Senin, 23 Oktober 2017

Terbesar, PMII Jatim Mesti Jadi Contoh bagi Wilayah Lain

Ponorogo, PKB Kab Tegal

Pengurus Koordinator Cabang (PKC) Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Jawa Timur merupakan PKC dengan jumlah cabang terbanyak se-Indonesia. Jumlah cabang definitif PMII se-Jatim adalah 31 institusi. Mulai dari ujung barat Ngawi hingga ujung timur Banyuwangi.

Terbesar, PMII Jatim Mesti Jadi Contoh bagi Wilayah Lain (Sumber Gambar : Nu Online)
Terbesar, PMII Jatim Mesti Jadi Contoh bagi Wilayah Lain (Sumber Gambar : Nu Online)

Terbesar, PMII Jatim Mesti Jadi Contoh bagi Wilayah Lain

Demikian dikatakan ketua PKC PMII Jatim 2014-2016, Ahmad Junaidi dalam Konferensi Koordinator Cabang (Konkoorcab) XXII Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Jawa Timur resmi dilaksanakan di Pendopo Agung Kabupaten, Ponorogo pada kamis Rabu 27-30 April 2016.

“Meskipun begitu, saya harap sahabat-sahabat tidak melupakan tiga hal, yakni komitmen ideologi, kaderisasi, dan gerakan PMII. Dan tiga poin itu haruslah juga jadi agenda utama forum (konkoorcab) ini,” katanya.

PKB Kab Tegal

Kang Juned, sapaan akrabnya, dengan potensi cabang yang banyak tersebut PMII Jatim seharusnya memberikan teladan pergerakan bagi wilayah-wilayah lain.

“PMII merupakan kawah candradimuka para politisi dan intelektual NU di masa depan, mari membangun PMII lebih bermanfaat,” ajaknya.

PKB Kab Tegal

Sementara itu, Ketua Umum PB PMII Aminuddin Ma’ruf mengatakan, sejarah Jatim menjadi tempat sejarah kelahiran PMII pada 17 April 1960 tidak boleh melengahkan PMII Jatim untuk terus berupaya menjadi barometer kepemimpinan, gerakan dan ideologisasi Islam Ahlussunnah wal Jamaah.

Secara simbolik pembukaan konkoorcab resmi dibuka dengan penabuhan gong sebanyak tiga kali oleh Bupati Ponorogo Ipoeng Mukhlisoni ditemani Ketum PB PMII Aminuddin Ma’ruf dan Ketum PKC Jatim Ahmad Junaidi.

Pada kesempatan pembukaan juga ditampilkan kesenian Reog Ponorogo yang merupakan kesenian asli Nusantara asal Ponorogo. Pada kesempatan acara juga makin khidmat dengan kehadiran salah satu pendiri PMII KH Nuril Huda, dan sejumlah alumni PMII dan pejabat setempat. (Ali Makhrus/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKB Kab Tegal Pemurnian Aqidah, Kiai PKB Kab Tegal

Juara OKP Berprestasi, Ini Program Unggulan IPPNU dan Kopri

Jakarta, PKB Kab Tegal. Setelah melalui empat tahapan penilaian mulai seleksi administrasi, program, visitasi lapangan dan penilaian organisasi, dua organisasi putri berbasis Nahdhatul Ulama (NU) menjuarai Lomba Pemilihan Organisasi Kepemudaan (OKP) Berprestasi tingkat Nasional. Keduanya yakni, Ikatan Pelajar Putri Nahdhatul Ulama (IPPNU) sebagai Juara 1 dan Korps PMII Putri (Kopri) meraih Juara Harapan 1.?

Juara OKP Berprestasi, Ini Program Unggulan IPPNU dan Kopri (Sumber Gambar : Nu Online)
Juara OKP Berprestasi, Ini Program Unggulan IPPNU dan Kopri (Sumber Gambar : Nu Online)

Juara OKP Berprestasi, Ini Program Unggulan IPPNU dan Kopri

IPPNU berhasil meyakinkan dewan juri dengan program andalan terkait rumah pelajar untuk perempuan dan anak pada presentasi yang dilaksanakan di Wisma Teather Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora), Ahad (24/10). Sementara, tak jauh berbeda, Kopri menyabet Juara Harapan 1 dengan program unggulan tentang advokasi nasional terhadap korban kekerasan perempuan dan anak.

