Senin, 13 November 2017

Pergunu Kraksaan Lengkapi Kepengurusan Anak Cabang

Probolinggo, PKB Kab Tegal - Dalam rangka menguatkan dan membesarkan organisasi, Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (Pergunu) Kota Kraksaan berupaya keras melengkapi kepengurusan di semua pimpinan anak cabang. Hal ini dilakukan mempermudah komunikasi dan koordinasi guna menjalankan program organisasi.

Hingga saat ini, telah rampung dibentuk kepengurusan 14 PAC Pergunu di 13 kecamatan di wilayah kerja Pergunu Kota Kraksaan. Semuanya meliputi PAC Pergunu Gending, Maron, Banyuanyar, Tiris Timur, Tiris Barat, Krucil, Gading, Pajarakan, Kraksaan, Pakuniran, Besuk, Kotaanyar, Krejengan, dan Paiton.

Pergunu Kraksaan Lengkapi Kepengurusan Anak Cabang (Sumber Gambar : Nu Online)
Pergunu Kraksaan Lengkapi Kepengurusan Anak Cabang (Sumber Gambar : Nu Online)

Pergunu Kraksaan Lengkapi Kepengurusan Anak Cabang

Ketua Pergunu Kota Kraksaan Ishuddin mengatakan, sebuah kebanggaan ketika kehadiran Pergunu ternyata mampu menjadi magnet bagi para cerdik pandai di kalangan para ustadz di Probolinggo.

PKB Kab Tegal

“Mereka dengan ikhlas dan antusias mau bergabung dan mengikrarkan diri untuk bersama-sama berjuang membesarkan organisasi dan mengamalkan ilmu dalam membangun dan mencerdaskan masyarakat,” kata Ishuddin, Senin (25/1).

Menurutnya, dalam setiap agenda pertemuan para aktivis yang baru tergabung dalam wadah Pergunu ini selalu menyuarakan berbagai hal yang kesemuanya bermuara untuk mendorong terjadinya perubahan dan perbaikan, utamanya dalam peningkatan kualifikasi akademik dan kompetensi para guru, ustadz dan ustadzah yang berkiprah di lembaga-lembaga pendidikan ke-NU-an.

PKB Kab Tegal

“Mereka telah sepakat untuk menjadikan organisasi Pergunu sebagai wadah menempa diri agar menjadi lebih baik, lebih berkualitas dan juga lebih bermartabat,” jelasnya.

Kenyataan ini, jelas Ishuddin, tentu sejalan dengan semangat Pergunu secara umum untuk berjuang memperbaiki masyarakat melalui jalur pendidikan yang diawali dengan kesadaran untuk memperbaiki dan meningkatkan kualitas dan kompetensi para pelaku pendidikan yang tidak lain adalah para guru atau ustadz tersebut.

“Kita akan memberikan dan memfasilitasi berbagai kegiatan yang mampu memberikan sesuatu yang lebih baik terhadap semua pelaku pendidikan. Bahkan tidak hanya terbatas pada anggota Pergunu. Semua akan mendapatkan manfaat dari kelahiran Pergunu ini,” tegasnya.

Ishuddin berharap semoga ke depan Pergunu bisa dan mampu menjadi wadah yang mampu menaungi para ustadz dalam mengembangkan diri agar lebih baik dan utamanya dalam ikut berkiprah memberikan warna lebih bagi kemajuan pendidikan, khususnya di Probolinggo. (Syamsul Akbar/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKB Kab Tegal Berita, Sejarah, Kajian Sunnah PKB Kab Tegal

Tarekat adalah Pilar dan Ruh NU

Bandung, PKB Kab Tegal. Dosen Pascasarjana Universitas Islam Sunan Gunung Djati Bandung DR. Ajid Tohir mengatakan, salah satu pilar dan merupakan ruh Nahdlatul Ulama adalah thariqah (tarekat). NU kemudian menjam’iyahkan para pengamalnya dalam Jamiyah Ahli Thariqah Mutabarah An Nahdliyah (JATMAN).

