Minggu, 19 November 2017

Hukum Aqiqah dengan Sapi

Assalamu ’alaikum wr. wb.

Redaksi Bahtsul Masail PKB Kab Tegal yang kami hormati. Sebelumnya mohon maaf apabila pertanyaan kami tidak berkenan di hati. Kami hendak menanyakan hal yang terkait dengan aqiqah. Kebiasaan yang berlaku aqiqah itu dengan kambing sebagaimana yang kami ketahui selama ini.

Hukum Aqiqah dengan Sapi (Sumber Gambar : Nu Online)
Hukum Aqiqah dengan Sapi (Sumber Gambar : Nu Online)

Hukum Aqiqah dengan Sapi

Yang ingin kami tanyakan bolehkah aqiqah dengan sapi? Yang kedua, jika boleh apakah satu sapi bisa untuk aqiqah tujuh anak? Bolehkah menyembelih sapi dengan niat aqiqah sebagian orang dan niat qurban sebagian lainnya. Atas penjelasannya kami ucapkan terima kasih. Wassalamu ’alaikum wr. wb. (Ahmad Fajri/Pemalang)

Jawaban

PKB Kab Tegal

Assalamu ’alaikum wr. wb.

Penanya yang budiman, semoga selalu dirahmati Allah SWT. aqiqah memang masalah yang tak akan lekang oleh waktu. Ia selalu berkait-kelindan dengan kelahiran anak. Sepanjang masih ada kelahiran seorang anak manusia, selama itu pula aqiqah akan tetap melekat dan tak terpisahkan.

PKB Kab Tegal

Ajaran tentang aqiqah sudah sangat terang-benderang disabdakan oleh Rasulullah SAW. Dalam salah satu sabdanya beliau mengatakan, bahwa seorang bayi itu tergadakan dengan aqiqahnya, pada hari ketujuh disembelih hewan dicukur rambutnya dan diberi nama.

? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Artinya, “Seorang bayi itu tergadaikan dengan aqiqahnya, pada hari ketujuh disembelih hewan, dicukur rambutnya, dan diberi nama,” (HR Tirmidzi).

Pesan penting yang ingin dikatakan dalam hadits tersebut adalah anjuran untuk mempublikasikan kebahagian, kenikmatan, dan nasab. Dengan demikian aqiqah adalah salah satu bentuk taqarrub kepada Allah dan manifestasi rasa syukur kepada-Nya atas karunia yang telah dilimpahkan.

Sudah jamak diketahui bahwa aqiqah jika bayi yang lahir adalah laki-laki adalah disunahkan dengan menyembelih dua ekor kambing. Sedang apabila perempuan disunahkan dengan menyembelih seekor kambing. Tentunya dengan ketentuan-ketentuan yang telah diatur dalam masalah ini.

Sampai di titik ini sebenarnya tidak ada persoalan serius. Namun persoalan kemudian muncul jika pihak yang mempunyai anak ingin mengganti aqiqah berupa kambing dengan hewan lain, sapi misalnya. Di sini kemudian muncul pertanyaan, bagaimana hukumnya aqiqah dengan sapi? Lantas, apakah sapi bisa dibuat aqiqah untuk tujuh orang bayi?

Untuk menjawab hal ini ada baiknya kita tengok keterangan dalam kitab Kifayatul Akhyar. Dalam kitab ini dikatakan bahwa menurut pendapat yang paling sahih (al-ashshah) aqiqah dengan unta gemuk (al-badanah) atau sapi lebih utama dibanding aqiqah dengan kambing (al-ghanam). Namun pendapat lain menyatakan, yang paling utama adalah aqiqah dengan kambing sesuai bunyi hadits yang ada (li zhahiris sunah).

