Kamis, 06 Juli 2017

Wahyu-Evi Pimpin IPNU-IPPNU Wonoasih

Probolinggo,PKB Kab Tegal

Pimpinan Anak Cabang (PAC) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Puteri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Kecamatan Wonoasih Kota Probolinggo mempunyai pimpinan baru.

Wahyu-Evi Pimpin IPNU-IPPNU Wonoasih (Sumber Gambar : Nu Online)
Wahyu-Evi Pimpin IPNU-IPPNU Wonoasih (Sumber Gambar : Nu Online)

Wahyu-Evi Pimpin IPNU-IPPNU Wonoasih

Hal ini menyusul dengan terpilihnya Wahyu Aminullah dan Evi Kumalasari dalam Konferensi Anak Cabang (Konferancab) IPNU dan IPPNU Kecamatan Wonoasih di MTs Nusantara Kelurahan Sumber Taman Kecamatan Wonoasih Kota Probolinggo, Sabtu (21/1) sore.

Dalam Konferancab yang mengambil tema “Bangkit Bersama Kader Muda” ini, Wahyu terpilih sebagai Ketua PAC IPNU Wonoasih dan Evi Kumalasari sebagai Ketua PAC IPPNU Wonoasih masa bhakti 2016-2019.

PKB Kab Tegal

Saat pemilihan Ketua PAC IPPNU, muncul 2 (dua) kandidat yakni Qurrotu Ainy dengan memperoleh 7 suara dan Evi Kumalasari dengan 10 suara. Sementara 1 suara abstain. Sedangkan dalam pemilihan Ketua PAC IPNU, muncul dua kandidat Wahyu Aminullah dan Husni Mubarok. Hanya saja Wahyu Aminullah terpilih secara aklamasi dengan 16 suara.

Konferancab IPNU-IPPNU Wonoasih yang diikuti oleh komisariat dan ranting se-Kecamatan Wonoasih ini dihadiri oleh Wakil Ketua PC LP Ma’arif Kota Probolinggo yang juga Kepala MTs Nusantara M Holil, pengurus MWCNU Wonoasih, Pergunu Kota Probolinggo, jajaran alumni dan pengurus PC IPNU-IPPNU Kota Probolinggo.

PKB Kab Tegal

Ketua PAC IPNU Wonoasih Wahyu Aminullah mengungkapkan selain untuk memilih calon Ketua PAC IPNU IPPNU Kecamatan Wonoasiah masa bhakti 2017-2019, konferancab ini bertujuan mencetak kader-kader pemimpin NU di masa yang akan datang sehingga proses kaderisasi berjalan tidak stagnan.

“Terima kasih atas kepercayaan dan amanah yang telah diberikan. Semoga kami mampu menjalankan amanah ini dengan sebaik-baiknya. Kegiatan ini merupakan sebuah bukti bagaimana kaderisasi IPNU tetap terjaga,” katanya.

Hal senada diungkapkan oleh Ketua PAC IPPNU Wonoasih Evi Kumalasari. “Konferancab ini adalah suatu bentuk keharusan yang sudah ada dalam peraturan agar kaderisasi dalam organisasi tetap berjalan terus menerus,” ungkapnya.

Setelah terpilih tugas ketua terpilih adalah dengan segera melengkapi susunan kepengurusan bersama tim formatur terpilih sesuai amanah konferancab. Dan selanjutnya segera melaksanakan pelantikan agar kepengurusannya segera disahkan.

Alumni sekaligus Pembina PC IPNU Kota Probolinggo Mashuri Nurzah mengharapkan kepada ketua terpilih agar amanah konferancab ini segera dijalankan agar organisasi berjalan sesuai dengan tupoksi. Yakni wadah kaderisasi calon generasi penerus NU ke depannya.

“Kedua, kader-kader IPNU IPPNU diharapkan mampu menjalankan program-programnya, sehingga IPNU IPPNU bisa selalu eksis mewarnai kegiatan kepemudaan di Kota Probolinggo,” harapnya. (Syamsul Akbar/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKB Kab Tegal RMI NU, Doa, Tegal PKB Kab Tegal

Rabu, 05 Juli 2017

Kiai Hasyim Desak Perpres 105 dan 106 Dicabut

Jakarta, PKB Kab Tegal. Rais Syuriyah PBNU KH Hasyim Muzadi mendesak pemerintah mencabut Peraturan Presiden (Perpres) 105/2013 dan 106/2013 yang mengatur memberikan fasilitas berobat gratis kepada pejabat negara hingga ke luar negeri.

