Kamis, 21 Desember 2017

Doa Nabi Ibrahim yang Mengubah Kota Mekkah

Agak mustahil, bagaimana mungkin di gurun batu, tak ada tumbuh-tumbuhan, bisa ada kehidupan. Itulah Mekkah yang dulu disebut Bakkah.

Di kelilingi banyak bukit, tapi bukit batu. Kering kerontang, panas menyengat. Tekstur tanahnya tak menarik. Tapi, setiap tahun, puluhan juta orang dari negeri-negeri yang jauh bahkan sangat jauh datang menyesaki kota ini, dengan berjalan kaki, berkendara, dan sebagainya.

Doa Nabi Ibrahim yang Mengubah Kota Mekkah (Sumber Gambar : Nu Online)
Doa Nabi Ibrahim yang Mengubah Kota Mekkah (Sumber Gambar : Nu Online)

Doa Nabi Ibrahim yang Mengubah Kota Mekkah

Itulah Mekkah yang dahulu didoakan Nabi Ibrahim agar menjadi kota yang berkah dan memberkahi; menjadi negeri yang selalu dirindukan banyak orang. Walau kering kerontang, tapi tak kekurangan.

Alkisah, pulang ke Palestina, setelah mengantar anak (Ismail) dan isrtinya (Hajar) ke Mekkah, Nabi Ibrahim menengadahkan tangan ke langit, sambil berdoa:

“Ya Allah sungguh aku telah menempatkan sebagian keturunanku di sebuah lembah tandus, dekat rumah-Mu, agar mereka mendirikan shalat. Jadikanlah sebagian manusia cenderung kepada mereka dan limpahkanlah rezeki berupa buah-buahan, mudah-mudahan mereka bersyukur”.

PKB Kab Tegal

Dengan modal doa itu, Nabi Ibrahim berani meninggalkan sang istri dan anaknya yang masih bayi di lembah tandus itu. Dikisahkan, Ibrahim sangat jarang menengok anak dan istrinya ini. Mungkin hanya tiga kali.

Namun, Allah mengabulkan seluruh item doa Nabi Ibrahim. Anak dan istrinya sehat, tak kekurangan suatu apa. Pertama-tama Allah hanya membukakan sumur zamzam buat mereka, lalu berduyun-duyun orang dari daerah lain mendatangi Mekkah, membawa binatang ternak, gandum, dan lain-lain.

PKB Kab Tegal

Orang luar membawa barang berniagaan, sumur zamzam menyediakan minuman. Ajaib, air yang muncul dari sela-sela bukit batu itu tak pernah letih mengeluarkan air. Sumur zamzam terus membasahi kerongkongan jamaah haji dan umrah yang kehausan, dari masa ke masa, sejak zaman Nabi Ibrahim hingga kita sekarang.

Mekkah pun tak pernah kekurangan pangan. Jamaah haji dan umrah yang datang silih berganti terus berdampak secara ekonomi. Mereka datang bukan hanya untuk beribadah melainkan juga berniaga.

Suka atau tidak, Mekah akhirnya bukan hanya menjadi pusat aktivitas keberagamaan, melainkan menjadi area yang menarik secara bisnis-perniagaan. Itulah sebabnya, Mekah selalu hidup, siang dan malam.

Pelajaran apa yang bisa diambil dari kisah ini? Doa adalah senjata kaum beriman. Doa bisa mengubah yang tak mungkin menjadi mungkin. Nabi Ibrahim sudah meneladankan, kita saja yang perlu istiqomah mengamalkan. Apalagi berdoa di bulan Ramadan; bulan penuh berkah dan ampunan.

KH Abdul Moqsith Ghazali, Wakil Ketua Lembaga Bahtsul Masail PBNU.

Dari Nu Online: nu.or.id

PKB Kab Tegal RMI NU, Santri, Hikmah PKB Kab Tegal

NU Bengkayang Perkuat Eksistensi di Daerah Perbatasan

Bengkayang, PKB Kab Tegal. Terletak di perbatasan RI-Malaysia dan di tengah mayoritas Katolik dan Kristen, Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Bengkayang Provinsi Kalimantan Barat terus memperkuat eksistensi organisasi.

Sebagai bukti eksistensi NU di daerah perbatasan itu, PCNU Bengkayang telah membeli sebidang tanah seluas satu hektar. Tanah itu rencananya untuk membangun saran pendidikan merk NU.

