Selasa, 22 Agustus 2017

Kang Said: Bangsa Asing Inginkan Indonesia Ekstrem

Jepara, PKB Kab Tegal. Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama KH Said Aqil Siroj mengimbau warga NU untuk memasyarakatkan cara beragama yang moderat. Kiai Said mengingatkan mereka untuk berjuang untuk itu. Karena, banyak pihak asing yang memprovokasi agar bangsa Indonesia terlibat dalam gerakan ekstrem.

“Bangsa Barat sangat mendambakan Indonesia menjadi radikal. Jika sudah radikal, mereka memiliki alasan untuk menggempur Nusantara,” kata Kang Said saat menyampaikan sambutan di Harlah ke-71 Yayasan Mathaliul Huda di desa Bugel kecamatan Kedung kabupaten Jepara, Rabu (17/9) malam.

Kang Said: Bangsa Asing Inginkan Indonesia Ekstrem (Sumber Gambar : Nu Online)
Kang Said: Bangsa Asing Inginkan Indonesia Ekstrem (Sumber Gambar : Nu Online)

Kang Said: Bangsa Asing Inginkan Indonesia Ekstrem

Sebab itu, sikap ke-NUan tegasnya harus tetap dijaga. “Orang NU jangan mudah terpancing pada kelompok yang suka mengebom. Sebab NU cinta damai. Jangan sampai ikut-ikutan ISIS. Gerombolan garis keras itu sudah bukan Islam, karena suka membunuh saudaranya sendiri,” pesan Kang Said di hadapan ratusan jamaah yang hadir.

PKB Kab Tegal

Kepada hadirin, pengasuh pesantren Ats-Tsaqafah Ciganjur ini mengingatkan orang tua untuk benar-benar mengawasi anaknya dari pengaruh paham ekstrem. “Ciri lahiriahnya kelompk wahabi antara lain berjenggot panjang, bergamis, bercelana cingkrang, atau tanda hitam di jidat.”

Pengurus masjid juga lebih cermat. Jangan sampai wahabi menguasai kepengurusan masjid. Bogor, Tangerang, dan Bekasi merupakan kota yang dikuasai kelompok wahabi. “Untungnya LTM PBNU lekas bertindak sehingga masjid-masjid yang direbut kelompok tersebut bisa kembali,” imbuh Kang Said. (Syaiful Mustaqim/Alhafiz K)

PKB Kab Tegal

Dari Nu Online: nu.or.id

PKB Kab Tegal Daerah, Makam PKB Kab Tegal

ISNU Diskusikan Ketahanan Pangan

Jakarta, PKB Kab Tegal. Pangan akan menjadi persoalan serius jika tidak diantisipasi pengelolaannya dari sekarang. Di Indonesia sendiri, setiap tahun lahir sekitar 3.2 juta bayi, yang tentu saja memerlukan bahan makanan.

Tahun 1945, diperkirakan terjadi defisit pangan sehingga negara-negara akan bersaing memperebutkan sumber pangan dan energi yang kian langka.

ISNU Diskusikan Ketahanan Pangan (Sumber Gambar : Nu Online)
ISNU Diskusikan Ketahanan Pangan (Sumber Gambar : Nu Online)

ISNU Diskusikan Ketahanan Pangan

Topik ini menjadi materi pembicaraan dalam diskusi panel ahli yang digelar pengurus pusat Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU). Ketua Umum ISNU Ali Masykur Musa menyatakan, ketahanan pangan merupakan topik pertama yang dibicarakan dari serangkaian diskusi panel ahli yang akan digelar dengan tema-tema strategis seperti energi, pertambangan, dan lingkungan hidup; ekonomi makro; infrastruktur; geopolitik; dan diplomasi internasional, pemerintah daerah dan otonomi daerah; hukum dan tertib sosial; serta agama, budaya dan sumberdaya manusia.

PKB Kab Tegal

ISNU akan mengundang para ahli yang kompeten untuk membahas dan mendiskusikan persoalan-persoalan tersebut, memetakan persoalan, dan menyusun peta jalan untuk menyongsong skenario optimistis tentang Indonesia masa depan.