“Memberikan fasilitas keuangan negara kepada pejabat negara secara berlebihan di tengah kemiskinan ekonomi rakyat serta derita karena bencana alam, adalah sebuah kezaliman,” kata Hasyim Muzadi di Jakarta, Ahad (29/12).

Kiai Hasyim Desak Perpres 105 dan 106 Dicabut (Sumber Gambar : Nu Online)
Kiai Hasyim Desak Perpres 105 dan 106 Dicabut (Sumber Gambar : Nu Online)

Kiai Hasyim Desak Perpres 105 dan 106 Dicabut

Mantan Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) ini mengatakan, Perpres tersebut menyakiti nurani rakyat yang pada umumnya masih miskin dan dikhawatirkan menjadi pemicu perlawanan rakyat.

PKB Kab Tegal

“Oleh karenanya, Perpres 105 dan 106 tahun 2013 tertanggal 13 Desember 2013 yang memberikan fasilitas berobat gratis sampai ke luar negeri segera dicabut,” terang Kiai Hasyim.

Pengasuh pondok pesantren Al-Hikam Malang dan Depok ini juga menyarankan para penyelenggara negara dan pejabat publik yang masih punya rasa tanggungjawab kepada rakyat, hendaknya menolak fasilitas berlebihan tersebut.

PKB Kab Tegal

“Sekalipun yang mau menolak pasti jumlahnya sangat minoritas. Seandanya pejabat negara meninggal karena sakit, biarlah meninggal di tanah air bersama rakyat yang mengantarkan mereka menjadi pejabat,” katanya.

Keluarnya Perpres menjalang Pemilu Legislatif dan Pemilu Presiden akan semakin menambah kebencian masyarakat kepada pejabat Negara.

“Hendaknya diingat saat ini menjelang pileg dan pilpres, maka perpres 105/106 akan menambah rasa kejengkelan kepada mereka yang akan menjadi penyelenggara Negara,” pungkasnya.

Sebelumnya, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono telah menandatangani Peraturan Presiden 105/2013 tentang Pelayanan Kesehatan Paripurna kepada Menteri dan Pejabat Tertentu. Juga, Perpres 106/2013 tentang Jaminan Pemeliharaan Kesehatan bagi Pimpinan Lembaga Negara.

Dalam laman Sekretaris Kabinet, kedua produk aturan itu dikeluarkan Presiden terkait mulai dilaksanakannya Sistem Jaminan Sosial Nasional (SJSN) oleh Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) mulai 1 Januari 2014.

Dengan Perpres itu, para menteri, pejabat eselon I, dan pimpinan lembaga negara dimudahkan untuk berobat ke luar negeri. Seluruh biaya itu nantinya akan ditanggung oleh negara, baik APBN maupun APBD.

Presiden mempertimbangkan risiko dan beban tugas menteri dan pejabat tertentu, serta ketua, wakil ketua dan anggota lembaga negara sehingga pemerintah memutuskan membuat perlindungan kesehatan khusus bagi pejabat negara. (Ahmad Millah/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKB Kab Tegal Doa, Budaya PKB Kab Tegal

Senin, 03 Juli 2017

Geliat Filantropi sebagai Media Spiritualitas Modern

Jakarta, PKB Kab Tegal. Geliat Filantropi menjadi trend baru di Indonesia bahkan di dunia. Sebagaimana kata Bill & Melani Gates Foundation yang menyatakan geliat tersebut sampai ke Afrika.

Geliat Filantropi sebagai Media Spiritualitas Modern (Sumber Gambar : Nu Online)
Geliat Filantropi sebagai Media Spiritualitas Modern (Sumber Gambar : Nu Online)

Geliat Filantropi sebagai Media Spiritualitas Modern

“Filantropi itu kaya spiritulitas modern. Orang-orang kaya sekarang itu taubatnya tidak hanya haji, tapi berderma,” kata ketua Yayasan Sabilillah Bidang Lembaga Sosial Ekonomi Sabilillah M. Mas’ud Said pada acara Seminar Nasional Filantropi Islam Nusantara yang diselenggarakan NU Care-Lazisnu di lantai 8 Gedung PBNU, Jakarta Pusat, Kamis (2/2)

Ia menjelaskan bahwa filantropi itu semangat mendekati Tuhan dengan cara memberi, mencintai terhadap sesama. Dalam bahasa yang umum dapat disebut dengan giving (memberi), loving (mencintai), and caring (peduli).

