Jumat, 03 November 2017

Ribuan Santri Jombang Gelar Apel Hari Santri di Malam Hari

Jombang, PKB Kab Tegal?

Pemandangan unik terlihat di Pondok Pesantren Bumi Damai Al-Muhbbin Tambakberas Jombang dalam perayaan Hari Santri Nasional (HSN) tahun 2016 ini. Kurang lebih dari 1000 santri menggelar apel santri di halaman pondok setempat pada Kamis (20/10/2016) usai sholat isya. Biasanya apel ini digelar bertepatan hari ditetapkannya HSN tanggal 22 Oktober 2016 secara bersamaan.

Ribuan Santri Jombang Gelar Apel Hari Santri di Malam Hari (Sumber Gambar : Nu Online)
Ribuan Santri Jombang Gelar Apel Hari Santri di Malam Hari (Sumber Gambar : Nu Online)

Ribuan Santri Jombang Gelar Apel Hari Santri di Malam Hari

Dikonfirmasi terkait hal ini, Syarif Abdur Rahman salah seorang pengurus Pondok Pesantren Tambakberas Jombang mengungkapkan menyesuaikan hari libur santri. Agar perayaan apel lebih semarak diikuti oleh semua santri.

"Ya hari santri tanggal 22 Oktober, cuma pesantren di sini liburnya malam Jumat, jadi sekalian malam Jumat saja biar tidak mengganggu kegiatan," katanya kepada PKB Kab Tegal saat ditemui.?

Namun demikian, Syarif juga menjelaskan, perayaan diluar kebiasaan itu bukan menyalahi ketetapan panitia HSN yang sudah mengkoordinir pondok pesantren se-Jombang untuk ikut serta pada tanggal 22 Oktober. Ia menyatakan pondoknya juga akan ikut serta meramaikan apel santri di alun-alun Jombang dengan beberapa perwakilan santri.?

PKB Kab Tegal

"Tapi kita tetap mengikuti apel santri tanggal 22 Oktober itu, beberapa santri juga susah disiapkan untuk diberangkatkan ke lokasi apel, hanya saja kegiatan pondok yang sudah berlaku pada saat itu tetap berjalan," ujar dia.

Pantauan PKB Kab Tegal di lokasi apel, para santri mengenakan sarung membentuk lingkaran bundar dengan berbaris rapi mengikuti sejumlah rangkaian acara apel pada umumnya. Mereka juga membacakan Ikrar santri dan teks resolusi jihad.?

Berdiri di tengah-tengah mereka, Fikri Jauhari lurah pondok yang juga sebagai pembina upacara apel sembari memberikan arahan-arahan kepada santri.?

"Pada hakikatnya, Hari Santri Nasional dirayakan oleh kita sebagai bentuk penghormatan kita kepada mereka (santri, red) yang sudah berperang merebut dan juga mempertahankan kemerdekaan Indonesia pada zamannya," jelasnya.?

PKB Kab Tegal

Bentuk penghormatan santri dengan pegelaran apel santri itu, menurutnya adalah bagian kecil untuk mengenang dan menghargai perjuangan santri yang bertaruh nyawa kala itu. "Santri yang hidup saat ini, tidak lagi mengucapkan Allahuakbar, tanda perang melawan penjajah di Indonesia ini," tegasnya.?

Untuk itu, tugas besar berada di tangan santri adalah menjaga keutuhan Negara Republik Indonesia (NKRI) yang sudah dibangun oleh para pejuang dan para pahlawan, termasuk kiai dan santri.?

"Sekarang santri harus melaksanakan tanggung jawab melanjutkan perjuangan para santri dan kiai, sedikitnya santri melakukan apa yang memang menjadi kewajiban santri di pondok, juga sebaliknya, santri wajib meninggalkan apa yang tak pantas dilakukan santri," pungkasnya. (Syamsul Arifin/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKB Kab Tegal Daerah, Ulama, AlaSantri PKB Kab Tegal

Bersamaan Rapimnas, Pagar Nusa Gelar Apel Akbar Setia Pancasila-NKRI

Jakarta, PKB Kab Tegal. Pimpinan Pusat Pencak Silat NU Pagar Nusa akan menggelar Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) di Semarang pada 26-29 Maret 2015. Hari terakhir Rapimnas akan diisi dengan Apel Akbar Setia Pancasila dan NKRI yang akan diikuti 5000-an pendekar Pagar Nusa.

