Kamis, 07 Desember 2017

Hari Ibu, Fatayat Gelar Jalan Sehat di Monas

Jakarta, PKB Kab Tegal. Dalam rangka memperingati Hari Ibu yang jatuh pada 22 Desember, Pimpinan Pusat Fatayat NU menggelar jalan sehat dengan rute Monumen Nasional (Monas)-Bundaran HI-Monumen Nasional, Ahad (22/12) dengan jarak sekitar 2.5 km.

Kader-kader Fatayat berseragam pakaian olah raga putih hijau khas Fatayat secara bergelombang memenuhi sisi selatan Silang Monas. Tak sedikit diantaranya datang bersama keluarga, suami dan anak. Rekreasi sekaligus olah raga bersama. Dan jika beruntung, siapa tahu dapat hadiah door prize.

Hari Ibu, Fatayat Gelar Jalan Sehat di Monas (Sumber Gambar : Nu Online)
Hari Ibu, Fatayat Gelar Jalan Sehat di Monas (Sumber Gambar : Nu Online)

Hari Ibu, Fatayat Gelar Jalan Sehat di Monas

Sekitar jam 6 pagi, mereka melakukan pemanasan dengan senam aerobik dipandu oleh beberapa instruktur senam diiringi dengan musik yang ceria.

PKB Kab Tegal

Menteri BUMN Dahlan Iskan yang energik, turut datang dalam acara ini. Ia naik ke panggung dan mengajak peserta untuk sehat dengan berolah raga senam.

Hujan rintik-rintik yang membasahi monas sejak subuh tidak menghalangi para anggota Fatayat untuk ikut senam dan bergembira bersama.

PKB Kab Tegal

Mantan Wapres Jusuf Kalla bersama istrinya Mufida Jusuf Kalla ikut hadir dan bergembira serta menyampaikan Selamat Hari Ibu. Kedatangannya disambut meriah oleh ibu-ibu muda Fatayat NU. Ia mengajak hadirin membacakan surat Al-Fatihah secara bersama-sama untuk mendoakan figur Ibu, yang telah berkorban membesarkan anak-anaknya. 

Ketua Umum PP Fatayat NU Ida Fauziyah bersama dengan Sekjen PBNU H Marsudi Syuhud melepas rombongan jalan kaki dengan mengibarkan bendera dan melepaskan balon ke udara.

Panitia menyediakan sejumlah hadiah menarik, termasuk dua umrah bersama dengan NRA tour and travel, kulkas, sepeda gunung dan sejumlah hadiah hiburan lainnya.

Ketua Umum PP Fatayat NU Hj Ida Fauziyah menjelaskan kegiatan ini merupakan salah satu bentuk penyegaran kembali dan menumbuhkan semangat berorganisasi serta rasa bangga bagi anggota Fatayat di tengah beragam organisasi masyarakat belakangan ini. Disamping itu,  Fatayat NU sebagai bagian dari perempuan Indonesia memiliki peranan sangat penting bagi kehidupan keluarga. 

"Keberhasilan seorang pria, begaimana pun hebatnya kesuksesan mereka itu karena peran besar yang diberikan oleh perempuan. Oleh karena itu peran perempuan  yang besar itu patut dihargai. Kita juga tidak akan lupa bahwa sejarah bangsa kita telah membuktikan bahwa kaum ibu lah yang telah menjadi inspirasi pergerakan perempuan Indonesia, sehingga saatnya kaum Ibu bangkit dari keterbelakangan di segala bidang baik di bidang pengetahuan, sosial, politik dan ekonomi serta bidang lainnya,” katanya.(mukafi niam) 

Dari Nu Online: nu.or.id

PKB Kab Tegal Pesantren PKB Kab Tegal

Kitab "Al-Muqtathofat" Bisa Jadi Senjata Atasi Wahabi

Tradisi tahlilan, ziarah kubur, istighotsah, dibaan atau maulidan dan sejenisnya sudah mendarah daging di tengah masyarakat. Namun ketika ditanya mengenai dalil, sebagian masyarakat awam tidak tahu, dan itu dijadikan senjata kaum Salafi Wahabi untuk mengkafir-kafirkan banyak orang.

