai Rais Aam PBNU. Pada tahun itu NU secara tidak langsung terseret ke wilayah politik praktis. Bahkan Kiai Hasyim Mudzadi sebagai Ketua Umum PBNU maju sebagai cawapres mendampingi Megawati Soekarno Putri.

PKB Kab Tegal

Meskipun tidak berkenan, Mbah Sahal waktu itu kurang bisa mencegah langkah Pak Hasyim. “Makanya ke depan hal-hal seperti itu tidak boleh terjadi lagi," kenang Gus Solah. ? (Saiful/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKB Kab Tegal Sholawat, Ulama, Sunnah PKB Kab Tegal

Minggu, 07 Januari 2018

Bendung Radikalisme, Ansor Sampang Gelar Pelatihan Kepemimpinan

Sampang, PKB Kab Tegal

Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor Kabupaten Sampang menggelar Pelatihan Kemimpinan Dasar (PKD) selama dua gari, Sabtu-Ahad, 2-3 Desember 2017 di Graha Wali Songo Kantor PCNU Sampang.

Acara bertema Mencetak Kader Militan Berkarakter Ahlus Sunnah wal jamaah An Nahdliyyah itu dihadiri sedikitnya 85 orang delegasi dari setiap Pengurus Anak Cabang (PAC) yang tersebar di 14 kecamatan di Kabupaten Sampang.

Bendung Radikalisme, Ansor Sampang Gelar Pelatihan Kepemimpinan (Sumber Gambar : Nu Online)
Bendung Radikalisme, Ansor Sampang Gelar Pelatihan Kepemimpinan (Sumber Gambar : Nu Online)

Bendung Radikalisme, Ansor Sampang Gelar Pelatihan Kepemimpinan

Ketua PC Ansor Sampang, KHR.Khoiron Zainin menyatakan, kegiatan tersebut bertujuan mengoptimalkan peran GP Ansor Sampang khususnya PAC dalam membumikan paham Aswaja an-Nahdliyah di kalangan masyarakat awam. 

Selain itu, lanjut dia, hal tersebut juga diharapkan dapat menggugah semangat peserta agar tetap istiqamah membentengi agama, ulama, dan NKRI.

“Saya harapkan di Sampang lahir kader yang memiliki karakter Nahdliyah yang agamis dan nasionalis juga militan,” tuturnya.

PKB Kab Tegal

Tak hanya itu, Lora Khoiron sapaan akrabnya, yang juga Ketua Umum Majelis Pemuda Bersholawat “At-Taufiq” itu mengingatkan kepada para peserta untuk dapat menangkal aliran radikal yang dapat memecah belah Negara Kesatuan Republik Indonesia.

PKB Kab Tegal

Zainal Alim, salah satu peserta delegasi dari PAC Jrengik merespons baik acara tersebut karena dianggap mampu merevitalisasi semangat juang pemuda yang selama ini  mulai memudar.

"Acara ini luar biasa dan sangat menggugah," ungkapnya penuh semangat. (Ainur Ridho/Kendi Setiawan)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKB Kab Tegal Tokoh, Sunnah, Pondok Pesantren PKB Kab Tegal

Jumat, 22 Desember 2017

Jelang Dilantik, Dua Banom NU Sumberejo Gelar Lomba

Bojonegoro, PKB Kab Tegal. Menjelang pelantikan Pimpinan Anak Cabang (PAC) Ansor dan Fatayat NU Sumberejo menggelar beberapa perlombaan. Kegiatan untuk menyemarakkan pelantikan itu diselenggarakan di kompleks Lembaga Pendidikan Maarif NU MINU Walisongo Desa Sumuragung Kecamatan Sumberejo Kabupaten Bojonegoro, Ahad (18/9).

Jelang Dilantik, Dua Banom NU Sumberejo Gelar Lomba (Sumber Gambar : Nu Online)
Jelang Dilantik, Dua Banom NU Sumberejo Gelar Lomba (Sumber Gambar : Nu Online)

Jelang Dilantik, Dua Banom NU Sumberejo Gelar Lomba

"Lomba ini diadakan dalam rangka pelantikan bersama PAC Ansor dan Fatayat pada 25 September," kata Sekretaris Panitia Ahsanul Amilin kepada PKB Kab Tegal.

Beberapa perlombaan yang diadakan diantaranya lomba paduan suara, dai atau daiah, baca puisi dan kreasi hijab syari ala Aswaja.

