Kamis, 24 Agustus 2017

Misi Pembentukan 1000 Kader ala IPNU-IPPNU Pangandaran

Pangandaran, PKB Kab Tegal

Ratusan siswa di Pangandaran ikuti Masa Kesetiaan Anggota (Makesta) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPNU-IPPNU) Pangandaran di Pondok Pesantren Al-Itqon, Kecamatan Cimerak, Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat.

Misi Pembentukan 1000 Kader ala IPNU-IPPNU Pangandaran (Sumber Gambar : Nu Online)
Misi Pembentukan 1000 Kader ala IPNU-IPPNU Pangandaran (Sumber Gambar : Nu Online)

Misi Pembentukan 1000 Kader ala IPNU-IPPNU Pangandaran

Dalam acara yang berlangsung Senin-Selasa (25-26/4), para siswa antusias mengikuti kegiatan yang diselelenggarakan langsung oleh Pengurus Cabang IPNU Kabupaten Pangandaran ini.

Dudung N. Said, Ketua IPNU Kabupaten Pangandaran menjelaskan rencana pembentukan 1000 kader IPNU dan IPPNU dalam waktu yang singkat. Tidak tanggung-tanggung sejak bulan Februari 2016 dalam rangka harlah ke 62IPNU, pihaknya bertekad menwujudkan misi tersebut.

“Target setiap kecamatan adalah 100 orang, bahkan dalam agenda Makesta di Cimerak ini, ada 130 peserta yang mengikuti. Kami yakin Kabupaten Pangandaran yang terdiri dari 10 Kecamatan akan rampung hingga bulan Juli mendatang dengan 1000 kader IPNU dan IPPNU,” tegasnya, Selasa (26/4).

Selain itu, dalam rangka Roadshow Makesta se-Kabupaten Pangandaran tersebut, Dudung juga bertekad mempersiapkan kader muda NU untuk dapat menanamkan aqidah Ahlussunnah wal Jamaah dikalangan pelajar maupun santri.

PKB Kab Tegal

“Kabupaten Pangandaran adalah tempat wisata yang mendunia, otomatis budayanya pun akan bercampur dari luar. Namun, kita berkeyakinan paham Aswaja akan semakin kuat jika kita bersama-sama memperkokohnya dengan kaderisasi yang berkesinambungan,” pungkasnya.

Sementara itu, KH Asep Siroj, Pengasuh Pondok Pesantren Al-Itqon, Kecamatan Cimerak, Pangandaran juga mengatakan hal yang sama. Menurutnya, pembentengan pelajar dan siswa dari paham maupun budaya luar perlu diwaspadai. Pasalnya, paham dan budaya tersebut terkadang tidak sesuai dengan kultur budaya di Indonesia bahkan bertentangan.

“Saya selalu mendoakan semoga anak-anak muda yang masih semangat memperjuangkan NU senantiasa mendapatkan kesabaran, kekuatan serta ketabahan dalam memperjuangkan Aswaja An-Nahdliyah dimanapun ia berada. Satu hal lagi, selain secara kuantitas yang terus dikejar, namun kualitas kader pun jangan sampai diabaikan karena disitulah kuncinya,” tutupnya. (Muhafid/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKB Kab Tegal

PKB Kab Tegal Cerita, Nahdlatul Ulama, Tokoh PKB Kab Tegal

Ini Pandangan PCNU dan GP Ansor soal Sistem Khilafah

Samarinda, PKB Kab Tegal - Indonesia memang menganut sistem demokrasi yang menjamin kebebasan berserikat, berkumpul, dan mengeluarkan pendapat. Namun jika gagasan yang muncul berpotensi merusak sendi-sendi dasar kebangsaan dan kenegaraan seperti gagasan dan gerakan khilafah, maka gagasan dan gerakan itu harus tegas dilarang.

Demikian disampaikan Ketua GP Ansor Samarinda Saparun Bakar dalam Konferensi Cabang ke-V GP Ansor Kota Samarinda di Rumah Dinas Walikota Samarinda, Jumat (26/8).