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Artinya, “Menurut pendapat yang paling sahih, aqiqah dengan unta gemuk (al-badanah) atau sapi lebih utama dibanding aqiqah dengan kambing. Namun dalam pendapat lain dikatakan bahwa aqiqah dengan kambing lebih utama, yang saya maksudkan adalah dengan dua ekor kambing untuk bayi laki-laki dan seekor kambing untuk bayi perempuan, karena sesuai dengan bunyi sunah,” (Lihat Taqiyuddin Al-Hushni, Kifayatul Akhyar fi Halli Ghayatil Ikhtishar, Beirut, Darl Fikr, halaman 535).

Jika kita cermati penjelasan dalam kitab Kifayatul Akhyar itu, dengan jelas mengandaikan kebolehan beraqiqah dengan unta atau sapi. Bahkan dengan sangat gamblang dikatakan di situ, bahwa pendapat yang lebih sahih adalah yang menyatakan bahwa beraqiqah dengan unta atau sapi lebih utama dibanding dengan kambing.

Selanjutnya menanggapi pertanyaan kedua mengenai soal sapi yang dijadikan aqiqah untuk tujuh anak, apakah boleh? Dalam konteks ini diperbolehkan, bahkan jika ada beberapa pihak dengan niat yang berbeda sekalipun.

Misalnya ada tujuh orang yang patungan membeli sapi, dari ketujuh orang tersebut yang tiga berniat untuk aqiqah, sedang yang lainnya berniat untuk berkurban, atau hanya sekedar mengambil dagingnya untuk dimakan ramai-ramai atau mayoran.

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Artinya, “Jika seseorang menyembelih sapi atau unta yang gemuk untuk tujuh anak atau adanya keterlibatan (isytirak) sekelompok? orang dalam hal sapi atau unta tersebut maka boleh, baik semua maupun sebagian dari mereka berniat untuk aqiqah sementara sebagian yang lain berniat untuk mengambil dagingnya untuk pesta (makan besar/mayoran),” (Lihat Muhyiddin Syaraf An-Nawawi, Al-Majmu’ Syarhul Muhadzdzab, Jeddah, Maktabah Al-Irsyad, juz VIII, halaman 409).

Bagi orang tua yang anaknya belum diaqiqahi dan sudah memiliki rezeki yang lapang, sebaiknya segera diaqiqahi.

Demikian jawaban yang dapat kami kemukakan. Kami selalu terbuka untuk menerima saran dan kritik dari para pembaca.

Wallahul muwaffiq ila aqwamith thariq,

Wassalamu ’alaikum wr. wb.


(Mahbub Ma’afi Ramdlan)Dari Nu Online: nu.or.id

PKB Kab Tegal Pahlawan, Kajian PKB Kab Tegal

Rais Aam PBNU Sambut Kirab Resolusi Jihad di Banten

Serang, PKB Kab Tegal. Perjalanan Kirab Resolusi Jihad NU 2016 memasuki Kabupaten Serang, Banten, Jumat (21/10) siang. Pesantren An-Nawawi Tanara, Serang menjadi salah satu tempat tujuan kirab.

Pengasuh Pesantren An-Nawawi yang juga Rais Aam PBNU, KH Maruf Amin mengatakan kegiatan kirab yang merupakan salah satu bentuk peringatan Hari Santri Nasional 2016, menunjukkan pengakuan bahwa santri juga berperan dalam membela, mempertahankan serta menjaga NKRI.

Rais Aam PBNU Sambut Kirab Resolusi Jihad di Banten (Sumber Gambar : Nu Online)
Rais Aam PBNU Sambut Kirab Resolusi Jihad di Banten (Sumber Gambar : Nu Online)

Rais Aam PBNU Sambut Kirab Resolusi Jihad di Banten

Kewajiban membela negara kiranya wajar, karena para santri selain diajari oleh para ulama dengan pengetahuan dan ilmu agama, juga dididik menjadi Al-Mujahidin, yakni pejuang dalam membela negara dan agama. Oleh karena itu, membela negara adalah bagian dari iman (hubbul wathoni minal iman).

Selanjutnya, Kiai Maruf menyampaikan jihad di Indonesia saat ini bukan dalam bentuk peperangan dengan senjata fisik, berbeda dengan jihad merebut dan mempertahankan kemerdekaan tahun 1945.?

