Selasa, 24 Oktober 2017

Resmkian Ansor Mart: Ketum PBNU Ajak Bangkitkan Ekonomi Nahdliyin

Jakarta, PKB Kab Tegal?



Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj meresmikan Ansor Mart di kantor Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda Ansor, Jakarta pada Sabtu (6/5). Pada kesempatan itu, Kiai Said mengajak warga NU untuk bangkit bergerak dalam bidang ekonomi. ?

Resmkian Ansor Mart: Ketum PBNU Ajak Bangkitkan Ekonomi Nahdliyin (Sumber Gambar : Nu Online)
Resmkian Ansor Mart: Ketum PBNU Ajak Bangkitkan Ekonomi Nahdliyin (Sumber Gambar : Nu Online)

Resmkian Ansor Mart: Ketum PBNU Ajak Bangkitkan Ekonomi Nahdliyin

“Warga Nahdliyin harus kuat dan kokoh ekonominya agar dakwah bisa fokus dan konsisten,” katanya peresmian yang dikemas dengan tajuk Tasyakuran Harlah GP Ansor ke-83 bertema Meneguhkan Semangat Kebangsaan, Membawa Khazanah Islam Nusantara untuk Perdamaian Dunia.

Menurut pengasuh Pondok Pesantren Al-Tsaqofah, Jakarta tersebut, apa yang diupayakan Ansor dengan AnsorMart merupakan pembuktian untuk membangun ekonomi keumatan ala Nahdliyin.

Pada kesempatan lain, Kiai Said selalu mendorong warga NU untuk bergerak dalam bidang ekonomi.?

Menurut Kiai Said, sampai sekarang pengusaha NU belum sampai menjadi konglomerat. “Tapi kita tidak putus asa. Segala sesuatu harus diperjuangkan,” ungkapnya pada pembukaan Kongres III Pencak Silat Nahdlatu Ulama (PSNU) Pagar Nusa di Padepokan Pencak Silat Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta, Rabu (3/5).

PKB Kab Tegal

Perihal ekonomi, sambungnya, PBNU mengupayakan berbagai kerja sama dengan beberapa kementerian: Meneteri keuangan, Menteri ESDM, Menteri Pertanian, Meneteri UKM, Menkominfo. “Mentri-menteri tersebut langsung diperintah presiden agar membangun kemitraan dengan NU,” katanya. (Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKB Kab Tegal

PKB Kab Tegal Jadwal Kajian PKB Kab Tegal

Senin, 23 Oktober 2017

Kalau Phone-nya Saja Sudah Smart, Penggunanya Harus Lebih Smart

Kudus, PKB Kab Tegal. Menurut survei, sebagian besar pengguna smartphone di negeri ini adalah para remaja. Tentu remaja yang dimaksud adalah yang cerdas, baik intelektual, emosional dan spiritual, dan bukan para remaja yang hanya mengejar tren saja. Sebab kalau phone-nya saja sudah smart, maka penggunanya juga harus lebih smart, biar tidak salah guna.?

Demikian disampaikan Ketua Umum Pimpinan Cabang (PC) IPPNU Kudus, Futuhal Hidayah dalam Gebyar Kesenian Pelajar dan pengajian umum dalam rangka haflah maulidurrosul di Pondok Pesantren Putra Tarbiyatus Shibyan Dukuh Kalilopo, Desa Klumpit, Kecamatan Gebog, Kudus, Jawa Tengah, Jum’at, (9/1) lalu.?

Kalau Phone-nya Saja Sudah Smart, Penggunanya Harus Lebih Smart (Sumber Gambar : Nu Online)
Kalau Phone-nya Saja Sudah Smart, Penggunanya Harus Lebih Smart (Sumber Gambar : Nu Online)

Kalau Phone-nya Saja Sudah Smart, Penggunanya Harus Lebih Smart

“Saya yakin para remaja NU memiliki kecerdasan itu, maka sudah sepantasnya kader IPNU-IPPNU menguasai teknologi informatika,” terang Hidayah di depan para pengurus ranting dan alumni Makesta IPNU-IPPNU Desa Klumpit.

