Sabtu, 07 Mei 2016

Pagar Nusa Magelang Nilai Aksi Bela Rohingya di Borobudur Salah Alamat

Magelang,? PKB Kab Tegal



Pimpinan Cabang Pencak Silat Nahdlatul Ulama Kabupaten Magelang menilai kurang tepat atau salah alamat jika aksi kemanusiaan untuk membela umat Muslim Rohingya, Myanmar, dilakukan di Candi Borobudur. Karena, Candi Borobudur tidak hanya milik umat Budha, melainkan warisan budaya bangsa Indonesia secara keseluruhan.

Hal itu dikemukakan Ketua PC Pagar Nusa Magelang Khamid Zen menanggapi aksi yang akan dilakukan sejumlah kelompok pada Jumat, 8 September mendatang. Namun menurut dia, atas nama kemanusiaan, NU, termasuk Pagar Nusa mengutuk keras pembantaian etnis Rohingnya.?

Pagar Nusa Magelang Nilai Aksi Bela Rohingya di Borobudur Salah Alamat (Sumber Gambar : Nu Online)
Pagar Nusa Magelang Nilai Aksi Bela Rohingya di Borobudur Salah Alamat (Sumber Gambar : Nu Online)

Pagar Nusa Magelang Nilai Aksi Bela Rohingya di Borobudur Salah Alamat

“Sebagai warga Kabupaten Magelang, saya menolak aksi tersebut dilakukan di Candi Borobudur, mengingat Borobudur merupakan world heritage, yang harus dilindungi, dijaga dan dilestarikan. Candi Borobudur tidak hanya milik umat Budha saja, namun merupakan warisan kebudayaan bangsa Indonesia,” jelasnya ketika dihubungi PKB Kab Tegal Selasa (5/9).?

Pihaknya mengimbau kepada seluruh ormas yang akan terlibat melakukan aksi di sekitar Borobudur agar lebih melakukannya dengan cara lebih efektif, dan solutif yang mengedepankan harmoni, menjaga persaudaraan antaragama, saling menghormati dan menjaga kebinekaan.

PKB Kab Tegal

“Mari bersama-sama menjaga keamanan, ketertiban dan menciptakan rasa aman bagi masyarakat, dan juga wisatawan yang sedang berkunjung ke Candi Borobudur,” pintnya.?

Pagar Nusa juga meminta kepada aparat yang berwenang untuk memberikan rasa aman masyarakat, pelaku wisata dan wisatawan yang mengunjungi Candi Borobudur. Serta menegakkan aturan dan hukum yang berlaku dengan tegas.

PKB Kab Tegal

Sebagaimana diketahui, sejumlah ormas akan melakukan aksi membelas Rohingya di sekitar Candi Borobodur. Namun, belakangan ada bantahan, aksi itu tidak dilakukan di candi itu.

"Kami luruskan, bahwa kami tidak mengadakan aksi di Candi Borobudur, kami tahu ada undang-undang yang melindungi cagar budaya dunia tersebut. Kami sudah berkoordinasi dengan Polres Magelang dan aparat lainnya, Senin (4/9/2017) malam tadi dan hanya fokus di satu tempat saja," kata koordinator aksi Anung Imamudin sebagaimana dilaporkan Kompas.com.?

Dalam laporan itu dijelaskan, aksi akan diawali dengan shalat Jumat berjamaah di Masjid An-Nur Sawitan, atau sekitar 1,5 kilometer dari Tempat Wisata Candi Borobudur (TWCB). Ada sekitar 250 ormas dari seluruh Indonesia yang akan bergabung dalam aksi tersebut. Aksi akan dilanjutkan dengan doa bersama dan penggalangan donasi untuk kaum Rohingya.? (Abdullah Alawi)





Dari Nu Online: nu.or.id

PKB Kab Tegal Pondok Pesantren, Tokoh, Pahlawan PKB Kab Tegal

Selasa, 03 Mei 2016

Siraman Kembang 7 Rupa Warnai Makesta IPNU-IPPNU di Jepara

Jepara, PKB Kab Tegal. Pimpinan Komisariat IPNU-IPPNU MA Matholiul Huda Bugel Kedung, Jepara, mengadakan kegiatan Masa Taaruf Siswa Baru (Matasba) sekaligus Masa Kesetiaan Anggota (Makesta) di madrasah setempat. Sasarannya adalah para peserta didik baru pada tahun ajaran ini.

