Sabtu, 03 Februari 2018

Lingkungan Global Perlu Dibaca Pesantren

Jakarta, PKB Kab Tegal. Perubahan lingkungan global yang berlangsung sangat cepat perlu dibaca dan diantisipasi oleh kalangan pesantren agar sadar akan keberadaan dirinya dan tidak bingung dalam menghadapi perubahan itu.

Hal tersebut dikemukakan oleh Katib Aam PBNU Prof Dr Nasaruddin Umar pada acara dialog dalam Rakernas Rabithah Maahid Islamiyah (RMI) di Asrama Haji Pondok Gede Jakarta, (18/5).

Lingkungan Global Perlu Dibaca Pesantren (Sumber Gambar : Nu Online)
Lingkungan Global Perlu Dibaca Pesantren (Sumber Gambar : Nu Online)

Lingkungan Global Perlu Dibaca Pesantren

Nasaruddin yang beberapa tahun lalu menyelesaikan doktornya di Amerika Serikat menjelaskan bahwa Islam merupakan agama yang paling cepat berkembang di AS. Buku-buku yang membahas tema keislaman dalam beberapa tahun terakhir ini menjadi best seller.

“Orang beramai-ramai bersyahadat untuk masuk Islam tidak hanya satu dua, mereka bahkan sampai perlu menyewa stadion. Sejak peristiwa 9/11, keingintahuan tentang Islam juga meningkat luar biasa sehingga buku-buku keislaman sangat laris,” tandasnya.

“Disana banyak dibutuhkan guru ngaji dengan gaji 3000 dolar Amerika per bulan dengan kerja dari hari Jum’at sampai Minggu. Tapi TOEFL-nya harus 550 karena ngajarnya kan pakai bahasa Inggris,” tuturnya menjelaskan peluang yang terbuka bagi para santri.

Rektor Institut Ilmu Qur’an ini menjelaskan negara-negara Eropa saat ini merasa ketakutan terhadap perkembangan Islam disana. Pertumbuhan penduduk yang cepat dikalangan umat Islam yang tinggal disana dalam jangka panjang bisa mengancam keberadaan orang lokal karena mereka enggan punya anak akibat tanggung jawab yang harus dipikulnya.

PKB Kab Tegal

Islam Indonesia Alternatif Masa Depan

PKB Kab Tegal

Nasaruddin yang juga Guru Besar UIN Jakarta ini menambahkan bahwa Islam di Indonesia saat ini tengah menjadi perhatian dari komunitas internasional. Islam Indonesia selama ini dianggap berbeda dengan Islam dari Timur Tengah yang selama ini selalu mengalami konflik.

“Tugas Islam di Timur Tengah sudah selesai dengan melahirkan Islam, kini tugas Islam di Asia Tenggara untuk mengembangkannya,” imbuhnya.

Sebagai negara dengan penduduk muslim terbesar didunia, otomatis NU sebagai ormas Islam terbesar juga akan mempengaruhi kondisi Islam di Indonesia. Karena itu, ia berharap agar kalangan pesantren tidak menganggap kecil keberadaan dirinya dan harus sadar bahwa dirinya diperlukan.

“Saat ini banyak diperlukan para imam masjid, bukan sekedar imam, tapi pemimpin komunitas, di Australia karena Islam dari Indonesia dianggap lebih toleran daripada para imam yang berasal dari Timur Tengah,” katanya memberi contoh. (mkf)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKB Kab Tegal Pemurnian Aqidah, Ahlussunnah PKB Kab Tegal

Pesan Ketum PBNU Saat Serahkan Bantuan untuk Korban Gempa Aceh

Pidie Jaya, PKB Kab Tegal. Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj mengatakan, warga Pidie Jaya yang terkena dampak bencana gempa bumi adalah warga yang beriman, tabah, dan sabar. Bencana gempa bumi yang melanda beberapa waktu lalu, adalah bukti Allah SWT sedang memilih hamba-Nya.

Kiai Said menyampaikan hal tersebut saat berkunjung ke lokasi pengungsi terdampak gempa Aceh, di Desa Mesjid Tuha, Kecamatan Meureudu, Pidie Jaya, Rabu (14/12) siang.

Pesan Ketum PBNU Saat Serahkan Bantuan untuk Korban Gempa Aceh (Sumber Gambar : Nu Online)
Pesan Ketum PBNU Saat Serahkan Bantuan untuk Korban Gempa Aceh (Sumber Gambar : Nu Online)

Pesan Ketum PBNU Saat Serahkan Bantuan untuk Korban Gempa Aceh

“Saya yakin, Allah sedang memilih hamba-Nya yang baik-baik, sholeh, yang beriman dan ikhlas di Pidie Jaya,” kata Kiai Said.

