Selasa, 24 Oktober 2017

Gus Dur Tak Ingin Campuri Soal Aliran Dana DKP ke Parpol

Yogyakarta, PKB Kab Tegal. KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) mengaku tidak tahu soal aliran dana nonbudgeter Departemen Kelautan dan Perikanan (DKP) yang diterima para calon presiden dan calon wakil presiden pada Pemilu 2004 lalu, termasuk yang diterima Amien Rais.

"Saya tidak tahu, dan saya tidak mau ngurusi urusan orang lain," katanya sebelum menjadi pembicara pada peluncuran buku peringatan 50 tahun Prof Mahfud MD di Yogyakarta, Selasa (22/5), menjawab pertanyaan wartawan mengenai masalah dana nonbudgetter yang diterima Amien Rais pada masa kampanye Pemilihan Umum dan Pemilihan Presiden 2004.

Gus Dur Tak Ingin Campuri Soal Aliran Dana DKP ke Parpol (Sumber Gambar : Nu Online)
Gus Dur Tak Ingin Campuri Soal Aliran Dana DKP ke Parpol (Sumber Gambar : Nu Online)

Gus Dur Tak Ingin Campuri Soal Aliran Dana DKP ke Parpol

Gus Dur juga menyatakan tidak tahu tentang indikasi aliran dana asing bagi para calon presiden pada Pemilu lalu.

Ia mengatakan, kalau menurut Aska Mahmud, salah seorang pengurus DPP PKB (Partai Kebangkitan Bangsa), Jusuf Kalla yang waktu itu sebagai Menteri Perdagangan memberi uang lewat PKB yang diterima Alwi Shihab.

"Tetapi saya tidak tahu dana itu dari mana, dari Amerika Serikat, dari luar negeri atau entah dari mana, saya tidak tahu," katanya.

Mengenai usulan agar Amien Rais datang ke Kejaksaan Agung untuk diperiksa terkait dengan masalah dana nonbudgeter DKP tersebut, Gus Dur kembali menegaskan dirinya tidak ikut campur urusan orang lain. "Mau masuk penjara, mau masuk pasar, ya silakan," kata dia.

PKB Kab Tegal

Menurut dia, masalah kucuran dana nonbudgeter DKP pasti akan `nyrempet-nyrempet` (melibatkan) pemimpin pemerintahan yang sekarang. "Arahnya pasti ke situ, tetapi pasti nanti disembunyikan," kata Gus Dur.

PKB Kab Tegal

Ketika ditanya kenapa `nyrempet` pemimpin pemerintahan yang sekarang, ia mengatakan karena yang bersangkutan dulu juga ikut kampanye pilpres, dan juga menerima aliran dana tersebut untuk keperluan kampanye.

Gus Dur saat ditanya apakah pada masa kampanye pilpres yang lalu didatangi orang asing untuk diberi bantuan dana, ia mengatakan dirinya tidak didatangi, tetapi yang datang hanya KPU (Komisi Pemilihan Umum) yang melarang dirinya mencalonkan diri sebagai capres. "Ini bertentangan dengan undang-undang," katanya.

Perihal dana dari pihak asing, ia juga mengaku tidak tahu, dan tidak pernah tahu. "Saya tenang-tenang saja, dan saya hanya sibuk di bawah, dekat dengan rakyat," kata dia.

Mengenai gugatan terhadap Jusuf Kalla senilai Rp1 triliun karena Gus Dur merasa dicemarkan nama baiknya, menurut dia karena Jusuf Kalla mengatakan menolak memberi bantuan walaupun Gus Dur meminta. "Perkataan seperti itu telah mencemarkan nama baik saya," katanya.

Mengenai upaya hukum yang telah ditempuh Gus Dur terkait dengan masalah tersebut, ia mengatakan pihaknya sudah lapor ke Polda DKI Jakarta, namun proses selanjutnya belum diketahui. (ant/man)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKB Kab Tegal Pendidikan PKB Kab Tegal

Inilah Perubahan Logo NU Hasil Muktamar Ke-33

Jakarta, PKB Kab Tegal. Muktamar Ke-33 NU di Jombang, 1-5 Agustus lalu, menghasilkan sejumlah perubahan pasal pada beberapa bab di Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) Nahdlatul Ulama. Muktamirin di antaranya menyepakati penambahan unsur gambar dalam logo NU.

