Rabu, 22 November 2017

Pendapat Banser Atas Polisi Asmaul Husna di Demo 4 November

Garut, PKB Kab Tegal - Hadirnya pasukan Asmaul Husna dari Satuan Brimob Polri saat aksi 4 November lalu mendapat perhatian tersendiri dari publik. Namun tidak bagi Banser Garut, Jawa Barat.

Pasalnya pasukan tersebut sudah digunakan Kepolisian Resort Garut saat pengamanan Pilkada 2013, Pilleg dan Pilpres 2014, termasuk Pilkada Pangandaran 2015

Pendapat Banser Atas Polisi Asmaul Husna di Demo 4 November (Sumber Gambar : Nu Online)
Pendapat Banser Atas Polisi Asmaul Husna di Demo 4 November (Sumber Gambar : Nu Online)

Pendapat Banser Atas Polisi Asmaul Husna di Demo 4 November

Eks Dansatkorcab Banser Kabupaten Garut yang kini Dansatkorwil Banser Jabar, Yudi Nurcahyadi menjadi saksi teredamnya emosi demonstran ketika berhadapan dengan pasukan Asmaul Husna.

Pasukan yang tugasnya mengumandangkan zikir dan melafalkan nama-nama Allah SWT terbukti sangat efektif menyejukan suasana yang cenderung panas ketika demonstrasi berlangsung.

PKB Kab Tegal

"Kala itu 2013 Pilkada Garut sampai dua putaran. Demonstrasi hampir tiap hari. Berkat Pasukan Asmaul Husna itulah suasana Garut Kondusif," kata Yudi, Ahad (6/11).

Menurut Yudi, ide pasukan Asmaul Husna dari mantan Kapolres Garut, AKBP H. Arif Rachman SIK MTCP yang kini Wakapolres Jakarta Timur. Arif dikenal sebagai pegiat ESQ di Garut yang dekat dengan Pesantren NU dan Ansor/Banser Garut.

PKB Kab Tegal

"Maka ketika lihat tivi ada pasukan Asmaul Husna, saya yakin demo ratusan ribu itu akan bisa disejukan. Karena tameng polisi terdepan dengan zikir bukan pentungan," ujarnya.

Yudi pun berharap, pasukan Asmaul Husna dijadikan pasukan unggulan Kepolisian karena terbukti mengajak demonstran berkomunikasi dengan hati, bukan lagi emosi. (Nurjani/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKB Kab Tegal Sejarah PKB Kab Tegal

Dalang Banser Tegal Pentaskan Wayang di Sukoharjo

Sukoharjo, PKB Kab Tegal. Kasatkorcab Banser Tegal yang kini Bupati Tegal, yaitu Ki Dalang Enthus Susmono hadir di Kabupaten Sukoharjo untuk mengisi pagelaran wayang kulit semalam suntuk di alun-alun kota Sukoharjo, Jawa Tengah, Ahad ( 19/1).

Dalang Banser Tegal Pentaskan Wayang di Sukoharjo (Sumber Gambar : Nu Online)
Dalang Banser Tegal Pentaskan Wayang di Sukoharjo (Sumber Gambar : Nu Online)

Dalang Banser Tegal Pentaskan Wayang di Sukoharjo

Sebelum kehadiran Ki Enthus, para anggota Gerakan Pemuda Ansor Sukoharjo secara khusus membuat spanduk yang bertuliskan ”Selamat Datang Sahabatku Ki Enthus Susmono Kasatkorcab Banser - Bupati Kabupaten Tegal Di Kabupaten Sukoharjo”.

Ucapat tersebut sebagai salah satu wujud kebahagiaan Ansor Sukoharjo atas terpilihnya Ki Enthus sebagai bupati Tegal beberapa waktu yang lalu.

PKB Kab Tegal

“Kami sangat bangga dan bahagia salah satu sahabat kami akhirnya menjadi orang nomor satu di Tegal”, ujar Syafi’i, salah satu anggota Ansor Sukoharjo.

Dalam acara yang juga dihadiri Gubernur Jawa Tengah tersebut, Ki Enthus membawakan lakon Punokawan Nagih Janji . Bupati Sukoharjo Wardoyo Wijaya yang hadir saat itu juga menyampaikan pesan ucapan selamat atas kepercayaan masyarakat Kabupaten Tegal yang telah memberi amanah Ki Enthus sebagai Bupati Tegal periode 2014 – 2019.