PKB Kab Tegal

Dijelaskan, perlombaan dai atau daiah diikuti peserta se-Kabupaten Bojonegoro dengan dewan juri diambil dari profesional dan panitia, termasuk dewan juri lomba baca puisi dan kreasi hijab syari ala Aswaja. "Tetapi untuk lomba kreasi hijab syari ala aswaja, peserta membludak dari perkiraan. Yang diperkirakan hanya 50an peserta tapi bertambah sampai 90 peserta," jelasnya.

Sementara itu untuk lomba paduan suara atau mars Fatayat, hymne fatayat dan lagu wajib nasional terbaru Subhanul Wathonkarya KH Wahab Chasbulloh. Lomba tersebut melibatkan ratusan peserta karena diikuti semua Ranting Fatayat NU se-Kecamatam Sumberejo.

PKB Kab Tegal

"Para peserta berdandan busana resmi Fatayat hijau-hijau. Masing-masing ranting berkelompok atau beregu, satu regu terdiri dari 10 sampai15 orang," ungkap Amilin sapaan akrabnya.

Ditambahkan, dari hasil tersebut untuk lomba dai juara satu diraih Hanum Faizah Rahma dari santri siaga pondok pesantren at tanwir, berikutnya Allayya Ayu Nikmatul F menjadi juara kedua dari Talun Sumberejo dan Lilik Nur Indah Sari dari Tulungagung Sumberejo sebagai juara ketiga. Sedangkan pemenang lomba puisi juara satu diraih Lilik Nur Indahsari dari Tulungrejo, juara kedua Benang Sari siswi SMK Semenpinggir Kapas dan juara ketiganya diraih Reza Ali Widiawati dari Kayulemah.

Sementara itu untuk pemenang lomba kreasi hijab, juara satu dimenangkan Ranting Pekuwon I, juara duanya Ranting Margoagung dan juara ketiganya dimenangkan santri siaga Pondok pesantren At Tanwir Talun. Untuk lomba kreasi hijab diikuti berkelompok terdiri dari tiga orang. "Hadiah lomba diserahkan saat pelantikan di balai kecamatan sumberejo," imbuhnya.

Saat pelantikan nanti akan dirangkai dengan dialog kepemudaan bertema Bangkit bersama Ansor dan fatayat NU Sumberrejo. Rencanaya akan dihadiri narasumber ketua DPRD Mitroatin, Wakil Ketua DPRD Sunjani dan mantan Ketua Ansor Khisbullah. (M. Yazid/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKB Kab Tegal Aswaja, Sunnah PKB Kab Tegal

Senin, 13 November 2017

Meski Diguyur Hujan, Pembukaan Pasar Rakyat NU di Malang Meriah

Malang, PKB Kab Tegal. Meski diguyur hujan, pembukaan Pasar Rakyat Indonesia di lapangan Wonomulyo Poncokusumo, Malang, Sabtu (22/12) berlangsung meriah. Pembukaan pasar rakyat tersebut ditandai dengan penabuhan gong oleh ketua Ketua PBNU  H Iqbal Sulam yang didampingi Muspida dan sejumlah pengurus NU kabupaten Malang.

Meski Diguyur Hujan, Pembukaan Pasar Rakyat NU di Malang Meriah (Sumber Gambar : Nu Online)
Meski Diguyur Hujan, Pembukaan Pasar Rakyat NU di Malang Meriah (Sumber Gambar : Nu Online)

Meski Diguyur Hujan, Pembukaan Pasar Rakyat NU di Malang Meriah

Dalam sambutannya, Iqbal menekankan akan pentingnya pemberdayaan perekonomian masyarakat, khususnya pada tingkat bawah. “Negara akan memiliki ekonomi yang kuat jika ditopang kekuatan perekonomian rakyatnya, bukan kekuatan konglomerat,” jelasnya.

Ketua PCNU Kabupaten Malang, H. Bibit Suprapto, SH dalam sambutannya menekankan akan kesiapan Kabupaten Malang dalam menjalankan tugas dan fungsi organisasi, bahkan kegiatan yang sekira cabang yang lain tidak siap, berikan saja pada PCNU Kabupaten Malang, kami siap mewujudkan dengan sebaik-baiknya, jelasnya.

PKB Kab Tegal

Bupati Malang menekankan pentingnya wira usaha, dunia membuktikan bahwa yang memiliki jiwa enterpreneur lebih tinggi memiliki ketahanan ekonomi lebih, dan Indonesia masih sangat jauh dari harapan. 

Warga NU yang menjadi mayoritas penduduk Indonesia diharapkan dapat meningkatkan tingkat Enterpreneursipnya, salah satunya Bupati memberi apresiasi terhadap acara semacam Pasar Rakyat ini. 

