Senin, 18 Desember 2017

IPNU Padangpariaman Ajak Pelajar Berhati-hati Akses Internet

Padangpariaman,PKB Kab Tegal. Kalangan pelajar harus berhati-hati terhadap pemanfaatan internet yang sangat mudah diakses saat ini. Kemudahan itu seperti pada media jejaring sosial, jika tidak dicermati dengan baik, akan berakibat fatal bagi masa depan pelajar.

?

IPNU Padangpariaman Ajak Pelajar Berhati-hati Akses Internet (Sumber Gambar : Nu Online)
IPNU Padangpariaman Ajak Pelajar Berhati-hati Akses Internet (Sumber Gambar : Nu Online)

IPNU Padangpariaman Ajak Pelajar Berhati-hati Akses Internet

Ketua Pimpinan Cabang Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (PC IPNU) Kabupaten Padangpariaman Fauzan Ahmad Ad-Dalwi mengungkapkan hal itu ketika menyampaikan materi di hadapan siswa SMA yang mengikuti Pesantren Ramadhan di Masjid Raya Kasang, Kecamatan Batang Anai, Kabupaten Padangpariaman, Rabu (1/7). Sebelumnya, sudah dilaksanakan Pesantren Ramadhan tingkat SMP dan SD, masing-masing berlangsung 4 hari.

?

Menurut Fauzan, banyak kalangan pelajar kita yang terjebak dalam dunia media sosial yang menggunakannya ke hal-hal negatif. Selain menghabiskan waktu yang kurang bermanfaat, juga dimanfaatkan mengakses situs-situs yang belum pantas dilihat pelajar.

?

PKB Kab Tegal

Fauzan mengimbau kalangan pelajar sudah saatnya memilah-milah mana situs yang bermanfaat mana yang tidak. "Jika mengakses internet digunakan untuk mencari informasi, pengetahuan, tugas sekolah dan sarana menambah bahan bacaan, tidak masalah. Malah ini didorong pelajar untuk dapat memanfaatkan akses internet. Masalahnya, tidak sedikit pula pelajar yang memanfaatkan internet melihat gambar-gambar vulgar tidak seronoh, tindakan radikal, kekerasan dan sebagainya," kata Fauzan alumni Pondok Pesantren Nurul Yaqin Ringan-Ringan, Pakandangan, Kabupaten Padangpariaman ini.

?

PKB Kab Tegal

Dikatakan, apalagi dengan adanya akses internet melalui handphone sangat memberi peluang kalangan pelajar larut dengan media sosial internet. Pelajar sebagai generasi yang baru tumbuh, jangan langsung menelan mentah-mentah informasi yang diperoleh dari situs internet. Banyak informasi, paham, tampilan internet yang dapat diakses sangat tidak sesuai dengan pemahaman, nilai-nilai, tradisi dan kondisi? dilingkungan pelajar sendiri.

?

"Bila pelajar hanya bersandarkan informasi dari situs-situs internet, apalagi situs yang memiliki misi tertentu, maka akan membawa kehancuran terhadap masa depan pelajar. Situs-situs yang penuh provokatif, tendensius, doktrinisasi, mengkafirkan orang lain yang berbeda pemahaman keagamaannya, bahkan melakukan kekerasan/radikalisme kepada kelompok yang dianggap tidak sejalan dengannya," kata Fauzan menambahkan.

?

"Kami mengajak orangtua tidak serampangan memberikan handphone yang bisa digunakan akses internet kepada anaknya. Jangan-jangan maksud hati menyenangkan sibuah hati (anak), memberikan handphone apa saja yang dimintanya, ternyata justru mencelakakan si anak sendiri. Makanya yang terpenting adalah bagaimana orangtua juga berperan mengontrol anak-anaknya.? Jika ada hal yang patut dibicarakan, biar si anak mengungkapkan apa yang dirasakannya," tambah Fauzan. (armaidi tanjung/abdullah alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKB Kab Tegal Pesantren, Pendidikan, Kyai PKB Kab Tegal

PWNU Sulsel Peringati Harlah dengan Bakti Sosial

Makassar, PKB Kab Tegal

Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Sulawesi Selatan memperingati Harlah Ke-82 NU dengan menggelar berbagai kegiatan, sebagai bakti kepada warga NU dan Masyarakat.



