Jumat, 24 November 2017

Adzan pun Terdengar Tanpa Pengeras Suara

Tunisia semakin banyak dikunjungi orang asing pasca terjadinya revolusi pada tahun 2011 kemarin. Pelajar asing  yang menimba ilmu di sini bertambah. Wisatawan pun semakin banyak, dan salah satu tempat yang sering dikunjungi adalah masjid Az Zaituna, masjid yang tertua kedua di Tunisia setelah Masjid Kiarowan.

Tidak seperti masjid-masjid lainnya yang sekarang semakin modern. Bahkan untuk memperindah bangunan tak segan-segan orang-orang di negeri Ibnu Kholdun mengeluarkan biaya yang cukup lumayan.

Namun berbeda dengan Masjid Az zaituna Tunisia. Masjid ini bisa cukup unik, sebab untuk adzan saja sang muadzin masih menggunakan "cara manual". 

Adzan pun Terdengar Tanpa Pengeras Suara (Sumber Gambar : Nu Online)
Adzan pun Terdengar Tanpa Pengeras Suara (Sumber Gambar : Nu Online)

Adzan pun Terdengar Tanpa Pengeras Suara

Setiap waktu shalat tiba, muadzin naik ke menara yang tingginya kurang lebih mencapai 15 sampai 20 meter. Ia pun mengumandangkan adzan tanpa pengeras suara.

PKB Kab Tegal

Tradisi seperti ini dilakukan mulai dari dibangunnya Masjid ini sekitar tahun 79 H sampai sekarang. Tempatnya di tengah-tengah pasar, dan selalu selalu ramai pengunjung. Masjid ini pun  menjadi salah satu tempat wisata favorit bagi warga asing.

Walau pun tidak memakai pengeras suara, anehnya adzan masih terdengar sampai beberapa kilo meter. Unik memang.  

Konon, menurut warga setempat, menara masjid Az zaituna ini dulunya sebagai tempat dakwah imam Abu Hasan Assyadhili. Seorang ulama sufi yang terkenal yang lahir di Tunisia. Di Indonesia sendiri namanya cukup populer dengan Tarikhatnya Assyadiliyah. Disitulah ia berceramah sehingga bisa terdengar sampai ke tempat yang jauh dari lingkungan masijid.

PKB Kab Tegal

Untuk melestarikan kebiasaan ulama-ulama dulu dalam siar Islam, sampai sekarang  para tokoh-tokoh dan pengurus masjid enggan untuk memasang pengeras suara di menara masjid tersebut. Nuansa klasiknya masih begitu akrab kalau kita melihat secara langsung di masjid ini.

Redaktur     : A. Khoirul Anam

Kontributor : Sukirno ibn Tarwad (Mahasiswa S1 Az Zaituna Tunisia) 

Dari Nu Online: nu.or.id

PKB Kab Tegal Nahdlatul, Pesantren PKB Kab Tegal

Kamis, 23 November 2017

Hidupkan NU di Setiap Tingkatan untuk Tangkal Paham Sesat dan Radikal

Demak, PKB Kab Tegal

Akhir-akhir ini muncul berbagai aliran yang mengatasnamakam Islam. Padahal menanamkan paham sesat maupun paham keras atau radikal. Semua itu muncul dan hidup di daerah yang minim NU atau tidak ada kepengurusan NU, sehingga pesan dan ajaran Aswaja tidak bisa disampaikan kepada masyarakat di lingkungan tersebut.

Demikian disampaikan KH Musadad Syarif dalam rapat koordinasi pengurus cabang dengan pengurus MWCNU se-Kabupaten Demak di masjid Jami Baitul Muttaqin Pidodo Karang Tengah, Demak, Jawa Tengah, Ahad (13/3).

Hidupkan NU di Setiap Tingkatan untuk Tangkal Paham Sesat dan Radikal (Sumber Gambar : Nu Online)
Hidupkan NU di Setiap Tingkatan untuk Tangkal Paham Sesat dan Radikal (Sumber Gambar : Nu Online)

Hidupkan NU di Setiap Tingkatan untuk Tangkal Paham Sesat dan Radikal

Musadad menjelaskan, hidupnya kepengurusan NU di semua tingkatan menjadikan organisasi yang mengembangkan aliran sesat maupun radikal tidak mempunyai ruang untuk mengembangkan maupun menyebarkan ajarannya.

