Kamis, 19 Oktober 2017

Remaja Puteri Madinah Suka Bercerita, Menolak Difoto (1)

Madinah, PKB Kab Tegal

Madinah sebagai kota Rasulullah SAW memiliki ciri khas tersendiri dibanding kota-kota lain di Arab Saudi. Penduduk kota Madinah terkenal sebagai penduduk yang ramah dan mudah akrab. Penduduk di kota Madinah memiliki kebiasaan saling menyapa dan mengucapkan salam ketika bertemu dan berpapasan. Tak heran jika dengan mudah kita dapat akrab bercengkerama dengan penduduk Madinah.



Jangankan para pedagang yang berharap menarik keuntungan materi dari keramahan dengan para pendatang dan peziarah, para penduduk yang berprofesi lain pun memang ramah. Bahkan para asykar dan syurtoh (penjaga dan polisi) di Madinah pun cenderung lebih ramah. Konon, banyak yang bilang keramahan ini karena Madinah senantiasa ditunggui Rasulullah SAW. Dan memang kepercayaan ini masih banyak melekat pada penduduk Madinah.

Remaja Puteri Madinah Suka Bercerita, Menolak Difoto (1) (Sumber Gambar : Nu Online)
Remaja Puteri Madinah Suka Bercerita, Menolak Difoto (1) (Sumber Gambar : Nu Online)

Remaja Puteri Madinah Suka Bercerita, Menolak Difoto (1)

Wisma Haji Indonesia di Madinah yang merupakan kantor pusat urusan haji pemerintah Indonesia di Madinah membuktikan keramahan penduduk Madinah ini, Pagi ini, Rabu 13 Oktober 2010. Wisma haji yang diapit oleh dua Madrasah, membuat halaman depan hampir selalu dipenuhi oleh anak-anak sekolah yang asyik bermain dan bercanda. Pada saat istirahat panjang dan menjelang pulang, anak-anak pelajar Madinah ini selalu bermain-main di taman-taman seputar Wisma.

PKB Kab Tegal

Anak-anak ini berbicara dengan keras dan cepat, meskipun mereka adalah remaja puteri (mungkin memang sudah lahjah/logat anak-anak Madinah berbicara keras). Mereka dapat sekonyong-konyong mengucapkan salam kepada seseorang yang lewat, meskipun misalnya sedang asyik berdebat dengan temannya.  Tentu saja mereka akan segera tanggap membalas salam, bila kita mencoba menyapanya.  Menyebutkan nama dengan riang bila kita mengejaknya berkenalan. Tapi tunggu dulu, jangan pernah mencoba mengulurkan tangan untuk bersalaman, bila lawan bicara kita berbeda jenis.

Bila secara refleks kita mengulurkan tangan saat berkenalan, maka sebelum berkedip, kita akan mendapati mereka telah melenggang meninggalkan pembicaraan, meskipun misalnya bila Anda adalah seorang pria dewasa dan lawan bicara anda hanyalah seorang gadis kecil berumur 8-10 tahun.

PKB Kab Tegal

Ibarat burung-burung merpati selalu menyemarakkan dan meneduhkan suasana kota Madinah, mereka seakan-akan sangat jinak dan menunggu untuk uluran tangan untuk dibelai. Namun  ternyata tidak seperti kelihatannya yang jinak, burung-burung ini akan segera berhamburan beterbangan bila kita melakukan gerakan yang dianggapnya tidak wajar. Mereka tidak akan mau mendekat meskipun kita menyebarkan biji-bijian, tidak lagi mendekat hingga mereka mulai yakin bahwa kita tidak akan menangkapnya. JInak-jinak merpati, biar jinak susah didekati.

Begitupun  gadis-gadis kecil ini, mereka suka bercanda dan berdekat-dekat dengan kita. Menyapa, berbicara dan menanyakan apa saja sesuai keinginan mereka.  Dengan gaya bahasa sesukanya, seakan dianggapnya kita berbicara bahasa Arab sepandai mereka, mereka akan mengatakan keinginan-keinginan dan pertanyaanya dengan cepat dan lantang, sembari seakan tak sabar menunggu jawaban dari kita. Padahal pada saat yang sama, otak kita sedang bekerja keras berusaha memahami apa maksud kata-kata yang keluar beruntun dari mulutnya.