PKB Kab Tegal

Bertempat di gedung PBNU, putaran pertama diskusi ahli ini menghadirkan narasumber Sutarto Alimoeso, dirut Bulog, Fadhil Hasan (GAPKI), Udhoro Kasih Anggoro, Dirjen ketahanan pangan Kementarian Pertanian, dan Imam Sugema.

Salah satu yang disorot dalam diskusi ini adalah rapuhnya ketahanan pangan domestik, padahal Indonesia adalah negeri Agraris. Indonesia masih tergantung asing untuk memenuhi hajat hidup rakyatnya.?

Indonesia pernah menjadi importir beras terbesar di dunia pada kurun waktu 1998-2001. Indonesia mengimpor garam rata-rata 1 juta ton per tahun, mengimpor 30 persen kebutuhan gula nasional, 70 persen kedelai, 10 persen jagung, 15 persen kacang tanah, 90 persen kebutuhan susu, dan 25 persen daging sapi nasional.

Pada tahun 2008, Indonesia pernah menjadi importir pangan terbesar kedua di dunia setelah Mesir, dengan lahan untuk pangan hanya 359 m per kapita. Akibatnya, devisa yang diperoleh dengan susah payah harus dihabiskan untuk membeli barang yang sebenarnya bisa dihasilkan sendiri di dalam negeri. Tidak ada jalan. Untuk menopang ketahanan pangan, kebijakan pangan nasional harus dirombak dengan fokus pada intensifikasi produksi pangan, ekstensifikasi lahan pertanian dan diversifikasi pangan.

Imam Sugema menjelaskan, upaya meningkatkan produksi pangan adalah melalui peningkatan produksi dan perluasan lahan. Saat ini, subsidi pupuk yang diberikan petani mencapai 16 trilyun per tahun agar produksi bisa meningkat.

Untuk meningkatkan ketahanan pangan, dibutuhkan perluasan lahan sebesar 5 juta hektar. Untuk menciptakan lahan baru, dibutuhkan biaya 40 juta per hektar sehingga secara total dibutuhkan 200 trilyun.

“Kelihatannya banyak, tetapi kalau dibagi dalam 10 tahun, setahun hanya perlu 20 trilyun, tidak begitu besar dibanding manfaat yang diperoleh. Sayangnya kita tidak pernah melakukannya,” paparnya.?

Dana sebesar 16 trilyun untuk subsidi pupuk, jika digunakan untuk perluasan lahan sudah mencapai 500 ribu hektar, sekaligus untuk memindahkan para petaninya.?

Hanya beberapa suku tertentu yang memiliki tradisi bercocok tanam, seperti Jawa, Sunda, Bali, Madura dan Bugis, sementara suku lainnya masih menjadi petani kebun.

Sementara itu, Sutarto Alimoeso menjelaskan, beberapa persoalan dalam menciptakan ketahanan pangan diantaranya adalah akurasi data, lahan, budaya dan pertumbuhan penduduk.

Terkait dengan data, saat ini belum ada data valid yang bisa dijadikan pijakan semua pihak tentang kebutuhan pangan, sehingga ketika terjadi impor pangan, sering terjadi kontraversi karena masing-masing perang data.?

Terkait dengan luasan lahan, ia sepakat dengan Imam Sugema tentang pentingnya pembukaan lahan baru. “Subsidi untuk BBM seharusnya digunakan untuk memperluas lahan pertanian,” jelasnya

Dengan luas lahan pertanian yang hanya 0.3-0.5 hektar, petani tidak mungkin sejahtera dan kalau harga pangan dinaikkan, maka konsumen yang akan menjerit. Karena itu, upaya memperluas lahan pertanian mutlak untuk mensejahterakan petani. “Lahan sempit juga susah untuk mengakses modal perbankan,” paparnya.

Bulog dengan pasukan semutnya, saat ini berusaha jemput bola langsung ke petani agar mereka memiliki nilai tambah tinggi. Pada zaman dahulu, bulog mengandalkan pedagang besar untuk mengumpulkan beras, tetapi tentu saja, mereka mengambil margin besar yang mau tidak mau merugikan para petani.

