Senin, 31 Juli 2017

IPNU-IPPNU Jombang Solidkan Pengurus Baru

Jombang, PKB Kab Tegal

Setelah tim formatur membentuk struktur kepengurusan Pimpinan Cabang (PC) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPNU-IPPNU) Kabupaten Jombang, Jawa Timur masa khidmat 2016-2018, mereka berupaya membangun kesolidan antar-pengurus sebelum melangsungkan pelantikan. Kesolidan terlihat pada saat menggelar beberapa kali rapat persiapan pelantikan, para pengurus tersebut hadir memenuhi undangan.

Qurratul Aini, Ketua Mandataris PC IPPNU Jombang mengatakan, kesolidan sesama pengurus baru dengan berinteraksi dan menjalin komunikasi yang baik sangat penting. Hal ini juga akan membantu mempermudah dalam merumuskan program-program kerja usai dilantik. ?

IPNU-IPPNU Jombang Solidkan Pengurus Baru (Sumber Gambar : Nu Online)
IPNU-IPPNU Jombang Solidkan Pengurus Baru (Sumber Gambar : Nu Online)

IPNU-IPPNU Jombang Solidkan Pengurus Baru

“Solid dan tidaknya salah satunya bisa dilihat saat ada melakukan kegiatan. Namun alhamdulillah sampai saat ini mereka sangat kompak,” katanya kepada PKB Kab Tegal saat dihubungi, Kamis (14/1).

Disinggung tentang kemenangan dalam pencalonannya sebagai Ketua PC IPPNU Jombang pada akhir Bulan Desember lalu, Aini mengungkapkan sampai saat ini tidak ada imbas politik yang biasanya membuat sebagian pengurus enggan menyukseskan momen pelantikan. “Kalau soal imbas politik tidak ada,” ujarnya.

Dengan demikian, ia memastikan bahwa semua anggota dan pengurus PC IPNU-IPPNU Jombang sudah siap mengikuti prosesi pelantikan. Selain karena kesolidan yang sudah terbangun, ia juga menyampaikan supaya bisa merumuskan sejumlah agenda, upaya dan strategi-strategi untuk membesarkan IPNU-IPPNU dua tahun ke depan dengan cepat dan tepat. “Yang pasti teman-teman IPNU-IPPNU untuk saat ini sudah siap dilantik, tinggal menunggu waktu,” paparnya.

PKB Kab Tegal

Sesuai hasil rapat terakhir di aula PCNU Jombang, pelantikan akan digelar pada pertengahan Februari 2016 di aula PCNU setempat. Pihaknya juga mengemasnya dengan sarasehan kemudian akan dilangsungkan dengan rapat kerja pada hari yang sama setelah pelantikan. “Sudah ditentukan pelaksanaan dan tempatnya, Insyaallah di aula kantor PCNU pada pertengahan bulan depan,” jelasnya.

Sementara itu, Aini berharap kepada segenap pengurus IPPNU supaya terus menjaga kesolidan dan menjalin kerjasama dengan baik, hal-hal yang masih dianggap kurang maksimal terkait teknis pelaksanaan pelantikan hendaknya bisa ditangani secara bersama-sama. “Harapan saya tidak muluk-muluk, asalkan para pengurus bisa saling kerjasama dengan baik. dan yang terpenting saling percaya,” harapnya. (Syamsul Arifin/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKB Kab Tegal

PKB Kab Tegal Aswaja, RMI NU, News PKB Kab Tegal

Minggu, 30 Juli 2017

Prediksi Lajnah Falakiyah PBNU: 1 Syawal = 19 Agustus

Jakarta, PKB Kab Tegal. Lajnah Falakiyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) memprediksi hilal awal Syawal 1433 H akan bisa diamati (dirukyat) pada 29 Sya’ban 1433 H atau bertepatan dengan 18 Agustus 2012 M petang pada saat dilakukan rukyatul hilal di berbagai titik strategis di Indonesia.