Ini Pandangan PCNU dan GP Ansor soal Sistem Khilafah (Sumber Gambar : Nu Online)
Ini Pandangan PCNU dan GP Ansor soal Sistem Khilafah (Sumber Gambar : Nu Online)

Ini Pandangan PCNU dan GP Ansor soal Sistem Khilafah

“Khilafah, hadang bersama,” teriak Saparun Bakar.

Pernyataan ini direspon positif Ketua GP Ansor Kalimantan Timur Fajri al Faroby. Fajri menegaskan bahwa komitmen menjaga NKRI secara utuh telah menjadi tekad bulat GP Ansor seluruh Indonesia. Khilafah yang telah menjadi gerakan akhir-akhir ini harus segera berhenti.

PKB Kab Tegal

“Jika tidak, Banser NU beserta TNI-Polri dan segenap elemen lainnya akan bertindak tegas. Dalam waktu dekat, akan segera apel akbar 1000 Banser untuk menindak tegas gerakan khilafah,” kata Fajri.

Khilafah merupakan gerakan yang membahayakan keutuhan NKRI dan berpotensi merusak nilai-nilai kebangsaan yang ada. Sistem? khilafah ini juga mencederai sejarah berdirinya bangsa yang telah dirintis para ulama-ulama masa lalu. Apalagi bulan ini, adalah bulan kemerdekaan bagi bangsa Indonesia.

PKB Kab Tegal

Ketua PCNU Kota Samarinda KH Mundzir mengutarakan bahwa berkembangnya khilafah di Indonesia tidak lepas dari upaya penyebarluasan ideologi wahabi yang ada di kawasan Timur Tengah.? Contoh penyebarluasan ideologi wahabi? adalah tabligh di Mekah yang ditujukan kepada para jamaah haji Indonesia.

Tabligh yang berbahasa Indonesia di Mekah itu diisi oleh mubaligh yang ceramahnya? selalu mengangkat isu-isu bid’ah, pemerintah thoghut, Wali Songo tidak ada dan haram diyakini keberadaannya. Mereka menjelekkan Imam Al-Ghazali dan sebagainya. “Pokoknya, apa saja yang tidak sesuai dengan haluan Wahabi dinyatakan haram dan cenderung dikafirkan. Tabligh seperti ini tentu tidak selaras dengan praktik keagamaan Islam Indonesia dan harus menjadi perhatian pemerintah Indonesia, khususnya Kementerian Agama untuk segera berkoordinasi dengan pemerintah Arab Saudi.”

Tabligh semacam itu juga tidak sesuai dengan maqasid syariah Islam itu sendiri. Islam merupakan agama yang membawa misi rahmat bagi seluruh alam (rahmatan lil alamin). Beragama itu harus memberikan ketenangan, kedamaian, dan menghormati satu sama lain. Islam bukan agama yang membawa ketegangan, permusuhan apalagi sesama muslim. Khilafah cenderung tidak hubbul wathan karena berpotensi merusak keutuhan dan persatuan bangsa serta menciptakan ketegangan. Ini tidak sesuai dengan hakikat Islam itu sendiri, tandasnya.

Sementara Walikota Samarinda yang juga Ketua Dewan Penasehat GP Ansor Samarinda menyatakan akan mendukung setiap upaya-upaya yang dilakukan GP Ansor. Apalagi, jika upaya tersebut menjaga keutuhan bangsa dan negara. “Ini menjadi tugas pokok setiap kepala daerah di seluruh Indonesia. Tidak hanya di Samarinda ini.” (Ahmad Muthohar AR/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKB Kab Tegal Hikmah, IMNU PKB Kab Tegal

Rabu, 23 Agustus 2017

Hakikat Bidah menurut Muallim Syafii Hadzami

Hingga kini perkara bid’ah masih saja diperselisihkan. Baik dalam teori maupun praktiknya. Sebagian orang menganggap bid’ah sebagai sesuatu yang salah dan harus diluruskan. Dan sebagian yang lain memposisikan bid’ah sebagai suatu kreatifitas yang dibolehkan selama tidak menerjang rambu-rambu al-Quran dan as-sunnah.

