Kamis, 21 Desember 2017

Rekonsiliasi NU-PKI Sudah Lama Terjadi

Jakarta, PKB Kab Tegal. Desakan sejumlah kelompok agar NU mau melakukan rekonsiliasi dengan mantan anggota Partai Komunis Indonesia (PKI) dan keturunannya dinilai tidak relevan. NU selama ini tidak menyimpan dendam dan usaha rekonsiliasi sudah dipraktikan kiai-kiai NU sejak dulu dengan penuh kesadaran.

Demikian pandangan sejarawan NU Agus Sunyoto di sela acara Tahlil dan Doa Bersama untuk Para Kiai dan Santri Korban Kekejaman PKI Tahun 1948-1965 di Gedung PBNU, Jakarta Pusat, Senin (1/10) malam. Turut berbicara dalam forum ini, Wakil Ketua Umum PBNU KH As’ad Said Ali dan sejumlah aktivis senior NU, seperti Khalid Mawardi, Baidlawi Adnan, dan Abdullah Syarwani.

Rekonsiliasi NU-PKI Sudah Lama Terjadi (Sumber Gambar : Nu Online)
Rekonsiliasi NU-PKI Sudah Lama Terjadi (Sumber Gambar : Nu Online)

Rekonsiliasi NU-PKI Sudah Lama Terjadi

Agus menyatakan, fakta itu bisa ditelusuri setelah maraknya janda-janda dan anak-anak yatim dari keluarga PKI akibat Operasi Trisula di Blitar, Jawa Timur. Kiai-kiai NU secara bijak mengambil anak tanpa ayah itu untuk dipesantrenkan, disekolahkan, dan dibesarkan.

PKB Kab Tegal

“Anak-anak inilah yang akhirnya, karena walinya atas nama kiai-kiai tadi, ya mereka bisa jadi pegawai negeri, di departemen agama, di mana-mana,” imbuhnya.

PKB Kab Tegal

Rekonsiliasi, demikian Agus, juga bisa ditemukan di Desa Trisulo, Kecamatan Plosoklaten, Kabupaten Kediri, yang saat itu seratus persen warganya anggota PKI. Karena trauma, penduduknya tak menerima ormas apapun masuk ke desa itu. Namun, KH Ishom Hadziq justru berhasil mengikat persaudaraan dengan membentuk ranting NU Trisulo dan ranting Ansor Trisulo pada tahun 1997.

Penulis buku Banser Berjihad Menumpas PKI ini merasa janggal ketika sejumlah media mendorong rekonsiliasi, sebuah ajakan yang sebetulnya sudah dilakukan sejak lama. “Itu fakta. Jadi nggak usah ngomong rekonsiliasi. Yang dilakukan para kiai sudah seperti itu,” tegasnya.

Agus menduga ada kepentingan pihak ketiga yang sedang menunggangi tuntutan ini, termasuk upaya pembelokkan sejarah kekejaman PKI. “Kalau ada yang seperti ini mereka (keluarga PKI, red.) pasti ketakutan. Karena setting ini pasti bukan keinginan dari anak-anak PKI itu. Pasti ada pihak lain.”

?

Penulis: Mahbib Khoiron

Dari Nu Online: nu.or.id

PKB Kab Tegal Pahlawan, Kyai PKB Kab Tegal

Nusron Wahid: Nama "Ansor" Punya Kekuatan Magis

Jakarta, PKB Kab Tegal. Kata ‘Ansor’ diambil sebagai nama organisasi yang menaungi gerakan pemuda NU. Dalam paruh pertama 1900-an, nama ini dipilih oleh para ulama dan pendiri Gerakan Pemuda (GP) Ansor untuk organisasi pemuda NU. Pengambilan nama ini bukan dilakukan secara sembarangan, tetapi melalui proses pikir yang matang.