Ia juga mengatakan, bencana alam gempa bumi bisa terjadi di mana saja. Aljazair, Turki, Afganistan, adalah beberapa negara yang sering dilanda gempa bumi. Masyarakat di negara-negara tersebut mayoritas beragama Islam.

PKB Kab Tegal

“Dengan adanya gempa bumi, sesungguhnya Allah menunjukkan kebesaran dan kemutlakannya. Apapun dan siapa pun tidak bisa menghalanginya kalau Allah sudah menghendaki terjadinya sesuatu,” kata Kiai Said seraya menambahkan bahwa ranting yang gugur pun adalah atas kehendak Allah.?

Dikatakan pula bahwa warga di ? tempat lain belum tentu bisa setabah dan sesabar warga di Pidie. Ia pun berharap agar warga Pidie tetap optimis, tidak minder, dan tidak putus asa.

Seperti diberitakan sebelumnya, kedatangan Kiai Said adalah untuk memberikan bantuan secara simbolis berupa 1000 paket alat salat dan ? makanan. Selain itu juga bantuan kepada enam masjid dan lembaga pendidikan yang terdampak gempa Aceh senilai masing-masing Rp50.000.000.

PKB Kab Tegal

Kiai Said berkunjung ke Aceh bersama Wakil Rais Aam KH Miftachul Ahyar, Sekjen PBNU Ahamd Helmy Faishal Zaini dan sejumlah pengurus PBNU. Selama di Pidie Jaya, mereka didampingi pengurus NU di Aceh, diantaranya Ketua dan Rais PWNU Aceh serta Ketua PCNU Pidie Jaya, Tengku Marzuki M. Ali. (Kendi Setiawan/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKB Kab Tegal Santri, RMI NU, Nahdlatul Ulama PKB Kab Tegal

Pelatihan PRB LPBINU Tingkatkan Kapasitas Manajemen Bencana

Jepara, PKB Kab Tegal. Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim (LPBI) PCNU Jepara bekerja sama dengan PP LPBI NU menyelenggarakan Pelatihan Pengurangan Risiko Bencana (PRB) dan Participatory Disaster Risk Assesment (PDRA) bertempat di gedung LPWP Undip Jepara, Kamis-Ahad (15-18/9).?

Kegiatan yang diikuti 40 peserta, 10 dari Kudus dan selebihnya dari Jepara secara resmi dibuka Kamis (15/09/16). Dalam kesempatan pembukaan hadir Ketua PCNU Jepara KH Hayatun Abdullah Hadziq, Kusdiyanto Kasi Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Jepara dan Kabid I BPBD Jawa Tengah Heri Setiawan.?

Pelatihan PRB LPBINU Tingkatkan Kapasitas Manajemen Bencana (Sumber Gambar : Nu Online)
Pelatihan PRB LPBINU Tingkatkan Kapasitas Manajemen Bencana (Sumber Gambar : Nu Online)

Pelatihan PRB LPBINU Tingkatkan Kapasitas Manajemen Bencana

Selama pelatihan peserta menerima materi di antaranya Pandangan dan ajaran Islam tentang bencana, Kebijakan Pemerintah Daerah Kabupaten dalam penanggulangan Bencana, Konsep dasar manajemen risiko bencana, Kebijakan dan sistem PB, Daur bencana dan tahapan dalam penyelenggaraan PB. ?

Juga materi tentang Perubahan Iklim, Kajian risiko partisipatif dan pengorganisian komunitas, Kajian Analisis Bencana (Ancaman, Kerentanan, Kapasitas, dan Risiko Bencana) dan Tindakan PRB, Pendekatan Kajian/Analisis Pengurangan Risiko Bencana dengan Metode PDRA (Participatory Disaster Risk Assessment), Praktek Lapangan dan penyusunan data Kajian Risiko Bencana, Penyusunan rencana aksi.?

Asyhadi, Ketua panitia program menyatakan sebelumnya kegiatan serupa juga dilaksanakan di Sekda Jepara belum lama ini. Bedanya, kegiatan itu lebih spesifik pada Pengurangan Risiko Bencana (PRB).?

PKB Kab Tegal

Sehingga peserta yang diajak ialah institusi terkait dengan penanggulangan bencana. Di antaranya LPBI, Banom NU, tokoh masyarakat, LSM perempuan dan anak, LSM kebencanaan, Karang Taruna, pelaku usaha dan lembaga pendidikan.?

