Selasa, 05 Desember 2017

KMNU UGM, Ketua Baru, Semangat Baru

Yogyakarta, PKB Kab Tegal. Peringatan Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad yang bertepatan 6 juni 2012 kemarin dimanfaatkan oleh Keluarga Mahasiswa Nahdlatul Ulama (KMNU) Universitar Gajah Mada (UGM) Yogyakarta untuk mengadakan rotasi kepemimpinan.

Bertempat di Pondok Pesantren Krapyak Yogyakarta (6/6), KMNU UGM mengadakan pemilihan ketua baru sekaligus memperingati perjalanan kilat Nabi Muhammad Saw yang lebih dikenal dengan Isra’ Mi’raj dengan tema besar Syiarkan Kebesaran Dakwah Ahlussunnah wal Jamaah. Tunjukkan Jati Diri Bangsa.

KMNU UGM, Ketua Baru, Semangat Baru (Sumber Gambar : Nu Online)
KMNU UGM, Ketua Baru, Semangat Baru (Sumber Gambar : Nu Online)

KMNU UGM, Ketua Baru, Semangat Baru

Sebelum dhuhur, Gus Irwan Masduqi Mlangi didaulat sebagai pembicara dalam acara tersebut. Sedangkan KH Asy’ari Abta, Rais Syuriah PWNU DIY,  mengisi acara tersebut bakda dhuhur. Setelah itu, acara kemudian dilanjutkan dengan LPJ pengurus KMNU UGM Periode 2012/2013. 

PKB Kab Tegal

Setelah LPJ pengurus selesai, acara berlanjut dengan prosesi pemilihan ketua baru KMNU UGM Periode 2013-2014. Awalnya, ada banyak orang yang dicalonkan dalam pemilihan tersebut. Tetapi, pada akhirnya hanya menyisakan tiga orang. Dua untuk putra dan satu untuk putri. Calon-calon tersebut, yakni Puguh Imam al-Habib, Abdul Jalil, dan Muriyatul Qibtiyah. 

Sebelum proses pemilihan dilakukan, para calon ketua diminta untuk mengungkapkan visi dan misi ke depannya untuk kemajuan KMNU UGM. Setelah itu, akhirnya, dengan cara musyawarah mufakat Puguh Imam al-Habib didaulat sebagai ketua KMNU UGM yang baru. Seperti yang dikatakan sebelum pemilihan, Puguh akan menjaga eksistensi KMNU UGM sebagai sebuah komunitas bukan sebagai badan otonom. 

PKB Kab Tegal

“KMNU UGM ini kan sebuah komunitas. Jangan sampai dimasuki oknum-oknum yang tidak jelas. Jangan juga jadi Banom dan organisasi. Biarlah menjadi wadah kekeluargaan saja. Saya juga akan berusaha mendakwahkan NU di kalangan Universitas Gadjah Mada,” Ujar Puguh dengan tenang.

Semoga dengan ketua baru, KMNU UGM memiliki semangat baru juga. 

Redaktur    : A. Khoirul Anam

Kontributor: Rokhim Bangkit 

Dari Nu Online: nu.or.id

PKB Kab Tegal Warta, PonPes, Pahlawan PKB Kab Tegal

“Serambi Al-Muayyad” Muat Wawancara Eksklusif Rais ‘Aam PBNU

Solo, PKB Kab Tegal. Majalah Serambi Al-Muayyad (MSA) yang dibuat oleh para Ikatan Pelajar Madrasah Al-Muayyad (IPMA) Solo, Jawa Tengah dan Sapu Jagad Publisher akan memuat wawancara eksklusif Rais ‘Aam PBNU, Dr KH Ahmad Mustofa Bisri dalam edisi terbarunya.?

