Jumat, 10 November 2017

PMII DIY Seragamkan Empat Materi PKD

Yogyakarta. PKB Kab Tegal - Biro Kaderisasi PMII DIY menggelar kelompok kerja materi Pelatihan Kader Dasar (PKD) selama empat hari (29/8-1/9) di Sekret PMII DI Yogyakarta. Mereka membahas pilihan materi yang mesti masuk dalam daftar kajian pada PKD.

Peserta rapat kemudian sepakat memilih empat ateri pokok dalam PKD. Empat materi itu antara lain Paradigma PMII, Nilai Dasar Pergerakan (NDP), Aswaja, dan Ke-PMII-an.

PMII DIY Seragamkan Empat Materi PKD (Sumber Gambar : Nu Online)
PMII DIY Seragamkan Empat Materi PKD (Sumber Gambar : Nu Online)

PMII DIY Seragamkan Empat Materi PKD

Peserta Pokja adalah Ketua dan Koordinator Biro Kaderisasi dari masing-masing komisariat dan rayon di bawah naungan PMII DI Yogyakarta.

Empat materi ini bersifat wajib bagi seluruh komisariat dan rayon yang berada di bawah naungan PMII DI Yogyakarta untuk dijadikan materi dalam pelaksanaan PKD.

PKB Kab Tegal

Tujuan dari Pokja ini untuk melakukan penyeragaman beberapa materi di PKD. Selama ini, tidak ada kesamaan antara komisariat dan rayon dalam materi PKD meskipun secara subtansi sama. “Empat materi tersebut wajib untuk dijadikan materi dalam PKD,” kata Ketua PMII DI Yogyakarta Faizi Zain, Ahad (28/8).

PKB Kab Tegal

Ketua PMII Humaniora Park Rayon Fakultas Ilmu Sosial dan Humaniora Thoriq Yuda menyambut baik adanya penyeragaman empat materi wajib tersebut. “Tapi materi tersebut akan disampaikan sesuai latar dan kadar pengetahuan peserta baru,” lanjutnya, Ahad (28/8).

Mereka berencana menghadirkan Nur Kholiq Ridwan, KH Umarudin Masdar, Kang Mustafied, dan Prof KH Yudian Wahyudi sebagai narasumber materi wajib PKD itu.

“Mereka akan memantik materi wajib PKD. Ada beberapa pemateri yang masih dalam tahap konfirmasi,” ujar Aziz, salah satu anggota Biro Kaderisasi (28/8).

PMII DI Yogyakarta berencana mengadakan PKD pada awal September. (Ahmad Riyadi/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKB Kab Tegal Kajian Islam, Budaya PKB Kab Tegal

Syarat Wajib dan Rukun Puasa Ramadhan

Sarat Wajib adalah syarat yang harus dipenuhi oleh seseorang sebelum melaksanakan suatu ibadah. Seseorang yang tidak memenuhi syarat wajib, maka gugurlah tuntutan kewajiban kepadanya. Sedangkan rukun adalah hal-hal yang harus dilakukan dalam sebuah ibadah.

Adapun Syarat pertama seseorang itu diwajibkan menjalankan ibadah puasa, khususnya puasa Ramadhan, yaitu ia seorang muslim atau muslimah. Karena puasa adalah ibadah yang menjadi keharusan atau rukun keislamannya, sebagaimana termaktub dalam hadits yang diriwayat kan oleh Imam Turmudzi dan Imam Muslim:



عَنْ أَبِي عَبْدِ الرَّحْمَنِ عَبْدِ اللهِ بْنِ عُمَرَ بْنِ الْخَطَّابِ رَضِيَ اللهُ عَنْهُمَا قَالَ : سَمِعْتُ رَسُوْلَ اللهِ صلى الله وسلم يَقُوْلُ : بُنِيَ اْلإِسْلاَمُ عَلَى خَمْسٍ : شَهَادَةُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَأَنَّ مُحَمَّداً رَسُوْلُ اللهِ وَإِقَامُ الصَّلاَةِ وَإِيْتَاءُ الزَّكَاةِ وَحَجُّ الْبَيْتِ وَصَوْمُ رَمَضَانَ