PKB Kab Tegal

Disela kesibukannya, ketua Panitia H Abdul Mujib Syadzili menuturkan, Pasar rakyat ini bertujuan memberikan bantuan kepada masyarakat.

“Mereka berkesempatan membeli sembako murah dan menikmati hiburan-hiburan yang disuguhkan, sehingga diharapkan dapat meningkatkan silaturrahim antara pengurus dengan masyarakat,” katanya.

Disamping agenda pasar rakyat, panitia juga menyelenggarakan workshop kewirausahaan yang digelar siang hingga sore di Aula SMK NU Sunan Ampel Poncokusumo. Dua nara sumber yang mempresentasikan tentang entrepreneurship Gus Nur Shodiq Askandar dan Hari Panca yang sempat memukau yang sesekali diikuti gelak tawa para peserta dengan ”ger-ger-an”.

Redaktur: A. Khoirul Anam

Dari Nu Online: nu.or.id

PKB Kab Tegal Sunnah PKB Kab Tegal

Selasa, 24 Oktober 2017

Dilantik, Ini Program Sinergi Ansor dan Fatayat Probolinggo

Probolinggo, PKB Kab Tegal. Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor Kabupaten Probolinggo periode 2014-2018 dan Pimpinan Cabang Fatayat NU Kabupaten Probolinggo resmi dilantik, Kamis (29/10) di Pendopo Kabupaten Probolinggo. Usai dilantik, badan otonom (banom) PCNU Kabupaten Probolinggo ini telah menyiapkan program sinerginya untuk mengabdi kepada masyarakat.

Sedikitnya ada lima program yang akan dilakukan mulai tahun ini. Diantaranya membentuk Baitul Mal Wattamwil Anshoruna. Dimana tujuannya memberikan bantuan pinjaman modal usaha kepada anggota dan umum. Kedua, mendirikan Lembaga Amil Zakat (LAZ) dengan mengumpulkan pakaian layak pakai, mainan dan sembako untuk disalurkan kepada orang miskin.

Dilantik, Ini Program Sinergi Ansor dan Fatayat Probolinggo (Sumber Gambar : Nu Online)
Dilantik, Ini Program Sinergi Ansor dan Fatayat Probolinggo (Sumber Gambar : Nu Online)

Dilantik, Ini Program Sinergi Ansor dan Fatayat Probolinggo

Ketiga, membentuk satgas anti narkoba yang akan bekerja sama denga Badan Narkotika Kabupaten (BNK) Probolinggo. Dimana tujuannya menyisir pondok pesantren untuk memberikan pemahaman tentang bahaya narkoba.

PKB Kab Tegal

“Selama ini yang sering didatangi pihak kepolisian dan BNK hanya sekolah-sekolah umum saja. Sedangkan pondok pesantren dan madrasah masih jarang,” ungkap Ketua PC GP Ansor Kabupaten Probolinggo Muchlis.

PKB Kab Tegal

Keempat, membentuk majelis dzikir dan sholawat dengan mengadakan istighotsah bersama camat untuk meramaikan masjid. Kelima, bekerjasama dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dalam merekrut anggota Tim Reaksi Cepat (TRC) untuk penanggulangan bencana daerah. Setiap kecamatan akan direkrut sebanyak 100 orang. “Juga akan dilaksanakan perekrutan Banser sebanyak 1.000 orang pada tahun 2018 mendatang,” jelasnya.?

Sementara Bupati Probolinggo, Hj Puput Tantriana Sari berpesan kepada GP Ansor dan Fatayat agar tetap amanah serta bermanfaat untuk masyarakat dan menjaga komunikasi dengan SKPD di Pemkab Probolinggo. “Apalagi GP Ansor dan Fatayat NU Kabupaten Probolinggo lebih spesial dibandingkan di tempat lain, karena sinergi dua organisasi itu,” katanya.

Selain itu, Tantri berpesan agar kedua organisasi pemuda itu bersiap menghadapi perdagangan bebas Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) 2015. “Salah satunya dengan mengembangkan ekonomi dalam produk kreatif,” pungkasnya. (Syamsul Akbar/Fathoni)?

Dari Nu Online: nu.or.id

PKB Kab Tegal Sunnah PKB Kab Tegal

Kamis, 05 Oktober 2017

Hasyim: "Agama-agama Harus Sadar"

Jakarta, PKB Kab Tegal. Terpilih menjadi salah satu presiden Konferensi Dunia Agama untuk Perdamaian (World Conference on Religion for Peace/WCRP), Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Hasyim Muzadi tak mau menyia-nyiakan posisi tersebut. Misi Islam moderat akan dibawanya pada organisasi yang menghimpun tokoh-tokoh lintas agama dari seluruh dunia itu.