Pada AD/ART sebelumnya, pasal tentang logo ? tertulis bahwa lambang Nahdlatul Ulama berupa gambar bola dunia yang dilingkari tali tersimpul, dikitari oleh 9 (sembilan) bintang, 5 (lima) bintang terletak melingkari di atas garis khatulistiwa yang terbesar di antaranya terletak di tengah atas, sedang 4 (empat) bintang lainnya terletak melingkar di bawah garis khatulistiwa, dengan tulisan Nahdlatul Ulama dalam huruf Arab yang melintang dari sebelah kanan bola dunia ke sebelah kiri, semua terlukis dengan warna putih di atas dasar hijau.

Sementara pada perubahan hasil Muktamar Ke-33 NU, muktamirin menyisipkan kalimat “dan ada huruf ‘N’ di bawah kiri dan ‘U’ di bawah kanan” sebelum kalimat “semua terlukis dengan warna putih di atas dasar hijau”.

Inilah Perubahan Logo NU Hasil Muktamar Ke-33 (Sumber Gambar : Nu Online)
Inilah Perubahan Logo NU Hasil Muktamar Ke-33 (Sumber Gambar : Nu Online)

Inilah Perubahan Logo NU Hasil Muktamar Ke-33

Hasil muktamar ini sekaligus meluruskan kekeliruan logo NU yang tersebar di masyarakat. Logo NU yang bertebaran ternyata memiliki beragam versi, selain bentuk huruf, perbedaan juga terletak pada warna latar dan tulisan. Bahkan, hingga kini masih dijumpai logo NU yang salah tulis.

Berdasarkan pantauan PKB Kab Tegal setidaknya ada tiga buku yang menggunakan logo NU secara keliru. Yakni, NU dan Bangsa 1914-2010: Pergulatan Politik dan Kekuasaan karya Nur Khalik Ridwan dan Dari Kiai NU ke NU Miring yang merupakan kumpulan tulisan dengan penyunting Binhad Nurrohmat. Keduanya adalah terbitan pertama Ar-Ruzz Media, Yogyakarta, 2010.

PKB Kab Tegal

Pada sampul kedua buku itu terpasang logo dengan tulisan mirip Nahdlatul Ulama. Namun jika diperhatikan, diketahui ada penambahan huruf alif pada penggalan kata akhir, sehingga lebih tepat dibaca ”nahdlatul u-lama”.

Sementara buku yang terakhir, Dinamika NU Perjalanan Sosial dari Muktamar Cipasung (1994) ke Muktamar Kediri (1999). Buku terbitan Harian Kompas bekerja sama dengan Lakpesdam NU, 1999, ini memasang logo bertuliskan “nahdlatul ummah”. Secara isi, pembahasan ketiga buku tersebut memang bertema ke-NU-an.

PKB Kab Tegal

Di dunia maya, logo sejenis juga bertebaran cukup banyak, baik di akun facebook maupun sejumlah blog pribadi dan komunitas NU. Dengan kata kunci ”logo nahdlatul ulama”, mesin pecarian google akan memunculkan logo keliru NU itu pada deretan keempat gambar teratas.?

Para peselancar dunia maya sekarang bisa mengunduh logo resmi NU hasil perubahan Muktamar Ke-33 NU di situs Radio NU (radio.nu.or.id) pada kanal "Download". (Mahbib Khoiron)

?

Foto: Gambar logo NU hasil perubahan AD/ART pada Muktamar Ke-33 NU



Dari Nu Online: nu.or.id

PKB Kab Tegal Pendidikan, Halaqoh, Hikmah PKB Kab Tegal

Resmkian Ansor Mart: Ketum PBNU Ajak Bangkitkan Ekonomi Nahdliyin

Jakarta, PKB Kab Tegal?



Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj meresmikan Ansor Mart di kantor Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda Ansor, Jakarta pada Sabtu (6/5). Pada kesempatan itu, Kiai Said mengajak warga NU untuk bangkit bergerak dalam bidang ekonomi. ?

Resmkian Ansor Mart: Ketum PBNU Ajak Bangkitkan Ekonomi Nahdliyin (Sumber Gambar : Nu Online)
Resmkian Ansor Mart: Ketum PBNU Ajak Bangkitkan Ekonomi Nahdliyin (Sumber Gambar : Nu Online)

Resmkian Ansor Mart: Ketum PBNU Ajak Bangkitkan Ekonomi Nahdliyin

“Warga Nahdliyin harus kuat dan kokoh ekonominya agar dakwah bisa fokus dan konsisten,” katanya peresmian yang dikemas dengan tajuk Tasyakuran Harlah GP Ansor ke-83 bertema Meneguhkan Semangat Kebangsaan, Membawa Khazanah Islam Nusantara untuk Perdamaian Dunia.

