Senin, 30 Oktober 2017

LAZISNU Sumut Salurkan Zakat kepada Kaum Duafa

Medan, PKB Kab Tegal. Lembaga Amil Zakat Infak dan Sedekah Nahdlatul Ulama (LAZISNU) Sumatera Utara (Sumut) menyalurkan zakat kepada 108 kaum duafa, Sabtu (18/8) di kantor Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Sumut, Jalan Sei Batanghari No. 52 Medan.

Penyaluran zakat kepada fakir miskin dan anak yatim itu dipimpin langsung Ketua LAZISNU Sumut Nispul Khairi, Wakil Ketua H Musa Ritonga, Pembina H Musaddad Lubis, dan Pengawas Yulpipa.

LAZISNU Sumut Salurkan Zakat kepada Kaum Duafa (Sumber Gambar : Nu Online)
LAZISNU Sumut Salurkan Zakat kepada Kaum Duafa (Sumber Gambar : Nu Online)

LAZISNU Sumut Salurkan Zakat kepada Kaum Duafa

Hadir dalam acara itu Ketua Tanfidziyah PWNU Sumut H Ashari Tambunan, Sekretaris Misran Sihaloho, Wakil Rais Syuriyah H Imron Hasibuan, H Abdul Hamid Ritonga, Ketua Lembaga Bahtsul Masail (LBM) PWNU Sumut KH Asnan Ritonga, Wakil Ketua Tanfidziyah H Abdullah Nasution, Wakil Sekretaris H Khairuddin Hutasuhut, Emir El-Zuhdi Batubara dan pengurus lainnya.

PKB Kab Tegal

Ketua LAZISNU Sumut Nispul Khairi dalam sambutannya mengatakan, zakat yang disalurkan kepada 108 orang fakir miskin dan anak yatim itu dihimpun selama lima hari, yakni sejak LAZISNU Sumut di-launching pada Senin (13/8) hingga Jumat (17/8). Masing-masing penerima zakat memperoleh uang Rp150 ribu.

PKB Kab Tegal

Dia meminta penerima zakat agar memanfaatkannya dengan baik, dan jangan melihat nominalnya, tapi mari mendoakan muzakki (pembayar zakat) agar terus menerus diberikan limpahan rezeki oleh Allah SWT.

Nispul juga mengharapkan kaum duafa mendoakan LAZISNU Sumut agar terus mendapat kepercayaan dari muzakki untuk menyalurkan zakat, infak dan shadaqah (ZIS) ke depan. Sebab, jika LAZISNU berkembang dan dipercaya masyarakat, akan semakin banyak kaum duafa yang terbantu.

“Kita bersyukur, dalam lima hari beroperasi, LAZISNU diberi kepercayaan oleh masyarakat untuk menyalurkan zakat puluhan juta rupiah. Ini sebagai langkah awal yang baik untuk mengelola dan mengembangkan LAIZSNU menjadi lembaga yang amanah dan profesional dalam penghimpunan dan penyaluran ZIS,” kata dosen IAIN Sumut ini.

Sedangkan Ketua PWNU Sumut H Ashari Tambunan meminta kepada LAZISNU agar mengelola dan mengembangkan lembaga ini menjadi salah satu pilar pemberdayaan ekonomi umat yang amanah. Untuk itu, sepanjang tahun, LAZISNU harus terus bergerak menghimpun, mengelola dan menyalurkan ZIS untuk pemberdayaan ekonomi umat.

“Saya optimis, umat Islam khusunya warga NU akan menyerahkan ZIS-nya kepada LAZISNU Sumut jika lembaga ini dikelola dengan sungguh-sungguh, amanah, transparan dan akuntabel,” kata Ashari Tambunan.

Redaktur    : Mukafi Niam

Kontributor: Hamdani Nasution

 Message 11 of 493

Dari Nu Online: nu.or.id

PKB Kab Tegal Kyai PKB Kab Tegal

Ratusan Siswa MTs YPM 1 Wonoayu Sungkem dan Cuci Kaki Ibu

Sidoarjo, PKB Kab Tegal - Ratusan siswa dan siswi MTs YPM 1 Wonoayu Sidoarjo melakukan aksi sungkem dan cuci kaki ibunya. Aksi ini mereka gelar di halaman sekolah setempat, Rabu (21/12). Mereka dalam kesempatan ini memberikan bingkisan berupa sembako kepada ibunya serta ibu-ibu di sekitar sekolah setempat.

