Jumat, 11 November 2016

Hasyim: Ada Upaya Redam Simpati untuk Syekh Buthi

Depok, PKB Kab Tegal. Beberapa hari setelah wafatnya Syekh Ramadhan Al-Buthi, Kamis malam (21/3) lalu akibat serangan bom bunuh diri yang dilakukan oleh kelompok ekstremis, pihak-pihak tertentu mengkhawatirkan dukungan ulama dunia atau simpati umat dunia terhadap ulama sufi ini.

Sekjen International Conference of Islamic Scholars (ICIS) KH Hasyim Muzadi mengungkapkan, pihak Barat dan dari pihak Salafi-Wahabi memunculkan propaganda negatif untuk Syekh Buthi melalui sejumlah media cetak maupun elektronik internasional.

Hasyim: Ada Upaya Redam Simpati untuk Syekh Buthi (Sumber Gambar : Nu Online)
Hasyim: Ada Upaya Redam Simpati untuk Syekh Buthi (Sumber Gambar : Nu Online)

Hasyim: Ada Upaya Redam Simpati untuk Syekh Buthi

“Direkayasalah terhadap beberapa ulama untuk menjelekkan Syekh Buthi, seperti Syekh Qaradhawi. Ada statemen beliau yang cenderung memojokkan Syekh Buthi. Nah itu sebetulnya adalah bagian dari gerakan politik untuk meredam dukungan dan simpati kepada Syekh Buthi,” kata Hasyim Muzadi kepada PKB Kab Tegal di Depok, Jum’at (29/3).

PKB Kab Tegal

Rais Syuriyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama itu meminta umat Islam, terutama penganut Sunni, untuk tidak terjebak dalam propaganda orang luar. Syekh Buthi dihujat dan dijelek-jelekkan agar umat Islam tidak terlalu bersimpati terhadapnya.

PKB Kab Tegal

“Padahal di dalam Islam, orang Islam orang yang meninggal itu tidak usah dijelekkan. Ada hadits yang nenyebutkan, ‘Udzkuru ma hasina mautakum’, ceritakan yang baik-baik dari orang yang telah meninggal dunia,” katanya.

“Menurut Ahlissunnah wal Jamaah, orang yang shalih tetaplah shalih. Bahwa pilihan politik berakibat sesuatu itu kita tidak masuk dalam penilaian pribadi dan agamanya seperti dulu pada waktu zaman pertentangan Sayydina Ali dan Sayyidina Utsman. Orang Sunni mengatakan, apa yang terjadi di dalam sahabat itu kita diam karena itu bukan dari faktor agama tetapi faktor lain,” tambahnya.?

Menurut pengasuh pesantren Al-Hikam itu, Syekh Buthi memang berada dalam posisi yang tidak menguntungkan di tengah carut marut politik di Suriah. Ia adalah ulama Sunni terkemuka yang sering membuat “gerah” kelompok Wahabi dan Salafi. Sementara di sisi lain ia adalah penasihat pemerintah yang lebih condong berpaham Syiah Alawiyah. Ujungnya, kelompok Salafi-Wahabi menganggap bahwa Syekh Buthi berpihak pada kedzaliman.

“Karena Syekh Buthi itu dianggap kekuatannya sangat besar du dunia Islam maka kemudian beliau diserang dengan cara seperti itu. Saya kira penyerangan ini tidak jaduh dari kelompok takfiriyah, atau gerakan-gerakan politik yang anti pemerintah,” kata Hasyim yang pernah menemui Syekh Buthi di Suriah bersama beberapa kiai dari Indonesia.

Ditambahkan, konflik Suriah, terus berkepanjangan karena melibatkan banyak pihak. Pihak Amerika dan Israel dapat pasti membantu pemberontak. “Pertama karena tidak suka dengan pemerintahan, kedua Salafi-Wahabi itu selalu pro Saudi-Amerika,” ungkapnya.?

Di pihak lain, Iran berkepentingan membantu pemerintah yang berhaluan Syiah. Iran lalu menyeret Cina dan Rusia untuk masuk ke dalam areal konflik ini karena faktor perlawanan terhadap Amerika dan kepentingan untuk menjaga keseimbangan kekuatan Barat dan Timur.