Selain akan berkoordinasi dengan presiden lainnya untuk mengetahui posisi dan kapasitas program WCRP, Pengasuh Pondok Pesantren Al Hikam, Malang, Jawa Timur ini mengatakan akan berupaya untuk memberikan semacam pencerahan kepada semua agama terkait dengan maraknya berbagai konflik yang bernuansa agama.

Hasyim: Agama-agama Harus Sadar (Sumber Gambar : Nu Online)
Hasyim: Agama-agama Harus Sadar (Sumber Gambar : Nu Online)

Hasyim: "Agama-agama Harus Sadar"

“Bagaimana caranya agara agama-agama ini dapat membedakan antara faktor-faktor konflik yang disebabkan oleh karater agama dengan konflik yang sebenarnya bukan agama tapi kemudian di-agama-kan,” kata Hasyim kepada PKB Kab Tegaldi Kantor PBNU, Jalan Kramat Raya, Jakarta, Rabu (6/9).

Hasyim mengatakan hal ini usai menerima rombongan dari Indonesian Conference on Religion and Peace (ICRP), antara lain Djohan Effendi (Ketua Umum), Johanes N Hariyanto, SJ (Ketua) dan Siti Musdah Mulia (Sekretaris Umum). Djohan Effendi merupakan salah satu peserta dari Indonesia yang turut dalam WCRP di Kyoto, Jepang, 25-29 Agustus lalu.

Dijelaskan Hasyim, tidak semua konflik antar-umat beragama, sumbernya adalah agama itu sendiri. “Harus dibedakan. Misalnya, (Presiden Amerika Serikat, George) Bush menyerang Irak. Dia bilang itu crushade (perang salib, red), tapi sebetulnya dia kan cari minyak. Nah, penggunakan label agama ini yang kemudian menimbulkan jihad. Artinya, ekstrimitas ditimbulkan oleh faktor ekonomi dan hegemoni serta imperialisasi,” jelasnya.

PKB Kab Tegal

Disadari mantan Ketua Pengurus Wilayah NU Jatim ini, banyak hal yang terkait dengan persoalan umat beragama yang berpotensi menimbulkan konflik, seperti faktor kemiskinan, kebodohan, ketidakadilan sosial, dan sebagainya. Namun, lanjutnya, potensi-potensi konflik tersebut seringkali meletup di kalangan umat beragama dan kemudian dirasakan sebagai konflik agama. Di samping juga pada setiap agama juga terdapat titik ekstrimitas dan liberalitas.

“Nah, di sini agama-agama harus sadar. Jadi, agama-agama harus menarik diri dari keinginan-keinginan penggunaan yang tidak agama terhadap agama,” ungkap Hasyim yang juga Sekretaris Jenderal International Conference of Islamic Scholars (ICIS) ini.

PKB Kab Tegal

Hal lain yang akan dilakukan Hasyim dalam WCRP adalah akan meneliti sebab-sebab konflik pada internal agama dan pada lintas agama, atau konflik antara-agama dengan faktor kekuasaan. “Misalnya yang terjadi di Libanon, Irak, Pakistan, Thailan,dan sebagainya, kan harus diteliti, semua ada anatominya. Nah, itu kita minta, supaya tokoh lintas agama juga ikut memperhatikan bagaimana proses perdamaiannya,” tuturnya.

Sementara itu, Johanes N Hariyanto, SJ kepada PKB Kab Tegal menjelaskan mengenai posisi dan peran presiden dalam struktur WCRP. Menurutnya, terdapat 44 tokoh mewakili 20 agama atau aliran di dalam agama yang dipilih menjadi presiden. Termasuk di dalamnya adalah Hasyim Muzadi yang mewakili muslim (Sunni) Indonesia.

Keberadaan para presiden itu sendiri, lanjutnya, merupakan pengambil atau penentu kebijakan di dalam WCRP. “Jadi, presiden-presiden ini tugasnya merumuskan kebijakan-kebijakan yang berkaitan dengan masalah agama atau umat beragama. Sementara, imbuhnya, selaku pelaksana kebijakan tersebut adalah sekretaris jenderal. (rif)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKB Kab Tegal Hadits, RMI NU, Sunnah PKB Kab Tegal

Sabtu, 23 September 2017

Ini Amanat Terakhir Ajengan Basith untuk Banser

Sukabumi, PKB Kab Tegal?