“Serambi Al-Muayyad” Muat Wawancara Eksklusif Rais ‘Aam PBNU (Sumber Gambar : Nu Online)
“Serambi Al-Muayyad” Muat Wawancara Eksklusif Rais ‘Aam PBNU (Sumber Gambar : Nu Online)

“Serambi Al-Muayyad” Muat Wawancara Eksklusif Rais ‘Aam PBNU

Menurut salah satu redaktur MSA, Miftahul Abrori, edisi ketujuh ini akan diluncurkan, Sabtu (31/1) besok.

“Akan kita terbitkan bertepatan dengan momentum acara khataman dan haul para masyayikh di Pondok Pesantren Al-Muayyad Solo,” terang Miftah, Jumat (30/1).

PKB Kab Tegal

Miftahul memaparkan, dalam edisi kali ini juga memuat tulisan tentang Kritisisme Mbah Ahmad Umar Abdul Mannan yang ditulis oleh dosen UNU Surakarta, Muhammad Ishom.

“Kami juga mengulas kiprah alumni Al-Muayyad yang mempunyai sumbangsih terhadap negara, pesantren, NU, pendidikan, dan masyarakat,” ujarnya.

PKB Kab Tegal

Alumni-alumni tersebut, papar Miftah, diantaranya Menakertrans RI Muh Hanif Dhakiri, Dr Abdul Hadi Adnan Duta Besar RI untuk Sudan (1999 – 2002), KH Drs Ahmad Baidlowi Syamsuri (alm) yang menjadi pemrakarsa pengenalan kitab putih di kalangan kiai NU, Drs KH M Dian Nafi’, dan tokoh-tokoh lainnya.

Miftahul menambahkan, khusus pada edisi kali ini berjumlah 52 halaman, dari biasanya hanya 32 halaman. Hal lain yang tak kalah menarik ialah bonus kalender MSA 2015. (Ajie Najmuddin/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKB Kab Tegal Kajian Islam, Bahtsul Masail, Quote PKB Kab Tegal

Kini Tersedia Aplikasi Shalat di Ketinggian 35 Ribu Kaki

Jakarta, PKB Kab Tegal. Sebuah perusahaan di Singapura meluncurkan sebuah aplikasi berbasis iPhone untuk mengingatkan kapan harus shalat dan ke arah mana mereka harus menghadap, bahkan meskipun mereka berada di ketinggian 35 ribu kaki. 

Kini Tersedia Aplikasi Shalat di Ketinggian 35 Ribu Kaki (Sumber Gambar : Nu Online)
Kini Tersedia Aplikasi Shalat di Ketinggian 35 Ribu Kaki (Sumber Gambar : Nu Online)

Kini Tersedia Aplikasi Shalat di Ketinggian 35 Ribu Kaki

Para pelancong dapat menginput detail penerbangan dan akan disediakan jadual waktu shalat selama perjalanan, beserta arah ke Ka’bah. 

Crescentrating, sebuah perusahaan yang memberikan label halal pada hotel dan perusahaan wisata lainnya, juga berencana untuk menyediakan aplikasi gratis yang dinamakan Crescent Trips, yang tersedia untuk smartphones Android dalam beberapa bulan mendatang,” kata Fazal Bahardeen, eksekutif perusahaan tersebut.

Aplikasi tersebut meliputi klip audio muslim yang sedang bersembahyang, apa yang harus dibaca selama perjalanan.

PKB Kab Tegal

PKB Kab Tegal

“Pelancong Muslim mungkin pasar terbesar yang belum dimanfaatkan dalam industri perjalanan saat ini,” kata Kepala Operasi Crescentrating Dany Bolduc.

“Ini pasar yang benar-benar belum dilayani dan memiliki potensi pasar yang sangat besar,” ujarnya.