Adalah Kitab “al-Muqtathofat li Ahlil Bidayat” yang ditulis oleh KH Marzuki Mustamar, Ketua PCNU Kota Malang memberikan pedoman bagi masyarakat jika suatu ketika ada pihak-pihak yang tidak suka dengan tradisi itu.

Kitab Al-Muqtathofat Bisa Jadi Senjata Atasi Wahabi (Sumber Gambar : Nu Online)
Kitab Al-Muqtathofat Bisa Jadi Senjata Atasi Wahabi (Sumber Gambar : Nu Online)

Kitab "Al-Muqtathofat" Bisa Jadi Senjata Atasi Wahabi

Semestinya tidak perlu menanggapi mereka yang tidak suka dengan tradisi. Namun ketika mereka mempertanyakan, menyerang, apalagi sampai mengkafirkan, maka kita juga perlu menyiapkan jawaban.

PKB Kab Tegal

Al-Muqtathofat li Ahlil Bidayat” atau “catatan untuk para pemula” tidak lain untuk menyelamatkan masyarakat yang kerap mendapat tudingan sesat, sekaligus menyadarkan pihak-pihak tertentu agar tidak mudah mengkafirkan orang lain.

PKB Kab Tegal

Semua tradisi keagamaan yang dijalankan oleh masyarakat itu ada dasaranya, “Semua itu ada dalam kitab yang berlandasakan Ahlussunnah wal jamaah,” kata Kiai Marzuki di Masjid Mujahidin, Jalan Ikan Hiu, Lowokwaru, Malang, Selasa (30/5).

Kitab tersebut dikaji secara rutin di beberapa Masjid di Kota Malang, tepatnya setiap Selasa pukul 19.00 ba’da shalat Isyak. Tidak hanya di satu tempat, jadwal rutin tersebut berjalan di seluruh Masjid Malang secara bergilir.

Hadirnya kitab ini diharapkan memberikan informasi mengenai keabsahan tradisi ubudiyah masyarakat secara syar’i. Dengan kata lain, buku ini memupuk kepercayaan masyarakat Muslim Indoensia secara umum, khususnya bagi kalangan nahdyiyin, bahwa tradisi ritual ubudiyyah seperti tahlilan, haul, upacara selatan kelahiran, ritual empat dan tujuh bulan kandungan, peringatan Maulid Nadi, qunut dan shalat, dan yang lainnya, tidak melenceng dari aqidah dan termasuk bagian dari sunnah Nabi Rasulullah SAW.?

“Semua itu ada dasarnya, tidak asal caplok,” seru pengasuh Pondok Pesantren Sabulur Rosyad, Malang itu sembari memaparkan dalil-dalil yang sudah ditulis dalam kitab karangannya.

Redaktur ? ? : A. Khoirul Anam

Kontributor: Diana Manzila

Dari Nu Online: nu.or.id

PKB Kab Tegal Pondok Pesantren, Quote, IMNU PKB Kab Tegal

Haul Gus Dur Digelar 30 Desember

Jakarta, PKB Kab Tegal. Peringatan setahun hari wafatnya (haul) yang pertama mantan Ketua Umum PBNU dan mantan Presiden Ri ke-4 KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) akan digelar pada Kamis malam, 30 Desember 2010 di kediamannya di Ciganjur, Jakarta Selatan.

Dalam haul ini kata putri Gus Dur, Zannuba Arifah Chafsoh (Yenny), di Kalibata, Jakarta, Ahad (28/11), selain akan dihadiri oleh Wakil Rais Aam PBNU KH Mustofa Bisri, Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siradj dan para kiai NU yang lain, juga ada tokoh-tokoh nasional yang mendukung perjuangan Gus Dur selama ini.