Terkait dengan budaya, budaya bertani pangan hanya terdapat di Jawa, Sunda, Madura, Bali dan Bugis. Untuk menumbuhkan tradisi bertani di luar Jawa, perlu memindahkan suku-suku tersebut ke daerah yang memang masih memiliki lahan luas.

Demikian juga terkait dengan budaya pangan. Indonesia diperkenalkan dengan budaya makan gandum sejak 20 tahun yang lalu, sehingga sekarang menjadi terbiasa dan impor gandum semakin meningkat. Karena itu, untuk merubah budaya pangan lagi, diperlukan waktu sampai 20 tahun ke depan.

Penulis: Mukafi Niam

Dari Nu Online: nu.or.id

PKB Kab Tegal IMNU, Quote PKB Kab Tegal

Senin, 21 Agustus 2017

Ada Indikasi Penyelewengan Dana Bantuan Kemenpera di Sampang

Sampang, PKB Kab Tegal. Pengurus Cabang Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (Lakpesdam) NU Kabupaten Sampang, Jawa Timur, melontarkan kritik keras terkait transparansi dana bantuan rumah tidak layak huni (RTLH) dari Kementerian Perumahan Rakyat (Kemenpera) untuk wilayah konflik di Sampang.

Ada Indikasi Penyelewengan Dana Bantuan Kemenpera di Sampang (Sumber Gambar : Nu Online)
Ada Indikasi Penyelewengan Dana Bantuan Kemenpera di Sampang (Sumber Gambar : Nu Online)

Ada Indikasi Penyelewengan Dana Bantuan Kemenpera di Sampang

Saat berkunjung ke salah satu pondok pesantren di sana, Menteri Perumahan Rakyat (Menpera) Djan Faridz pernah berjanji akan membedah sedikitnya 500 RTLH dengan besaran dana bantuan untuk masing-masing rumah Rp 7,5 juta. Kucuran bantuan ini disambut positif oleh Bupati Sampang Fannan Hasib.

Sementara itu, Ketua Lakpesdam NU Sampang Faisol Ramdhoni mengatakan, sebagian besar warga tak pernah tahu buku rekeningnya setelah dikoordinasi untuk tanda tangan buka rekening sebagai tujuan transfer dana bantuan.

PKB Kab Tegal

Kemudian, secara tiba-tiba setiap warga sudah kedatangan bahan bangunan berupa 10 karung semen, 1 truk pasir, 1000 biji batu bata yang diletakkan jauh dari rumahnya. Lakpesdam NU menilai, pola manajemen seperti ini membodohi masyarakat dan terindikasi ada perilaku curang di bantuan RTLH Menpera.

PKB Kab Tegal

"Kami membaca  ada oknum-oknum tak bertanggung jawab yang sengaja bermain-main dengan program RTLH ini," Faisol dalam rilis yang diterima PKB Kab Tegal, Ahad (4/1).

Selain itu, menurut aktivis muda NU yang aktif mendampingi masyarakat di lokasi konflik ini, berdasarkan keluhan  sejumlah warga kepada dirinya, banyak warga terutama yang berusia lanjut merasa keberatan disuruh mengangkut sendiri dari titik penurunan bahan bangunan yang jaraknya berkisar 1-2 km dari rumah lokasi.

Warga tak kuat membayar jika harus menyewa pelayan jasa angkut karena kondisi ekonomi yang rata-rata sangat lemah. Bahkan, beberapa warga terpaksa hutang untuk menyewa mobil pengangkut barang untuk memindahkan bahan bangunan ke rumahnya.

Faisol juga menambahkan, terjadi pengkondisian pengadaan bahan dan jenis bahan yang disama-ratakan tanpa memperhatikan kebutuhan warga. Hal ini jelas tidak sesuai dengan Permenpera Nomor 6 Tahun 2013 dan Surat Edaran Deputi Perumahan Swadya Nomor 01/SE/DPS/2013 yang di dalamnya memuat tentang rencana pembelian bahan bangunan yang disesuaikan dengan kondisi rumah dan keinginan penerima bantuan.

