Rabu, 02 Agustus 2017

LP Ma’arif NU Lampung Tengah Akan Gelar Pormanu II

Lampung Tengah, PKB Kab Tegal. Untuk kali kedua keluarga besar Pengurus Cabang Lembaga Pendidikan Ma’arif Nahdlatul Ulama Kabupaten Lampung Tengah akan mengadakan Pormanu (Pekan Olahraga dan Seni Ma’arif Nahdlatul Ulama) se-Kabupaten Lampung Tengah.?

LP Ma’arif NU Lampung Tengah Akan Gelar Pormanu II (Sumber Gambar : Nu Online)
LP Ma’arif NU Lampung Tengah Akan Gelar Pormanu II (Sumber Gambar : Nu Online)

LP Ma’arif NU Lampung Tengah Akan Gelar Pormanu II

H. Muhyidin Thohir selaku panitia pelaksana mengatakan, Pormanu 2017 yang kedua ini akan diikuti sekitar seribu lebih siswa-siswi Ma’arif NU dari 28 kecamatan se-Kabupaten Lampung Tengah yang meliputi semua jenjang pendidikan, mulai dari TK/RA, MI, MTs hingga MA/SMK/SMA.

“Pelaksanaan lomba akan di laksanakan di kompleks gedung LP Ma’arif NU Kecamatan Bangunrejo, Kabupaten Lampung Tengah dan beberapa pesantren, pada Senin, tanggal 20 November 2017 atau bertepatan 1 Rabiul Awal 1439,” imbuh mantan Ketua PC GP Ansor Kabupaten Lampung Tengah ini di sela-sela persiapan dengan seluruh jajaran panitia Pormanu II 2017 di kediaman Ketua PC LP Ma’arif Kabupaten Lampung Tengah, H. Syarif Kusen, Selasa (14/11).

Cabang-cabang perlombaan Pormanu II 2017 antara lain hadrah, MTQ, Cerdas Cermat Aswaja/LCT Aswaja, marching band, adzan, bola voli, pidato, mewarnai, bulu tangkis, tenis meja, pencak silat Pagar Nusa, dan Syarhil Quran.?

PKB Kab Tegal

Seluruh sekolah yang di bawah naungan LP Ma’arif NU Lampung Tengah dapat mendaftarkan diri di sekretariat Pormanu II yakni LP Ma’arif NU Bangunrejo atau menghubungi panitia di nomor telepon 085840290366 (Rahmat Edi Santoso) dan 085768768821 (Afrianto).

Pormanu II 2017 Lampung Tengah direncanakan akan dibuka oleh Bupati Lampung Tengah H. Mustafa, PW LP Ma’arif NU Provinsi Lampung, jajaran PCNU Lampung Tengah, kiai-kiai pesantren, serta utusan sejumlah badan otonom dan lembaga NU.?

Saat ini sekolah/madrasah yang berada di bawah binaan LP Ma’arif NU Lampung Tengah tersebar di 28 kecamatan terdiri dari TK Ma’arif sebanyak 31, RA Ma’arif sebanyak 29, MTs Ma’arif sebanyak 27, SMP Ma’arif sebanyak 11. SMA Ma’arif sebanyak 5, MA Ma’arif sebanyak 17, dan SMK Ma’arif? sebanyak 5. (Akhmad Syarief Kurniawan/Mahbib)

PKB Kab Tegal

Dari Nu Online: nu.or.id

PKB Kab Tegal Habib, Tegal PKB Kab Tegal

Selasa, 01 Agustus 2017

IPNU NTB: Tidak Ada Alasan Bagi Tindakan Kekerasan Atas Nama Agama

Mataram, PKB Kab Tegal. Ketua Pimpinan Wilayah IPNU Nusa Tenggara Barat (NTB) Irpan Suriadiata menegaskan bahwa Indonesia adalah negara yang majemuk. Tidak boleh ada kelompok yang melakukan tindak kekerasan, apalagi atas nama agama.

“Tidak ada alasan bagi kelompok manapun dan atas nama apapun di negara ini untuk melakukan tindakan kekerasan, apa lagi atas nama agama. Pancasila adalah harga mati dan harus ditaati,” katanya dalam acara dialog nasional di auditorium IAIN Mataram yang di selenggarakan oleh PW IPNU IPPNU NTB, Sabtu (29/11) lalu.