Pengeluaran oleh wisatawan Muslim tumbuh lebih cepat daripada tingkat dunia dan diperkirakan mencapai angka $192 milyar per tahun pada 2020, naik dari $126 milyar pada 2011, menurut penelitian yang dirilis tahun lalu oleh Crescentrating and DinarStandard, sebuah aperusahaan berbasis di Amerika yang a US-based firm that berkonsentrasi pada gaya hidup Muslim. (AFP/mukafi niam)

Foto:AFP

Dari Nu Online: nu.or.id

PKB Kab Tegal Doa, Sejarah, Kajian Islam PKB Kab Tegal

Senin, 04 Desember 2017

IPNU Jateng: Periode Kepengurusan di IPNU Perlu Diseragamkan

Pemalang, PKB Kab Tegal. Menghadapi Kongres IPNU XVIII 4-8 Desember 2015 mendatang di Asrama Haji Donohudan Boyolali, PW IPNU Jawa Tengah menggelar Rapat Pimpinan Wilayah (Rapimwil) di Pemalang, Sabtu (21/11). Kegiatan yang dihadiri ketua-ketua cabang IPNU se-Jawa Tengah ini banyak mengangkat isu-isu yang akan diperjuangkan di Kongres.

"Periode kepengurusan di IPNU perlu diseragamkan, misalnya dua tahun atau tiga tahun sekalian. Saya sendiri, hampir tiga tahun menjadi ketua, seringkali menghadiri konfercab atau melantik dua kali di cabang yang sama," kata ketua IPNU Jawa Tengah, Amir Mustofa Zuhdi dalam sambutannya.

IPNU Jateng: Periode Kepengurusan di IPNU Perlu Diseragamkan (Sumber Gambar : Nu Online)
IPNU Jateng: Periode Kepengurusan di IPNU Perlu Diseragamkan (Sumber Gambar : Nu Online)

IPNU Jateng: Periode Kepengurusan di IPNU Perlu Diseragamkan

Selain itu, problem revitalisasi organisasi juga banyak disuarakan oleh peserta Rapim di antaranya, penggunaan database online, mengaktifkan kembali website, pembuatan materi kaderisasi, digitalisasi materi-materi kaderisasi melalui slide dan film serta memaksimalkan distribusi PD/PRT, dan PO/PA IPNU.

PKB Kab Tegal

"Kita yang ada di daerah banyak yang belum mendapat hasil-hasil Kongres dan Rakernas. Kita minta, pimpinan pusat merespon ini dengan cepat, mengingat banyak dibutuhkan kader. Minimal publikasikan di internet, agar kita bisa mengunduh," kata Aan, Ketua PC IPNU Klaten.

PKB Kab Tegal

Adapun kaitannya dengan kaderisasi, peserta Rapim meminta pasca Lakut (Latihan Kader Utama) ada kaderisasi formal, atau minimal non-formal yang wajib diselenggarakan oleh Pimpinan Pusat.

Dalam rapim tersebut, PW IPNU Jawa Tengah juga berkonsentrasi menyiapkan bagaimana menjadi tuan rumah yang baik.

"Ini hajat kita bersama selaku kader IPNU, khususnya kader Jawa Tengah. Kita harapkan, semuanya turut serta menjadi tuan rumah yang baik, yaitu melayani," ungkap Nahdlatul Ulum, Sekretaris PW IPNU Jawa Tengah. (Dhuha Aniqul Wafa/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKB Kab Tegal Ubudiyah, Nusantara PKB Kab Tegal

Antisipasi Gerakan Radikal, IAIN Jember Larang Mahasiswi Bercadar

Jember, PKB Kab Tegal - Semakin massifnya gerakan radikalisme menyusup di kampus-kampus, mendorong IAIN Jember untuk melakukan antisipasi dini. Pihak kampus melarang mahasiswi bercadar. Larangan tersebut tertuang dalam surat edaran yang ditandatangani Rektor IAIN Jember Babun Suharto beberapa hari lalu.

Surat edaran ini terkait dengan pencegahan paham anti-NKRI dan Pancasila di lingkungan kampus IAIN Jember. Salah satu itemnya adalah pengaturan tatacara berbusana, yang di antaranya menyangkut larangan mahasiswi mengenakan cadar saat mengkuti perkuliahan.