PKB Kab Tegal

Disamping menjadi hiburan dan tontonan, kata Bupati Sukoharjo, pentas wayang dalam rangka pengesahan undang-undang desa ini diharapkan akan membawa manfaat dan tuntunan bagi semuanya. (Ahmad Rosyidi/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKB Kab Tegal Ahlussunnah PKB Kab Tegal

Selasa, 21 November 2017

Kesan Kiai Said Usai Lihat Pameran Manuskrip dan Benda Pusaka

Jakarta, PKB Kab Tegal. Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Said Aqil Siroj mengunjungi pameran berbagai koleksi manuskrip dan benda-benda pusaka dilantai 8 Gedung PBNU, Jakarta Pusat, (31/1)

Dalam rangkaian Harlah ke-91 NU tersebut, Kiai Said dengan teliti melihat satu persatu berbagai koleksi manuskrip kuno dan benda-benda pusaka, seperti keris, kujang, golok, pedang, dan tombak.

Kesan Kiai Said Usai Lihat Pameran Manuskrip dan Benda Pusaka (Sumber Gambar : Nu Online)
Kesan Kiai Said Usai Lihat Pameran Manuskrip dan Benda Pusaka (Sumber Gambar : Nu Online)

Kesan Kiai Said Usai Lihat Pameran Manuskrip dan Benda Pusaka

Sambil melihat, ia bertanya kepada kolektor tentang apa yang sedang dilihatnya, bahkan ia sempat membaca naskah-naskah kuno tersebut. Dan kalau ada naskah yang sulit dibaca seperti aksara Jawa, ia meminta kepada kolektor untuk membacakan, lalu ia pun mendengarkan dengan seksama.

“Ini luar biasa, baru kali Harlah NU memamerkan manuskrip-manuskrip kuno yang ditulis oleh ulama nusantara. Ada naskah kuno beraksara Arab Pegon berbahasa Jawa, juga ada kitab Islam yang ditulis Bahasa Kawi,” katanya.

Selesai melihat sejumlah manuskrip, masih dengan ketakjubannya, ia menuturkan bahwa para pendahulu atau leluhur sudah menguasai literatur.?

PKB Kab Tegal

“Orang kalau membaca Shohih Bukhori itu sudah level tinggi. Sekarang kitab tersebut sudah jarang dibaca,” lanjut kiai asal Kempek Cirebon itu.

Menurutnya, kalau orang sudah mengkaji kitab Shahih Bukhari, Shahih Muslim, Fathul Wahab, kitab tafsir-nya Ibnu katsir, Tafsir Jalalain berarti pemahaman agamanya sudah high level.

PKB Kab Tegal

“Kalau sekarang itu Mbah Maimoen, Mbah Dimyati Kendal, itu levelnya sudah tinggi,” ungkapnya.

Ia pun berharap agar ke depan koleksi-koleksi yang dipamerkan tersebut lebih disempurnakan lagi, lebih komprehensif, lebih beragam, dan lebih berkualitas. “Ini luar biasa mengangkat martabat ulama Nusantara yang bacaannya sudah Shahih Bukhari,” pungkasnya.?

Turut mendampingi Kiai Said, Wakil Ketua Umum PBNU H Mochammad Maksum Machfoedz, Ketua PBNU HM. Imam Aziz, pengurus PBNU lainnya. (Husni Sahal/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKB Kab Tegal Doa PKB Kab Tegal

Bijaklah Sikapi Informasi tentang Rohingya di Medsos

Pringsewu, PKB Kab Tegal



Saat ini tragedi kemanusiaan Rohingnya terus menjadi trending topic di media sosial. Ungkapan keprihatinan, simpati sampai dengan kutukan terus mengalir tak terbendung. Berbagai berita, foto dan video memenuhi medsos.

Menurut Wakil Sekretaris PCNU Kabupaten Pringsewu Fathurrahman, hal itu berdampak negatif bagi yang melihatnya.?

Bijaklah Sikapi Informasi tentang Rohingya di Medsos (Sumber Gambar : Nu Online)
Bijaklah Sikapi Informasi tentang Rohingya di Medsos (Sumber Gambar : Nu Online)

Bijaklah Sikapi Informasi tentang Rohingya di Medsos

"Terlepas apakah yang tersaji itu fakta atau hoaks, konten kekerasan yang nyaris unsencored? ini secara psikologis sangat membahayakan kejiwaan seseorang, khususnya anak-anak. Bila terus dipertontonkan, maka otak akan merespon kekerasan sebagai hal biasa, dan boleh dilakukan.Naudzubillah," katanya, Ahad (3/9).