Menurut pengasuh Pondok Pesantren Al-Tsaqofah, Jakarta tersebut, apa yang diupayakan Ansor dengan AnsorMart merupakan pembuktian untuk membangun ekonomi keumatan ala Nahdliyin.

Pada kesempatan lain, Kiai Said selalu mendorong warga NU untuk bergerak dalam bidang ekonomi.?

Menurut Kiai Said, sampai sekarang pengusaha NU belum sampai menjadi konglomerat. “Tapi kita tidak putus asa. Segala sesuatu harus diperjuangkan,” ungkapnya pada pembukaan Kongres III Pencak Silat Nahdlatu Ulama (PSNU) Pagar Nusa di Padepokan Pencak Silat Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta, Rabu (3/5).

PKB Kab Tegal

Perihal ekonomi, sambungnya, PBNU mengupayakan berbagai kerja sama dengan beberapa kementerian: Meneteri keuangan, Menteri ESDM, Menteri Pertanian, Meneteri UKM, Menkominfo. “Mentri-menteri tersebut langsung diperintah presiden agar membangun kemitraan dengan NU,” katanya. (Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKB Kab Tegal

PKB Kab Tegal Jadwal Kajian PKB Kab Tegal

Senin, 23 Oktober 2017

Kalau Phone-nya Saja Sudah Smart, Penggunanya Harus Lebih Smart

Kudus, PKB Kab Tegal. Menurut survei, sebagian besar pengguna smartphone di negeri ini adalah para remaja. Tentu remaja yang dimaksud adalah yang cerdas, baik intelektual, emosional dan spiritual, dan bukan para remaja yang hanya mengejar tren saja. Sebab kalau phone-nya saja sudah smart, maka penggunanya juga harus lebih smart, biar tidak salah guna.?

Demikian disampaikan Ketua Umum Pimpinan Cabang (PC) IPPNU Kudus, Futuhal Hidayah dalam Gebyar Kesenian Pelajar dan pengajian umum dalam rangka haflah maulidurrosul di Pondok Pesantren Putra Tarbiyatus Shibyan Dukuh Kalilopo, Desa Klumpit, Kecamatan Gebog, Kudus, Jawa Tengah, Jum’at, (9/1) lalu.?

Kalau Phone-nya Saja Sudah Smart, Penggunanya Harus Lebih Smart (Sumber Gambar : Nu Online)
Kalau Phone-nya Saja Sudah Smart, Penggunanya Harus Lebih Smart (Sumber Gambar : Nu Online)

Kalau Phone-nya Saja Sudah Smart, Penggunanya Harus Lebih Smart

“Saya yakin para remaja NU memiliki kecerdasan itu, maka sudah sepantasnya kader IPNU-IPPNU menguasai teknologi informatika,” terang Hidayah di depan para pengurus ranting dan alumni Makesta IPNU-IPPNU Desa Klumpit.

PKB Kab Tegal

Selain itu, Hidayah juga menyampaikan penekanan agar program kerja tidak sekadar warisan dari pengurus periode sebelumnya. Pengurus, lanjut Hidayah, diberi kebebasan berproses kreatif dalam merancang dan melaksanakan program kerja. Menurutnya, jangan sampai organisasi hanya melaksanakan program yang serupa dengan periode sebelumnya, tanpa ada pengembangan.?

“Layaknya program disesuaikan dengan perkembangan yang ada, sehingga jalannya organisasi tidak statis,” jelasnya.

PKB Kab Tegal

Pada saat yang sama, Pimpinan Cabang IPNU-IPPNU Kudus menerima tamu dari pengurus Pimpinan Wilayah IPNU-IPPNU Yogyakarta. Di Kudus, mereka ziarah bersama ke makam Kanjeng Sunan Kudus, Syaikh Ja’far Shodiq dan Kanjeng Sunan Muria, Raden Umar Sa’id. Selain itu, tamu dari Yogyakarta ini menyempatkan diri mengisi follow up (tindak lanjut) alumi Pelatihan Kader Muda (Lakmud) di Pimpinan Anak Cabang IPNU-IPPNU Kecamatan Jekulo, Kudus.

Sebelum sambangan dari PW IPNU-IPPNU DIY ini, tahun 2014 lalu, PAC IPNU-IPPNU Kecamatan Gebog, Kudus telah lebih dahulu menyambangi PW IPNU-IPPNU DIY dalam rangka studi banding. (Istahiyyah/Fathoni) ?