Mengenai perkara bid’ah ini Muallim Syafi’i Hadzami ulama Betawi menerangkan dengan cukup panjang dalam bukunya Taudhihul Adillah juz tiga. Muallim Syafi’i memulai tulisannya dengan menukil perkataan As-Syatibi dalam kitabnya al-I’tisham begini kalimatnya:

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?.

Hakikat Bidah menurut Muallim Syafii Hadzami (Sumber Gambar : Nu Online)
Hakikat Bidah menurut Muallim Syafii Hadzami (Sumber Gambar : Nu Online)

Hakikat Bidah menurut Muallim Syafii Hadzami

Kata bada’a pada mulanya menunjukkan arti mengada-adakan sesuatu tanpa ada contoh sebelumnya. Seperti dalam firman Allah ‘? ? ?’ (Allah menciptakan tujuh lapis langit dan bumi) maksudnya Dialah Allah yang mengadakan keduanya tanpa ada contoh sebelumnya. Begitu pula firman-Nya dalam ayat ‘? ? ? ? ? ?’(katakanlah Muhammad “bukanlah aku ini Rasul yang diutus mula-mula/pertama kali) maksudnya bahkan sebelumku (Muhammad) telah banyak Rasul yang diutus Allah swt.Ddalam bahasa Arab kata bid’ah juga sering digunakan seperti kalimat ‘ ? ? ?’ (si fulan telah merintis satu jalan yang belum pernah didahului orang lain). Atau juga dalam kalimat ‘? ? ?’ (ini adalah perkara yang indah) yaitu perkara yang indah dan belum pernah ada tandingannya.

Demikian Muallim Syafi’i Hadzami memulai keterangan tentang arti bid’ah dari sisi kebahasaan. Karena kata bid’ah itu berasal dari bahasa Arab maka yang menjadi rujukan juga penggunaan kata tersebut dalam keseharian masyarakat Arab. Selanjutnya dijabarkan bahwa kata bid’ah digunakan untuk menunjuk suatu hasil atu karya.  Sedangkan proses pekerjaannya (berkreasi) dikatkan ibda’.

Dengan demikian bid’ah merupakan hasil pekerjaan yang bisa terkena hukum, bukan hukum itu sendiri. Karena pada hakikatnya hukum syar’i itu cuma lima yaitu wajib, sunnah, haram, makruh dan mubah. Tidak ada bid’ah di dalamnya. Jadi sangat tidak tepat jika dikatakan “yang begini atau begitu hukumnya bid’ah”. Intinya keterangan ini menegaskan bahwa bid’ah bukanlah termasuk hukum syar’i.

PKB Kab Tegal

 Adapun secara istilah Muallim Syafi’i Hadzami memberi pemahaman bid’ah sebagaimana dipergunakan dan difahami kebanyakan orang Indonesia sebagai suatu amalan yang tidak ada dalil syara’nya. Bid’ah biasa dijadikan pembanding dengan sunnah yaitu sesuatu yang ada dalil syar’inya.

Selanjutnya Muallim Syafi’i Hadzami menjelaskan rincian macam bid’ah dengan diawali pendapat Imam Syafi’i katanya

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Bida’ah itu ada dua macam. Bid’ah yang terpuji dan bid’ah yang tercela. Maka mana-mana yang sesuai dengan sunnah itulah yang terpuji, dan mana-mana yang menyalahinya itulah yang tercela

Ini merupakan dalil pertama yang digunakan oleh Muallim Syafi’i Hadzami menunjukkan adanya dua macam bid’ah. Penunjukan dalil ini tidaklah sembarangan, mengingat otoritas Imam Syafi’i sebagai salah satu peletak dasar madzhab syafi’i yang telah diakui secara mufakat hasil ijtihadnya.