Tarekat adalah Pilar dan Ruh NU (Sumber Gambar : Nu Online)
Tarekat adalah Pilar dan Ruh NU (Sumber Gambar : Nu Online)

Tarekat adalah Pilar dan Ruh NU

Pendapat Ajid diperkuat dengan mengutip pernyataan Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj pada sebuah pertemuan di Cihampelas. “Ruh-nya NU itu ada di Thariqah," kutipnya pada pembentukan Mahasiswa Ahli Thariqah Mutabarah An Nahdliyah (MATAN) Jawa Barat di Bandung Sabtu (14/2).

Menurut penulis buku “Gerakan Politik Kaum Tarekat Qadiriyah-Naqsyabandiyah di Pulau Jawa” ini, kontribusi penganut tarekat dalam perjuangan melawan kolonialisme sangat besar. Dalam temuannya, setiap ada pergerakan melawan penjajah selalu melibatkan penganut tarekat.

PKB Kab Tegal

Namun, perjuangan kalangan tarekat justru kurang dihargai pada masa kemerdekaan. Bahkan mereka dicap sebagai kalangan yang menjadi penyebab mundurnya dunia Islam, khususnya di Indonesia.

PKB Kab Tegal

"Dulu sekitar tahun 1970-an kelompok thariqah menjadi sasaran empuk kelompok reformis karena thariqah dianggap sebagai kemunduran Islam. Padahal sebenarnya thariqah punya peran besar dalam melawan penjajah," tambahnya.

Lain lagi dengan cara pandang orang pada kalangan tarekat pada zaman sekarang. Menurut Ajid, tarekat mulai digemari masyarakat. Bahkan di kalangan akademik.

Karena, sambung Ajid, di akademik yang selalu diisi adalah intelektual melulu, sementara ruhaniyahnya hampa. Sementara yang mengisi ruhaniyah itu adalah tasawuf yang dilakoni kalangan tarekat.

"Belajar dalam tasawuf itu tidak ada akhirnya, kita akan terus menjadi murid, menjadi salik sampai tutup usia," lanjutnya. (Aiz Luthfi/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKB Kab Tegal News, Fragmen, Pemurnian Aqidah PKB Kab Tegal

Hardiknas, PMII Soroti Diskriminasi Pendidikan

Sidoarjo, PKB Kab Tegal. Sejumlah aktivis Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) komisariat Universitas Sunan Giri (Unsuri) Waru Kecamatan Waru Kabupaten Sidoarjo memperingati Hari Pendidikan Nasional (Hardknas) dengan menggelar acara refleksi bertajuk "Stop diskriminasi pendidikan".

Hardiknas, PMII Soroti Diskriminasi Pendidikan (Sumber Gambar : Nu Online)
Hardiknas, PMII Soroti Diskriminasi Pendidikan (Sumber Gambar : Nu Online)

Hardiknas, PMII Soroti Diskriminasi Pendidikan

Kegiatan diadakan di Gedung C Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Unsuri dengan diikuti sekitar 37 kader dan anggota PMII Unsuri dari berbagai fakultas, Sabtu (2/5) malam.

Ketua komisariat PMII Unsuri Ainur Rahman menjelaskan, melalui refleksi ini pihaknya berupaya untuk mencari solusi dari ketimpangan pendidikan antara di perkotaan dengan pedesaan atau sekolah-sekolah yang berada di wilayah pinggiran Sidoarjo.

PKB Kab Tegal

"Karena selama ini bisa kita ketahui bersama kualitas dan fasilitas pendidikan antara di kota dengan di desa atau pinggiran itu tidak sama. Sehingga siswa-siswa berprestasi didomenasi oleh siswa/i yang berasal dari sekolah negeri maupun swasta yang ada di daerah perkotaan," urai Ketua komisariat PMII Unsuri Ainur Rahman.

Ia berharap kepada Dinas Pendidikan terutama di Sidoarjo untuk membangun kasadaran dan pemahaman terkait problematika ketimpangan pendidikan. Dari hasil refleksi itu nantinya ada beberapa rekomendasi yang akan dikirimkan kepada Dinas Pendidikan Sidoarjo. Adapun beberapa rekomendasi itu diantaranya :

PKB Kab Tegal

Pertama, pengembangan sekolah di kawasan pinggiran guna mewujudkan pendidikan yang bermutu tanpa diskriminasi; Kedua, meminta agar komisi D DPRD Sidoarjo yang membidangi Pendidikan lebih memasifkan? perannya dalam controling untuk mengantisipasi terjadinya KKN di tingkat sekolah; Ketiga, mengusulkan Pendidikan menjadi prioritas program kerja pemerintah daerah.

