Senin, 18 Desember 2017

NU Gagal Balas Dendam dengan Muhammadiyah

Jakarta, PKB Kab Tegal. Pertandingan sepak bola antara Bintan Sembilan FC PBNU dengan The Sun Muhammadiyah berakhir dengan kemenangan The Sun 5-0. Upaya NU untuk membalas kekalahannya pada pertandingan yang dilakukan sebelum puasa Ramadhan lalu dengan skor 4-2 untuk Muhammadiyah pun kandas.

Hujan yang berlangsung seharian membuat lapangan PTIK di Kebayoran Baru yang digunakan untuk pertandingan menjadi becek, namun hal ini tak membuat semangat kedua tim yang diisi oleh sejumlah politisi dan artis kendor. Kesebelasan NU menggunakan seragam hijau sedangkan Muhammadiyah menggunakan seragam merah.

Tim NU dikomandani oleh Dubes RI untuk Qatar HM Rozy Munir dengan anggota sejumlah pejabat dan politisi senayan seperti Menkop UKM Suryadarma Ali, Ketua FKB Effendi Choirie, Masduki Baidlawi, Slamet Effedi Yusuf, Gubernur Kalsel Rudy Arifin dan sejumlah pengurus PBNU.

NU Gagal Balas Dendam dengan Muhammadiyah (Sumber Gambar : Nu Online)
NU Gagal Balas Dendam dengan Muhammadiyah (Sumber Gambar : Nu Online)

NU Gagal Balas Dendam dengan Muhammadiyah

Tim Muhammadiyah diperkuat oleh Din Syamsuddin, Ketua MPR Hidayat Nur Wahid, Menpora Adyaksa Dault, Rektor UI Gumilar serta artis Primus.

Begitu dilakukan kick off, tim Muhammadiyah yang tampil solid langsung melakukan serangan-serangan menusuk ke gawang PBNU yang akhirnya Muzammil Yusuf menyarangkan gol. Dua gol kembali masuk ke gawang PBNU yang dilakukan oleh Azrul Anwar pada babak pertama sehingga skor menjadi 3-0 untuk Muhammadiyah.

Pada babak kedua, Menpora Adyaksa Dault menyarangkan 2 gol ke gawang PBNU sehingga kedudukan 5-0 sampai akhir pertandingan. Cici Tegal, yang menjadi komentator menyatakan tak salah kalau Adyaksa jadi Menpora.

PKB Kab Tegal

Tim NU sebenarnya sudah berupaya mengganti kiper sampai tiga kali, tapi ternyata tak bisa menahan serangan-serangan beruntun dari Muhammadiyah. Sejumlah kesempatan emas dari kerjasama tim NU di lini depan ternyata tak bisa menghasilkan satu gol pun.

PKB Kab Tegal

Karena sifatnya pertandingan persahabatan, pemain masuk ke lapangan silih berganti jika merasa lelah dan digantikan oleh rekan lainnya. Para supporter dari masing-masing kubu memberikan dukungan, bahkan tim Muhammadiyah mendatangkan para mahasiswa dari UHamka.

Jika pada pertandingan antar negara diperdengarkan lagu kebangsaan, pada pertandingan dua ormas Islam terbesar ini, diperdengarkan sholawat Badar dan mars Sang Surya. Tak lupa, masing-masing fihak menyampaikan pidato singkat.

Baik Rozy Munir yang mewakili PBNU maupun Din Syamsuddin menyatakan pertandingan ini merupakan pertandingan untuk menjalin ukhuwah islamiyah, soal kalah atau menang tidak penting. Rozy juga berharap agar pertandingan olah raga ini juga bisa dilakukan oleh warga NU dan Muhammadiyah di daerah.

Hadir pula menyaksikan pertandingan Dubes Palestina untuk Indonesia Fariz Nafe Mehdawi dan personel group musik Debu yang berasal dari AS. Tampak pula artis dangdut Iis Dahlia, meskipun datang agar terlambat.

