Rabu, 20 Desember 2017

Pelajar Pamerkan Kreatifitas di Area Kongres

Palembang, PKB Kab Tegal. Sejumlah pelajar dari berbagai madrasah dan sekolah memajang hasil karya tangan mereka di area Kongres XVII IPNU dan Kongres XVI IPPNU di Asrama Haji Palembang, Sumatera Selatan.

Pelajar Pamerkan Kreatifitas di Area Kongres (Sumber Gambar : Nu Online)
Pelajar Pamerkan Kreatifitas di Area Kongres (Sumber Gambar : Nu Online)

Pelajar Pamerkan Kreatifitas di Area Kongres

Pameran berlangsung selama empat hari sejak Kongres IPNU-IPPNU dibuka, Sabtu (1/12) pagi, di beberapa lapak khusus dengan pendampingan seorang guru. Kreatifitas yang dipamerkan, antara lain, lukisan, songket Palembang, gerabah, batik, asesoris, miniatur bangunan, hingga anti-virus buah tangan anak setingkat menengah atas.

Nurhayati, Wakil Kepala Madrasah Aliyah Negeri 1 Palembang, mengaku diundang panitia untuk turut memeriahkan agenda kongres. Menurut dia, pameran ini merupakan langkah positif bagi pengembangan diri murid ke depan, khususnya di bidang wirausaha.

PKB Kab Tegal

“Supaya murid-murid termotivasi untuk lebih kreatif. Ketika tamat dari sekolah mereka juga diharapkan bisa membuka lapangan kerja sendiri,” ujarnya.

PKB Kab Tegal

Selain memamerkan, pihak sekolah juga menerima para pengunjung yang hendak membeli hasil kerajinan sebagai oleh-oleh. Pihak sekolah juga memajang beberapa piala dan piagam penghargaan yang menunjukkan prestasi siswanya di berbagai ajang kompetisi.

Pameran kreatifitas pelajar digelar bersamaan dengan bazar Kongres IPNU-IPPNU yang menyediakan aneka kebutuhan, seperti buku, pakaian, barang elektronik, dan pernak-pernik khas Palembang atau yang berhubungan dengan kongres.

Penulis: Mahbib Khoiron

Dari Nu Online: nu.or.id

PKB Kab Tegal Ahlussunnah, Humor Islam PKB Kab Tegal

Muludan, NU Lampung Selatan Keliling Kota Kalianda

Lampung Selatan,PKB Kab Tegal. Memperingati kelahiran Nabi Muhammad SAW pada Sabtu (3/1) siang, PCNU Lampung Selatan menggelar Kirab Maulid dengan mengelilingi kota Kalianda. Kegiatan tersebut  diikuti ribuan peserta dengan 150 berkendaraan motor, 50 kendaraan roda 4.

PCNU Lampung Selatan H.Nur Mahfud mengatakan, kegiatan tersebut berpegang kepada “Almukhafadhotu alal qodimi solih wal akhdu biljadidil aslah (menjaga tardisi lama yang baik dan mengambil tradisi baru yang baik pula).

Muludan, NU Lampung Selatan Keliling Kota Kalianda (Sumber Gambar : Nu Online)
Muludan, NU Lampung Selatan Keliling Kota Kalianda (Sumber Gambar : Nu Online)

Muludan, NU Lampung Selatan Keliling Kota Kalianda

PCNU Lampung Selatan, kata dia, melalui kegiatan tersebut ingin mengingatkan kembali kepada nahdliyini dan kahlayak umum tentang sejarah kehidupan Rasulullah Muhammad shollallohu alaihi wasallam. Selain kirab, PCNU juga mengadakan dengan pengajian, sholawatan,

PKB Kab Tegal

Ia berpesan kepada warga NU agar selalu menjaga persatuan dan kestuan ketika melaksanakan kegiatan-kegiatan peringatan hari besar Islam. “Bersama NU kita jadikan Nabi Muhammad saw sebagai suri tauladan dalam kehidupan kita sehari-hari,” imbaunya.

Menurut dia, kegiatan ini juga adalah salah satu program PCNU Lampung Selatan dalam rangka memperkenalkan, memberikan pemahaman tentang NU sebagai organisasi Islam beraqidah Ahlussunah wal Jamaah. (M.Munir/Abdullah Alawi)

PKB Kab Tegal

Dari Nu Online: nu.or.id

PKB Kab Tegal Jadwal Kajian, Kajian PKB Kab Tegal

Kiai Ali Maksum, Bibit Unggul dari Lasem

Bantul, PKB Kab Tegal. Banyak yang bertanya mengapa Agus Maftuh yang bukan alumni Pesantren Krapyak bisa dekat sekali dengan keluarga Krapyak. Bahkan sering pergi berdua dengan KH Attabik Ali ke Syiria, Yordania, Mesir, perbatasan Israel dan lain sebagainya.

