Rabu, 27 Desember 2017

Kang Said: Al-Quran Rahmat untuk Seluruh Manusia

Pontianak, PKB Kab Tegal. Al-Quran merupakan kalam ilahi yang diturunkan 14 abad yang lalu kepada seorang Nabi terakhir, Muhammad Sallallahu Alaihi Wasalam. Al-Quran merupakan rahmat bukan hanya baagi orang Islam, tapi bagi semua umat manusia dalam membangun kehidupan yang harmonis.

Demikian ditegaskan Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj pada sambutan pembukaan Musabaqah Tilawatil Qur’an Nasional VII yang diselenggarakan Jam’iyyatul Qura’ wal-Huffazh Nahdlatul Ulama (JQHNU) pada Selasa malam (3/7) di stadion sepak bola Sultan Syarif Abdurahman, Pontianak, Kalimantan Barat.?

Kang Said: Al-Quran Rahmat untuk Seluruh Manusia (Sumber Gambar : Nu Online)
Kang Said: Al-Quran Rahmat untuk Seluruh Manusia (Sumber Gambar : Nu Online)

Kang Said: Al-Quran Rahmat untuk Seluruh Manusia

“Dalam ajaran Al-Quran, kita harus jadi umat yang tawasuth, moderat. Al-Quran berbunyi, wakadzalika ja’alnakum ummatan washathan. Umat Islam harus menjadi umat yang moderat. Tidak boleh ekstrem, radikal, apalagi sampai melakukan tindakan makar,” jelas kiai yang akrab disapa Kang Said ini.

PKB Kab Tegal

Oleh karena itu, sambung Ketua Umum Lembaga Persahabatan Ormas Islam (LPOI) ini, ulama Nahdlatul Ulama ? sejak dulu hingga sekarang dan seterusnya akan bersikap tawasuth menentang kekerasan, ekstremisme, bahkan terorisme.?

PKB Kab Tegal

“Terorisme harus kita jadikan musuh bersama. Gerakan-gerakan radikal harus kita hadapi bersaama karena bertentangan dengan ajaran Al-Quran,” tuturnya.

Yang kedua, sambung Kang Said, Al-Quran mengajarkan kita agar menjadi umat yang tawazun, seimbang. Kewajiban mengamalkan agama bukana hanya sebatas ritual, tetapi membangun pepradaaban budaya, sosial, ekonomi. ? Karena itu merupakan kewajiban agama juga.

“Oleh karena itu, bagi Nahdlatul Ulama, memperjuangankan agama sama dengan memperjuangkan tanah air. Memperjuangkan Negara Kesatuan Republik Indonesia sama wajibnya dengan mempertahankan agama Islam,” jelasnya.

Yang terakhir, Al-Quran mengajarkan kita untuk tasamuh, toleran. Andaikan Allah menghendaki umat manusia sama, pasti Allah bisa. Tapi itu tidak dilakukan. Karena itulah kita harus bersikap toleran, karena itu merupakan ajaran Islam.

Kemudian kiai asal Cirebon, Jawa Barat, yang pernah menimba ilmu di berbagai pesantren, dan belajar selama 13 tahun di Makkah ini, mengimbau masyararakat Kalimantan Barat untuk mempertahankan , toleransi dalam keragaman.

“Bukan Indonesia kalau tanpa agama Islam. Bukan Indonesia kalau tanpa agama Katolik. Bukan Indonesia kalau tanpa Kristen. Bukan indonesia kalau tanpa Hindu, Budha, Konghucu,” tegasnya.

Kang Said menambahkan, demikian pula, bukan Indonesia kalau tanpa Dayak, Sunda, Jawa, Batak, Bugis, Ambon, Papua, Banjar, Aceh, dan seterusnya. Itulah Indonesia. Itu harus dipertahankan illa yaumil qiyamah.

“Ini merupakan pandangan Nahdlatul Ulama sejak dulu hingga sekarang dan seterusnya,” pungkasnya.