NU Bengkayang Perkuat Eksistensi di Daerah Perbatasan (Sumber Gambar : Nu Online)
NU Bengkayang Perkuat Eksistensi di Daerah Perbatasan (Sumber Gambar : Nu Online)

NU Bengkayang Perkuat Eksistensi di Daerah Perbatasan

“Alhamdulillah kita sudah membeli tanah. Sekarang tinggal proses sertifikasi. Kita berencana membangun sarana pendidikan di tanah itu," kata Ketua PCNU Bengkayang Eddy Irianto di kantornya, Kamis (20/12).

PKB Kab Tegal

Dijelaskan Eddy yang juga Kepala Badan Pengelola Keuangan Pemkab Bengkayang, tanah itu dibeli terbilang murah. Berada dekat fasilitas olahraga milik Pemkab Bengkayang. Transaksi pembelian sudah selesai. Sekarang tinggal pengurusan sertikasi tanah saja.

PKB Kab Tegal

"Tanah itu akan kita bangun sarana pendidikan. Untuk itu kami mohon bantuan PW maupun PB gimana agar di atas tanah bisa dibangunkan madrasah atau lembaga pendidikan lainnya. Terus terang kita masih sangat awam dalam hal itu," jelas Eddy.

Apabila sarana pendidikan itu terwujud, itulah sumbangan besar NU untuk Kabupaten Bengkayang di mana umat Islamnya minoritas. "Walau jumlah umat Islam kecil, kita ingin lihatkan bahwa kita juga mampu meningkatkan sumberdaya manusia Kabupaten Bengkayang," ujar Eddy.

PCNU Bengkayang terbilang baru. Walau baru tapi sudah memiliki aset berharga untuk umat. Tahun depan, Eddy menargetkan berdirinya pengurus NU tingkat kecamatan. Apabila sudah terbentuk NU seluruh kecamatan, saat itulah kekuatan NU akan terlihat.

Kabupaten Bengkayang salah satu daerah yang berbatasan dengan Malaysia. Arus perdagangan ke negeri jiran sangat deras di sana. Mayoritas penduduknya beragama Katolik dan Kristen. Sementara suku dominan adalah Dayak. Selebihnya Melayu, Tionghoa, Jawa. 

Bengkayang lahir di era reformasi. Baru dua kali ganti bupati. Terbilang muda dalam pembangunan, namun mulai gesit mengejar ketertinggalan. 

Redaktur    : A. Khoirul Anam

Kontributor: Rosadi Jamani 

Dari Nu Online: nu.or.id

PKB Kab Tegal Halaqoh PKB Kab Tegal

Kiai Said Minta Al Irsyad Singapura Terapkan Kurikulum Aswaja

Jakarta, PKB Kab Tegal. Kepala Madrasah Al Irsyad Islamiah Singapura, Razak Mohamed Lazim, menemui Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj, di gedung PBNU Jakarta, Senin (7/3). Ia hadir bersama pengurus Lembaga Pendidikan (LP) Ma’arif NU.

?

“Kami datang dari Singapur ke sini untuk bekerja sama dengan LP Ma’arif yang berada di bawah naungan NU,” kata pria keturunan Banten tersebut.

Kiai Said Minta Al Irsyad Singapura Terapkan Kurikulum Aswaja (Sumber Gambar : Nu Online)
Kiai Said Minta Al Irsyad Singapura Terapkan Kurikulum Aswaja (Sumber Gambar : Nu Online)

Kiai Said Minta Al Irsyad Singapura Terapkan Kurikulum Aswaja

Razak menilai, ada kesamaan tujuan antara lembaga yang ia pimpin dengan LP Ma’arif NU karena keduanya sama-sama bergerak di bidang pendidikan. “NU merupakan organisasi yang sangat besar. Kita berharap akan bisa bekerjasama. Al Irsyad bisa belajar dari LP Ma’arif, dan begitupun sebaliknya,” tambahnya.

Kiai Said menerima dan menyambut baik kerjasama yang ditawarkan Al Irsyad. “Yang penting (kurikulumnya) harus ada Aswajanya,” pesan Kiai Said.?

Banyak kelompok yang mengajarkan dan menjadikan Aswaja (Ahlussunnah wal Jama’ah) sebagai pijakan, namun,? sambung Kiai Said,? harus tetap hati-hati karena banyak diantara mereka yang mengaku Aswaja tapi bersikap radikal. “Aswaja yang diterapkan NU lah yang mengajarkan Islam yang damai, Islam moderat, Islam yang menghargai budaya lokal. Itulah Islam Nusantara,” tegas kiai asal Cirebon tersebut. ? ?