Prediksi Lajnah Falakiyah PBNU: 1 Syawal = 19 Agustus (Sumber Gambar : Nu Online)
Prediksi Lajnah Falakiyah PBNU: 1 Syawal = 19 Agustus (Sumber Gambar : Nu Online)

Prediksi Lajnah Falakiyah PBNU: 1 Syawal = 19 Agustus

Menurut Ketua Lajnah Falakiyah PBNU KH A. Ghazali Masroeri, pada Jum’at 17 Agustus 2012 sekitar pukul 22:55:37 terjadi ijtima awal bulan atau konjungsi. Sementara ketinggian hilal pada Jum’at hampir 5 derajat di bawah ufuk. Namun pada keesokan harinya, Sabtu, hilal sudah berada pada ketinggian 6 derajat 44 menit 9 detik atau hampir tujuh derajat di atas ufuk.

“Ini sekedar prediksi, bukan memastikan. Jadi menurut kriiteria 238, hilal sudah bisa dilihat,” kata Kiai Ghazalie saat memberikan pengajian di radio.nu.or.id dari ruang redaksi PKB Kab Tegal, Jakarta, Jum’at (10/8) sore.

PKB Kab Tegal

Kriteria 238, dimaksudkan bahwa pada saat diadakan rukyat, hilal sudah dalam ketinggian di atas 2 derajat di atas ufuk, sementara jarak antara bulan dan matahari mencapai 3 derajat, dan umur bulan sudah 8 jam.

PKB Kab Tegal

Dengan demikian diprediksi awal Syawal 1433 H atau hari raya Idul Fitri akan jatuh pada Ahad, 19 Agustus 2012 M.

“Tapi ini hanya prediksi. Kita tidak boleh sombong. Bisa saja terjadi mendung atau hujan. Maka kita himbau sebelum berangkat rukyat, tim pelaksana rukyat agar melakukan shalat hajat. Kita tidak boleh mengatakan pasti. Nahnu nurid wallahu yafalu ma yurid (Kita punya keinginan namun Allah lah Yang Maha Berkehendak: red). Kita tunggu hasil rukyatul hilal,” kata Kiai Ghazalie. 

Penulis: A. Khoirul Anam

Dari Nu Online: nu.or.id

PKB Kab Tegal Ubudiyah, Olahraga PKB Kab Tegal

Doa Khusus dari Rasulullah untuk Shalat Hajat

Dalam berbagai literatur fiqih dan buku-buku tuntunan shalat banyak ditemukan amalan dan do’a-do’a keseharian. Dari yang bersifat umum hingga do’a istimewa. Diantara do’a yang banyak ragamnya adalah do’a yang disediakan untuk shalat hajat. Akan tetapi kebanyakan penyebutan do’a-do’a itu tidak menyertakan sumber asalnya. Baik yang berasal dari ulama shalihin maupun langsung dari hadits Rasulullah saw.

Oleh karena itu sungguh ada manfaatnya apabila dalam tulisan ini diceritakan sebuah kisah tentang seorang yang tidak sempurna penglihatannya datang kepada Rasulullah saw untuk meminta do’a kesembuhan. Akan tetapi Rasulullah saw malah memerintahkannya untuk mendirikan shalat hajat lalu berdo’a yaitu:

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ?

Doa Khusus dari Rasulullah untuk Shalat Hajat (Sumber Gambar : Nu Online)
Doa Khusus dari Rasulullah untuk Shalat Hajat (Sumber Gambar : Nu Online)

Doa Khusus dari Rasulullah untuk Shalat Hajat

Allahumma ini as’aluka wa atawajjahu ilaika bi muhammadin nabiyyir rahmah, ya Muhammadu inni qad tawajjahtu bika ila Rabbi fi hajati hazdihi litaqdhi. Allahumma fa syaffi’hu fiyya.

Artinya:

Ya allah Sesungguhnya aku bermohon kepada Engkau, dan aku menghadap kepada engkau dengan Muhammad Nabiyyir Rahmah, Wahai Muhammad sesungguhnya aku menghadap Tuhanku bersamamu dalam memohonkan hajatku ini agar dikabulkan. Ya Allah perkenankanlah dia (Muhammad saw) memberikan syafaatnya kepadaku. 

