Jumat, 18 Agustus 2017

Ansor Lampung Ciptakan Pemimpin Berkualitas Lewat PKL - Susbalan

Lampung Timur, PKB Kab Tegal. Pimpinan Wilayah Gerakan Pemuda Ansor Provinsi Lampung bertekad menciptakan pemimpin berkualitas melalui Pendidikan Kepemimpian Lanjutan (PKL) dan Kursus Banser Lanjutan (Susbalan) Provinsi Lampung Angkatan II.

Kepala Satuan Koordinator Wilayah (Satkorwil) Banser Lampung Tatang Sumantri di Desa Tanjung Tirto, Kecamatan Way Bungur, Kabupaten Lampung Timur, Minggu (11/1) mengharapkan pengkaderan berjalan sesuai target.

Ansor Lampung Ciptakan Pemimpin Berkualitas Lewat PKL - Susbalan (Sumber Gambar : Nu Online)
Ansor Lampung Ciptakan Pemimpin Berkualitas Lewat PKL - Susbalan (Sumber Gambar : Nu Online)

Ansor Lampung Ciptakan Pemimpin Berkualitas Lewat PKL - Susbalan

"Harapan lain dari kegiatan ini juga untuk menciptakan kepemimpinan berkualitas dengan kepemimpinan, sumber daya manusianya juga menjadi lebih maju," paparnya.

PKB Kab Tegal

Ia menilai, kualitas GP Ansor Lampung yang bagus harus semakin ditingkatkan dan perlu "support" untuk para kader dari pimpinan pusat dan wilayah. Hasil diharapkan atas kegiatan itu ialah pemimpin yang betul-betul mandiri, bisa berwirusaha sebagaimana PC GP Ansor Way Kanan yang berjualan madu sebagai salah satu contoh bentuk kemandirian.

PKB Kab Tegal

"Ini perlu, supaya Ansor tidak tergantung pada pihak ketiga," ujar Tatang yang dalam kegiatan tersebut menjadi Ketua Panitia Pengarah (Stering Comite) itu pula.

Ketua Panitia Pelaksana PKL dan Susbalan Angkatan II Provinsi Lampung M Muslih menambahkan, tema kegiatan berlangsung Sabtu (10/1) hingga Rabu (14/11) ialah "Menciptakan Pemimpin Yang Mandiri dan Bermatabat".

"Kami berharap kegiatan ini menambah pengetahuan bagi kader dan bisa memberi kontribusi pada cabang-cabang GP Ansor di 15 kabupaten/kota di Lampung," ujar Ketua Majelis Dzikir dan Sholawat Rijalul Ansor Way Kanan Hasyim Asari yang menjadi salah satu peserta kegiatan tersebut. (Gatot Arifianto/Abdullah Alawi)

Keterangan foto Kasatkorwil Banser Lampung Tatang Sumantri? memberikan arahan pada peserta PKL dan Susbalan.

Dari Nu Online: nu.or.id

PKB Kab Tegal Pendidikan, Ahlussunnah, Nahdlatul Ulama PKB Kab Tegal

Madu Ansor Way Kanan Ramaikan Jogja Expo 2014

Yogyakarta, PKB Kab Tegal. Madu Way Kanan hasil kreativitas Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor, Tim Penggerak PKK dan Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Way Kanan, Provinsi Lampung, turut meramaikan Jogja Tourism, Trade, and Investment Expo Tahun 2014 mulai 20 hingga 23 November 2014 di Ambarukmo Plaza, Yogyakarta.

Sekretaris Dekranasda Way Kanan, Madio, di Yogyakarta, Kamis (20/11) mengatakan, selain madu, Pemerintah Kabupaten Way Kanan juga memamerkan batu akik khas daerah yang berada di ujung utara Provinsi Lampung atau berjarak sekitar 220 km sebelah utara Kota Bandarlampung tersebut.