Bila kita mencoba bertanya kepada salah satu dari mereka, saling dorong saling rebut perhatian dan saling adu keras suara pun keluar dari mulut mereka.  dengan sebuah pertanyaan, "Kelas berapa?" Mereka kemudian berlomba-lomba menceritakan suasana di kelasnya masing-masing setelah adu kencang menyebutkan angka yang merujuk pada kelasnya masing-masing.  (min/bersambung)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKB Kab Tegal Meme Islam, AlaNu, Ulama PKB Kab Tegal

LKNU Karanganyar Gelar Khitan Massal dan Donor Darah

Karanganyar, PKB Kab Tegal - Lembaga Kesehatan Nahdlatul Ulama (LKNU) Kabupaten Karanganyar menggelar aksi sosial sunatan massal dan donor darah di Masjid Muhajirin, Perum Josroyo Indah Jaten, Kabupaten Karanganyar, Ahad (22/1). Aksi sosial ini melibatkan anak-anak kecil setempat sebagai peserta.

Ketua LKNU Karanganyar dr Yaqub Iskandar mengatakan, kegiatan sosial ini merupakan rangkaian dari maulid Nabi Muhammad SAW yang diselenggarakan oleh takmir masjid Muhajirin.

LKNU Karanganyar Gelar Khitan Massal dan Donor Darah (Sumber Gambar : Nu Online)
LKNU Karanganyar Gelar Khitan Massal dan Donor Darah (Sumber Gambar : Nu Online)

LKNU Karanganyar Gelar Khitan Massal dan Donor Darah

"Sunatan masal ini diikuti anak-anak warga sekitar, namun jumlah tidak sesuai target yang direncanakan, mungkin karena waktu yang mendadak dan kegiatan sunatan massal sudah akif sekolah" kata Yaqub kepada PKB Kab Tegal saat dihubungi usai kegiatan.

PKB Kab Tegal

dr Yaqub menambahkan, kegiatan sosial ini pertama kali yang dilakukan oleh LKNU Karanganyar sebagai media dakwah agar lembaga ini dapat dikenal oleh warga Karanganyar.

"Semoga ini menjadi awal langkah LKNU untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat NU khususnya dan masyarakat pada umumnya," harap Direktur Unit Donor Darah (UDD) PMI Karanganyar tersebut. (Ahmad Rosyidi/Alhafiz K)

PKB Kab Tegal

Dari Nu Online: nu.or.id

PKB Kab Tegal Budaya, Warta, Berita PKB Kab Tegal

NU Pecahkan 2 Rekor Dunia MURI di Peringatan Hari Santri 2016

Jakarta, PKB Kab Tegal. Di peringatan Hari Santri Nasional 2016, Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) berhasil memecahkan 2 rekor dunia MURI untuk pembacaan serentak 1 miliar shalawat Nariyah dan kirab terjauh (2000 km).

NU Pecahkan 2 Rekor Dunia MURI di Peringatan Hari Santri 2016 (Sumber Gambar : Nu Online)
NU Pecahkan 2 Rekor Dunia MURI di Peringatan Hari Santri 2016 (Sumber Gambar : Nu Online)

NU Pecahkan 2 Rekor Dunia MURI di Peringatan Hari Santri 2016

Kirab Resolusi Jihad NU menempuh jarak dari Banyuwangi ke Jakarta. PBNU menerjunkan sekitar 150 Tim Kirab Resolusi Jihad yang singgah dari tempat bersejarah satu ke tempat bersejarah lain.?

Antusisme masyarakat dalam menyambut Kirab Resolusi Jihad juga cukup tinggi. Hal ini dibuktikan dengan berjejernya masyarakat dan santri di sepanjang jalan untuk menyapa Tim Kirab yang diketuai oleh Wasekjen PBNU Isfah Abidal Aziz.?

“Kirab menggunakan kendaraan dengan jarak terjauh selama ini di dunia hanya dilakukan oleh NU dengan Kirab Resolusi Jihadnya,” ujar Ketua Umum MURI Jaya Suprana saat menyerahkan piagam Rekor Dunia MURI kepada Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj, Sabtu (22/10) dalam apel akbar dan upacara Hari Santri Nasional di Monas Jakarta.?

PKB Kab Tegal

Demikian juga dengan gerakan pembacaan 1 miliar shalawat nariyah secara serentak yang diinisiasi oleh PBNU. Pembacaan shalawat serentak hanya berlangsung satu malam dengan beberapa jam saja.

Warga NU ramai-ramai mengisi masjid, mushola, majelis taklim, madrasah, pesantren dan kantor-kantor pengurus untuk membaca shalawat nariyah yang bertujuan untuk mendoakan bangsa dan negara Indonesia agar tetap aman, makmur, damai, dan berkeadilan.