Bersamaan Rapimnas, Pagar Nusa Gelar Apel Akbar Setia Pancasila-NKRI (Sumber Gambar : Nu Online)
Bersamaan Rapimnas, Pagar Nusa Gelar Apel Akbar Setia Pancasila-NKRI (Sumber Gambar : Nu Online)

Bersamaan Rapimnas, Pagar Nusa Gelar Apel Akbar Setia Pancasila-NKRI

Rapimnas akan diselenggarakan di Pondok Pesantren Az Zuhri Jalan Ketileng Raya No.13A Sendangmulyo Semarang. Sementara apel akbar dipusatkan di kawasan Simpang Lima Semarang, Ahad (29/3).

Menurut Ketua Panitia Rapimnas, Arif Rohman, pihaknya telah mengundang Panglima TNI dan Kapolri untuk turut serta dalam apel akbar ini.

PKB Kab Tegal

“Sekarang ini banyak sekali ancaman terhadap Pancasila dan NKRI, seperti munculnya kelompok radikal ISIS. Pagar Nusa siap mengawal Pancasila dan NKRI. Apel akbar ini sekaligus sebagai ikrar setia,” katanya dihubungi PKB Kab Tegal, Rabu (18/3).

Rapimnas sendiri akan diisi dengan berbagai kegiatan antara lain musyawarah majelis pendekar, rapat pimpinan, pelatihan pasukan inti (Pasti), dan halaqah bersama berbagai pihak seperti Basarnas, PNPB, BNPT dan BNN.

PKB Kab Tegal

PP Pagar Nusa dalam Rapimnas nanti juga akan menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan Rabithah Ma’ahid Islamiyah (RMI), Lembaga Pendidikan Ma’arif dan Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI). MoU ini terkait dengan pelatihan pencak silat Pagar Nusa sebagai bagian dari kegiatan ektrakurikuler sekolah. (A. Khoirul Anam)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKB Kab Tegal Tegal, Sholawat PKB Kab Tegal

Ragukan NKRI dan Pancasila, Katib Aam: Itu Penghinaan terhadap Ulama

Pati, PKB Kab Tegal. Berdirinya negara Indonesia tidak terlepas dari peran para ulama Nahdlatul Ulama di awal kemerdekaannya. Sejumlah ulama tanah air seperti KH Abdul Wahab Chasbullah, KH ? Wahid Hasyim, KH Hasyim Asyari merupakan tokoh yang ikut merumuskan berdirinya pondasi dan dasar negara Indonesia dengan mengakui UUD 1945 RI sebagai konstitusi negara berasaskan Pancasila dan bersendikan Bhineka Tunggal Ika. Ini artinya eksistensi Pancasila dan konstitusi negara Indonesia sudah sesuai dengan syariat dan ajaran ahlussunah wal jamaah (Aswaja).

Pesan tersebut disampaikan Katib Aam PBNU KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) dalam Halaqah Ilmiyah di Mahad Jamiah Mathaliul Falah, Kabupaten Pati, Jumat (21/4).?

Ragukan NKRI dan Pancasila, Katib Aam: Itu Penghinaan terhadap Ulama (Sumber Gambar : Nu Online)
Ragukan NKRI dan Pancasila, Katib Aam: Itu Penghinaan terhadap Ulama (Sumber Gambar : Nu Online)

Ragukan NKRI dan Pancasila, Katib Aam: Itu Penghinaan terhadap Ulama

"Para ulama yang ikut mengesahkan UUD 45 dengan asas Pancasila bukanlah ulama sembarangan dan bukan ulama kemarin sore. Mereka telah menghabiskan waktu lama untuk mendalami ilmu agama yang luas sekaligus mengamalkannya dalam tatanan kehidupan sehari-hari, maka ketika ada yang mengatakan NKRI dan Pancasila tidak sesuai dengan syariat maka artinya itu menghina para ulama kita," tegas mantan juru bicara Presiden Abdurrahman Wahid atau Gus Dur ini.

Dalam forum itu Pengasuh Pondok Pesantren Raudlatut Thalibin,Rembang ini juga menyinggung perjuangan ulama dan rakyat NU dalam melawan penjajah dengan adanya "Resolusi Jihad" 22 Oktober 1945 yang menyatakan bahwa dalam jarak masafatul qasr perang melawan penjajah adalah fardhu ain atau kewajiban setiap orang.?