PKB Kab Tegal

Guna menguatkan dan menjelaskan rincian bid’ah ini, Muallim Syafi’i Hadzami mengambil satu pendapat lagi dari Al-Baihaqi sebagaimana tersebut dalam manakibnya:

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Segala yang diadakan itu ada dua macam. Sesuatu yang diadakan padahal menyalahi kitab atau sunnah atau atsar ataupun ijma’ maka inilah bid’ah yang sesat. Sedangkan apa-apa yang baik yang  diadakan yang tidak bertentangan dengan tersebut (kitab atau sunnah atau atsar ataupun ijma’) maka itulah bid’ah yang tidak tercela.

Sampai di sini semakin jelas bahwa pemahaman tentang bid’ah sebagai sesuatu kreasi baru tidaklah sesederhana pemahaman hitam dan putih. Karena tidak semua yang baru itu dapat dianggap sesat. Mengingat banyak hal-hal baru yang tidak ada di zaman Rasulullah saw juga baik.

Dalam rangka menklasifikasikan bid’ah Muallim Syafi’i Hadzami memperjelas dengan pendapat Al-Hadidi dalam Syarah Nahjul Balaghah menyatakan yang artinya demikian “lafald bid’ah dipakai untuk dua pengertian. Salah satunya yang untuk menunjukkan sesuatu yang melanggar al-Qur’an dan as-sunnah semisal puasa di hari idul adha ataupu pada hari-hari tasyriq. Karena puasa pada hari-hari tersebut dilarang. Pengertian kedua, kata bid’ah digunakan untuk menunjuk sesuatu pekerjaan yang dilakukan tanpa dasar nash, namun syara’ membiakannya. Dan kemudian biasa dilakukan oang-orang Islam setelah wafatnya Rasulullah saw. Adapun hadits yang berbunyi “ ? ? ? ? ? ? ? “ setiap bid’ah itu sesat dan setiap kesesatan masuk neraka dapat diperuntukkan terhadap makna bid’ah yang pertama. Sedangkan perkataan sayyidina Umar as. Sehubungan dengan shalat tarawih berjama’ah yang berbunyi “ ? ? ? ? ?  “ sesungguhnya yang demikian ini bid’ah dan inilah sebaik-baik bid’ah. Dapat diaterapkan pada pemahaman makna bid’ah yang kedua.

Demikianlah pendapat Muallim Syafi’i Hadzami mengenai arti bid’ah sebagaimana diterbitkan dalam bukunya Taudhihul Adillah jilid ke III. Sesungguhnya pengambilan berbagai rujukan ini merupakan bukti betapa luasnya pengetahuan agama Muallim Syafi’i di satu sisi. Dan pada sisi lain menunjukkan ketawadhu’annya sebagai seorang alim yang tidak mau menunjukkan pendapat sendiri selagi masih ada rujukan para ulama.

 

 

Dari Nu Online: nu.or.id

PKB Kab Tegal Hadits, Halaqoh PKB Kab Tegal

Pemerintah Diminta Hati-Hati Kampanye Kondom dan Anti Rokok

Jakarta, PKB Kab Tegal. Dalam menghadapi permasalahan kampanye kondom dan anti rokok, pemerintah diminta berhati-hati karena adanya berbagai kepentingan yang menyertainya.

Pemerintah Diminta Hati-Hati Kampanye Kondom dan Anti Rokok (Sumber Gambar : Nu Online)
Pemerintah Diminta Hati-Hati Kampanye Kondom dan Anti Rokok (Sumber Gambar : Nu Online)

Pemerintah Diminta Hati-Hati Kampanye Kondom dan Anti Rokok

Demikian kesimpulan diskusi publik Kampanye Kondom dan Anti Rokok, Indah tapi Manipulatif? yang diselenggarakan oleh Lajnah Ta’lief wan Nasr atau Badan Komunikasi, Informasi dan Publikasi NU di gedung PBNU, Senin (16/12).