"Karena pendidikan ini merupakan jantung kemajuan dan perkembangan suatu daerah dalam segala sektor. Semoga rekomendasi itu nantinya bisa direalisasikan," harapnya. (Moh Kholidun/Anam)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKB Kab Tegal AlaNu PKB Kab Tegal

Minggu, 12 November 2017

IPNU-IPPNU Lamongan Persiapkan Kader NU Masa Depan

Lamongan, PKB Kab Tegal. Dalam rangka meningkatkan mutu kader-kader muda Nahdlatul Ulama, Pimpinan Cabang IPNU-IPPNU Kabupaten Lamongan menggelar Latihan Kader Utama (Lakut) yang merupakan jenjang pengkaderan tertinggi di tingkat cabang.

IPNU-IPPNU Lamongan Persiapkan Kader NU Masa Depan (Sumber Gambar : Nu Online)
IPNU-IPPNU Lamongan Persiapkan Kader NU Masa Depan (Sumber Gambar : Nu Online)

IPNU-IPPNU Lamongan Persiapkan Kader NU Masa Depan

?

Lakut berlangsung mulai tanggal 6-9 Oktober 2016 di TPQ Syech Maulana Ishaq Kemantren-Paciran-Lamongan yang diikuti oleh 50 orang kader pilihan dari PAC IPNU-IPPNU se-Kabupaten Lamongan dan beberapa kader yang didelegasikan oleh PC IPNU-IPPNU di Jawa Timur di antaranya Surabaya, Sumenep, Pamekasan, dan Tulungagung.

Pembukaan Lakut dihadiri dan dibuka langsung oleh jajaran PCNU Kabupaten Lamongan, yaitu Fauzi Ahmad (wakil Ketua), Imam Ghazali (sekretaris), Gus Syahrul (ketua RMI NU), dan Husen (ketua LP Ma’arif NU).?

Fauzi menyatakan bahwa IPNU-IPPNU adalah ujung tombak perjuangan Nahdlatul Ulama dengan karakter dan pemahaman yang tepat terhadap keadaan zaman. Kaderisasi adalah langkah kongkret dalam organisasi guna mewujudkan kader penerus yang kompeten, memiliki loyalitas, dan totalitas terhadap organisasi.

PKB Kab Tegal

“Terpimpin dan terkomando merupakan konsep yang diusung oleh PC IPNU IPPNU Kab. Lamongan dalam Lakut Angkatan II. Di mana kami berharap pasca kegiatan tersebut para kader mampu menjadi pelopor IPNU-IPPNU di wilayahnya masing-masing dan siap menghadapi segala macam bentuk fenomena di Indonesia,” tutur Muhlisin Ketua PC IPNU Kab. Lamongan.

Peserta begitu antusias dan bersemangat dalam menerima pemaparan dari para narasumber. Mereka dituntut aktif dan kritis terhadap seluruh materi yang disampaikan dengan pengaplikasian tindakan dalam realita.

PKB Kab Tegal

Ketua PC IPPNU Kab.Lamongan Alifa Puteri menjelaskan memperbaiki tatanan organisasi menjadi lebih baik dan benar merupakan modal untuk mengembangkan dan mencetak kader IPNU-IPPNU yang berdaya guna serta mengkader para pemimpin melalui kegiatan yang terarah dan terukur merupakan suatu kewajiban yang harus segera dilaksanakan.?

“Kami berharap dapat memberikan manfaat dan dampak positif bagi perkembangan kader di masa depan, senantiasa melestarikan tradisi dan nilai-nilai perjuangan para masyayikh terdahulu tanpa mengenal batas waktu,“ jelas Alifa Puteri. Red: Mukafi Niam

Dari Nu Online: nu.or.id

PKB Kab Tegal Lomba, Khutbah, Berita PKB Kab Tegal

Pelajar NU Makmurkan Kembali Gedung NU Kendaldoyong

Pemalang, PKB Kab Tegal - Kekompakan dan kebersamaan yang tergambar jelas oleh para keder pelajar NU Kendaldoyong saat membersihkan Gedung NU Desa Kendaldoyong Kecamatan Petarukan Kabupaten Pemalang, Selasa (7/3). Hiruk-pikuk lalu lintas kendaraan dan teriknya matahari tak menyurutkan semangat mereka dalam membersihkan gedung yang sempat lama tak terpakai.