MTQ VII JQH NU ini dibuka Wakil Presiden Republik Indonesia Boediono. Hadir pada kesempatan itu beberapa pengurus PBNU, Menteri Perumahan Rakyat H. Djan Faridz, Wakil Menteri Agama Prof. Dr. H. Nasaruddin Umar, Ketua Umum JQH NU KH Muhaimin Zen, dan Gubernur Kalimantan Barat Drs. Cornelis MH., peserta MTQ, official, serta masyarakat Kalimantan Barat.

Redaktur : Syaifullah Amin

Penulis ? ? : Abdullah Alawi

Dari Nu Online: nu.or.id

PKB Kab Tegal Ulama, Nahdlatul, Humor Islam PKB Kab Tegal

Melalui BBM Berkah, NU Berupaya Makmurkan Masjid

Jakarta, PKB Kab Tegal. Peradaban manusia dimulai dari masjid, terbukti dengan dibukanya kota Madinah, pembangunan masjid menjadi hal utama yang dilakukan Rasulullah Muhammad SAW.

Hal itu disampaikan Ketua PBNU KH Abdul Manan Abdul Ghani saat peluncuran gerakan Bersih-Bersih Masjid (BBM) Berkah yang digelar Lembaga Takmir Masjid Nahdlatul Ulama (LTMNU) di Masjid Annahdlah Gedung PBNU Jakarta Pusat, Kamis (18/5).

“Kalau ingin membangun peradaban manusia harus dimulai dari masjid. Kalau ingin jadi manusia beradab, mulailah dari masjid,” kata Kiai Manan.

Melalui BBM Berkah, NU Berupaya Makmurkan Masjid (Sumber Gambar : Nu Online)
Melalui BBM Berkah, NU Berupaya Makmurkan Masjid (Sumber Gambar : Nu Online)

Melalui BBM Berkah, NU Berupaya Makmurkan Masjid

Karena itulah LTM PBNU telah dan terus melakukan program pemakmuran masjid, agar masjid menjadi hal yang menarik bagi umat Islam. Menurut Kiai Manan, program BBM menjadi bagian dari tujuh aksi memakmurkan masjid.

Ketujuh aksi memakmurkan masjid adalah masjid sebagai pusat penyelamatan akidah, sebagai program pelayanan dan penyuluhan kesehatan, masjid sebagai pusat keilmuan pemikiran dan pendidikan, masjid sebagai pusat pengembangan ekonomi meliputi sumber pendanaan dan aksi pengembangan ekonomi, masjid sebagai pusat dakwah islam rahmatan lil alamin, masjid sebagai pusat kepedulian sosial, dan masjid sebagai tempat mendoakan orang meninggal melalui tahlilan.

PKB Kab Tegal

“Masjid sebagai pusat kesehatan harus mempunyai poliklinik atau setidaknya ada alat periksa tensi dan gula,” kata Kiai Manan.

Ia mengingatkan jangan sampai masjid menjadi sepi dari ketelibatan anak-anak muda, dan justru hanya diisi oleh pensiunan yang baru belajar.

“Salah satu yang menjadi kebanggaan Rasulullah, adalah anak-anak muda yang hatinya bergantung pada masjid,” lanjutnya.

PKB Kab Tegal

Koordinator lapangan BBM Berkah, Mujahidin mengatakan peluncuran BBM diikuti perwakilan pengurus masjid di Kabupaten Sukabumi, Kabupaten Purwakarta, Kota dan Kabupaten Bandung, Kota dan Kabupaten Bekasi, Kabupaten Kawarang, Provinsi Banten, dan Kabupaten dan Kota Tangerang.

Mengusung slogan “Bersih-bersih Masjid, Berkah” BBM akan diwujudkan dalam sejumlah kegiatan yaitu standardisasi masjid-masjid NU dan mendata kegiatan amaliyah masjid-masjid NU.?