Penulis: A. Khoirul Anam

Dari Nu Online: nu.or.id

PKB Kab Tegal Nasional PKB Kab Tegal

Kamis, 03 November 2016

Mustasyar PBNU: Pertahankan NKRI!

Kudus, PKB Kab Tegal. Nahdlatul Ulama (NU) harus selalu mempertahankan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dan Ahlussunnah wal Jamaah (Aswaja). Sikap ini sebagai bentuk komitmen NU dalam memperjuangkan bangsa Indonesia yang sudah ditanamkan para ulama melalui deklarasi Resolusi Jihad 22 Oktober 1945.

"NU harus membela NKRI selamanya. Jika tidak,  NU bisa dikatakan sebagai pengkhianat terhadap resolusi jihad," tegas Mustasyar PBNU KH Syaroni Ahmadi saat menyampaikan mauidhoh hasanah dalam acara grand launching Kartu Tanda Anggota (Kartanu) di Kudus, Jumat (20/4/).

Mustasyar PBNU: Pertahankan NKRI! (Sumber Gambar : Nu Online)
Mustasyar PBNU: Pertahankan NKRI! (Sumber Gambar : Nu Online)

Mustasyar PBNU: Pertahankan NKRI!

Di depan pengurus NU dan tamu undangan, KH Syaroni menambahkan keberadaan NKRI ini merupakan pilihan yang paling sesuai dengan kondisi bangsa ini. Sebab, proses memperjuangkan kemerdekaannya menggunakan semangat jihad para ulama.

PKB Kab Tegal

"Bagi NU, NKRI adalah yang paling cocok. Hingga kini kiai-kiai tetap menjaga NKRI. NU bukan penghianat," kata Mbah Syaroni, panggilan akrabnya menegaskan berulang-ulang.

Selain mempertahankan sikap nasionalisme, Mbah Syaroni mengatakan, NU juga selalu memperjuangkan Aswaja. Menurutnya, terdapat tiga dari sepuluh ciri seseorang menjadi pengikut Aswaja yang penting dipahami dan dilaksanakan warga NU yakni selalu berjamaah lima waktu, tidak mencari muka dan tidak pernah memberontak.

PKB Kab Tegal

"Jadi,  pengikut Aswaja itu haram memberontak bangsa itu," tegasnya.

Di akhir ceramahnya, pengasuh pengajian Jumat pagi Masjid Menara Kudus ini mengapresiasi semangat NU yang selalu mengajak mempertahankan NKRI dan paham Aswaja di bumi pertiwi.

"Saya tertarik ajakan semangat nasionalisme tertanam dalam diri warga NU," tandas mbah Syaroni.

Acara peluncuran ini dimaksudkan untuk  menandai pemotretan  Kartanu di kabupaten Kudus. Kartanu ini sebagai tanda bukti resmi anggota NU.

Selain KH Syaroni Ahmadi, hadir juga Bupati Kudus H Musthofa, Rais Syuriyah PCNU Kudus KH Ulil Albab Arwani, Katib KH Ahmadi Abdul Fatah dan pengurus NU lainnya serta ketua Parpol dan camat se-Kudus.

Redaktur    : A. Khoirul Anam

Kontributor: Qomarul Adib

Dari Nu Online: nu.or.id

PKB Kab Tegal Habib, Pendidikan, Aswaja PKB Kab Tegal

Selasa, 01 November 2016

Pakar Pangan Filipina Kunjungi Usaha Tiwul LPPNU Waykanan

Way Kanan, PKB Kab Tegal - Prof Alexis C Del Rosario dari Filipina didampingi Dirjen Ketahanan Pangan Sri Suhartini dan pemerhati UKM Dr Amarhansah meninjau kegiatan usaha pengelolaan hasil singkong menjadi tiwul di Waykanan. Kunjungan ini digelar dalam rangka melihat produk hasil dari singkong selain dari tepung.