Ketika ditanya soal Islam Nusantara, Gus Yahya menjelaskan bahwa Islam Nusantara merupakan cara untuk menguatkan dan mewadahi semua elemen masyarakat Muslim Indonesia yang terdiri dari berbagai tradisi dan kelompok yang berbeda. Selain itu, bangsa Indonesia memiliki keragaman budaya dan agama sehingga membutuhkan nuansa yang dapat mengharmoniskan semua pandangan yang berbeda.

Halaqah diikuti para santri Mahad yang merupakan mahasiswa Institut Pesantren Mathaliul Falah. Selain itu turut hadir pengasuh Mahad, wakil rektor, dan sejumlah dosen IPMAFA. (Isyrokh Fuaidi/Zunus)

PKB Kab Tegal

Dari Nu Online: nu.or.id

PKB Kab Tegal

PKB Kab Tegal Jadwal Kajian, Pesantren, Halaqoh PKB Kab Tegal

Kamis, 02 November 2017

Kenaikan 38,89 % Tarif PDAM Pamekasan Kecewakan Warga

Pamekasan, PKB Kab Tegal. Kenaikan tarif air yang mencapai angka 38,89 % oleh Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM), tidak rasional. Kenaikan tarif tinggi di samping layanan yang tidak memuaskan membuat kecewa warga Pamekasan, Jawa Timur.

Kebijakan PDAM itu menuai kecaman sejumlah pihak. Salah satu Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Kabupaten Pamekasan ini dinilai mengabaikan hak rakyat. Pasalnya, dari waktu ke waktu layanan dan kebijakan manajemennya jauh dari membaik, kata aktivis Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Pamekasan, Ribut Zubaidi Abdullah.

Kenaikan 38,89 % Tarif PDAM Pamekasan Kecewakan Warga (Sumber Gambar : Nu Online)
Kenaikan 38,89 % Tarif PDAM Pamekasan Kecewakan Warga (Sumber Gambar : Nu Online)

Kenaikan 38,89 % Tarif PDAM Pamekasan Kecewakan Warga

"Kenaikan tarif sebesar 38,89 % merupakan  bentuk pengkhianatan terhadap rakyat," tegas Abdullah yang juga memimpin Forum Riset dan Advokasi Masyarakat Marginal (FoRsAMM) Kabupaten Pamekasan, Selasa (29/10).

PKB Kab Tegal

Pelan tapi pasti PDAM Pamekasan mencekik perekonomian rakyat. Di tengah pelayanan PDAM yang kurang maksimal, justru tarif PDAM dinaikkan. Di mana letak kepedulian para manajemen PDAM terhadap warga? Jelas Abdullah.

PKB Kab Tegal

Sementara Direktur PDAM Agus Bachtiar berdalih, penaikan tarif tiada lain guna mengikuti penaikan tarif dasar listrik yang naik.

"Naiknya listrik sudah sejak Januari. Dari situ pengeluaran PDAM bertambah untuk membayar tagihan listrik bulanan. Padahal tanggungan PDAM juga banyak. Jadi, harus dinaikkan dan telah disetujui oleh DPRD Pamekasan," terang Bachtiar.

Menanggapi Bachtiar, Abdullah mengatakan, selain menyesalkan penaikan tarif, warga juga menyesalkan pelayanan PDAM yang hingga kini jauh dari memuaskan. Rendahnya pelayanan PDAM Pamekasan dapat dilihat dari kerap mampatnya aliran air ke pelanggan.

Maunya dilayani, padahal semestinya melayani, tegas Abdullah. (Hairul Anam/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKB Kab Tegal Sejarah, Hadits PKB Kab Tegal

Manakib Syekh Abdul Qodir Iringi Tadabbur Alam PMII STAINU Jakarta

Bogor, PKB Kab Tegal. Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Komisariat STAINU Jakarta Kampus Kemang, Bogor melaksanakan kegiatan tadabur alam sekaligus evaluasi Maulid Nabi dan Harlah NU Ke-91 bertempat di Villa Cengkoang, Gunungsalak Endah, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Sabtu (18/2).?