Madu Ansor Way Kanan Ramaikan Jogja Expo 2014 (Sumber Gambar : Nu Online)
Madu Ansor Way Kanan Ramaikan Jogja Expo 2014 (Sumber Gambar : Nu Online)

Madu Ansor Way Kanan Ramaikan Jogja Expo 2014

"Madu binaan Ansor, PKK dan Dekranasda, kopi bubuk, keripik dan produksi olahan makanan dan barang dari Way Kanan seperti batu akik kita tampilkan pada pameran ini," ujar Madio.

PKB Kab Tegal

Madu Way Kananan tersebut, demikian Madio menjelaskan, diluncurkan pada Kamis (13/11) di areal Pondok Pesantren Tahfidzul Quran atau Rumah Inspirasi di kilometer 5 kelurahan dan Kecamatan Blambangan Umpu, Way Kanan oleh Ketua Dekranasda Rina Marlina, Pengasuh Pondok Pesantren Roudlotul Solihin VI Kiai Iskandar dan Ketua PC GP ANSOR setempat Gatot Arifianto.

PKB Kab Tegal

"Rejeki tidak datang begitu saja, harus ada upaya nyata. Dan sejauh upaya mendapatkannya halal, jelas GP ANSOR Way Kanan akan bergerak demi kelancaran organisasi. Ikhtiar kami dengan berjualan madu jelas sangat bermoral, tidak merugikan negara sebagaimana dilakukan para pejabat korup," ujar Gatot.

Harga jual madu per botol sirup besar Rp75.00. Sebesar 2,5 persen hasil dari harga jual madu itu akan disumbangkan atau menjadi hak milik anak yatim yang salah satunya akan dititipkan melalui Panti Asuhan Mandiri Yayasan Shufah Blambangan Umpu.

Pemilik gelar adat Lampung Ratu Ulangan dan  Batin  Bangsawan itu menuturkan, usaha madu tersebut merupakan langkah awal GP Ansor Way Kanan menumbuhkan semangat wirausaha.

"Selain untuk menggelorakan semangat wirausaha pada kader, kami juga melihat manfaat baik  dari madu terkait kesehatan. GP Ansor Way Kanan sedang mengkaji pembentukan koperasi usaha selain memasarkan madu asli hutan Sumatera. Semoga secepatnya bisa terealisasi," kata Gatot. (Heri Amanudin/Mahbib)

 

Foto: Wakil Ketua II Fatayat NU Way Kanan Ponita Dewi menunjukkan "Madu Way Kanan" saat diluncurkan Kamis (13/11).

Dari Nu Online: nu.or.id

PKB Kab Tegal Tegal, Khutbah, Daerah PKB Kab Tegal

Mahasiswa Majalengka Sayangkan Kenaikan Harga BBM

Majalengka, PKB Kab Tegal. Puluhan mahasiswa menggelar unjuk rasa bersama menuntut pemerintah membatalkan kebijakan penaikan harga BBM bersubsidi. Di depan Gedung DPRD Majalengka jalan KH Abdul Halim, Selasa (18/11) siang, mereka menyampaikan aspirasinya agar pemerintah mencari jalan lain untuk meningkatkan pendapatan APBN.

Mereka yang berunjuk rasa terdiri atas gabungan aktivis PMII, HMI, GMNI, Persatuan Pekerja Seluruh Indonesia (PEPSI), dan senat mahasiswa sekabupaten Majalengka.

Mahasiswa Majalengka Sayangkan Kenaikan Harga BBM (Sumber Gambar : Nu Online)
Mahasiswa Majalengka Sayangkan Kenaikan Harga BBM (Sumber Gambar : Nu Online)

Mahasiswa Majalengka Sayangkan Kenaikan Harga BBM

Koordinator aksi Jajang Sudiana menilai, kebijakan pencabutan subsidi BBM menyakiti hati rakyat Indonesia. Terbukti, rezim baru telah dating. Tidak ada bedanya dengan rezim sebelumnya. Karena, BBM merupakan modal rakyat dalam menggerakkan usaha, pertanian, perdagangan, dan lain sebagainya.