PKB Kab Tegal

Adapun keterangan lengkapnya sebagaimana ditahrijkan oleh At-Tiridzi dan Ibnu Majah hadits riwayat Utsman bin Hunaif.

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? : ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ?

PKB Kab Tegal

Bahwasannya ada seorang laki-laki yang penglihatannya rusak datang kepada Rasulullah saw sambil berkata “do’akanlah kepada Allah untukku, agar disembuhkan-Nya aku ini”. Rasulullah saw balik menjawab “kalau kamu mau, aku dapat menundanya untukmu dan itu lebih baik, atau kalau kamu mau aku akan mendo’akan” maka orang itupun memohon “doakanlah untukku!” . Kemudian Rasulullah saw menyuruhnya berwudhu, maka wudhulah orang tersebut dengan baik dan shalat dua raka’at dan berdo’a dengan do’a ini “Allahumma ini as’aluka wa atawajjahu ilaika bi muhammadin nabiyyir rahmah, ya Muhammadu inni qad tawajjahtu bika ila Rabbi fi hajati hazdihi litaqdhi. Allahumma fa syaffi’hu fiyya”.. Demikianlah Rasulullah saw menganjurkan dan membolehkan seseorang bertawassul menggunakan nama beliau sebagai seorang Nabi dan Rasul, meskipun dalam shalat hajat. (ulil H)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKB Kab Tegal AlaNu, Aswaja, Kyai PKB Kab Tegal

Syarat Utama BEM STAIMA Wajib Mengusai Kitab Kuning

Banjar, PKB Kab Tegal. Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Sekolah Tinggi Agama Islam Miftahul Huda Al Azhar (STAIMA) Kota Banjar, Ari Anggraini memastikan mahasiswa yang berada di jajaran kepengurusannya telah memahami dan mempunyai bekal agama Islam, khususnya paham Ahlus sunnah wal jamaah.

Disela-sela persiapan pelantikan BEM STAIMA masa khidmat 2016-2017, Ari mengungkapkan proses pemilihan ketua BEM di kampusnya tidak hanya mengandalkan massa, namun ada seleksi khusus dari pimpinan kampus, salah satunya melalui tes kitab kuning.

Syarat Utama BEM STAIMA Wajib Mengusai Kitab Kuning (Sumber Gambar : Nu Online)
Syarat Utama BEM STAIMA Wajib Mengusai Kitab Kuning (Sumber Gambar : Nu Online)

Syarat Utama BEM STAIMA Wajib Mengusai Kitab Kuning

"Ini sudah tradisi di kampus STAIMA Kota Banjar sejak dulu. Pada saat penentuan calon ketua, semua dites membaca kitab kuning serta? menjelaskan isinya. Tidak hanya satu bidang keilmuan, tapi kitab yang menyangkut nahwu shorof, fiqih, tasawuf dan bidang lainnya," ungkapnya kepada PKB Kab Tegal, Rabu (27/4).

Dibalik panjangnya proses mendapatkan kursi ketua BEM STAIMA, lanjut Ari, ada hikmah yang dipetik oleh dirinya dan calon lain untuk berpacu mempertahankan tradisi pesantren.

"Jadi kami akan lebih serius mendorong mahasiswa lain, terutama jajaran kepengurusan untuk membudayakan dan mengembangkan kitab kuning? melalui program kerja yang akan kami buat," imbuhnya.

Ditempat berbeda, ketua Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM) STAIMA, Rozak Robbani, juga mengatakan hal yang sama. Menurutnya, ada nilai positif yang ditanamkan oleh pihak kampus dalam mempertahankan nilai-nilai Aswaja.

PKB Kab Tegal

"Semua mahasiswa di perguruan tinggi Islam, khususnya yang di bawah naungan Nahdlatul Ulama dapat menjaga tradisi kajian kitab kuning.? Jangan sampai sebaliknya," pungkasnya. (Muhafid/Zunus). Dari Nu Online: nu.or.id

PKB Kab Tegal

PKB Kab Tegal Tokoh, Syariah, Budaya PKB Kab Tegal

Sabtu, 29 Juli 2017

Pergunu Kritisi Pemerintah yang Menganakemaskan PGRI, Mengapa?