IPNU NTB: Tidak Ada Alasan Bagi Tindakan Kekerasan Atas Nama Agama (Sumber Gambar : Nu Online)
IPNU NTB: Tidak Ada Alasan Bagi Tindakan Kekerasan Atas Nama Agama (Sumber Gambar : Nu Online)

IPNU NTB: Tidak Ada Alasan Bagi Tindakan Kekerasan Atas Nama Agama

“Kita harus hidup secara konstitusi bukan dengan cara masing-masing. Biarkan Allah menilai umatnya mana yang sesat atau mana yang kafir asalkan kita tetap hidup bersama siapapun dengan cara konstitusional,” kata Irfan yang juga aktif sebagai advokat.

PKB Kab Tegal

Kepala Kanwil Kementerian Agama Provinsi NTB? Drs H Sulaiman Hamid, SH, MH membuka acara dialog nasional dengan tema Membincang Masa Depan Kerukunan Beragama di Indonesia Pasca Pilpres 2014 ini.

PKB Kab Tegal

Dalam sambutannya, ia mengapresiasi kegiatan tersebut. Baginya, membincang? kerukunan umat beragama merupakan bagian dari fokus kementrian yang dipimpinnya.

“Kami dari kemeng provinsi NTB sedang? melakukan upaya upaya konstruktif agar tidak ada yang terjadi kekerasan atas nama agama. Tolong adek-adek IPNU-IPPNU terus lakukan kegitan ini, jangan cukup sampai disini,” pintanya.

“Kita semua warga Indonesia yang cinta bangsa Indonesia. Bangsa kita sudah menjamin warganya untuk memeluk agamanya masing masing dan agama? mengatur pemeluknya,” terangnya.

Selamat Subroto selaku ketua panitia pelaksana menyampaikan kegiatan dihadiri oleh 200an peserta mulai dari Pelajar, LSM, OKP, Ormas lintas agama dan keyakinan dan masyarakat umum.

Acara dialog nasional? tersebut dipandu oleh Akbar Jadi, S.Pd.i dan para pembicara? dari akdemisi IAIN Mataram? DR. Pawaizul Umam, DR. Didit Hadi Barianto (JAI), DR. Zuhairi B Misrawi (pemikir muda NU) dan DR. Ir.? H. Abdul Hakim (kepala Kesbangpoldagri Prov. NTB). (Samsul Hadi/Anam)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKB Kab Tegal Aswaja PKB Kab Tegal

Ana Mustafidah, Santri Sukses Perancang Busana

Surabaya, PKB Kab Tegal. Ana Mustafidah tertarik dengan dunia mode pakaian muslimah sudah sejak belia. Saat merengek minta baju untuk lebaran, ternyata sang ibu tidak langsung membelikan. Yang diberikan malah potongan kain untuk dijahit sendiri.

Ana Mustafidah, Santri Sukses Perancang Busana (Sumber Gambar : Nu Online)
Ana Mustafidah, Santri Sukses Perancang Busana (Sumber Gambar : Nu Online)

Ana Mustafidah, Santri Sukses Perancang Busana

"Saat itu saya masih berusia 12 tahun," kata Ana kepada PKB Kab Tegal, Senin (30/3). Ditemui di salah satu gerainya di mall City of Tomorrow (Cito) Surabaya,  Mbak Ana, sapaan akrabnya menegaskan bahwa itulah awal yang melecut semangatnya sehingga menjadi perancang busana muslimah.

Bakatnya semakin terasah ketika nyantri di  pesantren Salafiyah Bangil Pasuruan Jawa Timur. Dalam kegiatan pentas seni, imtihan atau hari besar Islam yang diiringi dengan pementasan di pesantren, maka para pengurus memercayakan desain busaha kepadanya. 

PKB Kab Tegal

"Berbekal benang dan jarum, saya memperbaiki sendiri baju yang robek, atau sekedar iseng memodivikasi baju yang sudah ada," kenang istri dari H Farmadi Hasyim ini. Dan enam tahun berada di pesantren menyelesaikan pendidikan formal dari MTs hingga Aliyah menjadi waktu yang sulit dilupakan.