PKB Kab Tegal

Senada dengan Kiai Said, Ketua LP Ma’arif NU, Arifin Junaidi mengaku senang dan menerima Al Irsyad dengan tangan terbuka. Ia menjelaskan, apa yang akan dikerjasamakan nanti merupakan program kerja dan sudah dilakukan LP Ma’arif NU, seperti pengembangan manajemen madrasah, pelatihan guru, dan penyusunan buku ajar yang berkualitas. ? ?

PKB Kab Tegal

“Sebenarnya ini kerjasama antara Singapura dan NU. Madrasah Al Irsyad Singapur dan LP Ma’arif NU merupakan pelaksananya,” tutur Arifin.

Madrasah Al Irsyad Islamiah Singapura merupakan lembaga pendidikan Islam modern yang menerapkan pelajaran agama dan umum. Tak heran jika jam pelajaran di madrasah ini lebih lama tiga jam dibandingkan dengan sekolah-sekolah lain di Singapura. Madrasah yang didirikan tahun 1947 oleh KH Ahmad Zuhri ini memiliki 900 siswa mulai dari tingkat dasar hingga menengah. Madrasah Al Irsyad menempati peringkat pertama dari enam madrasah yang ada di Singapura. (Ahmad Muchlishon/Zunus)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKB Kab Tegal Pesantren PKB Kab Tegal

Rekonsiliasi NU-PKI Sudah Lama Terjadi

Jakarta, PKB Kab Tegal. Desakan sejumlah kelompok agar NU mau melakukan rekonsiliasi dengan mantan anggota Partai Komunis Indonesia (PKI) dan keturunannya dinilai tidak relevan. NU selama ini tidak menyimpan dendam dan usaha rekonsiliasi sudah dipraktikan kiai-kiai NU sejak dulu dengan penuh kesadaran.

Demikian pandangan sejarawan NU Agus Sunyoto di sela acara Tahlil dan Doa Bersama untuk Para Kiai dan Santri Korban Kekejaman PKI Tahun 1948-1965 di Gedung PBNU, Jakarta Pusat, Senin (1/10) malam. Turut berbicara dalam forum ini, Wakil Ketua Umum PBNU KH As’ad Said Ali dan sejumlah aktivis senior NU, seperti Khalid Mawardi, Baidlawi Adnan, dan Abdullah Syarwani.

Rekonsiliasi NU-PKI Sudah Lama Terjadi (Sumber Gambar : Nu Online)
Rekonsiliasi NU-PKI Sudah Lama Terjadi (Sumber Gambar : Nu Online)

Rekonsiliasi NU-PKI Sudah Lama Terjadi

Agus menyatakan, fakta itu bisa ditelusuri setelah maraknya janda-janda dan anak-anak yatim dari keluarga PKI akibat Operasi Trisula di Blitar, Jawa Timur. Kiai-kiai NU secara bijak mengambil anak tanpa ayah itu untuk dipesantrenkan, disekolahkan, dan dibesarkan.

PKB Kab Tegal

“Anak-anak inilah yang akhirnya, karena walinya atas nama kiai-kiai tadi, ya mereka bisa jadi pegawai negeri, di departemen agama, di mana-mana,” imbuhnya.

PKB Kab Tegal

Rekonsiliasi, demikian Agus, juga bisa ditemukan di Desa Trisulo, Kecamatan Plosoklaten, Kabupaten Kediri, yang saat itu seratus persen warganya anggota PKI. Karena trauma, penduduknya tak menerima ormas apapun masuk ke desa itu. Namun, KH Ishom Hadziq justru berhasil mengikat persaudaraan dengan membentuk ranting NU Trisulo dan ranting Ansor Trisulo pada tahun 1997.

Penulis buku Banser Berjihad Menumpas PKI ini merasa janggal ketika sejumlah media mendorong rekonsiliasi, sebuah ajakan yang sebetulnya sudah dilakukan sejak lama. “Itu fakta. Jadi nggak usah ngomong rekonsiliasi. Yang dilakukan para kiai sudah seperti itu,” tegasnya.

Agus menduga ada kepentingan pihak ketiga yang sedang menunggangi tuntutan ini, termasuk upaya pembelokkan sejarah kekejaman PKI. “Kalau ada yang seperti ini mereka (keluarga PKI, red.) pasti ketakutan. Karena setting ini pasti bukan keinginan dari anak-anak PKI itu. Pasti ada pihak lain.”

?

Penulis: Mahbib Khoiron

Dari Nu Online: nu.or.id

PKB Kab Tegal Pahlawan, Kyai PKB Kab Tegal

Nusron Wahid: Nama "Ansor" Punya Kekuatan Magis

Jakarta, PKB Kab Tegal. Kata ‘Ansor’ diambil sebagai nama organisasi yang menaungi gerakan pemuda NU. Dalam paruh pertama 1900-an, nama ini dipilih oleh para ulama dan pendiri Gerakan Pemuda (GP) Ansor untuk organisasi pemuda NU. Pengambilan nama ini bukan dilakukan secara sembarangan, tetapi melalui proses pikir yang matang.

