Selasa, 24 Oktober 2017

Rais Aam Sampaikan Kuliah Ekonomi Syariah Kontemporer di UIN Malang

Malang, PKB Kab Tegal. Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Maruf Amin menyampaikan kuliah umum terkait ekonomi syariah kontemporer di aula rektorat UIN Maulana Malik Ibrahim, Jalan Gajayana Malang, Jawa Timur, Rabu (12/4) pagi.

Rais Aam Sampaikan Kuliah Ekonomi Syariah Kontemporer di UIN Malang (Sumber Gambar : Nu Online)
Rais Aam Sampaikan Kuliah Ekonomi Syariah Kontemporer di UIN Malang (Sumber Gambar : Nu Online)

Rais Aam Sampaikan Kuliah Ekonomi Syariah Kontemporer di UIN Malang

Kiai Maruf menjelaskan detil konsep perekonomian syariah di Indonesia berikut dinamika praktiknya sejak awal 1990an.

Dalam ceramahnya Kiai Ma’ruf menyatakan bahwa ekonomi syariah sudah masuk dalam sistem perekonomian nasional. Secara legal undang-undang telah mengakui praktik perekonomian syariah.

"Ekonomi Syariah masuk dlm sistem nasional. Kita mengenal dua sistem, Syariah dan konvensional. Ekonomi Syariah merupakan gabungan antara inovasi manusia dan nilai-nilai ilahiyah," kata Kiai Ma’ruf di hadapan ratusan mahasiswa UIN Malang.

PKB Kab Tegal

Sementara Rektor UIN Malang H Mudjia Rahardjo menyambut gembira kedatangan Kiai Maruf. Di hadapan para hadirin H Mudjia menyampaikan bahwa pihak rektorat sengaja mendatangkan tokoh-tokoh bangsa untuk menyampaikan gagasan-gagasannya di hadapan mahasiswa. Tokoh-tokoh bangsa ini merupakan pembimbing masyarakat.

Ia berharap semua alumni UIN Malang dapat menjadi pemimpin-pemimpin di daerahnya masing-masing.

"Di hadapan kita ini sudah berdiri pakar perekonomian syariah KH Ma’ruf Amin. Kita akan mendengarkan pemaparan beliau," tandasnya. (Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKB Kab Tegal

PKB Kab Tegal AlaNu, Habib, Tegal PKB Kab Tegal

Mendes Eko: Pertanian Harus Jadi Sektor Utama Usaha di Desa

Jakarta, PKB Kab Tegal

Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Mendes PDTT) Eko Putro Sandjojo meminta pemerintah desa mulai memikirkan sektor pertanian sebagai unit usaha. Sebagian besar warga desa yang merupakan petani kini tak cukup lagi menanam dan memanen saja, mereka juga harus mulai memikirkan urusan pascapanen.

Mendes Eko: Pertanian Harus Jadi Sektor Utama Usaha di Desa (Sumber Gambar : Nu Online)
Mendes Eko: Pertanian Harus Jadi Sektor Utama Usaha di Desa (Sumber Gambar : Nu Online)

Mendes Eko: Pertanian Harus Jadi Sektor Utama Usaha di Desa

“Masih banyak desa yang belum fokus, dan tidak memiliki strategi pascapanen dan pascaproduksi, akibatnya sektor pertanian masih bergerak di ranah tradisional dan belum mampu menjadi pengungkit kesejahteraan para pelakunya,” ujar Eko Putro Sandjojo di sela rapat internal di kantor Kemendesa PDTT, di Jakarta, Selasa (11/4).

Dia menjelaskan, hampir separuh angkatan kerja di Indonesia berada di perdesaan. Sebagian besar dari mereka bergerak di sektor pertanian. Namun tingkat kesejahteraan mereka rata-rata menengah ke bawah karena petani masih fokus urusan produksi.

PKB Kab Tegal

Sementara urusan pascaproduksi mereka masih tergantung pada pemilik modal yang menyerap dan memasarkan produk ke konsumen. “Sejatinya desa dapat menjadi pengungkit ekonomi nasional. Di desa ada 58,4 juta dari 125 juta angkatan kerja di Indonesia dan kebanyakan mereka berada di sektor pertanian.” Jelas Menteri Eko.

Ke depan, lanjut Eko, para petani di perdesaan harus mulai berpikir menjadikan pertanian sebagai unit usaha yang digarap secara profesional. Petani harus mulai berpikir dengan memilih produk unggulan, mengelolanya, dan memasarkannya melalui Badan Usaha Milik Desa (BUMDesa).? Dengan begitu desa diharapkan bisa berkontribusi menjadi pengungkit utama pembangunan nasional.