Syarat Wajib dan Rukun Puasa Ramadhan (Sumber Gambar : Nu Online)
Syarat Wajib dan Rukun Puasa Ramadhan (Sumber Gambar : Nu Online)

Syarat Wajib dan Rukun Puasa Ramadhan

Dari Abi Abdurrahman, yaitu Abdullah Ibn Umar Ibn Khattab r.a, berkata: saya mendengar Rasulullah s.a.w, bersabda: Islam didirikan dengan lima hal, yaitu persaksian tiada Tuhan selain Allah dan Muhammad adalah utusan-Nya, didirikannya shalat, dikeluarkannya zakat, dikerjakannya hajji di Baitullah (Ka’bah), dan dikerjakannya puasa di bulan Ramadhan. (Hadits Shahih, riwayat al-Bukhari: 7 dan Muslim: 19)

PKB Kab Tegal

Syarat yang kedua seseorang itu berkewajiban menjalankan ibadah puasa ramadhan, yaitu ia sudah baligh, dengan ketentuan ia pernah keluar mani dari kemaluannya baik dalam keadaan tidur atau terjaga, dan khusus bagi perempuan sudah keluar haid. Dan syarat keluar mani dan haid pada batas usia minimal 9 tahun.

Dan bagi yang belum keluar mani dan haid, maka batas minimal ia dikatakan baligh pada usia 15 tahun dari usia kelahirannya. Dengan syarat ketentuan baligh ini, menegaskan bahwa ibadah puasa ramadhan tidak diwajibkan bagi seorang anak yang belum memenuhi cirri-ciri kebalighan yang telah disebutkan di atas.

PKB Kab Tegal

Syarat yang ketiga bagi seorang muslim dan baligh itu terkena kewjiban menjalankan ibadah puasa, apabila ia memiliki akal yang sempurna atau tidak gila, baik gila karena cacat mental atau gila disebabkan mabuk.

Seseorang yang dalam keadaan tidak sadar karena mabuk atau cacat mental, maka tidak terkena hukum kewajiban menjalankan ibadah puasa, terkecuali orang yang mabuk dengan sengaja, maka ia diwajibkan menjalankan ibadah puasa dikemudian hari (mengganti di hari selain bulan ramadhan).



رُفِعَ اْلقَلَمُ عَنْ ثَلَاثٍ عَنْ النّائِمِ حَتّى يَسْتَيْقِظُ وَعَنِ اْلمَجْنُوْنِ حَتّى يُفِيْقَ وَعَنِ الصَّبِىِّ حَتَّى يَبْلُغَ

Tiga golongan yang tidak terkena hukum syar’i: orang yang tidur sapai ia terbagngun, orang yang gila sampai ia sembuh, dan anak-anak sampai ia baligh. (Hadits Shahih, riwayat Abu Daud: 3822, dan Ahmad: 910. Teks hadits riwayat al-Nasa’i)

Syarat keempat adalah kuat menjalankan ibadah puasa. Selain islam, baligh, dan berakal,  seseorang harus  mampu dan kuat untuk menjalankan ibadah puasa. Dan apabila tidak mampu maka diwajibkan mengganti di bulan berikutnya atau membayar fidyah. Untuk keterangan lebih detailnya akan dijelaskan pada fasal selanjutnya yang insyaallah akan diterangkan pada pasal permasalahan-permasalahan yang berkenaan dengan ibadah puasa.