“Hidupnya NU otomatis menangkal aliran sesat, karena program dan ajaran NU bisa sampai ke umat,” tambah Musadad.

Senada dengan Musadad, Sekretaris PCNU Demak Khoirun Zain saat mendampingi ketua dalam memimpin rapat lebih ? menekankan pada menghidupkan kembali pengurus ranting dengan berbagai kegiatannya.

PKB Kab Tegal

Harapannya, intensitas kegiatan yang dilakukan organisasi akan bisa menyampaikan pesan pimpinan pada anggotanya sehingga konsolidasi organisasi bisa berjalan dengan baik.

“Kami mengharap pada seluruh pengurus MWCNU agar ranting-ranting yang selama ini agak kurang greget untuk diaktifkan kembali, dengan demikian semakin banyak silaturrahim, semakin banyak info yang kita dapat dan semakin cepat pula kita bertindak,” terang Khoirun Zain. (A Shiddiq Sugiarto/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKB Kab Tegal

PKB Kab Tegal Ulama, Cerita PKB Kab Tegal

Mahasiswa STAINU Jakarta Warnai Kampus dengan Aktivitas Seni

Jakarta, PKB Kab Tegal. Puluhan Mahasiswa Sekolah Tinggi Agama Islam Nahdlatul Ulama (STAINU) Jakarta dan Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Indonesia meramaikan acara malam apresiasi seni yang diselenggarakan oleh Omah Aksoro dan Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Pijar STAINU Jakarta, Rabu malam (23/12) di Taman Amir Hamzah, Jakarta Pusat. Berbagai karya seni dipentaskan, seperti halnya puisi, cerpen, akustik, musikalisasi puisi, dan stand up comedy.

Mahasiswa STAINU Jakarta Warnai Kampus dengan Aktivitas Seni (Sumber Gambar : Nu Online)
Mahasiswa STAINU Jakarta Warnai Kampus dengan Aktivitas Seni (Sumber Gambar : Nu Online)

Mahasiswa STAINU Jakarta Warnai Kampus dengan Aktivitas Seni

Ketua panitia, Ibnu Athoillah mengatakan, diselenggarakannya kegiatan kali ini dimaksudkan sebagai tempat ekspresi mahasiswa mengembangkan bakat yang dimilikinya. “Mahasiswa memang membutuhkan banyak tempat berekspresi, tidak hanya menyoal tentang hiruk-pikuk akademik dan perkuliahan saja,” katanya.

Mengambil tema ‘Rabun Sastra, Buta Sejarah’ Athok mengatakan kepada seluruh yang hadir untuk tidak melupakan dunia sastra dalam belajar. Meskipun secara makna sastra memiliki banyak penafsiran yang berbeda, akan tetapi pada dasarnya sastra mampu membaca sejarah dengan kaca mata yang lain.

PKB Kab Tegal

“Ambil saja Pramoedya Ananta Toer yang menulis sejarah dalam bentuk sastra tetraloginya, kita disajikan epik sejarah yang enak dibaca alurnya,” tambahnya.

PKB Kab Tegal

Di kesempatan yang sama, Pembantu Ketua (Puka) III Bidang Kemahasiswaan STAINU Jakarta Ahmad Nurul Huda mengatakan, kegiatan malam apresiasi seni menjadi warna tersendiri kegiatan mahasiswa di luar perkuliahan. Kelompok kajian seperti Omah Aksoro mungkin bisa dicontoh mahasiswa untuk membentuk kelompok-kelompok kecil untuk melakukan kegiatan yang sama.

“Saya senang dengan kegiatan kali ini, dan saya dukung sepenuhnya sekaligus berharap bisa rutin digelar, kalau perlu tiap bulan,” katanya.