Pengelolaan singkong menjadi beras tiwul merupakan usaha yang dikelola oleh Lembaga Pengembangan Pertanian Nahdatul Ulama Kabupaten Waykanan.

Pakar Pangan Filipina Kunjungi Usaha Tiwul LPPNU Waykanan (Sumber Gambar : Nu Online)
Pakar Pangan Filipina Kunjungi Usaha Tiwul LPPNU Waykanan (Sumber Gambar : Nu Online)

Pakar Pangan Filipina Kunjungi Usaha Tiwul LPPNU Waykanan

Dalam kunjungan ini Ketua LPPNU Yoni Aliestiadi memberikan keterangan kepada tamunya tentang mekanisme pembuatan olahan dari singkong berupa tiwul yang merupakan makanan yang rendah karbohidrat.

Selain itu juga ia mempraktikkan bagaimana cara pembuatan tiwul di depan rombongan dari Filipina dan Departemen Pertanian Dirjen Ketahanan pangan.

PKB Kab Tegal

Prof Alexis mengatakan bahwa ia merasa senang dapat melihat secara langsung pembuatan makanan alternatif dari singkong yaitu tiwul.

PKB Kab Tegal

Ditambahkannya bahwa kunjungannya ke Waykanan memang mencari olahan apa saja yang dapat dihasilkan dari tanaman singkong. "Di Filipina singkong hanya dijadikan bahan untuk makanan ternak," ujar Prof. Alexis C. Del Rosario.

"Kami akan mengembangkan olahan yang dihasilkan dari singkong selain makanan ternak," tambahnya.

Sri Suhartini menambahkan bahwa tahun ini pemerintah pusat melalui Departemen Pertanian memberikan bantuan untuk tanaman singkong kepada kelompok petani singkong.

ia mengharapkan Pemda Waykanan dapat berkoordinasi dengan lembaga yang peduli dan memperhatikan para petani singkong untuk bersama-sama memberikan masukan dan pengawasan untuk batuan ini agar sesuai sasaran.

Pengelola pabrik tiwul, Yoni Aliestiadi merasa bangga dengan kunjungan dari Kementrian Pertanian dan perwakilan dari comprehensive assessment of the permormance of the cassava supply chain and value chain and identification of interventions for competitiveness dari Filipina.

Yoni meminta Pemkab Waykanan agar lebih peduli kepada pengusaha UKM yang ada di Waykanan, untuk mengembangkan usaha kecil menengah sehingga mampu bersaing dengan produk dari daerah lain. (Heri Amanudin/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKB Kab Tegal Kiai, Nasional, Cerita PKB Kab Tegal

Sabtu, 29 Oktober 2016

Masjid Terapung Banten “Dilauncing”

Serang, PKB Kab Tegal. Pembangunan Masjid Fauqal Bahri Al-Bantani atau Masjid Terapung Banten (MTB) di kawasan Pantai Anyer, Kabupaten Serang dilaunching Rabu (20/6) malam. 

Pembangunan masjid tersebut berbeda dengan masjid-masjid pada umumnya, pasalnya masjid yang akan dilaunching ini merupakan terapung pertama di Indonesia, sedangkan program prestisius itu sendiri akan dimulai tahun 2013 mendatang.

Masjid Terapung Banten “Dilauncing” (Sumber Gambar : Nu Online)
Masjid Terapung Banten “Dilauncing” (Sumber Gambar : Nu Online)

Masjid Terapung Banten “Dilauncing”

Grand Launching MTB sengaja dilakukan untuk mengenalkan kepada masyarakat. Pihak penyelenggara mengundang sedikitnya 300 orang lebih untuk menghadiri grand launching tersebut.

PKB Kab Tegal

Ketua Pembina Pembangunan MTB Taufik Nuriman dan pemilik lahan yang mewakafkan H Arif turut di lokasi. Para donator, pengusaha, serta tokoh masyarakat juga akan duduk bersama menyaksikan grand launching tersebut.

“Kita ingin menyosialisasikan kepada masyarakat mengenai pembangunan MTB ini. Arsitek pun akan mempresentasikan mengenai pola bangunannya,” kata panitia, Helldy Agustian yang juga Bos Toyota Cilegon itu.