“Setelah menerima materi di hari ketiga Sabtu peserta akan praktik langsung di lapangan di desa Sowan Kidul di mana desa ini beberapa waktu yang lalu adalah salah satu lokasi terjadi banjir,” terangnya yang juga Sekretaris LPBI PCNU Jepara.?

Asyhadi menambahkan kegiatan bertujuan untuk meningkatkan kapasitas masyarakat dalam manajemen bencana. ? Di samping itu untuk meningkatkan pemahaman masyarakat tentang konsep dan pengertian dasar penanggulangan bencana (PB) dan pengurangan risiko bencana (PRB).

“Tujuan kegiatan yang lain untuk meningkatkan kemampuan masyarakat ? dalam menyusun kajian risiko bencana dengan teknik PDRA (Participatory Disaster Risk Assessment). Meningkatkan kemampuan masyarakat dalam menyusun rencana aksi pengurangan risiko bencana berbasis masyarakat,” lanjutnya.?

PKB Kab Tegal

Adapun harapannya kata dia agar peserta memiliki pemahaman tentang konsep dan pengertian dasar penanggulangan bencana dan pengurangan risiko bencana, mampu menjelaskan upaya Pengurangan Risiko Bencana secara komprehensif.

“Mampu menyusun kajian risiko bencana dengan teknik PDRA (Participatory Disaster Risk Assessment). Memiliki kemampuan dasar dalam menyusun rencana aksi pengurangan risiko bencana berbasis masyarakat,” pungkasnya. (Syaiful Mustaqim/Fathoni)?

Dari Nu Online: nu.or.id

PKB Kab Tegal Kajian, Quote, Syariah PKB Kab Tegal

Tarawih di Masjid Tua Korban Lapindo Ini Sepi Jamaah

Sidoarjo,  PKB Kab Tegal. Sejumlah warga Desa Kedung Cangkring Kecamatan Jabon Kabupaten Sidoarjo Jawa Timur menunaikan ibadah shalat tarawih di masjid Baitus Sholihin yang terletak tidak jauh dari semburan lumpur Lapindo.

Para jamaah yang menunaikan ibadah shalat tarawih pada bulan Ramadhan 1436 H di masjid tua yang terletak di sebelah selatan kawasan lumpur panas itu, sepi dan hanya segelintir orang. Itupun warga yang masih ingin menunaikan ibadah shalat tarawih sambil mengenang masa lalunya.

Tarawih di Masjid Tua Korban Lapindo Ini Sepi Jamaah (Sumber Gambar : Nu Online)
Tarawih di Masjid Tua Korban Lapindo Ini Sepi Jamaah (Sumber Gambar : Nu Online)

Tarawih di Masjid Tua Korban Lapindo Ini Sepi Jamaah

Sepinya para jamaah yang menunaikan ibadah shalat tarawih di masjid tersebut lantaran warga setempat sebagian besar banyak yang meninggalkan desanya sejak terkena semburan lumpur Lapindo pada tahun 2008 silam.

PKB Kab Tegal

Meski demikian, warga yang menunaikan ibadah shalat tarawaih di masjid tersebut penuh antusias dan semangat. "Para jamaah yang hadir menunaikan ibadah shalat tarawih adalah warga asli Kedung Cangkring. Namun, sepinya jamaah masjid dikarenakan para warga sudah tidak tinggal desa mereka lagi. Mereka sudah pindah di luar Sidoarjo," kata pengurus tamir Masjid Baitus Sholihin, Ustadz Mudzakir.

Dari pantauan PKB Kab Tegal, Kamis (25/6) malam, jumlah jamaah shalat tarawih di masjid itu sekitar 10 hingga 15 orang. "Tidak mesti, terkadang bertambah, kadang pula berkurang. Sehingga shafnya kelihatan masih kosong. Akan tetapi antusias warga sekitar yang menunaikan shalat tarawih penuh dengan khidmat dan khusuk," jelas Ustadz Mudzakir.

PKB Kab Tegal

Seusai menunaikan shalat tarawih, warga juga menggelar tembang shalawat syiiran khas desa mereka dengan menggunakan bahasa Jawa. Mereka sengaja bershalat tembang syiirian tersebut karena ingin melestrikan amaliyah yang dimiliki ulama desa setempat. (Moh Kholidun/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKB Kab Tegal Nusantara PKB Kab Tegal

Pelantikan PC IPNU-IPPNU Kab. Brebes

Brebes, PKB Kab Tegal. Pimpinan Cabang (PC) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Kabupaten Brebes telah dilantik untuk masa khitmad 2013-2015.?

Pelantikan dilakukan oleh Pimpinan Wilayah IPNU Jawa Tengah ? atas nama Pimpinan Pusat di Pendopo Bupati Brebes, Ahad (3/3) lalu.