Nusron Wahid: Nama Ansor Punya Kekuatan Magis (Sumber Gambar : Nu Online)
Nusron Wahid: Nama Ansor Punya Kekuatan Magis (Sumber Gambar : Nu Online)

Nusron Wahid: Nama "Ansor" Punya Kekuatan Magis

“Saudara-saudara sekalian, kenapa 78 tahun lampau organisasi pemuda NU ini diberi nama ‘Ansor’, bukan ‘Pemuda NU’? Berkali-kali saya katakan bahwa nama ‘Ansor’ sangat istimewa karena tafa’ulan (meneladani demi mengambil keberkahan). Para kiai dahulu bertafa’ul kepada Al-Quran dan sahabat Rasulullah SAW dalam menentukan nama pemuda NU ini. Beruntunglah kita memiliki nama demikian,” ungkap Nusron Wahid, Ketua Umum PP GP Ansor dalam pidato Peluncuran Hari Lahir (Harlah) GP Ansor yang ke-78, di Gedung PP GP Ansor, Kramat Sentiong, Jakarta Pusat, Selasa (24/4) malam.

Setelah kami teliti, papar Nusron, bersama para ulama-ulama muda bahwa Ansor adalah satu-satunya nama organisasi kepemudaan di dunia. Tetapi hanya satu nama organisasi di dunia ini yang tersebut di dalam Al-Quran. Falamma ahassa isa minhumul kufro qola  ‘Man ansori ilallah’? Qalal hawariyyuna ‘Nahnu ansorullah’. (QS Ali Imran: 52)

PKB Kab Tegal

Lebih dari 500 sahabat Ansor memadati hall Gedung PP GP Ansor. Gegap gempita Mars Ansor, membahana seisi ruangan. Mereka dengan semangat berkobar memekikkan yel-yel Ansor. Ribuan tangan terkepal, terangkat menuding langit. Mereka dengan seragam hijau Ansor, bergairah mengikuti Peluncuran Harlah GP Ansor ke-78. Titik puncak Harlah GP Ansor rencananya diselenggarakan tanggal 10 Juni 2012 yang dipusatkan di Surakarta, Jawa Tengah.

PKB Kab Tegal

Orang yang menyebut kata ‘Ansor’ telah mendapatkan 50 kebaikan, tambah Nusron. Hal ini didasarkan pada hadis nabi yang mengatakan bahwa orang yang menyebut 1 huruf dalam Al-Quran mendapat 10 kebaikan. ‘Ansor’ sendiri terdiri dari 5 huruf. Kalau yang hadir minimal 500 sahabat Ansor sekali saja meneriakkan yel-yel Ansor, maka forum ini sudah menerima 25000 kebaikan. Kelakar Nusron ini disambut gemuruh tawa para hadirin.

Di ujung sambutannya, Nusron mengajak para sahabat Ansor untuk berdoa agar mereka dapat bertafa’ul agar kelakuan mereka benar-benar sama atau minimal mendekati dengan akhlak sahabat-sahabat Ansor pada zaman Rasulullah SAW.

Para sahabat Ansor di era Rasulullah, tegas Nusron, dikenal dengan manusia-manusia penting bagi zamannya, peduli dengan lingkungan, peduli dengan perjuangan dan sebagainya. Ratusan pemuda berseragam hijau yang sebagian berseragam coklat, mengamini doa Ketua Umum mereka. Seragam coklat adalah seragam khusus yang dikenakan Banser, Barisan Ansor Serbaguna. Banser adalah kesatuan istimewa Ansor yang menangani bagian lapangan.

Nusron mengajak lautan hadirin yang memadati Gedung PP GP Ansor untuk mengirim doa kepada para pendiri Ansor, KH Wahab Chasbullah, KH Tohir Bakri, KH Hasyim Asyari, KH. Wahid Haysim, semua pendiri NU dan semua pendiri Ansor agar amal ibadah dan jariyah mereka dapat dilanjutkan dalam perjuangan generasi muda NU ke depan.

Seusai doa, Nusron memimpin pembacaan surat Alfatihah untuk para pendahulu mereka. Sebelum meninggalkan podium, Nusron sempat melantangkan yel-yel Ansor. ‘Hidup Ansor! Hidup Ansor!’ kumandang Nusron diikuti ratusan sahabat Ansor yang menggemuruh.