Syarat kelima Mengetahui Awal Bulan Ramadhan. Puasa Ramadhan diwajibkan bagi muslim yang memenuhi persyaratan yang telah diuraikan di atas, apabila ada salah satu orang terpercaya (adil) yang mengetahui awal bulan Ramadhan dengan cara melihat hilal secara langsung dengan mata biasa tanpa peralatan alat-alat bantu. Dan persaksian orang tersebut dapat dipercaya dengan terlebih dahulu diambil sumpah, maka muslim yang ada dalam satu wilayah dengannya berkewajiban menjalankan ibadah puasa. Dan apabila hilal tidak dapat dilihat karena tebalnya awan, maka untuk menentukan awal bulan Ramadlon dengan menyempurnakan hitungan tanggal bulan sya’ban menjadi 30 hari.

Sebagaimana hadits Nabi Muhammad s.a.w, yang diriwayatkan oleh Imam Buchori, r.a:



صُومُوا لِرُؤْيَتِهِ وَأَفْطِرُوا لِرُؤْيَتِهِ فَإِنْ غُمَّ عَلَيْكُمْ فَأَكْمِلُواعِدَّةَ شَعْبَانَ ثَلَاثِينَ 



Berpuasa dan berbukalah karena melihat hilal, dan apabila hilal tertutup awan maka sempurnakanlah hitungannya bulan menjadi 30 hari (H.R. Imam Buchori)



عَنْ عِكْرِمَةَ عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ قَالَ: جَاءَ اَعْرَبِيُّ اِلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ: اِنِّي رَاَيْتُ اْلهِلَالَ فَقَالَ: اَتَشْهَدُ اَنْ لَا اِلَهَ اِلّاَ اللهَ قَالَ: نَعَمْ، قَالَ: اَتَشْهَدُ اَنْ مُحَمَّدًا رَسُوْلُ اللهِ؟ قَالَ: يَا بِلَالُ اَذِّنْ فِى النَّاسِ فَلْيَصُوْمُوْا غَدًا 

Dari ‘ikrimah, ia dapatkan dari Ibnu Abbas, berkata: datanglah orang Arab Badui menghadap Nabi s.a.w, ia berkata: sesungguhnya aku telah melihat hilal. Nabi menjawab: apakah kamu akan bersaksi (bersumpah) “sesungguhnya tiada Tuhan selain Allah”, orang Arab Badui tadi menjawab; “ia”. Lalu Nabi bertanya lagi: apakah kamu akan bersaksi (bersumpah) “ sesungguhnya Muhammad itu utusan Allah”, dan Orang Arab Badui menjawab “ia”. Lalu Nabi bersabda; “wahai Bilal perdengarkanlah adzan ditengah-tengah kerumunan manusia, dan perintahkanlah mereka untuk mengerjakan puasa pada esok hari” (Hadits Shahih diriwayatkan oleh lima Imam, kecuali Ahmad)

Adapun Rukun puasa hanya dua, pertama Niat. Niat puasa Ramadhan merupakan pekerjaan ibadah yang diucapkan dalam hati dengan persyaratan dilakukan pada malam hari dan wajib menjelaskan kefarduannya didalam niat tersebut, contoh; saya berniat untuk melakukan puasa fardlu bulan Ramadhan, atau lengkapnya dalam bahsa Arab, sebagai berikut:



نـَوَيْتُ صَوْمَ غـَدٍ عَـنْ ا َدَاءِ فـَرْضِ شـَهْرِ رَمـَضَانِ هـَذِهِ السَّـنـَةِ لِلـّهِ تـَعَالىَ

Saya niat mengerjakan ibadah puasa untuk menunaikan keajiban bulan Ramadhan pada tahun ini, karena Allah s.w.t, semata.

Sedangkan dalil yang menjelaskan niat puasa Ramadhan dilakukan pada malam hari adalah sabda Nabi Muhammad s.a.w, sebagai berikut:



 Ù…َنْ لَمْ يَجْمَعِ الصِّيَامَ قَبْلَ اْلفَجْرِ فَلَا صِيَامَ لَهُ 



Siapa yang tidak membulatkan niat mengerjakan puasa sebelum waktu hajar, maka ia tidak berpuasa. (Hadits Shahih riwayat Abu Daud: 2098, al-Tirmidz: 662, dan al-Nasa’i:2293).