PKB Kab Tegal

Ketua PMII Majalengka Iwan Irwanto mengatakan, kenaikan BBM menyengsarakan rakyat. Kebijakan itu, dinilainya, terlalu instan. Pemerintah semestinya mengambil langkah lain seperti mengoptimalisasi pengelolaan pajak dan memberantas mafia migas.

PKB Kab Tegal

“Meskipun kenaikan hanya Rp. 2000, dampak sosialnya cukup signifikan seperti kenaikan bahan pokok, transportasi mahal, lahan pekerjaan menjadi sulit,” kata Iwan.

Menurut Iwan, kartu sakti Jokowi sebenarnya bukan solusi, justru mendidik masyarakat menjadi konsumtif. Tidak ubahnya seperti BLT dan BLSM. Hanya saja berbeda model dan brandingnya.

Aksi dimulai pada pukul 09.00. Mereka berkumpul di kantor Sekretariat PMII Majalengka untuk kemudian bertolak menuju Gedung DPRD Majalengka. Sepanjang long march, mereka berorasi dan menggelar aksi teaterikal. (Aris Prayuda/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKB Kab Tegal Sholawat, Tokoh, Ubudiyah PKB Kab Tegal

Rabu, 16 Agustus 2017

Kemnaker Fasilitasi Pemeriksaan Dini Kanker Serviks 1.500 Pekerja Wanita

Semarang, PKB Kab Tegal. Sebanyak 1.500 tenaga kerja wanita di pabrik garmen PT Bina Busana Internusa Semarang mengikuti tes IVA (Inspeksi Visual Asam asetat) berupa pemeriksaan leher rahim (serviks) yang dilakukan untuk mendeteksi secara dini ada atau tidaknya kanker serviks. 

Kemnaker Fasilitasi Pemeriksaan Dini Kanker Serviks 1.500 Pekerja Wanita (Sumber Gambar : Nu Online)
Kemnaker Fasilitasi Pemeriksaan Dini Kanker Serviks 1.500 Pekerja Wanita (Sumber Gambar : Nu Online)

Kemnaker Fasilitasi Pemeriksaan Dini Kanker Serviks 1.500 Pekerja Wanita

 

"Melalui deteksi dini maka bisa dilakukan pencegahan untuk meminimalisir terjangkitnya kanker serviks pada seseorang sehingga dapat menekan penderita kanker serviks di Indonesia yang jumlahnya tercatat sebagai yang terbanyak kedua setelah kanker payudara," kata perwakilan OASE Kabinet Kerja, Marifah Hanif Dhakiri, saat memberikan sambutan di hadapan pekerja PT Bina Busana Internusa, Semarang, Jawa Tengah, Senin (21/8).

Acara ini diselenggarakan Direktorat Bina Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) bekerja sama dengan Organisasi Aksi Solidaritas Era (OASE) Kabinet Kerja. 

PKB Kab Tegal

Marifah Hanif Dhakiri menjelaskan Kanker serviks atau kanker leher rahim menjadi jenis kanker kedua setelah payudara yang banyak ditemukan di Indonesia. Data Kementerian Kesehatan 2015 menunjukkan rata-rata setiap jam jumlah penderita kanker serviks bertambah 2,5 orang dan meninggal 1,1 orang. 

Program yang dimulai pada 2015 ini telah diikuti oleh 8.753 pekerja wanita (belum termasuk di PT Bina Busana Internusa). Jumlah tersebut terdiri dari pemeriksaan di PT Sritex Sukoharjo sebanyak 4000 orang, PT Primayuda Boyolali sebanyak 1000 orang, PT SAMA Semarang sebanyak 2.503 orang dan PT ECCO Indonesia sebanyak 1.250 orang. 