Tidak berhenti pada kegiatan rancang busana, perempuan kelahiran Malang 7 Mei 1979 ini juga mengajak para santri untuk membuat aksesoris. "Dari mulai gelang, bros, pernak-pernik pentas, serta sejumlah kerajinan tangan,"ungkapnya.

PKB Kab Tegal

Setelah menikah dan menempati kontrakan di Surabaya, anak pertama dari lima bersaudara ini semakin serius melatih kemampuan dengan mengikuti sejumlah kursus. "Sembari menjadi guru ngaji di musholla di kawasan Margorejo, saya kursus menjahit," katanya.

Agar ilmu serta pengalaman yang didapat segera bisa diterapkan, seluruh koleksi baju milik suami serta putra semata wayangnya dikerjakan sendiri. "Seluruh baju koleksi saya, anak dan suami adalah hasil kreasi saya sendiri," katanya sembari tersenyum. Kalaupun harus membeli baju di luar, paling hanya jenis kaos, lanjutnya.

Akibat "promosi berjalan" ini, order pembuatan baju dari tetangga dan teman dekat mulai berdatangan. "Alhamdulillah mulai ada order menjahit pakaian," katanya. Dan dari kepercayaan ini juga yang akhirnya membesarkan hatinya untuk serius menekuni dunia rancang busana muslimah. Di rumah yang dihuni bersama sang suami yakni di kawasan Perumahan Graha Al-Ikhlas Sidoarjo, dibukalah Majmal Boutique yang menjadi ciri khas dari karya yang dibuatnya.

Kini namanya semakin berkibar. Sejumlah kegiatan fashion show kerap diikuti. Pemilihan putri jilbab, tren busana saat pergantian tahun atau pameran busana muslimah kerap diikuti. Dan sejumlah juara berhasil ia raih dari keikutsertaan tersebut. Karenanya tidak berlebihan kalau banyak kalangan memercayakan pakaian muslimah kepadanya. Tercatat beberapa anggota DPR RI memesan baju untuk berbagai acara kepadanya. Sejumlah rumah sakit Islam di Surabaya juga mempercayakan hasil desainnya.

Pelanggan dari luar negeri juga ada baik di Malaysia maupun sejumlah buruh migran di Hongkong. "Kalau pelanggan dari Malaysia karena kebetulan mereka pernah kuliah di Surabaya," ungkapnya. Sedangkan untuk WNI di Hongkong didapat lantaran berkah sang suami yang kerap mengisi ceramah di sana, lanjutnya.

Menjelang Ramadhan dan hari raya seperti ini, order rancangannya semakin banyak. Baik untuk pribadi maupun acara fashion show di sejumlah mall dan pertokoan modern. "Ini sedang menyiapkan rancangan untuk fashion show di Kaza Mall dan Grand City Super Mall Surabaya dalam waktu dekat," katanya. Tidak jarang, ibu dari Abdun Nashir ini juga dipercaya sebagai juri acara serupa.

Kendati jadwal dan order rancangan busana nyaris tanpa jeda, Mbak Ana masih menyisakan waktu untuk tetap mengajar di Taman Pendidikan Al-Quran di tempatnya tinggalnya. "Ada 30 orang yang ngaji di sini," terang pengasuh rubrik busana di Tabloid Modis ini. Setiap hari Senin hingga Jumat tepatnya ba’da Sholat Magrib, para ibu yang merupakan tetangganya rutin belajar ngaji dan tanya jawab masalah agama kepadanya.

Di sela-sela acara ngaji, ia juga merangsang para ibu untuk memanfaatkan waktu dengan menjahit. Tidak jarang, ibu-ibu jamaahnya diajak mengikuti acara fashion show dengan menunjukkan hasil karya mereka. "Tentu kalau menang, mereka akan mendapat imbalan dari kerja kerasnya," pungkas ibunda dari Abdun Nasir Almuhajjalin ini. (Syaifullah/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKB Kab Tegal Cerita, Sholawat, Syariah PKB Kab Tegal

PMII Sidoarjo Gelar Aksi Solidaritas untuk Korban Gempa di Aceh

Sidoarjo, PKB Kab Tegal - Aksi solidaritas untuk korban gempa bumi di Aceh terus mengalir dari berbagai pihak. Tak terkecuali dari PMII Sidoarjo. PMII Sidoarjo melakukan penggalangan dana di perempatan Jalan A Yani yang menyusuri sepanjang alun-alun Sidoarjo, Kamis (15/12).