Dari Nu Online: nu.or.id

PKB Kab Tegal Anti Hoax, Pahlawan PKB Kab Tegal

Terbesar, PMII Jatim Mesti Jadi Contoh bagi Wilayah Lain

Ponorogo, PKB Kab Tegal

Pengurus Koordinator Cabang (PKC) Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Jawa Timur merupakan PKC dengan jumlah cabang terbanyak se-Indonesia. Jumlah cabang definitif PMII se-Jatim adalah 31 institusi. Mulai dari ujung barat Ngawi hingga ujung timur Banyuwangi.

Terbesar, PMII Jatim Mesti Jadi Contoh bagi Wilayah Lain (Sumber Gambar : Nu Online)
Terbesar, PMII Jatim Mesti Jadi Contoh bagi Wilayah Lain (Sumber Gambar : Nu Online)

Terbesar, PMII Jatim Mesti Jadi Contoh bagi Wilayah Lain

Demikian dikatakan ketua PKC PMII Jatim 2014-2016, Ahmad Junaidi dalam Konferensi Koordinator Cabang (Konkoorcab) XXII Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Jawa Timur resmi dilaksanakan di Pendopo Agung Kabupaten, Ponorogo pada kamis Rabu 27-30 April 2016.

“Meskipun begitu, saya harap sahabat-sahabat tidak melupakan tiga hal, yakni komitmen ideologi, kaderisasi, dan gerakan PMII. Dan tiga poin itu haruslah juga jadi agenda utama forum (konkoorcab) ini,” katanya.

PKB Kab Tegal

Kang Juned, sapaan akrabnya, dengan potensi cabang yang banyak tersebut PMII Jatim seharusnya memberikan teladan pergerakan bagi wilayah-wilayah lain.

“PMII merupakan kawah candradimuka para politisi dan intelektual NU di masa depan, mari membangun PMII lebih bermanfaat,” ajaknya.

PKB Kab Tegal

Sementara itu, Ketua Umum PB PMII Aminuddin Ma’ruf mengatakan, sejarah Jatim menjadi tempat sejarah kelahiran PMII pada 17 April 1960 tidak boleh melengahkan PMII Jatim untuk terus berupaya menjadi barometer kepemimpinan, gerakan dan ideologisasi Islam Ahlussunnah wal Jamaah.

Secara simbolik pembukaan konkoorcab resmi dibuka dengan penabuhan gong sebanyak tiga kali oleh Bupati Ponorogo Ipoeng Mukhlisoni ditemani Ketum PB PMII Aminuddin Ma’ruf dan Ketum PKC Jatim Ahmad Junaidi.

Pada kesempatan pembukaan juga ditampilkan kesenian Reog Ponorogo yang merupakan kesenian asli Nusantara asal Ponorogo. Pada kesempatan acara juga makin khidmat dengan kehadiran salah satu pendiri PMII KH Nuril Huda, dan sejumlah alumni PMII dan pejabat setempat. (Ali Makhrus/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKB Kab Tegal Pemurnian Aqidah, Kiai PKB Kab Tegal

Juara OKP Berprestasi, Ini Program Unggulan IPPNU dan Kopri

Jakarta, PKB Kab Tegal. Setelah melalui empat tahapan penilaian mulai seleksi administrasi, program, visitasi lapangan dan penilaian organisasi, dua organisasi putri berbasis Nahdhatul Ulama (NU) menjuarai Lomba Pemilihan Organisasi Kepemudaan (OKP) Berprestasi tingkat Nasional. Keduanya yakni, Ikatan Pelajar Putri Nahdhatul Ulama (IPPNU) sebagai Juara 1 dan Korps PMII Putri (Kopri) meraih Juara Harapan 1.?

Juara OKP Berprestasi, Ini Program Unggulan IPPNU dan Kopri (Sumber Gambar : Nu Online)
Juara OKP Berprestasi, Ini Program Unggulan IPPNU dan Kopri (Sumber Gambar : Nu Online)

Juara OKP Berprestasi, Ini Program Unggulan IPPNU dan Kopri

IPPNU berhasil meyakinkan dewan juri dengan program andalan terkait rumah pelajar untuk perempuan dan anak pada presentasi yang dilaksanakan di Wisma Teather Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora), Ahad (24/10). Sementara, tak jauh berbeda, Kopri menyabet Juara Harapan 1 dengan program unggulan tentang advokasi nasional terhadap korban kekerasan perempuan dan anak.

Adapun dewan juri yang menilai lomba yang diselenggarakan oleh Kemenpora ini di antaranya MY Esti Wijayanti sebagai perwakilan DPR RI, Sanusi dari Kemenpora, Rachmat HS dari FBR, Yaqut Cholil Qoumas sebagai perwakilan organisasi pemuda dan Indra J. Piliang seorang pengamat.?