“Melalui BBM intinya LTM menyapa jamaah dan memberikan contoh kepada pengurus masjid dan masyarakat sekitar untuk melakukan program-program yang sesuai sehingga masjid berfungsi sebagaimana yang digerakkan LTM melalui tujuh aksi memakmurkan masjid,” tandas Mujahidin.

Sebagai langkah awal, pada Jumat (19/5) akan dibagikan pengenalan dan cinderamata kepada 100 masjid yang telah dipilih LTM. (Kendi Setiawan/Fathoni)?

Dari Nu Online: nu.or.id

PKB Kab Tegal Tegal, Ahlussunnah PKB Kab Tegal

Ribuan Pelajar NU Brebes Kirab Estafet Tunas Aswaja

Brebes,PKB Kab Tegal. Ribuan anggota Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Kabupaten Brebes, Jawa Tengah melakukan kirab Estafet Tunas Aswaja (ETA) tingkat Kabupaten Brebes. Kirab tersebut dilakukan untuk memperkenalkan organisasi pelajar NU kepada masyarakat.

ETA dimulai dari depan MA Plus Al Bukhori Sengon Tanjung pada pukul 09.00 WIB Sabtu (12/3/16). Selanjutnya, pasukan yang terdiri dari 62 bendera merah putih dan panji-panji NU bergerak menuju Kecamatan Kersana, Ketanggungan dan Larangan.

Ribuan Pelajar NU Brebes Kirab Estafet Tunas Aswaja (Sumber Gambar : Nu Online)
Ribuan Pelajar NU Brebes Kirab Estafet Tunas Aswaja (Sumber Gambar : Nu Online)

Ribuan Pelajar NU Brebes Kirab Estafet Tunas Aswaja

Sesampainya di Kecamatan Larangan, panji-panji disemayamkan di MTs Assalafiyah Sitanggal Larangan. Selanjutnya diberangkatkan kembali pukul 09.00 WIB dari halaman sekolah milik yayasan NU itu ke wilayah Kecamatan Wanasari, Songgom dan finish di Pondok Pesantren Darussalam Jatibarang Kidul, Jatibarang Brebes, Ahad (13/3/16) pukul 17.00 WIB.

PKB Kab Tegal

Pada ETA terakhir, bendera Merah Putih diserahkan ke Pengasuh Pondok Pesantren Darussalam KH Syeh Soleh Basalamah, Bendera NU kepada Wakil Ketua PC NU Brebes KH Asmuni, bendera IPNU ke Ketua PC IPNU Ferial Farhan IA dan bendera IPPNU kepada ketua PC IPPNU Ade Melly Selfiana.

Pada malam harinya diadakan pengajian dengan penceramah Habib Luthfi bin Ali Yahya dari Pekalongan, KH Abbas Fuad Hasyim dari Cirebon, Rais Syuriyah PB NU KH Subekhan Makmun dan KH Syeh Sholeh Basalamah.

PKB Kab Tegal

Dalam kesempatan tersebut, juga digelar lomba foto selfi yang harus diunggah di Facebook milik IPNU-IPPNU. Foto terbaik harus diunggah maksimal sampai pukul 23.00 WIB dan akan mendapatkan hadiah berupa kaos cantik dari panitia.

Selain Kirab ETA, kegiatan peringatan Harlah IPNU-IPPNU tingkat Kabupaten Brebes antara lain Pelatihan Jurnalistik dan Sekolah Aswaja. (wasdiun/abdullah alawi)



Dari Nu Online: nu.or.id

PKB Kab Tegal RMI NU, Kajian Sunnah PKB Kab Tegal

Ansor dan Banser Bondowoso Tegaskan Komitmen untuk Amalkan dan Amankan Pancasila

Bondowoso, PKB Kab Tegal. Pimpanan Cabang (PC) Gerakan Pemuda Ansor dan Satkorcab Banser Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur mengadakan Apel Kesetiaan Lahirnya Pancasila 1 Juni. Apel Kesetian tersebut di ikuti 200 personil Banser dan Pimpinan Cabang (PC)-Pimpinan Anak Cabang (PAC) GP Ansor dilaksanakan dilapangan Sekarputih Kecamatan Tegalampel Kabupaten Bondowoso, Rabu (1/6) pagi.