“Orang-orang kaya sekarang kecenderungan pertaubatannya itu filantropis.Ia menjadi kaya malaikat dunia yang memberikan kesejukkan lewat harta-hartanya,” tutur pria kelahiran Sidoarjo.

PKB Kab Tegal

Pada kesempatan tersebut, ia juga menyampaikan apresiasi atas tema yang di usung oleh NU Care-Lazisnu. “Sudah betul NU-Care memberikan tema ini, urgent, baru, ini paling canggih,” ujarnya.

Dalam konteks Indonesia, ia mengungkapkan bahwa geliat filantropi tidak hanya terjadi di pusat tapi juga di daerah. “Di daerah-daerah itu tidak kalah pentingnya, tidak kalah banyaknya dari pusat. Di daerah itu punya lumbung dari filantropisme,” ungkapnya.

Pria yang juga Guru Besar Ilmu Pemerintahan tersebut menuturkan bahwa filantropisme itu sangat dekat dengan NU.?

PKB Kab Tegal

“Coba lihat AD/ART, coba lihat profil kiai-kiai, coba lihat para penghulu NU yang gambaranya ada di Harlah. Semua adalah citra orang yang giving, loving, and caring. memberi tidak meminta, mencintai bukan membenci, peduli bukan apatis,” terangnya.

Lebih lanjut ia menyatakan bahwa NU sebagai organisasi sosial keagamaan terbesar di Indonesia itu didirikan oleh orang-orang sholeh sekaligus filantropis. “Tidak ada orang orang NU yang hebat itu tidak filantropis,” jelasnya. (Husni Sahal/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKB Kab Tegal Olahraga, Tokoh PKB Kab Tegal

Minggu, 02 Juli 2017

Santri Harus Dibekali Keterampilan

Medan, PKB Kab Tegal

Pemerintah mengharapkan pondok pesantren dapat memberikan keterampilan kepada santri sebagai bekal hidup mereka di masa depan jika tidak menjadi ulama.

Hal itu dinyatakan Menteri Negara Koperasi dan UKM, Surya Dharma Ali, ketika berdialog pada rangkaian acara silaturahmi dengan para ulama se Sumut dan penyerahan bantuan kepada sejumlah pondok pesantren di Medan, Kamis.

Ia mengatakan, pengemblengan terhadap para santri di pondok pesantren tidak hanya cukup dengan pendidikan agama dan umum saja, tetapi harus juga diberikan berbagai macam keterampilan agar mereka memiliki jiwa kewirausahaan.

Santri Harus Dibekali Keterampilan (Sumber Gambar : Nu Online)
Santri Harus Dibekali Keterampilan (Sumber Gambar : Nu Online)

Santri Harus Dibekali Keterampilan

Selepas keluar dari pesantren seorang santri akan menghadapi tantangan yang besar, sebab tidak semua santri pondok pesantren bisa menjadi kyai karena berbagai macam aspek, seperti keilmuan, kejiwaan, kematangan dan ketaatan, ujarnya.

Menurut dia, dewasa ini jika pondok pesantren dapat mencetak sepuluh persen dari total lulusannya menjadi kyai, maka hal itu merupakan prestasi yang sangat mengembirakan. Untuk itu para santri saat ini harus diberikan ketrampilan, seperti pertanian, kerajinan, perdagangan, dan lain sebagainya, katanya.

Ali juga mengharapkan, program koperasi masuk pesantren jangan sampai mengganggu kegiatan kyai dalam memberikan pendidikan santri, dan pembinaan kegiatan koperasi pesantren harus dilakukan secara terus menerus oleh pemerintah setempat, agar menjadi handal dan dapat menciptakan lapangan kerja serta memberi bekal kepada para santri. (ant/mad)

PKB Kab Tegal



Dari Nu Online: nu.or.id

PKB Kab Tegal IMNU, Ulama, Humor Islam PKB Kab Tegal

PKB Kab Tegal

Kamis, 29 Juni 2017

Rais ‘Aam: Kalau NU Ikut Berteriak, Negara Bisa Kacau

Surabaya, PKB Kab Tegal - Seminar nasional dan bahtsul masail kebangsaan yang diselenggarakan oleh Lembaga Bahtsul Masail (LBM) PWNU Jawa Timur di Masjid Agung Sunan Ampel, Kamis (11/5), mendapat sambutan antusias dari penziarah Makam Sunan Ampel.