Pembacaan shalawat yang diyakini memiliki banyak keberkahan ini juga dilakukan oleh para pengurus PCINU di 24 negara.

“Belum pernah ada muslim di dunia ini yang membaca shalawat hingga 1 miliar secara bersamaan, NU luar biasa sudah melakukannya,” terang Jaya Suprana.

PKB Kab Tegal

Rekor Dunia MURI ini membuktikan karakter santri dan NU sebagai elemen bangsa yang terus bekerja keras dalam membangun spirit kehidupan bangsa dan negara yang lebih baik di segala bidang kehidupan. Ikhtiar spiritual seperti pembacaan shalawat nariyah juga tidak semata kepentingan kelompok, tetapi demi menjaga keutuhan dan kemakmuran bangsa. (Fathoni)?

Dari Nu Online: nu.or.id

PKB Kab Tegal Pendidikan, AlaSantri PKB Kab Tegal

Rabu, 18 Oktober 2017

NU Dituntut Tingkatkan Kualitas Layanan pada Umat

Jakarta, PKB Kab Tegal. Peran-peran yang diberikan oleh NU kepada jamaah dan ummat saat ini tak cukup hanya memberikan wacana dan mauidhoh hasanah, tetapi harus memberikan pelayanan yang bagus kepada ummat.

Demikian dikatakan oleh Wakil Rais Aam PBNU KH Tolhah Hasan dalam silaturrahmi dengan Gus Mus dan rombongannya yang mewakili Majma’ al-Buhuust an-Nahdliyah atau forum kajian ke-NU-an melakukan silaturrahmi dengan PBNU, Selasa.

“NU perlu terlibat aktif dalam pelayanan pendidikan, kesehatan dan memberantas kemiskinan yang telah menyebabkan Indonesia terpuruk dalam Human Development Index,” tuturnya.

NU Dituntut Tingkatkan Kualitas Layanan pada Umat (Sumber Gambar : Nu Online)
NU Dituntut Tingkatkan Kualitas Layanan pada Umat (Sumber Gambar : Nu Online)

NU Dituntut Tingkatkan Kualitas Layanan pada Umat

Sedemikian buruknya indeks pembangunan manusia di Indonesia sehingga saat ini posisinya lebih rendah dari Vietnam dan Kamboja yang sebelumnya merupakan negara miskin. “Kita punya andil turunnya kualitas pembangunan Indonesia,” tutur mantan Menag era Gus Dur ini.

Kiai Tolhah juga berharap agar Rabithah Maahid Islamiyah (RMI) sebagai lembaga di bawah NU yang membidani pendidikan pesantren menaruh perhatian terhadap keberadaan pesantren di Indonesia Timur yang saat ini kondisinya masih sangat kekurangan.

PKB Kab Tegal

“Di Indonesia Timur, Ponpes jangan dibayangkan seperti di Jawa Tengah. Mestinya RMI yang memiliki garapan ini,” katanya.

Untuk masalah intelektualitas dan wacana, Kiai Tolhah berpendapat bahwa NU sebenarnya sudah cukup berhasil dalam bidang ini. Dua kali penyelenggaraan International Conference of Islamic Scholars (ICIS) yang menghadirkan pada ulama dan illmuwan tingkat dunia merupakan buktinya. (mkf)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKB Kab Tegal Aswaja PKB Kab Tegal

PKB Kab Tegal

Cara MA Plus Al-Hikam Cetak Siswa Peneliti

Sumedang, PKB Kab Tegal

Sebanyak 54 siswa kelas 12 MA Plus Al-Hikam Tanjungkerta, Sumedang, Jawa Barat, Kamis (14/4), mengikuti kegiatan sidang karya tulis. Kegiatan tersebut memang sengaja dilaksanakan sebagai bentuk tanggung jawab siswa setelah diberikan tugas penelitian dalam bentuk karya tulis.

Kegiatan yang dilaksanakan di aula MA Plus Al-Hikam ini berlangsung dengan sidang terbuka. Setiap peserta diuji hasil karya tulisnya oleh tiga orang penguji. Ketiga penguju tersebut berasal dari guru dan akan menguji materi tentang sistematika penulisan, isi karya tulis, dan teknik-teknik pengambilan data dalam menyelesaikan karya tulisnya.