Sebelum berangkat menjalankan ibadah umrah ke tanah suci Makkah, Ketua PCNU AJengan KHR. Abdul Basith sempat membuka Pendidikan dan Pelatihan Dasar (Diklatsar) yang digelar Satuan Koordinator Cabang (Satkorcab) Barisan Ansor Serbaguna (Banser) Kabupaten Sukabumi.



Ini Amanat Terakhir Ajengan Basith untuk Banser (Sumber Gambar : Nu Online)
Ini Amanat Terakhir Ajengan Basith untuk Banser (Sumber Gambar : Nu Online)

Ini Amanat Terakhir Ajengan Basith untuk Banser



(Baca:? Hari-hari Terakhir Ketua PCNU Sukabumi Ajengan Basith)

Pada kegiatan yang berlangsung di Pondok Pesantren al-Amin, Cicurug, Jumat (10/3) itu, ia berpesan agar anggota GP Ansor di daerah masing-masing membantu masyarakat, pemerintah, termasuk kepolisian, dan juga TNI.

PKB Kab Tegal





PKB Kab Tegal

(Baca:Kabar Duka, Ketua PCNU Kabupaten Sukabumi Ajengan Basith Wafat di Dubai)

Hal itu, menurut pengasuh Pondok Pesantren Al-Amin tersebut, agar gerakan yang merusak Indonesia bisa ditanggulangi sedari dini. ? ? ? ?

“GP Ansor harus memantau di masing-masing daerah wabilkhusus kita harus berdekatan dengan pemerintah apabila ada sesuatu, jangan bergerak sendiri,” pintanya.?





(Baca:? Di “Tangan” Ajengan Basith, Ayat Al-Qur’an Digerakkan Jadi Klinik)

KH Abdul Basith wafat di Dubai, Uni Emirat Arab pada Rabu (15/3) sekitar pukul 11.30 waktu setempat saat ia transit di negara itu untuk menjalankan ibadah umrah. Ia menjalankan umrah bersama Bupati Kabupaten Sukabumi H. Marwan Hamami dan 18 orang lain.?

Ketika di Dubai tersebut Ketua Majelis Silaturahim Pondok Pesantren dan Majelis Talim Kota dan Kabupaten Sukabumi mendapat serangan jantung. Ia sempat dilarikan ke sebuah rumah sakit setempat, tapi jiwanya tidak tertolong. (Sofyan Syarif/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKB Kab Tegal Kyai, Sejarah, Sunnah PKB Kab Tegal

Sabtu, 18 Februari 2017

Peduli Pendidikan Tinggi NU, Banser "Turun Tangan

Ponorogo, PKB Kab Tegal. Satkorcab Banser Ponorogo mengerahkan para alumni Diklatsar Banser di Pudak, Ponorogo, untuk mengikuti Kerja Bakti membuat taman di Akafarma-Insuri, Senin (14/1). Sekitar 50 orang alumni Diklatsar Banser dengan penuh semangat membersihkan rumput liar di sisi kanan dan kiri jalan masuk kampus Akafarma-Insuri, salah satu perguruan tinggi NU terkemuka di Ponorogo.

Tidak hanya itu, tanah yang tadinya ditumbuhi rumput digali lalu ditimbun sepanjang sisi kanan dan kiri jalan. Timbunan tanah itu nantinya akan ditanami tanaman bunga dan tali rafia. 

Peduli Pendidikan Tinggi NU, Banser Turun Tangan (Sumber Gambar : Nu Online)
Peduli Pendidikan Tinggi NU, Banser Turun Tangan (Sumber Gambar : Nu Online)

Peduli Pendidikan Tinggi NU, Banser "Turun Tangan

Menurut H Sugeng Hariyono, fungsionaris Yayasan Perguruan Tinggi Nahdlatul Ulama (Yapertimu) Batoro Katong Ponorogo yang menaungi Akafarma dan Insuri, pembuatan taman ini telah menjadi impian sejak lama. H. Sugeng mengaku risih jika jalan masuk kampus tampak kumuh dan gersang. Apalagi jalan masuk kampus merupakan wajah kampus, jika kumuh akan menimbulkan persepsi negatif pada masyarakat.

PKB Kab Tegal

“Jalan masuk kampus ini cukup panjang dan dapat dilihat langsung oleh pengguna jalan raya yang melintas depan area kampus. Jika tidak dipercantik dengan taman masyarakat akan memiliki persepsi bahwa kampus tidak terurus. Maka kami tidak mau berlama-lama lagi untuk membuat taman di sepanjang jalan ini,” Kata H. Sugeng yang juga dipercaya menjadi Komisaris Utama PT. Radio Aswaja FM ini.