"Sungguh sangat disayangkan program mulia ini justru ternodai perilaku-perilaku oknum-oknum  di lapangan yang justru bukannya membantu masyarakat miskin penerima bantuan malah sangat membebani dan menyiksa warga miskin," kata Ketua Lakpesdam NU Sampang Faisol Ramdhoni. (Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKB Kab Tegal Makam PKB Kab Tegal

PCNU Kota Sorong Gelar Konfercab II

Sorong, PKB Kab Tegal. Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Sorong, Papua Barat, menggelar Konferensi Cabang (Konfercab) II, di MI Al-Ma’arif NU Jl. Basuki Rahmat Km.9,5 Kelurahan Klasabi Distrik Sorong Manoi Kota Sorong, Ahad (21/4) kemarin.

Konfercab dihadiri Asisten satu Kota Sorong (mewakili Walikota Sorong) sekaligus membuka secara resmi Konfercab II NU Kota Sorong, Ketua Pengurus Cabang NU Kota Sorong, Pengurus Cabang NU Kabupaten Sorong, Kakemenag Kota Sorong, Ketua MUI Kota Sorong, Ketua FKUB Kota Sorong Tokoh Agama Islam serta undangan lainnya.

PCNU Kota Sorong Gelar Konfercab II (Sumber Gambar : Nu Online)
PCNU Kota Sorong Gelar Konfercab II (Sumber Gambar : Nu Online)

PCNU Kota Sorong Gelar Konfercab II

Ketua Panitia Pelaksana Konfercab II NU Kota Sorong Masrur Sholikhi, SP melaporkan, Konfercab diikuti oleh Pengurus Cabang, Majelis Wakil Cabang (MWC) NU se-Kota Sorong, Badan Otonom di lingkungan NU dan utusan dari Takmir Masjid serta para Tokoh Agama Islam di Kota Sorong.

PKB Kab Tegal

Konfercab II NU Kota Sorong berlangsung selama satu hari, pada tanggal 21 April 2013 di MI Al-Ma’arif NU Kota Sorong, namun sehari sebelumnya juga dilaksanakan istighotsah dan zdikir akbar menyambut Konfercab ke-II NU Kota Sorong.

Konferensi Cabang merupakan musyawarah tertinggi di tingkat Cabang yang bertujuan untuk mengevaluasi pelaksanaan program kerja PCNU Kota Sorong 2007-2012, menyusun program kerja PCNU ke depan dan memilih pengurus baru periode 2013-2018.

PKB Kab Tegal

Walikota Sorong dalam sambutan tertulisnya dibacakan Asisten satu Kota Sorong Ismail Latukonsina, S.Sos mengatakan, NU merupakan organisasi masyarakat Islam terbesar di Indonesia. Yang mempunyai jamaah terbanyak dan mengakar ditengah masyarakat. Pemkot Sorong memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya atas terselenggaranya Konfercab II NU, semoga Konfercab ini menghasilkan program kerja NU Kota Sorong baik sebagai mitra Pemerintah dan menghasilkan kepengurusan baru yang mau, mampu dan mempunyai waktu untuk kegiatan NU.

Keberadaan NU di Kota Sorong sangat mendukung visi dan misi Kota Sorong dalam rangka meningkatkan kesejahteraan rakyat, menciptakankan tatanan kehidupan masyarakat yang agamis, berakhlak mulya yang ditopang oleh kesadaran saling menghormati dan saling mendukung antara ulama dan umaro.

Pada Pleno terakhir Pemilihan Rais dan Ketua Tanfidziyah, Drs. KH. Uso terpilih kembali sebagai Rais Syuriyah dan H. Supran M. Rafiq, S.Pd, M.Si terpilih sebagai Ketua Tanfidziyah masa khidmat 2013-2018. 

Redaktur    : A. Khoirul Anam

Kontributor: Imam Khoirudin

Dari Nu Online: nu.or.id

PKB Kab Tegal PonPes PKB Kab Tegal

Pengurus Baru Muslimat NU Probolinggo Sowan ke PCNU Setempat

Probolinggo, PKB Kab Tegal. Pengurus harian Pimpinan Cabang Muslimat NU kota Probolinggo menggelar ta’arruf dan orientasi pengurus baru periode 2015-2020 di aula Kantor PCNU Probolinggo, Kedopok, Probolinggo, Sabtu (30/5). Pertemuan 43 pengurus baru ini diadakan untuk memaksimalkan peran dan fungsi program kerja ke depan.

