Sabtu, 27 Mei 2017

SMA NU Gresik Cetak Atlet Panjat Tebing

Gresik, PKB Kab Tegal. Sekolah Menengah Atas Nahdlatul Ulama 1 Gresik berkomitmen untuk mencetak para atlet pemanjat tebing. Di Sekolah yang akrab disebut SMANUSA ini dibentuk ekstragroup panjat tebing yang diharapkan mampu untuk melahirkan atlet-atlet baru.

SMA NU Gresik Cetak Atlet Panjat Tebing (Sumber Gambar : Nu Online)
SMA NU Gresik Cetak Atlet Panjat Tebing (Sumber Gambar : Nu Online)

SMA NU Gresik Cetak Atlet Panjat Tebing

“Baik pelajar, maupun umum. Baik tingkat regional, maupun nasional dan internasional,” kata Yusuf, pembina ekstrapanjat tebing SMANUSA.

Komitmen tersebut juga tampak dari digelarnya acara Grand Launching Wall Club (GLWC) di sekolah setempat, Greski, Jawa Timur, Sabtu (17/1) lalu. Acara ini dihadiri para pemanjat tebing dan pecinta alam di Gresik, baik yang tergabung dalam Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI), Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI), ataupun Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora).

PKB Kab Tegal

Acara peluncuran tersebut berlangsung meriah oleh sejumlah penampilan kesenian siswa SMANUSA, antara lain ekstraorkestra, paduan suara, seni tradisi, dan band.

PKB Kab Tegal

Menurut Kepala Sekolah SMANUSA Moh Nasihuddin, dunia panjat tebing adalah dunia yang mampu menjadikan seseorang pantang menyerah dan berpikir positif di setiap tantangan. “Jadinya, ini sangat penting ditanamkan di SMANUSA. Apalagi, tantangan di era kini lebih mengglobal,” imbuhnya.

Aksi Pemanjat Cilik

Di acara itu juga, ditampilkan dua atlet cilik panjat tebing, Azkia dan Rimaz. Kedua atlet ini berumur sekitar 8 tahun. Ketika dua atlet ini memanjat, para hadirin yang berjubel tercengang. Sesekali nada cemas mengumandang. Tapi, karena sudah terlatih, dua atlet cilik itu pun tampak biasa dengan apa yang dilakukannya.

“Sudah waktunya, siswa-siswa lebih dekat ke alam dan lingkungan. Agar mereka dapat lebih mencintai dan menjaga alam dengan ketulusan. Dan salah satu caranya bisa dimulai dari dalam diri seorang pecinta alam. Termasuk pemanjat tebing,” ujar Moch. Zakaria, penanggung jawab kegiatan ekstrakurikuler SMANUSA.

Setelah acara GLWC digelar, salah satu agenda yang dicanangkan SMANUSA adalah menyinergikan beberapa kegiatan ekstrakurikuler yang ada di dalam satu acara. Dan acara itu diusulkan bertajuk “Alam, Kota, dan Religiusitas.” (Emlu/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKB Kab Tegal Olahraga PKB Kab Tegal

Jumat, 26 Mei 2017

Tahun Baru Hijriah, Momentum Perbaiki Niat Beribadah

Banyumas, PKB Kab Tegal 

Tahun baru Hijriah seharusnya digunakan sebagai momentum untuk memperbaiki niat dalam beribadah kepada Allah SWT. Karena niat merupakan salah satu pokok atau kunci dalam hal beribadah. 

KH Habib Mahfud (Gus Habib), Pengasuh Pondok Pesantren Miftahul Huda Pesawahan Rawalo Banyumas mengungkapkan hal tersebut ketika ditemui di kediamannya, Rabu (27/9) pagi. 

Tahun Baru Hijriah, Momentum Perbaiki Niat Beribadah (Sumber Gambar : Nu Online)
Tahun Baru Hijriah, Momentum Perbaiki Niat Beribadah (Sumber Gambar : Nu Online)

Tahun Baru Hijriah, Momentum Perbaiki Niat Beribadah

Gus Habib menerankan, ada dua golongan yang mengikuti Nabi dalam berhijrah, pertama golongan yang hijrah karena Allah dan Rasulnya, kedua golongan yang hijrah karena harta atau wanita. 

"Niat adalah kunci dalam beribadah," katanya. 