Adapun dewan juri yang menilai lomba yang diselenggarakan oleh Kemenpora ini di antaranya MY Esti Wijayanti sebagai perwakilan DPR RI, Sanusi dari Kemenpora, Rachmat HS dari FBR, Yaqut Cholil Qoumas sebagai perwakilan organisasi pemuda dan Indra J. Piliang seorang pengamat.?

Saat konfrensi pers di Media Center Wisma Kemenpora, MY Esti Wijayanti menjelaskan, terdapat 26 OKP yang mendaftar program Pemilihan Organisasi Kepemudaan Berprestasi Tingkat Nasional 2016 kali ini.?

Organisasi yang lolos 10 besar adalah IPPNU, Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU), Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM), Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI), FORTANAS, Korps Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia Putri (Kopri PB PMII), Perhimpunan Mahasiswa Katolik RI (PMKRI), Center for Indonesian Medical Student Activities (CIMSA), Korps HMI Wati (KOHATI) dan Indonesia Student and Youth Forum.

PKB Kab Tegal

"Proses pendaftaran lomba ini dilakukan secara terbuka. Kami juga bertanya-tanya kenapa yang daftar minim? Kemungkinan ada syarat yang belum bisa dipenuhi seperti organisasi terkait harus punya cabang di provinsi, kabupaten/kota. Juga usia kepengurusan sesuai UU kepemudaan (maksimal 30 tahun)," jelasnya.

Setelah memaparkan program satu persatu, IPPNU dinyatakan sebagai pemenang tahun ini setelah mengumpulkan 285 poin. Sedangkan peringkat kedua diraih PMKRI (280 poin), lalu posisi ketiga IPM (277 poin). Untuk juara harapan I dan harapan II disabet Kopri PMII (270 poin) dan CIMSA (266 poin). Perempuan yang akrab disapa Mbak Esti itu pun mengucapkan selamat kepada para jawara.?

Rencananya, para pemenang akan diundang hadir pada peringatan Hari Sumpah Pemuda di Palangkaraya, Kalimantan Tengah sekaligus untuk menerima hadiah. (Nidhomatum MR/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKB Kab Tegal

PKB Kab Tegal Makam, Nahdlatul Ulama, Hadits PKB Kab Tegal

Minggu, 22 Oktober 2017

Rais Aam PBNU Harap Wakil Rakyat “Move On”

Jakarta, PKB Kab Tegal. Pejabat Rais Aam PBNU KH A Musthofa Bisri menyayangkan sikap kekanak-kanakan segenap anggota dewan belakangan ini. Kiai yang lazim disapa Gus Mus ini, mengamanahkan para wakil rakyat untuk menunjukkan sikap kenegarawanan. Pengalaman persaingan politik yang baru saja berlalu, biarlah menjadi pelajaran. Dengan demikian, tiada lagi istilah “berseberangan di antara kita”.

Demikian disampaikan Gus Mus dalam pidato iftitah Munas-Konbes NU 2014 di Jakarta, Sabtu (1/11) siang. Di hadapan ratusan warga NU, Gus Mus berharap berhentinya perpecahan di kalangan wakil rakyat.

Rais Aam PBNU Harap Wakil Rakyat “Move On” (Sumber Gambar : Nu Online)
Rais Aam PBNU Harap Wakil Rakyat “Move On” (Sumber Gambar : Nu Online)

Rais Aam PBNU Harap Wakil Rakyat “Move On”

“Kita mesti menjadikan pengalaman yang lalu itu sebagai pelajaran sikap kearifan di kemudian hari. Ini semua kita tujukan untuk para wakil kita yang kelihatannya menunjukkan-kalau kata anak gaul,-‘belum move on’,” ujar Gus Mus.