Tadabur alam ini diikuti oleh puluhan anggota dan kader PMII Komisariat STAINU Jakarta. Kegiatan dibuka dengan membaca Manakib Syekh Abdul Qodir Al-Jilani.

Manakib Syekh Abdul Qodir Iringi Tadabbur Alam PMII STAINU Jakarta (Sumber Gambar : Nu Online)
Manakib Syekh Abdul Qodir Iringi Tadabbur Alam PMII STAINU Jakarta (Sumber Gambar : Nu Online)

Manakib Syekh Abdul Qodir Iringi Tadabbur Alam PMII STAINU Jakarta

Ketua PMII Komisariat STAINU Jakarta Kampus Kemang Imam Shodiqul Wadi mengatakan, banyaknya dinamika organisasi, baik konflik horizontal antar sesama kader maupun konflik-konflik lainya harus dimininalisir sedini mungkin.

"Dengan kegiatan tadabur alam ini kita jadikan ajang untuk mempererat rasa kekeluargaan antar sesama kader PMII seperti yang tertera dalam kalimat Mars PMII yang sangat mengajarkan kita sebuah rasa kebersamaan yaitu Satu Angkatan dan Satu Jiwa," ujar Imam.

Sementara, Ketua Pelaksana, Reyhan el-Jinan mengatakan, kegiatan tadabbur alam tersebut sekaligus rapat evaluasi peringatan Mailid Nabi dan Harlah ke-91 NU yang beberapa hari yang lalu dilakukan oleh pengurus komisariat.

PKB Kab Tegal

"Pada era saat ini terkadang mahasiswa lebih memilih hal-hal yang praktis dan tak mau berbelit-belit padahal evaluasi pasca acara sangatlah penting karena kita bisa mempelajari kesalahan dan menjadi lebih baik lagi untuk kedepannya," kata Reyhan.

Oleh karenanya, kata Reyhan, mahasiswa khusunya kader PMII dituntut untuk menjadi pionir di masyarakat sesuai dengan Tri Dharma Perguruan Tinggi yakni pengabdian saat pulang ke rumah masing-masing.?

PKB Kab Tegal

"Dengan demikian, dengan rapat evaluasi ini menunjukkan jika suatu kegiatan itu menunjukkan kualitasnya tersendiri," pungkasnya.

Kegiatan yang dilakukan satu hari satu malam itu dimeriahkan dengan api unggun dan penampilan kreasi seni para kader-kader seperti stand up comedy, puisi dan kegiatan lainnya. (Ade Mahmudin/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKB Kab Tegal AlaNu, Budaya, Makam PKB Kab Tegal

Pencak Silat Diusulkan jadi Ekstra Kurikuler Sejak SD

Jakarta, PKB Kab Tegal. Dalam rangka mempertahankan keberadaan olah raga pencak silat sebagai tradisi, Menpora Adyaksa Dault mengusulkan pencak silat menjadi kegiatan ekstra kurikuler dari sekolah dasar.

“Di daerah-daerah yang mana pencak silat menjadi basis, seharusnya ini menjadi ekstra kurikuler sejak tingkat SD sampai SMA,” tuturnya dalam pembukaan kongres Pagar Nusa I di Asrama Haji Pondok Gede Jakarta, Kamis.

Tentu saja usulan ini mendapat sambutan dan tepuk tangan meriah dari pasar peserta kongres yang memenuhi gedung serba guna II Asrama Haji Pondok Gede Jakarta.

Pencak Silat Diusulkan jadi Ekstra Kurikuler Sejak SD (Sumber Gambar : Nu Online)
Pencak Silat Diusulkan jadi Ekstra Kurikuler Sejak SD (Sumber Gambar : Nu Online)

Pencak Silat Diusulkan jadi Ekstra Kurikuler Sejak SD

Adyaksa berpendapat bahwa sebuah prestasi tidak bisa dicapai dengan tiba-tiba karena harus melalui proses panjang yang dijalani sejak usia dini seperti yang dilakukan oleh negara-negera lain dalam membina para atletnya.

Menpora merasa prihatin dengan prestasi olah raga yang dicapai oleh para altet Indonesia. Dalam Asean Games, Indonesia saat ini hanya menduduki peringkat ke 5 dengan selisih 8 medali emas dari Singapura sehingga kalau tidak dipersiapkan, prestasi ini bisa semakin jeblok.