Antisipasi Gerakan Radikal, IAIN Jember Larang Mahasiswi Bercadar (Sumber Gambar : Nu Online)
Antisipasi Gerakan Radikal, IAIN Jember Larang Mahasiswi Bercadar (Sumber Gambar : Nu Online)

Antisipasi Gerakan Radikal, IAIN Jember Larang Mahasiswi Bercadar

Menurut Wakil Rektor IAIN Jember Nur Solikin, larangan penggunaan cadar perlu diberlakukan untuk menghalau tumbuhnya paham radikal di kampus tersebut. Paham ini dinilai sangat berbahaya karena tidak mengakui NKRI dan Pancasila sebagai ideologi negara.

PKB Kab Tegal

"Memang belum tentu mahasiswi yang menggunakan cadar secara otomatis mengikuti aliran radikal. Karena itu, kami akan melakukan pendekatan lebih dulu, sebelum menjatuhkan sanksi dikeluarkan dari kampus," katanya kepada PKB Kab Tegal di Jember, Senin (10/4).

PKB Kab Tegal

Ia menegaskan, larangan tersebut tidak akan membelenggu kebebasan berekspresi dan berpikir. Sebab, sejak awal IAIN Jember memang berkomitmen untuk memberikan ruang yang luas bagi kebebasan berpikir mahasiswa selama itu terkait dengan ide-ide dan kritisisme. Namun jika sudah mengarah kepada isu-isu penolakan NKRI dan Pancasila, maka IAIN Jember menutup rapat-rapat.

"Silakan berekspresi, mengembangkan pemikiran-pemikirannya, tapi tetap harus ada rambu-rambu, yaitu jangan sampai melawan negara. Ajaran Islam menyebutkan wa ulil amri minkum, patuh kepada pemerintah negeri ini, termasuk negara," jelasnya.

Selain itu, tambah Nur Solikin, IAIN Jember sudah memantapkan diri sebagai kampus pengembangan Islam Nusantara sehingga harus ada turunan kebijakan peraturan, termasuk kurikulum yang diterapkan. Salah satunya adalah kurikulum pemikiran pendidikan Islam Nusantara.

"Kami membuat kode etik berpakaian yang sesuai dengan Islam Nusantara. Karena itu, yang tidak sesuai (dengan budaya Islam Nusantara) dilarang," urainya.

Menurutnya, larangan itu juga berlaku bagi dekan dan civitas kampus. (Aryudi A Razaq/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKB Kab Tegal IMNU, Kiai, Khutbah PKB Kab Tegal

GNB Serukan Mahkamah Pidana Internasional Adili Israel

Teheran, PKB Kab Tegal. Pertemuan darurat tingkat menteri Gerakan Non-Blok (GNB) Senin menyerukan kepada Mahkamah Pidana Internasional (ICC) untuk membawa para pejabat Israel ke pengadilan atas dakwaan kejahatan perang di Gaza.

GNB Serukan Mahkamah Pidana Internasional Adili Israel (Sumber Gambar : Nu Online)
GNB Serukan Mahkamah Pidana Internasional Adili Israel (Sumber Gambar : Nu Online)

GNB Serukan Mahkamah Pidana Internasional Adili Israel

Dalam pernyataan akhir pertemuan Komite GNB mengenai Palestina, para Menlu mengungkapkan kemarahan pada pertumpahan darah di Gaza dan mendesak Dewan Keamanan PBB untuk menghentikan kejahatan Israel terhadap kemanusiaan.

Mereka meminta masyarakat internasional, PBB dan organisasi-organisasi internasional lainnya serta LSM, untuk membantu memberikan korban agresi Israel di Jalur Gaza dengan bantuan kemanusiaan secara mendesak, menurut pernyataan yang disiarkan oleh media Iran. 

PKB Kab Tegal

Pernyataan itu mengakui peran penting Badan Bantuan dan Pekerjaan PBB untuk Pengungsi Palestina di Timur Dekat (UNRWA) di Gaza, termasuk dalam menangani kebutuhan darurat selama periode krisis.