Adapun dalil yang menjelaskan waktu mengucapkan niat untuk puasa sunnah, bisa dilakukan setelah terbit fajar, yaitu:



عَنْ عَائِشَةَ قَالَتْ : دَخَلَ عَلَّيَّ رَسُولُ اللهِ صَلِّي اللهُ عَلَيْهِ ÙˆÙŽ سَلّمَ ذَاتَ يَوْمٍ فَقَالَ: هَلْ عِنْدَكُمْ مِنْ شَيْءٍ ØŸ فَقُلْنَا لَا فَقَالَ: فَاِنِّي اِذًنْ صَائِمٌ. ثُمَّ اَتَانَا يَوْمًا اَخَرَ، فَقُلْنَا: يَارَسُوْلَ اللهِ اُهْدِيَ لَنَا حَيْسٌ فَقَالَ: اَرِيْنِيْهِ فَلَقَدْ اَصْبَحْتُ صَائِمًا فَاَكَلَ 

Dari Aisyah r.a, ia menuturkan, suatu hari Nabi s.a.w, dating kepadaku dan bertanya, “apakah kamu punya sesuatu untuk dimakan?”. Aku menjawab, “Tidak”. Maka Belaiu bersabda, “hari ini aku puasa”. Kemudian pada hari yang lain Beliau dating lagi kepadaku, lalu aku katakana kepadanya, “wahai Rasulullah, kami diberi hadiah makanan (haisun)”. Maka dijawab Rasulullah, “tunjukkan makanan itu padaku, sesungguhnya sejak pagi aku sudah berpuasa” lalu Beliau memekannya. (Hadits Shahih, riwayat Muslim: 1952, Abu Daud: 2099, al-Tirmidzi; 666, al-Nasa’i:2283, dan Ahmad:24549)

Dan rukun kedua adalah Menahan Diri Dari Segala Sesuatu Yang Membatalkan Puasa. Untuk detailnya apa-apa yang membatalkan puasa akan dijelaskan pada pasal sesuatu yang membatalkan puasa.



...فَاْلئَنَ باَشِرُوْهُنَّ وَابْتَغُوْا مَا كَتَبَ اللهُ لَكُمْ وَكُلُوْا وَاشْرَبُوْا حَتَّى يَتَبَيَّنَ لَكُمُ اْلخَيْطُ اْلاَبْيَضُ مِنَ اْلخَيْطِ اْلاَسْوَدِ مِنَ اْلفَجْرِ ثُمَّ اَتِّمُوْا الصِّيَامَ اِلَى اللَّيْلِ...

“…maka sekarang campurilah, dan carilah apa yang telah ditetapkan oleh Allah untukmu, serta makan dan minumlah sampai waktu fajar tiba dengan dapat membedakan antara benang putih dan hitam. Kemudian sempurnakanlah puasa itu sampai waktu malam tiba...(QS. al-Baqarah, 2: 187) 

(Penulis: KH.Syaifullah Amin/Red: Ulil H). Dari Nu Online: nu.or.id

PKB Kab Tegal Halaqoh PKB Kab Tegal

NU Sumedang Imbau Nadliyin Waspada Terhadap Gerakan Anti-NKRI

Sumedang, PKB Kab Tegal - Ketua NU Sumdang KH Sadulloh mengingatkan masyarakat agar tidak tertipu oleh golongan yang anti-NKRI. Warga NU tidak perlu terkecoh meskipun kelompok anti-NKRI serupa dengan kelompok Aswaja NU secara amaliyah.