Kiai Ali Maksum, Bibit Unggul dari Lasem (Sumber Gambar : Nu Online)
Kiai Ali Maksum, Bibit Unggul dari Lasem (Sumber Gambar : Nu Online)

Kiai Ali Maksum, Bibit Unggul dari Lasem

“Malam ini saya akan ungkap rahasia saya dengan keluarga Krapyak,” kata H. Agus Maftuh Abegebriel yang kini menjadi Duta Besar LBPP RI untuk Kerajaan Arab Saudi dalam acara Haul ke-27KH Ali Maksum Krapyak, Bantul, Yogyakarta, Rabu malam (17/2).

Ia mengaku pada usia empat tahun diajak ibunya yang bernama Siti Hidayah ke sebuah pesantren di Lasem. “Di sana saya disowankan kepada seorang kiai yang di kemudian hari saya ketahui bernama KH Maksum Lasem, ayah dari KH Ali Maksum. Jadi, saya tahu betul keluarga Lasem, ” ujar Agus Maftuh.

PKB Kab Tegal

Kiai Ali yang pernah menjabat Rais Aam PBNU, lanjutnya, adalah anak Kiai Maksum yang paling ganteng, dan memiliki kedalaman ilmu yang tinggi.

“Kiai Ali Maksum itu orang yang alim, seorang ulama besar, meskipun telah wafat, sejatinya ia tidak pernah wafat. Itulah bedanya orang yang berilmu dengan orang yang tidak berilmu,” ujarnya.

PKB Kab Tegal

Dalam kesempatan tersebut, Agus Maftuh juga mengungkap rencana yang ia sebut sebagai konspirasi besar antara Kiai Munawwir dan Kiai Maksum Lasem.

“Jadi, Kiai Munawwir itu sadar kalau Pesantren Krapyak butuh seorang jago yang merupakan bibit unggul. Artinya bukan sembarang orang,” ungkapnya.

Kemudian Kiai Munawwir memilih Kiai Ali Maksum yang waktu itu masih muda dan terkenal alim.

Pada awalnya, Kiai Maksum keberatan, karena ia juga butuh Kiai Ali untuk membesarkan Pondok Pesantren miliknya. Akan tetapi, akhirnya Kiai Maksum merelakan Kiai Ali untuk ke Krapyak dengan satu syarat.

“Kiai Maksum merelakan Kiai Ali Maksum diboyong ke Krapyak dengan satu syarat. Syaratnya, jangan diungkit-ungkit,” tandas Agus Maftuh. (Nur Rokhim/Abdullah Alawi)

? ? ?

? ? ?

? ? ?

Dari Nu Online: nu.or.id

PKB Kab Tegal Pondok Pesantren, Sejarah, Nahdlatul Ulama PKB Kab Tegal

Selasa, 19 Desember 2017

Fatayat NU Lampung Tengah Didik Kader Berwirausaha

Lampung Tengah, PKB Kab Tegal - Selama dua hari berturut-turut Sabtu-Ahad, (11-12/6) keluarga besar Fatayat NU Lampung Tengah bekerja sama dengan Kementerian Ekonomi Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Kemenkop dan UKM) Deputi Pengembangan Sumber Daya Manusia menggelar Pendidikan Kewirausahaan di Balai Diklatda Kotagajah Lampung Tengah.

Ketua Fatayat NU Lampung Tengah Hj Maratus Sholihah mengatakan, manfaat jangka panjang pelatihan kewirausahaan ini adalah memperat tali silaturahmi Fatayat NU se-Lampung Tengah sekaligus menambah wawasan tentang teori dan praktik berwirausaha bagi perempuan muda NU.

Fatayat NU Lampung Tengah Didik Kader Berwirausaha (Sumber Gambar : Nu Online)
Fatayat NU Lampung Tengah Didik Kader Berwirausaha (Sumber Gambar : Nu Online)

Fatayat NU Lampung Tengah Didik Kader Berwirausaha

"Kegiatan ini diikuti oleh 45 peserta yang tidak lain adalah kader-kader Fatayat NU se-Lampung Tengah, dengan mengusung tema ‘Pelatihan Kewirausahaan Melalui Gerakan Nasional Kewirausahaan Bagi Organisasi Masyarakat’," tambah Hj Mar’atus Sholihah.