Kegiatan kerja bakti semacam ini bukan hal baru lagi bagi Banser Ponorogo. Sebelumnya sudah tidak terhitung lagi Banser Ponorogo membantu Takmir Masjid, Madrasah, Pesantren dan masyarakat memperbaiki fasilitas yang mereka miliki. Bahkan kegiatan bedah rumah juga sering diadakan. Ahmad Subkhi alias Kalibek selaku Kasatkorcab Banser Ponorogo mengatakan, atas permintaan masyarakat khususnya warga NU dan keinginan sendiri Banser Ponorogo selalu ingin hadir mendarma baktikan tenaganya untuk aksi sosial.

PKB Kab Tegal

“Saya sampai lupa sudah berapa kali Banser Ponorogo terjun di masyarakat untuk kerja bakti baik sekedar membersihkan lingkungan fasilitas ibadah dan sekolah sampai bedah rumah warga NU yang tidak layak. Kami senantiasa menyadarkan anggota Banser untuk selalu siap mendarma baktikan tenaganya untuk kepentingan masyarakat terutama warga NU” ungkap Kalibek penuh kebanggaan,

Pernyataan Kalibek diamini oleh Idam Mustofa selaku Pjs Ketua PC GP Ansor Ponorogo. Lebih lanjut pria berkecamata minus ini menyatakan, program kerja bakti seperti di Akafarma-Insuri itu juga menjadi implementasi program bidang lingkungan hidup PC GP Ansor. Ke depan pihaknya ingin sekali membantu Pemda melestarikan lingkungan hidup lewat program penghijauan atau sejenisnya.

“Kami sangat berharap Pemda Ponorogo melalui Satker terkait bisa membantu menyediakan bibit tanaman produktif agar bisa ditanam melalui kegiatan penghijauan. Menilik output program bidang lingkungan hidup, PC GP Ansor Ponorogo menginginkan adanya kerjasama dengan Pemda. Pemda menyediakan bibitnya, kami yang menanamnya.” Kata Idam Mustofa penuh harap.

Untuk merealisasikan program penghijauan ini, PC GP Ansor Ponorogo sejauh ini tengah mengadakan pendekatan dengan Dinas Pertanian Pemda Ponorogo untuk membantu penyaluran bibit tanaman produktif senyampang musim hujan. Pihak Dinas Pertanian tampaknya menyambut baik, namun masih menunggu waktu yang tepat.

Redaktur    : A. Khoirul Anam

Kontributor: Noor Abidin

Dari Nu Online: nu.or.id

PKB Kab Tegal Sunnah, Kajian Islam, Kajian PKB Kab Tegal

Rabu, 28 Desember 2016

Pemilik Kartanu di Subang Optimis Bertambah

Subang,PKB Kab Tegal

Kepala Cabang Bank Mandiri Subang, Dindin Dimasnara mengapresiasi kebijakan ekonomi Nahdlatul Ulama yang bekerjasama dengan mereka melalui penerbitan Kartu Tanda Anggota NU

(Kartanu).

Pemilik Kartanu di Subang Optimis Bertambah (Sumber Gambar : Nu Online)
Pemilik Kartanu di Subang Optimis Bertambah (Sumber Gambar : Nu Online)

Pemilik Kartanu di Subang Optimis Bertambah

“Ini merupakan tindak lanjut dari kerja sama yang dibangun antara Bank Mandiri dengan Nahdlatul Ulama. Mudah-mudahan buah dari kerja sama ini ada barokahnya,” ujarnya usai refleksi Hari Santri Nasional di Wisma Karya Subang, Jawa Barat pada Sabtu (22/10).

Dikatakan, pihaknya akan terus memberikan kontribusi positif kepada Nahdlatul Ulama yang memiliki basis massa dan memiliki historis yang panjang di negara ini. “Selain bersifat sebagai kartu pengenal, Kartanu ini akan bisa bermanfaat untuk berbagai transaksi,” katanya.

PKB Kab Tegal

Warga NU di Subang yang telah memiliki Kartanu baru berkisar kurang lebih 200 orang. Periode nanti pihaknya optimis akan semakin bertambah. “Beberapa waktu lalu kita koordinasi dengan pengurus NU di Subang, bahwa saat ini masih dalam proses entry data Kartanu di berbagai

PKB Kab Tegal

kecamatan di Kabupaten Subang. Mudah-mudahan ke depan akan semakin bertambah,” katanya.

