Kamis, 05 Oktober 2017

Hasyim: "Agama-agama Harus Sadar"

Jakarta, PKB Kab Tegal. Terpilih menjadi salah satu presiden Konferensi Dunia Agama untuk Perdamaian (World Conference on Religion for Peace/WCRP), Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Hasyim Muzadi tak mau menyia-nyiakan posisi tersebut. Misi Islam moderat akan dibawanya pada organisasi yang menghimpun tokoh-tokoh lintas agama dari seluruh dunia itu.

Selain akan berkoordinasi dengan presiden lainnya untuk mengetahui posisi dan kapasitas program WCRP, Pengasuh Pondok Pesantren Al Hikam, Malang, Jawa Timur ini mengatakan akan berupaya untuk memberikan semacam pencerahan kepada semua agama terkait dengan maraknya berbagai konflik yang bernuansa agama.

Hasyim: Agama-agama Harus Sadar (Sumber Gambar : Nu Online)
Hasyim: Agama-agama Harus Sadar (Sumber Gambar : Nu Online)

Hasyim: "Agama-agama Harus Sadar"

“Bagaimana caranya agara agama-agama ini dapat membedakan antara faktor-faktor konflik yang disebabkan oleh karater agama dengan konflik yang sebenarnya bukan agama tapi kemudian di-agama-kan,” kata Hasyim kepada PKB Kab Tegaldi Kantor PBNU, Jalan Kramat Raya, Jakarta, Rabu (6/9).

Hasyim mengatakan hal ini usai menerima rombongan dari Indonesian Conference on Religion and Peace (ICRP), antara lain Djohan Effendi (Ketua Umum), Johanes N Hariyanto, SJ (Ketua) dan Siti Musdah Mulia (Sekretaris Umum). Djohan Effendi merupakan salah satu peserta dari Indonesia yang turut dalam WCRP di Kyoto, Jepang, 25-29 Agustus lalu.

Dijelaskan Hasyim, tidak semua konflik antar-umat beragama, sumbernya adalah agama itu sendiri. “Harus dibedakan. Misalnya, (Presiden Amerika Serikat, George) Bush menyerang Irak. Dia bilang itu crushade (perang salib, red), tapi sebetulnya dia kan cari minyak. Nah, penggunakan label agama ini yang kemudian menimbulkan jihad. Artinya, ekstrimitas ditimbulkan oleh faktor ekonomi dan hegemoni serta imperialisasi,” jelasnya.

PKB Kab Tegal

Disadari mantan Ketua Pengurus Wilayah NU Jatim ini, banyak hal yang terkait dengan persoalan umat beragama yang berpotensi menimbulkan konflik, seperti faktor kemiskinan, kebodohan, ketidakadilan sosial, dan sebagainya. Namun, lanjutnya, potensi-potensi konflik tersebut seringkali meletup di kalangan umat beragama dan kemudian dirasakan sebagai konflik agama. Di samping juga pada setiap agama juga terdapat titik ekstrimitas dan liberalitas.

“Nah, di sini agama-agama harus sadar. Jadi, agama-agama harus menarik diri dari keinginan-keinginan penggunaan yang tidak agama terhadap agama,” ungkap Hasyim yang juga Sekretaris Jenderal International Conference of Islamic Scholars (ICIS) ini.

PKB Kab Tegal

Hal lain yang akan dilakukan Hasyim dalam WCRP adalah akan meneliti sebab-sebab konflik pada internal agama dan pada lintas agama, atau konflik antara-agama dengan faktor kekuasaan. “Misalnya yang terjadi di Libanon, Irak, Pakistan, Thailan,dan sebagainya, kan harus diteliti, semua ada anatominya. Nah, itu kita minta, supaya tokoh lintas agama juga ikut memperhatikan bagaimana proses perdamaiannya,” tuturnya.