Haul Gus Dur Digelar 30 Desember (Sumber Gambar : Nu Online)
Haul Gus Dur Digelar 30 Desember (Sumber Gambar : Nu Online)

Haul Gus Dur Digelar 30 Desember

Selain khataman Al-Quran, istighotsah, tahlilan pada haul tersebut juga akan ada sambutan dari kiai-kiai NU dan tokoh nasional yang hadir tersebut. Gus Dur wafat pada hari Rabu (30/12) pukul 18.45 Wib di RSCM Jakarta. Setelah disemayamkan di Ciganjur, deklarator dan pendiri PKB itu dimakamkan secara militer di Pesantren Tebuireng Jombang, Jatim.

PKB Kab Tegal

Sementara itu menurut adik kandung Gus Dur, KH Sholahuddin Wahid (Gus Sholah), keluarga Tebuireng akan menggelar haul pada 18 Desember.  Dalam acara tersebut sejumlah tokoh nasional akan hadir. Seperti Ketua MK M. Mahfud MD dll juga akan menggelar Festival Barongsai di pesantren.

Namun demikian kata Gus Sholah yang juga mantan Ketua PBNU ini, acara haul Gus Dur ini akan digelar secara sederhana. Terlebih, acara itu juga terbuka bagi seluruh masyarakat. "Seluruh rakyat bisa datang dalam haul itu,"tutur Gus Sholah lagi.(amf)Dari Nu Online: nu.or.id

PKB Kab Tegal

PKB Kab Tegal Santri PKB Kab Tegal

Simpati Pada Petani Kendal, PMII STAINU Jakarta Gelar Aksi Simbolis

Jakarta, PKB Kab Tegal - Aktivis PMII STAINU Jakarta menyalakan lilin di lantai 5 Gedung GP Ansor, Jakarta, Ahad (7/5) dini hari. Mereka menyatakan prihatin atas nasib yang menimpa dua warga Surokonto Wetan, Kabupaten Kendal, Kiai Nur Aziz dan Rusmen yang dihukum 8 tahun penjara dan denda 8 milyar oleh PN Kendal.

Keduanya merupakan tokoh yang membela warga dalam memperjuangkan lahan pertanian warga.

Simpati Pada Petani Kendal, PMII STAINU Jakarta Gelar Aksi Simbolis (Sumber Gambar : Nu Online)
Simpati Pada Petani Kendal, PMII STAINU Jakarta Gelar Aksi Simbolis (Sumber Gambar : Nu Online)

Simpati Pada Petani Kendal, PMII STAINU Jakarta Gelar Aksi Simbolis

Aktivis PMII STAINU Jakarta, menilai putusan tersebut tidak adil.

PKB Kab Tegal

Aksi dilanjutkan dengan shalat tobat dan tahajjud bersama. Aksi ini merupakan simbol keprihatinan atas nasib petani Surokonto Wetan yang sedang memperjuangkan keadilan di tengah ketidakpastian hukum di Indonesia.

“Petani adalah urat nadi pangan masyarakat Indonesia. Namun, ketika mereka sedang menjalankan tugas mulia malah diganggu. Di situlah seluruh anggota PMII Komisariat STAINU Jakarta merasa simpati dengan perjuangan yang dilakukan oleh para petani Surokonto Wetan,” kata Koordinator Aksi Ahmad Furqon.

Dihubungi terpisah, ahli hukum dari Universitas Negeri Semarang, Syukron Salam, menjelaskan dalam kasus Surokonto ini, para petani dituduh merusak hutan yang hutanya sendiri belum ada.

PKB Kab Tegal

“Bukti hutan hanya surat dari Kementerian Kehutanan yang akan menjadikan lahan Surokonto menjadi kawasan hutan. Sampai sekarang lahan yang akan dijadikan hutan tersebut masih dimanfaatkan warga sebagai ladang pertanian. Tapi kenapa pengadilan memutuskan terdakwa terbukti mengorganisasi untuk melakukan perusakan hutan yang hutannya sendiri belum ada?” kata Syukron.