PKB Kab Tegal

Wakil Presiden HM Jusuf Kalla dan sejumlah menteri Kabinet Pemerintahan yang baru, tampak hadir di tengah musyawirin pada pidato iftitah Munas-Konbes NU 2014 oleh Pejabat Rais Aam PBNU.

PKB Kab Tegal

Dengan redanya sikap dukung-mendukung, Gus Mus berharap mereka bisa menekuni tugas masing-masing sebagai semula.

Kepada HM Yusuf Kalla yang juga anggota Mustasyar PBNU, Gus Mus berharap pemerintah melakukan upaya untuk menyudahi ketegangan di Senayan.

“Kita mengamanahkan kepada Wapres di sini untuk menjadikan parlemen layaknya tempat Dewan Perwakilan Rakyat,” tandas Gus Mus sebelum meminta ratusan hadirin mengirimkan surah Al-Fatihah untuk belasan Kiai NU yang wafat di tahun 2014. (Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKB Kab Tegal Olahraga, Fragmen PKB Kab Tegal

Sabtu, 21 Oktober 2017

Kang Said: Bangsa Asing Inginkan Indonesia Ekstrem

Jepara, PKB Kab Tegal. Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama KH Said Aqil Siroj mengimbau warga NU untuk memasyarakatkan cara beragama yang moderat. Kiai Said mengingatkan mereka untuk berjuang untuk itu. Karena, banyak pihak asing yang memprovokasi agar bangsa Indonesia terlibat dalam gerakan ekstrem.

Kang Said: Bangsa Asing Inginkan Indonesia Ekstrem (Sumber Gambar : Nu Online)
Kang Said: Bangsa Asing Inginkan Indonesia Ekstrem (Sumber Gambar : Nu Online)

Kang Said: Bangsa Asing Inginkan Indonesia Ekstrem

“Bangsa Barat sangat mendambakan Indonesia menjadi radikal. Jika sudah radikal, mereka memiliki alasan untuk menggempur Nusantara,” kata Kang Said saat menyampaikan sambutan di Harlah ke-71 Yayasan Mathaliul Huda di desa Bugel kecamatan Kedung kabupaten Jepara, Rabu (17/9) malam.

Sebab itu, sikap ke-NUan tegasnya harus tetap dijaga. “Orang NU jangan mudah terpancing pada kelompok yang suka mengebom. Sebab NU cinta damai. Jangan sampai ikut-ikutan ISIS. Gerombolan garis keras itu sudah bukan Islam, karena suka membunuh saudaranya sendiri,” pesan Kang Said di hadapan ratusan jamaah yang hadir.

PKB Kab Tegal

Kepada hadirin, pengasuh pesantren Ats-Tsaqafah Ciganjur ini mengingatkan orang tua untuk benar-benar mengawasi anaknya dari pengaruh paham ekstrem. “Ciri lahiriahnya kelompk wahabi antara lain berjenggot panjang, bergamis, bercelana cingkrang, atau tanda hitam di jidat.”

Pengurus masjid juga lebih cermat. Jangan sampai wahabi menguasai kepengurusan masjid. Bogor, Tangerang, dan Bekasi merupakan kota yang dikuasai kelompok wahabi. “Untungnya LTM PBNU lekas bertindak sehingga masjid-masjid yang direbut kelompok tersebut bisa kembali,” imbuh Kang Said. (Syaiful Mustaqim/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKB Kab Tegal

PKB Kab Tegal PonPes, Budaya PKB Kab Tegal

Jumat, 20 Oktober 2017

Mahasiswa Sunan Pandanaran Ngaji Otobiografi Gus Dur

Sleman, PKB Kab Tegal. Mahasiswa STAI Sunan Pandanaran (Staispa) ngaji Karakter Santri ala Gus Dur, Selasa (1/9) malam. Mereka mengangkat karya Greg Barton Autobiography of Abdurrahman Wahid sebagai rujukan diskusi. Mereka mengawalinya dengan tawasulan yang ditujukan kepada para ulama dan kiai-kiai Nusantara, terutama Gus Dur.