Sementara itu, Johanes N Hariyanto, SJ kepada PKB Kab Tegal menjelaskan mengenai posisi dan peran presiden dalam struktur WCRP. Menurutnya, terdapat 44 tokoh mewakili 20 agama atau aliran di dalam agama yang dipilih menjadi presiden. Termasuk di dalamnya adalah Hasyim Muzadi yang mewakili muslim (Sunni) Indonesia.

Keberadaan para presiden itu sendiri, lanjutnya, merupakan pengambil atau penentu kebijakan di dalam WCRP. “Jadi, presiden-presiden ini tugasnya merumuskan kebijakan-kebijakan yang berkaitan dengan masalah agama atau umat beragama. Sementara, imbuhnya, selaku pelaksana kebijakan tersebut adalah sekretaris jenderal. (rif)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKB Kab Tegal Hadits, RMI NU, Sunnah PKB Kab Tegal

Pemuda Merauke Serahkan Bantuan untuk Pidie Jaya melalui NU

Jakarta, PKB Kab Tegal?

Para pemuda Kabupaten Merauke, Papua menyerahkan bantuan untuk korban bencana di Pidie Jaya, Aceh, melalui NU Care Lembaga Amil Zakat Infaq Shadaqah Nahdlatul Ulama. Penyerahan bantuan dilakukan di kantor Lazisnu, gedung PBNU, Jakarta pada Ahad (18/12) malam. Penyerahan diwakili Ketua Gerakan Pemuda Ansor Kabupaten Merauke Syamuhar M Zein ditemani Ketua Ikatan Muslim Marind Merauke Burhanudin M Zein dan tokoh Kristen Jermias M. Patty. Sumbangan diterima staf NU Care Lazisnu Nur Hasan.?

Pemuda Merauke Serahkan Bantuan untuk Pidie Jaya melalui NU (Sumber Gambar : Nu Online)
Pemuda Merauke Serahkan Bantuan untuk Pidie Jaya melalui NU (Sumber Gambar : Nu Online)

Pemuda Merauke Serahkan Bantuan untuk Pidie Jaya melalui NU

Bantuan tersebut digalang berbagai macam organisasi kepemudaan di Merauke. Di antara organisasi kepemudaan yang ikut pada aksi tersebut adalah Gerakan Mahaiswa Kristen Indonesia (GMKI), Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI), Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI), Fatayat NU, Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU), Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama, Himpunan Mahasiswa Islam, Pemuda Katolik, Gerakan Muda Kristen Indonesia (Gamki).

“Saya mewakili NU Care Lazisnu mengapresiasi GP Ansor Merauke bersama DPD KNPI Merauke yang telah menggerakkan pemuda melakukan donasi untuk saudara-saudara kita yang tertimpa musibah gempa di Pidie Jaya, Aceh,” kata Nur Hasan selepas menerima sumbangan sebesar 5 juta 12 ribu rupih tersebut.?

Menurut Nur Hasan, NU Care Lazisnu selama ini sudah menyalurkan sekitar 505 juta rupiah untuk korban bencana di Pidie Jaya. Bantuan tersebut diserahkan Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj kepada jaringan NU Care Lazisnu di lokasi bencana.?

PKB Kab Tegal

Ia menambahkan, NU Care lazisnu masih membuka donasi untuk disalurkan ke daerah korban. NU Care Lazisnu akan menyalurkannya dengan cara berkoordinasi dengan Pcnu Pidie Jaya yang selama ini melakukan kerja sama.

“Kami bersama LPBINU telah menyalurkan bantuan makanan, peralatan shalat, obat-obatan,” katanya.

PKB Kab Tegal

Menurut Burhanudin Zein, donasi tersebut adalah semangat kebinekaan dari pemuda-pemuda Merauke yang sudah tertanam sejak zaman nenek moyang. Semangat kebinekaan tersebut yang memandang orang lain tidak berdasarkan latar belakang agama, etnis, atau golongan. Ketika mendapatkan musibah di Aceh, pemuda Merauke mengulurkan tangan untuk membantu. ?

Dalam hal kebinekaan, lanjut pendiri Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Cabang Merauke tersebut, sehari-sehari dilakukan warga Merauke. Mereka menjunjung nilai-nilai kebersamaan tanpa membedakan agama dan etnis.