Pemberitaan yang masif dan hampir tanpa jeda, dalam waktu yang tidak lama akan memunculkan berbagai macam opini. Opini dan pandangan yang muncul jelas akan berbeda-beda tergantung dari sisi mana seseorang mencerna saat menerima informasi.

PKB Kab Tegal

"Contoh sederhananya ada yang berpendapat konflik Rohingya adalah sentimen agama, sebab dipicu oleh kesewenang-wenangan pemeluk mayoritas terhadap yang minoritas," ujar Pria yang akrab disapa Mas Faun.

Pandangan ini memunculkan berbagai komentar miring, cenderung mengarah pada ujaran kebencian antar pemeluk dua agama ini.

PKB Kab Tegal

"Alih-alih mencari solusi dan aksi nyata buat Muslim rohingnya, mereka makin sibuk tebar sumpah serapah dan meme negatif yang berpotensi memicu sentimen didalam negeri kita sendiri yang sejak dulu kala kita telah mewarisi rasa toleransi," lanjutnya seraya berharap isu ini tidak terbawa ke Indonesia dan dikonsumsi mentah-mentah sehingga mengancam kerukunan antarumat beragama.

Ada jug yang berpendapat bahwa tragedi Rohingya adalah konflik geopolitik yang melibatkan berbagai negara yang berkepentingan secara kapital atas potensi migas di kawasan yang dihuni oleh etnis Rohingya tersebut.

Dari berbagai informasi yang memenuhi jagat dunia maya saat ini, ia mengingatkan kepada siapa saja untuk tidak gegabah dan latah meyakini serta men-share berbagai informasi yang diterima.

"Mending mingkem, minongko ndadekno ayem, tinimbang semaur ananging ngawur," katanya mengambil pepatah bijak Jawa yang artinya lebih baik diam agar bisa menyejukkan daripada berbicara tetapi tidak terarah.

Pengendalian diri dan bersikap bijak dalam mengunggah dan berkomentar akan lebih maslahat dibandingkan sekadar share tanpa sumber yang memadai.

Ia mengajak semua pihak untuk mendukung negara maupun lembaga kemanusian manapun yang tulus hati membantu Muslim Rohingnya karena mereka lebih membutuhkan upaya diplomatik agar Myanmar menghentikan tragedi ini.

"Daripada sebar hoaks dan khutbah kebencian, lebih baik mulai dengan keikhlasan, salurkan dana melalui lembaga kemanusiaan yang kompeten serta dalam munajat kita kepada Allah SWT, menyertakan doa keselamatan kepada etnis Rohingya. Semoga lindungan dan pertolongan-Nya makin dekat pada Muslim Rohingnya. Lahumul Fatihah," pungkasnya. (Muhammad Faizin/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKB Kab Tegal News, Hikmah, Hadits PKB Kab Tegal

Kenalkan IPNU-IPPNU Lewat Mopdik

Jepara, PKB Kab Tegal. Pimpinan Cabang (PC) IPNU-IPPNU Kabupaten Jepara, Jawa Tengah, mengenalkan peserta didik baru baik di MTs dan MA sederajat ke-IPNU-IPPNU-an lewat kegiatan Masa Orientasi Peserta Didik (Mopdik).

Kegiatan yang dilaksanakan serentak di 15 kecamatan tersebut dimulai Kamis-Jumat (10-25/7) mendatang. Pelaksanaannya sesuai jadwal Mopdik di masing-masing madrasah yang ditangani Pimpinan Anak Cabang (PAC) IPNU-IPPNU setempat.

Kenalkan IPNU-IPPNU Lewat Mopdik (Sumber Gambar : Nu Online)
Kenalkan IPNU-IPPNU Lewat Mopdik (Sumber Gambar : Nu Online)

Kenalkan IPNU-IPPNU Lewat Mopdik

Sasaran agenda tahunan tersebut adalah seluruh MTs dan MA di Kabupaten Jepara yang berjumlah 159, ditambah SMP, SMA dan SMK umum. “Materinya memang IPNU-IPPNU namun kami juga menyisipkan materi ke-NU-an dan ke-Aswaja-an,” kata M Khoironi, Ketua PC IPNU Jepara.