"Jangan sampai kita tertipu oleh golongan yang anti-NKRI. Mungkin saja mereka ada yang ikut tahlilan, ikut sholawatan, ikut pula ziarah kubur. Namun secara ideologi mereka berbeda. Bedanya mereka anti-NKRI," kata KH Sadulloh di Desa Cilembu saat pelantikan Pengurus Ranting (PR) Nahdlatul Ulama se-Kecamatan Pamulihan, Kabupaten Sumedang, Kamis (5/5).

NU Sumedang Imbau Nadliyin Waspada Terhadap Gerakan Anti-NKRI (Sumber Gambar : Nu Online)
NU Sumedang Imbau Nadliyin Waspada Terhadap Gerakan Anti-NKRI (Sumber Gambar : Nu Online)

NU Sumedang Imbau Nadliyin Waspada Terhadap Gerakan Anti-NKRI

Sementara A’wan NU Sumedang H Zainal Alimin mengatakan, betapa pentingnya peran NU bagi bangsa Indonesia dan masyarakat.

"Jangan kira NU itu tidak punya peran bagi masyarakat. Saya kira jika NU tidak mempunyai peran bagi masyarakat, warga Pamulihan tidak akan melaksanakan pelantikan yang dimeriahkan oleh sholawat qosidah. Warga Pamulihan tidak akan melaksanakan pelantikan? PRNU sambil memperingati isra miraj. Ini," ujar H Zainal Alimin.

PKB Kab Tegal

PKB Kab Tegal

ia juga mengajak masyarakat menjaga dan mempertahankan NKRI. "Kita selaku nahdliyin yang harus menjaga dan mempertahankan NKRI. Jangan malah anti-NKRI. Karena sekarang ada beberapa organisasi yang anti-pemerintahan, anti-Pancasila, dan anti-NKRI. Untuk itu mari kita ikat aqidah kita dengan aqidah Aswaja NU," imbaunya H Zainal Alimin.

Sebelum pelantikan dimulai, ada beberapa rangkaian acara yang dilaksanakan di antaranya acara kirab warga nahdliyin, penampilan qosidah Fatayat, penampilan qosidah IPPNU, tabligh akbar, dan pelatihan muharrik masjid. (Sholeh Nahru/Ayi Abdul Kohar)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKB Kab Tegal Khutbah PKB Kab Tegal

Kamis, 09 November 2017

GP Ansor Pringsewu Siapkan Award Bagi PAC Terbaik

Pringsewu, PKB Kab Tegal. Pengurus harian GP Ansor Pringsewu tahun ini menyiapkan paket penghargaan berupa seperangkat komputer bagi kepemimpinan anak cabang Ansor dengan kinerja yang dinilai baik. Mereka akan melanjutkan tradisi penghargaan ini pada tahun-tahun berikutnya bila tahun ini berjalan baik.

“Untuk tahun-tahun berikutnya akan kami siapkan reward yang lebih besar lagi,” Ketua GP Ansor Pringsewu M Sofyan pada sela-sela rapat koordinasi jelang akreditasi organisasi yang dihadiri oleh seluruh Ketua PAC Ansor di Gedung PCNU Pringsewu, Senin (31/8) sore.

GP Ansor Pringsewu Siapkan Award Bagi PAC Terbaik (Sumber Gambar : Nu Online)
GP Ansor Pringsewu Siapkan Award Bagi PAC Terbaik (Sumber Gambar : Nu Online)

GP Ansor Pringsewu Siapkan Award Bagi PAC Terbaik

Untuk menjadi PAC terbaik, komponen penilaian yang digunakan sesuai dengan petunjuk teknis dalam Pelaksanaan Peraturan Organisasi No.15/KONBES-XVIII/VI/2012.

PKB Kab Tegal

Pengurus harian PAC GP Ansor harus antara lain melengkapi program struktur kepengurusan pimpinan ranting GP Ansor minimal 50% dari jumlah desa/kelurahan di masing-masing kecamatan. Mereka juga dituntut untuk melengkapi program pengembangan Banser minimal memunyai 100 Banser dan 1 unit pengamanan serta 6 unit khusus.