Aksi ini merupakan bentuk kasih sayang anak terhadap ibunya dalam rangka memperingati hari ibu yang diperingati setiap 22 Desember.

Ratusan Siswa MTs YPM 1 Wonoayu Sungkem dan Cuci Kaki Ibu (Sumber Gambar : Nu Online)
Ratusan Siswa MTs YPM 1 Wonoayu Sungkem dan Cuci Kaki Ibu (Sumber Gambar : Nu Online)

Ratusan Siswa MTs YPM 1 Wonoayu Sungkem dan Cuci Kaki Ibu

Rivaldi Kurniawan, salah satu siswa kelas 9 mengatakan, aksi sungkem (cium tangan) dan cuci kaki ibunya ini merupakan permohonan maaf dirinya kepada seorang ibu. Pasalnya, sejak kecil hingga saat ini banyak kesalahan yang telah dilakukan kepada ibunya.

"Kami memohon maaf atas segala kesalahan dan dosa kami kepada ibu. Aksi ini juga sebagai bentuk kasih sayang kami kepada ibu," kata Rivaldi.

PKB Kab Tegal

Suasana berubah menjadi haru ketika orang tua siswa (ibu-ibu) meneteskan air mata. Orang tua siswa tak kuasa menahan tangis ketika melihat anaknya bersimpuh memohon maaf sembari mencium tangannya serta mencuci kakinya.

PKB Kab Tegal

Salah satu orang tua siswa, Ista Arini, mengaku terharu dengan aksi yang dilakukan para siswa dan siswi ini. Pasalnya, aksi ini merupakan akhlak mulia seorang anak kepada ibunya yang layak dijadikan contoh siswa-siswi lain.

"Kami terharu dan bangga kepada anak saya dan anak-anak yang telah melakukan aksi ini. Yang paling penting adalah bagaimana orang tua mengajarkan akhlak yang baik sehingga bisa dilakukan atau ditiru oleh anak-anaknya," ucap Ista Arini sembari meneteskan air mata.

Sementara itu, menurut Kepala sekolah MTs YPM 1 Wonoayu Suhardi, tradisi cium tangan kepada orang tua perlu dilestarikan. Hal ini dimaksudkan agar anak-anak selalu mengedepankan sopan-santun kepada orang tua terutama kepada ibunya.

"Semoga melalui momen hari Ibu ini, para siswa bisa menjadi anak yang saleh dan salehah serta mampu menjunjung tinggi harkat dan martabat ibunya," ujar Suhardi. (Moh Kholidun/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKB Kab Tegal Berita, Fragmen PKB Kab Tegal

Prihatin Kekerasan Anak, Khofifah Dorong Para Ibu Aktif Ngaji

Jepara, PKB Kab Tegal. Ketua Umum Muslimat NU, Khofifah Indar Parawansa prihatin kasus pornografi yang merebak di bangsa ini. Salah satu penyebab dari laku pornografi ialah banyaknya foto, tulisan maupun video yang tidak senonoh yang di upaload di internet. Khofifah mengungkapkan bangsa Indonesia mencapai 70 % di seluruh dunia sebagai pemasang hal-hal yang tidak senonoh itu di internet.

Prihatin Kekerasan Anak, Khofifah Dorong Para Ibu Aktif Ngaji (Sumber Gambar : Nu Online)
Prihatin Kekerasan Anak, Khofifah Dorong Para Ibu Aktif Ngaji (Sumber Gambar : Nu Online)

Prihatin Kekerasan Anak, Khofifah Dorong Para Ibu Aktif Ngaji

Tidak hanya pornografi yang merebak. Kekerasan anak di sekolah maupun di rumah tangga menjadi sejumlah rentenan masalah yang di hadapi.

Karena itu, Khofifah yang juga menjabat Menteri Sosial (Mensos) itu mengajak orang tua yang sementara tidak aktif di organisasi untuk bareng-bareng ngaji dengan Muslimat. Untuk bareng-bareng istighotsah bareng Muslimat.

PKB Kab Tegal

“Ayo ngaji bareng-bareng Muslimat!” seru perempuan kelahiran Surabaya 1965 ini dalam Pelantikan Pengurus PC Muslimat NU Jepara berlangsung di Pendopo Kabupaten Jepara, Ahad (22/11) siang.

Seruan yang disampaikannnya itu bukan tanpa sebab. Informasi yang ia sitir dari Universitas Negeri Semarang (Unnes), terkadang ibu kandung yang melakukan tindak kekerasan terhadap anak disebabkan karena faktor depresi dan setres.