PKB Kab Tegal

“Jihad (perjuangan) pada masa sekarang adalah perbaikan-perbaikan dalam menjaga umat dari akidah menyimpang, dan menjaga negara dari kelompok radikal,” ujar Kiai Ma’ruf.

Menurutnya, salah satu radikalisme adalah sekuler. Pemahaman sekuler ini dapat menghilangkan nilai agama dari tata hidup dan jiwa kita. Hal itu pernah juga dikhawatirkan oleh KH Hasyim Asyari. Selain itu, pemahaman fundamentalisme juga menjadi akar radikalisme sehingga sikap moderat (wasathiyah) ala NU harus terus diteguhkan.

PKB Kab Tegal

Jangan sampai jiwa keagamaan mati dari diri dan hidup kita. Dalam upaya itu, kaum santri wajib belajar mempertahankan negara, sesuai dengan kondisi kekinian. Santri dapat berperan dalam berbagai bidang, seperti politik, ekonomi, dan sosial budaya. (Kendi Setiawan/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKB Kab Tegal Budaya PKB Kab Tegal

Keraton Perlu Lakukan Otokritik

Palembang, PKB Kab Tegal

Keraton-keraton di Indonesia ? B?>?E?©?@ ÂÊ:Hcr{áò?PÌ! ?Ë&Çö Pÿÿ?i. Sebab sekarang ini, sejarah keraton menjadi sempit, mengedepankan ego-ego pribadi para pangeran. Mereka jadi pragmatis dan dangkal.



Keraton Perlu Lakukan Otokritik (Sumber Gambar : Nu Online)
Keraton Perlu Lakukan Otokritik (Sumber Gambar : Nu Online)

Keraton Perlu Lakukan Otokritik

Demikian dilontarkan Ketua Pengurus Wilayah Lembaga Seni dan Budaya Muslimin Indonesia (PW Lesbumi), Yogyakarta, M Jadul Maula, dalam rangka menyambut Festival Keraton Nusantara VII di Palembang, 26-28 November. Festival diikuti 155 kerajaan, kesultanan dan lembaga adat Nusantara.

"Keraton perlu merevitalisasi nilai-nilai luhur yang mereka punya dan menjadikannya sebagai pijakan untuk reorientasi dirinya menjadi pusat-pusat budaya yang aktif dan wilayah masing-masing, sekaligus konstruktif bagi pengembangan bangsa Indonesia yang majemuk," jelas Jadul Maula.

PKB Kab Tegal

"Keraton mestinya bisa jadi energi sosial yang kreatif bagi pengembangan kedaulatan dan karakter bangsa," tambahnya.

PKB Kab Tegal

Festival keraton ini, tegas Jadul, seyogyanya juga dijadikan momentum peringatan bahwa Nusantara sebetulnya punya pengalaman membangun sistem ketatanegaraan yang berakar pada sejarah dan nilai-nilai sendiri, yang berdaulat dan kuat.

"Ini mestinya juga sekaligus kritik terhadap elit politik dan inteletual yang mengutak-atik UUD kita, namun mereka tercerabut dari akar, karena mendasarkan diri pada sejarah dengani nilai-nilai bangsa lain, Eropa dan Amerika," ungkap Jadul yang dikenal dekat dengan keraton Yogyakarta.

Sementara itu, Gubernur Sumatera Selatan Alex Noerdian pada "welcome dinner" di Griya Agung Palembang, Jumat malam, mengharapkan kegiatan ini merupakan salah satu upaya peningkatan kepedulian terhadap adat, istiadat dan budaya asli masing-masing daerah.

Menurut dia, keberagaman adat dan budaya Indonesia merupakan kekayaan yang patut dibanggakan bangsa, karenanya harus terus dipertahankan sehingga lestari sampai akhir zaman.

Kegiatan itu juga menjadi bentuk persatuan bangsa Indonesia dari berbagai latar belakang yang berbeda, tambahnya.