Lebih ramai lagi karena juga ada penampilan dari kampus di luar STAINU Jakarta dan UNU Indonesia. Acara ditutup dengan penampilan dari Kaprodi Psikologi Any Rufaedah yang menyanyikan lagu kemesraan dari Iwan Fals.

Turut memeriahkan dalam kegiatan ini wakil sekretaris LTN PBNU yang juga dosen STAINU Jakarta dan UNU Indonesia, Faris Alnizar; Ketua LP3M STAINU Jakarta, Fatkhu Yasik; dan civitas akademika, Amsar Dulmanan, Muhammad Nurul Huda, Ahmad Dzakirin serta para alumni STAINU Jakarta. (Faridurrahman/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKB Kab Tegal Kajian PKB Kab Tegal

Doa saat Mengenakan Pakaian Baru

Ketika mengenakan pakaian, baik serban, gamis, ataupun jubah baru, Rasulullah memberinya nama dengan namanya, lalu mengucapkan:

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Doa saat Mengenakan Pakaian Baru (Sumber Gambar : Nu Online)
Doa saat Mengenakan Pakaian Baru (Sumber Gambar : Nu Online)

Doa saat Mengenakan Pakaian Baru

Allâhumma lakal hamdu anta kasautanîhi, as-aluka khairahu wa khaira mâ shni‘a lahû wa a‘ûdzu bika min syarrihi wa syarri mâ shuni‘a lahu



PKB Kab Tegal

Artinya: "Ya Allah bagi-Mu segala puji. Engkau telah memakaikannya untukku, aku memohon kepada-Mu kebaikannya dan kebaikan apa yang ia dijadikan untuknya, dan aku berlindung dari keburukannya dan keburukan apa yang ia dijadikan untuknya.”

Dalam riwayat lain, pemilik baju baru saat hendak mengenakannya juga bisa membaca:

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

PKB Kab Tegal

Alhamdulillâhil ladzî kasânî mâ uwâriy bihi ‘aurâtî wa atajammalu bihi fî hayâtî



Artinya: "Segala puji bagi Allah yang telah memberiku pakaian sebagai penutup auratku dan penghias dalam hidupku."

Menurut hadits riyawat Abu Dawud dan at-Tirmidzi, barangsiapa yang membaca doa kedua tersebut, lantas ia mengambil pakaiannya yang lama dan menyedekahkannya, niscaya dia berada di dalam perlindungan dan penjagaan? Allah, hidup atau mati.

Doa ini dibaca untuk pakaian baru secara umum, tak hanya pakain badan (baju, gamis, jaket, mantel), tapi juga pakaian baru yang lain seperti sepatu, sandal, tas, dompet, kerudung, mukena, jam tangan, dan seterusnya. (Lihat Muhyiddin Abi Zakariya Yahya bin Syaraf An-Nawawi, Al-Adzkâr, Penerbit Darul Hadits, Kairo, Mesir)

(Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKB Kab Tegal Halaqoh, Fragmen, Lomba PKB Kab Tegal

Rabu, 22 November 2017

Pendekatan Geopolitik untuk Akhiri Krisis Rohingya

Krisis etnis Rohingya sudah berlangsung ratusan tahun. Mereka hidup di negara yang tidak mengakui mereka sebagai warga negaranya. Bahkan, Myanmar menjuluki mereka sebagai imigran ilegal. Memang, awalnya kekisruhan yang terjadi terhadap etnis Rohingya kurang begitu kentara. Namun, setelah junta militer menguasai Myanmar tahun tujuh puluhan hingga saat ini, kekerasan terhadap etnis Rohingya di wilayahnya sendiri semakin menjadi-jadi. Sebagaimana yang dilaporkan, mereka mengalami persekusi, perkosaan, rumahnya dibakar, bahkan dibunuh. 

PBB merilis, sampai saat ini hampir satu juta etnis Rohingya mengungsi ke negara-negara lain seperti Bangladesh, India, Thailand, Vietnam, Malaysia, dan Indonesia. Mereka mengungsi entah sampai kapan karena krisis yang melanda mereka tak kunjung berakhir. 