Gedung NU di Desa Kendaldoyong ini dulunya digunakan sebagai koperasi atau BMT bagi masyarakat setempat. Tetapi berjalannya waktu koperasi ini mengalami kemunduran yang berbuntut pada tutupnya koperasi itu sendiri.

Pelajar NU Makmurkan Kembali Gedung NU Kendaldoyong (Sumber Gambar : Nu Online)
Pelajar NU Makmurkan Kembali Gedung NU Kendaldoyong (Sumber Gambar : Nu Online)

Pelajar NU Makmurkan Kembali Gedung NU Kendaldoyong

Karena lama tak terpakai, para pelajar NU berinisiatif untuk menghidupkan kembali dan merawat gedung itu. Mereka akan menjadikannya sebagai kesekretariatan mereka. Inisiatif mereka ditanggapi positif dari Ketua NU dan masyarakat sekitar.

PKB Kab Tegal

Ketua IPPNU Desa Kendaldoyong Nuraeni mengatakan, “Kegiatan semacam ini perlu dilakukan dan seharusnya dari pihak yang atas atau pihak NU dan banom-banom yang lain turut andil dalam kegiatan ini. Semoga langkah teman-teman ini bisa membuka mata masyarakat untuk membantu merawat gedung ini lagi.”

Kegiatan bersih-bersih gedung ini rencananya akan rutin dilakukan setiap dua pekan. “Karena jika bukan kita yang memulai siapa lagi. Semoga ini langkah kecil yang bisa membawa manfaat besar bagi masyarakat,” kata Ketua IPNU Kendaldoyong Fiki Amri. (Khoirul U/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKB Kab Tegal

PKB Kab Tegal Ubudiyah, Meme Islam PKB Kab Tegal

Mahasiswa Muslim Rusia Bantu Bencana

London, PKB Kab Tegal. Berbagai benncana yang menimpan Indonesia baik di Gunung Merapi, Wasior, maupun tsunami Mentawai menjadikan empati mahasiswa muslim berbagai negara di Rusia dan membantunya melalui "Gerakan 100 Rubel". Selain sholat ghaib di kampus Patric Lumumba (RUDN), Moskow, Rusia, mereka juga mengumpulkan uang.

"Bagi kami, bencana yang terjadi di Indonesia adalah bencana kita semua umat Islam di dunia. Untuk itu, kami berdoa bersama untuk saudara-saudara kita itu,"tutur mahasiswa kedokteran asal Komo Astrov, Afrika, Usman dan Ketua Persatuan Mahasiswa Indonesia di Rusia (PERMIRA), Khoirul Rosyadi, Senin (15/11).

Mahasiswa Muslim Rusia Bantu Bencana (Sumber Gambar : Nu Online)
Mahasiswa Muslim Rusia Bantu Bencana (Sumber Gambar : Nu Online)

Mahasiswa Muslim Rusia Bantu Bencana

Dalam sholat ghoib yang difasilitasi itu diikuti tidak kurang dari 20 mahasiswa asing yang ada di Rusia serta mahasiswa Indonesia yang ada di Rusia. "Sholat Ghaib ini adalah bentuk empati kami, bahwa Indonesia adalah saudara kami,”ujar mahasiswa S3 jurusan sejarah Patric Lumumba, asal Yaman, Muhammad Siyagi.

PKB Kab Tegal

Menurut Khoirul Rosyadi, Sholat Ghoib oleh mahasiswa asing yang ada di Rusia tersebut, merupakan salah satu acara rangkaian yang dikoordinir oleh PERMIRA untuk bencana yang terjadi di Indonesia.