Ia melanjutkan, perbuatan para petani Surokonto itu jelas bukan perbuatan merusak hutan.

“Perusakan hutan itu ada kalau terdakwa menyobek-nyobek surat penetapan hutan dari Kementerian Kehutanan, baru terdakwa terbukti telah melakukan perusakan hutan ‘kertas’ dan bisa dipenjara 8 tahun denda 10 miliar,” tegas Syukron. (Kendi Setiawan/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKB Kab Tegal Olahraga PKB Kab Tegal

Rabu, 06 Desember 2017

Gerak Pemberitaan NU Harus Berani dan Cepat

Yogyakarta, PKB Kab Tegal. Media pemberitaan di lingkungan NU harus menjadi tradisi dan gerakan di masa depan. Globalisasi yang ditandai dengan makin kuatnya peran media harus dimanfaatkan organisasi Islam terbesar di Indonesia tersebut untuk mengukuhkan gerakan.

Gerak Pemberitaan NU Harus Berani dan Cepat (Sumber Gambar : Nu Online)
Gerak Pemberitaan NU Harus Berani dan Cepat (Sumber Gambar : Nu Online)

Gerak Pemberitaan NU Harus Berani dan Cepat

Ketua Lajnah Talif wan Nasyr (LTN) PWNU Daerah Istimewa Yogyakarta HM. Lutfi Hamid mengatakan di Graha Sabha Pramana, UGM Yogyakarta (12/12).

Ia menambahkan, memasuki era yang penuh tantangan tersebut jangan sampai NU menjadi orang pasif, melainkan aktif untuk mengisi globalisasi. Untuk itu, NU harus bergerak berani dan cepat melalui media pemberitaan.

PKB Kab Tegal

"Jangan sampai kaum muda menjadi pemain pasif. Kita harus aktif. Mari gerakkan semua potensi, khususnya media untuk mengisi peradaban di masa depan," tegas Lutfi yang juga Kepala Kementerian Agama (Kemenag) Sleman DIY.

PKB Kab Tegal

Lutfi juga menegaskan bahwa media NU DIY, yakni Majalah Bangkit, dengan mengangkat tema "Koruptor Mati tak perlu Disholati" mendapatkan apresiasi sangat besar dari pengunjung Expo KPK beberapa hari lalu (9-11 Desember).

"Hampir semua pengunjung sangat apresiasi dengan tema Majalah Bangkit. Karena stand Bangkit juga dikunjungi oleh Presiden Jokowi," tegas Lutfi yang juga santri KH Ali Maksum Krapyak.

Dalam Expo KPK tersebut, lanjut Lutfi, Bangkit hadir dibagikan gratis, termasuk kepada para Menteri yang hadir, komisioner KPK, peserta acara Mata Najwa, para gubernur, bupati, walikota, dan lainnya.

"Ini membuktikan bahwa komitmen NU sangat besar dalam memberantas korupsi. Majalah Bangkit akan selalu hadir memberikan yang terbaik kepada bangsa ini," tegas Lutfi yang juga aktif dalam menulis berbagai buku. (madun/abdullah alawi)  

Dari Nu Online: nu.or.id

PKB Kab Tegal Kyai, Sejarah PKB Kab Tegal

KBNU dan Baznas Tangerang Santuni 50 Mualaf

Tangerang, PKB Kab Tegal. Sedikitnya 50 orang mualaf yang ada di Kabupaten Tangerang, Banten mendapat santunan dari Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) setempat. Kegiatan yang terselenggara atas kerjasama Keluarga Besar NU dan Baznas Tangerang itu digelar di Kantor MWCNU Pasarkemis, Ahad (19/6).

Siti Bilqis Rochmi salah seorang panitia menyampaikan apresiasi atas kegiatan santunan ini karena menurutnya kalangan mualaf jarang tersentuh padahal mualaf merupakan satu dari delapan golongan yang berhak menerima zakat.