PKB Kab Tegal

“Sehingga ini menjadi PR kita bersama. Kita membaca burdah dan qur’an tambah seneng apa tambah susah?” tanya Khofifah yang serentak dijawab “tambah senang” oleh ratusan kader Muslimat yang hadir.

Khofifah juga menyitir sebuah ayat, ala bidzikrillahi tathmainnul qulub. Meski kita tidak mampu membantu masalah saudara-saudara kita. Misalnya urusan utang-piutang, tambahnya, tetapi lewat spiritual harapannya bisa meringankan beban mereka.

Khofifah menambahkan dalam rangka membentengi kefakiran ia mengajak Muslimat untuk jihad bil maal. Agar ibu-ibu Muslimat tidak terlilit utang dengan meminjam rentenir, maka Muslimat perlu menguatkan sisi perekonomian. Jika jihad bil maal beres, jihad bil hal (tindakan) dan jihad bil lisan (ucapan) juga akan berjalan dengan baik.

Tugas berat

Di tangan perempuan, Muslimat NU mengemban tugas yang berat. Hal itu diutarakan KH Ubaidillah Noor Umar, Rais Syuriah PCNU Jepara, yang juga hadir dalam kesempatan tersebut. Dia berkata, almar’atu imadul bilad. Perempuan tiyang negara.

“Jika perempuan “reyot” maka negara gampang roboh,” terang Rais Syuriyah yang terpilih saat Konfercab Ke-31 PCNU Jepara baru-baru ini.

Ketua Muslimat NU Jepara, H Noor Aini dalam sambutannya perlu sinergi antara Muslimat dan stake holder sehingga menjadi organisasi amanah, berkualitas, dan cerdas serta mempunyai visi dan misi mengembangakan sayap NU.

Selama ini, dijelaskan Noor Aini Muslimat NU Jepara sudah berkiprah di berbagai bidang. Mulai advokasi, ekonomi, pendidikan, dan sosial serta masih banyak bidang lain.

Dalam kesempatan itu Hj Ismawati, Ketua PW Muslimat NU Jawa Tengah didaulat melantik pengurus PC Muslimat NU Jepara masa khidmah 2015-2020. (Syaiful Mustaqim/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKB Kab Tegal Doa, RMI NU PKB Kab Tegal

Minggu, 29 Oktober 2017

Pengurus NU Se-Sidoarjo Ziarahi Makam Pejuang NU

Sidoarjo, PKB Kab Tegal - Agar pelaksanaan Konferensi Cabang Nahdlatul Ulama Sidoarjo berjalan lancar, sejumlah pengurus PCNU, lembaga, banom dan pengurus MWCNU se-Sidoarjo menziarahi makam pendiri dan masyayikh NU Sidoarjo, Ahad (9/10). Ziarah kubur ini merupakan serangkaian acara prakonfercab NU Sidoarjo ke-20.

Ketua panitia acara M Qosim Wirai menyatakan, selain mengenalkan para pejuang NU terdahulu khususnya yang ada di Sidoarjo, pihaknya juga ingin mengingatkan kembali masa perjuangan NU yang dibawa oleh para kiai dari Sidoarjo.

Pengurus NU Se-Sidoarjo Ziarahi Makam Pejuang NU (Sumber Gambar : Nu Online)
Pengurus NU Se-Sidoarjo Ziarahi Makam Pejuang NU (Sumber Gambar : Nu Online)

Pengurus NU Se-Sidoarjo Ziarahi Makam Pejuang NU

"Selain meminta restu untuk kesuksesan dan kelancaran Konferensi Cabang NU Sidoarjo, kami ingin menyusuri dan mengenalkan kepada seluruh pengurus NU siapa para pejuang NU dahulu," kata pria yang juga Ketua LDNU Sidoarjo ini.

Senada juga dikatakan Ketua PCNU Sidoarjo, KH Abdi Manaf, melalui ziarah kubur ke sejumlah ulama, kiai dan masyayikh di Sidoarjo diharapkan masa depan atau langkah NU Sidoarjo ke depan bisa lebih baik.

PKB Kab Tegal

Adapun makam yang diziarahi sejumlah pengurus PCNU, lembaga, banom dan pengurus MWCNU se-Sidoarjo yakni makam masyayikh di Desa Siwalanpanji tempat KH M Hasyim Asyari menimba ilmu, makam KH Ali Masud Pagerwojo Buduran, makam KH Hamzah, KH Imron Hamzah, dan Mbah Raden Ali di daerah Ngelom Sepanjang.