PKB Kab Tegal

Selain itu, Hidayah juga menyampaikan penekanan agar program kerja tidak sekadar warisan dari pengurus periode sebelumnya. Pengurus, lanjut Hidayah, diberi kebebasan berproses kreatif dalam merancang dan melaksanakan program kerja. Menurutnya, jangan sampai organisasi hanya melaksanakan program yang serupa dengan periode sebelumnya, tanpa ada pengembangan.?

“Layaknya program disesuaikan dengan perkembangan yang ada, sehingga jalannya organisasi tidak statis,” jelasnya.

PKB Kab Tegal

Pada saat yang sama, Pimpinan Cabang IPNU-IPPNU Kudus menerima tamu dari pengurus Pimpinan Wilayah IPNU-IPPNU Yogyakarta. Di Kudus, mereka ziarah bersama ke makam Kanjeng Sunan Kudus, Syaikh Ja’far Shodiq dan Kanjeng Sunan Muria, Raden Umar Sa’id. Selain itu, tamu dari Yogyakarta ini menyempatkan diri mengisi follow up (tindak lanjut) alumi Pelatihan Kader Muda (Lakmud) di Pimpinan Anak Cabang IPNU-IPPNU Kecamatan Jekulo, Kudus.

Sebelum sambangan dari PW IPNU-IPPNU DIY ini, tahun 2014 lalu, PAC IPNU-IPPNU Kecamatan Gebog, Kudus telah lebih dahulu menyambangi PW IPNU-IPPNU DIY dalam rangka studi banding. (Istahiyyah/Fathoni) ?

Dari Nu Online: nu.or.id

PKB Kab Tegal Anti Hoax, Pahlawan PKB Kab Tegal

Terbesar, PMII Jatim Mesti Jadi Contoh bagi Wilayah Lain

Ponorogo, PKB Kab Tegal

Pengurus Koordinator Cabang (PKC) Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Jawa Timur merupakan PKC dengan jumlah cabang terbanyak se-Indonesia. Jumlah cabang definitif PMII se-Jatim adalah 31 institusi. Mulai dari ujung barat Ngawi hingga ujung timur Banyuwangi.

Terbesar, PMII Jatim Mesti Jadi Contoh bagi Wilayah Lain (Sumber Gambar : Nu Online)
Terbesar, PMII Jatim Mesti Jadi Contoh bagi Wilayah Lain (Sumber Gambar : Nu Online)

Terbesar, PMII Jatim Mesti Jadi Contoh bagi Wilayah Lain

Demikian dikatakan ketua PKC PMII Jatim 2014-2016, Ahmad Junaidi dalam Konferensi Koordinator Cabang (Konkoorcab) XXII Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Jawa Timur resmi dilaksanakan di Pendopo Agung Kabupaten, Ponorogo pada kamis Rabu 27-30 April 2016.

“Meskipun begitu, saya harap sahabat-sahabat tidak melupakan tiga hal, yakni komitmen ideologi, kaderisasi, dan gerakan PMII. Dan tiga poin itu haruslah juga jadi agenda utama forum (konkoorcab) ini,” katanya.

PKB Kab Tegal

Kang Juned, sapaan akrabnya, dengan potensi cabang yang banyak tersebut PMII Jatim seharusnya memberikan teladan pergerakan bagi wilayah-wilayah lain.

“PMII merupakan kawah candradimuka para politisi dan intelektual NU di masa depan, mari membangun PMII lebih bermanfaat,” ajaknya.

PKB Kab Tegal

Sementara itu, Ketua Umum PB PMII Aminuddin Ma’ruf mengatakan, sejarah Jatim menjadi tempat sejarah kelahiran PMII pada 17 April 1960 tidak boleh melengahkan PMII Jatim untuk terus berupaya menjadi barometer kepemimpinan, gerakan dan ideologisasi Islam Ahlussunnah wal Jamaah.

