Kamis, 16 November 2017

PBNU Tindaklanjuti Hasil Munas-Konbes NU 2012

Jakarta, PKB Kab Tegal. Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) tengah menindaklanjuti berbagai keputusan Munas Alim Ulama dan Konbes NU 2012 yang digelar di Cirebon pada pertengahan September lalu. Proses tindak lanjut akan melibatkan tim khusus.?

Hal ini tampak dalam Rapat Gabungan Syuriyah-Tanfidziyah di kantor PBNU, Rabu (7/11), yang dihadiri Rais Aam PBNU KH MA Sahal Mahfudh, Wakil Rais Aam PBNU KH A Mustofa Bisri, Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj, dan Wakil Ketua Umum PBNU H As’ad Said Ali.

PBNU Tindaklanjuti Hasil Munas-Konbes NU 2012 (Sumber Gambar : Nu Online)
PBNU Tindaklanjuti Hasil Munas-Konbes NU 2012 (Sumber Gambar : Nu Online)

PBNU Tindaklanjuti Hasil Munas-Konbes NU 2012

Menurut Sekretaris Jendral PBNU Marsudi Syuhud, pihaknya telah membentuk tim khusus untuk merealisasikan sejumlah rekomendasi Munas, terutama menyangkut revisi undang-undang (UU) dan rancangan undang-undang (RUU).

Tim khusus yang dipimpin Rais Syuriyah PBNU KH Masdar Farid Mas’udi dan Ketua PBNU Prof Maksum ini akan bekerja hingga ke tingkat uji materi di Mahkamah Konstitusi (MK). Munas NU menemukan banyak pasal dalam UU ataupun RUU yang tak sejiwa dengan Khittah Indonesia 1945.?

Rencananya, PBNU juga akan proaktif menyosialisasikan hasil Munas NU kepada masyarakat luas, termasuk parakader NU yang tersebar di beragam posisi. “Kader-kader NU yang di partai, professional, akademisi, birokrat,” tambah Wakil Ketua Umum PBNU.?

PKB Kab Tegal

Penulis: Mahbib Khoiron

Dari Nu Online: nu.or.id

PKB Kab Tegal

PKB Kab Tegal Aswaja, Lomba, Berita PKB Kab Tegal

Rabu, 15 November 2017

GP Ansor Blitar Didik Banser Materi Pengaturan Lalu Lintas

Blitar, PKB Kab Tegal. Pimpinan GP Ansor Blitar terus melakukan aktivitas dalam rangka meningkatkan kualitas anggota. Sebanyak 200 anggota Banser mengikuti pelatihan Balantas selama tiga hari, Selasa-Kamis (5-7/1). Sebelumnya sekitar 120 anggota Banser setempat mengikuti pendidikan provost.

GP Ansor Blitar Didik Banser Materi Pengaturan Lalu Lintas (Sumber Gambar : Nu Online)
GP Ansor Blitar Didik Banser Materi Pengaturan Lalu Lintas (Sumber Gambar : Nu Online)

GP Ansor Blitar Didik Banser Materi Pengaturan Lalu Lintas

"Satuan yang sering dilibatkan dalam masyarakat satuan Balantas dan Provost. Dua satuan ini yang kami dahulukan untuk dilatih setelah mereka mengikuti Susbalan dan Diklatsar," ujar Ketua GP Ansor Blitar Lutfi Azis, Rabu (6/1) pagi.

Lutfi menambahkan, GP Ansor Blitar memiliki 16 ribu Banser. Dari jumlah itu sebanyak 75 persen masih lulusan diklatsar. Sementara 20 persen dari mereka lulusan Susbalan. Sekira 5 persen lulusan Susbanpim, dan pendidikan lainnya.

PKB Kab Tegal

"Pendidikan ini diadakan untuk meningkatkan SDM dan kualitas anggota. Itulah motivasi kami untuk terus melaksanakan pelatihan satuan khusus. Pendidikan ini hanya diikuti oleh Banser yang sudah Provost dan Balantas," kata Lutfi.