Setelah itu ke makam pendiri Yayasan Pendidikan dan Sosial Maarif KH M Hasyim Latif, makam KH Aruqot dan KH Siraj Kholil di Desa Kedungcangkring Jabon, makam KH Fadlil Desa Keboguyang dan terakhir ke makam Pendiri Pesantren Mambaul Hikam KH Khozin Mansyur. (Moh Kholidun/Alhafiz K)

PKB Kab Tegal

Dari Nu Online: nu.or.id

PKB Kab Tegal Khutbah, AlaSantri PKB Kab Tegal

NU dan Kebangkitan Pemuda

Oleh Imam Nahrawi

Nahdlatul Ulama telah memasuki umur ke-91 pada 31 Januari 2017. Sebuah usia yang cukup sepuh dan tentu menyimpan banyak pengalaman dalam bentang perjuangan bangsa Indonesia selama ini. Sebagai ormas terbesar NU terbukti sudah memainkan peran-peran penting dalam usaha mewujudkan kedaulatan dan keutuhan negeri ini.

NU dan Kebangkitan Pemuda (Sumber Gambar : Nu Online)
NU dan Kebangkitan Pemuda (Sumber Gambar : Nu Online)

NU dan Kebangkitan Pemuda

Jauh sebelum Indonesia merdeka, tepatnya pada tahun 1916, KH Abdul Wahab Chasbullah bersama kiai-kiai lain mempelopori berdirinya Nahdlatul Wathan (kebangkitan tanah air). Kala itu, salah satu pendiri NU yang dua tahun pulang dari Makkah ini tak tega menyaksikan bangsanya dijajah.

Pergerakan tersebut lalu ia topang dengan hadirnya organisasi baru bernama Nahdlatut Tujjar (kebangkitan para saudagar) pada tahun 1918, yang menjadi basis gerakan perekonomian rakyat. Kiai Wahab menjadi sekretaris sekaligus bendaharanya. KH Hasyim Asy’ari memimpin gerakan ini dengan salah satu anggotanya KH Bisri Syansuri. Menyusul kemudian terbentuk Taswirul Afkar (konseptualisasi pemikiran), sebuah forum kajian keagamaan dan kebangsaan yang menyoroti isu-isu krusial dalam konteks itu.

PKB Kab Tegal

Melalui organisasi-organisasi tersebut para ulama Nusantara mengupayakan berbagai pemecahan masalah bangsanya yang tengah dicengkeram kolonialisme. Dalam suasana penjajahan yang menyengsarakan, langkah-langkah ini tergolong berani dan visioner. Para kiai bergerak dengan risiko akan berhadapan dengan para penjajah.

PKB Kab Tegal

Yang kerap terlupakan adalah para kiai itu berjuang dalam usia yang relatif sangat muda. Kiai Wahab yang lahir pada 31 Maret 1888 membentuk Nahdlatul Wathan saat masih berumur 26 tahun. Ketika itu Kiai Bisri menginjak usia 27 tahun, sedangkan Kiai Hasyim 41 tahun. Nahdlatul Wathan pun menjadi wahana penggembelengan kesadaraan cinta tanah air yang digerakkan para pemuda dan diperuntukkan bagi para pemuda pula.

Fakta tersebut sekadar contoh betapa atmosfir perjuangan bangsa Indonesia sangat diwarnai oleh jiwa-jiwa muda. Tampilnya para kiai muda pendiri Nahdlatul Ulama itu membantah bahwa NU selalu identik dengan kaum tua, sebagaimana persepsi masyarakat yang jamak kita temui. Kita mendapati mereka sebagai kiai sepuh yang mengendalikan NU ketika organisasi keagamaan terbesar ini sudah mapan belakangan.



Spirit Kaum Muda


Kaum muda sering dipandang spesial setidaknya karena dua hal. Pertama, kekuatan. Pemuda dinilai memiliki energi lebih dibanding kaum tua yang secara alami pasti mengalami penurunan kondisi fisik. Pemuda kerap diasosiasikan dengan kelincahan, kesegaran, dan semangat yang menyalah-nyala.

Kedua, progresivitas. Jiwa perubahan umumnya mengalir dalam darah muda. Karenanya tak heran jika mereka kerap diandaikan mampu menjadi agen sosial yang bisa diandalkan untuk melakukan transformasi ke arah yang lebih baik.