PKB Kab Tegal

Selain itu, tahun baru Hijriah juga harusnya digunakan sebagai momentum untuk memperbaharui ketulusan dalam bersikap. Karena ketulusan atau keihlasan merupakan kunci kedua, setelah niat dalam beribadah. 

"Setelah kita berniat melakukan ibadah, maka tubuh dan hatu kitapun harus ikhlas melakukan ibadah tersebut," lanjutnya. 

Karena, jika sudah ada niat yang baik, tapi tidak ikhlas melakukannya, itu bisa menjadi percuma dan akan mengurangi pahala ibadah kita, tambah pria yang juga menjadi Rektor Sekolah Tinggi Ilmu Al-Quran Miftahul Huda (STIQMA) Pesawahan Rawalo Banyumas itu. 

"Niat yang baik harus pula dibarengi dengan tindakan yang baik,yang ikhlas dan tuluas," pangkas Gus Habib. (Kifayatul Ahyar/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKB Kab Tegal

PKB Kab Tegal Makam, Tokoh, Nahdlatul Ulama PKB Kab Tegal

Lembaga Dakwah Negeri Jiran Belajar NU ke Jogja

Yogyakarta, PKB Kab Tegal. Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) DI Yogyakarta kedatangan tamu dari negeri Jiran, Sabtu (20/9). Adalah Pertubuhan Pendidik Muamalah Malaysia atau MMEA (Malaysian Muamalah Educators Associations) yang bertandang di kantor PWNU DIY di Jalan MT Haryono 40-42, Yogyakarta.

Lembaga Dakwah Negeri Jiran Belajar NU ke Jogja (Sumber Gambar : Nu Online)
Lembaga Dakwah Negeri Jiran Belajar NU ke Jogja (Sumber Gambar : Nu Online)

Lembaga Dakwah Negeri Jiran Belajar NU ke Jogja

Azrul Azlan, salah satu anggota MMEA mengungkapkan, MMEA baru saja didirikan setahun lebih oleh pemerintah Negeri Sembilan, Malaysia.  

“Salah satu tujuan kami main ke sini adalah untuk silaturahim, kerana kita masih serumpun. Agar mengenal satu sama lain. Selain itu, kami juga ingin belajar kepada organisasi-organisasi Islam di Indonesia seperti NU yang merupakan organisasi Islam yang hebat di Indonesia,” ujar Azrul yang tercatat sebagai penasihat syariat di salah satu bank Islam di Malaysia.

PKB Kab Tegal

Azrul Azlan juga mengungkapkan bahwa lembaga dakwah yang baru saja didirikan tersebut bertujuan sebagai jembatan atau penghubung antara orang yang berilmu masyarakat yang ingin belajar.

Sementara itu, Wakil Ketua Lesbumi NU DIY Kiai Jadul Maula mengungkapkan kegembiraannya karena mendapat kunjungan dari Malaysia. “Semoga acara silaturahim ini tidak hanya sebatas silaturahim saja. Tetapi ada tindak lanjutnya, bisa berbentuk kerja sama dalam hal apa-pun,” ujar Kiai Jadul di hadapan para tamu dari MMEA dan Pengurus PWNU DIY.

PKB Kab Tegal

Dalam kesempatan tersebut, terjadi diskusi antara MMEA dan para pengurus PWNU DIY. MMEA banyak bertanya tentang bagaimana cara NU berdakwah di Indonesia, bagaimana metode Wali Songo dalam menyebarkan Islam dengan damai, dan sebagainya. (Nur Rokhim/Mahbib)

    

Dari Nu Online: nu.or.id

PKB Kab Tegal Hadits, Cerita, Nasional PKB Kab Tegal

Jelang Lebaran, Khofifah Sambangi Rumah Tangga Miskin

Probolinggo,PKB Kab Tegal. Menjelang Hari Raya Idul Fitri 1436 H, Menteri Sosial (Mensos) RI Hj. Khofifah Indar Parawansa berkunjung ke sejumlah Rumah Tangga Miskin (RTM) di Desa Kalisalam Kecamatan Dringu Kabupaten Probolinggo, Sabtu (11/7). Ia didampingi Bupati Probolinggo Hj. Puput Tantriana Sari dan anggota Komisi VIII DPR RI H. Hasan Aminuddin.

Kunjungan ini dilakukan di sela-sela kegiatannya memantau ketersediaan beras yang ada di gudang Badan Urusan Logistik (Bulog) Subdivisi Regional Probolinggo. Tidak hanya sekedar berkunjung, dalam kesempatan tersebut Khofifah juga melakukan dialog terkait dengan bantuan-bantuan yang sudah diberikan oleh pemerintah melalui beberapa programnya.