Zuriat Kesultanan Palembang Darussalam Sultan Iskandar Mahmud Badaruddin mengatakan, festival itu merupakan agenda dua tahunan raja dan sultan Nusantara. "Palembang merupakan daerah pertama di Sumatera yang menjadi tuan rumah festival," katanya.

Dia menjelaskan, kegiatan itu menjadi salah satu upaya mempertahankan keberagaman adat, istiadat dan budaya dari ratusan kerajaan, kesultanan dan lembaga adat.

Selain itu, festival menjadi agenda tahunan memperat silaturahmi bangsa Indonesia yang berasal dari kerajaan, kesultanan dan lembaga adat Nusantara, ujarnya.

Acara "welcome dinner" yang dilaksanakan di rumah dinas gubernur tersebut ramai dan sangat meriah.

Diawali dengan makan malam menjamu raja, sultan dan lembaga adat serta rombongan, kegiatan itu dimeriahkan beragam tarian mulai dari Gending Sriwijaya sampai dengan tarian modern.

Dalam kesempatan tersebut Sultan Palembang memperkenalkan satu persatu perwakilan raja dan sultan yang hadir. Festival Keraton Nusantara juga dihadiri Kesultanan Brunei Darussalam dan Sulu Filipina dan Malaysia.(hh/ant)Dari Nu Online: nu.or.id

PKB Kab Tegal Ulama PKB Kab Tegal

Dubes RI untuk Arab Saudi: Haji Tahun Ini Istimewa

Jeddah, PKB Kab Tegal. Duta Besar RI untuk Saudi Agus Maftuh Abegebriel mengatakan bahwa pemerintah Kerajaan Saudi menilai bahwa penyelenggaraan haji tahun ini berjalan sukses.

Dubes RI untuk Arab Saudi: Haji Tahun Ini Istimewa (Sumber Gambar : Nu Online)
Dubes RI untuk Arab Saudi: Haji Tahun Ini Istimewa (Sumber Gambar : Nu Online)

Dubes RI untuk Arab Saudi: Haji Tahun Ini Istimewa

“Informasi yang saya terima dari rilis kerajaan Arab Saudi mengatakan, bahwa ibadah haji tahun ini istimewa sebagaimana tahun kemarin,” terang Agus Maftuh usai melepas keberangkatan jemaah kloter satu Embarkasi Solo (SOC 01) di Bandara Internasional King Abdul Aziz Jeddah, Rabu (6/9).

“Mereka menyebutnya dengan at-tanahum al-amtsal, sebuah harmoni yang sangat cantik dari semua pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan haji tahun ini,” sambungnya.

Menurut Agus Maftuh, banyak pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan ibadah haji. Selain masing-masing penitia penyelenggara negara pengirim jemaah haji, dari pihak Saudi ada Kementerian Dalam Negeri Arab Saudi, Kementerian Haji dan Umrah, termasuk juga GIP atau BIN nya Saudi yang melakukan asessment security atau kajian tentang keamanan haji tahun ini.

PKB Kab Tegal

“Penyelenggaraan haji tahun ini sangat sukses meski jumlahnya jauh lebih banyak. Ada tambahan 52ribu. Awalnya saya agak pesimis dengan begitu drastis nya peningkatan kuota ini,” aku Agus Maftuh.

Meski demikian, Agus Maftuh mengakui masih ada sejumlah catatan perbaikan, antara lain di Mina, terkait tenda dan antrian panjang toilet.  Akan hal ini, Agus mengatakan pihaknya akan  melakukan diplomasi haji dengan ad-Diwan al-Malaky atau Royal Code. “Kita akan minta perbaikan perbaikan ke depannya,” tegasnya.

Ditanya soal  alternatif solusi yang akan ditawarkan, Agus menjawab tegas perlunya membangun bangunan bertingkat di Mina. “Atau kita minta ke Saudi bahwa Indonesia akan terlibat dengan WIKA atau WASKITA nya untuk bangun toilet di situ (Mina). Ini terobosan yang harus kita lakukan,” jelasnya. 