Seminar nasional yang mengambil tema “Manhaj Beragama ala Walisongo; Perekat Persaudaraan Islam dan Persatuan Nasional” ini dihadiri langsung Rais ‘Aam PBNU KH Ma’ruf Amin dan matan wakil ketua umum PBNU H Asad Said Ali.

Rais ‘Aam: Kalau NU Ikut Berteriak, Negara Bisa Kacau (Sumber Gambar : Nu Online)
Rais ‘Aam: Kalau NU Ikut Berteriak, Negara Bisa Kacau (Sumber Gambar : Nu Online)

Rais ‘Aam: Kalau NU Ikut Berteriak, Negara Bisa Kacau

Menyinggung tentang kelompok Islam garis keras, Kiai Ma’ruf menyerukan warga NU untuk tetap di NU, tidak ikut arus ke mana-mana. Baginya, NU itu besar. "Islam Radikal paling memiliki 30 ribu anggota dan pemerintah tidak takut pada mereka," jelas Kiai Maruf dengan nada santai.

Kebanyakan ormas yang terindikasi radikal, menurutnya, selalu berteriak-teriak. Pemerintah tidak gentar menghadapi mereka. "Tapi pemerintah takut pada NU. NU dehem (deham) saja pemerintah akan kalang kabut. Kalau NU ikutan berteriak dan terbakar negara akan kacau," tegas Kiai Maruf.

PKB Kab Tegal

Maka dari itu, Rais ‘Aam PBNU mengimbau NU harus tenang, santun dalam menyelesaikan masalah kebangsaan. "Acara seperti inilah yg diharapkan oleh pemerintah. Merumuskan masalah, mencari jalan keluar, lalu direkomendasikam kepada pemerintah," tutup Kiai Maruf. (Rof Maulana/Mahbib)



Dari Nu Online: nu.or.id

PKB Kab Tegal

PKB Kab Tegal AlaNu, RMI NU PKB Kab Tegal

Menpora: Tak Sangka, Kemampuan Sepakbola Santri Luar Biasa

Magelang, PKB Kab Tegal

Meski tidak diajarkan materi secara khusus tentang teori dan praktik sepakbola, ternyata kemampuan santri dalam olahraga sepakbola tak kalah dengan masyarakat pada umumnya. Itu terbukti, saat gelaran Liga Santri 2015.

Demikian disampaikan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) RI Imam Nahrawi saat membuka lomba Musabaqah Kitab Kuning tingkat nasional zona 3 Jateng di Pesantren Enterpreneur (Patner) Asrama Perguruan Islam (API) Meteseh, Tempuran, Magelang, Jawa Tengah, Jumat (8/4) sore.

Menpora: Tak Sangka, Kemampuan Sepakbola Santri Luar Biasa (Sumber Gambar : Nu Online)
Menpora: Tak Sangka, Kemampuan Sepakbola Santri Luar Biasa (Sumber Gambar : Nu Online)

Menpora: Tak Sangka, Kemampuan Sepakbola Santri Luar Biasa

"Saya tak menyangka, potensi santri dalam sepakbola sungguh luar biasa. Mereka bermain secara sportif dan fairly," kata pria asal Madura ini.

PKB Kab Tegal

Imam Nahrawi juga membeber pengalaman saat kompetsisi Liga Santri 2015, ada pelatih dari Belanda yang kagum melihat potensi pesepakbola dari kalangan pondok pesantren. Meski kompetisi sepakbola ini dikhususkan untuk kalangan santri, menurut Menpora, sportivitas dan profesionalisme tetap dijunjung tinggi. Bahkan, para pemain sangat menghormati pelatih dan wasit.

PKB Kab Tegal

"Mau masuk lapangan, cium tangan coach. Saat diberi kartu kuning atau merah, mereka malah cium tangan wasit. Ditanya kenapa, ini karena kami para santri selalu diajarkan watawa saubil haq watawa saubis shabr (saling mengingatkan dalam kebaikan dan saling mengingatkan dalam kesabaran)," ujar Menpora disambut tawa hadirin.