Sebelumnya presiden SBY sudah merencanakan untuk melakukan kick off pertama, namun batal. Pada pertandingan sebelumnya, wapres Jusuf Kalla sempat menjadi wasit. (mkf)



Dari Nu Online: nu.or.id

PKB Kab Tegal Lomba PKB Kab Tegal

Kiai As’ad di Mata Mahbub Djunaidi

Penulis kesohor kelahiran Jakarta, H Mahbub Djunaidi (1933-1995) memiliki kedekatan khusus dengan KHR As’ad Syamsul Arifin. Dan sepertinya ada ketaatan yang khusus pula dari Mahbub kepadanya.?

Dalam sebuah tulisannya di tahun 1985, karena ditelepon Kiai As’ad untuk menghadap ke Situbondo, Mahbub mengupayakan datang. Padahal dalam tulisan itu, ia yang telah hijrah dari Jakarta ke Bandung, mengaku ngantuk. Dan Situbondo bukanlah kota yang dekat. Dari Surabaya saja mesti naik bus menempuh perjalanan 200 km.?

“Buat orang Bandung seperti saya, kota Situbondo itu jauhnya bukan alang-kepalang. Membayangkannya saja sudah ngos-ngosan,” katanya pada koran Eksponen 7 April 1985 yang berjudul Lagi-lagi Situbondo.?

Kiai As’ad di Mata Mahbub Djunaidi (Sumber Gambar : Nu Online)
Kiai As’ad di Mata Mahbub Djunaidi (Sumber Gambar : Nu Online)

Kiai As’ad di Mata Mahbub Djunaidi

Penulis novel Dari Hari ke Hari dan Angin Musim ini, dalam tulisan lain mengungkap sosok Mustasyar Aam PBNU tersebut:?

“Kepada saya, sang kiai ngobrol penuh jenaka tentang romantika masa mudanya. Kepada saya, kiai bicara perihal keadaan negara dan pikiran pemecahan masalah tingkat tinggi. Kepada saya, kiai mempersoalkan apa yang pernah ditulis Suzanne Keller dalam dia punya “Beyond the Rulling Class”-nya: pengelompokan elite golongan atas dengan segala akibatnya. Kepada saya, kiai menandaskan keblingeran Ayatullah Khomeini.”

Ungkapan Mahbub tersebut, menunjukkan horizon ilmu pengetahuan Kiai As’ad tidak hanya kitab kuning mellul, melainkan juga ilmu umum. Kiai As’ad mampu mengkritik tokoh-tokoh dunia waktu itu.?

PKB Kab Tegal

Lanjutan tulisan tersebut, dengan menunjukkan kehebatan Kiai As’ad, sekaligus mengkritik Sutan Takdir Alisyahbana (STA). Seperti diketahui, STA menolak fondasi pendidikan nasional berdasrakan dari pesantren, tapi seharusnya dari Barat. Pendapat STA berlawanan dengan tokoh-tokoh senior seperti Soetomo, Tjindarbumi, Adinegoro, Sanusi Pane, dan Ki Hajar Dewantara. Silang pendapat mereka diabadikan dalam Polemik Kebudayaan yang didokumentasikan Achdiat Kartamihardja.?

Di sisi lain, tulisan Mahbub yang dimuat Tempo, 27 Februari 1982 ketika Orde Baru sedang giat-giatnya menganggap agama sebagai residu. Agama dalam hal ini, adalah kalangan Nahdliyin (pesantren). Kalangan penghambat dan beban pembangunan.?

Dengan tulisan itu pula, Mahbub sepertinya ingin menunjukkan kepada Orba bahwa kalangan pesantren itu pemahamannya tidak bisa dikatakan penghambat pembangunan. Lihatlah Kiai As’ad dengan pemikirannya. Mahbub menunjukkan bukti tersebut:?

PKB Kab Tegal

“Dan kepada saya, Kiai As’ad Syamsul Arifin dari Situbondo ini memikirkan cara bagaimana menerapkan teknologi madya kaum nelayan sepanjang lor Jawa dan seantero Madura dengan pulau-pulau yang tak sanggup saya hafal namanya. Jika ada waktu luang, baik juga Prof. Sutan Takdir Alisyahbana bertukar pandangan dengan beliau seraya santap capcay di rumah makan turis Pasirputih,” ujar Mahbub pada tulisan ”Di Suatu Masa, Sebuah Persoalan” tersebut.?