Penghargaan itu akan diberikan bila mereka menyelenggarakan kegiatan keagamaan minimal 1 kali dalam sebulan, memunyai 1 LKMS atau LKP.

PKB Kab Tegal

M Sofyan menambahkan, program ini sengaja diterapkan dalam rangka untuk memperoleh gambaran dan mengetahui kelayakan kinerja PAC di masing-masing kecamatan serta untuk mempertanggungjawabkan kegiatannya sesuai dengan visi dan misi GP Ansor Pringsewu.

Pemberian penghargaan dan reward bagi PAC terbaik akan diberikan pada saat Peringatan Harlah Ke-82 Ansor. (Henudin/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKB Kab Tegal Tokoh, Doa PKB Kab Tegal

Pergunu Laksanakan Kongres II pada Oktober 2016

Mojokerto, PKB Kab Tegal. Memasuki periode kepengurusan Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (Pergunu) yang kedua. Pergunu telah mempersiapkan Kongres II ini di Pondok Pesantren Amanatul Ummah Pacet Mojokerto Jawa Timur pada 26-29 Oktober 2016 mendatang. Kegiatan kongres ini akan dihadiri oleh 34 wilayah dan 327 cabang.

Berbagai pertimbangan telah diambil dalam penetapan tempat dan waktunya. Ketua panitia Kongres Pergunu II, Gatot Sujono mengatakan bahwa Amanatul Ummah layak untuk dijadikan tempat kongres dengan mempertimbangkan kesiapan pengasuhnya.?

Pergunu Laksanakan Kongres II pada Oktober 2016 (Sumber Gambar : Nu Online)
Pergunu Laksanakan Kongres II pada Oktober 2016 (Sumber Gambar : Nu Online)

Pergunu Laksanakan Kongres II pada Oktober 2016

"Belum ada yang siap dengan melihat keterbatasan waktu yang sesingkat ini selain Amanatul Ummah," tambah Gatot.

Sekretaris Panitia Kongres Fadli Usman mengatakan, keputusan tempat dan waktu telah mendapatkan persetujuan dari Ketua Umum PP Pergunu KH Asep Saefuddin Chalim. "Pak Kiai menyatakan telah siap untuk menjadi tuan rumah kongres dan sebagai tuan rumah beliau akan mempersiapkan pelayanan yang terbaik bagi para tamunya,” imbuh Gatot.

Dalam rapat pleno tersebut, juga telah ditetapkan peluncuran Logo kongres. Terpilih karya Ihsan Mustofa, Sekretaris PW Pergunu Provinsi Lampung. "Dari 47 desain yang masuk, terpilih dari PW Lampung yang dijadikan logo resmi," jelasnya. (Red: Fathoni)

PKB Kab Tegal

Dari Nu Online: nu.or.id

PKB Kab Tegal Jadwal Kajian, Berita, Nusantara PKB Kab Tegal

PKB Kab Tegal

Santri Bangga Belajar di Pesantren Al-Ashriyyah

Jakarta, PKB Kab Tegal. Pesantren Al-Ashriyyah Nurul Iman Parung Bogor yang baru saja menjadi tempat Muktamar Luar Biasa (MLB) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) versi Gus Dur menjadi tujuan belajar banyak santri. Kini 12.000 santri belajar di sini. Mereka bangga bisa belajar di Al Ashriyyah karena pendidikannya dianggap berkualitas.



Santri Bangga Belajar di Pesantren Al-Ashriyyah (Sumber Gambar : Nu Online)
Santri Bangga Belajar di Pesantren Al-Ashriyyah (Sumber Gambar : Nu Online)

Santri Bangga Belajar di Pesantren Al-Ashriyyah

Mansur, salah seorang santri asal Wonosobo Jateng yang baru enam bulan nyantri menceritakan kepada PKB Kab Tegal disela-sela acara MLB, Kamis (1/5) bahwa ia senang bisa belajar di pesantren ini.