PKB Kab Tegal

Lebih jauh,pihaknya menuturkan, masjid terapung itu akan berdiri di atas lahan sekitar 4,5 hektar. Dana yang dibutuhkan untuk mewujudkan masjid itu kurang lebih Rp70 miliar. “Di areal masjid akan dilengkapi wisma, perpustakaan, gedung pertemuan, gedung pusat kajian Islam, kantin, taman, serta dua menara kembar dan dermaga,” terangnya.

Namun, hingga saat ini, baru terkumpul dana sebesar Rp676,500.000 dan 650 sak semen yang berasal dari donator perorangan. Dia yakni jumlah itu akan bertambah sesegera mungkin. Masih kata Helldy, sosialisasi dilakukan dengan berbagai cara. Mulai dari media cetak dan elektronik, hingga penyebaran kupon infaq kepada masyarakat Banten. Kupon infaq itu dimulai dari Rp10 ribu hingga diatas Rp1 juta.

“Penyebaran kupon ini dilakukan bekerjasama dengan Asosiasi Otomotif Banten. Panitia juga akan memberikan sertifikat wakaf bagi donator yang memberikan sumbangan Rp1 juta ke atas,” tandasnya.

Ia berharap seluruh elemen masyarakat yang ada di Banten bisa berpartisipasi atas rencana pembangunan MTB yang diproyeksikan sebagai obyek wisata religi itu. “Mari kita sama-sama berpartisipasi dalam pembangunan Rumah Allah ini. Semakin banyak donatur maka pembangunan pun bisa semakin cepat,” imbaunya.

Redaktur    : A. Khoirul Anam

Kontributor: Zainal Mutaqin

Dari Nu Online: nu.or.id

PKB Kab Tegal Doa, Cerita PKB Kab Tegal

Minggu, 23 Oktober 2016

Menebus ‘Dosa’, Dua Kakek Ini Antusias Daftar Anggota Banser

Tasikmalaya, PKB Kab Tegal

Bagi Utak Yudin, tak ada kata terlambat untuk menjadi anggota Barisan Ansor Serbaguna (Banser). Meski sudah berusia 77 tahun, pria ini tetap mendaftarkan diri pada penjaringan calon peserta Diklatsar Satuan Khusus Banser 23-IX Kota Tasikmalaya, Jawa Barat, Ahad (18/12). Diklatsar atau Pendidikan dan Pelatihan Dasar merupakan jenjang awal tahap kaderisasi yang diperuntukkan bagi anggota baru Banser.

Menebus ‘Dosa’, Dua Kakek Ini Antusias Daftar Anggota Banser (Sumber Gambar : Nu Online)
Menebus ‘Dosa’, Dua Kakek Ini Antusias Daftar Anggota Banser (Sumber Gambar : Nu Online)

Menebus ‘Dosa’, Dua Kakek Ini Antusias Daftar Anggota Banser

Ketua Pelaksana Diklatsar yang juga Dansatkorcab Banser Kota Tasikmalaya, Ujang Haedar pun dibuat kelimpungan. Pasalnya, dalam Peraturan Dasar dan Peraturan Rumah Tangga (PD/PRT), Gerakan Pemuda (GP) Ansor hasil Kongres XV GP Ansor tahun 2015, batas minimal dan maksimal keanggotaan antara usia 20 sampai 40 tahun.

"Diterima bagaimana, ditolak juga tak enak. Ya sudah ikut saja. Gak masalah. Kita apresiasi spiritnya dan harus jadi contoh bagi pemuda NU sekarang ini," kata Ujang saat pembukaan pretes dan psikotes calon peserta di Komplek Yayasan Pendidikan Islam Al-Hikmah Tamansari Kota Tasikmalaya.

PKB Kab Tegal

Perasaan bingung Ujang tak sampai disitu. Beberapa saat kemudian datang lagi pria berkopiah putih berjaketkan Banser. Pria tersebut menyampaikan maksud kedatangannya untuk ikut mendaftar menjadi peserta Diklatsar.