PKB Kab Tegal

Selain sholat ghaib juga mengadakan acara penggalangan dana untuk korban bencana. Dalam acara Gerakan 100 Rubel untuk Indonesia itu, PERMIRA menggelar acara pentas amal seni oleh mahasiswa dan warga negara Indonesia yang ada di Rusia.

Sekretaris PERMIRA, Adniel Roemza, mengatakan, dalam acara gerakan 100 Rubel untuk Indonesia, dipentaskan, puisi, lagu, monolog, dan tari-tarian Indonesia oleh mahasiwa dan pelajar Indonesia yang ada di Rusia. Acara itu digelar di Kedubes RI.

Sementara itu, ketua Fungsi Pensosbud, KBRI Moskow, M Aji Surya, mengatakan, apa yang dilakukan PERMIRA merupakan bentuk dari kepedulian mahasiswa Indonesia yang ada di Rusia. "Semoga niat baik ini juga menghasilkan hal yang baik pula," katanya.

Sedangkan, Asep Indra Maulana, ketua pelaksana acara tersebut menjelaskan, acara Gerakan 100 Rubel untuk Indonesia ini, tidak saja diikuti oleh warga Indonesia yang ada di Rusia tetapi juga dari berbagai negara. Gerakan 100 Rubel untuk Indonesia ini dihadiri oleh masyarakat Indonesia yang ada di Rusia dan juga warga Rusia yang peduli bencana Indonesia.

Gerakan 100 Rubel untuk Indonesia itu akan berlangsung selama satu minggu.  Di hari pertama, Gerakan 100 rubel untuk Indonesia tersebut, terkumpul uang sebesar 30.350 rubel dan 155 Dolar Amerika. "Jumlah yang terkumpul itu, hanya di kota Moskow, Kota-kota yang lain belum terhitung,"demikian Adniel Roemza, sekretaris PERMIRA.(amf/ant)Dari Nu Online: nu.or.id

PKB Kab Tegal Olahraga, Bahtsul Masail, Kiai PKB Kab Tegal

IPNU-IPPNU Cikatomas Siap Kawal Generasi Muda

Tasikmalaya, PKB Kab Tegal



Pimpinan Anak Cabang Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Kecamatan Cikatomas,Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, resmi dilantik dan merekrut kader baru, Ahad, 28 Februari 2016, di Gedung Dakwah Islam (GDI) Kecamatan Cikatomas.

IPNU-IPPNU Cikatomas Siap Kawal Generasi Muda (Sumber Gambar : Nu Online)
IPNU-IPPNU Cikatomas Siap Kawal Generasi Muda (Sumber Gambar : Nu Online)

IPNU-IPPNU Cikatomas Siap Kawal Generasi Muda

Pelantikan ini dihadiri oleh segenap pengurus Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Kecamatan Cikatomas dan kader-kader di komisariat dan ranting se-Kecamatan Cikatomas dan akan dilanjutkan dengan perekrutan kader baru, yaitu Makesta (Masa Kesetiaan Anggota) Raya se-Kecamatan Cikatomas.

Ketua PAC IPNU Kecamatan Cikatomas, Riandi menuturkan bahwa PAC Kecamatan Cikatomas dua tahun ke depan bertekad membawa pelajar Cikatomas lebih maju dan melahirkan generasi muda yang berkualitas.

Ia juga berusaha dengan dorongan dari para dewan pembina dan MWCNU setempat untuk memasukan pelajaran Aswaja Annahdliyyah sebagai salahsatu kurikulum di seluruh sekolah se kecamatan cikatomas.

PKB Kab Tegal

Adapun Ketua Dewan Pembina PAC IPNU Kecamatan Cikatomas Lukmanul Hakim sangat berharap PAC IPNU Cikatomas terus maju dan berjuang mengawal pelajar untuk menjadi kader benteng ulama dan ideologi Aswaja an-Nahdliyyah di masa depan.

Koordinator Kaderisasi PW IPNU Jawa Barat itu juga menegaskan bahwa IPNU harus bekerja sama dengan NU dan badan otonom NU setempat untuk bisa memasukan ke-Aswaja-an sebagai kurikulum di seluruh sekolah di Cikatomas. (Husni Mubarok/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKB Kab Tegal

PKB Kab Tegal Doa PKB Kab Tegal