Siraman Kembang 7 Rupa Warnai Makesta IPNU-IPPNU di Jepara (Sumber Gambar : Nu Online)
Siraman Kembang 7 Rupa Warnai Makesta IPNU-IPPNU di Jepara (Sumber Gambar : Nu Online)

Siraman Kembang 7 Rupa Warnai Makesta IPNU-IPPNU di Jepara

Ketua PK IPNU MA Matholiul Huda Fauzan Marzuqi mengatakan, acara digelar untuk mengenalkan siswa baru pada madrasah yang berbasis Aswaja, juga mengenalkan organisasi IPNU-IPPNU sebagai wadah berhimpun, berkomunikasi, dan beraktualisasi para pelajar NU.

Kegiatan yang berlangsung 28- 29 Juli 2015 itu merupakan realisasi progam dari PK IPNU-IPPNU MA Matholiul Huda Bugel periode 2015-2016. Matasba dan Makesta diikuti 400 murid baru yang terdiri dari 244 siswa putri dan 156 siswa putra.

PKB Kab Tegal

“Materi dalam Makesta yang disampaikan oleh Pengurus PC IPNU-IPPNU Kabupaten Jepara, dikenalkan sejarah lahirnya IPNU-IPPNU serta motivasi berorganisasi," tutur Shelly Anggita Putriyani ketua PK IPPNU MA Matholiul Huda.

PKB Kab Tegal

Dalam Makesta juga terdapat prosesi pembaiatan. Setelah prosesi pembaiatan anggota diharuskan untuk bertanda tangan di atas kain putih yang terbentang didepan Madrasah dilanjutkan siraman air kembang tujuh rupa dan mencium bendera IPNU-IPPNU sebagai bentuk hormat dan siap menjadi kader NU dalam menjaga martabat NU, Aswaja, Islam, NKRI, Pancasila dan Bhineka Tunggal Ika.

"Air kembang 7 rupa memiliki filosofi bahwa kembang itu memberikan keharuman yang alami dan angka 7 itu memiliki arti pitulungan (pertolongan). Jadi kader IPNU-IPPNU siap mengharumkan NU dan NKRI dengan selalu mengharap pertolongan dari Allah SWT," tambah Afandi, wakil sekretaris PC IPNU Jepara.

Para Pembina IPNU-IPPNU setempat mendukung penuh kegiatan ini. Selain untuk menambah keakraban antarsiswa, juga untuk mengenalkan siswa baru tentang aturan-aturan yang harus ditaati bersama di madrasah ini. (Muhammad MS/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKB Kab Tegal Tegal, Olahraga, Pahlawan PKB Kab Tegal

Senin, 02 Mei 2016

Kemendes: Ada Tiga Modal Dasar Pesantren Berdayakan Masyarakat

Jakarta, PKB Kab Tegal

Dirjen Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa (PPMD) Kementerian Desa Erani Ahmad Yustika mengatakan, setidaknya ada tiga modal dasar bagi pesantren untuk melakukan pemberdayaan ekonomi bagi masyarakat.

Kemendes: Ada Tiga Modal Dasar Pesantren Berdayakan Masyarakat (Sumber Gambar : Nu Online)
Kemendes: Ada Tiga Modal Dasar Pesantren Berdayakan Masyarakat (Sumber Gambar : Nu Online)

Kemendes: Ada Tiga Modal Dasar Pesantren Berdayakan Masyarakat

Pertama, menurutnya, pesantren telah mempunyai nilai-nilai yang selaras dengan etos pertumbuhan ekonomi. Semangat kemandirian, misalnya, sangat kuat di pesantren sehingga mempermudah pembangunan ekonomi khususnya di tingkat perdesaan.