Pelantikan PC IPNU-IPPNU Kab. Brebes (Sumber Gambar : Nu Online)
Pelantikan PC IPNU-IPPNU Kab. Brebes (Sumber Gambar : Nu Online)

Pelantikan PC IPNU-IPPNU Kab. Brebes

Sekretaris Umum PW IPNU Jateng Agus Lukman merasa bangga dengan IPNU-IPPNU Cabang Brebes yang telah melakukan pengkaderan dengan baik. Dari beberapa cabang di Jawa Tengah, ternyata Brebes telah berhasil dalam pengkaderan. Artinya, semakin bertambah jumlah anggotanya yang tidak hanya dari kalangan santri di pesantren tetapi juga dari kalangan pelajar umum.

PKB Kab Tegal

“Kemajuan organisasi, antara lain ditandai dengan makin meningkatnya jumlah anggota,” kata Agus.

PKB Kab Tegal

Ketua PC NU Brebes H Athoillah meminta kepada pelajar NU Brebes agar membantu tugas-tugas pemerintahan dengan tetap belajar, berjuang dan bertakwa. Apalagi Bupati Brebes Hj Idza Priyanti merupakan bagian dari NU karena dia menjadi pengurus Fatayat NU.?

“Jadi IPNU-IPPNU wajib mendukung program-program Pemerintahan Kab Brebes, yang pada hakekatnya mendukung kinerja Kader NU,” kata Athoillah.

Pernyataan Athoillah disambut dengan bangga oleh Bupati Brebes. Karena Pemkab juga membutuhkan kemitraan dengan organisasi kepemudaan atau pelajar seperti IPNU-IPPNU. Bupati berjanji akan selalu memperhatikan organisasi pelajar di bawah naungan NU ini.?

Ketua Panitia Bayu Murahman menjelaskan, Pengurus yang dilantik merupakan hasil Konferensi Cabang IPNU-IPPNU pada 30 Desember 2013 lalu. Zaqi Al Aman dari Songgom dan Chaerunissa dari Sirampog akhirnya mendapat mandat untuk memimpin Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Cabang Brebes periode 2013-2015. Zaqi menggantikan Husni Mubaroq sedangkan Nisa menggantikan Alimatul Khasanah yang telah habis masa baktinya.Untuk sekretaris IPNU dipegang Makmur dan bendahara dipercayakan kepada Asyifudin. Sedang Sekretaris IPPNU dijabat Tarini dan ? Bendahara Ragil.?

Redaktur ? ? : Hamzah Sahal?

Kontributor : Wasdiun?

Dari Nu Online: nu.or.id

PKB Kab Tegal Pahlawan, Hadits, Fragmen PKB Kab Tegal

GP Ansor Subang Intensifkan Kaderisasi di Desa-Desa

Subang, PKB Kab Tegal. Gerakan Pemuda Ansor Subang mengadakan rapat koordinasi bersama sejumlah Pimpinan Anak Cabang Ansor di Subang, Kamis (26/6). Kesempatan silaturahmi di pesantren Al-Ishlah, Jatireja, Compreng, Subang, ini digunakan untuk menampung masukan hadirin perihal kaderisasi GP Ansor di Subang.

GP Ansor Subang Intensifkan Kaderisasi di Desa-Desa (Sumber Gambar : Nu Online)
GP Ansor Subang Intensifkan Kaderisasi di Desa-Desa (Sumber Gambar : Nu Online)

GP Ansor Subang Intensifkan Kaderisasi di Desa-Desa

Ratusan hadirin ini juga membahas agenda terdekat dalam rangka mengadakan kegiatan di bulan Ramadhan.

"Minimal kita bicara konsep kaderisasi. Agar ke depan, penguatan internal di tiap kepengurusan GP Ansor bisa dilaksanakan dengan konsep tersebut," kata Ketua GP Ansor Subang Asep kepada PKB Kab Tegal, Kamis (26/6).

PKB Kab Tegal

Hadir dalam rakor ini Ketua GP Ansor Pagaden Edi Suryadi, Ketua GP Ansor Cipunagara Udin Saefudin, dan pengasuh pesantren Al-Ishlah KH Ushfuri Ansor, serta ratusan kader GP Ansor di tiga kecamatan.