Pendekatan Geopolitik untuk Akhiri Krisis Rohingya (Sumber Gambar : Nu Online)
Pendekatan Geopolitik untuk Akhiri Krisis Rohingya (Sumber Gambar : Nu Online)

Pendekatan Geopolitik untuk Akhiri Krisis Rohingya

Ada yang menyebut kalau pangkal dari krisis Rohingya itu karena agama, ada yang menyebut karena politik, dan ada yang juga yang menganggap kalau apa yang terjadi di Rohingya itu disebabkan oleh cadangan sumber daya alam yang ada di sana. Oleh karena itu, reaksi dan pendekatan pemberian bantuan kepada Rohingya pun berbeda-beda. 

Lalu, apa seharusnya yang dilakukan perdamaian yang berkelenjutan bagi etnis Rohingya itu bisa terwujud? Siapa saja yang seharusnya terlibat dalam mengakhiri krisis Rohingya?

Jurnalis PKB Kab Tegal A Muchlishon Rochmat berkesempatan mewawancarai Ketua Tim Kajian Rohingya GP Ansor Mahmud Syaltout terkait hal itu. Berikut petikan wawancaranya:

Bisa digambarkan kondisi etnis Rohingya dalam politik Myanmar itu seperti apa?

PKB Kab Tegal

Dalam temuan kami, ada beberapa gelombang terkait dengan eksistensi etnis Rohingya di Myanmar. Mereka dulu dikenal dengan nama Arakhan dan membangun sebuah kerajaaan. Lalu mereka bermigrasi keluar ke Bangladesh. Pada masa kolonialisasi Inggris, mereka dianggap lebih membela Inggris. Oleh karena itu setelah Myanmar merdeka, mereka tersisih karena dinilai tidak memiliki kontribusi terhadap kemerdekaan Myanmar. Ada yang pergi, tetapi tidak seidikit pula yang tetap tinggal di wilayah Rakhine State tersebut.

Awal persekusi terjadi pada tahun tujuh puluhan saat junta militer Myanmar berhasil menguasai pemeritahan. Tahun 1974, ada Emergence Immigration Law atau Undang-Undang yang berusaha menertibkan imigran ilegal. Etnis dianggap sebagai imigran ilegal. Pada tahun tujuh puluhan, banyak etnis Rohingya yang migrasi kembali ke wilayah Rakhine. 

Kenapa mereka memilih migrasi kembali?

Karena pada tahun tujuh puluhan, blok-blok migas mulai beroperasi. Oleh karena itu, perusahaan-perusahaan tersebut membutuhkan tenaga kerja. Mereka inilah orang-orang yang bersedia dibayar murah untuk melakukan pekerjaan kasar itu. Kedatangan kembali etnis Rohingya yang semakin banyak tersebut menimbulkan kecemburuan sosial bagi warga setempat. Lalu, dilahirkanlah Emergence Immigration Law tersebut.

PKB Kab Tegal

Pada tahun itu juga, ada 25 kontrak blok migas yang ditandatangani dengan perusahaan migas asing. Sedangkan pada tahun-tahun sebelumnya, perusahaan asing dinasionalisasikan oleh pemerintah Myanmar. Bahkan, tahun enam lima perusahan asing diusir oleh pemerintah Myanmar. Tetapi tahun tujuh puluh empat, pemerintah membuka kontrak baru dengan perusahaan-perusahaan asing tersebut. 

Sampai tahun 1974 itu, etnis Rohingya belum mengalami persekusi?

Peraturan dan pendisiplinan tentang kewarganegaraan sudah mulai diterapkan tahun tujuh empat, tetapi belum masif. Tahun 1977, ada operasi militer dragon king operation. Operasi ini merupakan sensus terhadap penduduk Myanmar. Namun, sensus ini dilakukan oleh militer. Karena menyensusnya dengan menggunakan senjata, maka etnis Rohingya mulai mengalami persekusi. Meski demikian, banyak juga etnis Rohingya yang masih tetap tinggal di wilayah Rakhine tersebut. 

Tahun delapan puluh dan sembilan puluhan tidak terdengar persekusi terhadap etnis Rohingya?