Hubungan Kiai As’ad dan Mahbub Djunaidi diakui Isfandiari, anak bungsu Mahbub. Kepada sebuah media online, Isfan menyampaikan kesaksian persentuhan ayahnya dengan kiai tersebut.?

“Paling teringat saat bertemu kali pertama dengan Kiai As’ad Syamsul Arifin di Situbondo, kiai kharismatik yang berselera humor tinggi, juga toleran. Ia pernah mengajak saya ke “gubuknya” di sudut pesantren yang saat itu sudah megah. Kediamannya hanya terdiri atas dipan dan perabot seadanya. Sangat sederhana. Saat itu saya saksi hidup persahabatan ayahnya dengan Kiai As’ad,” katanya. (Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKB Kab Tegal Cerita, Ubudiyah PKB Kab Tegal

Bupati Dompu Buka Kick Off LSN Region III NTB

Dompu, PKB Kab Tegal. Kick off Liga Santri Nusantara Region NTB III yang meliputi Bima, dan Dompu telah berlangsung Senin (5/9) di Lapangan Pantapaju, Dompu.? Pada acara pembukaan Kick off LSN Region NTB III ini dibuka langsung oleh Bupati Dompu, H. Bambang Yasin. Beserta panitia LSN Region NTB III.

Dalam sambutannya Bupati Dompu, berharap Liga Santri menjadi Kalender Nasional oleh Menteri Pemuda dan Olahraga. Di samping itu, Bambang Yasin juga berharap dengan digelarnya LSN ini, bisa menjadi wadah santri untuk menjaga kesehatan raganya, sedangkan pembangunan jiwa dilakukan di pesantren.

Bupati Dompu Buka Kick Off LSN Region III NTB (Sumber Gambar : Nu Online)
Bupati Dompu Buka Kick Off LSN Region III NTB (Sumber Gambar : Nu Online)

Bupati Dompu Buka Kick Off LSN Region III NTB

“Dengan digelarnya Liga Santri Nusantara ini, kita berharap bisa menjadi alat untuk membangun raga para santri melalui olahraga, dan pembangunan jiwa santri melalui pengetahuan agama di pesantren,” harapnya.

Tak kalah pentingnya tambah Bupati Dompu ini, Liga Santri ini harus menjadi contoh dalam membangun kemajuan olahraga khususnya Kabupaten Dompu. “Ini harus menjadi contoh untuk membangun kembali olahraga Dompu, dan umumnya Kepulauan Sumbawa,” tegasnya.

Bupati juga berharap dengan perhelatan LSN, dapat melahirkan generasi pemain yang memilik skil dan sikap amanah sehingga bisa menjadi nilai lebih dari pembinaan olahraga sepakbola yang lain. “Untuk anak-anak santri yang bermain junjung tinggi sportivitas,” pesannya.

PKB Kab Tegal

Menurut Suprtaman Ketua Panitia LSN NTB III, pada Liga Santri Nusantara Region NTB III ini diiuti oleh 24 pondok pesantren. 5 pesantren dari Kecamatan Manggelewa, 2 pesantren dari Kecamatan Wuja, 4 pesantren dari Kecamatan Pekat, 1 dari Kecamatan Hu’u, dan Kecamatan Pajo juga diwakili 1 pesantren.

Hadir pula dalam Kickoff LSN NTB III ini, Wakil Ketua DPRD Dompu M. Amin, Sekjen PKB NTB Akhdiyansyah, Kepala Dishubkominfo Syarifudin ST, Camat Pajo, H. Ibrahim, Pimpinan BRI Munta Rully. (Red: Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKB Kab Tegal

PKB Kab Tegal Makam PKB Kab Tegal

IPNU Padangpariaman Ajak Pelajar Berhati-hati Akses Internet

Padangpariaman,PKB Kab Tegal. Kalangan pelajar harus berhati-hati terhadap pemanfaatan internet yang sangat mudah diakses saat ini. Kemudahan itu seperti pada media jejaring sosial, jika tidak dicermati dengan baik, akan berakibat fatal bagi masa depan pelajar.

?