Pemandu Ngaji Gus Dur Dr. Suhadi Cholil mengatakan, dari karya Greg Barton ini kita hanya mengambil empat bab yang dirasa penting. Kegiatan ini juga menggunakan metode khas pesantren yakni model bandongan.

Mahasiswa Sunan Pandanaran Ngaji Otobiografi Gus Dur (Sumber Gambar : Nu Online)
Mahasiswa Sunan Pandanaran Ngaji Otobiografi Gus Dur (Sumber Gambar : Nu Online)

Mahasiswa Sunan Pandanaran Ngaji Otobiografi Gus Dur

"Ngaji Gus Dur ini bisa juga disebut ngaji sirah (riwayat). Sebab, kita akan menyelami sosok Gus Dur melalui buku ini untuk menggali berbagai perilaku dan pemikiran Gus Dur sebagai teladan. Selain itu kita juga sekaligus dapat belajar bahasa Inggris melalui buku ini," terangnya.

PKB Kab Tegal

Dari seorang Gus Dur, lanjutnya, kita dapat melihat sosok yang dengan jerih payah serta teguh dalam mengabdikan ilmu dan masyarakat. Gus Dur juga merupakan seorang yang sangat mencintai ilmu dan masyarakat. Itu yang perlu kita tiru, sebagai generasi penerus bangsa.

Menurut dosen CRCS program pasca sarjana UGM ini, santri hari ini harus mampu berbahasa asing. Karena untuk menggaungkan Islam Nusantara, penguasaan bahasa asing merupakan komponen yang sangat penting.

PKB Kab Tegal

"Sebab, saya melihat karya-karya para Ulama Nusantara, sekarang banyak yang telah dialihbahasakan ke bahasa asing. Di antaranya, karya Syeikh Nawawi al-Bantani yang telah diterjemahkan ke dalam bahasa Jepang, pada saat saya berkesempatan berkunjung ke sana. Karya Syeikh Ihsan Jampes juga telah ada terjemahannya dalam bahasa asing, dan lain sebagainya. Hal demikian baik, apalagi jika santri yang melakukan itu," pungkasnya. (Anwar Kurniawan/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKB Kab Tegal Ahlussunnah PKB Kab Tegal

Kamis, 19 Oktober 2017

Perpustakaan PBNU Siap Terima Dokumen Lembaga dan Banom NU

Jakarta, PKB Kab Tegal. Perpustakaan PBNU meminta kerjasama pengurus lajnah, lembaga, dan banom NU dalam pendokumentasian data-data mereka. Perpustakaan PBNU berkepentingan terhadap data-data semua lembaga dan banom NU.

Perpustakaan PBNU Siap Terima Dokumen Lembaga dan Banom NU (Sumber Gambar : Nu Online)
Perpustakaan PBNU Siap Terima Dokumen Lembaga dan Banom NU (Sumber Gambar : Nu Online)

Perpustakaan PBNU Siap Terima Dokumen Lembaga dan Banom NU

Syatiri Ahmad, Kepala Perpustakaan PBNU, saat tengah merapikan sejumlah berkas di mejanya, mengutarakan perihal tersebut kepada PKB Kab Tegal di Ruang 202, Perpustakaan PBNU, Kantor PBNU lantai dua, Jakarta Pusat, Kamis (13/12) sore.

“Kita juga pengen mengoleksi dokumen-dokumen terkait kegiatan atau program lajnah, lembaga, dan banom NU,” kata Syatiri Ahmad kepada PKB Kab Tegal yang tengah memotret ruang perpustakaan dari beberapa sudut, Kamis (13/12) sore.

PKB Kab Tegal

Menurut dia, data-data lembaga dan banom NU yang dibutuhkan perpustakaan PBNU, dapat beraneka bentuk. Syatiri menyebutkan bentuk data itu antara lain berkas program, profil lembaga, laporan tahunan, foto kegiatan, laporan kegiatan, hasil rapat organisasi, bulletin, terbitan berkala, dan bentuk data lainnya.