"Dari jumlah tersebut yang dinyatakan positif hanya 36 orang (0,48%). Terakhir di PT ECCO Indonesia telah dilakukan pemeriksaan sebanyak 1.250 pekerja dan alhamdulilah semuanya negatif," ujar Marifah Hanif. 

Program yang rencananya akan terus berlangsung hingga 2019 ini diharapkan dapat membantu para pekerja wanita untuk meningkatkan status kesehatannya serta mencegah secara dini terjadinya kanker mulut leher rahim pada diri mereka. 

"Saya menghimbau agar kegiatan yang sama dapat terus digelorakan di semua lapisan masyarakat sehingga dapat tercipta tenaga kerja yang sehat dan produktif," tutur Marifah Hanif. 

PKB Kab Tegal

Marifah Hanif menambahkan, penciptaan tenaga kerja yang produktif merupakan salah satu hal yang perlu diperhatikan oleh pemerintah saat ini. Pasalnya produktivitas merupakan salah satu faktor penting yang menentukan pertumbuhan ekonomi suatu negara. 

"Rendahnya status kesehatan tenaga kerja dapat berdampak pada menurunnya produktivitas kerja yang mengakibatkan terjadinya tingkat upah rendah," ungkap Marifah Hanif. 

Kemnaker dan OASE Kabinet Kerja menyelenggarakan pemeriksaan tes IVA di PT Bina Busana Internusa sejak 14 Agustus hingga 21 Agustus 2017.

Turut hadir pada acara ini Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo beserta isteri Siti Atiqoh Supriyanti.

Sedangkan dari OASE, selain Marifah Hanif, hadir juga Suryan Widati Muhadjir (Isteri Mendikbud), Erni Guntarti Tjahjo (Istri Mendagri), Sri Mega Darmi Sandjojo (Istri Mendes dan PDT) serta Siti Faridah Pratikno (Istri Mensesneg).

Sebagai informasi, OASE Kabinet Kerja merupakan sebuah perkumpulan para pendamping menteri dan unsur eksekutif pemerintahan yang dipimpin oleh Iriana Joko Widodo (Isteri Jokowi). Organisasi ini memiliki serangkaian program untuk mendukung tercapainya nawacita Presiden Jokowi. (Red: Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKB Kab Tegal Ubudiyah, Hikmah PKB Kab Tegal

Selasa, 15 Agustus 2017

Kesadaran Masyarakat Akan Pendidikan Perlu Terus Didorong

Jember, PKB Kab Tegal - Wakil Sekretaris PCNU Jember Moch. Eksan mengaku prihatin dengan rendahnya kesadaran masyarakat untuk menuntaskan pendidikan dasar 9 tahun. Sebab, hal tersebtu berkelit kelindan dengan rendahnya kualitas sumberdaya manusia (SDM) dan daya saing Indonesia di hadapan dunia internasional.

Penyataan tersebut diungkapkan Eksan saat menjadi narasumber seminar yang digelar mahasiswa peserta KKN (Kuliah Kerja Nyata) Posko 90 IAIN Jember di SDN Sumberpandan, Dusun Curah Kebo, Desa Sumberpandaan, Kecamatan Grujugan, Bondowoso, Rabu (24/8).

Kesadaran Masyarakat Akan Pendidikan Perlu Terus Didorong (Sumber Gambar : Nu Online)
Kesadaran Masyarakat Akan Pendidikan Perlu Terus Didorong (Sumber Gambar : Nu Online)

Kesadaran Masyarakat Akan Pendidikan Perlu Terus Didorong

Keprihatinan yang diungkapkan Eskan bukan tanpa alasan. Ia merujuk pada data yang dibeber United Nations Childrens Fund (UNICEF). Di situ disebutkan bahwa pada tahun 2016 lalu, jumlah putus sekolah di Indonesia mencapai 2,5 juta anak.