Dalam kasus Pekan Kondom Nasional, diindikasi terdapat kepentingan industri yang mendompleng isu HIV/AIDS untuk memasarkan produknya tanpa memperhatikan aspek moral bangsa, sampai-sampai ada isu pembagian kondom disertai pesan “Silahkan dicoba dengan pacar ya”.

PKB Kab Tegal

dr Syahrizal Syarief PhD, dosen Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia menegaskan, apa yang dilakukan dalam kampanye tersebut jelas-jelas menyalahi norma.

“Kampanye kondom tidak sekedar bagi-bagi kondom, tetapi ada caranya dan perlu dipelajari bagaimana agar bisa digunakan secara efektif,” jelas Syahrizal yang juga wakil sekretaris jenderal PBNU ini.

PKB Kab Tegal

Kondom memiliki dua fungsi, untuk mencegah kehamilan dan penularan penyakit. Untuk KB, penggunaannya kalah populer dengan alat kontrasepsi yang lain, sedangkan untuk pencegahan penularan penyakit, saat ini di Indonesia juga belum efektif karena persentase penggunaannya sangat rendah dan tidak konsisten. Hanya di Jepang yang populasi penggunaan kondomnya sangat tinggi.

Di Amerika Serikat, yang pemerintahnya sudah “pusing” menghadapi kehamilan yang tidak diinginkan dari remaja usia sekolah, di beberapa institusi pendidikan disediakan kondom, tetapi dengan persyaratan yang ketat. Tentu saja, apa yang berlaku di Amerika Serikat bisa dan cocok diterapkan di Indonesia.

Mengenai rokok, Wakil Ketua Lembaga Bahtsul Masail NU KH Arwani Faishal menegaskan, NU menyadari adanya dampak negatif yang ditimbulkan oleh rokok sebagaimana dilaporkan oleh berbagai hasil riset tetapi ada nilai manfaat yang diperoleh dari merokok.?

“Karena itu, maksimal hukum merokok bagi NU adalah makruh, bukan haram,” katanya.

Prof Sutiman, guru besar biologi sel dan molekuler Universitas Brawijaya menegaskan, seperti makanan, dalam kadar tertentu, merokok tidak menjadi masalah, tetapi jika berlebihan, juga akan menimbulkan masalah kesehatan.

Sutiman menjelaskan, asap rokok dapat digolongkan sebagai radikal bebas yang mengandung ribuan zat berbahaya, tetapi bisa diminimalisir. Ia mengembangkan teknologi nano biology dengan memodifikasi makro molekul yang terkandung dalam asap rokok lewat sentuhan teknologi dengan ukuran lebih kecil sehingga radikal bebas tersebut bisa dijinakkan. (mukafi niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKB Kab Tegal Nahdlatul Ulama, Budaya, Lomba PKB Kab Tegal

Dinginkan Situasi, Kapolres Jember Kunjungi Gedung Ansor

Jember, PKB Kab Tegal - Reaksi keras dari sejumlah elemen NU terhadap pernyataan Ahok terkait kesaksian KH Ma’ruf Amin di sidang penistaan agama kemarin lalu mendorong Kapolres Jember Kusworo Wibowo untuk mengunjungi gedung GP Ansor di Jalan Danau Toba 1 Jember, Kamis (2/1). Kapolres dan rombongan diterima oleh jajaran pimpinan GP Ansor Jember.

Pada saat yang sama, Kasatkorwil Banser Jawa Timur HM Abid Umar juga menjadi tamu penting Ansor Jember terkait dengan rencana agenda kegiatan Kursus Banser Lanjutan (Susbalan) di lapangan Secaba tanggal 23-26 Februari mendatang. Jadilah pertemuan tersebut cukup lengkap dan hangat.

Dalam kesempatan tersebut, Kusworo mengajak Banser untuk selalu bersinergi dengan aparat dalam menangani Kamtibmas (keamanan dan ketertiban masyarakat). Sedangkan terkait dengan kasus pernyataan Ahok terhadap KH Maruf Amin, Kusworo mengimbau agar Banser bersabar dan terus mendorong terciptanya suasana yang sejuk dan kondusif di tengah-tengah masyarakat.