Cara MA Plus Al-Hikam Cetak Siswa Peneliti (Sumber Gambar : Nu Online)
Cara MA Plus Al-Hikam Cetak Siswa Peneliti (Sumber Gambar : Nu Online)

Cara MA Plus Al-Hikam Cetak Siswa Peneliti

Kepala MA Plus Al-Hikam Sumpena Saripudin mengatakan bahwa kegiatan sidang karya tulis ini sudah menjadi program tahunan. Malahan kegiatan ini dijadikan sebagai salah satu syarat kelulusan di MA Plus Al-Hikam.

PKB Kab Tegal

Sumpena juga menuturkan bahwa banyak hal positif dari kegiatan pembuatan karya tulis ini. di antaranya menyiapkan karakter anak bangsa supaya selalu peka terhadap masalah di lingkungannya untuk dijadikan bahan penelitian dan dituangkan dalam bentuk karya tulis. Selain itu lulusan MA Plus Al-Hikam diharapkan mempunyai kelebihan tersendiri dalam bidang pembuatan karya tulis dan dapat belajar untuk mempertanggungjawabkan karya tulisnya.

PKB Kab Tegal

Saat ini di MA Plus Al-Hikam ada dua program studi. Program Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) dan Program Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS). Selama enam bulan siswa diberikan waktu untuk membuat karya tulis dengan masalah sesuai dengan program studi yang diampu. Jurusan IPA masalah yang diteliti seputar alam, dan jurusan IPS meneliti permasalahan sosial.

Salah seorang peserta sidang Chacha Azhar Koswara menyambut hangat kegiatan ini. Chacha dalam karya tulisnya meneliti pembuatan roket. Roket yang dibuat dan ditelitinya pun ikut dipamerkan dalam sidang karya tulis ini. Banyak yang terkagum-kagum dengan hasil penelitiannya  Chacha tersebut.

"Saya bangga dengan sesuatu yang ditulis dalam karya tulis ini. Kegiatan karya tulis ini membuat saya semakin dewasa. Banyak hal-hal baru yang saya temui selama membuat karya tulis. Semoga kegiatan ini selalu istiqomah," tutur Chacha. (Ayi Abdul Kohar/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKB Kab Tegal Nahdlatul, Kajian Sunnah, Amalan PKB Kab Tegal

Kerja Sama dengan PBNU, BPJS Optimis Capai Target Program

Jakarta, PKB Kab Tegal - Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) dan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan melakukan penandatanganan kerja sama di Gedung PBNU Jakarta Pusat, Senin (27/6) sore.

Sekertaris Jenderal PBNU, Helmy Faishal Zaini mengatakan, ada dua tahap yang segera dilakukan setelah penandatanganan, yaitu sosialisasi terhadap 43 pengurus cabang dan wilayah NU se-Indonesia pada Senin 27 Juni malam. Tahap sealanjutnya adalah upaya penyadaran kepada masyarakat luas tentang pentingnya keanggotaan BPJS.

Kerja Sama dengan PBNU, BPJS Optimis Capai Target Program (Sumber Gambar : Nu Online)
Kerja Sama dengan PBNU, BPJS Optimis Capai Target Program (Sumber Gambar : Nu Online)

Kerja Sama dengan PBNU, BPJS Optimis Capai Target Program

Direktur Perluasan Kepesertaan dan Hubungan Antar Lembaga BPJS E. Ilyas Lubis mengungkapkan penandatanganan kerja sama dengan NU akan diimplementasikan dalam bentuk bagaimana warga NU yang bekerja di unit-unit ekonomi akan ikut asusransi ini. Selain itu pihak BPJS akan mempermudah pendaftaran peserta BPJS dengan sistem elektronik.

PKB Kab Tegal

Ilyas menambahkan sosialisasi BPJS perlu dilakukan guna menyebarluaskan manfaat secara luas. Ia berkeyakinan semakin banyak peserta BPJS akan semakin baik jaminan sosial bagi masyarakat tersebut. Jaminan sosial merupakan hak seluruh pekerja, termasuk pekerja di bidang sosial.

BPJS menargetkan tahun ini akan ada 22 juta pekerja aktif yang tergabung dengan BPJS. Di samping itu, berdasarkan UU No. 40 tahun 2004 tentang Sistem Jaminan Sosial, BPJS menargetkan angka universal coverage pada sektor formal sebanyak 50 juta jiwa pada tahun 2019. Untuk bisa mencapai target tersebut, perlu dilakukan kerja sama dengan seluruh elemen masyarakat.