“Kita sudah dapat titik yang ada di Mina Jadid. Bangunan toilet di situ akan kita tingkat dua atau tiga sehingga kenyamanan jemaah haji akan terasa di situ karena kami sering mendapat keluhan bahwa musibah terbesar jemaah haji itu ketika antri di toilet,” sambungnya.

PKB Kab Tegal

Kondisi di Mina saat ini juga yang membuat  Agus Maftuh memilih bersikap rasional soal kemungkinan adanya penambahan kuota. Meski demikian, pihaknya akan terus mengupayakan. Menurutnya, ada dua cara yang akan dilakukan.

“Pertama, akan kita mintakan langsung kepada kerajaan. Skema kedua kita nego dengan negara anggota OKI untuk mengambil kuota yang tidak terpakai terutama di negara-negara Afrika. Dengan cara ini kita akan bisa menambah lagi kuota Indonesia,” tandasnya.

Kuota jemaah haji Indonesia tahun ini kembali normal menjadi 211.000. Kuota tahun ini bahkan bertambah sebanyak 10ribu atas lobby Presiden Joko Widodo sehingga totalnya menjadi 221.000. Kuota tahun ini lebih banyak 52.200 jika dibanding empat tahun terakhir yang hanya 168.800 seiring adanya pemotongan kuota sebesar 20 persen. (Red: Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKB Kab Tegal Olahraga, News PKB Kab Tegal

Jalin Silaturahim Melalui Istighotsah

Probolinggo, PKB Kab Tegal. Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Kecamatan Wonomerto Kabupaten Probolinggo memanfaatkan kegiatan istighotsah sebagai media untuk mempererat ikatan silaturahim antara pengurus MWC dan Pengurus Ranting Nahdlatul Ulama (PRNU) dengan tokoh agama, tokoh masyarakat dan guru ngaji se Kecamatan Wonomerto.

Jalin Silaturahim Melalui Istighotsah (Sumber Gambar : Nu Online)
Jalin Silaturahim Melalui Istighotsah (Sumber Gambar : Nu Online)

Jalin Silaturahim Melalui Istighotsah

Ketua Tanfidziyah MWCNU Kecamatan Wonomerto Badrus Sholeh kepada PKB Kab Tegal, Ahad (6/10) mengatakan, istighotsah ini digelar dengan tujuan untuk mengamalkan ajaran tradisi ulama NU Ahlussunnah Wal Jamaah (Aswaja) dan mendoakan masyarakat. Selain itu juga untuk menyerapkan aspirasi segenap warga NU se Kecamatan Wonomerto.

“Istighotsah ini digelar secara rutin untuk selalu melestarikan tradisi-tradisi yang dilakukan oleh ulama NU. Disini kami berdoa bersama-sama dengan harapan senantiasa diberikan kemudahan dalam segala hal sehingga dapat berkomunikasi dan koordinasi dengan baik kepada ranting dalam melaksanakan program kerja,” ungkapnya.

PKB Kab Tegal

Lebih lanjut Badrus Sholeh meyakini bahwa kegiatan istighotsah tersebut akan semakin mempererat dan memperkokoh jalinan ikatan silaturahim diantara sesama pengurus NU dan Nahdliyin. Sehingga nantinya akan menumbuhkan rasa kebersamaan untuk bersama-sama membesarkan organisasi NU.

“Istighosah ini merupakan salah satu tradisi ulama NU yang harus terus dilestarikan. Jangan pernah meninggalkan tradisi-tradisi yang ada dan tetap berpedoman pada hal-hal yang telah dirumuskan oleh ulama NU. Sebab tradisi-tradisi ini merupakan simbol dan kekuatan untuk membesarkan NU di tengah-tengah masyarakat,” tegasnya.