Secara simbolik pembukaan konkoorcab resmi dibuka dengan penabuhan gong sebanyak tiga kali oleh Bupati Ponorogo Ipoeng Mukhlisoni ditemani Ketum PB PMII Aminuddin Ma’ruf dan Ketum PKC Jatim Ahmad Junaidi.

Pada kesempatan pembukaan juga ditampilkan kesenian Reog Ponorogo yang merupakan kesenian asli Nusantara asal Ponorogo. Pada kesempatan acara juga makin khidmat dengan kehadiran salah satu pendiri PMII KH Nuril Huda, dan sejumlah alumni PMII dan pejabat setempat. (Ali Makhrus/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKB Kab Tegal Pemurnian Aqidah, Kiai PKB Kab Tegal

Juara OKP Berprestasi, Ini Program Unggulan IPPNU dan Kopri

Jakarta, PKB Kab Tegal. Setelah melalui empat tahapan penilaian mulai seleksi administrasi, program, visitasi lapangan dan penilaian organisasi, dua organisasi putri berbasis Nahdhatul Ulama (NU) menjuarai Lomba Pemilihan Organisasi Kepemudaan (OKP) Berprestasi tingkat Nasional. Keduanya yakni, Ikatan Pelajar Putri Nahdhatul Ulama (IPPNU) sebagai Juara 1 dan Korps PMII Putri (Kopri) meraih Juara Harapan 1.?

Juara OKP Berprestasi, Ini Program Unggulan IPPNU dan Kopri (Sumber Gambar : Nu Online)
Juara OKP Berprestasi, Ini Program Unggulan IPPNU dan Kopri (Sumber Gambar : Nu Online)

Juara OKP Berprestasi, Ini Program Unggulan IPPNU dan Kopri

IPPNU berhasil meyakinkan dewan juri dengan program andalan terkait rumah pelajar untuk perempuan dan anak pada presentasi yang dilaksanakan di Wisma Teather Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora), Ahad (24/10). Sementara, tak jauh berbeda, Kopri menyabet Juara Harapan 1 dengan program unggulan tentang advokasi nasional terhadap korban kekerasan perempuan dan anak.

Adapun dewan juri yang menilai lomba yang diselenggarakan oleh Kemenpora ini di antaranya MY Esti Wijayanti sebagai perwakilan DPR RI, Sanusi dari Kemenpora, Rachmat HS dari FBR, Yaqut Cholil Qoumas sebagai perwakilan organisasi pemuda dan Indra J. Piliang seorang pengamat.?

Saat konfrensi pers di Media Center Wisma Kemenpora, MY Esti Wijayanti menjelaskan, terdapat 26 OKP yang mendaftar program Pemilihan Organisasi Kepemudaan Berprestasi Tingkat Nasional 2016 kali ini.?

Organisasi yang lolos 10 besar adalah IPPNU, Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU), Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM), Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI), FORTANAS, Korps Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia Putri (Kopri PB PMII), Perhimpunan Mahasiswa Katolik RI (PMKRI), Center for Indonesian Medical Student Activities (CIMSA), Korps HMI Wati (KOHATI) dan Indonesia Student and Youth Forum.

PKB Kab Tegal

"Proses pendaftaran lomba ini dilakukan secara terbuka. Kami juga bertanya-tanya kenapa yang daftar minim? Kemungkinan ada syarat yang belum bisa dipenuhi seperti organisasi terkait harus punya cabang di provinsi, kabupaten/kota. Juga usia kepengurusan sesuai UU kepemudaan (maksimal 30 tahun)," jelasnya.

Setelah memaparkan program satu persatu, IPPNU dinyatakan sebagai pemenang tahun ini setelah mengumpulkan 285 poin. Sedangkan peringkat kedua diraih PMKRI (280 poin), lalu posisi ketiga IPM (277 poin). Untuk juara harapan I dan harapan II disabet Kopri PMII (270 poin) dan CIMSA (266 poin). Perempuan yang akrab disapa Mbak Esti itu pun mengucapkan selamat kepada para jawara.?