PKB Kab Tegal

Para menteri mendesak masyarakat internasional untuk memberikan dukungan yang diperlukan kepada Badan itu serta badan-badan PBB lainnya dalam memberikan bantuan kemanusiaan kepada rakyat Palestina saat ini, termasuk lebih dari 180.000 pengungsi Palestina pada periode terakhir.

Selain itu, pertemuan menyerukan kepada DK PBB "untuk menegakkan tugas Piagam dan hidup sesuai dengan harapan masyarakat internasional untuk bertindak segera dalam mengatasi situasi krisis ini, dalam Pendudukan Palestina, yang jelas merupakan ancaman terhadap perdamaian dan keamanan regional dan internasional. 

"DK PBB juga telah diimbau untuk mengadopsi langkah-langkah" untuk memaksa Israel, kekuatan pendudukan, untuk menghentikan agresi militernya terhadap rakyat Palestina dan untuk memenuhi segera dengan semua kewajibannya berdasarkan hukum internasional, khususnya Konvensi Jenewa ke-4 dan resolusi PBB yang relevan. 

"Pertemuan tingkat menteri sangat mengutuk "penggunaan mematikan, tidak pandang bulu, kekuatan yang berlebihan oleh Israel, dan kekuasaan yang mendukungnya, terhadap warga sipil Palestina dan infrastruktur sipil penting, termasuk air bersih dan sanitasi jaringan, pembangkit listrik dan berbagai rumah sakit serta pusat kesehatan, dan juga terhadap personil kemanusiaan, darurat dan wartawan. 

"Selain itu, para menteri luar negeri GNB mengutuk "kekerasan dan penganiayaan fisik dan psikologis, termasuk penyiksaan, para tahanan Palestina dan tahanan, termasuk anak-anak, perempuan dan pejabat terpilih, di antaranya anggota Dewan Legislatif Palestina, termasuk lebih dari 800 orang yang ditahan sejak 13 Juni 2014 diminta segera dibebaskan tanpa syarat."

Sementara itu, para Menlu menyambut baik keputusan Dewan Hak Asasi Manusia "untuk memulai penyelidikan internasional, independen, resmi ke dalam semua pelanggaran hukum kemanusiaan internasional dan hukum hak asasi manusia internasional yang dihasilkan dari agresi militer Israel baru-baru terhadap Jalur Gaza yang dikepung." 

Pernyataan itu "menekankan perlunya untuk terus memenuhi dan konsultasi di dalam Komite GNB Palestina, serta Koordinator Biro yang lebih besar dari Gerakan, dengan pandangan, antara lain, untuk menyusun rencana aksi bagi GNB dalam rangka menindaklanjuti semua isu-isu kritis di PBB dan di semua forum politik, hukum dan peradilan lain yang sesuai.

"Akhirnya, para menteri luar negeri GNB menegaskan kembali "dukungan tak tergoyahkan mereka terhadap Palestina dan solidaritas dengan rakyat Palestina."

Mereka juga menegaskan kembali "dukungan prinsip dan sejak lama terhadap hak-hak rakyat Palestina untuk menentukan nasib sendiri dan pencapaian aspirasi nasional yang sah mereka, termasuk kebebasan, kemerdekaan, keadilan, perdamaian dan bermartabat di tanah air mereka sendiri," demikian OANA. (antara/mukafi niam)

Foto:ndtv

Dari Nu Online: nu.or.id

PKB Kab Tegal Kajian Islam, Ahlussunnah, Meme Islam PKB Kab Tegal

Akihiro Shugo: Bisnis Kuliner Halal di Jepang Terus Meningkat

Tokyo, PKB Kab Tegal

Tantangan puasa 17 jam di tengah teriknya musim panas tahun ini tidak menyurutkan semangat umat Muslim Indonesia di Jepang untuk terus mengenalkan Islam pada masyarakat sekitar. Bertempat di Balai Indonesia, Sabtu (18/6) Keluarga Masyarakat Muslim Indonesia (KMII) kembali menyelenggarakan acara Pertukaran Kebudayaan Islam dengan mengangkat tema Halal untuk Semua.