Pengurus Baru Muslimat NU Probolinggo Sowan ke PCNU Setempat (Sumber Gambar : Nu Online)
Pengurus Baru Muslimat NU Probolinggo Sowan ke PCNU Setempat (Sumber Gambar : Nu Online)

Pengurus Baru Muslimat NU Probolinggo Sowan ke PCNU Setempat

“Ta’aruf dan orientasi pengurus baru Muslimat NU ini digelar dengan maksud perkenalan antara pengurus baru Muslimat NU dan pengurus harian PCNU Kota Probolinggo,” kata Wakil Sekretaris Muslimat NU Kota Probolinggo Musyarofah Ubaidi.

Dengan silaturahmi ini, koordinasi antara pengurus NU dan Banomnya dapat membangun kesinkronan program kerja.

PKB Kab Tegal

Menurut Musyarofah, kegiatan ini digelar supaya para pengurus baru Muslimat NU Kota Probolinggo bisa memahami tugas dan perannya. Dengan demikian, setiap pengurus bisa menjalankan tugas pokok dan fungsinya dengan baik.

PKB Kab Tegal

“Melalui kegiatan ini para pengurus semakin jelas akan tugas dan kewajibannya. Selain itu para pengurus baru akan semakin lebih semangat lagi dan eksis di Muslimat NU Kota Probolinggo,” harapnya.

Dalam acara ini para pengurus baru Muslimat NU Kota Probolinggo mendapatkan materi pemantapan organisasi dari beberapa narasumber yang berasal dari PCNU Kota Probolinggo.

Penyampaian peran dan fungsi pengurus diisi oleh Abdul Halim. Sementara materi keorganisasian disampaikan oleh Misbahul Munir. (Syamsul Akbar/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKB Kab Tegal Santri, Hikmah, Pertandingan PKB Kab Tegal

Minggu, 20 Agustus 2017

Dua Indikator Pemilu Sukses Menurut NU

Sumenep, PKB Kab Tegal. Ketua PCNU Sumenep, Jawa Timur, KH A. Pandji Taufiq menyatakan, kesuksesan pemilu diukur dua indikator utama, yaitu baik dan sesuai hukum dalam prosesnya, serta berkualitas hasilnya.

Dua Indikator Pemilu Sukses Menurut NU (Sumber Gambar : Nu Online)
Dua Indikator Pemilu Sukses Menurut NU (Sumber Gambar : Nu Online)

Dua Indikator Pemilu Sukses Menurut NU

“Bagi NU, pemilu sukses dari prosesnya, tidak tercederai oleh pelanggaran serta out putnya bisa menghasilkan pemimpin yang baik, amanah, dan menyejahterakan,” katanya pada “Dialog Interaktif dan Deklarasi Pemilu Anti Money Politic” di Kantor PCNU Sumenep Sabtu (5/4).

Menurut Kiai Pandji, sebagian pihak berpendapat, pemilu sukses hanya bisa diukur dari out put, sedangkan tahapan dan prosesnya bisa saja tidak terlalu bagus atau terdapat kecurangan-kecurangan seperti money politic.

PKB Kab Tegal

“Tetapi bagi NU, hasil yang baik ditentukan proses yang dilaluinya,” katanya pada dialog yang digelar Pimpinan Cabang Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama Sumenep tersebut.

PKB Kab Tegal

Kiai Panji berharap agar agat proses Pemilu kali ini proses dan hasilnya baik, “Money politic merupakan perbuatan tercela, sama sekali tidak terpuji, dan meruntuhkan sendi-sendi kebangsaan,” pungkasnya. (Ach. Khatib/Abdullah Alawi)

?

Dari Nu Online: nu.or.id

PKB Kab Tegal IMNU, Olahraga, Tokoh PKB Kab Tegal

Jumat, 18 Agustus 2017

KH Hafidz Utsman: Aksi Perusakan Masjid Ahmadiyah untuk Pecahbelah Umat

Bogor, PKB Kab Tegal

Rais Syuriyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) yang juga Ketua Majelis Ulama (MUI) Jawa Barat KH Hafidz Utsman mengakui adanya upaya-upaya pihak tertentu untuk memecahbelah umat Islam dan menciptakan instabilitas negara dengan memanfaatkan perbedaan pandangan agama dalam masyarakat.