Ketua GP Ansor Muzammil selalu inspektur Apel Kesetian kepada peserta Apel Kesetian mengatakan syukur alhamdulillah pada kesempatan pada pagi ini, pihaknya bisa melaksanakan momentum yang sangat bersejarah ini yaitu lahirnya Pancasila yang bertepatan tanggal 1 Juni 2016.

Ansor dan Banser Bondowoso Tegaskan Komitmen untuk Amalkan dan Amankan Pancasila (Sumber Gambar : Nu Online)
Ansor dan Banser Bondowoso Tegaskan Komitmen untuk Amalkan dan Amankan Pancasila (Sumber Gambar : Nu Online)

Ansor dan Banser Bondowoso Tegaskan Komitmen untuk Amalkan dan Amankan Pancasila

Muzammil mengatakan, saat ini bertepatan dengan 1Juni seluruh gerakan pemuda Ansor Se-Indonesia melaksanakan kegiatan serentak untuk mengikuti, melaksanakan, dan memperingati lahirnya pancasila.

“Semoga Pancasila bukan hanya kita amalkan, tetapi juga bisa kita jaga bersama-sama dari rongrongan kelompok pemecah belah bangsa,” harapnya.

PKB Kab Tegal

Selain itu, Ketua Kasat Satkorcab Banser Kabupaten Bondowoso Susilo mengatakan, Pancasila ini harga mati yang tidak bisa di tawar lagi. "Siapapun orangnya yang mencoba mengubah atau mengganti Pancasila dan NKRI, maka Banser merupakan garda terdepan untuk selalu menjaganya," tegas Susilo. (Ade Nurwahyudi/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKB Kab Tegal Aswaja, Amalan PKB Kab Tegal

PKB Kab Tegal

Selasa, 26 Desember 2017

Ribuan Syecher Mania Padati Masjid Agung Solo

Solo, PKB Kab Tegal. Sholawat memang dapat mempersatukan umat. Salah satunya dapat dilihat pada kegiatan ‘Solo Bersholawat’ yang diselenggarakan Majelis Ta’lim Dzikir dan Sholawat Ahbaabul Musthofa Solo, Sabtu malam (9/2), di serambi Masjid Agung Surakarta.?

Ribuan Syecher Mania Padati Masjid Agung Solo (Sumber Gambar : Nu Online)
Ribuan Syecher Mania Padati Masjid Agung Solo (Sumber Gambar : Nu Online)

Ribuan Syecher Mania Padati Masjid Agung Solo

Sang pengasuh majelis, Habib Syech bin Abdul Qadir Assegaf, memimpin langsung jalannya acara.

Ribuan syekher mania, sebutan untuk simpatisan Habib Syech, memadati serambi masjid, bahkan sebagian jamaah ada yang duduk di halaman masjid yang ? masih agak becek karena baru diguyur hujan.

PKB Kab Tegal

Turut hadir dalam acara tersebut Ketua Umum GP Ansor Nusron Wahid dan Menteri BUMN Dahlan Iskan yang juga menjadi ketua Syekher Nasional. Mereka ikut larut dalam bacaan sholawat dan qasidah yang didendangkan Habib Syech.

PKB Kab Tegal

Tampil sebagai penceramah, Habib Taufiq Assegaf, yang menjelaskan beberapa keutamaan yang dimiliki Nabi ? Muhammad saw.?

“Nabi-nabi lain mendapat pantulan kemuliaan dari Rasulullah saw. Ibarat bulan bisa terlihat terang itu karena mendapat pantulan sinar Matahari,” terang Ulama asal Pasuruan itu.

“Begitu matahari muncul, maka sinar bulan seakan tak nampak sebab ‘kalah’ dengan pancaran sinar mentari,” lanjutnya.