Jelang Lebaran, Khofifah Sambangi Rumah Tangga Miskin (Sumber Gambar : Nu Online)
Jelang Lebaran, Khofifah Sambangi Rumah Tangga Miskin (Sumber Gambar : Nu Online)

Jelang Lebaran, Khofifah Sambangi Rumah Tangga Miskin

“Semoga bantuan-bantuan yang sudah diberikan oleh pemerintah bisa memberikan manfaat untuk memenuhi kebutuhan hidup sehar-hari. Tetap semangat dan jangan mudah menyerah,” ujarnya.

PKB Kab Tegal

Sementara dalam kunjungannya ke gudang Bulog, Khofifah yang juga Ketua Umum Pengurus Pusat (PP) Muslimat NU ini melihat dari dekat ketersediaan beras menjelang Lebaran, termasuk juga melihat langsung kualitas beras untuk masyarakat miskin (raskin) di Kabupaten Probolinggo.

“Alhamdulillah, stok beras yang ada di Bulog Probolinggo saat ini mencapai 32 ribu ton. Artinya, stok ini cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat yang ada di Kabupaten Probolinggo selama sembilan bulan ke depan. Dengan kata lain, untuk kebutuhan lebaran saja sudah aman,” ungkapnya.

PKB Kab Tegal

Dalam kunjungan tersebut, Ketua Umum Pengurus Pusat (PP) Muslimat NU ini juga mengecek fisik kualitas beras untuk masyarakat miskin (raskin). Tidak hanya mengecek, Khofifah juga mencium beras tersebut untuk mengetahui masih bagus atau sudah apek.

“Untuk saat ini, kualitas raskin yang ada disini sudah cukup bagus. Dengan kata lain, masyarakat miskin bisa mendapatkan beras yang layak untuk dikonsumsi bersama keluarga,” pungkasnya. (Syamsul Akbar/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKB Kab Tegal Fragmen, Bahtsul Masail PKB Kab Tegal

Sejak Lahir, Pendidikan Agama Harus Ditanamkan kepada Anak

Pringsewu, PKB Kab Tegal?



Rais Syuriyah PCNU Pringsewu KH Ridwan Syuaib berpesan kepada para orang tua untuk memprioritaskan pendidikan agama bagi anak-anaknya. Ilmu agama, menurutnya, merupakan bekal utama dalam mencapai keberkahan hidup di dunia dan akhirat.

"Didik anak kita untuk menjadi hamba yang taat beribadah dengan mendidik mereka di pesantren. Jangan biarkan mereka hanya memburu kehidupan materi dunia saja," tegasnya di Gadingrejo, Ahad Malam (23/1).

Sejak Lahir, Pendidikan Agama Harus Ditanamkan kepada Anak (Sumber Gambar : Nu Online)
Sejak Lahir, Pendidikan Agama Harus Ditanamkan kepada Anak (Sumber Gambar : Nu Online)

Sejak Lahir, Pendidikan Agama Harus Ditanamkan kepada Anak

Abah Ridwan, begitu sehari-hari Ia biasa dipanggil, menjelaskan juga bahwa pendidikan agama bisa dimulai dari saat anak lahir ke dunia.?

"Bentuk pendidikan agama harus ditanamkan mulai anak lahir dengan memperdengarkan dua kalimat syahadat di telinga mereka," terangnya.

Setelah itu, lanjutnya, orang tua harus memberikan nama yang baik kepada anak sebagai wujud doa dan harapan agar anak tersebut dapat sukses dalam melewati masa hidupnya.?

PKB Kab Tegal

"Beri nama yang baik. Janganlah memberi nama yang dapat menurunkan mental anak. Banyak seseorang yang anjlok mentalnya karena malu dengan namanya sendiri," ingatnya.

Hal-hal lain yang perlu diajarkan juga, lanjutnya, seperti pendidikan tatakrama khususnya tata krama kepada orang tua dan cinta terhadap Allah dan Rasul-Nya. Pendidikan dalam membaca dan memahami Al-Qur’an juga merupakan salah satu elemen yang sangat penting dalam pembentukan karakter anak.