"Mudah-mudahan dengan pembagian ini akan lebih meningkatkan kepedulian kita terhadap mualaf yang memang masih sangat butuh pembinaan dan perhatian"Tandas mahasiswa Pascasarjana STAINU Jakarta itu

KBNU dan Baznas Tangerang Santuni 50 Mualaf (Sumber Gambar : Nu Online)
KBNU dan Baznas Tangerang Santuni 50 Mualaf (Sumber Gambar : Nu Online)

KBNU dan Baznas Tangerang Santuni 50 Mualaf

Ketua PAC Muslimat Pasarkemis ini menambahkan, para mualaf merasa terlihat bahagia atas kegiatan ini karena mereka bisa merasakan banyak saudara sehingga diharapkan bisa semakin menguatkan keyakinannya kepada ajaran Islam.

"Mbak Nyoman misalnya, beliau merasa senang dengan kegiatan ini, bukan masalah materinya, tapi kepeduliannya sehingga beliau merasa punya banyak saudara," tambahnya.

Rencananya, kata dia, kegiatan santunan ini akan terus dilakukan dengan tujuan untuk meningkatkan tali silaturahim dan ukhuwah islamiyah khususnya bagi kalangan muallaf.

PKB Kab Tegal

Dalam kegiatan ini turut hadir Ketua Baznas Kabupaten Tangerang, KH Afif Afifi, Ketua PCNU Tangerang KH Encep Sobandi, jajaran pejabat Muspika Pasarkemis dan beberapa Ketua Banom yang ada di lingkungan PCNU setempat.

PKB Kab Tegal

Setelah kegiatan santunan, pihak panitia bergerak ke tepi jalan raya untuk membagikan makanan tajil kepada para pengendara yang melewati lokasi kegiatan. (Aiz Luthfi/Zunus)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKB Kab Tegal Aswaja, Pertandingan, Syariah PKB Kab Tegal

Hadji Ismail Pilih Dipenjarakan di Kalisosok

Keluarga Hadji Ismail, salah satu korban LP Kalisosok reg no.D 385 sebagaimana dokumen asli Bewijs van on tslag dari Directeur Strafgey Angenis En Huis Van Bewaring Soerabaja mendukung Walikota Surabaya akan merevitalisasi cagar budaya tersebut.

Sudah bertahun-tahun Pemkot Surabaya ingin mengambil alih bangunan cagar budaya yang kini dimiliki PT Fairco Jaya Dwipa itu. Walikota Risma memimpikan bangunan peninggalan Belanda dihidupkan kembali. Bukan sebagai penjara, tapi sebagai objek wisata sejarah sekaligus fasilitas publik. Mendapat angin segar dari Risma, Hendro Bappeko menawarkan agar lahan itu di-ditaksir dulu.

Menurutnya, ada tahapan yang harus dilalui sebelum pemkot benar-benar membeli lahan dan bangunan eks penjara Kalisosok itu. Kata Hendro, apapun itu penawaran dari investor, pemkot akan tetap mengkaji, termasuk status tanahnya. ”Ada tahapannya dong. Pertama kita taksir dulu harganya. Apakah masuk akal. Kemudian yang terpenting, konsep ke depan Kalisosok mau dijadikan apa. Sampai saat ini belum ada kajian,” ungkapnya.

Lembaga Pemasyarakatan Kelas I Surabaya yang lebih dikenal dengan Lapas Kalisosok Surabaya mulai dibangun pada tahun 1808 oleh Daendels pada masa awal kekuasaannya, dengan biaya 8.000 gulden. dibangun pada tahun 1908 Daendels hanya membutuhkan waktu sembilan bulan untuk menyelesaikan proyek ini. Gedung penjara peninggalan Gubernur Jenderal Herman Williams Daendels ini masih berdiri kokoh. Beberapa menara pengawasnya pun masih tampak menjulang. Bagian depannya pun masih menyisakan kemegahan gaya arsitektur kolonial di zamannya. Bangunan bersejarah itu menempati sebuah lahan seluas 3,5 hektar, oleh Pemerintah Kolonial Belanda sebagai penjara bagi orang-orang pribumi yang melakukan perlawanan terhadap pemerintah Kolonial Belanda waktu itu, di dalam Lapas terdapat 2 buah makam pribumi sebagai saksi perjuangan melawan pemerintah kolonial Belanda. Lembaga Pemasyarakatan Kalisosok Kelas I Surabaya dengan alamat Jl. Penjara No. 7 pada sekitar tahun 1987 alamat berubah menjadi Jl. Kasuwari 7 Surabaya