Dinginkan Situasi, Kapolres Jember Kunjungi Gedung Ansor (Sumber Gambar : Nu Online)
Dinginkan Situasi, Kapolres Jember Kunjungi Gedung Ansor (Sumber Gambar : Nu Online)

Dinginkan Situasi, Kapolres Jember Kunjungi Gedung Ansor

“Karena Ahok sudah meminta maaf dan Kiai Maruf Amin juga menerima permitaan maaf itu, maka sebaiknya kita juga memaafkan,” ucapnya.

PKB Kab Tegal

Sementara itu, HM Abid Umar menegaskan bahwa Banser akan selalu pro aktif dan siap membantu serta bersinergi dengan petugas dalam mewujudkan Kamtibmas. Sebagai abdi masyarakat, katanya, Banser akan selalu ambil bagian dalam kegiatan-kegiatan sosial, seperti penanganan korban bencana alam dan sebagainya.

“Namun jika ada pihak-pihak yang sengaja melecehkan ulama, tentu kami tidak rela. Kami harus bela mereka karena Banser adalah benteng dan banteng ulama,” ujarnya.

Hal senada juga diungkapkan Ketua GP Ansor Jember H Ayub Junaidi. Menurutnya, selama ini pihaknya sudah menjalin sinergi dengan banyak pihak dalam mengabdikan diri di tengah-tengah masyarakat, termasuk dengan TNI dan Polri. Tapi ia mengaku tidak rela jika marwah NU dan ulama, diusik dan NKRI coba dicabik-cabik. Sebab, pendirian NKRI, tak lepas dari perjuangan para pendiri NU.

PKB Kab Tegal

“Bagi kami, ulama adalah panutan, dan NKRI adalah bentuk final perjuangan para ulama. Jadi setiap gerakan yang coba-coba merongrong wibawa ulama dan NKRI, kami wajib berada di garis terdepan untuk membelanya,” tegas Ayub. (Aryudi A Razaq/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKB Kab Tegal Aswaja, Nahdlatul, Tegal PKB Kab Tegal

Solusi Mudah Belajar Ilmu Falak !

Judul: Ilmu Falak Praktis (Metode Hisab-Rukyat Praktis dan Solusi Permasalahnya)

Penulis : Ahmad Izzuddin

Penerbit: Pustaka Rizki Putra

Cetakan: Pertama, Agustus 2012

Solusi Mudah Belajar Ilmu Falak ! (Sumber Gambar : Nu Online)
Solusi Mudah Belajar Ilmu Falak ! (Sumber Gambar : Nu Online)

Solusi Mudah Belajar Ilmu Falak !

Tebal: 291 halaman

ISBN: 978-979-9430-77-9

PKB Kab Tegal

Harga : Rp. 40.000,-

Peresensi: Dito Alif Pratama

PKB Kab Tegal

Kemanakah kiblat shalat kita, Kapankah awal waktu Shalat, kapankah awal dan akhir Ramadhan, apakah terjadi perbedan, kapankah kita disunnahkan shalat gerhana matahari dan gerhana bulan? Pertanyaan-pertanyaan tersebut adalah bagian dari pertanyaan dalam kajian ilmu Falak yang kerap memberi kesan di masyarakat bahwa ilmu Falak itu sulit dan rumit.

Saya rasa, pertanyaan semacam itu bukan lagi persoalan yang harus terus dibincang. Dengan semakin majunya tekhnologi dan banyaknya ilmuwan dan pemerhati Falak, ssudah barang tentu akan makin tambah semakin banyak terobosan, langkah serta solusi mudah mempelajari ilmu falak.