PKB Kab Tegal

Dihubungi via telepon, ia menjelaskan sisipan kegiatan tersebut untuk mengenalkan dan mendoktrin peserta didik tentang organisasi pelajar NU. “Harapannya mereka tidak mudah goyah saat dirong-rong ideologinya,” jelasnya.

PKB Kab Tegal

Ia mengatakan pemberian materi IPNU-IPPNU pada saat Mopdik merupakan momen yang tepat. Apalagi mayoritas madrasah yang ada di Jepara berbasis NU.

Beberapa tahun terakhir, pihaknya juga menggandeng sekolah umum SMP, SMA dan SMK baik negeri maupun swasta dengan kegiatan serupa. Hasilnya, sekolah yang digandeng memberikan respon positif. “Ini menjadi bukti IPNU-IPPNU bisa diterima sekolah diluar Maarif,” tambah Khoironi.

? ?

Ia berharap kerjasama yang dilakukan dengan madrasah maupun sekolah umum terus terjalin erat sehingga IPNU-IPPNU kian diminati pelajar. Khususnya pelajar di madrasah maupun pelajar di sekolah umum. (Syaiful Mustaqim/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKB Kab Tegal Lomba, Habib, Amalan PKB Kab Tegal

Ingin Mondok Berasa Piknik? Datang ke Pesantren Daarul ‘Uluum Bogor

Bogor, PKB Kab Tegal. Pondok Pesantren (PP) Daarul ‘Uluum Lido terletak di Desa Ciburuy Cigombong Bogor, atau perbatasan antara Kabupaten Bogor dan Sukabumi, Jawa Barat. Pondok pesantren ini berada di area tanah 9,75 hektar, terletak di daerah perbukitan yang sejuk dan berudara segar. Di Pesantren ini terdapat kolam pemancingan dengan pemandangan menawan.

Sistem pendidikan di PP Daarul ‘Uluum Lido dikelola dengan menggabungkan antara pendidikan kurikulum Kementerian Pendidikan Nasional, kurikulum Kementerian Agama, dan pesantren berbasis modern melalui penyelenggaraan pola pendidikan Mu’allimin atau TMI (Tarbiyah al Mua’llimiin al-Islamiyyah).

Ingin Mondok Berasa Piknik? Datang ke Pesantren Daarul ‘Uluum Bogor (Sumber Gambar : Nu Online)
Ingin Mondok Berasa Piknik? Datang ke Pesantren Daarul ‘Uluum Bogor (Sumber Gambar : Nu Online)

Ingin Mondok Berasa Piknik? Datang ke Pesantren Daarul ‘Uluum Bogor

Hingga tahun 2016 ini, PP Daarul ‘Uluum memiliki lembaga Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan Madrasah Tsanawiyah (MTs), serta Madrasah Aliyah (MA), dengan jumlah santri mencapai hampir 2000 orang. Santri-santri yang belajar di PP Daarul ‘Uluum Lido tidak hanya berasal dari Kabupaten Bogor dan Sukabumi, tetapi juga dari daerah lain seperti Jakarta, Bekasi, Banten, Jawa Tengah, Madura dan Bali.

Banyaknya jumlah santri, fasilitas yang lengkap, dan berbagai kegiatan yang ada, menjadikan PP Daarul ‘Uluum Lido berkembang pesat. Kemajuan dan perkembangan tersebut bukan karena upaya yang dilakukan hanya satu dua hari. Jauh sebelumnya, pendiri Pondok Pesantren Daarul `Uluum, KH Ahmad Dimyati berjuang mendirikan dan menegakkan lembaga pendidikan tersebut.

Bahkan hingga sekarang, pesantren ini masih menghadapi berbagai tantangan. M Affan ? Afifi SHI, salah satu putra KH Ahmad Dimyati menuturkan, masyarakat asli sekitar pondok masih ada saja yang menganggap keluarga pendiri pesantren sebagai warga pendatang, walaupun sudah hampir 20 tahun mereka tinggal dan menetap di Ciburuy.?

Selain itu, karena di sekitar Ciawi dan Sukabumi banyak pabrik, masyarakat memandang pondok pesantren ini sama dengan perusahaan-perusahaan yang hanya berorientasi bisnis. Akibatnya, pihak pesantren harus memberikan bantuan setiap ada kegiatan.?