“Disini berkualitas mas, kegiatannya banyak dan padat sekali, sampai-sampai untuk mandi pun kita harus buru-buru,” katanya dengan mata berbinar yang diamini oleh beberapa temannya yang ikut nimbrung bersama PKB Kab Tegal.

PKB Kab Tegal

Aktifitas para santri dimulai pukul 04.00 pagi untuk mandi dan menjalankan sholat malam. Sehabis sholat shubuh, mereka melakukan senam kesegaran jasmani dan sarapan. Lalu mengikuti sekolah hingga pukul 11.30. Berbagai aktifitas, ibadah, belajar, makan, kursus, dan lainnya terus mengalir sampai mereka istirahat kembali pada pukul 22.00 untuk menuju peraduan guna persiapan esok harinya.

Pelajaran yang diajarkan di pesantren ini memadukan antara kurikulum depdiknas dan pengajaran pesantren berbasis kitab kuning serta tambahan berbagai kursus sehingga santri mendapatkan pengalaman hidup secara komprehensif.

PKB Kab Tegal

Saat dikonfirmasi PKB Kab Tegal apakah benar semuanya gratis bagi 12.000 santri yang tinggal disana, ia menegaskan bahwa hal ini memang benar adanya. Tak sepeserpun uang yang dikeluarkan untuk membayar biaya sekolah, makan dan kesehatan. Kebutuhan jajan juga sedikit karena santri dibatasi keluar dari pesantren sehingga tak banyak mengeluarkan uang untuk jajan.

Untuk menu makan yang disediakan, ia mengatakan sudah cukup memadai asupan gizinya dengan lauk tempa, tahu, ikan gabus atau telur yang selalu berganti-ganti setiap hari. Sayur juga selalu disediakan acap kali makan.

Bukan hanya sampai disini, Mansur menuturkan Abah, panggilan untuk Pengasuh Ponpes Habib Saggaf meminta para santri untuk belajar di Ponpes ini minimal 10 tahun. “Nanti dicarikan jodoh santri putri sini, biaya nikah juga ditanggung,” tandasnya.

Pesantren ini memang sudah biasa mengadakan acara besar, teman-teman Manshur menuturkan saat paling ramai adalah pada peringatan Maulid Nabi. masyarakat dari Parung Bogor dan sekitarnya tumplek blek memeriahkan acara ini.

Lalu, bagaimana pesantren ini membiayai seluruh kebutuhan santri secara gratis, Manshur kurang tahu. Dari hitung hitungan kasar, jika setiap hari seorang santri membutuhkan biaya 10.000 rupiah, maka dibutuhkan 120 juta per hari, 3.6 Milyar per bulan dan 43.8 Milyar per tahun.

“Yang jelas Abah hidupnya sangat sederhana, semuanya didedikasikan untuk santri,” tandasnya.

Diceritakannya, pernah suatu ketika, Habib Saggaf dimintai doa agar oleh seorang tamu agar ia dimudahkan rizki. Selang beberapa waktu kemudian usahanya menjadi sukses dan ia datang kembali ke pesantren sambil membawa hadiah sebuah mobil seharga 1.6 Milyar.

Namun demikian, habib berniat menjual mobil tersebut untuk dibelikan sawah yang akan dijadikan asset pesantren. Si pengusaha tersebut melarang mobil tersebut dijual dan sawah tersebut dibeli dan diwakafkan ke pesantren sehingga total dana yang diberikan ke pesantren totalnya lebih dari 3 Milyar.

Menurut Manshur, Habib Saggaf memang banyak tamu dan kenalan, baik yang ada di dalam negeri maupun di luar negeri seperti di Kuwait, Brunei Darussalam, Italia, Jerman dan lainnya.