PKB Kab Tegal

EPS, sapaan akrab Eko Putro Sandjojo, mengatakan pemerintah akan berusaha keras untuk memfasilitasi tumbuhnya sektor pertanian sebagai unit usaha. Di antaranya dengan memberikan insentif, pendampingan, hingga kredit usaha rakyat agar pengelolaan sektor pertanian lebih profesional. Kemendesa PDTT akan bersinergi dengan kementerian lain agar sektor pertanian bisa maju. ?

“Kita akan kasih insentif supaya desa-desa fokus menentukan produk unggulan desanya. Kementerian Pertanian berikan insentif berupa alat pertanian dan traktor, sehingga kita harapkan desa-desa tersebut bisa mengikuti desa lainnya yang fokus dan maju dan dengan model ini kita harapkan lebih cepat tercipta lapangan kerja di desa-desa," tutur Eko. (Red: Mahbib)



Dari Nu Online: nu.or.id

PKB Kab Tegal Aswaja, Budaya, AlaNu PKB Kab Tegal

Dilantik, Ini Program Sinergi Ansor dan Fatayat Probolinggo

Probolinggo, PKB Kab Tegal. Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor Kabupaten Probolinggo periode 2014-2018 dan Pimpinan Cabang Fatayat NU Kabupaten Probolinggo resmi dilantik, Kamis (29/10) di Pendopo Kabupaten Probolinggo. Usai dilantik, badan otonom (banom) PCNU Kabupaten Probolinggo ini telah menyiapkan program sinerginya untuk mengabdi kepada masyarakat.

Sedikitnya ada lima program yang akan dilakukan mulai tahun ini. Diantaranya membentuk Baitul Mal Wattamwil Anshoruna. Dimana tujuannya memberikan bantuan pinjaman modal usaha kepada anggota dan umum. Kedua, mendirikan Lembaga Amil Zakat (LAZ) dengan mengumpulkan pakaian layak pakai, mainan dan sembako untuk disalurkan kepada orang miskin.

Dilantik, Ini Program Sinergi Ansor dan Fatayat Probolinggo (Sumber Gambar : Nu Online)
Dilantik, Ini Program Sinergi Ansor dan Fatayat Probolinggo (Sumber Gambar : Nu Online)

Dilantik, Ini Program Sinergi Ansor dan Fatayat Probolinggo

Ketiga, membentuk satgas anti narkoba yang akan bekerja sama denga Badan Narkotika Kabupaten (BNK) Probolinggo. Dimana tujuannya menyisir pondok pesantren untuk memberikan pemahaman tentang bahaya narkoba.

PKB Kab Tegal

“Selama ini yang sering didatangi pihak kepolisian dan BNK hanya sekolah-sekolah umum saja. Sedangkan pondok pesantren dan madrasah masih jarang,” ungkap Ketua PC GP Ansor Kabupaten Probolinggo Muchlis.

PKB Kab Tegal

Keempat, membentuk majelis dzikir dan sholawat dengan mengadakan istighotsah bersama camat untuk meramaikan masjid. Kelima, bekerjasama dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dalam merekrut anggota Tim Reaksi Cepat (TRC) untuk penanggulangan bencana daerah. Setiap kecamatan akan direkrut sebanyak 100 orang. “Juga akan dilaksanakan perekrutan Banser sebanyak 1.000 orang pada tahun 2018 mendatang,” jelasnya.?

Sementara Bupati Probolinggo, Hj Puput Tantriana Sari berpesan kepada GP Ansor dan Fatayat agar tetap amanah serta bermanfaat untuk masyarakat dan menjaga komunikasi dengan SKPD di Pemkab Probolinggo. “Apalagi GP Ansor dan Fatayat NU Kabupaten Probolinggo lebih spesial dibandingkan di tempat lain, karena sinergi dua organisasi itu,” katanya.

Selain itu, Tantri berpesan agar kedua organisasi pemuda itu bersiap menghadapi perdagangan bebas Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) 2015. “Salah satunya dengan mengembangkan ekonomi dalam produk kreatif,” pungkasnya. (Syamsul Akbar/Fathoni)?