“Semangat saling membantu terhadap korban bencana alam, kami pemuda Merauke sesuai moto daerah kami, izakod kai, izakod bekai, satu hati satu tujuan,” ungkapnya.?

Dengan moto tersebut, kata salah seorang penasihat GP Merauke tersebut, orang-orang yang berada di perbatasan paling timur Indonesia merasa terhubung dengan warga di wilayah barat Indonesia, yang jauhnya ribuan km.

“Saya pikir ini semangat NKRI yang berada di daerah terpinggir, tapal batas NKRI,” tegasnya.?

Sementara Jermias M. Patty menegaskan, walaupun di Pidie Jaya mayoritas muslim, tapi warga Merauke tidak memandang latar belakang agama. Warga Merauke merasa bersaudara dengan Pidie Jaya yang kebetulan tertimpa musibah. Warga merauke diajari kbinekaan dan solidaritas, termasuk donasi tersebut.?

“Ini harus dipertahankan, tidak memandang dari agama apa, ketika yang lain mendapatkan musibah, maka saling membantu. Ini NKRI, NKRI dilahirkan oleh bermacam-macam agama dan golongan. Jika bencana terjadi di Merauke pasti daerah lain juga akan membantu tanpa melihat latar belakang agama,” jelas dosen hukum Universitas Musamus Merauke tersebut.?

Pria yang pernah aktif di Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia di Universitas Katolik Darma Cendekia Surabaya, Jawa Timur ini menambahkan, jika ada orang yang membantu masih melihat latar belakang orang yang dibantu, maka ia tidak dewasa. Apalagi hidup di NKRI yang pada kenyataannya berbeda-beda latar belakang.? (Abdullah Alawi)?

Dari Nu Online: nu.or.id

PKB Kab Tegal Fragmen PKB Kab Tegal

Selasa, 03 Oktober 2017

Jangan Menyerah Berdakwah!

Bantul, PKB Kab Tegal. KH Asyhari Abta mengatakan, jangan menyerah untuk berdakwah yang kini penuh tantangan. Tantangan itu harus dijadikan sebagai penyemangat untuk melahirkan kreativitas dan inovasi. Aktivis dakwah sangat dinantikan perannya untuk menyebarkan nafas Islam Ahlussunnah wal- Jama’ah.

Jangan Menyerah Berdakwah! (Sumber Gambar : Nu Online)
Jangan Menyerah Berdakwah! (Sumber Gambar : Nu Online)

Jangan Menyerah Berdakwah!

Demikian dijelaskan Kiai Asyhari yang juga Rais Syuriah PWNU DIY tersebut kepada para aktivis dakwah Kodama (Korp Dakwah Mahasiswa) Krapyak, saat silaturrahim di ndalem-nya, di Bantul, Yogyakarta, Selasa (7/5).

“Jalankan program dakwah dengan baik, jangan sampai menyerah. Aktivis dakwah juga harus dekat dengan masyarakat, sehingga dakwahnya bisa menyentuh hati masyarakat,” tegasnya.

PKB Kab Tegal

Kiai Asyhari juga berpesan, agar waktu shalat benar-benar dijaga dengan istikomah. Ketika datang waktu shalat, seorang aktivis dakwah juga mesti bisa jagani, mengadzani dan mengimami sekaligus. Jangan sampai waktu shalat dibiarkan lali, “Aktivis dakwah harus menjadikan prinsip "Khoirunnas an-fauhum linnas" untuk mengayomi dan memakmurkan masjid,” lanjutnya.

PKB Kab Tegal

Kiai Asyhari juga mendoakan kesuksesan para aktivis dakwah Kodama, sehingga di masa depan mampu menebarkan manfaat. Selain itu, aktivis dakwah juga harus mempererat hubungan dan kebersamaan.