Pada tahun 2013, ada kekerasan lagi yang menimpa etnis Rohingya. Kenapa terjadi lagi pada tahun 2013? Temuan kita menunjukkan bahwa pada tahun itu pipa minyak dan gas mulai beroperasi dari Shwe ke Kyauk Phyu dan dari Kyauk Phyu ke China. Pipa tersebut memiliki kapasitas yang besar. Gasnya saja  193 juta kubik kaki perhari. Minyaknya juga ribuan barel perhari.

Maka dari itu, perlu dilakukan pembersihan lahan dan dilakukanlah persekusi kepada orang-orang Rohingya. 

Tetapi tahun 2016 dan 2017 kenapa ramai lagi?

Temuan kami, pada tahun 2016 dan 2017 ada banyak blok di Rakhine State yang expired atau habis masa kontraknya. Ada Blok PSCM yang berada di pinggir Rakhine juga sedang ditawarkan. Jadi, ada blok besar yang ditawarkan dan di sisi lain ada blok-blok yang sedang habis masa kontraknya. Ada banyak kepentingan di sana.

Dengan kata lain, ada persoalan geopolitik di sana?

Menurut pembacaan kami, krisis Rohingya ada kaitan erat dengan persoalan geopolitik. Geopolitik itu pertarungan kekuasaan di suatu wilayah dengan orientasi menguasai wilayah tersebut dan orangnya. Jadi penguasannya wilayah, bukan sekedar kebencian terhadap suatu agama. Buktinya, umat muslim yang ada di wilayah lain di Myanmar aman-aman saja.

Artinya, persekusi, teror, dan genosida ada konteks kewilayahannya. Bahkan, orang-orang Rohingya yang mencoba kembali akan dibakar lagi rumahnya. Dengan demikian, wilayah tersebut memang dibersihkan. Berdasarkan data yang dirilis PBB, desa-desa yang dibakar itu sudah ditarget dan direcanakan. Oleh karena itu, ini bukanlah kerusuhan antar agama biasa tetapi ini sudah didisain oleh militer dan Negara Myanmar. Kalau mereka menggunakan pion atau memprovokasi yang lain, itu dimaksukan agar permasalahan sesungguhnya kabur atau tertutupi.  





Tetapi kan ada aksi saling tuduh, Pemerintah Myanmar mengatakan ini yang melakukan Rohingya sendiri, ARSA. Sementara pihak Rohingya mengaku ini dilakukan oleh Pemerintah Myanmar.

Isu terkait ARSA itu dikembangkan oleh Pemerintah Myanmar. ARSA bisa saja cuma reaksi. Mereka ditindas dan diopresi, lalu mereka melawan. Masalahnya kan bukan hanya itu, tetapi ini soal wilayah dan sumber daya. 

Bantuan kemanusiaan dari MSF Perancis yaitu pendirian sekolah-sekolah di Rakhine dibakar. Menurut saya, itu hampir tidak mungkin dilakukan oleh orang Rohingya sendiri. Indiskasi terkuat yang melakukan adalah militer. Kalau kita baca data-data yang dirilis PBB, dugaan kuta mereka juga mengarah kepada militer Myanmar sebagai pelakunya. Indiskasi terkuat yang melakukan adalah militer. Pemerintah Myanmar tidak mau jujur sebenarnya ada apa. 

Kalau demikian, apa yang menyebabkan etnis Rohingya yang berada di Rakhine terus bergejolak? 

Saat ini Rohingya atau Rakhine disebut dengan new frontier of oil and gas exploration and production. Saat ini, Myanmar memiliki cadangan gas 33 triliun kubik kaki. Itu 10 kali lipatnya Blok Mahakam atau bahkan malah lebih. Di Mahakam, kita berani geger-gegeran dengan Perancis untuk memperebutkan 3,2 triliun kubik kaki. 

Myanmar dibagi ke dalam empat empat lempeng geologis atau basing. Salah satunya disebut Rakhine coastal zone dan di sini terdapat cadangan minyak miliaran kubik barel. Sedangkan cadangan gas yang ada di Rakhine adalah 7,8 triliun kubik kaki atau dua kali lipatnya Blok Mahakam. Di sampin itu, juga ada pipa gas dan pipa minyak dengan ukuran yang sangat besar. Saat ini, di Myanmar ada 397 perusahaan migas. 