PKB Kab Tegal

"Usia Bapak berapa ?" Tanya Ujang seraya dijawab pria tersebut bahwa usia dia 59 tahun dengan nama Nano Supriatna.

Sontak saja, Ujang yang didampingi Ketua GP Ansor Kota Tasikmalaya, Ricky Assegaf tertawa lepas. Pasalnya baru saja dibuat bingung oleh Utak Yudin, kini datang Nano Supriatna berusia 59 tahun yang sama pula ingin menjadi peserta Diklatsar.

"Ya nggak apa-apa. Kita terima saja. Persoalan PD/PRT memang panduan organisasi. Tapi fakta di lapangan tak memungkinkan kita menolak," saran Ricky.

Setelah menyelesaikan proses pengisian biodata, Utak Yudin yang diketahui kelahiran Tasikmalaya 1 Juli 1939 dan Nano Supriatna juga kelahiran Tasikmalaya pada 15 Juni 1957, dipersilakan ikut tes sebagai calon peserta Diklatsar.

"Ini bagaiamana nantinya kalau lolos. Diklatsarnya saja nanti seminggu," kata Ujang berbisik pada Ricky.

Selepas mengikuti pretes dan psikotes, Utak dan Nano menyampaikan alasan ingin menjadi Banser. Saat masih muda, ia sempat ikut Ansor/Banser namun tak begitu aktif karena terlilit dengan kebutuhan ekonomi keluarga. Setiap ada kegiatan, keduanya kerap mangkir karena harus berladang menanam singkong dan jagung untuk dijual ke pasar.

"Nah kebetulan sekarang ada pengumuman jadi Banser. Maka untuk menebus dosa dahulu, saya dan Nano minta menjadi Banser," ujar Utak diamini Nano.

Utak dan Nano merupakan warga kampung tempat seleksi calon peserta Diklatsar Banser yang tanpa sengaja ketika melihat banyak pemuda berseragam Banser, tergerak untuk ikut menjadi anggota Banser. (Nurjani/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKB Kab Tegal Tegal, Hikmah, Olahraga PKB Kab Tegal

Ansor Sumbar Audiensi Dengan Ketua DPRD Pesisir Selatan

Padang, PKB Kab Tegal. Pimpinan Wilayah Gerakan Pemuda Ansor Sumatera Barat menyampaikan apresiasi kepada Ketua DPRD Kabupaten Pesisir Selatan yang baru dilantik pada 13 Desember 2016 lalu. Ansor Sumatera Barat berharap Pimpinan DPRD Pesisir Selatan dapat bersinergi dalam mendorong peningkatan peran generasi muda di daerah ini.

Ansor Sumbar Audiensi Dengan Ketua DPRD Pesisir Selatan (Sumber Gambar : Nu Online)
Ansor Sumbar Audiensi Dengan Ketua DPRD Pesisir Selatan (Sumber Gambar : Nu Online)

Ansor Sumbar Audiensi Dengan Ketua DPRD Pesisir Selatan

Hal itu diungkapkan Koordinator Wilayah (Korwil) Gerakan Pemuda Ansor Kabupaten Pesisir Selatan dan Kabupaten Mentawai ? Yuni Candra ketika beraudiensi dengan Ketua DPRD Pesisir Selatan Dedi Rahmanto Putra Selasa (24/1) di Padang. Menurut Yuni Candra, kegiatan ini merupakan lanjutan dari kegiatan safari kebangsaan.

“Pertemuan dilakukan dalam rangka membangun komunikasi dan konsolidasi bersama stake holder untuk mewujudkan kesatuan dan persamaan pandangan dalam membangun potensi generasi muda Kabupaten Pesisir Selatan. Pertemuan yang berjalan dalam suasana santai dan penuh keakraban,” kata Yuni yang juga Wakil Dekan Fakultas Ekonomi Universitas Tamansiswa Padang ini.

Yuni menyampaikan kepada Ketua DPRD, secara kultural ajaran Ahlussunnah Waljamaah di Pesisir Selatan cukup besar potensinya. Tetapi itu belum terakomodir secara organisatoris. Potensi inilah oleh Ansor untuk menyatukan ajaran Aswaja dalam wadah NU. Terutama di kalangan kaum muda Pesisir Selatan,” kata Yuni menambahkan.?