PWNU Sulsel Peringati Harlah dengan Bakti Sosial (Sumber Gambar : Nu Online)
PWNU Sulsel Peringati Harlah dengan Bakti Sosial (Sumber Gambar : Nu Online)

PWNU Sulsel Peringati Harlah dengan Bakti Sosial

Pada hari kelahiran NU, Kamis (31/1) hari ini digelar acara sunatan massal, donor darah, dan pencanangan program penanaman sejuta pohon yang dipusatkan di pesantren yang didirikan KH Sanusi Baco, Nahdlatul Ulum, Kabupaten Marash.

Ketua Panitia Harlaha PWNU sulsel DR H Abdul makhfud DEA menjelaskan rangkaian kegiatan Harlah ini akan berlangsung sampai tanggal 3 Februari yang merupakan acara puncak harlah yang secara serentak di selenggarakan di seluruh Indonesia.

PKB Kab Tegal

Dijelaskannya, pada hari Jumat 1 Februari akan di selenggarakan “NU Media Campaign” berupa penyebaran spanduk yang di mulai dari depan kampus Universitas Islam Makassar Al-Ghozali (UMI) jalan perintis kemerdekaan dilanjutkan memasuki kota dan berakhir di Gowa.

Selanjutnya Makhfud yang juga Wakil Rektor UMI menyatakan, masjid-masjid yang dikelola warga NU pada hari Jumat 1 februari besok akan menyelenggarakan khutbah dengan tema yang seragam yakni “Islam rahmatan lil ‘Alamin” .

PKB Kab Tegal

Pada hari Sabtu, 2 Februari, akan digelar dialog Islam dan masa depan bangsa. Acara ini sebelumnya akan di selenggarakan di gedung PWNU sulsel tapi di pindah ke gedung Pinnin di jl Sam Ratulangi.

Puncak acara Harlah diselenggarakan pada hari Minggu 3 februari yang dipusatkan di Balai Prajurit M Yusuf dengan acara launcing buku, istighosah, NU award, dan mendengarkan teleconference dari Gelora Bung Karno Jakarta. (mkf)Dari Nu Online: nu.or.id

PKB Kab Tegal AlaSantri, Ulama PKB Kab Tegal

Minggu, 17 Desember 2017

Mesjid Sebagai Pusat Gerakan Aqidah Aswaja

Sumedang, PKB Kab Tegal. Untuk mewujudkan mesjid sebagai pusat gerakan pemeliharaan akidah Ahlussunnah wal Jamaah Annahdliyah, sebagai pusat pelayanan dan kesehatan umat, pusat keilmuan, dan sumber pendidikan, Pengurus Lembaga Tamir Mesjid (LTM) Nahdlatul Ulama Kabupaten Sumedang kembali menggelar Pelatihan Muharrik Mesjid pada hari Sabtu, 16 April 2016.?

Seluruh pengurus DKM se-Kecamatan Jatinangor yang berjumlah sebanyak 50 orang berkumpul di Mesjid Pondok Pesantren Al-Falah untuk mendapatkan materi tentang muharrik masjid.

Mesjid Sebagai Pusat Gerakan Aqidah Aswaja (Sumber Gambar : Nu Online)
Mesjid Sebagai Pusat Gerakan Aqidah Aswaja (Sumber Gambar : Nu Online)

Mesjid Sebagai Pusat Gerakan Aqidah Aswaja

Ketua LTMNU Kabupaten Sumedang Ust. Eman Sulaeman mengatakan bahwa pelatihan Muharrik Mesjid Nahdlatul Ulama ini menjadi program utama Pengurus LTMNU kabupaten Sumedang. Tujuan utamanya yaitu membentengi masjid-mesjid Nahdlatul Ulama dari rongrongan paham-paham radikal di luar paham Ahlussunnah wal Jamaah An-Nahdliyah.?

Selain itu ingin menyampaikan tentang pentingnya Kegiatan Muharrik Mesjid demi terciptanya pengurus masjid yang paham betul terhadap kegiatan-kegiatan tamir mesjid ala Ahlussunnah wal Jamaah An-Nahdliyah.

PKB Kab Tegal

Dalam kesempatan itu hadir pula Wakil Rais PCNU Sumedang Kiai Ade Gaos. Ia memaparkan secara detail dan terperinci materi tentang Ke-Aswaja-an ala Nahdlatul Ulama.?