"Mudah-mudahan, beberapa hari ke depan, GP Ansor Subang turun ke kecamatan-kecamatan untuk memperkuat sistem kaderisasi di tiap-tiap pengurus ranting," tutup Asep. (Ade Mahmudin/Alhafiz K)

PKB Kab Tegal

Dari Nu Online: nu.or.id

PKB Kab Tegal Tegal PKB Kab Tegal

Jumat, 02 Februari 2018

Kiai Said: Shalawat Badar Sudah Menjadi ‘Mars NU’

Tuban, PKB Kab Tegal. Shalawat Badar sudah menjadi bagian penting dari Nahdlatul Ulama khususnya mulai periode 1960-an. Ajaran NU yang menekankan arti penting shalawat dipadukan dengan spirit perjuangan Ahli Badar dalam membantu perjuangan Rasullah, menjadikan Sholawat Badar mendapat tempat di hati para ulama dan warga NU dan menjadi bagian tak terpisahkan dari perjalanan nahdlatul Ulama selama ini.?

Kiai Said: Shalawat Badar Sudah Menjadi ‘Mars NU’ (Sumber Gambar : Nu Online)
Kiai Said: Shalawat Badar Sudah Menjadi ‘Mars NU’ (Sumber Gambar : Nu Online)

Kiai Said: Shalawat Badar Sudah Menjadi ‘Mars NU’

Hal ini disampaikan oleh Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama KH Said Aqil Siroj saat memberikan Orasi Kebudayaan dalam Haul Ke-46 KH Ali Manshur, Pencipta Shalawat Badar pada Selasa (17/10) malam di Desa Maibit, Kecamatan Rengel, Kabupaten Tuban, tempat dimakamkannya Kiai Ali Manshur.

Dalam kesempatan Haul yang disiarkan Live TV9 Nusantara itu, Kiai Said meyerahkan kembali penghargaan PBNU di bidang kebudayaan yang diterima oleh putra tertua Kiai Ali Mansur, KH Syakir Ali.

Sebelumnya, PBNU telah menganugerahkan penghargaan bidang kebudayaan pada momen Harlah ke-91 NU Januari lalu pada tiga tokoh, Kiai Ali Manshur, Kiai Ridlwan (pencipta Logo NU) dan Cak Durasim (seniman Surabaya yang melawan Jepang dengan Kidung-kidungnya). Pada Muktamar ke-29 NU pada alahir tahun 1989, KH Abdurrahman Wahid sebagai Ketua Umum PBNU pernah menganugerahkan Bintang NU pada Kiai Ali Manshur atas jasanya mencipta Shalawat Badar.?

Lebih lanjut, Kiai Said menyampaikan, NU memang tidak punya Mars khusus, dan Shalawat Badar telah menjadi mars Nahdlatul Ulama yang dilantunkan di acara-acara resmi organisasi NU atau even kultural warga NU. Semuanya terjadi secara alami, berkat karomah shalawat dan spirit yang terkandung di dalam syair-syair Shalawat Badar. "Tidak ada yang mewajibkan, tapi telah menjadi wajib-wajib sendiri," sambungnya.

PKB Kab Tegal

Shalawat Badar dicipta Kiai Ali Manshur di Banyuwangi dalam periode antara 1960-1962, seusai beliau menjalankan ibadah haji dan paripurna mengemban tugas Partai NU sebagai Anggota Konstituante RI menyusul dibubarkannya Konstituante melalui Dekrit Presiden Soekarno, 5 Juli 1959. Buntu dan memanasnya situasi politik jelang tragedi 1965 menggerakkan hati Kiai Ali Manshur bermujahadah dan menyusun syair shalawat yang tafaulnya didasarkan pada spirit 313 sahabat ahli badar.?

PKB Kab Tegal

Banyak yang menyangka kalau Shalawat Badar diciptakan oleh orang Arab. "Shalawat Badar diciptakan oleh ulama Indonesia Asli, bisa dilihat dari dialek syair yang sangat kental Jawanya," sambung Kiai Said.?

Di bagian akhir, Ketua Umum PBNU mengimbau warga NU terus melestarikan Shalawat Badar, menumbuhkan spirit ahli badar serta terus mendoakan penggubahnya. “Kiai Ali Manshur telah mewariskan Shalat Badar, tugas kita merawat dan menjaga keberlangsungan spiritnya," ujar Kiai Said.

Kiai Ali Manshur wafat pada 26 Muharram 1391 atau bertepatan pada 24 Maret 1971 dalam usia 50 tahun. Secara garis keturuan, Kiai Ali Manshur adalah putra Kiai Manshur, cucu Kiai Shiddiq Jember yang dari Kiai Shiddiq ini lahir tokoh-tokoh besar seperti Kiai Mahfudz Shiddiq, Kiai Ahmad Shddiq dan Kiai Abdul Hamid Pasuruan. (Red: Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKB Kab Tegal Lomba PKB Kab Tegal