Nusron Wahid: Nama Ansor Punya Kekuatan Magis (Sumber Gambar : Nu Online)
Nusron Wahid: Nama Ansor Punya Kekuatan Magis (Sumber Gambar : Nu Online)

Nusron Wahid: Nama "Ansor" Punya Kekuatan Magis

“Saudara-saudara sekalian, kenapa 78 tahun lampau organisasi pemuda NU ini diberi nama ‘Ansor’, bukan ‘Pemuda NU’? Berkali-kali saya katakan bahwa nama ‘Ansor’ sangat istimewa karena tafa’ulan (meneladani demi mengambil keberkahan). Para kiai dahulu bertafa’ul kepada Al-Quran dan sahabat Rasulullah SAW dalam menentukan nama pemuda NU ini. Beruntunglah kita memiliki nama demikian,” ungkap Nusron Wahid, Ketua Umum PP GP Ansor dalam pidato Peluncuran Hari Lahir (Harlah) GP Ansor yang ke-78, di Gedung PP GP Ansor, Kramat Sentiong, Jakarta Pusat, Selasa (24/4) malam.

Setelah kami teliti, papar Nusron, bersama para ulama-ulama muda bahwa Ansor adalah satu-satunya nama organisasi kepemudaan di dunia. Tetapi hanya satu nama organisasi di dunia ini yang tersebut di dalam Al-Quran. Falamma ahassa isa minhumul kufro qola  ‘Man ansori ilallah’? Qalal hawariyyuna ‘Nahnu ansorullah’. (QS Ali Imran: 52)

PKB Kab Tegal

Lebih dari 500 sahabat Ansor memadati hall Gedung PP GP Ansor. Gegap gempita Mars Ansor, membahana seisi ruangan. Mereka dengan semangat berkobar memekikkan yel-yel Ansor. Ribuan tangan terkepal, terangkat menuding langit. Mereka dengan seragam hijau Ansor, bergairah mengikuti Peluncuran Harlah GP Ansor ke-78. Titik puncak Harlah GP Ansor rencananya diselenggarakan tanggal 10 Juni 2012 yang dipusatkan di Surakarta, Jawa Tengah.

PKB Kab Tegal

Orang yang menyebut kata ‘Ansor’ telah mendapatkan 50 kebaikan, tambah Nusron. Hal ini didasarkan pada hadis nabi yang mengatakan bahwa orang yang menyebut 1 huruf dalam Al-Quran mendapat 10 kebaikan. ‘Ansor’ sendiri terdiri dari 5 huruf. Kalau yang hadir minimal 500 sahabat Ansor sekali saja meneriakkan yel-yel Ansor, maka forum ini sudah menerima 25000 kebaikan. Kelakar Nusron ini disambut gemuruh tawa para hadirin.

Di ujung sambutannya, Nusron mengajak para sahabat Ansor untuk berdoa agar mereka dapat bertafa’ul agar kelakuan mereka benar-benar sama atau minimal mendekati dengan akhlak sahabat-sahabat Ansor pada zaman Rasulullah SAW.

Para sahabat Ansor di era Rasulullah, tegas Nusron, dikenal dengan manusia-manusia penting bagi zamannya, peduli dengan lingkungan, peduli dengan perjuangan dan sebagainya. Ratusan pemuda berseragam hijau yang sebagian berseragam coklat, mengamini doa Ketua Umum mereka. Seragam coklat adalah seragam khusus yang dikenakan Banser, Barisan Ansor Serbaguna. Banser adalah kesatuan istimewa Ansor yang menangani bagian lapangan.

Nusron mengajak lautan hadirin yang memadati Gedung PP GP Ansor untuk mengirim doa kepada para pendiri Ansor, KH Wahab Chasbullah, KH Tohir Bakri, KH Hasyim Asyari, KH. Wahid Haysim, semua pendiri NU dan semua pendiri Ansor agar amal ibadah dan jariyah mereka dapat dilanjutkan dalam perjuangan generasi muda NU ke depan.

Seusai doa, Nusron memimpin pembacaan surat Alfatihah untuk para pendahulu mereka. Sebelum meninggalkan podium, Nusron sempat melantangkan yel-yel Ansor. ‘Hidup Ansor! Hidup Ansor!’ kumandang Nusron diikuti ratusan sahabat Ansor yang menggemuruh.

Redaktur: A. Khoirul Anam

Penulis    : Alhafiz Kurniawan

Dari Nu Online: nu.or.id

PKB Kab Tegal Nasional, AlaNu, Fragmen PKB Kab Tegal

Rabu, 20 Desember 2017

Pelajar Pamerkan Kreatifitas di Area Kongres

Palembang, PKB Kab Tegal. Sejumlah pelajar dari berbagai madrasah dan sekolah memajang hasil karya tangan mereka di area Kongres XVII IPNU dan Kongres XVI IPPNU di Asrama Haji Palembang, Sumatera Selatan.