IPNU Padangpariaman Ajak Pelajar Berhati-hati Akses Internet (Sumber Gambar : Nu Online)
IPNU Padangpariaman Ajak Pelajar Berhati-hati Akses Internet (Sumber Gambar : Nu Online)

IPNU Padangpariaman Ajak Pelajar Berhati-hati Akses Internet

Ketua Pimpinan Cabang Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (PC IPNU) Kabupaten Padangpariaman Fauzan Ahmad Ad-Dalwi mengungkapkan hal itu ketika menyampaikan materi di hadapan siswa SMA yang mengikuti Pesantren Ramadhan di Masjid Raya Kasang, Kecamatan Batang Anai, Kabupaten Padangpariaman, Rabu (1/7). Sebelumnya, sudah dilaksanakan Pesantren Ramadhan tingkat SMP dan SD, masing-masing berlangsung 4 hari.

?

Menurut Fauzan, banyak kalangan pelajar kita yang terjebak dalam dunia media sosial yang menggunakannya ke hal-hal negatif. Selain menghabiskan waktu yang kurang bermanfaat, juga dimanfaatkan mengakses situs-situs yang belum pantas dilihat pelajar.

?

PKB Kab Tegal

Fauzan mengimbau kalangan pelajar sudah saatnya memilah-milah mana situs yang bermanfaat mana yang tidak. "Jika mengakses internet digunakan untuk mencari informasi, pengetahuan, tugas sekolah dan sarana menambah bahan bacaan, tidak masalah. Malah ini didorong pelajar untuk dapat memanfaatkan akses internet. Masalahnya, tidak sedikit pula pelajar yang memanfaatkan internet melihat gambar-gambar vulgar tidak seronoh, tindakan radikal, kekerasan dan sebagainya," kata Fauzan alumni Pondok Pesantren Nurul Yaqin Ringan-Ringan, Pakandangan, Kabupaten Padangpariaman ini.

?

PKB Kab Tegal

Dikatakan, apalagi dengan adanya akses internet melalui handphone sangat memberi peluang kalangan pelajar larut dengan media sosial internet. Pelajar sebagai generasi yang baru tumbuh, jangan langsung menelan mentah-mentah informasi yang diperoleh dari situs internet. Banyak informasi, paham, tampilan internet yang dapat diakses sangat tidak sesuai dengan pemahaman, nilai-nilai, tradisi dan kondisi? dilingkungan pelajar sendiri.

?

"Bila pelajar hanya bersandarkan informasi dari situs-situs internet, apalagi situs yang memiliki misi tertentu, maka akan membawa kehancuran terhadap masa depan pelajar. Situs-situs yang penuh provokatif, tendensius, doktrinisasi, mengkafirkan orang lain yang berbeda pemahaman keagamaannya, bahkan melakukan kekerasan/radikalisme kepada kelompok yang dianggap tidak sejalan dengannya," kata Fauzan menambahkan.

?

"Kami mengajak orangtua tidak serampangan memberikan handphone yang bisa digunakan akses internet kepada anaknya. Jangan-jangan maksud hati menyenangkan sibuah hati (anak), memberikan handphone apa saja yang dimintanya, ternyata justru mencelakakan si anak sendiri. Makanya yang terpenting adalah bagaimana orangtua juga berperan mengontrol anak-anaknya.? Jika ada hal yang patut dibicarakan, biar si anak mengungkapkan apa yang dirasakannya," tambah Fauzan. (armaidi tanjung/abdullah alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKB Kab Tegal Pesantren, Pendidikan, Kyai PKB Kab Tegal

PWNU Sulsel Peringati Harlah dengan Bakti Sosial

Makassar, PKB Kab Tegal

Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Sulawesi Selatan memperingati Harlah Ke-82 NU dengan menggelar berbagai kegiatan, sebagai bakti kepada warga NU dan Masyarakat.



PWNU Sulsel Peringati Harlah dengan Bakti Sosial (Sumber Gambar : Nu Online)
PWNU Sulsel Peringati Harlah dengan Bakti Sosial (Sumber Gambar : Nu Online)

PWNU Sulsel Peringati Harlah dengan Bakti Sosial

Pada hari kelahiran NU, Kamis (31/1) hari ini digelar acara sunatan massal, donor darah, dan pencanangan program penanaman sejuta pohon yang dipusatkan di pesantren yang didirikan KH Sanusi Baco, Nahdlatul Ulum, Kabupaten Marash.