PKB Kab Tegal

Menurut Badrus Sholeh, selain melakukan istighotsah, kesempatan berkumpul bersama tersebut juga dimanfaatkan oleh pengurus MWCNU Kecamatan Wonomerto berdiskusi untuk membahas program kerja sekaligus menampung usulan-usulan dari pengurus ranting.

”Usulan yang kita dapatkan nantinya akan dijadikan sebagai pedoman dasar dalam menyusun program kerja dalam rangka memberikan kemaslahatan kepada segenap warga NU Kecamatan Wonomerto pada khususnya dan Kabupaten Probolinggo pada umumnya,” pungkasnya. (Syamsul Akbar/Anam)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKB Kab Tegal Kajian, PonPes, Amalan PKB Kab Tegal

Ribuan Warga NU Ikut Lomba Lari Sarungan

Surabaya, PKB Kab Tegal. Ribuan warga Nahdlatul Ulama masyarakat umum bersama prajurit TNI-AD dan Polri, Ahad (26/7) pagi memadati Lapangan Makodam V/Brawijaya Surabaya. Mereka mengikuti Lari Sarungan di Sarong Fun Run.?

Acara yang diikuti sekitar 5.000 peserta dan sebanyak 1.000 peserta di antaranya berasal dari prajurit TNI AD dan anggota Polri ini digelar dalam rangka memeriahkan dan menyambut Muktamar ke-33 NU yang akan digelar di Jombang pada 1-5 Agustus 2015 mendatang.

Ribuan Warga NU Ikut Lomba Lari Sarungan (Sumber Gambar : Nu Online)
Ribuan Warga NU Ikut Lomba Lari Sarungan (Sumber Gambar : Nu Online)

Ribuan Warga NU Ikut Lomba Lari Sarungan

"Ini satu dari 25 kegiatan Pra Muktamar NU yang ini sifatnya olahraga sekaligus bergembira karena berlari mengenakan sarung," kata Ketua Panitia Daerah Muktamar ke-33 NU, Saifullah Yusuf.

PKB Kab Tegal

Menurut Gus Ipul - panggilan akrab dia, lari dengan mengenakan sarung selain menyehatkan juga membuat suasana menjadi semarak. "Juga untuk melestarikan budaya NU. Sudah biasa lari mengenakan pakaian olahraga, tapi sekarang ditambah dan wajib memakai sarung. Tentu akan berbeda, dan ini sekaligus menjaga tradisi," ujarnya.

Karena itu, sambung Gus Ipul, sarung bukan hanya dipakai untuk beribadah, melainkan juga sudah menjadi bagian dari kehidupan keseharian, terutama kalangan kiai, santri dan warga Nahdliyin secara umum.

PKB Kab Tegal

Usai mengikuti lomba lari sarungan, peserta dihibur tampilan KotaK Band, dan alunan musik serta vokal Tantri sang vokalis yang mampu menghipnotis peserta. Seraya menunggu selingan dibacakan nomor peserta sebagai penerima hadiah dari panitia Saroong Fun Run, mereka ikut bernyanyi dan bergoyang dengan sesekali meneriakkan nama KotaK dan Tantri.

Muktamar ke-33 NU akan berlangsung di Jombang pada 1-5 Agustus mendatang. Sesuai jadwal akan dibuka secara resmi oleh Presiden Joko Widodo, dan penutupan oleh Wakil Presiden Jusuf Kalla. Pembukaan dan sidang pleno ditempatkan di Alun alun Jombang. Sedangkan sidang komisi berlangsung di empat pondok pesantren, yakni Pesantren Tebuireng, Mambaul Maarif Denanyar, Bahrul Ulum Tambakberas, dan Darul Ulum Paterongan. (Abdul Hady JM/Mukafi Niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKB Kab Tegal Doa, Humor Islam, AlaNu PKB Kab Tegal

Sabtu, 18 November 2017

Menaker Dukung Penyandang Disabilitas Bekerja di Berbagai Bidang

Bandung, PKB Kab Tegal. Menteri Ketenagakerjaan M Hanif Dhakiri mengajak penyandang disabilitas untuk tetap optimis dalam menjalani hidup dengan terus berkarya dan bekerja di berbagai bidang.?