Ia juga mengutip pepatah Arab, "Kebaikan yang tidak terorganisir akan dikalahkan oleh kebathilan yang terorganisir". Selain itu Kiai Ade Gaos juga membangkitkan semangat juang dan kecintaan warga Nahdliyin di daerah Jatinangor terhadap Nahdlatul Ulama dengan menyampaikan pepatah bijak Kiai Asad: "Jadikanlah NU itu sebagai istrimu yang engkau nafkahi, bukan sebagai suami yang engkau jadikan sebagai pemberi nafkah".

Selanjutnya untuk terciptanya warga Nahdliyin yang aman sejahtera, Kiai Ade Gaos mengajak warga untuk bersama-sama membesarkan Nahdlatul Ulama khususnya di daerah Kabupaten Sumedang.?

PKB Kab Tegal

Ketua LTMNU Kabupaten Sumedang sempat pula mengutip kata-kata bijak salah satu Kiai NU "Bangsa yang paling celaka adalah bangsa yang tidak mengetahui sejarah bangsanya sendiri, lebih-lebih umat yang tidak mengetahui sejarah agamanya sendiri" (Al-Habib Muhammad Luthfi bin Yahya). (Dede Rohmat Apandi/Mukafi Niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKB Kab Tegal News PKB Kab Tegal

Sabtu, 16 Desember 2017

Ini Daftar Lengkap Para Pemenang Kompetisi Sains Madrasah 2016

Pontianak, PKB Kab Tegal. Setelah melalui persaingan ketat, lahirlah para juara di ajang Kompetisi Sains Madrasah (KSM) ke-5 tahun 2016 di Pontianak. Lomba ditutup pada Jumat (26/8) malam. Selanjutnya para juara tersebut ditetapkan melalui Surat Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kemenag RI Nomor 4777 Tahun 2016 tentang Penetapan Pemenang KSM.

Ini Daftar Lengkap Para Pemenang Kompetisi Sains Madrasah 2016 (Sumber Gambar : Nu Online)
Ini Daftar Lengkap Para Pemenang Kompetisi Sains Madrasah 2016 (Sumber Gambar : Nu Online)

Ini Daftar Lengkap Para Pemenang Kompetisi Sains Madrasah 2016

Adapun daftar lengkap nama para juara di KSM 2016 dari tingkat MI, MTs, MA, dan MAN IC dapat dilihat di link ini: Website Direktorat Pendidikan Madrasah?

Provinsi Jawa Timur kembali menjuarai Kompetisi Sains Madrasah (KSM). Setelah menjadi juara umum di beberapa KSM sebelumnya, di KSM 2016 yang berlangsung di Kota Pontianak, Kalimantan Barat, mereka juga menyabet titel serupa.

Jawa Timur berhak mendapat gelar sebagai juara umum dengan menyabet 11 piala dengan rincian 9 emas pada bidang lomba; Matematika, IPA (MI), Matematika, Biologi, Fisika (MTs), Matematika, Biologi, Kimia, Ekonomi (MA), dan 2 perak; Geografi, Fisika (MA). Juara 2 diraih kontingen Jawa Tengah dengan 6 emas dan 5 perak, sementara peringkat 3 diraih Provinsi Jawa Barat dengan perolehan 5 medali emas, 3 perak dan 3 perunggu.

PKB Kab Tegal

Pemenang lomba-lomba yang ditetapkan dalam keputusan ini akan mendapatkan penghargaan berupa: medali, piagam penghargaan, dan bantuan studi apresiasi prestasi. Berikut rincian penghargaan:

Madrasah Ibtidaiyah (MI):

Medali Emas : 5.000.000,-

PKB Kab Tegal

Medali Perak : 4.000.000,-

Medali Perunggu : 3.000.000,-

?

Madrasah Tsanawiyah (MTs):

Medali Emas : Rp. 6.000.000,-

Medali Perak : Rp. 5.000.000,-

Medali Perunggu : Rp. 4.000.000,-

Madrasah Aliyah (MA):

Medali Emas : Rp. 7.000.000,-

Medali Perak : Rp. 6.000.000,-

Medali Perunggu : Rp. 5.000.000,-

?