GP Ansor Blitar juga terus melakukan kunjungan ke PAC-PAC GP Ansor yang ada di Blitar untuk menghadiri rutinitas Ahad pagi seperti PAC GP Ansor Nglegok, Garum, Sanan Kulon, dan Udanawu. "Ahad Pahing PAC GP Ansor Udanawu. Pokoknya semua hari Ahad kita turba," kata Lutfi. (Imam Kusnin Ahmad/Alhafiz K)

PKB Kab Tegal

Dari Nu Online: nu.or.id

PKB Kab Tegal Pertandingan, Pesantren PKB Kab Tegal

PBNU: Penghentian Pemberangkatan Jamaah Haji Jangan Terjadi

Jakarta, PKB Kab Tegal. Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Hasyim Muzadi berharap tak terjadi penghentian pemberangkatan jamaah haji Indonesia ke Arab Saudi. “Masalah seperti itu jangan terjadi,” katanya kepada wartawan di Kantor PBNU, Jalan Kramat Raya, Jakarta, Rabu (18/7).

Hasyim mengatakan hal itu menyusul wacana Menteri Agama Maftuh Basyuni yang akan menghentikan pemberangkatan haji ke Arab Saudi setelah langkah Uni Eropa (UE) yang melarang maskapai penerbangan Indonesia ke negara itu.

Ia menyarankan kepada pemerintah Indonesia untuk melakukan pembicaraan secara khusus dan intensif dengan pemerintah Arab Saudi terkait persoalan tersebut. Pasalnya, larangan terbang maskapai penerbangan Indonesia ke negara itu tak hanya besifat teknis, melainkan juga menyangkut persoalan agama. "Dan itu akan sangat rawan," katanya.

PBNU: Penghentian Pemberangkatan Jamaah Haji Jangan Terjadi (Sumber Gambar : Nu Online)
PBNU: Penghentian Pemberangkatan Jamaah Haji Jangan Terjadi (Sumber Gambar : Nu Online)

PBNU: Penghentian Pemberangkatan Jamaah Haji Jangan Terjadi

Jika diminta untuk memenuhi standar kualifikasi keamanan terbang oleh pemerintah Arab Saudi, seperti juga dilakukan UE, maka pemerintah Indonesia harus memenuhinya. Demikian pula, tambahnya, pemerintah Arab Saudi perlu menjelaskan tentang standar UE yang digunakan negaranya terhadap maskapai penerbangan Indonesia.

Jika penerbangan Indonesia mempunyai kekurangan atau tidak sesuai standar yang ditetapkan, maka kekurangan tersebut harus dipenuhi. "Kekurangan itu harus dipenuhi sebelum (musim) haji," kata Hasyim.

Pernyataan Maftuh dilakukan untuk menanggapi surat Pemerintah Arab Saudi yang ditujukan kepada Menteri Perhubungan Jusman Sjafii Djamal. Isi surat tersebut antara lain, Arab Saudi akan mengikuti langkah UE yang melarang maskapai RI terbang ke negara itu.

PKB Kab Tegal

Namun, Arab Saudi masih memberi kesempatan kepada Indonesia untuk memberi penjelasan terkait keselamatan penerbangan sebelum larangan itu berlaku efektif. Pemerintah Arab Saudi belum sampai melarang, karena negara itu masih mempertimbangkan hubungan baik dengan pemerintah Indonesia.

"Silakan Arab Saudi datang dan melihat sendiri di sini," kata Menteri Agama.

PKB Kab Tegal

Jika berandai, lanjut Maftuh, kalau nanti Arab Saudi mengikuti jejak UE, maka Indonesia tidak akan memberangkatkan jamaah haji.

Logika Menteri, karena dasarnya orang Indonesia Muslim, hukumnya wajib sekali seumur hidup ikuti ibadah haji bagi yang mampu. Jika keberangkatan untuk berhaji itu tidak diberi jalan, maka kewajibannya gugur. (rif)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKB Kab Tegal Halaqoh, Kajian, Nahdlatul PKB Kab Tegal

Masih Banyak Generasi Muda yang Tak Mengenal Pancasila

Banyuwangi, PKB Kab Tegal

Generasi muda saat ini banyak yang tak lagi mengenal Pancasila. Tidak hanya dalam hal isi dan tujuan, bahkan sejarah bagaimana Pancasila terbentuk dan siapa saja yang terlibat banyak belum banyak yang mengetahui.

Demikian disampaikan Pimpinan Cabang Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) Kabupaten Banyuwangi Yahya Muzakki. Karenanya, ia menyambut baik terbitnya Keputusan Presiden (Keppres) yang menetapkan tanggal 1 Juni sebagai Hari Lahir Pancasila.