Pihaknya yakin, Nahdlatul Ulama yang memiliki basis massa di tingkat grashroot ini akan menjadi motor penggerak perekonomian di masyarakat. “Sehingga kami (Bank Mandiri) siap menjadi partner dalam pengembangan perekonomian di masyarakat ini,” tuturnya.

Sementara, Ketua PCNU Kabupaten Subang KH Musyfiq Amrullah menegaskan, Hari Santri menjadi wahana untuk menggerakkan perekonomian masyarakat. “Jangan lupa, awal mula pendirian NU itu dilakukan dengan bagaimana membangkitkan taraf perekonomian masyarakat (Nahdlatut Tujar). Tentu ke depan Nahdliyin siap dalam prospek peningkatan ekonomi masyarakat ini,” pungkasnya. (Ade Mahmudin/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKB Kab Tegal Sunnah, Syariah PKB Kab Tegal

Kamis, 11 Agustus 2016

Buya Leter Ajak Masyarakat Awali Perbaikan Diri dengan Idul Fithri

Padang, PKB Kab Tegal. Hari Raya Idul Fihtri datang silih berganti. Setiap lebaran tiba, keadaan berbeda. Lebaran datang ? kadang saat bangsa Indonesia menghadapi revolusi fisik merebut dan mempertahankan kemerdekaan. Kadanga lebaran tiba dalam keadaan lapang. Seringkali pula lebaran datang saat sedang menghadapi berbagai tantangan, persoalan hidup yang tak kunjung terpecahkan.

Demikian disampaikan Awan PBNU Buya H Tuanku Bagindo Mohammad Leter pada khotbah Idul Fithri di hadapan ratusan umat Islam di lapangan Aia Pacah yang diselenggarakan pengurus masjid Al-Ikhlas, Aia Pacah, Padang, Jumat (17/7).

Buya Leter Ajak Masyarakat Awali Perbaikan Diri dengan Idul Fithri (Sumber Gambar : Nu Online)
Buya Leter Ajak Masyarakat Awali Perbaikan Diri dengan Idul Fithri (Sumber Gambar : Nu Online)

Buya Leter Ajak Masyarakat Awali Perbaikan Diri dengan Idul Fithri

"Sekarang Idul Fithri datang di tengah kita menghadapi bahaya narkoba, penyakit AIDS, dan penyakit masyarakat (pekat) seperti judi, minuman keras, perzinaan, free sex, meningkatnya kekerasan dan kriminalitas, rusaknya moral dan budi pekerti. Semua itu akan melumpuhkan dan menghancurkan generasi dan masa depan bangsa ini," kata Buya Leter.

PKB Kab Tegal

Menurut Buya, saat ini keimanan dan ketakwaan kita sedang diuji ? oleh berbagai musibah dan bencana seperti gempa, longsor, banjir bandang, kemiskinan. Menurunnya etos kerja, mengendornya ikatan kekerabatan, melemahnya kontrol sosial, meruyaknya dusta dan kebohongan. Melalui puasa, kita mengintrospeksi diri sendiri dengan muhasabah dan maghfirah Allah Swt.

PKB Kab Tegal

Menurutnya, bila masyarakat dalam ketenangan dan kedamaian tanpa dusta, dendam, dengki, dan fitnah, segala pekerjaan akan berjalan baik dan lancar. Masyarakat saling berkasih sayang dan tolong menolong, rahmat Tuhan akan melimpah ruah.

Sebaliknya, bila anggota masyarakat saling memutuskan silaturahmi, dendam yang berkepanjangan, permusuhan yang tidak henti-hentinya, dusta telah membudaya, maka rahmat Allah akan terhenti.

"Sesungguhnya rahmat Allah tidak akan turun pada suatu umat yang di dalamnya orang-orang saling memutus silaturahmi," kata Leter mengutip salah satu Hadist Rasulullah Saw.

Melalui ibadah puasa dan Idul Fitri, ia mengajak masyarakat membangun kembali jembatan hati. Ia mengajak masyarakat meninggalkan kebiasaan dusta dan bohong untuk terwujudnya persatuan dan kesatuan serta kejujuran untuk menghadapi masa depan demi membangun masyarakat madani, baldatun tayibatun wa rabbun ghafur di atas landasan iman dan takwa. (Armaidi Tanjung/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKB Kab Tegal Sunnah, Lomba PKB Kab Tegal

Sabtu, 16 April 2016

Ketum GP Ansor Ungkap Tiga Hal yang Mengancam Bangsa

Solo, PKB Kab Tegal. Setidaknya ada tiga hal yang dapat menjadi ancaman besar bagi Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) saat ini. Hal tersebut ditegaskan Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Gerakan Pemuda Ansor Yaqut Cholil Qoumas pada acara Kongkow Kebangsaan “Menjaga Indonesia” di Solo, Kamis (10/8).