Koordinator penggalangan dana Haris Aliq mengatakan, kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian sosial terhadap sesama yang sedang tertimpa musibah gempa. Dana yang dihimpun ini diharapkan mampu meringankan beban korban gempa di Aceh.

PMII Sidoarjo Gelar Aksi Solidaritas untuk Korban Gempa di Aceh (Sumber Gambar : Nu Online)
PMII Sidoarjo Gelar Aksi Solidaritas untuk Korban Gempa di Aceh (Sumber Gambar : Nu Online)

PMII Sidoarjo Gelar Aksi Solidaritas untuk Korban Gempa di Aceh

"Kegiatan ini merupakan bentuk penumbuhan rasa sosial dan ukhuwah kebangsaan dari organisasi PMII se-Sidoarjo, menumbuhkan rasa solidaritas kami dan menjadi bukti dari rasa ukhuwah kami terhadap bencana yang melanda saudara kita di Aceh," kata Haris.

Sementara itu Ketua PMII Sidoarjo Muhammad Mahmuda mengatakan, kegiatan penggalangan dana itu merupakan implementasi dalam menjalankan Nilai Dasar Pergerakan (NDP PMII) hablum minan nash, antara sesama umat manusia.

PKB Kab Tegal

"Kami juga mengajak Instansi Pemeritahan Sidoarjo untuk ikut serta menyalurkan bantuannya. Kegiatan ini akan berlangsung empat hari mulai Kamis hingga Ahad (18/12) mendatang. Mudah-mudahan kegiatan ini bisa membantu saudara-saudara kita yang ada di Aceh," ucap Mahmuda. (Moh Kholidun/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKB Kab Tegal

PKB Kab Tegal Ahlussunnah, Sholawat PKB Kab Tegal

Senin, 31 Juli 2017

Bijak Menilai Diri Sendiri

Selain akal, manusia juga dibekali hawa nafsu. Nafsu ibarat mesin yang selalu mendorong manusia untuk melakukan sesuatu, sementara akal ialah tali kekang untuk mengontrol dan mengendalikan keinginan tersebut. Kedua hal ini mesti dijaga keseimbangannya. Memenangkan salah satu keduanya akan berdampak buruk bagi kehidupan manusia. Manusia akan menjadi benda mati bila tidak memiliki nafsu dan sebaliknya, dia dapat berubah menjadi mesin penghancur jika akal sudah hilang di dalam dirinya.

Menjinakkan nafsu tentu bukan pekerjaan ringan. Ia lebih sulit dibandingkan mengendalikan kuda liar. Bahkan menaklukan musuh di medan perang jauh lebih ringan ketimbang menaklukan nafsu yang ada di dalam diri kita sendiri. Saking sulitnya mengendalikannya, seorang penyair menendangkan:

Bijak Menilai Diri Sendiri (Sumber Gambar : Nu Online)
Bijak Menilai Diri Sendiri (Sumber Gambar : Nu Online)

Bijak Menilai Diri Sendiri

? ? ? ? ?............? ? ?

PKB Kab Tegal

? ? ? ? ?.....? ? ? ?"

“Hatiku selalu mendorongku terhadap sesuatu yang merusakku

PKB Kab Tegal

Bahkan ia sering kali membuatku sakit

Bagaimana aku bisa membentengi diriku dari musuhku

Sementara musuhku bersembunyi di balik tulang rusukku”

Untuk menuju proses keseimbangan tersebut, perlu dilakukan penilaian, evaluasi, dan koreksi atas diri sendiri. Dalam perjalanan kehidupan ini, kira-kira apakah kita pernah salah melangkah, berbuat salah, sudah baikkah tingkah laku kita kepada orang lain? Pertanyaan kritis seperti ini perlu ditujukan sesekali untuk diri guna menimbulkan perbuatan positif pada tahap berikutnya.