Pelajar Pamerkan Kreatifitas di Area Kongres (Sumber Gambar : Nu Online)
Pelajar Pamerkan Kreatifitas di Area Kongres (Sumber Gambar : Nu Online)

Pelajar Pamerkan Kreatifitas di Area Kongres

Pameran berlangsung selama empat hari sejak Kongres IPNU-IPPNU dibuka, Sabtu (1/12) pagi, di beberapa lapak khusus dengan pendampingan seorang guru. Kreatifitas yang dipamerkan, antara lain, lukisan, songket Palembang, gerabah, batik, asesoris, miniatur bangunan, hingga anti-virus buah tangan anak setingkat menengah atas.

Nurhayati, Wakil Kepala Madrasah Aliyah Negeri 1 Palembang, mengaku diundang panitia untuk turut memeriahkan agenda kongres. Menurut dia, pameran ini merupakan langkah positif bagi pengembangan diri murid ke depan, khususnya di bidang wirausaha.

PKB Kab Tegal

“Supaya murid-murid termotivasi untuk lebih kreatif. Ketika tamat dari sekolah mereka juga diharapkan bisa membuka lapangan kerja sendiri,” ujarnya.

PKB Kab Tegal

Selain memamerkan, pihak sekolah juga menerima para pengunjung yang hendak membeli hasil kerajinan sebagai oleh-oleh. Pihak sekolah juga memajang beberapa piala dan piagam penghargaan yang menunjukkan prestasi siswanya di berbagai ajang kompetisi.

Pameran kreatifitas pelajar digelar bersamaan dengan bazar Kongres IPNU-IPPNU yang menyediakan aneka kebutuhan, seperti buku, pakaian, barang elektronik, dan pernak-pernik khas Palembang atau yang berhubungan dengan kongres.

Penulis: Mahbib Khoiron

Dari Nu Online: nu.or.id

PKB Kab Tegal Ahlussunnah, Humor Islam PKB Kab Tegal

Muludan, NU Lampung Selatan Keliling Kota Kalianda

Lampung Selatan,PKB Kab Tegal. Memperingati kelahiran Nabi Muhammad SAW pada Sabtu (3/1) siang, PCNU Lampung Selatan menggelar Kirab Maulid dengan mengelilingi kota Kalianda. Kegiatan tersebut  diikuti ribuan peserta dengan 150 berkendaraan motor, 50 kendaraan roda 4.

PCNU Lampung Selatan H.Nur Mahfud mengatakan, kegiatan tersebut berpegang kepada “Almukhafadhotu alal qodimi solih wal akhdu biljadidil aslah (menjaga tardisi lama yang baik dan mengambil tradisi baru yang baik pula).

Muludan, NU Lampung Selatan Keliling Kota Kalianda (Sumber Gambar : Nu Online)
Muludan, NU Lampung Selatan Keliling Kota Kalianda (Sumber Gambar : Nu Online)

Muludan, NU Lampung Selatan Keliling Kota Kalianda

PCNU Lampung Selatan, kata dia, melalui kegiatan tersebut ingin mengingatkan kembali kepada nahdliyini dan kahlayak umum tentang sejarah kehidupan Rasulullah Muhammad shollallohu alaihi wasallam. Selain kirab, PCNU juga mengadakan dengan pengajian, sholawatan,

PKB Kab Tegal

Ia berpesan kepada warga NU agar selalu menjaga persatuan dan kestuan ketika melaksanakan kegiatan-kegiatan peringatan hari besar Islam. “Bersama NU kita jadikan Nabi Muhammad saw sebagai suri tauladan dalam kehidupan kita sehari-hari,” imbaunya.

Menurut dia, kegiatan ini juga adalah salah satu program PCNU Lampung Selatan dalam rangka memperkenalkan, memberikan pemahaman tentang NU sebagai organisasi Islam beraqidah Ahlussunah wal Jamaah. (M.Munir/Abdullah Alawi)

PKB Kab Tegal

Dari Nu Online: nu.or.id

PKB Kab Tegal Jadwal Kajian, Kajian PKB Kab Tegal

Kiai Ali Maksum, Bibit Unggul dari Lasem

Bantul, PKB Kab Tegal. Banyak yang bertanya mengapa Agus Maftuh yang bukan alumni Pesantren Krapyak bisa dekat sekali dengan keluarga Krapyak. Bahkan sering pergi berdua dengan KH Attabik Ali ke Syiria, Yordania, Mesir, perbatasan Israel dan lain sebagainya.