Keistimewaan para pendahulu kita adalah mampu mengaktualisasikan potensi kepemudaan mereka untuk kepentingan publik. Mereka bukan orang-orang picik. Kemampuan untuk membaca persoalan dan momobilisasi masa tidak mereka gunakan untuk kepentingan diri sendiri maupun golongan, melainkan bangsa dan negara secara umum.

Kiprah kiai muda Abdul Wahid Hasyim juga bisa menjadi contoh. Beliau tak hanya menyumbangkan pikiran-pikiran penting saat mewakili umat Islam pada sidang BPUPKI dan PPKI, tapi juga sanggup menahan egoismenya dalam forum perumusan dasar negara itu. Di tengah derasnya aspirasi untuk menegakkan negara teokrasi, Kiai Wahid secara ikhlas menerima Pancasila sebagai ideologi final Republik Indonesia.

Andai saja Kiai Wahid ketika itu ngotot menuruti kemauan mendirikan negara berideologi Islam, mungkin hingga kini bangsa kita yang bineka ini masih terpecah-pecah. Kiai Wahid adalah tokoh kharismatik dan sangat representatif bagi umat Islam. Sejak usia 24 tahun ia aktif di MIAI (Majelis Islam Ala Indonesia), sebuah badan federasi partai dan ormas Islam pada zaman Belanda. Dan mengetuai organisasi ini ketika berubah nama menjadi Majelis Syuro Muslimin Indonesia (Masyumi) pada masa pendudukan Jepang.

Pada titik ini, terang sekali bahwa darah muda para kiai NU memberi kontribusi dominan bagi kelahiran dan pertumbuhan negara ini. Kita bisa menyebutnya semangat nahdlatus subban (kebangkitan kaum muda) selain juga nahdlatul ‘ulama (kebangkitan ulama). Teladan positif inilah yang seyogianya dihayati para generasi muda sekarang. Bentuk perjuangan era kini bisa sangat lain, tapi spiritnya tentu tetap sama: membangun kemaslahatan bersama.

Penulis adalah Menteri Pemuda dan Olahraga Republik IndonesiaDari Nu Online: nu.or.id

PKB Kab Tegal Hadits, Olahraga, Cerita PKB Kab Tegal

“Risalah” Edisi Terbaru Bahas Peran NU Tangkal Radikalisme

Jakarta, PKB Kab Tegal

Majalah Risalah NU terbaru Edisi 58 tahun 2016 membahas peran NU selama ini dalam menangkal dan memerangi radikalisme dan terorisme. Selain kasus teror nasional, majalah dibawah naungan LTN PBNU ini juga mengupas berbagai aksi terorisme internasional.

Pemimpin Redaksi Majalah Risalah NU, Musthafa Helmy dalam pengantar redaksinya mengatakan, pergeseran masyarakat Indonesia berubah tajam dalam menyikapi aksi teror dewasa ini.

“Risalah” Edisi Terbaru Bahas Peran NU Tangkal Radikalisme (Sumber Gambar : Nu Online)
“Risalah” Edisi Terbaru Bahas Peran NU Tangkal Radikalisme (Sumber Gambar : Nu Online)

“Risalah” Edisi Terbaru Bahas Peran NU Tangkal Radikalisme

Dia menjelaskan, kasus teror di Paris membuat semua warga Prancis dan Eropa pada umumnya ketakutan. Mereka berlari, menutup toko, dan lain-lain. Sedangkan untuk kasus teror bom di Jl Thamrin Jakarta Pusat, masyarakat justru mendekat ketika terjadi dentuman bom dan baku tembak.

“Kejadian ini seperti semacam syuting sinteron aja. Polisi langsung olah TKP. Besoknya, aktivitas kembali normal seperti biasa. Bahkan masyarakat Indonesia membuat gerakan tidak takut pada teroris. Kondisi ini tidak disadari para teroris yang menginginkan Jakarta kelabu,” tulis Helmy.

Selain topik utama tentang gerakan radikal dan terorisme, majalah ini juga seperti biasa menyuguhkan tulisan dan informasi yang layak dibaca oleh publik. Seperti tulisan Gus Dur tentang terorisme dna ulasan tentang perilaku jahat (teror) dalam perspektif Psikologi Islam yang rutin diasuh oleh Guru Besar Psikologi Islam UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Ahmad Mubarok.