Jika melihat situasinya seperti itu, apa yang bisa dan seharusnya dilakukan oleh dunia internasional untuk menyelesaikan masalah Rohingya tersebut?

Kunci besarnya ada di China, India, Thailand, dan Korea Selatan. Kalau dunia internasional secara umum agak berat. Mereka mungkin mengutuk Myanmar, tetapi mereka tidak akan bisa mendorong lebih karena mereka juga memilikim blok migas di Myanmar. Kita harus mendorong dari pinggir.  

Lewat PBB pun akan susah untuk mendorong Myanmar menyelesaikan persoalan Rohingya. Lima anggota PBB yang memiliki hak veto yaitu Amerika, Inggris, Rusia, Perancis, dan China memiliki blok migas di Myanmar.  

Bagaimana dengan ASEAN?

Perusahaan Myanmar pasti ada di situ. Brunei, Malaysia, Thailand, Vietnam, dan Singapur juga memiliki blok di Myanmar. Indonesia ada meski tidak signifikan. Seperti bagian services saja. Artinya, tujuh dari sepuluh negara ASEAN memiliki blok migas di sana. ASEAN akan melakukan pendekatan non-intervensi atau tidak mengintervensi dan menganggap ini sebagai urusan domestik. Maka dari itu, suara diplomasi negara-negara ASEAN kurang lebih sama seperti Indonesia. 

Menurut Anda, Apakah diplomasi yang dilakukan Indonesia terkait Rohingya sudah cukup? 

Indonesia sudah paling progresif, yang lainnya lebih memilih diam. Pemerintah sudah baik melakukan diplomasi kemanusiaan, tetapi tidak cukup karena itu hanya adressing issue dan hanya sebentar menyelesaikan masalah. Masyarakat Rohingya bisa makan, sekolah, mendapatkan obat-obatan, tetapi akar masalahnya bahwa mereka diusir dari tanahnya belum selesai.   

Kita memiliki tiga pendekatan strategi untuk melihat Rohingya itu seperti apa. Pertama, klaster Erdogan. Klaster ini merupakan sekelompok orang yang melihat Rohingya ini sebagai konflik agama. Kedua, klaster Jokowi. Klaster ini melihat kasus Rohingya lebih kepada masalah kemanusiaan. Ketiga, klaster Ansor. Klaster ini melihat bahwa apa yang terjadi di Rohingya bukan hanya sekedar kemanusiaan saja, tetapi ada persoalan geopolitik di sana. 

   

Bisa dijelaskan lebih detail ketiga pendekatan strategi tersebut?

Kalau menggunakan pendekatan agama, keuntungan terbesar didapatkan oleh Myanmar dan Rohingya sendiri malah rugi. Artinya, persekusi kepada mereka akan semakin keras karena orang-orang Indonesia atas nama agama ‘membantai’ yang lain. Sedangkan, dengan Pendekatan Jokowi Rohingya akan mendapatkan untung besar dibandingkan ke pemerintah Indonesia. Ini pendekatan yang tulus karena ingin membantu Rohingya. Tetapi ini tidak cukup karena hanya adressing issue dan hanya sebentar menyelesaikan masalah.    

Adapun Pendekatan Ansor, yang paling untung banyak adalah Rohingya. Pendekatan ini berorientasi untuk menyelesaikan masalahnya dan jangka panjang. Jadi, pendekatan geopolitik yang di-highlight GP Ansor adalah pendekatan yang paling tepat karena lebih memungkinkan untuk terwujudnya perdamaian yang berkelanjutan.  

Jadi, apa yang seharusnya Pemerintah Indonesia lakukan terkait diplomasi Rohingya?

Yang kita inginkan adalah pemerintah Indonesia harus berani mengambil posisi lebih tegas dan mengambil kepemimpinan diplomasi Myanmar, terutama menggalang diplomasi dengan China, India, Thailand, da Korea Selatan dalam menyelesaikan persoalan Rohingya.