Jumlah tersebut terdiri dari anak SD 600 ribu, sementara anak SMP 1,9 juta. Anak-anak yang putus sekolah, disebabkan karena kekurangan biaya, bekerja membantu orang tua, melanjutkan pendidikan ke pesantren dan/atau keterampilan, dan lain sebagainya. Padahal, pemerintah telah menetapkan wajar (wajib belajar) 9 tahun gratis.

PKB Kab Tegal

"Kondisi tersebut membuktikan bahwa semangat belajar anak rendah, dan kesadaran pentingnya pendidikan bagi masa depan dari orang tua juga sama-sama rendah. Karena itu, minat dan kesadaran masyarakat akan Wajar 9 tahun, perlu terus didorong," lanjutnya.

PKB Kab Tegal

Ia menambahkan, Islam menaruh perhatian yang sangat besar terhadap betapa pentingnya pendidikan bagi manusia. Terbukti, begitu banyak rekomendasi dan dorongan agar manusia terus mencari ilmu.

"Tanpa ilmu, seorang mustahil menggapai kesuksesan. Sebab, dunia butuh ilmu, akhirat membutuhkan ilmu, dan kedua-keduanya juga membutuhkan ilmu," ucapnya.

Dikatakannya, ilmu adalah satu-satunya cara untuk merubah nasib dan meningkatkan derajat sosial ekonomi bangsa. Allah bahkan menggaransi bahwa kaum yang beriman dan berilmu, derajatnya akan dinaikan.

"Pengertian derajat sangat luas, ya derajat kemuliaan, derajat ekonomi, derajat sosial dan sebagainya," lanjutnya. (Aryudi A. Razaq/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKB Kab Tegal Anti Hoax PKB Kab Tegal

Tempat Ibadah dan TPQ Tak Bisa Terima Bantuan Jika Tak Berbadan Hukum

Jombang, PKB Kab Tegal. Ribuan tempat ibadah dan TPQ (Taman Pendidikan Al Quran) di Jombang bakal "gigit jari " jika tidak memiliki Badan Hukum (BH) yang diterbitkan Kementrian Hukum dan HAM. Hal ini menyusul turunnya surat edaran Kemendagri nomor 900/4627/SJ tertanggal 18 Agustus 2015 yang mewajibkan setiap penerima bantuan sosial dan hibah wajib memiliki Badan Hukum.

"Dengan turunnya edaran Mendagri itu menegaskan, bahwa penerima dana hibah dari APBD itu adalah Badan, lembaga,  Ormas yang berbadan hukum Indonesia," terang Agus Purnomo Kabag Hukum Sekda Jombang, Kamis (3/9).

Tempat Ibadah dan TPQ Tak Bisa Terima Bantuan Jika Tak Berbadan Hukum (Sumber Gambar : Nu Online)
Tempat Ibadah dan TPQ Tak Bisa Terima Bantuan Jika Tak Berbadan Hukum (Sumber Gambar : Nu Online)

Tempat Ibadah dan TPQ Tak Bisa Terima Bantuan Jika Tak Berbadan Hukum

Agus menambahkan, SE Mendagri tertanggal 18 Agustus 2015 itu menegaskan UU 23/2014 tentang pemerintah daerah. Terutama pada pasal 298 ayat 5. "Kita berharap semua lembaga ormas atau yayasan yang mendapat Hibah dari pemerintah maka segera mengajukan badan hukum dan didaftarkan ke Kemenkum HAM," jelasnya.

PKB Kab Tegal

Bagaimana dengan Masjid, Musholla dan TPQ yang selama ini mendapatkan bantuan dari APBD Jombang. Dikatakannya bahwa dengan berlakukanya UU 23/2014 dan turunya SE Mendagri, maka semua lembaga harus berbadan hukum. "Tapi kita juga akan konsultasi ke pusat, soal bantuan hibah untuk lembaga TPQ, masjid dan Musholla ini," tambah M Bisri kabag Kesra Sekda Jombang mengatakan.