Kedua, kata Erani, jumlah santri yang mencapai nyaris empat juta merupakan modal yang tak terelakkan. Dalam dimensi ekonomi, potensi ini tak hanya menunjukkan bahwa pesantren bisa menjadi produsen tapi juga memiliki pasar atau konsumen yang jelas.

PKB Kab Tegal

Modal lain yang juga Erani sebut adalah jaringan. Pesantren dianggap sebagai institusi yang memili rantai sosial, budaya, dan politik yang luas. Relasi tersebut sangat bermanfaat bagi kelangsungan aktivitas ekonomi yang dibangun.

"Dalam teori-teori ekonomi, sekarang bukan modal ekonomi saja tapi yang terpenting sekarang justru adalah modal sosial," paparnya saat menjadi narasumber pada Seminar dan Rapat Kerja Rabithah Maahid Islamiyah NU (RMINU) di kantor PBNU, Jalan Kramat Raya 164, Jakarta, Kamis (27/4).

PKB Kab Tegal

Narasumber lain yang hadir dalam seminar tersebut adalah Sekretaris Jenderal Kementerian Agraria dan Tata Ruang (ATR)/Badan Pertanahan Nasional (BPN) M. Noor Marzuki, Direktur Pendidikan Agama Islam Kemenag RI Imam Safe’i, dan Staf Khusus Menteri BUMN Asmawi Syam.

Di akhir seminar Rais ‘Aam PBNU KH Ma’ruf Amin juga menyampaikan taushiyah tentang pentingnya pesantren mengambil peran-peran strategis untuk mewujudkan pemerataan ekonomi masyarakat. (Mahbib)



Dari Nu Online: nu.or.id

PKB Kab Tegal Nasional PKB Kab Tegal

Minggu, 24 April 2016

Lahan Menyempit, PMII Sidoarjo Protes ke Dinas Pertanian

Sidoarjo, PKB Kab Tegal. Puluhan aktivis yang tergabung dalam Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Sidoarjo melakukan protes ke Dinas Pertanian Sidoarjo. Mereka melakukan long march dengan membawa sejumlah poster tuntutan yang berisikan terkait lahan pertanian yang semakin menyempit akibat digunakan untuk kepentingan infrastruktur pembangunan.

Mereka menuntut kepada Dinas Pertanian Sidoarjo agar hak para petani dikembalikan ahli fungsinya, sehingga hasil panen para petani tidak menurun dan bisa menjual hasil panennya dengan mudah. Mengingat, seiring lahan pertanian digunakan untuk kepentingan infrastruktur pembangunan perumahan, pabrik dan jalan yang berdampak pada penyempitan di sektor lahan sawah.

Lahan Menyempit, PMII Sidoarjo Protes ke Dinas Pertanian (Sumber Gambar : Nu Online)
Lahan Menyempit, PMII Sidoarjo Protes ke Dinas Pertanian (Sumber Gambar : Nu Online)

Lahan Menyempit, PMII Sidoarjo Protes ke Dinas Pertanian

"Kami harap Pemerintah Kabupaten Sidoarjo tidak menutup mata terkait semakin? menyempitnya lahan pertanian yang ada di Sidoarjo. Tak hanya itu, Pemkab Sidoarjo juga harus menerapkan undang-undang NO. 5 tahun 1960 tentang pokok-pokok Agraria di antaranya menyediakan lahan produktif bagi para petani dan meningkatkan kualitas panen para petani, sehingga taraf hidup petani yang ada di Sidoarjo menjadi lebih baik," tegas Ketua PC PMII Sidoarjo, Muhammad Mahmuda, Rabu (28/9).

PKB Kab Tegal

Mahmuda menyatakan, akibat lahan pertanian di sejumlah wilayah Kabupaten Sidoarjo berkurang karena telah dibangun? industri, perumahan dan jalan. Untuk itu, dinas terkait agar memperhatikan nasib para petani yang perlahan kehilangan pekerjaan bercocok tanam karena pemerintah tidak membatasi lahan yang dijadikan pertanian maupun pembangunan infrastruktur.