Pemerintah terus mendukung dan memfasilitasi dengan mengadakan pelatihan khusus berupa keterampilan dan berwirausaha, serta menggelar bursa khusus bagi mereka.?

Menaker Dukung Penyandang Disabilitas Bekerja di Berbagai Bidang (Sumber Gambar : Nu Online)
Menaker Dukung Penyandang Disabilitas Bekerja di Berbagai Bidang (Sumber Gambar : Nu Online)

Menaker Dukung Penyandang Disabilitas Bekerja di Berbagai Bidang

"Saya harap rekan-rekan difabel tetap optimis, tetap berkarya dan bekerja dengan hati. Bukan berapa besar materi yang diperoleh, tetapi seberapa besar keberkahan yang didapat dalam hidup," kata Menaker Hanif saat menghadiri acara Gebyar Pemberian Manfaat Kepada Penyandang Disabilitas se-Provinsi Jawa Barat di Bandung, Selasa, (8/8).?

Selama ini, lanjut Menaker, mereka yang berkebutuhan khusus juga turut memberikan kontribusi besar terhadap bangsa Indonesia. Sebagai anak bangsa, apapun kondisinya semua harus bergerak maju dan terus memperbaiki diri supaya memiliki kualitas yang lebih baik.

"Banyak rekan-rekan difabel yang memiliki usaha sendiri dan bisa membuka lowongan kerja. Malah mereka memiliki karyawan orang normal. Ini membuktikan bahwa kesuksesan adalah hak siapa saja, asalkan mau bekerja keras," kata Hanif.

Menurutnya, ? pembangunan ketenagakerjaan di Indonesia harus dilakukan secara inklusif, denganmemberi akses kepada siapa saja dan apapun kondisinya berhak mendapat akses pendidikan dan pekerjaan yang layak.

PKB Kab Tegal

Pemerintah juga memberikan perlindungan kepada para penyandang disabilitas melalui jaminan sosial yang diselenggarakan BPJS Ketenagakerjaan dan BPJS Kesehatan. ? Pemerintah juga mendorong perusahaan-perusahaan dan BUMN/BUMD turut memberikan kesempatan kerja kepada penyandang kebutuhan khusus sesuai dengan jenis dan derajat kecacatan, pendidikan dan kemampuannya,

Berdasarkan data Survei Satuan Kerja Nasional, pada ? Februari 2017, penduduk usia kerja difabel secara mencapai ? 21.930.529 orang, sedangkan yang termasuk angkatan kerja sebanyak 11.224.673 orang (51,18 persen). Angkatan kerja disabilitas yang bekerja sebanyak 10.810.451 orang (96,31 persen) dan sisanya sebanyak 414.222 orang (3,69 persen) menganggur.

Sementara itu, Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan Agus Susanto yang juga hadir di acara tersebut mengungkapkan bahwa jaminan sosial yang diberikan oleh BPJS, merupakan bentuk kehadiran negara dalammelindungi warganya.?

"BPJS Ketenagakerjaan hadir bagi seluruh masyarakat pekerja tanpa, termasuk kepada penyandang kebutuhan khusus,” kata Agus.

PKB Kab Tegal

Menurutnya, pemerintah sangat serius memperhatikan kesejahteraan masyarakat pekerja. Jika terjadi kecelakaan kepada pekerja dan harus dirawat di rumah sakit misalnya, maka BPJS Ketenagakerjaan akan menanggung semua biayanya sampai sembuh, tanpa ada batasan biaya.

Pada acara tersebut, Menaker Hanif bersama Dirut BPJS Ketenagakerjaan memberikan bantuan kepada beberapa penyandang cacat berupa mesin jahit, kaki palsu, kursi roda, dan beberapa barang lainnya. (Red-Zunus)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKB Kab Tegal Pesantren PKB Kab Tegal