Salah satunya adalah buku ini, sebuah buku mahakarya hasil analisis dan pemikiran Ahmad Izzuddin berjudul Ilmu Falak Praktis: Metode Hisab-Rukyat Praktis dan Solusi Permasalahanya, mencoba menepis anggapan ilmu Falak itu sulit dan membingungkan, ia hendak menegaskan kepada masyarakat luas bahwa mempelajari ilmu Falak itu mudah dan harus terus dikembangkan. 

Di awal buku ini ia coba paparkan sekilas tentang pengertian ilmu Falak, dalam pandanganya ilmu Falak adalah ilmu yang mempelajari lintasan benda-benda langit, khususnya bumi, bulan, dan matahari pada orbitnya masing-masing dengan tujuan untuk diketahui posisi benda langit antara satu dengan lainnya, agar dapat diketahui waktu-waktu di permukaan bumi. Sejatinya  ilmu Falak merupakan ilmu penting yang juga harus dikuasai demi memenuhi hajat hidup manusia modern saat ini, khususnya masyarakat Muslim untuk memenuhi hajat ibadah mereka, mulai dari persoalan menghadap arah kiblat, menentukan waktu shalat, awal bulan Qomariyah hingga penentuan awal dan akhir gerhana bulan dan matahari.

Dalam hal menentukan arah kiblat misalnya, ia coba tawarkan cara mudah menentukan arah kiblat secara praktis dan tanpa mengeluarkan banyak biaya, yaitu metodeTongkat istiwa.dengan metode ini, kita cukup dengan hanya meletakkan sebuah tongkat di tanah yang bidang dan terkena sinar matahari, dalam kurun waktu tertentu kita akan bisa menentukan arah kiblat dengan sangat mudah. Tongkat Istiwa pun dapat dikatakan cara yang lebih teliti daripada sebelumnya. Hal ini dikarenakan cara ini menggunakan alam sebagai media untuk menentukan koordinat geografis. (Hlm. 32)

Dalam buku ini, Izzuddin juga coba paparkan beberapa software dan progam penunjang kemudahan belajar dan memahami ilmu Falak, seperti software mudah menetukan arah kiblat dan langkah-langkah menggunakanya, antara lain, Qibla Locator, Google Earth, Mawaqiit, Al-Miiqat, dan sebagainya (Hlm. 74)

Izzuddin yang juga merupakan Doktor ilmu Falak pertama di IAIN Walisongo Semarang hendak menyapa masyarakat luas untuk mau mempelajari ilmu Falak bersama-sama, terlebih agar masyarakat bisa mempunyai pondasi dan ilmu falak yang nantinya menunjang kepribadian mereka untuk semakin bijak ketika dihadapkan dengan persoalan sosial yang terjadi, khususnya dalam menyikapi perbedaan penentuan awal bulan Qomariyah.

Dalam buku ini, Izzuddin coba menawarkan sebuah solusi ampuh guna menyamakan persepsi tersebut. Solusi yang hendak disampaikan adalah bagaimana mengkompomikan dua mazhab besar yang metode nya berbeda, yaitu hisab dan rukyah, dengan kata lain menghisabkan rukyah dan merukyahkan hisab.

Dalam pandanganya, dua metode yakni hisab dan rukyah merupakan dua metode yang saling melengkapi. Metode hisab sebagai prediksi sebelumnya masih berstatus hipotesis verifikatif yang masih memerlukan observasi (rukyah) sehingga kontinyuitas rukyat dengan dibuktikan dengan hasil hisab harus selalu dilakukan setiap akhir bulam Qomariyah sehingga tidak terbatas rukyat pada akhir bulan Sya’ban, akhir bulan Ramadhan, dan akhir bulan Dzulqo’dah. Pada akhirnya, standarisasi ketinggian hilal (irtifa’ul hilal) dapat dihasilkan sebagai hasil kompromi metode hisab dan rukyah secara empiris ilmiah. (Hlm.145)

Semuanya akan bisa terealisasikan manakala didukung dengan sikap lapang dada tiap-tiap ormas, tidak mengedepankan ego golongan dan yang terepenting adalah mau bersatu menyatukan persepsi demi sebuah kebersamaan. 