PKB Kab Tegal

Siti Maysaroh, salah satu peserta pelatihan kewirausahaan yang juga Ketua Fatayat NU Kotagajah menyambut baik pelatihan ini. Menurutnya, kesempatan ini jarang ditemukan di tempat-tempat lainnnya. Ia berharap pelatihan ini berkelanjutan.

Hadir dalam pendidikan ini Ketua NU Lampung Tengah Kiai A Jailani MS, Dosen IAIM NU Metro Drs Aminan, Sekretaris Fatayat NU Lampung Hj Nurhayati, Kemenkop dan UKM Deputi Pengembangan Sumber Daya Manusia Indriyana, Kabid Dinas Koperasi dan UKM Lampung Tengah Erwanto, Wakil Bendahara Lakpesdam NU Lampung Tengah Syarifah Handayani, dan puluhan aktivis muda NU lainnya. (Akhmad Syarief Kurniawan/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKB Kab Tegal

PKB Kab Tegal AlaSantri PKB Kab Tegal

NU Purwakarta Rumuskan Khadimul Umah

Purwakarta, PKB Kab Tegal. Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Kabupaten Purwakarta menggelar halaqoh dengan bahasana utama khadimul umah (melayani umat) di Pondok Pesantren Al-Muhajirin 3 Citapen, Sukatani pada Sabtu, (20/4).

NU Purwakarta Rumuskan Khadimul Umah (Sumber Gambar : Nu Online)
NU Purwakarta Rumuskan Khadimul Umah (Sumber Gambar : Nu Online)

NU Purwakarta Rumuskan Khadimul Umah

Menurut Ketua Pelaksana halaqoh, Drs. Bahir Muchlis, rumusan tersebut diupayakan untuk pedoman pengurus NU dalam bergerak.

“Karena, selama ini pergerakan NU Purwakarta tersendat karena berubahnya orientasi dari pengabdian menjadi kepentingan para pendompleng yang sempit dan kerdil,” katanya melalui press realease yang disampaikan kepada PKB Kab Tegal pada Jumat, (19/4).

PKB Kab Tegal

Halaqoh yang akan diikuti para kiai NU tersebut diharap akan menghasilkan fatwa-fatwa yang terkait langsung dengan masalah-masalah kontemporer dalam menanggapi permasalahan umat.

PKB Kab Tegal

Di antara output halaqoh tersebut diharapkan, pengurus NU semua tingkatan di Purwakarta melaksanakan komitmen mereka dalam melakukan kerja-kerja sosial kemasyarakatan di tengah masyarakat sebagai ketegasan dari perwujuadan ber-NU yang rahmatan lil ’aalaamiin.

Pengurus NU semua tingkatan baik unsur syuriyah maupun tanfidziah memahami dan melaksanakan AD/ART NU dan perangkat peraturan lainnya sebagai pedoman dalam berorganisasi ala NU.

Komitmen Pengurus NU semua tingkatan untuk senantiasa melaksanakan program-program yang menyentuh hajat hidup jama’ah sebagai wujud dari pengkhidmahan terhadap umat.

Halaqah diharapkan dapat menghasilkkan fatwa-fatwa ulama NU yang terkait langsung dengan masalah-masalah kontemporer di Purwakarta yang menyangkut peribadahan dan kemasyarakatan.

Halaqoh ini merupakan salah satu dari rangkaian pra-Konferensi Cabang VIII dengan tema “Menata Kembali NU Purwakarta sebagai khadimul ummah untuk Purwakarta yang bermartabat”.

Rencananya, kegiatan tersebut akan dihadiri  tiga Wakil  Skeretaris PBNU H. Abdul Mun’im DZ, M. Adnan Anwar, dan Enceng Shobirin Najd.

 

Penulis: Abdullah Alawi

Dari Nu Online: nu.or.id

PKB Kab Tegal Nahdlatul Ulama, Bahtsul Masail PKB Kab Tegal

Politisi PKB Dan PKNU Tak Mandiri

Jakarta, PKB Kab Tegal. Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Hasyim Muzadi mengkritik politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dan Partai Kebangkitan Nasional Ulama (PKNU) sebagai politisi yang tidak mandiri.

"Politisi PKB dan PKNU bukan politisi mandiri tapi politisi nebeng," kata Hasyim di Jakarta, Kamis, menjawab wartawan soal perebutan pengaruh antara PKB dan PKNU di kalangan nahdliyin (warga NU).