Imam menambahkan, dalam upaya mewadahi dan mengembangkan potensi santri dalam olahraga sepakbola, pihaknya akan menggelar Liga Santri Nusantara 2016. Kalau tahun lalu diikuti sekitar 200 kesebelasan, tahun ini diharapkan pesertanya lebih dari seribu kesebelasan. "Untuk liga santri sudah kita anggarkan 10 miliar. Kejuaran ini akan kita mulai setelah lebaran," ucap mantan aktivis PMII ini.

Sementara itu, Ketua Tanfidz Dewan Pengurus Wilayah (DPW) PKB Jawa Tengah H M Yusuf Chudlori menjelaskan, tujuan diadakan Musabaqah Kitab Kuning. Lomba ini, katanya, setidaknya bisa meningkatkan kemampuan santri mendalami kitab kuning. Penguasaan terhadap kitab-kitab kuning diasah dan dari lomba ini pula kemampuan santri diuji. "Dari 71 peserta ini akan dipilih 4 besar, 2 santri putra dan 2 santri putri untuk mewakili Jawa Tengah," jelas kiai muda yang juga pengasuh Pondok Pesantren API Tegalrejo Magelang itu.

Adapun Pengurus Rais Syuriah PBNU KH Said Asrori menyampaikan, karya Imam Al-Ghazali cukup banyak, setidaknya ada 48 kitab. Salah satunya kitab Ihya Ulumiddin. Menurutnya, kitab Ihya Ulumiddin merupakan karya monumental, sehingga tidak salah jika kitab ini dilombakan.

"Kitab ini tergolong komplet, menggabungkan antara fiqih dan tasawuf. Di kitab ini pula, semua aspek kehidupan diatur," jelasnya. (Ahsan Fauzi/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKB Kab Tegal Doa, IMNU, Hadits PKB Kab Tegal

Rabu, 28 Juni 2017

Kodama Yogyakarta Ngaji Sehari Pemikiran Gus Dur

Bantul, PKB Kab Tegal. Korp Dakwah Mahasiswa (Kodama) Yogyakarta mengadakan ngaji sehari pemikiran Gus Dur, Ahad (28/6). Bekerja sama dengan Gusdurian Yogyakarta, Kodama yang terdiri atas para santri Al-Munawir dan Ali Maksum Krapyak ini mengkaji biografi, pemikiran dan warisan pemikiran Gus Dur baik soal pesantren, NU, maupun negara.

Kodama Yogyakarta Ngaji Sehari Pemikiran Gus Dur (Sumber Gambar : Nu Online)
Kodama Yogyakarta Ngaji Sehari Pemikiran Gus Dur (Sumber Gambar : Nu Online)

Kodama Yogyakarta Ngaji Sehari Pemikiran Gus Dur

"Selama satu hari untuk mengisi kegiatan Ramadhan, Kodama mengisi acara dengan mengkaji pemikiran Gus Dur, dengan diikuti oleh anggota Kodama. Semoga adanya kegiatan ini, kita bisa menggali lebih jauh pemikiran-pemikiran Gus Dur," kata Jamil, aktivis senior Kodama saat memberikan sambutan pembukaan.

Ia juga berharap jaringan Gusdurian Yogyakarta bisa berbagi atas pemikiran-pemikiran Gus Dur. Para peserta yang berjumlah 18 orang ini antusias mengikuti kegiatan yang dinamai Tadarus Gus Dur.

PKB Kab Tegal

Hafidz, salah satu peserta menanggapi atas penjelasan fasilitator saat sesi pengenalan biografi Gus Dur dan perjalanan intelektual Gus Dur. "Terkait visi dan visi, apakah pernah Gus Dur mengungkapkan visi dan misinya atas pemikiran-pemikirannya?" tanya Hafidz.

"Secara langsung, Gus Dur belum pernah mengungkapkan visi-misinya atas apa yang diperjuangkan. Yang merangkum atas nilai-nilai perjuangan Gus Dur adalah kerabat, murid, dan keluarganya," kata Ubaidillah Fatawi, fasilitator yang menanggapi pertanyaan peserta.

PKB Kab Tegal

Rifqi Fairus, koordinator Tadarus Gus Dur juga mengungkapkan, sebagai santri harus sadar atas permasalahan sosial yang ada di masyarakat sekitar di luar pesantren.

"Karena Gus Dur lahir dari pesantren, dia juga santri pesantren. Bahkan pesantren menjadi basis perjuangan Gus Dur di segala bidang, hingga menjadi presiden," tandas Fairuz. (Nur Sholikhin/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKB Kab Tegal IMNU, News PKB Kab Tegal