Peraih penghargaan :

1) The Best Overall : Rp. 3.000.000,-

2) The Best Theory : Rp. 3.000.000,-

3) The Best Exploration/Experiment: Rp. 3.000.000,-

(Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKB Kab Tegal RMI NU, Fragmen PKB Kab Tegal

Umat Islam Wajib Ciptakan Lingkungan Bebas dari Sampah

Way Kanan, PKB Kab Tegal - Bumi berperan penting bagi kelangsungan hidup manusia. Karena itu, menjaga karunia Allah tersebut untuk tidak tercemar dan rusak merupakan keharusan. Setiap muslim berkewajiban ‘mencambuk dirinya mencintai kebersihan.

Pengasuh Pesantren Assiddiqiyah 11 Kiai Imam Murtadlo di Gunung Labuhan, Selasa (23/2) menilai maslahat? kegiatan "Way Kanan Ramik Ragom (beragam) Sakai Sambayan (gotong royong) Bergerak Untuk Indonesia #BebasSampah2020".

Umat Islam Wajib Ciptakan Lingkungan Bebas dari Sampah (Sumber Gambar : Nu Online)
Umat Islam Wajib Ciptakan Lingkungan Bebas dari Sampah (Sumber Gambar : Nu Online)

Umat Islam Wajib Ciptakan Lingkungan Bebas dari Sampah

"Kegiatan semacam itu harus ditindaklanjuti. Jadikan itu sebagai cambuk bagi kita, umat Islam untuk mencintai kebersihan. Artinya jangan sekali, tapi terus berlanjut. Masyarakat harus diedukasi memilah sampah dari sumbernya, karena sampah bisa menjadi berkah. Ini harapan saya ke depan," ujar Kiai Imam.

PKB Kab Tegal

Al-Quran Surat At-Taubah ayat 108 menyatakan Allah menyukai hamba-hamba-Nya yang bersih. Sementara Al-Quran Surat Ali Imran ayat 134 menegaskan Allah mencintai hamba-hamba yang berbuat kebaikan.

PKB Kab Tegal

"Gerakan dilakukan kemarin baik. Kalau ada yang melarang berbuat untuk kebaikan semacam itu, dan itu umat Islam. Itu perlu dipertanyakan sandarannya Islam apa. Terkecuali kegiatan tersebut bertabrakan dengan saat sholat misalnya, itu boleh dilarang. Saya siap diskusi dengan orang yang melarang melakukan kegiatan baik semacam itu," kata Kiai Imam lagi.

Pada Ahad, (21/2) sejumlah 30 santri Assiddiqiyah 11, 2 ustadzah, dan 5 anak dari Dusun 1 Pamuka Jaya, Kampung Labuhan Jaya Kecamatan Gunung Labuhan, menurut Kiai Imam, turun dalam aksi yang dipimpinnya langsung.

"Kiai-kiai kita sepatutnya mendukung dan terlibat dalam kegiatan kebersihan semacam itu,"? ujar alumni Pesantren Langitan, Tuban.

Berkaitan dengan kegiatan dikolaboratori GP Ansor setempat dipimpin Gatot Arifianto, Bupati Raden Adipati Surya memberi apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh relawan.? ? ? ?

"Mengawali itu yang sulit. Semua berawal dari kita, kita mulai dari lingkungan sekitar kita dulu. Jadikan budaya dalam diri kita untuk membuang sampah pada tempatnya. Saya sangat mengapresiasi kegiatan positif tersebut dan harapan kita bisa menjadi agenda rutin setiap bulan sehingga benar-benar terwujud lingkungan kita yang bersih dan bebas sampah," ujar Adipati.

Selain di Blambangan Umpu, Gunung Labuhan, Banjit, Baradatu, Negara Batin, Pakuan Ratu dan Way Tuba, peringatan HPSN 2016 juga diikuti Pramuka SMAN1 Bumi Agung Ambalan Raden Intan-RA Kartini. Kurang lebih 30 anggota Pramuka memilah dan memungut sampah berkeliling Kampung Pisang Baru, Kecamatan Bumi Agung. (Syuhud Tsaqafi/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKB Kab Tegal News PKB Kab Tegal

Waspadai Gaya Dakwah Wahabi

Mojokerto, PKB Kab Tegal. Banyak cara dilakukan aliran Wahabi saat memperkenalkan diri. Agar ajakannya bisa mengena kepada warga, tidak jarang mereka mengubah format dan nama agar tidak mudah dikenali.