Hadji Ismail Pilih Dipenjarakan di Kalisosok (Sumber Gambar : Nu Online)
Hadji Ismail Pilih Dipenjarakan di Kalisosok (Sumber Gambar : Nu Online)

Hadji Ismail Pilih Dipenjarakan di Kalisosok

Dalam perjalanan perkembangannya Kota Surabaya pada tahun 1997 Lapas Kelas I Kalisosok Surabaya dibangunkan di Desa Kebonagung Kec. Porong Kab. Sidoarjo, berdiri diatas lahan seluas ? 170.000 m2, hasil Ruilslagh antara Kanwil Departemen Kehakiman Jawa Timur dengan PT. Fairco Jaya Dwipa Jakarta, Lembaga Pemasyarakatan Kelas I Kalisosok Surabaya di Porong Sidoarjo resmi ditempati pada tanggal 20 April 2000 dengan alamat Ds. Kebonagung Kec. Porong Kab. Sidoarjo sampai sekarang

Penjara Kalisosok adalah bekas penjara yang terletak di kawasan utara Surabaya, Indonesia. Penjara ini dibangun pada masa pendudukan Belanda dan pernah digunakan menjadi tempat penahanan sejumlah tokoh kemerdekaan Indonesia seperti Soekarno, Wage Rudolf Soepratman dan Kiai Haji Mas Mansur. Tokoh yang terakhir disebutkan bahkan wafat di penjara ini pada tahun 1946.

Salah satu korban lainnya yang keluarganya di Lasem (Pustaka Sambua) masih menyimpan bukti dokumen asli yang dikeluarkan pemerintah Hindia Belanda ? yang berkompeten sebagaimana beschikking terlampir adalah Hadji Ismail. Beliau pedagang beras penduduk ? Desa Ujung Piring Barat Bangkalan Madura berasal dari Desa Mengarih Bungah Gresik berpengalaman seluk beluk jalur Surabaya, tertangkap tentara Belanda di perahu saat menyusup mengantar kebutuhan logistic pangan untuk Tentara Indonesia. Saat bersamanya antara lain Tentara Indonesia berpangkat kapten dan yang dikenal namanya Letnan Himin yang di akhir hiduppnya tinggal di Kampung Saksak dekat Kantor Pos Bangkalan bersahabat karib dengan almarhum ? sampai akhir hidupnya.

PKB Kab Tegal

Saat diintrogasi langsung dibebaskan jika mau berkolaborasi dengan Belanda, tapi yang diketahui ? keduanya tetap bersikukuh membela NKRI akhirnya dijebloskan ke Penjara LP Kalisosok sesuai kesaksian hidup H.Bakri, H.Fadli dan H.A.Hamid Ismail (pernah menjadi Ketua PCNU), ? ketiganya putra almarhum saat itu masih kecil dan bukti arsip Belanda tersebut, akhirnya Hadji Ismail dipenjara di LP Kalisosok sejak tahun 1946 sampai 1948 saat itu Surabaya masih dikuasai Belanda, keduanya kemudian bebas setelah menjalani masa tahanan yang cukup lama, sesuai putusan sewaktu-waktu bisa ditahan kembali.

Bangkalan, 10 Agustus 2014

PKB Kab Tegal

Abdullah Hamid, cucu Hadji Ismail

?

Dari Nu Online: nu.or.id

PKB Kab Tegal RMI NU, Budaya, Kyai PKB Kab Tegal