Redaktur       : Abdullah Alawi

Kontributor   : Jamil dan Rokhim

Dari Nu Online: nu.or.id

PKB Kab Tegal Meme Islam, Quote, Humor Islam PKB Kab Tegal

Awal Dzulhijjah Jatuh pada Jumat 26 September

Jakarta, PKB Kab Tegal. Lajnah Falakiyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama mengikhbarkan, awal Dzulhijjah 1435 H jatuh pada Jumat 26 September 2014. Keputusan pengurus Falakiyah Nahdlatul Ulama ini didasarkan pada metode istikmal.

“Kita ikhbarkan bahwa awal bulan Dzulhijjah jatuh pada Jumat 26 September 2014. Kita pakai istikmal, penghitungan Dzulqo’dah 30 hari karena hilal tidak terlihat pada penyelenggaraan rukyah Rabu petang ini,” kata Ketua LFPBNU KH Al-Ghozali Masruri di Jakarta, Rabu (24/9) malam.

Awal Dzulhijjah Jatuh pada Jumat 26 September (Sumber Gambar : Nu Online)
Awal Dzulhijjah Jatuh pada Jumat 26 September (Sumber Gambar : Nu Online)

Awal Dzulhijjah Jatuh pada Jumat 26 September

Dengan demikian, peringatan Hari Raya Idul Adha bisa dipastikan jatuh pada Ahad 5 Oktober 2014. Kiai Ghozali mengucapkan terima kasih kepada nahdliyin di banyak mathla’ atas partisipasi dan kontribusi rukyah mereka hari ini Rabu (24/9).

PKB Kab Tegal

Kiai Ghozali atas nama seluruh pengurus falakiyah PBNU mengucapkan selamat Idul Adha 1435 H.

“Semoga Allah melimpahkan rahmat dan barokah-Nya selalu menyertai kita dalam berkhidmat untuk umat dan bangsa,” Kiai Ghozali mendoakan masyarakat. (Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKB Kab Tegal

PKB Kab Tegal Olahraga, Pemurnian Aqidah PKB Kab Tegal

NU Jatim Bahas Ambalat, Pilkada dan Tsunami

Surabaya, PKB Kab Tegal
Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur membahas sengketa Ambalat, mark up APBD, pilkada langsung, dan dampak tsunami dalam Bahsul Masail (pembahasan masalah dari perspektif hukum Islam) di Pesantren Sidogiri, Pasuruan pada 9-10 Jun 2005.

"Bahsul masail itu diikuti peserta dari 49 pesantren dan akademisi dari delapan universitas di lingkungan NU," kata Sekretaris PWNU Jatim H Masyhudi Muchtar kepada di Surabaya, Kamis, menjelang keberangkatan ke Pasuruan.

Didampingi Ketua Lajnah Bahsul Masail NU Jatim KH Yasin Asmuni, ia menjelaskan bahsul masail di Sidogiri itu dibagi dalam dua komisi yakni komisi A dan B yang masing-masing komisi membahas sepuluh masalah.

"Masalah yang dibahas komisi A antara lain mark up APBD termasuk berdosa atau tidak dan termasuk tindakan apa dalam hukum Islam," katanya.

Di komisi A, katanya, juga dibahas sengketa Ambalat antara Indonesia-Malaysia. "Siapa yang berhak menentukan batas wilayah, bagaimana cara yang benar untuk mempertahankan hak, dan bagaimana sikap atas sengketa di antara sesama negara muslim," katanya.

Dalam komisi itu pula, katanya, akan dibahas boleh-tidaknya menggusur PKL untuk alasan ketertiban umum dan hukum membakar mayat dalam kaitan korban tsunami di Aceh serta siapa yang berhak menangani anak  yatim dari korban tsunami.

"Untuk komisi B, masalah yang dikaji antara lain pilkada dalam kaitan dengan uang sebagai alas an memilih, batas money politics dalam pengerahan massa, lobi pejabat, ulama, dan tokoh masyarakat, serta uang untuk tim sukses," katanya.

Dalam komisi B, katanya, juga dibahas gender dalam pandangan Islam, pesangon terkait jabatan, penjualan aset-aset negara seperti privatisasi BUMN, dan pemutihan utang kepada negara.