Ketua DPRD Kabupaten Pesisir Selatan Dedi Rahmanto Putra merespon positif kegiatan yang akan dilakukan oleh ? Ansor di Kabupaten Pesisir Selatan. “Apa yang dilakukan Ansor mudah-mudahan dapat terlaksana dengan baik di Kabupaten Pesisir Selatan,” katanya.

PKB Kab Tegal

Dalam pertemuan tersebut, Yuni Candra turut didampingi Sekretaris PW GP Sumbar Ansor Arianto, Wakil Ketua Hasan Basri, Agustian Piliang dan Muhammad Fauzi. (Armaidi Tanjung/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKB Kab Tegal Ubudiyah, Sholawat, Budaya PKB Kab Tegal

PKB Kab Tegal

Kamis, 20 Oktober 2016

Saracen, Kelompok Penebar Kejahatan dalam Sejarah

Oleh Warsa Suwarsa

Berita tidak benar atau hoaks tidak hanya terjadi dan dikonsumsi masyarakat di era ketika masing-masing ? individu terhubung dengan internet. Di zaman ketika dunia masih terlalu sederhana dalam mengelola informasi, berita-berita palsu telah dijadikan sebagai propaganda oleh satu kelompok untuk melemahkan kelompok lainnya. Selama perang dingin (cold war), dua blok, Amerika dan Soviet paling gencar memproduksi berita-berita palsu dengan tujuan meyakinkan kepada satu pihak namun memukul pihak lawan.

Saracen, Kelompok Penebar Kejahatan dalam Sejarah (Sumber Gambar : Nu Online)
Saracen, Kelompok Penebar Kejahatan dalam Sejarah (Sumber Gambar : Nu Online)

Saracen, Kelompok Penebar Kejahatan dalam Sejarah

Saat Perang Dunia II, kekalahan Nazi dari pasukan sekutu tidak terlepas dari adanya berita hoaks yang disebarkan oleh agen-agen sekutu. Bahkan meletusnya dua perang dunia saja dipicu oleh informasi tidak terpercaya, tidak semata disebabkan oleh rebutan kekuasaan. Hollocaust oleh Nazi terhadap komunitas Yahudi diaspora sampai saat ini masih merupakan misteri, propaganda anti-semit pun merupakan pemicu meletusnya perang dunia satu dan dua. Bagi Garraudy, propaganda anti semit, sebenarnya dihembuskan oleh sebuah grand design agar terjadi eksodus besar-besaran bangsa Yahudi ke tanah harapan (Palestina).

Di era internet, berita-berita hoaks dan isu-isu kebencian dengan sangat mudah diproduksi dan dengan sangat cepat dapat menyebar, lalu diserap oleh masyarakat. Dalam sejarah perkembangan media massa, kita pernah mengenal yellow journalism, media-media melakukan propaganda kepada masyarakat bukan ditentukan oleh kebenaran konten berita melainkan oleh seberapa besar judul dalam pemberitaan dapat menarik minat pembaca. Tidak heran, dengan judul panjang, seolah mewakili konten berita, dilengkapi oleh minat dalam membaca bangsa kita masih jauh di bawah negara-negara maju, maka judul berita tersebut telah ditafsirkan sebagai sesuatu yang benar.

Kelompok Saracen, para penebar berita hoaks dan penebar kebencian menyebut diri mereka demikian: Saracen. Hal tersebut merupakan ambiguitas, pertama Saracen bisa berarti akronim dari Sara-Central, pusat pengelola berita-berita SARA. Kedua, Saracen secara linguistik mengacu kepada kata-kata yang telah lama dikenal oleh masyarakat Eropa terhadap Islam.