PKB Kab Tegal

Saat ini lahan produktif pertanian di Sidoarjo tinggal 30 persen yang tersedia untuk dikelola oleh para petani. Sedangkan untuk sisanya merupakan lahan produktif yang dipakai untuk pengembangan infrastruktur? penunjang Sidoarjo menjadi kota industri yang maju. (Moh Kholidun/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKB Kab Tegal Hadits, Pahlawan, Pemurnian Aqidah PKB Kab Tegal

Pergunu Sebar 1000 Beasiswa S1 untuk Guru dan Ustadz

Jakarta, PKB Kab Tegal. Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (Pergunu) yang digelar di Pacet, Mojokerto, Jatim, 6-8 Juli 2012 ini diselingi agenda pemberian beasiswa pendidikan tinggi. Sebanyak 1000 guru dan ustadz akan mendapatkan bantuan pendidikan jenjang S1 dan 200 kepala sekolah atau dosen akan menerima bantuan pendidikan jenjang S2.

“Program ini dilakukan untuk meningkatkan kualitas profesi keguruan di lingkungan NU,” kata Ketua Panitia Rakernas Pergunu Gatot Suyono.

Pergunu Sebar 1000 Beasiswa S1 untuk Guru dan Ustadz (Sumber Gambar : Nu Online)
Pergunu Sebar 1000 Beasiswa S1 untuk Guru dan Ustadz (Sumber Gambar : Nu Online)

Pergunu Sebar 1000 Beasiswa S1 untuk Guru dan Ustadz

Pergunu sejak lama mengagendakan program ini dan sengaja direalisasikan bersamaan dengan agenda Rakernas. Menurut Gatot, penerima beasiswa merupakan orang-orang yang telah melewati proses seleksi. “Tentu melalui kualfikasi terlebih dahulu supaya sasarannya tepat,” ujar Sekum PP Pergunu ini.

PKB Kab Tegal

Selain sebar beasiswa, Pergunu juga meluncurkan buku karyanya berjudul Membumikan Aswaja: Pegangan Para Guru NU. Agenda lain yang seiring adalah peluncuran jurnal ilmiah Pergunu, serta peresmian “Dapur Pergunu”, gedung 3 lantai yang akan difungsikan sebagai penunjang aktifitas Pergunu.

PKB Kab Tegal

Rakernas dihadiri oleh 1500 peserta dari unsur pengurus wilayah dan cabang Pergunu se-Indonesia. Tamu undangan yang direncanakan hadir, Mendikbud Muhammad Nuh, Menag Suryadarma Ali, Menakertrans Muhaimin Iskandar, Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj dan Sekretaris Jendral PBNU Marsudi Syuhud.

Redaktur: A. Khoirul Anam

Penulis   : Mahbib Khoiron

Dari Nu Online: nu.or.id

PKB Kab Tegal Humor Islam, Aswaja, Halaqoh PKB Kab Tegal

Sabtu, 23 April 2016

Dari Musik Padang Pasir hingga Campur Sari

Blitar, PKB Kab Tegal. Grup qasidah modern dari Madrasah Aliyah Ma’arif NU (Mamnu) pesantren Nurul Ulum, Blitar ikut aktif ambil bagian dalam acara Pasar Murah Indonesia yang digelar PBNU kerja bareng dengan ? PCNU di Kota Blitar, Sabtu-Ahad (26-27) kemarin. Setidaknya ? tiga kali tampil selama acara berlangsung.

Dari Musik Padang Pasir hingga Campur Sari (Sumber Gambar : Nu Online)
Dari Musik Padang Pasir hingga Campur Sari (Sumber Gambar : Nu Online)

Dari Musik Padang Pasir hingga Campur Sari

Tampilan perdana grup yang bermarkas di Jalan Ciliwung tersebut saat berlangsunya acara Work Shop di Gedung Radio Mahardika FM. Kemudian saat acara pembukaan pasar murah dan malam harinya saat acara hiburan.