KH Hafidz Utsman: Aksi Perusakan Masjid Ahmadiyah untuk Pecahbelah Umat (Sumber Gambar : Nu Online)
KH Hafidz Utsman: Aksi Perusakan Masjid Ahmadiyah untuk Pecahbelah Umat (Sumber Gambar : Nu Online)

KH Hafidz Utsman: Aksi Perusakan Masjid Ahmadiyah untuk Pecahbelah Umat

"Aksi-aksi anarkis yang dilakukan masyarakat terhadap pengikut aliran sesat merupakan upaya provokasi pihak tertentu untuk mengganggu keamanan negara," katanya usai memberikan pengarahan dalam apel siaga Danramil di lingkup Korem 061/Suryakencana, Babinsa dan pengurus Dewan Kesejahteraan Masjid (DKM) se-Bogor, Sukabumi, dan Cianjur di Bogor, Kamis (27/12).

"Aksi-aksi semacam itu bukan hanya untuk memecahbelah umat Islam, tapi lebih jauh lagi untuk mengganggu keamanan negara dan menciptakan instabilitas," kata Kiai Hafidz Usman.

PKB Kab Tegal

Namun, ia tidak menjelaskan lebih jauh kelompok yang menginginkan ketidakstabilan keamanan di Indonesia, apakah dari dalam atau luar negeri.

PKB Kab Tegal

Terkait aksi perusakan terhadap masjid milik pengikut aliran Ahmadiyah, ia mengatakan, aksi semacam itu tidak boleh dilakukan. "Kita harus mengajak mereka (pengikut aliran Ahmadiyah) untuk kembali ke jalan yang benar dengan cara baik-baik," katanya.

Di hadapan ratusan anggota Danramil Suryakencana dan pengurus DKM, ia mengimbau para tokoh agama dan ustadz untuk menghargai perbedaan yang ada dan tidak serta merta mencap pengikut aliran yang dianggap menyimpang sebagai kafir.

Kiai Hafidz juga mengimbau masyarakat agar menyikapi munculnya aliran-aliran sesat secara proporsional dan menegaskan kembali bahwa warga tidak mempunyai wewenang untuk melakukan eksekusi hukum atas keberadaan aliran sesat tersebut. "Kita ini negara hukum, jadi aparat hukum yang berwenang menindak," katanya.

Ia memberikan contoh, di masa Nabi Muhammad SAW, penindakan atas aliran yang menyimpang dari ajaran Islam diambil setelah melalui proses pendekatan. Hukuman pancung barulah diambil setelah mereka tetap tidak mau mengikuti ajaran yang benar.

"Dalam kasus Ahmadiyah, MUI masih terus melakukan pembinaan terhadap para pengikut aliran tersebut, sementara proses hukum juga terus berjalan," katanya.

Seperti diberitakan, Masjid Al-Istiqomah milik jemaah Ahmadiyah di Kecamatan Argapura, Kabupaten Majalengka, Jawa Barat, pekan lalu dirusak sekelompok orang bercadar mirip "Ninja".

Seluruh kaca masjid berlantai dua tersebut hancur, sebagian genteng masjid pecah terkena lemparan batu. Perusakan disertai pembakaran itu juga menyebabkan sebagian dinding triplek pembatas ruang kelas dan seluruh rak buku pada ruangan terbakar.

Sebelumnya, aksi pengrusakan sejumlah rumah serta tempat ibadah milik pengikut Ahmadiyah juga terjadi di Desa Manis Lor, Kecamatan Jalaksana, Kabupaten Kuningan, Selasa (18/12).

Aksi itu, kemudian diikuti dengan penghancuran kaca jendela serta genteng tempat ibadah pengikut Ahmadiyah oleh sejumlah massa di Kecamatan Sukajaya, Kabupaten Tasikmalaya, Rabu (19/12) lalu. (ant/sam)Dari Nu Online: nu.or.id

PKB Kab Tegal Sejarah, Doa PKB Kab Tegal