Jika ditelaah melalui pendekatan bahasa, pada abad pertengahan, kata Saracen telah digunakan oleh masyarakat Eropa untuk menunjukkan orang-orang Islam yang tinggal di gurun atau jazirah Arab. Saat perang salib, sebutan Saracen disematkan oleh masyarakat Eropa kepada tentara Islam yang dihadapi oleh tentara Kristen di Yerussalem. Secara etimologi, kata Saracen sendiri berasal dari Saaraqin yang berarti perampok atau begal. Hal tersebut dilatarbelakangi oleh kebiasaan masyarakat gurun melakukan perampokan kepada para kafilah dagang yang melintasi wilayah mereka.

PKB Kab Tegal

Pada abad ke-4 SM, orang-orang Yunani menyebut Sarakene kepada masyarakat yang tinggal di utara Sinai. Ada juga yang menderivasikan kata Saracen berasal dari Syarakah, klan, kelompok masyarakat, atau komunitas. Kata lain sebagai sumber dari Saracen adalah syrq, berarti orang-orang Timur karena secara geografis, masyarakat ini tinggal di sebelah timur dari wilayah Eropa.

PKB Kab Tegal

Maka sangat tepat jika mereka sebagai para penyebar hoaks dan kebencian itu menyebutkan diri mereka sebagai Saracen, para begal atau perampok informasi. Bukan tanpa alasan, mereka melakukan penyebaran hoaks dan kebencian tentu saja sebagai laskar bayaran, setiap berita hoaks yang disebatkan dipesan dan dihargai sampai 100 juta. Kejahatan intelektual seperti ini merupakan kebiasaan kelompok radikal atau ekstrimis dari agama mana saja. Sebagai contoh kejahatan intelektual dari kelompok ini: mereka dapat menjiplak buku siapa saja terus dipotong-potong agar sesuai dengan tujuan tang mereka harapkan.

Hal yang menyedihkan dengan terbongkarnya kelompok Saracen ini, mereka merupakan kelompok Islam. Agama yang telah memberikan arahan yang jelas kepada manusia dalam menyikapi isu dan pemberitaan. Bersuudzan tidak boleh bahkan dzan atau berprasangka saja sangat dilarang oleh Islam. Bagaimana lagi dengan memproduksi berita palsu yang berisikan konten kebencian kepada sesama? Tentu saja, keberadaan Saracen ini telah mencoreng Islam itu sendiri. Walaupun sebenarnya pemesan berita kepada kelompok ini tidak hanya dari golongan Islam saja.

Kejahatan dengan memotong informasi hingga dihasilkan informasi sekunder telah dapat memecah belah umat sendiri. Beberapa bulan lalu, seorang Buni Yani memotong-motong apa yang disampaikan oleh Ahok di Kepulauan Seribu, terbentuk opini beragam, antara menistakan agama Islam atau tidak, luapan emosi, demo berjilid-jilid sebagai bentuk fanatisme keberagamaan, akal sehat ditempatkan di bawah amarah, sampai kepercayaan kepada penegak hukum pun sempat mengecil. Dan umat menjadi lega saat Ahok sebagai korban dari konspirasi keculasan pemotongan informasi dipenjarakan.?

Konsentrasi pemberitaan para penebar hoaks ini bukan hendak membuka kebenaran secara obyektif melainkan menyajikan aib dan kejelekan pihak yang diberitakan. Secara psikologis, manusia akan lebih bersemangat membaca isu dan gosip kejelekan orang lain daripada membaca informasi keilmuan dan keIslaman. Setelah informasi hoaks disebar dan dibaca oleh masyarakat, barulah mereka menawarkan alternatif atau berita yang seolah-olah memiliki solusi terhadap berita sebelumnya.

Keberadaan Saracen, penebar hoaks bukan dilakukan kelompok Islam revivalis saja, juga oleh agama-agama lain dan kelompok manapun. Hal ini terjadi karena semakin terbukanya media-media dan semakin mudahnya media dikelola melalui sistem online. Siapa saja dapat memproduksi berita di era internet ini, baik dengan jujur atau berbohong.

Penulis adalah Guru MTs Riyadlul Jannah, Anggota PGRI Kota Sukabumi.

Dari Nu Online: nu.or.id

PKB Kab Tegal Berita, Internasional PKB Kab Tegal