Jakarta, PKB Kab Tegal. Dalam keterangan tertulis yang dikirimkan ke PKB Kab Tegal, Pengurus Pusat Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (PP Pergunu) menerangkan, berdasarkan Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 Pasal 41 ayat (1) dan (2) dinyatakan bahwa guru membentuk organisasi profesi yang bersifat independen. ?

Pengertian independen antara lain:

Pergunu Kritisi Pemerintah yang Menganakemaskan PGRI, Mengapa? (Sumber Gambar : Nu Online)
Pergunu Kritisi Pemerintah yang Menganakemaskan PGRI, Mengapa? (Sumber Gambar : Nu Online)

Pergunu Kritisi Pemerintah yang Menganakemaskan PGRI, Mengapa?

1. Organisasi profesi tidak berafiliasi atau merupakan kelengkapan aparatur pemerintah,?

2. Keberadaan masing-masing organisasi profesi guru, seperti Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI), Ikatan Guru Indonesia (IGI), Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI), Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (Pergunu), Federasi Guru Independen Indonesia (FGII), dan Persatuan Guru Seluruh Indonesia (PGSI) adalah setara. Dengan demikian, pemerintah harus memperlakukan semua organisasi profesi guru harus adil dan tidak memihak (equal treatment).

3. Pemerintah tidak diperbolehkan memberikan fasilitas secara sepihak kepada organisasi profesi guru tertentu, misalnya: melakukan pemotongan gaji para guru untuk kepentingan organisasi profesi guru tertentu, memberikan kemudahan kepada pihak tertentu, sementara lainnya tidak, dan sebagainya.

PKB Kab Tegal

Ketika perayaan Hari Guru Nasional (HGN) 2016 ini, ternyata pemerintah (Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan) memberikan keistimewaan pada PGRI dengan menuliskan Hari Ulang Tahun PGRI pada logo HGN 2016, maka sudah barang tentu hal ini bertentangan dengan Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen sebagaimana tersebut di atas.

Jika dalam penulisan “HUT PGRI ke 71” pada logo HGN 2016 tersebut, pemerintah mendasarkan pada Keputusan Presiden Nomor 78 Tahun 1994 tentang penetapan Hari Guru Nasional (HGN), maka hal ini adalah tidak benar, karena:

1. Dalam tata hukum di Indonesia, kedudukan Undang-Undang sudah barang tentu adalah lebih tinggi daripada Keputusan Presiden.

2. Disamping itu, dalam Keputusan Presiden Nomor 78 Tahun 1994 tersebut, ternyata dari 3 amar atau poin keputusannya tidak satupun menyebutkan “HUT PGRI”, kecuali pada aspek pertimbangan/konsideran saja.

PKB Kab Tegal

3. Pemerintah tidak boleh merayakan HUT sebuah organisasi profesi tertentu, yaitu PGRI (yang berdasarkan Undang-Undang seharusnya independen) dengan menggunakan fasilitas negara, baik sumber-daya uang maupun lainnya yang memberati keuangan negara. ? Dengan kata lain, biarkan PGRI merayakan sendiri hari ulang tahunnya, seperti halnya organisasi profesi guru lainnya, bukan dengan membebani sumber-daya negara.?

Berdasarkan hal tersebut, kami Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (Pergunu), Ikatan Guru Indonesia (IGI), Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI), Federasi Guru Independen Indonesia (FGII), dan Persatuan Guru Seluruh Indonesia (PGSI) meminta kepada pemerintah (cq. Ketua Panitia Hari Guru Nasional 2016 Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia) untuk segera mencabut kalimat atau frase “HUT PGRI ke 71” pada logo HGN 2016.?

Demikian pula halnya dengan berbagai atribut, dokumen, rekaman suara, dan lainnya dalam event HGN 2016 yang mengindikasikan tentang HUT PGRI ke 71.

Dalam kesempatan ini, Pergunu yang kembali dinahkodai oleh Dr KH Asep Saifuddin Chalim mengusulkan perlunya dilakukan peninjauan kembali terhadap Keputusan Presiden Nomor 78 Tahun 1994 tentang Hari Guru Nasional agar tidak terjadi salah tafsir bagi sebagian pihak.?