Ketua Panitia Harlaha PWNU sulsel DR H Abdul makhfud DEA menjelaskan rangkaian kegiatan Harlah ini akan berlangsung sampai tanggal 3 Februari yang merupakan acara puncak harlah yang secara serentak di selenggarakan di seluruh Indonesia.

PKB Kab Tegal

Dijelaskannya, pada hari Jumat 1 Februari akan di selenggarakan “NU Media Campaign” berupa penyebaran spanduk yang di mulai dari depan kampus Universitas Islam Makassar Al-Ghozali (UMI) jalan perintis kemerdekaan dilanjutkan memasuki kota dan berakhir di Gowa.

Selanjutnya Makhfud yang juga Wakil Rektor UMI menyatakan, masjid-masjid yang dikelola warga NU pada hari Jumat 1 februari besok akan menyelenggarakan khutbah dengan tema yang seragam yakni “Islam rahmatan lil ‘Alamin” .

PKB Kab Tegal

Pada hari Sabtu, 2 Februari, akan digelar dialog Islam dan masa depan bangsa. Acara ini sebelumnya akan di selenggarakan di gedung PWNU sulsel tapi di pindah ke gedung Pinnin di jl Sam Ratulangi.

Puncak acara Harlah diselenggarakan pada hari Minggu 3 februari yang dipusatkan di Balai Prajurit M Yusuf dengan acara launcing buku, istighosah, NU award, dan mendengarkan teleconference dari Gelora Bung Karno Jakarta. (mkf)Dari Nu Online: nu.or.id

PKB Kab Tegal AlaSantri, Ulama PKB Kab Tegal

Minggu, 17 Desember 2017

Mesjid Sebagai Pusat Gerakan Aqidah Aswaja

Sumedang, PKB Kab Tegal. Untuk mewujudkan mesjid sebagai pusat gerakan pemeliharaan akidah Ahlussunnah wal Jamaah Annahdliyah, sebagai pusat pelayanan dan kesehatan umat, pusat keilmuan, dan sumber pendidikan, Pengurus Lembaga Tamir Mesjid (LTM) Nahdlatul Ulama Kabupaten Sumedang kembali menggelar Pelatihan Muharrik Mesjid pada hari Sabtu, 16 April 2016.?

Seluruh pengurus DKM se-Kecamatan Jatinangor yang berjumlah sebanyak 50 orang berkumpul di Mesjid Pondok Pesantren Al-Falah untuk mendapatkan materi tentang muharrik masjid.

Mesjid Sebagai Pusat Gerakan Aqidah Aswaja (Sumber Gambar : Nu Online)
Mesjid Sebagai Pusat Gerakan Aqidah Aswaja (Sumber Gambar : Nu Online)

Mesjid Sebagai Pusat Gerakan Aqidah Aswaja

Ketua LTMNU Kabupaten Sumedang Ust. Eman Sulaeman mengatakan bahwa pelatihan Muharrik Mesjid Nahdlatul Ulama ini menjadi program utama Pengurus LTMNU kabupaten Sumedang. Tujuan utamanya yaitu membentengi masjid-mesjid Nahdlatul Ulama dari rongrongan paham-paham radikal di luar paham Ahlussunnah wal Jamaah An-Nahdliyah.?

Selain itu ingin menyampaikan tentang pentingnya Kegiatan Muharrik Mesjid demi terciptanya pengurus masjid yang paham betul terhadap kegiatan-kegiatan tamir mesjid ala Ahlussunnah wal Jamaah An-Nahdliyah.

PKB Kab Tegal

Dalam kesempatan itu hadir pula Wakil Rais PCNU Sumedang Kiai Ade Gaos. Ia memaparkan secara detail dan terperinci materi tentang Ke-Aswaja-an ala Nahdlatul Ulama.?