Waspadai Gaya Dakwah Wahabi (Sumber Gambar : Nu Online)
Waspadai Gaya Dakwah Wahabi (Sumber Gambar : Nu Online)

Waspadai Gaya Dakwah Wahabi

Hal ini disampaikan oleh Ustadz Idrus Romli ketika menjadi pembicara pada acara Daurah Kader Aswaja di Pondok Pesantren Riyadlul Jannah Pacet Mojokerto, Jawa Timur Ahad (10/2). Kegiatan ini atas prakarsa Aswaja Center PCNU Kabupaten Mojokerto dan berlangsung sejak Sabtu hingga Ahad (9-10/2).

Idrus menandaskan bahwa untuk efektifitas dakwah yang dilakukan Wahabi yakni dengan mengubah format bahkan namanya sendiri. Dengan perubahan ini diharapkan akan banyak pihak yang akhirnya tertarik dan melupakan sama sekali kata “wahabi” yang di tanah air terlanjur dimusuhi.

PKB Kab Tegal

“Yang mudah dideteksi adalah mereka gemar melakukan dikotomi terhadap kalangan yang tidak sepaham,” katanya. Di antaranya mengatakan diri mereka sebagai al-muslimun, sedangkan kalangan yang tidak setuju dengan pendapat dan gerakan mereka disebut al-kafirun. “Demikian juga menyebut orang lain dengan al-musyrikun, sedangkan mereka mengklaim dirinya sebagai al-muwahhidun,” lanjutnya.

PKB Kab Tegal

Aktifis PW Aswaja Center NU Jawa Timur ini juga mengingatkan bahwa sekarang kelompok Wahabi menamakan dirinya dengan Salafi untuk melawan Ahlus Sunnah Wal Jamaah. “Mereka hanya mengubah nama, sedangkan isi, gerakan yang dibawa dan diajarkan sama saja dengan Wahabi jaman dulu,” sergahnya.

“Metamorfosis ini hendaknya dipahami secara baik oleh seluruh warga NU, khususnya mereka yang terlibat aktif di kepengurusan di berbagai tingkatan,” katanya mengingatkan.?

Redaktur ? ? : A. Khoirul Anam

Kontributor: Syaifullah

Dari Nu Online: nu.or.id

PKB Kab Tegal Ahlussunnah, Quote, Sejarah PKB Kab Tegal

Multaqa Ulama Nasional VIII Bahas Penguatan Pesantren

Solo, PKB Kab Tegal. Ratusan ulama berkumpul di Kota Solo dalam agenda ‘Multaqa Ulama Nasional VIII’, selama dua hari lalu (18-19/11). Kegiatan yang diisi dengan forum seminar dan diskusi tersebut dipusatkan di Gedung Bustanul Asyiqin Solo.

Multaqa Ulama Nasional VIII Bahas Penguatan Pesantren (Sumber Gambar : Nu Online)
Multaqa Ulama Nasional VIII Bahas Penguatan Pesantren (Sumber Gambar : Nu Online)

Multaqa Ulama Nasional VIII Bahas Penguatan Pesantren

Kepada PKB Kab Tegal salah satu panitia acara Habib Umar As-Segaf menerangkan pertemuan ulama ini diikuti ratusan ulama dan pemimpin pesantren dari berbagai daerah di Indonesia. “Ada sekitar 300-an ulama yang kami undang dari berbagai daerah se-Indonesia. Adapula tamu dari negara lain seperti Yaman dan Madinah,” ujar dia.

Ditambahkan oleh dia, dalam pertemuan yang diinisiasi Majelis Muwasholah ini dibahas beberapa tema antara lain mengenai penguatan madrasah dan pesantren.

PKB Kab Tegal

“Pertemuan ini akan dibagi menjadi 5 sesi. Sesi pertama diisi oleh Habib Umar bin Salim dari Yaman. Selanjutnya diadakan forum dialog dan diakhir kegiatan dibentuk beberapa komisi untuk mendiskusikan beberapa tema tersebut,” imbuh dia.

Hasil dari pertemuan ini, kemudian akan dibentuk kegiatan serupa di beberapa daerah. “Harapan dari forum ini, semoga dapat mengikat hubungan ulama, serta mengembalikan peran mereka,” pungkasnya. (Ajie Najmuddin/Anam)

PKB Kab Tegal

Dari Nu Online: nu.or.id

PKB Kab Tegal News PKB Kab Tegal