Ditulis dengan gaya tulisan bahasa yang renyah dan mudah dicerna, Buku ini hendak memberikan pencerahan bagi masyarakat, tidak hanya kaum akademisi tetapi juga masyarakat awam akan solusi mudah mempelajari ilmu Falak. Buku ini layak dibaca oleh masyarakat, terlebih mereka yang ingin mendalami ilmu falak, Agar kedepanya ilmu falak bisa terus dikembang dan dilestarikan.

* Pemerhati Ilmu Falak IAIN Walisongo Semarang

Dari Nu Online: nu.or.id

PKB Kab Tegal Berita, Tokoh PKB Kab Tegal

Selasa, 22 Agustus 2017

Sarjana Islam Jangan Jadi Pohon Tak Berbuah

Brebes, PKB Kab Tegal. Ketua Yayasan Islamic Center Brebes Drs KH Rosyidi mengatakan, sarjana lulusan Sekolah Tinggi Agama Islam jangan sampai menjadi pohon yang tak berbuah. Dalam artian, ilmu yang dimiliki tidak ditularkan kepada yang membutuhkan. Apalagi hanya menebarkan daun-daun yang membikin sampah pekarangan rumah.

Sarjana Islam Jangan Jadi Pohon Tak Berbuah (Sumber Gambar : Nu Online)
Sarjana Islam Jangan Jadi Pohon Tak Berbuah (Sumber Gambar : Nu Online)

Sarjana Islam Jangan Jadi Pohon Tak Berbuah

“Jadilah Sarjana yang mampu memberi manfaat kepada lingkungan kita karena ilmunya diamalkan,” katanya pesan wisuda sarjana (S1) ke 7 Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Brebes di Aula Rita Mall Kota Tegal, Sabtu (26/10).

Lulusan sarjana, lanjutnya, harus dirasakan darma baktinya bagi masyarakat. Apalagi lulusan STAI sangat digadang-gadang untuk ikut serta memperbaiki akhlak bangsa. “Jagalah nama baik dengan selalu memberi manfaat kepada sesama,” pesan Kiai Rosyidi yang juga imam besar Masjid Agung Brebes.

PKB Kab Tegal

Senada dengan Kiai Rosyidi, Wakil Bupati Brebes Narjo mengingatkan kalau keadaan jaman telah berubah. Termasuk dengan beredarnya Narkoba hingga sampai kelompok desa. “Lulusan STAI Brebes hendaknya mampu menjadi benteng dekadensi moral dan terhindar dari penyalahgunaan Narkoba,” ajaknya.  

Ketua STAI Brebes Prof Dr  H Muhaimin MA mewisuda sebanyak 261. Sejak berdiri tahun 2007, STAI Brebes telah meluluskan sebanyak 1.907 mahasiswa. Dia mengingatkan, kalau acara wisuda bukan akhir dari perjalanan menuntut ilmu. Tetapi merupakan langkah awal untuk mendapatkan ilmu yang lebih banyak demi kemaslahatan umat guna mencapai kebahagiaan dunia dan akherat.

PKB Kab Tegal

Muhaimin juga berjanji akan terus meningkatkan kualitas dan kuantitas perguruan tinggi yang dipimpinnya. Terbukti, Sekolah di bawah naungan Yayasan Islamic Center tersebut telah mendapatkan akreditasi sejak tahun 2008 oleh BAN-PT Nomor : 018/BAN-PT/Ak-XI/S.1/VIII/2008.

Selain Tarbiyah, STAI juga telah menambah dua jurusan baru yakni Syari’ah dan Dakwah. Dan 2 program studi baru yakni Hukum Ekonomi Syari’ah dan Bimbingan Konseling Islam.

Terpilih sebagai wisudawan terbaik Toto Sugiarto, Jam’an dan Subandi. Ketiga wisudawan tersebut memperoleh predikat nilai Cumlaude. (Wasdiun/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKB Kab Tegal Syariah PKB Kab Tegal