PKB Kab Tegal

Mengenai prestasi dibidang pencak silat, meskipun ini tradisi yang berasal dan berakar dari Indonesia, saat ini posisi pertama diduduki oleh Vietnam karena para pelatih terbaik dari Indonesia pindah ke sana.

“Diperlukan fokus yang terus menerus agar prestasi oleh raga kita bisa bangkit kembali,” tuturnya. Menyinggung kekalahan Indonesia vs Korsel dalam Piala Asia, Adyaksa menjelaskan bahwa ini wajar karena Konsel merupakan finalis piala dunia, bahkan kebobolan hanya satu gol ini sudah mendingan karena negara tetangga ada yang kebobolan sampai 5 gol.

PKB Kab Tegal

Keberadaan olah raga saat ini menjadi sangat penting sebagai pemersatu bangsa. “Dalam sepak bola semalam, semuanya memagang bendera merah putih, dari seluruh partai, Komnas HAM, Kontras, dan lainnya yang mempersatukan seluruh komponen bangsa,” tandasnya. (mkf)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKB Kab Tegal Khutbah, Sholawat PKB Kab Tegal

Rabu, 01 November 2017

Pertahankan Budaya Lama, GP Ansor Kota Sukabumi Bentuk Rampak Beduk

Sukabumi, PKB Kab Tegal



Pimpinan Cabang GP Ansor Kota Sukabumi membentuk sebuah grup musik tradisional dengan instrumen beduk. Alat pemanggil shalat yang biasa terletak di sisi luar masjid tersebut dipukul bertalu-talu secara bersamaan oleh beberapa orang. Grup tersebut bernama Rampak Beduk.

Pertahankan Budaya Lama, GP Ansor Kota Sukabumi Bentuk Rampak Beduk (Sumber Gambar : Nu Online)
Pertahankan Budaya Lama, GP Ansor Kota Sukabumi Bentuk Rampak Beduk (Sumber Gambar : Nu Online)

Pertahankan Budaya Lama, GP Ansor Kota Sukabumi Bentuk Rampak Beduk

Rampak Beduk merupakan kolaborasi alat musik tradisional beduk dengan alat musik modern seperti gitar, biola, ditambah juga dengan tifa. Kolaborasi tersebut digawangi vokalis yang merupakan pemimpin grup tersebut, Ikhmal.?

Grup itu tampil perdana pada Tabligh Akbar yang diselenggarakan GP Ansor Kota Sukabumi dengan tema “Meningkatkan Ukhuwah dalam Kebinekaan dengan Meraih Keberkahan Ramadhan” di lapangan kantor Kelurahan Cisarua Kamis malam, (26/5).

Ketua PC GP Ansor Kota Sukabumi Wing Wing Suhendar mengatakan, grup tersebut dibentuk sebagai upaya melestarikan budaya lama, ditampilkan kembali dengan kemasan yang berbeda mengikuti zaman hari ini.

“Masih banyak yang menganggap bahwa beduk bid’ah. Padahal nyatanya bahwa memang dakwah para Wali Songo terdahulu lewat budaya. Ini menjadi daya tarik. Maka hari ini Ansor membuktikanya,” katanya.?

PKB Kab Tegal

Lewat rampak beduk, lanjut Wing WIng, GP Ansor ingin memasyarakatkan alat musik tersebut sekaligus menjadi energi positif bagi anggota Ansor dan masyarakat. Karena ternyata, ketika ditampilkan menjadi perekat sosial, yaitu terjalinnya silaturahim antarpemuda. ?

“Ke depan rampak bedug ini dilaksanakan secara terus-menerus karena melihat antusias yang sangat luar biasa dari masyarakat serta pemuda di Kota Sukabumi,” jelasnya.?

Penampilan rampak beduk disaksikan Wakil Ketua PW GP Ansor Jawa Barat Havidz Syutansyah. Ia mengapresiasi grup tersebut. Ia berharap rampak beduk menjadi ciri khas GP Ansot Kota Sukabumi.

PKB Kab Tegal

Tabligh Akbar tersebut diisi dengan taushiyah Wakil Rais Syuriah PCNU Kota Sukabumi KH Asep Rahamatullah, dan santunan Kepada 99 Anak Yatim. (Jahid/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKB Kab Tegal Santri, Tokoh PKB Kab Tegal