Ada pendapat yang menyebutkan bahwa Rohingya lebih membutuhkan bantuan politik daripada bantuan logistik. Bagaimana menurut anda?

Ujung akhir dari pendekatan kemanusiaan adalah logistik. Keuntungan pendekatan ini lebih kecil bagi Rohingya jika dibandingka dengan pendekatan geopolitik. Pendekatan Geopolitik adalah menggunakan semua instrumen dengan pressure atau tekanan-tekanan politik. Kita menyebutnya total diplomacy dan multy track diplomacy. Pendekatan ini lebih efektif menyelesaikan masalah dan mampu menciptakan perdamaian yang berkelanjutan.   

Dilaporkan bahwa Aung San Suu Kyi menolak undangan PBB terkait dengan Konflik Rohingya. Bagaimana anda menanggapi itu?

Posisi Aun San Suu Kyi ini cukup dilematis. Suu Kyi masih merupakan tokoh sentral yang dibutuhkan oleh warga Rohingya. Menurut data yang kami dapatkan, partainya Suu Kyi merupakan satu-satunya pihak yang masih bisa diajak ngobrol oleh Rohingya. Orang-orang Rohingya masih bisa ngobrol dengan partainya Suu Kyi dari pada dengan partai koalisinya Suu Kyi ataupun partai oposisi. 

Selain sebagai State Councelor, Suu Kyi adalah menteri listrik dan energi. Jadi, yang menandatangi kontrak-kontran blok migas adalah Suu Kyi. Dia juga yang bertindak melakukan bagi-bagi jatah.

Ketika Suu Kyi ngomong untuk menghentikan kekerasan, maka militer akan menodongnya dan mengatakan bahwa yang menandatangangi blok migas dan pembangunan pipa adalah dia sendiri. 





Keadaan dilematis itu yang membuat Suu Kyi memilih diam?

Oleh karena itu, dia lebih banyak memilih untuk diam. Kalau dia tidak mendukung Rohingya, bagaimanapun juga minoritas Rohingya lebih memilih beraliansi secara politis dengan partainya. 

Suu Kyi berada dalam posisi terjepit. Terjepit sama militer, terjepit di sektor energi, terjepit dengan partainya yang ternyata lebih dekat dengan Rohingya. Akhirnya dia memilih untuk diam. Termasuk tidak menghadiri undangan dari PBB karena kalau dia hadir maka dia akan blunder dan bunuh diri.    

Dari Nu Online: nu.or.id

PKB Kab Tegal Halaqoh PKB Kab Tegal

Dibentuk, Gusdurian Probolinggo Rumuskan Arah Gerakan

Probolinggo, PKB Kab Tegal. Usai dibentuk sepekan lalu, tepatnya tanggal 14 Februari 2015, Gusdurian Probolinggo, Jawa Timur mulai berkumpul untuk merumuskan arah gerakan. Pertemuan sederhana itu dilaksanakan di Mushala Al-Barokah Binor, Paiton, Probolinggo, Jawa Timur.

Koordinator Gusdurian Probolinggo, Ibnu Arobi pada pertemuan Sabtu (22/2) tersebut menjelaskan, pertemuan ini perdana dilakukan pasca-pembentukan untuk merumuskan fokus gerakan.

Dibentuk, Gusdurian Probolinggo Rumuskan Arah Gerakan (Sumber Gambar : Nu Online)
Dibentuk, Gusdurian Probolinggo Rumuskan Arah Gerakan (Sumber Gambar : Nu Online)

Dibentuk, Gusdurian Probolinggo Rumuskan Arah Gerakan

"Fokus gerakannya bagaimana membumikan 9 budi utama Gus Dur yakni ketauhidan, kemanusiaan, keadilan, kesetaraan, pembebasan, kesederhanaan, kesatriaan, persaudaraan dan kearifan lokal," ujarnya.

PKB Kab Tegal

Pria alumnus IAIN Sunan Ampel Surabaya ini berharap ke depan, dengan keberadaan Gusdurian di Probolinggo bisa menyosialisaikan pikiran-pikiran Gus Dur serta memasifkan pemberdayaan ekonomi mandiri di kabupaten setempat.