Berkas-berkas lembaga dan banom NU yang baru masuk akan diklasifikasikan ke dalam data primer dalam koleksi perpustakaan PBNU. Perpustakaan PBNU telah menyediakan folder dan lemari khusus untuk menyimpan data-data tersebut.

PKB Kab Tegal

“Karena itu, kita perlu perhatian dan kerjasama dari pengurus, minimal sekretaris lajnah dan banom NU yang ada untuk menyiapkan data-data tersebut dalam periode kepengurusannya,” tambah Syatiri.

Program pendokumentasian data mereka, tegas Syatiri, penting demi kelengkapan koleksi perpustakaan. Menurut dia, program ini dapat memudahkan siapa saja, termasuk pengurus lembaga dan banom NU itu sendiri ketika membutuhkannya pada suatu saat.

Pengunjung perpustakaan, tambah Syatiri, berasal dari latar belakang profesi mulai dari penulis, wartawan, peneliti, pengamat, dan akademisi. Selain mencari sumber-sumber primer ke-NU-an, ada di antara mereka yang mengejar data-data lajnah, lembaga, atau banom-banom NU, pungkas pria setengah baya yang merawat koleksi Perpustakaan PBNU.

?

Redaktur: Mukafi Niam

Penulis ? : Alhafiz Kurniawan

Dari Nu Online: nu.or.id

PKB Kab Tegal Budaya PKB Kab Tegal

Konsep Ramah Lingkungan di Tanaman Polybag

Bantul, PKB Kab Tegal. Lahan terbatas sama sekali bukan alasan untuk berani berkreasi atau berkarya. Tampak dalam foto, Pengasuh Pondok Pesantren Alimdad, KH M Habib A Syakur, sedang berusaha meluruskan batang tanaman lombok dan terong di media tanam polybag di terik sinar matahari.

Konsep Ramah Lingkungan di Tanaman Polybag (Sumber Gambar : Nu Online)
Konsep Ramah Lingkungan di Tanaman Polybag (Sumber Gambar : Nu Online)

Konsep Ramah Lingkungan di Tanaman Polybag

Beberapa puluh polybag berisi tanaman lombok dan terong memang sengaja ditata sedemikian rupa oleh Habib di pekarangan kediamannya, yang masih masuk dalam kawasan komplek Pondok Pesantren Al-Imdad Bantul. Dalam keterangannya, Habib menyebutkan bahwa ia telah menyiapkan sekira 500 polybag untuk kedua jenis tanaman tersebut.

"Sejatinya, saya juga ingin mempersiapkan beberapa ratus polybag lagi untuk berbagai jenis tanaman lain, seperti tomat, timun, dan kacang panjang. Tapi, saya kira hal ini akan saya lakukan secara berjenjang dahulu," ujar Habib.

PKB Kab Tegal

Media tanam polybag yang dirawat oleh Habib ini terdiri dari campuran tanah dengan pupuk kandang dan kompos yang keduanya merupakan hasil dari pengolahan limbah di Pondok Limbah yang dimiliki PP Al-Imdad Bantul. Hal ini adalah ejawantah dari visi pesantren Al-Imdad sendiri, yaitu SANTRI SALIH--Santun, Agamis, Nasionalis, Terampil, Ramah, Inovatif dan SAdar LIngkungan Hidup.

"Saya gak punya pengetahuan apa-apa tentang tanaman polybag ini, tapi saya beranikan diri untuk mencobanya, sebab berdasarkan teori dan pengalaman sebagian orang, hal semacam ini mungkin saja dilakukan," jawab Habib saat ditanya perihal pengalamannya menekuni tanaman polybag ini.

PKB Kab Tegal

Habib lantas memungkasi, "Kalau usaha saya berhasil, ini akan meringankan anggaran belanja untuk makan santri dan kalaupun gagal, saya kira tak jadi masalah. Sebab, dalam prosesnya saja, saya sudah terhibur dengan merawatnya."(Yusuf Anas/Anam) Dari Nu Online: nu.or.id

PKB Kab Tegal Warta PKB Kab Tegal