Acara pengajian yang dihelat semalam, merupakan agenda tahunan Ahbaabul Musthofa. Ribuan jamaah yang hadir datang dari berbagai daerah seperti Klaten, Purwodadi, Sragen, Yogyakarta dan sebagainya. Salah satunya, Abdul Majid, yang mengaku berasal dari Ngawi Jawa Timur datang ke Masjid Agung dengan mengendarai motor.

“Setiap ada pengajian seperti ini, meskipun jauh saya sering ikut,” ungkapnya.

Acara pengajian semalam juga dibacakan kitab maulid simtuduror. Acara kemudian ditutup dengan pembacaan doa yang dibaca oleh kakak Habib Syech, Habib Jamal As-Segaf.

Redaktur ? ? : Mukafi Niam

Kontributor: Ajie Najmuddin

Dari Nu Online: nu.or.id

PKB Kab Tegal Pesantren, Ulama PKB Kab Tegal

Kemenag Usulkan Inpres Soal Dana Pendidikan Madrasah

Jakarta, PKB Kab Tegal. Pendidikan Madrasah sesuai dengan UU dikelola oleh Kementerian Agama yang tidak mengikuti desentralisasi pendidikan. Salah satu masalah yang dihadapi adalah keterbatasan anggaran, sementara di sisi lain, karena dianggap mengikuti kebijakan Kemenag pusat, maka dana alokasi khusus pendidikan yang merupakan bagian dari otonomi daerah, tidak dapat dialokasikan untuk madrasah.

Untuk mengatasi keterbatasan tersebut, Kementerian Agama berencana mengusulkaan agar presiden menerbitkan Instruksi Presiden agar dana alokasi khusus pendidikan juga bisa digunakan untuk pendidikan madrasah. Demikian disampaikan oleh Direktur Madrasah Nur Kholis Setiawan kepada PKB Kab Tegal baru-baru ini.?

Kemenag Usulkan Inpres Soal Dana Pendidikan Madrasah (Sumber Gambar : Nu Online)
Kemenag Usulkan Inpres Soal Dana Pendidikan Madrasah (Sumber Gambar : Nu Online)

Kemenag Usulkan Inpres Soal Dana Pendidikan Madrasah

“Bahwa pemerintah daerah wajib juga membantu madrasah,” katanya.

PKB Kab Tegal

Dengan inpres ini, pemerintah daerah seperti bupati, walikota, dan gubernur dapat mengalokasikan dana pendidikan yang ada di daerah juga bisa digunakan untuk membantu madrasah. ?

PKB Kab Tegal

Ia menjelaskan, APBN untuk pendidikan adalah sebesar 20 persen atau setara 371.2 Trilyun untuk tahun 2014. Dari angka tersebut 249 Trilyun ditransfer ke daerah dengan peruntukan yang sudah jelas, seperti untuk sarana dan prasarana, gaji guru, dan lainnya. Sayangnya, setiap tahun selalu ada sisa lebih pembiayaan anggaran (Silpa) sekitar 19 trilyun per tahun. Daripada menjadi Silpa, Kementerian Agama berharap agar anggaran tersebut bisa dialokasikan untuk madrasah.

Nur Kholis menjelaskan Direktora Pendidikan Islam mendapat alokasi dana 43 Trilyun dari 63 Trilyun alokasi untuk kemenag. Tetapi hal itu untuk semua jenjang pendidikan dari pendidikan tinggi Islam, madrasah dan pesantren.?

“Madrasah sebenarnya mendapat alokasi paling besar, 18 trilyun. Tetapi peruntukannya sudah terkunci habis untuk yang sifatnya mandatory,” tegasnya.?

Ia menambahkan, untuk alokasi sarana dan prasarana, hanya tersisa 1 trilyun. “Lha ini untuk membiayai 76 ribu madrasah, sampai kiamat ya ngak rampung-rampung.”

Dengan dimungkinkannya inpres tersebut, maka kesulitan sarana dan prasarana madrasah bisa diatasi, daripada dana alokasi khusus pendidikan tidak terpakai.?