"Karena banyaknya masalah terkait pemerintahan, kami mengundang Sekdaprop Jatim Dr H Soekarwo SH MHum untuk berbicara di hadapan peserta guna memberikan masukan sebelum status hukum diputuskan," katanya.(ant/mkf)


  

Dari Nu Online: nu.or.id

PKB Kab Tegal Daerah, Ahlussunnah PKB Kab Tegal

NU Jatim Bahas Ambalat, Pilkada dan Tsunami (Sumber Gambar : Nu Online)
NU Jatim Bahas Ambalat, Pilkada dan Tsunami (Sumber Gambar : Nu Online)

NU Jatim Bahas Ambalat, Pilkada dan Tsunami

Kisah Menimbun Barang Dagangan dalam Kitab Ihya Ulumiddin

Dari Nu Online: nu.or.id

PKB Kab Tegal Ahlussunnah PKB Kab Tegal

Kisah Menimbun Barang Dagangan dalam Kitab Ihya Ulumiddin (Sumber Gambar : Nu Online)
Kisah Menimbun Barang Dagangan dalam Kitab Ihya Ulumiddin (Sumber Gambar : Nu Online)

Kisah Menimbun Barang Dagangan dalam Kitab Ihya Ulumiddin

Senin, 02 Oktober 2017

Lama Kosong, IPNU-IPPNU Gading Terbentuk

Probolinggo, PKB Kab Tegal - Setelah lama kosong karena keterbatasan kader yang berkualitas, Pimpinan Anak Cabang (PAC) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Kecamatan Gading, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, resmi terbentuk.

“Selama ini IPNU-IPPNU di Kecamatan Gading memang kosong dan baru terbentuk. Hal ini dikarenakan kami baru menyadari akan banyaknya kader-kader yang ada di desa kami yang bisa dimaksimalkan. Jadi kami berkumpul dan bermusyawarah untuk membentuk PAC IPNU-IPPNU Kecamatan Gading,” kata Ketua PAC IPNU Kecamatan Gading Abd Rohim, Sabtu (26/11).

Lama Kosong, IPNU-IPPNU Gading Terbentuk (Sumber Gambar : Nu Online)
Lama Kosong, IPNU-IPPNU Gading Terbentuk (Sumber Gambar : Nu Online)

Lama Kosong, IPNU-IPPNU Gading Terbentuk

Dalam kepengurusan baru tersebut, Ketua IPNU Kecamatan Gading dipercayakan kepada Abd Rohim dan Ketua PC IPPNU Kecamatan Gading dijabat oleh Robiatul Adawiyah. Selanjutnya mereka akan memimpin para pelajar NU di Kecamatan Gading.

PKB Kab Tegal

Sebagai bentuk syukur atas terbentuknya kepengurusan PAC IPNU-IPPNU Kecamatan Gading, diselenggarakan shalawatan dan pengajian umun dalam rangka menyambut Maulid Nabi Muhammad SAW dan tasyakuran di halaman MA Miftahul Hasan Kecamatan Gading, Jumat (25/11) malam.

PKB Kab Tegal

“Di samping untuk tasyakuran sekaligus memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW, kegiatan ini bertujuan untuk membentuk kader-kader militan ke depannya untuk mengisi kepengurusan PAC IPNU-IPPNU Kecamatan Gading,” jelas Rohim.

Kegiatan ini diikuti oleh 100 orang peserta? dari unsur pengurus IPNU dan IPPNU di Kecamatan Gading sekaligus santri Pondok Pesantren Miftahul Hasan Kecamatan Gading. Hadir pula jajaran pengurus MWCNU Kecamatan Gading.

“Dengan terbentuknya kepengurusan ini ke depan kami berharap dapat membentuk kader-kader IPNU-IPPNU yang militan dan cinta sosial serta memiliki kepedulian kepada masyarakat,” pungkasnya. (Syamsul Akbar/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKB Kab Tegal Sholawat, Meme Islam PKB Kab Tegal