Redaktur: A. Khoirul Anam

Penulis    : Alhafiz Kurniawan

Dari Nu Online: nu.or.id

PKB Kab Tegal Nasional, AlaNu, Fragmen PKB Kab Tegal

Rabu, 20 Desember 2017

Pelajar Pamerkan Kreatifitas di Area Kongres

Palembang, PKB Kab Tegal. Sejumlah pelajar dari berbagai madrasah dan sekolah memajang hasil karya tangan mereka di area Kongres XVII IPNU dan Kongres XVI IPPNU di Asrama Haji Palembang, Sumatera Selatan.

Pelajar Pamerkan Kreatifitas di Area Kongres (Sumber Gambar : Nu Online)
Pelajar Pamerkan Kreatifitas di Area Kongres (Sumber Gambar : Nu Online)

Pelajar Pamerkan Kreatifitas di Area Kongres

Pameran berlangsung selama empat hari sejak Kongres IPNU-IPPNU dibuka, Sabtu (1/12) pagi, di beberapa lapak khusus dengan pendampingan seorang guru. Kreatifitas yang dipamerkan, antara lain, lukisan, songket Palembang, gerabah, batik, asesoris, miniatur bangunan, hingga anti-virus buah tangan anak setingkat menengah atas.

Nurhayati, Wakil Kepala Madrasah Aliyah Negeri 1 Palembang, mengaku diundang panitia untuk turut memeriahkan agenda kongres. Menurut dia, pameran ini merupakan langkah positif bagi pengembangan diri murid ke depan, khususnya di bidang wirausaha.

PKB Kab Tegal

“Supaya murid-murid termotivasi untuk lebih kreatif. Ketika tamat dari sekolah mereka juga diharapkan bisa membuka lapangan kerja sendiri,” ujarnya.

PKB Kab Tegal

Selain memamerkan, pihak sekolah juga menerima para pengunjung yang hendak membeli hasil kerajinan sebagai oleh-oleh. Pihak sekolah juga memajang beberapa piala dan piagam penghargaan yang menunjukkan prestasi siswanya di berbagai ajang kompetisi.

Pameran kreatifitas pelajar digelar bersamaan dengan bazar Kongres IPNU-IPPNU yang menyediakan aneka kebutuhan, seperti buku, pakaian, barang elektronik, dan pernak-pernik khas Palembang atau yang berhubungan dengan kongres.

Penulis: Mahbib Khoiron

Dari Nu Online: nu.or.id

PKB Kab Tegal Ahlussunnah, Humor Islam PKB Kab Tegal

Muludan, NU Lampung Selatan Keliling Kota Kalianda

Lampung Selatan,PKB Kab Tegal. Memperingati kelahiran Nabi Muhammad SAW pada Sabtu (3/1) siang, PCNU Lampung Selatan menggelar Kirab Maulid dengan mengelilingi kota Kalianda. Kegiatan tersebut  diikuti ribuan peserta dengan 150 berkendaraan motor, 50 kendaraan roda 4.

PCNU Lampung Selatan H.Nur Mahfud mengatakan, kegiatan tersebut berpegang kepada “Almukhafadhotu alal qodimi solih wal akhdu biljadidil aslah (menjaga tardisi lama yang baik dan mengambil tradisi baru yang baik pula).

Muludan, NU Lampung Selatan Keliling Kota Kalianda (Sumber Gambar : Nu Online)
Muludan, NU Lampung Selatan Keliling Kota Kalianda (Sumber Gambar : Nu Online)

Muludan, NU Lampung Selatan Keliling Kota Kalianda

PCNU Lampung Selatan, kata dia, melalui kegiatan tersebut ingin mengingatkan kembali kepada nahdliyini dan kahlayak umum tentang sejarah kehidupan Rasulullah Muhammad shollallohu alaihi wasallam. Selain kirab, PCNU juga mengadakan dengan pengajian, sholawatan,

PKB Kab Tegal

Ia berpesan kepada warga NU agar selalu menjaga persatuan dan kestuan ketika melaksanakan kegiatan-kegiatan peringatan hari besar Islam. “Bersama NU kita jadikan Nabi Muhammad saw sebagai suri tauladan dalam kehidupan kita sehari-hari,” imbaunya.

Menurut dia, kegiatan ini juga adalah salah satu program PCNU Lampung Selatan dalam rangka memperkenalkan, memberikan pemahaman tentang NU sebagai organisasi Islam beraqidah Ahlussunah wal Jamaah. (M.Munir/Abdullah Alawi)

PKB Kab Tegal

Dari Nu Online: nu.or.id

PKB Kab Tegal Jadwal Kajian, Kajian PKB Kab Tegal