(Red: Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKB Kab Tegal Meme Islam, Kajian Sunnah PKB Kab Tegal

Gerakan 5 Jari untuk Pelajar Lebih Baik

Rembang, PKB Kab Tegal. Ratusan pelajar NU di Desa Kumbo Kecamatan Sedan Kabupaten Rembang, Jawa Tengah mengadakan karnaval peringatan HUT RI ke-71.

Namun berbeda halnya dengan karnaval di tempat lain, para kader muda NU ini membentangkan banner dan poster ajakan untuk melakukan gerakan 5 jari agar santri dan pelajar Indonesia lebih baik.

Gerakan 5 Jari untuk Pelajar Lebih Baik (Sumber Gambar : Nu Online)
Gerakan 5 Jari untuk Pelajar Lebih Baik (Sumber Gambar : Nu Online)

Gerakan 5 Jari untuk Pelajar Lebih Baik

Wakil Ketua PC IPNU Kabupaten Rembang Aan Ainun Najib mengatakan, upaya ini dilandasi atas keresahan para pelajar NU melihat kondisi dunia pendidikan di Indonesia saat ini.

"Baru saja kita dihebohkan dengan pengeroyokan guru yang dilakukan orang tua dan siswa. Ini menjadi keprihatinan bagi kami pelajar NU yang peduli terhadap masa depan dunia pendidikan di Indonesia," terangnya saat mengikuti karnaval, Senin (22/8) pagi.

Gerakan 5 jari santri dan pelajar Indonesia ini berisikan lima point ajakan agar santri dan pelajar Indonesia dapat santun dalam bertindak. Kelima point yang disampaikan adalah, ajakan menolak radikalisme, menolak kekerasan pada guru, menolak narkotika, menolak aliran sesat, dan terakhir ajakan menjaga ekosistem alam.

PKB Kab Tegal

"Menurut kami, kelima point penting yang kami sampaikan ini akan mewakili betapa santun dan berbudinya para pelajar Indonesia apabila mau melakukannya," tegasnya.

Pihaknya juga berupaya menghimpun kekuatan dalam sosialisasi gerakan 5 jari santri dan pelajar Indonesia lebih baik dalam media sosial. Dengan hashtag #gerakan5jari yang nantinya bakal diisi oleh para pengguna media sosial yang peduli terhadap dunia pendidikan di Indonesia dengan berfoto sambil menunjukkan telapak tangan dengan diberi keterangan kata-kata santun dan motivasi bagi pelajar Indonesia.

"Saya harap dengan langkah kecil ini akan lebih memotivasi para generasi muda khususnya santri dan pelajar untuk santun dalam belajar, hormat kepada guru, selalu menjaga ekosistem alam, dan tentunya menerapkan rasa cinta terhadap tanah air," tutup Aan. (AA Najib/Zunus)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKB Kab Tegal

PKB Kab Tegal Kiai, News PKB Kab Tegal

Jumat, 28 Juli 2017

Subhanallah, Inilah Kisah Rasulullah Melihat Keindahan Malam Lailatul Qadar

Umat Islam meyakini bahwa malam Lailatul Qadar adalah malam yang lebih mulia dari seribu bulan. Malam ganjil yang diyakini datang di sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan ini merupakan waktu yang diharapkan oleh seluruh umat Islam. Karena apabila kita melakukan amal kebaikan pada malam itu, seolah-olah kita telah melakukan ibadah yang nilainya setara dengan 1.000 bulan atau 83 tahun.

Keinginan untuk mendapatkan hikmah dan berkah Lailatul Qadar ini bukanlah sesuatu yang tidak beralasan. Rasulullah Saw sendiri menyeru kepada umatnya untuk menyongsong malam seribu bulan ini.

Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan Imam Bukhari, Rasulullah SAW bersabda, “Carilah di sepuluh hari terakhir, jika tidak mampu maka jangan sampai terluput tujuh hari sisanya.” (HR Bukhari 4/221 dan Muslim 1165).