PKB Kab Tegal

Pria yang kini menjabat sebagai Ketua Badan Pengurus Yayasan Salsabila, yayasan yang menaungi Pondok Pesantren Daarul ‘Uluum Lido itu juga mengatakan, sebagai upaya untuk mendekatkan antara pesantren dengan warga sekitar, sejak awal pendiriannya, warga sekitar digratiskan untuk mengikuti pendidikan di PP Daarul ‘Uluum, tentu saja dengan mengikuti aturan yang berlaku.

“Sayangnya hanya ada dua santri yang masuk pesantren dan bisa betul-betul jadi kader,” kata pria yang juga Bendahara GP Ansor Kabupaten Bogor itu.

Untuk biaya operasional pesantren, Daarul ‘Uluum Lido memiliki sejumlah unit usaha, antara lain bergerak dalam bidang agrowisata dan percetakan.

PKB Kab Tegal

Para pengurus PP Daarul ‘Uluum menyadari bahwa masyarakat sekitar kurang tertarik dengan pendidikan Islam. Oleh karena itu, selain ingin melahirkan generasi yang ahli dzikir dan ahli pikir, ? PP Daarul ‘Uluum terus berupaya untuk bisa masuk ke dalam masyarakat sekitar. (Kendi Setiawan/Zunus)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKB Kab Tegal Kajian Islam, Olahraga, Santri PKB Kab Tegal

Senin, 20 November 2017

Mubes PPI Yaman Ke XIII Sahkan LPJ dan Tetapkan Sekjen Baru

Hudaidah, PKB Kab Tegal. Agenda tahunan Musyawarah Besar (Mubes) Persatuan Pelajar Indonesia (PPI) Yaman yang ke- XIII berlangsung tertib dan lancar dari pagi hingga dini hari. Acara yang bertempat di ruang perkuliahan Universitas Darul Ulum Asy-Syar’iiyah Hudaidah, Yaman Utara ini dihadiri sejumlah pengurus PPI Wilayah.

Di antara wilayah yang hadir pada kegiatan yang berlangsung Kamis (7/8) adalah PPI Sana’a, PPI Zabid, PPI Hudaidah, PPI Hadhramaut serta perwakilan dari pelajar wilayah Aden.

Mubes PPI Yaman Ke XIII Sahkan LPJ dan Tetapkan Sekjen Baru (Sumber Gambar : Nu Online)
Mubes PPI Yaman Ke XIII Sahkan LPJ dan Tetapkan Sekjen Baru (Sumber Gambar : Nu Online)

Mubes PPI Yaman Ke XIII Sahkan LPJ dan Tetapkan Sekjen Baru

Sebagai wujud komitmen organisasi, penyelengaraan MUBES merupakan hal yang penting sebagai manifestasi berorganisasi yang solid, bermartabat dan bertanggung jawab.

PKB Kab Tegal

Dimulai pembacaan LPJ oleh Erikhana Anshori Ibrahim Sekjen PPI Yaman periode 2013 -2014, dam laporan dari sekretaris Sekjen PPI Yaman saudara Syaher Mufti. Dilanjutkan pembahasan AD/ART hingga dini hari yang sebelumnya telah break beberapa saat.

Turut hadir disana perwakilan dari Kedutaan Besar RI dari ibukota Sana’a Abbas Bashori dan Asmaul Husna. Dalam sambutannya Pak Abbas menegaskan bahwa PPI Yaman harus sesuai namanya yaitu persatuan yang berfungsi menyatukan pelajar-pelajar yang berada di Yaman meski latar sosial berbeda.

Selain mengesahkan LPJ, dalam Mubes PPI Yaman ke-XII ini memutuskan putusan baru diantaranya pemekaran wilayah, kota Mukalla sekarang resmi berdiri sebagai PPI Mukalla, dan kota Aden resmi menjadi PPI wilayah baru dibawah naungan PPI Yaman. Kemudian tampuk estafet kepemimpinan Sekjen PPI Yaman yang dahulu dikomando oleh Erikhana Anshori Ibrahim dari PPI Zabid, kini dipegang oleh Sekjen baru dari PPI Sana’a Ade Yofi. (Akbar Rasyidi/Abdullah Alawi)

PKB Kab Tegal

Dari Nu Online: nu.or.id

PKB Kab Tegal Hadits, Pertandingan PKB Kab Tegal