Seperti diketahui, bantuan hibah dalam APBD 2015 Kabupaten Jombang untuk pemeliharaan rumah ibadah reguler dengan anggaran Rp 2 miliar. Kemudian dana hibah insentif guru TPQ sebesar Rp 4,385 miliar, serta dana hibah urusan keagamaan/peribadatan dan pembangunan tempat ibadah sebesar Rp 4,027 miliar melalui jasmas.

PKB Kab Tegal

Untuk bantuan reguler, tempat ibadah seperti masjid, musholla dan juga gereja yang besarannya antara Rp 2,5 hingga Rp 5 juta sedangkan untuk lembaga TPQ bantuan yang diberikan sebesar Rp 2,5 juta dengan jumlah total sebanyak 1.754 lembaga.

Sekretaris MWC NU Kecamatan Tembelang, Jombang, M Rifai, SAg mengatakan, kebijakan penerima bantuan sosial dan hibah harus memiliki BH ini menurutnya memberatkan para Takmir. Karena mereka kebanyakan belum pernah megurus. "Ini harus  dijelaskan,  Takmir Masjid atau Musholla sebagai penerima hibah rata rata belum ada yang memiliki BH," bebernya usai rapat pengurus MWC NU bersama Pengurus Ranting di Mushollah Al Huda Tembelang. (Muslim Abdurrahman/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKB Kab Tegal Nahdlatul Ulama, Kiai PKB Kab Tegal

‘Ngaji Live Streaming’ di Instagram @kiai_ku bersama KH Marzuki Mustamar

Malang, PKB Kab Tegal?

Saat ini perkembangan aplikasi media sosial mengalami perkembangan yang sangat pesat. Tak pelak, hal ini membuat media sosial selalu menyedot perhatian masyarakat dari berbagai kalangan. Contoh kecil misalnya, penggunaan aplikasi Instagram yang meningkat hingga dua kali lipat. Tidak kurang dari 22 juta penduduk Indonesia saat ini menggunakan aplikasi tersebut secara aktif.?

‘Ngaji Live Streaming’ di Instagram @kiai_ku bersama KH Marzuki Mustamar (Sumber Gambar : Nu Online)
‘Ngaji Live Streaming’ di Instagram @kiai_ku bersama KH Marzuki Mustamar (Sumber Gambar : Nu Online)

‘Ngaji Live Streaming’ di Instagram @kiai_ku bersama KH Marzuki Mustamar

Sadar akan hal tersebut, Pondok Pesantren Sabilurrosyad Gasek Malang mulai mengembangkan ‘Ngaji Live Streaming’ yang bekerja sama dengan Admin Instagram Santri (AIS) Nusantara. Dengan kajian berbagai kitab kuning, live streaming akan diasuh langsung Wakil Rais Syurian PWNU Jawa Timur KH Marzuki Mustamar.?

“Untuk awal, Ngaji Live Streaming ini akan disiarkan di akun Instagram @kiai_ku yang sudah menembus 58,3 k followers,” ujar koordinator dakwah bidang media sosial Ofic Sam, ujarnya beberapa waktu lalu.

Untuk jadwal ‘Ngaji Live Streaming’ sendiri adalah kajian kitab Mukhtarul Ahadits tiap ba’da Ashar, dan belajar Nahwu dengan kitab Alfiyah Ibnu Malik tiap ba’da Maghrib. “Karena jadwal Kiai Marzuki sangat padat, tentu jadwal juga menyesuaikan dan bisa berubah sewaktu-waktu,” tambah pria asli Malang ini.

PKB Kab Tegal

Ke depan khusus untuk pengguna facebook, ‘Ngaji Live Streaming’ juga bakal disiarkan langsung fanspage Media Santri NU. “Ini adalah ikhtiar sederhana kami sebagai santri untuk berbakti kepada kiai dan pesantren. Melalui teknologi kami yakin dakwah akan menjangkau lebih banyak jamaah,” pungkasnya. (Muhammad Faishol/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKB Kab Tegal Amalan PKB Kab Tegal

PKB Kab Tegal