Rencananya, para pemenang akan diundang hadir pada peringatan Hari Sumpah Pemuda di Palangkaraya, Kalimantan Tengah sekaligus untuk menerima hadiah. (Nidhomatum MR/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKB Kab Tegal

PKB Kab Tegal Makam, Nahdlatul Ulama, Hadits PKB Kab Tegal

Minggu, 22 Oktober 2017

Rais Aam PBNU Harap Wakil Rakyat “Move On”

Jakarta, PKB Kab Tegal. Pejabat Rais Aam PBNU KH A Musthofa Bisri menyayangkan sikap kekanak-kanakan segenap anggota dewan belakangan ini. Kiai yang lazim disapa Gus Mus ini, mengamanahkan para wakil rakyat untuk menunjukkan sikap kenegarawanan. Pengalaman persaingan politik yang baru saja berlalu, biarlah menjadi pelajaran. Dengan demikian, tiada lagi istilah “berseberangan di antara kita”.

Demikian disampaikan Gus Mus dalam pidato iftitah Munas-Konbes NU 2014 di Jakarta, Sabtu (1/11) siang. Di hadapan ratusan warga NU, Gus Mus berharap berhentinya perpecahan di kalangan wakil rakyat.

Rais Aam PBNU Harap Wakil Rakyat “Move On” (Sumber Gambar : Nu Online)
Rais Aam PBNU Harap Wakil Rakyat “Move On” (Sumber Gambar : Nu Online)

Rais Aam PBNU Harap Wakil Rakyat “Move On”

“Kita mesti menjadikan pengalaman yang lalu itu sebagai pelajaran sikap kearifan di kemudian hari. Ini semua kita tujukan untuk para wakil kita yang kelihatannya menunjukkan-kalau kata anak gaul,-‘belum move on’,” ujar Gus Mus.

PKB Kab Tegal

Wakil Presiden HM Jusuf Kalla dan sejumlah menteri Kabinet Pemerintahan yang baru, tampak hadir di tengah musyawirin pada pidato iftitah Munas-Konbes NU 2014 oleh Pejabat Rais Aam PBNU.

PKB Kab Tegal

Dengan redanya sikap dukung-mendukung, Gus Mus berharap mereka bisa menekuni tugas masing-masing sebagai semula.

Kepada HM Yusuf Kalla yang juga anggota Mustasyar PBNU, Gus Mus berharap pemerintah melakukan upaya untuk menyudahi ketegangan di Senayan.

“Kita mengamanahkan kepada Wapres di sini untuk menjadikan parlemen layaknya tempat Dewan Perwakilan Rakyat,” tandas Gus Mus sebelum meminta ratusan hadirin mengirimkan surah Al-Fatihah untuk belasan Kiai NU yang wafat di tahun 2014. (Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKB Kab Tegal Olahraga, Fragmen PKB Kab Tegal

Sabtu, 21 Oktober 2017

Kang Said: Bangsa Asing Inginkan Indonesia Ekstrem

Jepara, PKB Kab Tegal. Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama KH Said Aqil Siroj mengimbau warga NU untuk memasyarakatkan cara beragama yang moderat. Kiai Said mengingatkan mereka untuk berjuang untuk itu. Karena, banyak pihak asing yang memprovokasi agar bangsa Indonesia terlibat dalam gerakan ekstrem.

Kang Said: Bangsa Asing Inginkan Indonesia Ekstrem (Sumber Gambar : Nu Online)
Kang Said: Bangsa Asing Inginkan Indonesia Ekstrem (Sumber Gambar : Nu Online)

Kang Said: Bangsa Asing Inginkan Indonesia Ekstrem

“Bangsa Barat sangat mendambakan Indonesia menjadi radikal. Jika sudah radikal, mereka memiliki alasan untuk menggempur Nusantara,” kata Kang Said saat menyampaikan sambutan di Harlah ke-71 Yayasan Mathaliul Huda di desa Bugel kecamatan Kedung kabupaten Jepara, Rabu (17/9) malam.