Masih Banyak Generasi Muda yang Tak Mengenal Pancasila (Sumber Gambar : Nu Online)
Masih Banyak Generasi Muda yang Tak Mengenal Pancasila (Sumber Gambar : Nu Online)

Masih Banyak Generasi Muda yang Tak Mengenal Pancasila

“Penetapan ini merupakan momentum penting bagi generasi muda untuk mengenal Pancasila,” ujarnya usai memimpin upacara pembacaan teks Pancasila di halaman depan basecamp IPNU Banyuwangi, Desa Genteng Wetan, Kecamatan Genteng, pada Rabu (1/6) siang.

PKB Kab Tegal

Selain upacara pembacaan teks Pancasila, acara peringatan tersebut juga dilanjutkan dengan diskusi tentang Pancasila bagi generasi muda. Problematika penyimpangan perilaku hukum dan radikalisme yang saat ini menjangkiti para pemuda maupun pelajar karena lemahnya pemahaman akan Pancasila.

Data dari Lembaga Kajian Islam dan Perdamaian (LaKip) pada 2010 mengungkapkan, hampir 50 persen pelajar menyutujui tindakan radikal. Tidak hanya itu, data tersebut juga mengungkapkan 25 persen pelajar dan 21 persen menganggap Pancasila tidak lagi relevan. “Tentu ini preseden buruk bagi masa depan Pancasila bagi generasi muda,” papar Barur Rohim yang memimpin diskusi.

PKB Kab Tegal

“Sebagai generasi muda yang mengakui bahwa Pancasila sebagai asas tunggal dalam kehidupan bernegara sudah sepatutnya kita menjadi garda depan dalam memahami, mengamalkan dan mempertahankan Pancasila,” lanjut Rohim.

Penetapan 1 Juni sendiri sebagai hari lahir Pancasila berangkat dari peristiwa 1 Juni 1945 ketika Ir. Soekarno pada saat sidang Badan Penyelidikan Usaha-usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI). Pada saat itu, dihadapan para peserta sidang, Bung Karno memapaparkan untuk pertama kalinya konsep Pancasila sebagai ideologi Negara Indonesia. “Pancaasila menurut Soekarno adalah philosofische grondslag, sebagai dasar filosofis Indonesia Merdeka,” pungkas Rohim. (Anang Lukman Afandi/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKB Kab Tegal Lomba, Tokoh, Hadits PKB Kab Tegal

Pagar Nusa Darmo Gelar Jurang Kuping Cup

Surabaya, PKB Kab Tegal. Pimpinan Pagar Nusa Anak Cabang Darmo Surabaya menggelar kejuaraan pencak silat "Jurang Kuping Cup II" yang bertemakan Bersama Kita Melestarikan Budaya Nasional Indonesia lewat Pencak Silat Nahdlatul Ulama Pagar Nusa"

Pagar Nusa Darmo Gelar Jurang Kuping Cup (Sumber Gambar : Nu Online)
Pagar Nusa Darmo Gelar Jurang Kuping Cup (Sumber Gambar : Nu Online)

Pagar Nusa Darmo Gelar Jurang Kuping Cup

Kejuaraan tersebut digelar pada 18-20 April 2014 yang diikuti oleh sejumlah cabang Pagar Nusa di Jawa Timur, mulai dari cabang Surabaya, Gresik, Sidoarjo, Tulungagung, dan seputaran daerah ? Surabaya.

Kejuaraan tersebut mempertandingkan beberapa kelas, mulai dari usia dini, usia pra remaja, remaja, dan orang tua serta kategori (tunggal, ganda, regu). (nurul zaini/mukafi niam)?

PKB Kab Tegal

Dari Nu Online: nu.or.id

PKB Kab Tegal Bahtsul Masail, Quote, Daerah PKB Kab Tegal

Perangi Narkoba, Kepala Baanar Pamekasan Gerilya Nasional

Pamekasan, PKB Kab Tegal. Kepala Badan Ansor Anti Narkoba (Baanar) Kabupaten Pamekasan, Ra Hassan Al-Mandury, tampak kian getol dalam menabuh genderang perang melawan narkoba. Dia melakukan gerilya nasional ke kediaman Ainul Yaqin di Kelurahan Mangliawan, Kecamatan Wendit, Malang, Sabtu (31/12) lalu.