“Kalau ada inpres, otomatis pemerintah daerah mesti harus melaksanakan,” paparnya. (Mukafi Niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKB Kab Tegal Hikmah PKB Kab Tegal

Rais Syuriyah PBNU: Tanamkan Kebaikan Kapanpun dan Dimanapun

Brebes, PKB Kab Tegal. Rais Syuriyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Subhan Makmun mengatakan bahwa manusia hidup harus senantiasa menanamkan kebaikan di muka bumi, dimanapun berada. Pasalnya, kebaikan yang dilakukan akan disaksikan oleh teman, malaikat dan dilaporkan dalam ‘buku catatan’ abadi yang tersimpan di Lauhul Mahfudz.

Rais Syuriyah PBNU: Tanamkan Kebaikan Kapanpun dan Dimanapun (Sumber Gambar : Nu Online)
Rais Syuriyah PBNU: Tanamkan Kebaikan Kapanpun dan Dimanapun (Sumber Gambar : Nu Online)

Rais Syuriyah PBNU: Tanamkan Kebaikan Kapanpun dan Dimanapun

“Apa yang diperbuat manusia, akan dicatat dalam Lauhul Mahfuzh, yang berarti “terpelihara” (mahfuzh),” ujar Kiai Subkhan saat mengisi bimbingan mental (Bintal) bagi pegawai negeri sipil (PNS) Kabupaten Brebes di Pendopo Brebes, Jumat (8/1).

Jadi, lanjutnya, segala sesuatu yang tertulis di dalamnya tidak berubah atau rusak. ? Untuk itu, dia berpesan untuk selalu bergaul dengan orang-orang baik. Orang baik yang di maksud memiliki ciri-ciri pertama, bila memandangnya selalu mengingatkan pada Allah. ? Kedua, bila berbicara selalu menambah ilmu yang bermanfaat dan ketiga, akhir dari pergaulan selalu menanamkan kebaikan.

PKB Kab Tegal

Untuk dapat bergaul dengan orang baik, tentu dirinya harus baik terlebih dahulu. Minimal di lingkungannya masing-masing. Sehingga ketika meninggal dunia akan dikenang selalu kebaikkannya, oleh lingkungan yang bersangkutan.?

“Orang-orang disekitar kita, akan menjadi saksi kebaikan kita,” terang Kiai Subkhan yang juga pengasuh Pondok Pesanteren Assalafiyah Luwungragi, Bulakamba, Brebes, Jawa Tengah.

PKB Kab Tegal

Kata Kiai Subkhan, perilaku kebaikan perlu disaksikan orang lain dengan tujuan untuk memotivasi orang lain untuk berbuat baik. Sehingga kebaikan mampu memberi manfaat spiritual bagi orang lain. Maka dari itu, bergaul dengan orang baik akan menghasilkan kebaikan.?

Sementara itu, Staf Ahli Bidang Ekonomi dan Pembangunan Kabupaten Brebes, H Angkatno merasa bahagia karena Bintal bagi PNS Brebes sudah dilakukan di pendopo Bupati. Sehingga semarak dan keakrabannya makin terasa. Namun demikian, masih perlu adanya kesepahaman dan kesadaran bersama dalam upaya peningkatan keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT.

Sementara Wakil Bupati Brebes Narjo SH menegaskan kepada seluruh PNS untuk semangat dalam meningkatkan keimanan kepada Allah SWT. Termasuk dalam melayani masyarakat, PNS harus bekerja sesuai dengan aturan. PNS harus melayani masyarakat secara keseluruhan.

“Buat apa jadi pemimpin ? kalau tidak bermanfaat, melayani masyarakat dengan semangat merupakan langkah yang memberi manfaat nyata,” ujar Narjo. (Wasdiun/Fathoni)?

Dari Nu Online: nu.or.id

PKB Kab Tegal Hadits PKB Kab Tegal