Dari Nu Online: nu.or.id

PKB Kab Tegal Sunnah PKB Kab Tegal

Gus Dur Tak Ingin Campuri Soal Aliran Dana DKP ke Parpol

Yogyakarta, PKB Kab Tegal. KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) mengaku tidak tahu soal aliran dana nonbudgeter Departemen Kelautan dan Perikanan (DKP) yang diterima para calon presiden dan calon wakil presiden pada Pemilu 2004 lalu, termasuk yang diterima Amien Rais.

"Saya tidak tahu, dan saya tidak mau ngurusi urusan orang lain," katanya sebelum menjadi pembicara pada peluncuran buku peringatan 50 tahun Prof Mahfud MD di Yogyakarta, Selasa (22/5), menjawab pertanyaan wartawan mengenai masalah dana nonbudgetter yang diterima Amien Rais pada masa kampanye Pemilihan Umum dan Pemilihan Presiden 2004.

Gus Dur Tak Ingin Campuri Soal Aliran Dana DKP ke Parpol (Sumber Gambar : Nu Online)
Gus Dur Tak Ingin Campuri Soal Aliran Dana DKP ke Parpol (Sumber Gambar : Nu Online)

Gus Dur Tak Ingin Campuri Soal Aliran Dana DKP ke Parpol

Gus Dur juga menyatakan tidak tahu tentang indikasi aliran dana asing bagi para calon presiden pada Pemilu lalu.

Ia mengatakan, kalau menurut Aska Mahmud, salah seorang pengurus DPP PKB (Partai Kebangkitan Bangsa), Jusuf Kalla yang waktu itu sebagai Menteri Perdagangan memberi uang lewat PKB yang diterima Alwi Shihab.

"Tetapi saya tidak tahu dana itu dari mana, dari Amerika Serikat, dari luar negeri atau entah dari mana, saya tidak tahu," katanya.

Mengenai usulan agar Amien Rais datang ke Kejaksaan Agung untuk diperiksa terkait dengan masalah dana nonbudgeter DKP tersebut, Gus Dur kembali menegaskan dirinya tidak ikut campur urusan orang lain. "Mau masuk penjara, mau masuk pasar, ya silakan," kata dia.

PKB Kab Tegal

Menurut dia, masalah kucuran dana nonbudgeter DKP pasti akan `nyrempet-nyrempet` (melibatkan) pemimpin pemerintahan yang sekarang. "Arahnya pasti ke situ, tetapi pasti nanti disembunyikan," kata Gus Dur.

PKB Kab Tegal

Ketika ditanya kenapa `nyrempet` pemimpin pemerintahan yang sekarang, ia mengatakan karena yang bersangkutan dulu juga ikut kampanye pilpres, dan juga menerima aliran dana tersebut untuk keperluan kampanye.

Gus Dur saat ditanya apakah pada masa kampanye pilpres yang lalu didatangi orang asing untuk diberi bantuan dana, ia mengatakan dirinya tidak didatangi, tetapi yang datang hanya KPU (Komisi Pemilihan Umum) yang melarang dirinya mencalonkan diri sebagai capres. "Ini bertentangan dengan undang-undang," katanya.

Perihal dana dari pihak asing, ia juga mengaku tidak tahu, dan tidak pernah tahu. "Saya tenang-tenang saja, dan saya hanya sibuk di bawah, dekat dengan rakyat," kata dia.

Mengenai gugatan terhadap Jusuf Kalla senilai Rp1 triliun karena Gus Dur merasa dicemarkan nama baiknya, menurut dia karena Jusuf Kalla mengatakan menolak memberi bantuan walaupun Gus Dur meminta. "Perkataan seperti itu telah mencemarkan nama baik saya," katanya.

Mengenai upaya hukum yang telah ditempuh Gus Dur terkait dengan masalah tersebut, ia mengatakan pihaknya sudah lapor ke Polda DKI Jakarta, namun proses selanjutnya belum diketahui. (ant/man)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKB Kab Tegal Pendidikan PKB Kab Tegal

Inilah Perubahan Logo NU Hasil Muktamar Ke-33

Jakarta, PKB Kab Tegal. Muktamar Ke-33 NU di Jombang, 1-5 Agustus lalu, menghasilkan sejumlah perubahan pasal pada beberapa bab di Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) Nahdlatul Ulama. Muktamirin di antaranya menyepakati penambahan unsur gambar dalam logo NU.

Pada AD/ART sebelumnya, pasal tentang logo ? tertulis bahwa lambang Nahdlatul Ulama berupa gambar bola dunia yang dilingkari tali tersimpul, dikitari oleh 9 (sembilan) bintang, 5 (lima) bintang terletak melingkari di atas garis khatulistiwa yang terbesar di antaranya terletak di tengah atas, sedang 4 (empat) bintang lainnya terletak melingkar di bawah garis khatulistiwa, dengan tulisan Nahdlatul Ulama dalam huruf Arab yang melintang dari sebelah kanan bola dunia ke sebelah kiri, semua terlukis dengan warna putih di atas dasar hijau.