PKB Kab Tegal

Penyampaian Abah Ridwan tersebut juga merupakan pesan khusus pada walimatul khitan salah satu putra almarhum Adi Ben Slamet yang semasa hidupnya menjadi Sekretaris PCNU Kabupaten Pringsewu.?

Hadir pada acara walimah tersebut, Mustasyar PCNU Pringsewu KH Sujadi, Ketua Tanfidziyyah PCNU Pringsewu H. Taufiqurrohim dan Ketua MUI Kabupaten Pringsewu KH Hambali. (Muhammad Faizin/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKB Kab Tegal Ulama, Bahtsul Masail PKB Kab Tegal

Rabu, 24 Mei 2017

PBNU Serahkan Bantuan untuk Dua Rumah Sakit NU

Jakarta, PKB Kab Tegal. Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menyerahkan bantuan alat-alat kesehatan kepada dua rumah sakit yang berdiri di bawah naungan NU. Bantuan alat kesehatan itu bernilai total Rp. 10 miliar. Penyerahan bantuan secara simbolis telah dilakukan oleh Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj kepada Rumah Sakit Islam (RSI) Pati yang dikelola oleh PC Muslimat NU Kabupaten Pati dan Rumah Sakit NU Demak, Selasa (24/7), di Pati, Jawa Tengah.

Bantuan untuk RSI Pati diterima oleh Nyai Hj. Nafisah Sahal Mahfudh, sementara untuk RS NU Demak diterima oleh perwakilan PCNU Kabupaten Demak. RSI Pati mendapatkan bantuan perlengkapan pengelolaan limbah medis, kamera rontgen, dan kursi roda. Sementara RS NU Demak memperoleh peralatan pendukung laboratorium kesehatan dan seperangkat Ultrasonografi (USG).

PBNU Serahkan Bantuan untuk Dua Rumah Sakit NU (Sumber Gambar : Nu Online)
PBNU Serahkan Bantuan untuk Dua Rumah Sakit NU (Sumber Gambar : Nu Online)

PBNU Serahkan Bantuan untuk Dua Rumah Sakit NU

"Total semuanya nanti senilai sepuluh miliar, diberikan bertahap. Ini tahap pertama  dan Insya Allah akan segera menyusul bantuan selanjutnya," ungkap Kiai Said.

PKB Kab Tegal

Kiai Said menambahkan, pemberian bantuan alat kesehatan oleh Kristen Mormon disebutnya sebagai perwujudan nyata sebuah toleransi antar umat beragama. Toleransi yang sama diakuinya sudah terjalin sejak zaman khalifah penerus perjuangan Nabi Muhammad SAW.

"Dokternya Muawiyah itu namanya Tarjius, orang Kristen. Dokternya Abu Jafar al Mansur, pendiri Abbasiyyah bernama Jirjis, orang Kristen juga. Di bidang kesehatan Islam dan Kristen sudah lama bekerjasama, meski sebenarnya tidak sedikit ulama Islam yang menguasai ilmu kesehatan," tegas Kiai Said.

PKB Kab Tegal

Bendahara Umum PBNU H. Bina Suhendra yang ikut hadir dalam seranh terima bantuan mengatakan, PBNU saat ini tengah mempelajari kemungkinan bantuan yang sama disalurkan ke rumah sakit lain. "Salah satunya yang sedang disurvey untuk dibantu RS NU Rembang. Bertahap, jika memang ada kerjasama dengan pihak luar lain akan disalurkan secara merata," ujarnya.

Melalui bantuan tersebut, operasional sejumlah rumah sakit yang dikelola di bawah naungan NU diharapkan bisa semakin meningkat. Sejalan dengan hal tersebut, layanan kesehatan ke masyarakat, khususnya Nahdliyin juga ditekankan harus bisa ditingkatkan.

"Yang bagus dari Kristen Mormon ketika membantu juga menyertainya dengan pelatihan penggunaan peralatan yang diberikan. Mereka juga mensurvey sendiri alat apa yang dibutuhkan, jadi apa yang diberikan diharapkan bisa dimanfaatkan sengan maksimal," tuntas Bina.

Penulis: Nabil Haroen

Dari Nu Online: nu.or.id

PKB Kab Tegal Tokoh, Lomba, Fragmen PKB Kab Tegal

Minggu, 21 Mei 2017

Nahdliyin Banyuwangi Kirim Doa untuk Palestina

Banyuwangi, PKB Kab Tegal. Hujan yang mengguyur Banyuwangi sejak sore hari tak menyurutkan ratusan warga Nahdliyin untuk berkumpul di kantor PCNU Banyuwangi yang berada dibilangan Jalan Ahmad Yani, Banyuwangi. Mereka berdoa bersama ditujukan kepada rakyat Palestina yang saat ini terus mendapatkan penindasan dari Zionis Israel.