Kiai Ali Maksum, Bibit Unggul dari Lasem (Sumber Gambar : Nu Online)
Kiai Ali Maksum, Bibit Unggul dari Lasem (Sumber Gambar : Nu Online)

Kiai Ali Maksum, Bibit Unggul dari Lasem

“Malam ini saya akan ungkap rahasia saya dengan keluarga Krapyak,” kata H. Agus Maftuh Abegebriel yang kini menjadi Duta Besar LBPP RI untuk Kerajaan Arab Saudi dalam acara Haul ke-27KH Ali Maksum Krapyak, Bantul, Yogyakarta, Rabu malam (17/2).

Ia mengaku pada usia empat tahun diajak ibunya yang bernama Siti Hidayah ke sebuah pesantren di Lasem. “Di sana saya disowankan kepada seorang kiai yang di kemudian hari saya ketahui bernama KH Maksum Lasem, ayah dari KH Ali Maksum. Jadi, saya tahu betul keluarga Lasem, ” ujar Agus Maftuh.

PKB Kab Tegal

Kiai Ali yang pernah menjabat Rais Aam PBNU, lanjutnya, adalah anak Kiai Maksum yang paling ganteng, dan memiliki kedalaman ilmu yang tinggi.

“Kiai Ali Maksum itu orang yang alim, seorang ulama besar, meskipun telah wafat, sejatinya ia tidak pernah wafat. Itulah bedanya orang yang berilmu dengan orang yang tidak berilmu,” ujarnya.

PKB Kab Tegal

Dalam kesempatan tersebut, Agus Maftuh juga mengungkap rencana yang ia sebut sebagai konspirasi besar antara Kiai Munawwir dan Kiai Maksum Lasem.

“Jadi, Kiai Munawwir itu sadar kalau Pesantren Krapyak butuh seorang jago yang merupakan bibit unggul. Artinya bukan sembarang orang,” ungkapnya.

Kemudian Kiai Munawwir memilih Kiai Ali Maksum yang waktu itu masih muda dan terkenal alim.

Pada awalnya, Kiai Maksum keberatan, karena ia juga butuh Kiai Ali untuk membesarkan Pondok Pesantren miliknya. Akan tetapi, akhirnya Kiai Maksum merelakan Kiai Ali untuk ke Krapyak dengan satu syarat.

“Kiai Maksum merelakan Kiai Ali Maksum diboyong ke Krapyak dengan satu syarat. Syaratnya, jangan diungkit-ungkit,” tandas Agus Maftuh. (Nur Rokhim/Abdullah Alawi)

? ? ?

? ? ?

? ? ?

Dari Nu Online: nu.or.id

PKB Kab Tegal Pondok Pesantren, Sejarah, Nahdlatul Ulama PKB Kab Tegal

Selasa, 19 Desember 2017

Fatayat NU Lampung Tengah Didik Kader Berwirausaha

Lampung Tengah, PKB Kab Tegal - Selama dua hari berturut-turut Sabtu-Ahad, (11-12/6) keluarga besar Fatayat NU Lampung Tengah bekerja sama dengan Kementerian Ekonomi Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Kemenkop dan UKM) Deputi Pengembangan Sumber Daya Manusia menggelar Pendidikan Kewirausahaan di Balai Diklatda Kotagajah Lampung Tengah.

Ketua Fatayat NU Lampung Tengah Hj Maratus Sholihah mengatakan, manfaat jangka panjang pelatihan kewirausahaan ini adalah memperat tali silaturahmi Fatayat NU se-Lampung Tengah sekaligus menambah wawasan tentang teori dan praktik berwirausaha bagi perempuan muda NU.