Sementara pada perubahan hasil Muktamar Ke-33 NU, muktamirin menyisipkan kalimat “dan ada huruf ‘N’ di bawah kiri dan ‘U’ di bawah kanan” sebelum kalimat “semua terlukis dengan warna putih di atas dasar hijau”.

Inilah Perubahan Logo NU Hasil Muktamar Ke-33 (Sumber Gambar : Nu Online)
Inilah Perubahan Logo NU Hasil Muktamar Ke-33 (Sumber Gambar : Nu Online)

Inilah Perubahan Logo NU Hasil Muktamar Ke-33

Hasil muktamar ini sekaligus meluruskan kekeliruan logo NU yang tersebar di masyarakat. Logo NU yang bertebaran ternyata memiliki beragam versi, selain bentuk huruf, perbedaan juga terletak pada warna latar dan tulisan. Bahkan, hingga kini masih dijumpai logo NU yang salah tulis.

Berdasarkan pantauan PKB Kab Tegal setidaknya ada tiga buku yang menggunakan logo NU secara keliru. Yakni, NU dan Bangsa 1914-2010: Pergulatan Politik dan Kekuasaan karya Nur Khalik Ridwan dan Dari Kiai NU ke NU Miring yang merupakan kumpulan tulisan dengan penyunting Binhad Nurrohmat. Keduanya adalah terbitan pertama Ar-Ruzz Media, Yogyakarta, 2010.

PKB Kab Tegal

Pada sampul kedua buku itu terpasang logo dengan tulisan mirip Nahdlatul Ulama. Namun jika diperhatikan, diketahui ada penambahan huruf alif pada penggalan kata akhir, sehingga lebih tepat dibaca ”nahdlatul u-lama”.

Sementara buku yang terakhir, Dinamika NU Perjalanan Sosial dari Muktamar Cipasung (1994) ke Muktamar Kediri (1999). Buku terbitan Harian Kompas bekerja sama dengan Lakpesdam NU, 1999, ini memasang logo bertuliskan “nahdlatul ummah”. Secara isi, pembahasan ketiga buku tersebut memang bertema ke-NU-an.

PKB Kab Tegal

Di dunia maya, logo sejenis juga bertebaran cukup banyak, baik di akun facebook maupun sejumlah blog pribadi dan komunitas NU. Dengan kata kunci ”logo nahdlatul ulama”, mesin pecarian google akan memunculkan logo keliru NU itu pada deretan keempat gambar teratas.?

Para peselancar dunia maya sekarang bisa mengunduh logo resmi NU hasil perubahan Muktamar Ke-33 NU di situs Radio NU (radio.nu.or.id) pada kanal "Download". (Mahbib Khoiron)

?

Foto: Gambar logo NU hasil perubahan AD/ART pada Muktamar Ke-33 NU



Dari Nu Online: nu.or.id

PKB Kab Tegal Pendidikan, Halaqoh, Hikmah PKB Kab Tegal

Resmkian Ansor Mart: Ketum PBNU Ajak Bangkitkan Ekonomi Nahdliyin

Jakarta, PKB Kab Tegal?



Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj meresmikan Ansor Mart di kantor Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda Ansor, Jakarta pada Sabtu (6/5). Pada kesempatan itu, Kiai Said mengajak warga NU untuk bangkit bergerak dalam bidang ekonomi. ?

Resmkian Ansor Mart: Ketum PBNU Ajak Bangkitkan Ekonomi Nahdliyin (Sumber Gambar : Nu Online)
Resmkian Ansor Mart: Ketum PBNU Ajak Bangkitkan Ekonomi Nahdliyin (Sumber Gambar : Nu Online)

Resmkian Ansor Mart: Ketum PBNU Ajak Bangkitkan Ekonomi Nahdliyin

“Warga Nahdliyin harus kuat dan kokoh ekonominya agar dakwah bisa fokus dan konsisten,” katanya peresmian yang dikemas dengan tajuk Tasyakuran Harlah GP Ansor ke-83 bertema Meneguhkan Semangat Kebangsaan, Membawa Khazanah Islam Nusantara untuk Perdamaian Dunia.