PKB Kab Tegal

Selain itu, pengajian Kiai Said, Ketum PBNU juga siap menambah wawasan pembaca dengan membahas persoalan maulid secara mendalam. Dalam rubrik Fikrah, tulisan Rais Syuriyah PBNU KH Masdar Farid Masudi juga layak disimak dengan mengulas seputar ibadah haji dengan berbagai problematikanya.

Selain tulisan-tulisan di atas, Kajian Tafsir yang diasuh oleh Mudir Madrasatul Qur’an Pesantren Tebuireng Jombang KH Mustain Syafi’i juga perlu disimak mengenai kisah Ashabul Kahfi yang terkurung di dalam gua selama 309 tahun. Kemudian, resensi tentang buku ‘Sejarah Islam Nusantara’ karya Michael Laffan yang ditulis Munawir Aziz juga penting untuk dibaca karena menyoroti peran Snouck Hurgronje dalam lipatan Islam Nusantara.

Di bagian akhir, ulasan tentang profil Ketua LTN PBNU, H Juri Ardiantoro akan menemani pembaca untuk memahami peran media di era digital seperti sekarang. Di dalam ulasan tersebut, Juri pria kelahiran Brebes, 6 April 1973 itu mendorong media untuk bahu-membahu menangkal gerakan radikalisme di dunia maya. (Fathoni)?

PKB Kab Tegal

Dari Nu Online: nu.or.id

PKB Kab Tegal Kiai, Ubudiyah, Budaya PKB Kab Tegal

Sabtu, 28 Oktober 2017

Ramadhan, Siswa Digembleng Ilmu Agama dan Akhlaq

Probolinggo, PKB Kab Tegal - Dinas pendidikan (Dispendik) Kabupaten Probolinggo bekerja sama dengan Pesantren Hati di Dusun Toroyan Desa Rangkang Kecamatan Kraksaan. Selama 3 (tiga) hari mulai 15 hingga 17 Juni 2016, pesantren ini menjadi lokasi pelaksanaan Pondok Ramadhan Terpadu 1437 H.

Pondok Ramadhan Terpadu ini diikuti oleh 200 orang siswa dari sekolah tingkat SMP, SMA dan SMK se-Kabupaten Probolinggo. Selama tiga hari tersebut, mereka diasramakan dan mendapat fasilitas makan minum untuk sahur dan buka puasa serta perlengkapan sholat.

Ramadhan, Siswa Digembleng Ilmu Agama dan Akhlaq (Sumber Gambar : Nu Online)
Ramadhan, Siswa Digembleng Ilmu Agama dan Akhlaq (Sumber Gambar : Nu Online)

Ramadhan, Siswa Digembleng Ilmu Agama dan Akhlaq

Rabu (15/6) sore, Pondok Ramadhan 1437 H ini dibuka oleh Bupati Probolinggo yang juga Ketua Dewan Penasehat Muslimat NU Probolinggo Hj Puput Tantriana Sari. Pembukaan ini dihadiri oleh A’wan PWNU Jawa Timur H Hasan Aminuddin, Ketua PCNU Kota Kraksaan H Nasrullah A Suja’i dan sejumlah pejabat Pemkab Probolinggo.

Kepala Dispendik Probolinggo H Tutug Edi Utomo mengatakan Pondok Ramadhan Terpadu ini bertujuan untuk meningkatkan keimanan dan ketaqwaan masyarakat sekolah selama bulan suci Ramadhan.

PKB Kab Tegal

PKB Kab Tegal

“Serta tali-temali antara proses dan hasil belajar dengan penilaian spiritual dan sosial peserta didik yang dilakukan oleh guru. Di samping juga sebagai wisata rohani dan wisata pendidikan di Pondok Pesantren Hati,” katanya.

Sementara Bupati Probolinggo Hj P Tantriana Sari mengungkapkan bahwa dalam Pondok Ramadhan Terpadu ini para siswa tidak hanya akan diberi materi agama dan mengaji saja, tapi juga ada narasumber dari unsur kepolisian yang akan menyampaikan tentang hukum dan kasus yang ditangani Polres Probolinggo.

“Semoga kegiatan ini memberikan manfaat. Setelah selesai, apa yang didapat harus dibawa dan bagikan pada teman dan lingkungannya. Sebab kalian wajib menjadi agen-agen perubahan, khususnya yang berkaitan dengan kepemudaan,” pungkasnya. (Syamsul Akbar/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKB Kab Tegal Ulama, Kyai PKB Kab Tegal