Fatayat NU Lampung Tengah Didik Kader Berwirausaha (Sumber Gambar : Nu Online)
Fatayat NU Lampung Tengah Didik Kader Berwirausaha (Sumber Gambar : Nu Online)

Fatayat NU Lampung Tengah Didik Kader Berwirausaha

"Kegiatan ini diikuti oleh 45 peserta yang tidak lain adalah kader-kader Fatayat NU se-Lampung Tengah, dengan mengusung tema ‘Pelatihan Kewirausahaan Melalui Gerakan Nasional Kewirausahaan Bagi Organisasi Masyarakat’," tambah Hj Mar’atus Sholihah.

PKB Kab Tegal

Siti Maysaroh, salah satu peserta pelatihan kewirausahaan yang juga Ketua Fatayat NU Kotagajah menyambut baik pelatihan ini. Menurutnya, kesempatan ini jarang ditemukan di tempat-tempat lainnnya. Ia berharap pelatihan ini berkelanjutan.

Hadir dalam pendidikan ini Ketua NU Lampung Tengah Kiai A Jailani MS, Dosen IAIM NU Metro Drs Aminan, Sekretaris Fatayat NU Lampung Hj Nurhayati, Kemenkop dan UKM Deputi Pengembangan Sumber Daya Manusia Indriyana, Kabid Dinas Koperasi dan UKM Lampung Tengah Erwanto, Wakil Bendahara Lakpesdam NU Lampung Tengah Syarifah Handayani, dan puluhan aktivis muda NU lainnya. (Akhmad Syarief Kurniawan/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKB Kab Tegal

PKB Kab Tegal AlaSantri PKB Kab Tegal

NU Purwakarta Rumuskan Khadimul Umah

Purwakarta, PKB Kab Tegal. Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Kabupaten Purwakarta menggelar halaqoh dengan bahasana utama khadimul umah (melayani umat) di Pondok Pesantren Al-Muhajirin 3 Citapen, Sukatani pada Sabtu, (20/4).

NU Purwakarta Rumuskan Khadimul Umah (Sumber Gambar : Nu Online)
NU Purwakarta Rumuskan Khadimul Umah (Sumber Gambar : Nu Online)

NU Purwakarta Rumuskan Khadimul Umah

Menurut Ketua Pelaksana halaqoh, Drs. Bahir Muchlis, rumusan tersebut diupayakan untuk pedoman pengurus NU dalam bergerak.

“Karena, selama ini pergerakan NU Purwakarta tersendat karena berubahnya orientasi dari pengabdian menjadi kepentingan para pendompleng yang sempit dan kerdil,” katanya melalui press realease yang disampaikan kepada PKB Kab Tegal pada Jumat, (19/4).

PKB Kab Tegal

Halaqoh yang akan diikuti para kiai NU tersebut diharap akan menghasilkan fatwa-fatwa yang terkait langsung dengan masalah-masalah kontemporer dalam menanggapi permasalahan umat.

PKB Kab Tegal

Di antara output halaqoh tersebut diharapkan, pengurus NU semua tingkatan di Purwakarta melaksanakan komitmen mereka dalam melakukan kerja-kerja sosial kemasyarakatan di tengah masyarakat sebagai ketegasan dari perwujuadan ber-NU yang rahmatan lil ’aalaamiin.

Pengurus NU semua tingkatan baik unsur syuriyah maupun tanfidziah memahami dan melaksanakan AD/ART NU dan perangkat peraturan lainnya sebagai pedoman dalam berorganisasi ala NU.

Komitmen Pengurus NU semua tingkatan untuk senantiasa melaksanakan program-program yang menyentuh hajat hidup jama’ah sebagai wujud dari pengkhidmahan terhadap umat.

Halaqah diharapkan dapat menghasilkkan fatwa-fatwa ulama NU yang terkait langsung dengan masalah-masalah kontemporer di Purwakarta yang menyangkut peribadahan dan kemasyarakatan.

Halaqoh ini merupakan salah satu dari rangkaian pra-Konferensi Cabang VIII dengan tema “Menata Kembali NU Purwakarta sebagai khadimul ummah untuk Purwakarta yang bermartabat”.

Rencananya, kegiatan tersebut akan dihadiri  tiga Wakil  Skeretaris PBNU H. Abdul Mun’im DZ, M. Adnan Anwar, dan Enceng Shobirin Najd.

 

Penulis: Abdullah Alawi

Dari Nu Online: nu.or.id

PKB Kab Tegal Nahdlatul Ulama, Bahtsul Masail PKB Kab Tegal