PKB Kab Tegal

Saat ini BPJS Ketenagakerjaan memiliki 203 kantor cabang perintis di daerah di seluruh Indonesia. Ilyas optimis sosialisasi kepada warga NU akan memudahkan pencapaian target tersebut. (Kendi Setiawan/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKB Kab Tegal Habib, Budaya PKB Kab Tegal

Selasa, 17 Oktober 2017

Netizen NU Jawa Tengah Deklarasi Anti-Hoax

Pekalongan, PKB Kab Tegal. Di tengah gencarnya berita-berita fitnah dan konten hoax di media sosial, Netizen Nahdlatul Ulama (NU) Jawa Tengah bergerak menyatukan barisan. Netizen NU Jawa Tengah, mengampanyekan bermedia sosial secara inspiratif dan berakhlakul karimah, dengan Deklarasi Damai Netizen NU, di Aula Gedung NU Pekalongan, Jateng, Ahad (8/1).

Hadir dalam Silaturahmi dan Kopdar Netizen NU Jateng, HA. Helmy Faisal Zaini (Sekjen PBNU), Arief Rohman (Wakil Bupati Blora), H. Bisri (FKB-DPR RI), Sukirman (Wakil Ketua DPRD Jateng), Hasan Chabibie (Pegiat Literasi), dan beberapa pegiat media sosial, di antaranya M. Rikza Chamami (Dosen UIN Walisongo Semarang), Sholahuddin Al-Ahmadi (GP Ansor Jateng), Abdullah Hamid (RMI PBNU), dan Munawir Aziz (LTN-PBNU).?

Netizen NU Jawa Tengah Deklarasi Anti-Hoax (Sumber Gambar : Nu Online)
Netizen NU Jawa Tengah Deklarasi Anti-Hoax (Sumber Gambar : Nu Online)

Netizen NU Jawa Tengah Deklarasi Anti-Hoax

Dalam agenda ini, didengungkan deklarasi damai Netizen NU Jateng, yang menyeru keaktifan warga Nahdliyyin untuk menyebarkan konten-konten inspiratif di media sosial. Deklarasi ini juga mendorong warga untuk memenuhi media sosial dengan berita, video dan grafis yang inspiratif, untuk melawan hoax.

Sekjen PBNU, Helmy Faisal Zaini mengungkapkan pentingnya bermedia sosial secara inspiratif. "Sekarang ini, dakwah menggunakan media sosial sangat penting untuk mengkampanyekan Islam ramah ala Nahdlatul Ulama," terang Helmy. PBNU menyelenggarakan Kopdar Netizem di beberapa kota untuk menyelaraskan dakwah di media sosial.?

PKB Kab Tegal

Hasan Chabibie, Pegiat Literasi dan praktisi pendidikan, menegaskan pentingnya gerakan Literasi Digital untuk komunitas pesantren. "Saat ini fenomena hoax sudah demikian membahayakan. Perlu gerakan sistematis untuk melawan hoax, dengan memilah konten-konten di media sosial sekaligus memproduksi konten inspiratif untuk dakwah media sosial," terang Hasan.?

Komunitas pesantren dan warga Nahdliyyin perlu diaktifasi agar cerdas bermedia sosial. Sukirman, Wakil Ketua DPRD Jawa Tengah, menegaskan pentingnya menggerakkan komunitas untuk berdakwah di media sosial.?

"Media sosial cukup efektif untuk menggerakkan gagasan. Warga bisa langsung lapor kepada Presiden Jokowi dan Gubernur, atau pemimpin daerah lainnya, jika ada masalah mendesak di lingkungannya," jelas Sukirman.?

PKB Kab Tegal

Wakil Ketua DPRD Jateng ini juga mendorong pelatihan-pelatihan media sosial, agar warga NU dan komunitas pesantren mampu menggerakkan gagasan melalui media sosial. Tujuannya, agar warga Jateng cerdas bermedia dan mampu menenggelamkan hoax.?

"Jawa Tengah harus menjadi contoh sebagai daerah bebas hoax dengan media sosial yang bervisi Ahlussunnah wal Jamaah an-Nahdliyah," tegas Sukirman.

Dalam agenda ini, lebih dari 200 peserta hadir memenuhi lokasi kegiatan, yang datang dari berbagai kota di Jawa Tengah. Sebelumnya, peserta juga berpartisipasi dalam rangkaian Maulid Akbar di Kanzus Sholawat, yang diselenggarakan Jamiyyah Thariqah yang diasuh Habib Luthfi bin Yahya. (Zulfa/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKB Kab Tegal Internasional PKB Kab Tegal