Menurut pengasuh Pondok Pesantren Al-Tsaqofah, Jakarta tersebut, apa yang diupayakan Ansor dengan AnsorMart merupakan pembuktian untuk membangun ekonomi keumatan ala Nahdliyin.

Pada kesempatan lain, Kiai Said selalu mendorong warga NU untuk bergerak dalam bidang ekonomi.?

Menurut Kiai Said, sampai sekarang pengusaha NU belum sampai menjadi konglomerat. “Tapi kita tidak putus asa. Segala sesuatu harus diperjuangkan,” ungkapnya pada pembukaan Kongres III Pencak Silat Nahdlatu Ulama (PSNU) Pagar Nusa di Padepokan Pencak Silat Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta, Rabu (3/5).

PKB Kab Tegal

Perihal ekonomi, sambungnya, PBNU mengupayakan berbagai kerja sama dengan beberapa kementerian: Meneteri keuangan, Menteri ESDM, Menteri Pertanian, Meneteri UKM, Menkominfo. “Mentri-menteri tersebut langsung diperintah presiden agar membangun kemitraan dengan NU,” katanya. (Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKB Kab Tegal

PKB Kab Tegal Jadwal Kajian PKB Kab Tegal

Senin, 23 Oktober 2017

Kalau Phone-nya Saja Sudah Smart, Penggunanya Harus Lebih Smart

Kudus, PKB Kab Tegal. Menurut survei, sebagian besar pengguna smartphone di negeri ini adalah para remaja. Tentu remaja yang dimaksud adalah yang cerdas, baik intelektual, emosional dan spiritual, dan bukan para remaja yang hanya mengejar tren saja. Sebab kalau phone-nya saja sudah smart, maka penggunanya juga harus lebih smart, biar tidak salah guna.?

Demikian disampaikan Ketua Umum Pimpinan Cabang (PC) IPPNU Kudus, Futuhal Hidayah dalam Gebyar Kesenian Pelajar dan pengajian umum dalam rangka haflah maulidurrosul di Pondok Pesantren Putra Tarbiyatus Shibyan Dukuh Kalilopo, Desa Klumpit, Kecamatan Gebog, Kudus, Jawa Tengah, Jum’at, (9/1) lalu.?

Kalau Phone-nya Saja Sudah Smart, Penggunanya Harus Lebih Smart (Sumber Gambar : Nu Online)
Kalau Phone-nya Saja Sudah Smart, Penggunanya Harus Lebih Smart (Sumber Gambar : Nu Online)

Kalau Phone-nya Saja Sudah Smart, Penggunanya Harus Lebih Smart

“Saya yakin para remaja NU memiliki kecerdasan itu, maka sudah sepantasnya kader IPNU-IPPNU menguasai teknologi informatika,” terang Hidayah di depan para pengurus ranting dan alumni Makesta IPNU-IPPNU Desa Klumpit.

PKB Kab Tegal

Selain itu, Hidayah juga menyampaikan penekanan agar program kerja tidak sekadar warisan dari pengurus periode sebelumnya. Pengurus, lanjut Hidayah, diberi kebebasan berproses kreatif dalam merancang dan melaksanakan program kerja. Menurutnya, jangan sampai organisasi hanya melaksanakan program yang serupa dengan periode sebelumnya, tanpa ada pengembangan.?

“Layaknya program disesuaikan dengan perkembangan yang ada, sehingga jalannya organisasi tidak statis,” jelasnya.

PKB Kab Tegal

Pada saat yang sama, Pimpinan Cabang IPNU-IPPNU Kudus menerima tamu dari pengurus Pimpinan Wilayah IPNU-IPPNU Yogyakarta. Di Kudus, mereka ziarah bersama ke makam Kanjeng Sunan Kudus, Syaikh Ja’far Shodiq dan Kanjeng Sunan Muria, Raden Umar Sa’id. Selain itu, tamu dari Yogyakarta ini menyempatkan diri mengisi follow up (tindak lanjut) alumi Pelatihan Kader Muda (Lakmud) di Pimpinan Anak Cabang IPNU-IPPNU Kecamatan Jekulo, Kudus.

Sebelum sambangan dari PW IPNU-IPPNU DIY ini, tahun 2014 lalu, PAC IPNU-IPPNU Kecamatan Gebog, Kudus telah lebih dahulu menyambangi PW IPNU-IPPNU DIY dalam rangka studi banding. (Istahiyyah/Fathoni) ?

Dari Nu Online: nu.or.id

PKB Kab Tegal Anti Hoax, Pahlawan PKB Kab Tegal