Ibnu juga menceritakan, terbentuknya Gusdurian Probolinggo yang diawali diskusi-diskusi informal ? dengan kader muda lintas iman hingga akhirnya memutuskan untuk membuat komunitas dengan ?

PKB Kab Tegal

Ketua Dewan Pengarah Pengasuh Yayasan Anak Yatim Bina Sholehah, Kraksaan Probolinggo Hj.Sholeha Zain.

"Semoga dengan perumusan fokus gerakan ini kedepan Gusdurian Probolinggo bisa berjalan sesuai visi misi pembentukan," pungkasnya. (Nidhomatum MR/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKB Kab Tegal IMNU PKB Kab Tegal

Idul Adha, Momentum Menggerus Ego Materialisme Manusia

Jember, PKB Kab Tegal

Tidak puas dan selalu kurang. Senantiasa ingin menguasai dan tak mau berbagi. Itulah yang secara umum menjadi kecenderungan karakter manusia. Demikian salah satu untaian kalimat khutbah Idul Adha yang disampaikan Wakil Sekretaris PCNU Jember, Ustadz Mochammad Eksan di Masjid Jihadil Muttaqien, Karang Mlowo, Kelurahan Mangli, Kabupaten Jember, Senin (12/9).

Idul Adha, Momentum Menggerus Ego Materialisme Manusia (Sumber Gambar : Nu Online)
Idul Adha, Momentum Menggerus Ego Materialisme Manusia (Sumber Gambar : Nu Online)

Idul Adha, Momentum Menggerus Ego Materialisme Manusia

Menurut Eksan, nafsu manusia untuk selalu berkuasa dan menguasai materi merupakan pemicu rusaknya peradaban di muka bumi. Karena itu, “Idul Adha harus dijadikan momentum untuk menggerus ego materialisme manusia yang tak ada batasnya dan menyingkirkan ego berkuasa? manusia yang? selalu berkobar. Inilah momentumnya mengubur ego-ego itu,” paparnya.

Pengasuh Pesantren Nurul Islam (Nuris) 2, Mangli itu memaparkan betapa peristiwa berkurbannya Nabi Ibrahim mempunyai makna penting terkait dengan perlawanan untuk menyingkirkan nafsu duniawi manusia. Dikatakannya, Nabi Ibrahim berkurban dengan 1000 ekor kambing, 300 ekor sapi, dan 100 ekor unta. Jika dirupiahkan, nilai kurban tersebut mencapai sekitar 10 miliar rupiah. Sebuah nilai yng sangat besar, bahkan terbesar dalam sejarah peradaban manusia.

PKB Kab Tegal

“Dengan berkurban sebanyak itu, Nabi Ibrahim sesungguhnya ingin melawan ego materialisme yang dimiliki manusia. Bahwa harta sebanyak apa pun tak ada gunanya jika tak bemanfaat untuk sesama,” ungkapnya.

Ustadz Eskan menambahkan bahwa esensi ajaran berkurban? adalah semangat untuk memberi terhadap sesama yang tak terbatas oleh dimensi ruang dan waktu. Berkurban, katanya, merupakan salah satu jalan untuk mendekatkan diri kepada Allah, dan pada saat yang sama, orang yang berkurban juga menjalin kedekatan dengan? orang lain. Missi vertikalnya diraih, dan misi sosial-horisontalnya? juga didapat. Demikian juga, dalam menjalani kehidupan sehari-hari, kedua? missi itu tak boleh tercecer salah satunya. Keduanya harus selalu berjalan beriringan.

PKB Kab Tegal

“Hablum minallah dan hablum minannas adalah bagaikan dua sisi mata uang, yang hanya bisa dibedakan namun tak bisa dipisahkan. Tuhan dan manusia dalam altar sejarah merupakan suatu kesatuan dalam visi, misi dan program kebudayaan dan peradaban manusia,” jelasnya. (Aryudi A Razaq/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKB Kab Tegal Doa, Makam, Ahlussunnah PKB Kab Tegal