Saat konfrensi pers di Media Center Wisma Kemenpora, MY Esti Wijayanti menjelaskan, terdapat 26 OKP yang mendaftar program Pemilihan Organisasi Kepemudaan Berprestasi Tingkat Nasional 2016 kali ini.?

Organisasi yang lolos 10 besar adalah IPPNU, Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU), Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM), Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI), FORTANAS, Korps Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia Putri (Kopri PB PMII), Perhimpunan Mahasiswa Katolik RI (PMKRI), Center for Indonesian Medical Student Activities (CIMSA), Korps HMI Wati (KOHATI) dan Indonesia Student and Youth Forum.

PKB Kab Tegal

"Proses pendaftaran lomba ini dilakukan secara terbuka. Kami juga bertanya-tanya kenapa yang daftar minim? Kemungkinan ada syarat yang belum bisa dipenuhi seperti organisasi terkait harus punya cabang di provinsi, kabupaten/kota. Juga usia kepengurusan sesuai UU kepemudaan (maksimal 30 tahun)," jelasnya.

Setelah memaparkan program satu persatu, IPPNU dinyatakan sebagai pemenang tahun ini setelah mengumpulkan 285 poin. Sedangkan peringkat kedua diraih PMKRI (280 poin), lalu posisi ketiga IPM (277 poin). Untuk juara harapan I dan harapan II disabet Kopri PMII (270 poin) dan CIMSA (266 poin). Perempuan yang akrab disapa Mbak Esti itu pun mengucapkan selamat kepada para jawara.?

Rencananya, para pemenang akan diundang hadir pada peringatan Hari Sumpah Pemuda di Palangkaraya, Kalimantan Tengah sekaligus untuk menerima hadiah. (Nidhomatum MR/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKB Kab Tegal

PKB Kab Tegal Makam, Nahdlatul Ulama, Hadits PKB Kab Tegal

Minggu, 22 Oktober 2017

Rais Aam PBNU Harap Wakil Rakyat “Move On”

Jakarta, PKB Kab Tegal. Pejabat Rais Aam PBNU KH A Musthofa Bisri menyayangkan sikap kekanak-kanakan segenap anggota dewan belakangan ini. Kiai yang lazim disapa Gus Mus ini, mengamanahkan para wakil rakyat untuk menunjukkan sikap kenegarawanan. Pengalaman persaingan politik yang baru saja berlalu, biarlah menjadi pelajaran. Dengan demikian, tiada lagi istilah “berseberangan di antara kita”.

Demikian disampaikan Gus Mus dalam pidato iftitah Munas-Konbes NU 2014 di Jakarta, Sabtu (1/11) siang. Di hadapan ratusan warga NU, Gus Mus berharap berhentinya perpecahan di kalangan wakil rakyat.

Rais Aam PBNU Harap Wakil Rakyat “Move On” (Sumber Gambar : Nu Online)
Rais Aam PBNU Harap Wakil Rakyat “Move On” (Sumber Gambar : Nu Online)

Rais Aam PBNU Harap Wakil Rakyat “Move On”

“Kita mesti menjadikan pengalaman yang lalu itu sebagai pelajaran sikap kearifan di kemudian hari. Ini semua kita tujukan untuk para wakil kita yang kelihatannya menunjukkan-kalau kata anak gaul,-‘belum move on’,” ujar Gus Mus.

PKB Kab Tegal

Wakil Presiden HM Jusuf Kalla dan sejumlah menteri Kabinet Pemerintahan yang baru, tampak hadir di tengah musyawirin pada pidato iftitah Munas-Konbes NU 2014 oleh Pejabat Rais Aam PBNU.

PKB Kab Tegal

Dengan redanya sikap dukung-mendukung, Gus Mus berharap mereka bisa menekuni tugas masing-masing sebagai semula.

Kepada HM Yusuf Kalla yang juga anggota Mustasyar PBNU, Gus Mus berharap pemerintah melakukan upaya untuk menyudahi ketegangan di Senayan.

“Kita mengamanahkan kepada Wapres di sini untuk menjadikan parlemen layaknya tempat Dewan Perwakilan Rakyat,” tandas Gus Mus sebelum meminta ratusan hadirin mengirimkan surah Al-Fatihah untuk belasan Kiai NU yang wafat di tahun 2014. (Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKB Kab Tegal Olahraga, Fragmen PKB Kab Tegal