Malam yang istimewa itu masih merupakan tanda tanya, dan tidak diketahui secara pasti kapan datangnya. Namun, menjelang akhir Ramadhan, Rasulullah SAW biasanya lebih fokus beribadah, terutama sepuluh malam terakhir. Hal ini sebagaimana yang disebutkan ‘Aisyah:

Subhanallah, Inilah Kisah Rasulullah Melihat Keindahan Malam Lailatul Qadar (Sumber Gambar : Nu Online)
Subhanallah, Inilah Kisah Rasulullah Melihat Keindahan Malam Lailatul Qadar (Sumber Gambar : Nu Online)

Subhanallah, Inilah Kisah Rasulullah Melihat Keindahan Malam Lailatul Qadar

“Nabi Muhammad SAW ketika memasuki sepuluh malam terakhir bulan Ramadhan memilih fokus beribadah, mengisi malamnya dengan dengan ibadah, dan membangunkan keluarganya untuk ikut beribadah,” (HR Al-Bukhari).

Dalam sebuah kisah diceritakan bahwa Rasulullah Saw sedang duduk i’tikaf semalam suntuk pada hari-hari terakhir bulan suci Ramadhan. Para sahabat pun tidak sedikit yang mengikuti apa yang dilakukan Rasulullah.

PKB Kab Tegal

Ketika Rasulullah berdiri shalat, para sahabat juga menuanaikan shalat. Ketika beliau menegadahkan tangannya untuk berdoa, para sahabat pun serempak mengamininya.

Saat itu langit mendung tidak berbintang. Angin pun meniup tubuh-tubuh yang memenuhi masjid. Dalam riwayat tersebut malam itu adalah malam ke-27 dari bulan Ramadhan.

Disaat Rasulullah Saw dan para sahabat sujud, tiba-tiba hujan turun cukup deras. Masjid yang tidak beratap itu menjadi tergenang air hujan. Salah seorang sahabat ada yang ingin membatalkan shalatnya, ia bermaksud ingin berteduh dan lari dari shaf, namun niat itu digagalkan karena dia melihat Rasulullah Saw dan sahabat lainnya tetap sujud dengan khusuk tidak bergerak.

Air hujan pun semakin menggenangi masjid dan membasahi seluruh tubuh Rasulullah SAW dan para sahabatnya yang berada di dalam masjid tersebut, akan tetapi Rasulullah Saw dan para sahabat tetap sujud dan tidak beranjak sedikitpun dari tempatnya.

PKB Kab Tegal

Beliau basah kuyup dalam sujud. Namun sama sekali tidak bergerak. seolah-olah beliau sedang asyik masuk kedalam suatu alam yang melupakan segala-galanya. Beliau sedang masuk kedalam suatu alam keindahan. Beliau sedang diliputi oleh cahaya Ilahi.

Beliau takut keindahan yang beliau saksikan ini akan hilang jika beliau bergerak dari sujudnya. Beliau takut cahaya itu akan hilang jika beliau mengangkat kapalanya. Beliau terpaku lama sekali di dalam sujudnya. Beberapa sahabat ada yang tidak kuat menggigil kedinginan. Ketika Rasulullah Saw mengangat kepala dan mengakhiri shalatnya, hujan pun berhenti seketika.

Anas bin Malik, sahabat Rasulullah Saw bangun dari tempat duduknya dan berlari ingin mengambil pakaian kering untuk Rasulullah SAW. Namun beliau pun mencegahnya dan berkata “Wahai anas bin Malik, janganlah engkau mengambilkan sesuatu untukku, biarkanlah kita sama-sama basah, nanti juga pakaian kita akan kering dengan sendirinya”.

Apa yang dilakukan Rasulullah Saw ini menunjukkan betapa banyak hikmah dan rahasia di balik malam seribu bulan. Semoga malam yang tersisa di bulan Ramadhan ini mampu kita manfaatkan untuk mendekatkan diri kepada Allah Swt.? (Zunus Muhammad)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKB Kab Tegal Tegal, Hadits PKB Kab Tegal