Pada malam pergantian tahun 2016 itu, Ra Hassan silaturrahim dengan Wakil Kepala Baanar Nasional/Deputi Bidang Oencegahan dan Pemberdayaan R Ainul Yaqin. Ra Hassan mendapat banyak pencerahan dari R Ainul Yaqin.

Perangi Narkoba, Kepala Baanar Pamekasan Gerilya Nasional (Sumber Gambar : Nu Online)
Perangi Narkoba, Kepala Baanar Pamekasan Gerilya Nasional (Sumber Gambar : Nu Online)

Perangi Narkoba, Kepala Baanar Pamekasan Gerilya Nasional

Dalam kesempatan itu, diketengahkan diskusi penting yang menghasilkan lima poin pembicaraan. Pertama, rencana rekonsolidasi Baanar se-Madura. ? Kedua, kasus unik Pilot Citilink dan tembakau Gorila, sebuah gejala merangsek-nya jenis jenis narkoba di kalangan kelas menengah yang perlu diwaspadai. ?

"Ketiga, leran serta Baanar di masyarakat harus diperkuat jejaring masyarakat dalam pencegahannya. Keempat, pemerintah daerah khususnya Pemkab Pamekasan harus total mengantisipasi dan mencegah virus bahaya penyalah gunaan narkoba," terang Ra Hassan.

PKB Kab Tegal

Terakhir, tambahnya, bersama ulama, tokoh masyarakat dan pemuda se-Pamekasan berkomitmen bersama perangi narkoba, sebagai bahaya Laten.?

"Mau tembakau Gorila, tembakau King Kong, apapun itu Baanar GP Ansor akan berada di depan menghadangnya. Pasar terbesar perdagangan narkoba itu Indonesia," R tegas Ainul Yaqin. (Hairul Anam/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKB Kab Tegal

PKB Kab Tegal Kajian, Warta, Daerah PKB Kab Tegal

Tolak Radikalisme Agama, PWNU NTT Perkuat Banom NU

Kupang, PKB Kab Tegal. Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Nusa Tenggara Timur (NTT) berupaya membendung berbagai isu yang dibangun kelompok radikal baik tingkat nasional maupun tingkat lokal. Upaya tersebut dilakukan PWNU dengan merencanakan pertemuan Banom NU.?

Tolak Radikalisme Agama, PWNU NTT Perkuat Banom NU (Sumber Gambar : Nu Online)
Tolak Radikalisme Agama, PWNU NTT Perkuat Banom NU (Sumber Gambar : Nu Online)

Tolak Radikalisme Agama, PWNU NTT Perkuat Banom NU

Ketua PWNU NTT Jamal Ahmad menilai upaya tersebut dilakukan agar Nahdliyin di NTT tidak resah dengan berbagai isu yang menyebar kemana-mana.

"Berbagai isu yang beredar patut kita redakan. Jangan sampai menyebar sampai ke akar rumput. Radikalisasi yang dibangun oleh kelompok jangan sampai melumpuhkan NKRI, " katanya di di sekkretariat PWNU NTT di Kupang, pada Sabtu (11/3).

Dikatakan Jamal, paham radikalisme yang mengatasnamakan agama membius dan menjebak pada orang atau kelompok yang dangkal akidahnya. Mereka melalui pencucian otak dan memasukkan doktrin-doktrin yang radikal kepada masayarakat awam.?

“Tindakan ini telah merusak nilai-nilai kemanusiaan dan persaudaraan, lebih khusus di wilayah kita yang Muslim minoritas,” katanya.?

PKB Kab Tegal

Untuk itu, demi mencegah kelompok radikal yang selalu mengatasnamakan agama, PWNU selalu menggelorakan tolak paham radikal berada di bumi Indonesia. Maka seluruh jajaran Banom NU akan diperkuat untuk membantu dan meneruskan berbagai informasi kepada kaum Nahdlyin ke bawah.

Pertemuan tersebut dihadiri Rais Syuriyah PWNU NTT KH Abdul Kadir Makarim, Sekreretaris PWNU NTT, pengurus harian dan Ketua PW GP Ansor NTT Abdul Muis. (Ajhar Jowe/Abdullah Alawi)

?

Dari Nu Online: nu.or.id

PKB Kab Tegal

PKB Kab Tegal Tegal, Kajian Islam PKB Kab Tegal