Dalam setiap kesempatan, baik PKB maupun PKNU seringkali mengklaim sebagai partai yang paling pas buat warga NU, paling didukung ulama-ulama NU. Dengan kata lain, kedua partai itu lebih "menjual" nama NU daripada  program partai.

Politisi PKB Dan PKNU Tak Mandiri (Sumber Gambar : Nu Online)
Politisi PKB Dan PKNU Tak Mandiri (Sumber Gambar : Nu Online)

Politisi PKB Dan PKNU Tak Mandiri

Bagi Hasyim, posisi NU sudah sangat jelas, tidak terikat dengan partai mana pun dan tidak akan mengikatkan diri pada satu partai. Warga NU bebas berafiliasi dengan partai apa saja.

Karena itu, bukan hal aneh kalau saat ini warga NU tersebar ke beberapa partai, baik jadi pengurus maupun sekedar simpatisan.

Hasyim menegaskan, dalam hal politik kekuasaan yang menjadi ranah partai, warga NU tak perlu disatukan atau istilah Hasyim disolidkan dalam satu partai. "Sengaja tidak disolidkan. Kalau disolidkan nanti NU terjebak menjadi oposisi atau pendukung pemerintahan. Ini jelek," tandas Hasyim.

PKB Kab Tegal

Menurut pengasuh Pondok Pesantren Mahasiswa Al Hikam, Malang, Jawa Timur itu, dalam posisi sekarang NU justru lebih leluasa bergerak. "Sekarang ini justru bisa pro atau tidak (pada pemerintah), tergantung ma’ruf (baik) atau tidak (kebijakan pemerintah)," katanya. (mkf)



Dari Nu Online: nu.or.id

PKB Kab Tegal

PKB Kab Tegal Pahlawan PKB Kab Tegal

PBNU Sudah Ingatkan Malaysia Soal Ambalat

Surabaya, PKB Kab Tegal
Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Drs A Hasyim Muzadi mengaku pihaknya sudah mengingatkan Malaysia dengan mengirim delegasi ke negeri jiran pada 14 Maret lalu terkait sengketa blok Ambalat. "Pak Said Aqil Siradj sudah bertemu Perdana Menteri (PM) Malaysia, karena jika terjadi perang maka Shell (perusahaan tambang minyak raksasa Belanda) yang untung," katanya di Surabaya, Minggu (20/3) seperti dikutip ANTARA.

Di sela-sela haul (peringatan wafat tahunan) ke-14 KH Mas Tholhah Abdullah Sattar selaku pendiri Pesantren At-Tauhid, Sidoresmo, Surabaya, ia menjelaskan Malaysia tak perlu melibatkan perusahaan tambang minyak Shell dalam agitasi."Perang antara RI-Malaysia akan menguntungkan Shell, tapi justru merugikan Islam, OKI, dan ASEAN. Malaysia sebagai Ketua OKI tidak baik bertempur dengan anggota OKI (Indonesia)," katanya.

Selain itu, kata mantan Ketua PWNU Jatim itu, pertempuran yang terjadi juga akan berarti perang sesama muslim, karena RI-Malaysia sama-sama negara yang mayoritas muslim. "Sebagai sesama muslim dan OKI, harga persatuan RI-Malaysia jauh lebih mahal dibanding harga minyak yang disengketakan," kata mantan Cawapres PDIP dalam pilpres 2004 itu.

Menanggapi peringatan delegasi PBNU, katanya, PM Malaysia menilai Malaysia tidak akan mengambil hak Indonesia, karena itu perlu diperjelas siapa pemilik hak yang sebenarnya."Untuk itulah, pemerintah Indonesia dan Malaysia akan berunding pada 22-23 Maret guna membicarakan solusi yang terbaik," katanya.

Ditanya langkah PBNU mengingatkan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, ia menyatakan PBNU mendukung langkah TNI menjalankan langkah-langkah pro-aktif. Diberitakan sebelumnya, kedua negara telah memberi konsesi eksplorasi blok kepada perusahaan berbeda yakni Indonesia telah memberi izin kepada ENI (Italia) dan Unocal (AS), sementara Shell mengantongi izin dari Malaysia.(cih)

 

Dari Nu Online: nu.or.id

PKB Kab Tegal Kajian Sunnah PKB Kab Tegal

PBNU Sudah Ingatkan Malaysia Soal Ambalat (Sumber Gambar : Nu Online)
PBNU Sudah Ingatkan Malaysia Soal Ambalat (Sumber Gambar : Nu Online)

PBNU Sudah Ingatkan Malaysia Soal Ambalat