Akihiro Shugo: Bisnis Kuliner Halal di Jepang Terus Meningkat (Sumber Gambar : Nu Online)
Akihiro Shugo: Bisnis Kuliner Halal di Jepang Terus Meningkat (Sumber Gambar : Nu Online)

Akihiro Shugo: Bisnis Kuliner Halal di Jepang Terus Meningkat

Industri halal yang semakin semarak di Negeri Sakura ini kian menarik perhatian masyarakat Jepang baik para penggiat bisnis kuliner maupun pariwisata.? Acara kali ini bertujuan untuk menjelaskan pengertian halal secara universal dan meluruskan beberapa pandangan masyarakat Jepang mengenai halal, bahwa halal bukan makanan yang hanya dapat dikonsumsi oleh Muslim tetapi juga makanan yang baik (thayyib) untuk dikonsumsi masyarakat umum tanpa memandang perbedaan agama dan budaya.

Pemilik Restoran Halal Ramen Ouka, Wachi Masyrik menceritakan awal mula mereka terjun ke dunia halal. “Sekitar 10 tahun lalu, teman saya (seorang Muslim) datang berkunjung ke Jepang, namun ia tidak bisa menikmati makanan tradisional Jepang. Dari situ saya tersadar, saya pun mulai mempelajari Islam enam tahun ke belakang ini dan kemudian berhasil membuka restoran halal,” ujar Wachi.

Mengenai kondisi industri halal sekarang ini, CEO Halal Media Japan, Akihiro Shugo mengungkapkan, setiap bulan sekitar 20 restoran dan toko mendaftarkan diri di situs Halal Media Japan.

PKB Kab Tegal

Restoran halal diprediksi akan semakin berkembang di seluruh Jepang. Beberapa pemilik restoran sempat mengutarakan kekhawatiran mereka ketika mereka memutuskan untuk tidak menjual sake (minuman berlakohol) dan daging babi.

“Banyak yang takut omset penjualannya berkurang, namun pada kenyataannya tidak begitu berubah,” ujar Akihiro Shugo.

PKB Kab Tegal

Lembaga pemberi sertifikat halal di Jepang juga sudah mulai bermunculan, namun masih terdapat perbedaan standar dalam penetapan halal di antara lembaga-lembaga tersebut. "Masih terus diperlukan diskusi antarlembaga halal, untuk menyamakan kriteria," ujar Said Akhtar, CEO lembaga sertifikasi halal di Jepang, Nippon Asia Halal Association (NAHA).

“Makanan halal merupakan makanan yang baik untuk semua kalangan, dari segi gizi, kebersihan dan khasiat untuk kesehatan. Saya harap banyak orang Jepang yang semakin mengerti tentang halal dan sama-sama memajukan industri halal di Jepang,” ujar pakar halal dan ketua Asosiasi Muslim Jepang yang juga pernah menjabat sebagai peneliti di Pusat Penelitian Syariah di Universitas Takushoku menutup diskusi panel.

Acara pertukaran budaya kali ini juga dimeriahkan oleh Muslim Fashion Corner, di mana masyarakat Jepang dapat mencoba mengenakan hijab, gamis, kopiah dan pakaian khas berbagai negara Muslim.

“Ternyata (mengenakan) hijab tidak panas, saya malah merasa tenang dana terjaga dengan mengenakan hijab,” ujar seorang perempuan Jepang yang mencoba mengenakan hijab untuk pertama kalinya.

Selain itu peserta juga dihibur dengan tarian tradisional yang dibawakan oleh para siswi Sekolah Republik Indonesia Tokyo. Acara kemudian dilanjutkan dengan buka puasa bersama yang disponsori oleh perusahaan makanan dari berbagai komunitas Muslim, seperti komunitas Muslim Indonesia, Turki, Syiria, dan Pakistan yang menetap di Jepang. (Tsamara Tsani/Zunus)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKB Kab Tegal Cerita PKB Kab Tegal