Sebab itu, sikap ke-NUan tegasnya harus tetap dijaga. “Orang NU jangan mudah terpancing pada kelompok yang suka mengebom. Sebab NU cinta damai. Jangan sampai ikut-ikutan ISIS. Gerombolan garis keras itu sudah bukan Islam, karena suka membunuh saudaranya sendiri,” pesan Kang Said di hadapan ratusan jamaah yang hadir.

PKB Kab Tegal

Kepada hadirin, pengasuh pesantren Ats-Tsaqafah Ciganjur ini mengingatkan orang tua untuk benar-benar mengawasi anaknya dari pengaruh paham ekstrem. “Ciri lahiriahnya kelompk wahabi antara lain berjenggot panjang, bergamis, bercelana cingkrang, atau tanda hitam di jidat.”

Pengurus masjid juga lebih cermat. Jangan sampai wahabi menguasai kepengurusan masjid. Bogor, Tangerang, dan Bekasi merupakan kota yang dikuasai kelompok wahabi. “Untungnya LTM PBNU lekas bertindak sehingga masjid-masjid yang direbut kelompok tersebut bisa kembali,” imbuh Kang Said. (Syaiful Mustaqim/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKB Kab Tegal

PKB Kab Tegal PonPes, Budaya PKB Kab Tegal

Jumat, 20 Oktober 2017

Mahasiswa Sunan Pandanaran Ngaji Otobiografi Gus Dur

Sleman, PKB Kab Tegal. Mahasiswa STAI Sunan Pandanaran (Staispa) ngaji Karakter Santri ala Gus Dur, Selasa (1/9) malam. Mereka mengangkat karya Greg Barton Autobiography of Abdurrahman Wahid sebagai rujukan diskusi. Mereka mengawalinya dengan tawasulan yang ditujukan kepada para ulama dan kiai-kiai Nusantara, terutama Gus Dur.

Pemandu Ngaji Gus Dur Dr. Suhadi Cholil mengatakan, dari karya Greg Barton ini kita hanya mengambil empat bab yang dirasa penting. Kegiatan ini juga menggunakan metode khas pesantren yakni model bandongan.

Mahasiswa Sunan Pandanaran Ngaji Otobiografi Gus Dur (Sumber Gambar : Nu Online)
Mahasiswa Sunan Pandanaran Ngaji Otobiografi Gus Dur (Sumber Gambar : Nu Online)

Mahasiswa Sunan Pandanaran Ngaji Otobiografi Gus Dur

"Ngaji Gus Dur ini bisa juga disebut ngaji sirah (riwayat). Sebab, kita akan menyelami sosok Gus Dur melalui buku ini untuk menggali berbagai perilaku dan pemikiran Gus Dur sebagai teladan. Selain itu kita juga sekaligus dapat belajar bahasa Inggris melalui buku ini," terangnya.

PKB Kab Tegal

Dari seorang Gus Dur, lanjutnya, kita dapat melihat sosok yang dengan jerih payah serta teguh dalam mengabdikan ilmu dan masyarakat. Gus Dur juga merupakan seorang yang sangat mencintai ilmu dan masyarakat. Itu yang perlu kita tiru, sebagai generasi penerus bangsa.

Menurut dosen CRCS program pasca sarjana UGM ini, santri hari ini harus mampu berbahasa asing. Karena untuk menggaungkan Islam Nusantara, penguasaan bahasa asing merupakan komponen yang sangat penting.

PKB Kab Tegal

"Sebab, saya melihat karya-karya para Ulama Nusantara, sekarang banyak yang telah dialihbahasakan ke bahasa asing. Di antaranya, karya Syeikh Nawawi al-Bantani yang telah diterjemahkan ke dalam bahasa Jepang, pada saat saya berkesempatan berkunjung ke sana. Karya Syeikh Ihsan Jampes juga telah ada terjemahannya dalam bahasa asing, dan lain sebagainya. Hal demikian baik, apalagi jika santri yang melakukan itu," pungkasnya. (Anwar Kurniawan/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKB Kab Tegal Ahlussunnah PKB Kab Tegal