Menurut Gus Yaqut biasa dipanggil, ancaman pertama yakni adanya kelompok yang ingin mengubah dasar Negara Indonesia.

Ketum GP Ansor Ungkap  Tiga Hal yang Mengancam Bangsa (Sumber Gambar : Nu Online)
Ketum GP Ansor Ungkap Tiga Hal yang Mengancam Bangsa (Sumber Gambar : Nu Online)

Ketum GP Ansor Ungkap Tiga Hal yang Mengancam Bangsa

“Mereka yang ingin mengubah NKRI ini, merupakan ancaman yang harus benar-benar diwaspadai,” tegas dia.

Ditambahkan dia, Indonesia didirikan oleh berbagai agama, suku, golongan dan lain sebagainya. Oleh karena itu, keberagaman ini wajib dijaga untuk memperkuat persatuan bukan sebaliknya.

Sedangkan ancaman kedua, lanjutnya yaitu klaim keagamaan yang terus disuarakan oleh beberapa kelompok kecil.

“Mereka menganggap yang tidak seperti mereka, adalah bukan Islam. Bahkan anehnya sampai yang tidak sesuai dengan pilihan politik mereka pun, juga dianggap bukan Islam,” kata dia.

PKB Kab Tegal

Dan yang ke tiga adalah, diamnya kaum mayoritas (silent majority), ini menjadi ancaman terakhir yang dipaparkan Gus Yaqut.

“Kita ini mayoritas tapi minoritas. Mereka yang ingin merongrong NKRI sebetulnya jumlahnya kecil, tapi karena kita yang banyak ini diam, mereka menjadi berani,” pungkasnya.

Selain Gus Yaqut, turut hadir sebagai narasumber Wakil Rais Syuriyah PWNU Jateng KH M Dian Nafi’ dan perwakilan Polda Jateng.(Ajie Najmuddin/Muslim Abdurrahman)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKB Kab Tegal

PKB Kab Tegal Santri, Sunnah, Nahdlatul PKB Kab Tegal

Minggu, 07 Februari 2016

Harakah Banser Way Kanan Buahkan Investor

Way Kanan, PKB Kab Tegal -

Kepala Satuan Koordinasi Cabang Barisan Ansor Serbaguna, Kasatkorcab Banser Kabupaten Way Kanan, Lampung Bambang Setiyo bertekad badan semi otonom Gerakan Pemuda Ansor itu bisa mandiri ekonomi secara organisasi. Langkah dilakukan ialah bersilaturahmi dengan jajaran Satkoryon hingga tokoh-tokoh Nahdlatul Ulama (NU) setempat.

"Dalam waktu dekat ini, Banser Way Kanan akan mendayagunakan lahan untuk bertanam singkong. ? Ada investor sudah menawarkan hal itu dengan pola bagi hasil," ujarnya, di Blambangan Umpu, Senin (10/10).

Harakah Banser Way Kanan Buahkan Investor (Sumber Gambar : Nu Online)
Harakah Banser Way Kanan Buahkan Investor (Sumber Gambar : Nu Online)

Harakah Banser Way Kanan Buahkan Investor

Lahan lebih dari satu hektar tersebut berada di Kecamatan Rebang Tangkas. Koordinasi dengan sejumlah anggota sudah dilakukan. "Bagaimana organisasi bisa bergerak jika kita tidak bergerak? Selain meningkatkan kemampuan, ekonomi juga patut ditumbuhkan," kata Bambang lagi.?

Selain pendayagunaan lahan, Bambang yang juga menjalin komunikasi dengan berbagai pihak mendapatkan penawaran bibit jagung. Dan bisa ditanam di lahan seluas satu hektar lebih.

"Bantuan bibit jagung Insya Allah juga siap, sudah ada yang menjanjikan dan dalam waktu dekat bisa ditanam," kata Bambang yang mengaku gelisah jika organisasi tidak bisa mandiri secara ekonomi. (Gatot Arifianto/Mukafi Niam)

PKB Kab Tegal

Dari Nu Online: nu.or.id

PKB Kab Tegal

PKB Kab Tegal AlaNu, Nusantara, Sunnah PKB Kab Tegal