Serangkaian lagu dan shalawat didendang oleh grup yang berdiri sejak empat tahunan secara rancak. Mulai lagu beriramakan khas arabik, hingga irama campursari. Tidak ketinggalan lagu Padang Bulan yang dipopulerkan Habib Syech juga dilantunkan.?

PKB Kab Tegal

“Untung stock lagu kami banyak. Meski tampil tiga kali. Kami tidak mengulang-ngulang lagu. Hanya sholawat yang kami ulang. Karena ini memang lagu wajib,’’ ujar Mohammad salah seorang personil grup kepada PKB Kab Tegal di sela-sela acara.

PKB Kab Tegal

Menurut Mohammad, grup yang digawangi 14 orang itu sering menorah prestasi. Baik di lokal Blitar maupun regional Jatim. Belasan prestasi telah disandangnya. Yang terkahir ? meraih juara dua lomba qasidah se Jatim di Surabaya.

“Ya. Memang sering meraih prestasi. Meski kami berada di pesantren,’’ tandas Mohammad.

Ia mengaku bersyukur bisa ikut ambil bagian dalam acara yang digagas PBNU bekerjasama dengan beberapa sponsor itu. Setidaknya, kami bisa menghibur masyarakat luas.

Alhamdulillah kami bisa ambil bagian dalam kegiatan ini. Minimal bisa menghibur masyarakat,’’ katanya.

Redaktur ? ? : A. Khoirul Anam

Kontributor: Imam Kusnin

Dari Nu Online: nu.or.id

PKB Kab Tegal Pendidikan, Pertandingan PKB Kab Tegal

Sabtu, 16 April 2016

Ketum GP Ansor Ungkap Tiga Hal yang Mengancam Bangsa

Solo, PKB Kab Tegal. Setidaknya ada tiga hal yang dapat menjadi ancaman besar bagi Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) saat ini. Hal tersebut ditegaskan Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Gerakan Pemuda Ansor Yaqut Cholil Qoumas pada acara Kongkow Kebangsaan “Menjaga Indonesia” di Solo, Kamis (10/8).

Menurut Gus Yaqut biasa dipanggil, ancaman pertama yakni adanya kelompok yang ingin mengubah dasar Negara Indonesia.

Ketum GP Ansor Ungkap  Tiga Hal yang Mengancam Bangsa (Sumber Gambar : Nu Online)
Ketum GP Ansor Ungkap Tiga Hal yang Mengancam Bangsa (Sumber Gambar : Nu Online)

Ketum GP Ansor Ungkap Tiga Hal yang Mengancam Bangsa

“Mereka yang ingin mengubah NKRI ini, merupakan ancaman yang harus benar-benar diwaspadai,” tegas dia.

Ditambahkan dia, Indonesia didirikan oleh berbagai agama, suku, golongan dan lain sebagainya. Oleh karena itu, keberagaman ini wajib dijaga untuk memperkuat persatuan bukan sebaliknya.

Sedangkan ancaman kedua, lanjutnya yaitu klaim keagamaan yang terus disuarakan oleh beberapa kelompok kecil.

“Mereka menganggap yang tidak seperti mereka, adalah bukan Islam. Bahkan anehnya sampai yang tidak sesuai dengan pilihan politik mereka pun, juga dianggap bukan Islam,” kata dia.

PKB Kab Tegal

Dan yang ke tiga adalah, diamnya kaum mayoritas (silent majority), ini menjadi ancaman terakhir yang dipaparkan Gus Yaqut.

“Kita ini mayoritas tapi minoritas. Mereka yang ingin merongrong NKRI sebetulnya jumlahnya kecil, tapi karena kita yang banyak ini diam, mereka menjadi berani,” pungkasnya.

Selain Gus Yaqut, turut hadir sebagai narasumber Wakil Rais Syuriyah PWNU Jateng KH M Dian Nafi’ dan perwakilan Polda Jateng.(Ajie Najmuddin/Muslim Abdurrahman)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKB Kab Tegal

PKB Kab Tegal Santri, Sunnah, Nahdlatul PKB Kab Tegal