"Ini sebagai bentuk solidaritas kami sebagai umat muslim di Indonesia. Selain itu, ini juga merupakan instruksi dari PBNU," ungkap Ketua Panitia Haikal Kafili seusai acara, Kamis (27/7).

Nahdliyin Banyuwangi Kirim Doa untuk Palestina (Sumber Gambar : Nu Online)
Nahdliyin Banyuwangi Kirim Doa untuk Palestina (Sumber Gambar : Nu Online)

Nahdliyin Banyuwangi Kirim Doa untuk Palestina

Acara yang dimulai seusai sholat Isya tersebut, di awali dengan istighosah dan pembacaan sejuta sholawat nariyah yang dipimpin oleh Gus Hasan Abdillah. Lalu, disusul dengan pembacaan doa Hizib Nashar.

"Sebagai umat Islam, kami memiliki keyakinan, bahwa doa yang diawali dengan pembacaan sholawat akan lebig mudah dikabulkan oleh Allah. Semoga dengan ini, bisa mengabulkan doa kami, untuk kedamaian di Palestina," imbuh Haikal.

PKB Kab Tegal

Selain doa, acara tersebut juga diisi dengan orasi kebudayaan tentang historisitas konflik Palestina - Israel serta polemik kepentingan yang saat ini terjadi. "Konflik di Palestina ini, tidak semata konflik agama. Tapi, ini adalah konflik kemanusiaan. Karena, apa yang dilakukan oleh Israel, sudah melanggar Declaration of Human Right (Deklarasi Hak Asasi Manusia)," tegas KH Yusuf Nuris selaku orator.

Konflik tersebut, lanjut Gus Yus --sapaan akrab KH Yusuf Nuris-- memiki akar sejarah yang panjang. Hal ini, dapat ditarik jauh hingga ke masa Nabi Ibrahim yang kemudian melahirkan tiga agama besar, Yahudi, Nasrani dan Islam.

"Orang-orang Yahudi, terutama yang merupakan Bani Israel sempat terlunta-lunta dalam waktu berabad lamanya setelah wafatnya Nabi Musa. Mereka berkeyakinan, Tuhan menjanjikan sebuah tanah untuk mereka tinggali, yaitu di bukit Zion yang saat ini berada di Palestina," ungkap Gus Yus.

Seusai Perang Dunia Pertama, ambisi Bani Israel untuk kembali ke tanah yang dijanjikan itu (Bukit Zion), mulai mereka perjuangkan.?

"Setelah Khalifah Ustmaniyah di Turki hancur, Yahudi Israel ini, mulai mendirikan gerakan zionis untuk mendirikan negara sendiri. Mereka mendapat bantuan dari Inggris yang menjadi pemenang saat itu. Keinginan itu, menjadi masalah karena pada saat itu, di daerah bukit Zion tersebut, telah ada negara yang bernama Palestina," terang pengasuh PP. Mambaul Ulum tersebut.

PKB Kab Tegal

Dari situlah akhirnya Israel dengan bantuan sekutu-sekutunya, terus melakukan invasi di Palestina. Mereka secara perlahan melakukan penjajahan dengan memperluas kekuasaan Israel. Hingga saat ini, kehidupan di daerah Gaza, Palestina menjadi daerah yang terus disulut konflik.

"Ini adalah bentuk penjajahan yang dilakukan Israel pada Palestina. Sebagaimana yang ditegaskan dalam pembukaan UUD 1945, Indonesia menolak segala macam bentuk penjajahan di muka bumi. Maka, dari itu, Indonesia hingga saat ini, tidak melakukan hubungan diplomatik billateral sebagai bentuk penolakan pada Israel," papar Gus Yus.

Dalam kegiatan tersebut, juga dihasilkan beberapa rekomendasi. Mereka mendesak pemerintah Indonesia untuk menuntut PBB menyelesaikan konflik di Palestina. Selain itu, mereka menghimbau untuk membacakan qunut nazilah pada saat sholat lima waktu dan sholat Jumat. (M. Sholeh Kurniawan/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKB Kab Tegal Ahlussunnah, Tokoh, Doa PKB Kab Tegal