Bagi mereka yang ingin belajar di pesantren ini, terdapat dua masa bagi santri untuk mendaftarkan diri di ponpes ini, yaitu pada bulan Maulid dan bulan Syawal. Dan semua santri diwajibkan untuk sekolah selain mengaji kitab.

Dalam acara MLB ini, para santri terlibat penuh untuk mensukseskan kegiatan. Mereka menyediakan konsumsi, akomodasi dan menyediakan segala kebutuhan peserta muktamar.

Kepada para peserta, mereka juga bersikap sangat ramah. PKB Kab Tegal yang ikut antrian wudhu untuk sholat jamaah dipersilahkan dahulu. Menyediakan air untuk membasuh kaki dan kebutuhan lainnya. (mkf)Dari Nu Online: nu.or.id

PKB Kab Tegal Kajian PKB Kab Tegal

KH Sya’roni Ahmadi, Nasihatnya Selalu Dinantikan Warga

KH Sya’roni Ahmadi dari Kudus, namanya tidak asing bagi warga Nahdliyin. Ia merupakan salah satu kiai sepuh yang multitalent. Nasihat-nasihatnya selalu diterima berbagai lapisan masyarakat baik dari kalangan NU maupun di luar NU.

Di samping kemampuan kiai yang menjadi murid sekaligus besan KH Arwani Amin ini di bidang spiritual dan intelektual, ia juga dianggap selalu tepat dalam bersikap, maka produk fatwa-fatwanya bisa tampil moderat.

“Mbah Kiai Sya’roni itu saat baca sab’ah bagai qori’ yang tak ada duanya, saat menjelaskan tafsir, seperti mufassir yang ilmunya seluas lautan, begitu pula saat Beliau bicara fiqih, falak dan lain sebagainya, namun yang juga patut diperhatikan bahwa beliau tidak pernah berperilaku kontroversial, maka ia diterima siapa saja,” ungkap KH. M. Shofy Al Mubarok Baedlowie, pengasuh pesantren Sirojuth Tholibin Brabo, Grobogan Jawa Tengah.

Lebih lanjut, kiai muda ini menjelaskan bahwa salah satu mustasyar PBNU yang berasal dari kota kretek itu merupakan sosok yang tidak terjun secara struktural dalam kancah politik praktis. Ini merupakan elemen penting? yang patut dipertimbangkan secara matang bagi public figur sekelas Kiai Sya’roni untuk masuk sebagai Ahlul Halli wal Aqdi.

KH Sya’roni Ahmadi, Nasihatnya Selalu Dinantikan Warga (Sumber Gambar : Nu Online)
KH Sya’roni Ahmadi, Nasihatnya Selalu Dinantikan Warga (Sumber Gambar : Nu Online)

KH Sya’roni Ahmadi, Nasihatnya Selalu Dinantikan Warga

“Mbah Sya’roni itu piantun (orang) yang lepas dari agenda kepentingan politik praktis. Politik yang dipakai beliau adalah politik kemasyarakatan dan kerakyatan, jadi Beliau bisa mengayomi serta diterima semua pihak,” imbuhnya

Dalam hal bernegara, ulama kharismatik ini termasuk orang yang bersuara lantang menyuarakan pentingnya nasionalisme bagi warga NU. Hal ini bisa dilihat dalam berbagai orasi ceramahnya di berbagai tempat.

PKB Kab Tegal

"NU harus membela NKRI selamanya. Jika tidak, ? NU bisa dikatakan sebagai pengkhianat terhadap resolusi jihad," contoh kata tegas Kiai Sya’roni saat menyampaikan mauidzoh hasanah dalam acara grand launching Kartu Tanda Anggota (Kartanu) di Kudus beberapa waktu lalu. (Ahmad Mundzir/Anam)

?

Foto: KH Syaroni Ahmadi saat bersama Habib Syech

PKB Kab Tegal

Dari Nu Online: nu.or.id

PKB Kab Tegal Syariah, Aswaja, Kiai PKB Kab Tegal