Ia juga mengutip pepatah Arab, "Kebaikan yang tidak terorganisir akan dikalahkan oleh kebathilan yang terorganisir". Selain itu Kiai Ade Gaos juga membangkitkan semangat juang dan kecintaan warga Nahdliyin di daerah Jatinangor terhadap Nahdlatul Ulama dengan menyampaikan pepatah bijak Kiai Asad: "Jadikanlah NU itu sebagai istrimu yang engkau nafkahi, bukan sebagai suami yang engkau jadikan sebagai pemberi nafkah".

Selanjutnya untuk terciptanya warga Nahdliyin yang aman sejahtera, Kiai Ade Gaos mengajak warga untuk bersama-sama membesarkan Nahdlatul Ulama khususnya di daerah Kabupaten Sumedang.?

PKB Kab Tegal

Ketua LTMNU Kabupaten Sumedang sempat pula mengutip kata-kata bijak salah satu Kiai NU "Bangsa yang paling celaka adalah bangsa yang tidak mengetahui sejarah bangsanya sendiri, lebih-lebih umat yang tidak mengetahui sejarah agamanya sendiri" (Al-Habib Muhammad Luthfi bin Yahya). (Dede Rohmat Apandi/Mukafi Niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKB Kab Tegal News PKB Kab Tegal

Sabtu, 16 Desember 2017

Ini Daftar Lengkap Para Pemenang Kompetisi Sains Madrasah 2016

Pontianak, PKB Kab Tegal. Setelah melalui persaingan ketat, lahirlah para juara di ajang Kompetisi Sains Madrasah (KSM) ke-5 tahun 2016 di Pontianak. Lomba ditutup pada Jumat (26/8) malam. Selanjutnya para juara tersebut ditetapkan melalui Surat Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kemenag RI Nomor 4777 Tahun 2016 tentang Penetapan Pemenang KSM.

Ini Daftar Lengkap Para Pemenang Kompetisi Sains Madrasah 2016 (Sumber Gambar : Nu Online)
Ini Daftar Lengkap Para Pemenang Kompetisi Sains Madrasah 2016 (Sumber Gambar : Nu Online)

Ini Daftar Lengkap Para Pemenang Kompetisi Sains Madrasah 2016

Adapun daftar lengkap nama para juara di KSM 2016 dari tingkat MI, MTs, MA, dan MAN IC dapat dilihat di link ini: Website Direktorat Pendidikan Madrasah?

Provinsi Jawa Timur kembali menjuarai Kompetisi Sains Madrasah (KSM). Setelah menjadi juara umum di beberapa KSM sebelumnya, di KSM 2016 yang berlangsung di Kota Pontianak, Kalimantan Barat, mereka juga menyabet titel serupa.

Jawa Timur berhak mendapat gelar sebagai juara umum dengan menyabet 11 piala dengan rincian 9 emas pada bidang lomba; Matematika, IPA (MI), Matematika, Biologi, Fisika (MTs), Matematika, Biologi, Kimia, Ekonomi (MA), dan 2 perak; Geografi, Fisika (MA). Juara 2 diraih kontingen Jawa Tengah dengan 6 emas dan 5 perak, sementara peringkat 3 diraih Provinsi Jawa Barat dengan perolehan 5 medali emas, 3 perak dan 3 perunggu.

PKB Kab Tegal

Pemenang lomba-lomba yang ditetapkan dalam keputusan ini akan mendapatkan penghargaan berupa: medali, piagam penghargaan, dan bantuan studi apresiasi prestasi. Berikut rincian penghargaan:

Madrasah Ibtidaiyah (MI):

Medali Emas : 5.000.000,-

PKB Kab Tegal

Medali Perak : 4.000.000,-

Medali Perunggu : 3.000.000,-

?

Madrasah Tsanawiyah (MTs):

Medali Emas : Rp. 6.000.000,-

Medali Perak : Rp. 5.000.000,-

Medali Perunggu : Rp. 4.000.000,-

Madrasah Aliyah (MA):

Medali Emas : Rp. 7.000.000,-

Medali Perak : Rp. 6.000.000,-

Medali Perunggu : Rp. 5.000.000,-

?

Peraih penghargaan :

1) The Best Overall : Rp. 3.000.000,-

2) The Best Theory : Rp. 3.000.000,-

3) The Best Exploration/Experiment: Rp. 3.000.000,-

(Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKB Kab Tegal RMI NU, Fragmen PKB Kab Tegal