Dalam proses introspeksi diri, seseorang juga mesti adil terhadap dirinya. Hal ini sama ketika mengintrospeksi dan mengadili orang lain. Mesti adil dan tidak boleh berat sebelah.

Seseorang insan juga tidak boleh berlebih-lebihan dalam memuja kebaikan yang pernah dilakukannya dan dia juga tidak boleh menganggap dirinya makhluk paling hina, buruk, dan jelek karena pernah melakukan kesalahan. Seberat apapun kesalahan yang dilakukan, arif lah ketika menilai. Sebagaimana yang dijelaskan al-Mawardi dalam Adabud Dunia wad Din:

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?.  ? ? ? ? ? ?: ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?.

“Prasangka baik terhadap diri sendiri secara berlebihan akan membuat keburukan ‘di pelupuk mata tidak terlihat’, sedangkan terlalu berlebihan berprasangka buruk akan membuat kebaikan diri sendiri ‘di pelupuk mata tidak terlihat’. Cara seperti ini tidak akan menghilangkan keburukan dan tidak mengarahkan kita pada kebaikan. Al-Jahizh mengatakan di dalam al-Bayan, ‘Kita perlu adil dan bijak dalam menilai diri.’”

Setiap manusia tentu tidak ada yang sempurna dan tidak ada pula manusia yang sepanjang detik, menit, dan hari mengerjakan maksiat terus-menerus. Sudah dimaklumi bahwa perjalanan kehidupan manusia selalu diwarnai dengan sifat baik dan buruk. Sebab itu, jangan berlebihan menilai diri. Apapun hasil evaluasi tersebut, harus diterima dengan lapang dada supaya menimbulkan perubahan yang positif. Wallahu a‘lam. (Hengki Ferdiansyah)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKB Kab Tegal Ulama PKB Kab Tegal

Muslimat NU Kraksaan Gelar Pendidikan Parenting

Probolinggo, PKB Kab Tegal - Pimpinan Cabang Muslimat NU Kota Kraksaan Kabupaten Probolinggo bekerja sama dengan Kualita Pendidikan Indonesia (KPI) Surabaya menggelar workshop parenting di aula Pondok Pesantren Al Masduqiyah Kelurahan Patokan Kecamatan Kraksaan, Sabtu (18/3).

Kegiatan yang digelar oleh bidang pendidikan ini mengambil tema “Menjadi Pendidik yang Dirindukan”. Kegiatan ini diikuti oleh 170 orang terdiri dari guru PAUD, RA, TK, TPQ serta pengurus Pimpinan Anak Cabang (PAC) Muslimat NU se-Cabang Kota Kraksaan.

Muslimat NU Kraksaan Gelar Pendidikan Parenting (Sumber Gambar : Nu Online)
Muslimat NU Kraksaan Gelar Pendidikan Parenting (Sumber Gambar : Nu Online)

Muslimat NU Kraksaan Gelar Pendidikan Parenting

Para kader Muslimat NU ini mendapatkan materi tentang Menjadi Pendidikan Yang Dirindukan oleh narasumber Ustadz Misbahul Munir dari KPI Surabaya. “Bagaimana seorang pendidik (sebagai orang tua dan sebagai guru) selalu dirindukan kedatangannya, bukan ditakuti dan dibosankan,” kata Ketua Bidang Pendidikan Muslimat NU Kota Kraksaan Siti Nur Tamami.

Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman dan pengertian kepada para guru agar menjadi seorang pengajar yang selalu dirindukan kedatangannya oleh para anak didiknya.

PKB Kab Tegal

“Oleh karena itu, seorang guru harus membuat suasana belajar di ruang kelas menyenangkan. Sehingga bisa menimbulkan kesan yang baik dan anak merasa ingin belajar lagi,” jelasnya.

Dalam kegiatan ini, para guru diajari bagaimana cara membuat peraturan di kelas dengan mengutamakan kalimat positif, bisa dilaksanakan,? yang ringkas,? bisa dipahami,? melibatkan anak serta jika melanggar ada konsekuensinya.

PKB Kab Tegal

“Dalam pengasuhan yang harus diperhatikan dan harus bijak sebagai pendidik,? di kala anak cari perhatian maupun ingin menguasai sebuah pelajaran. Mudah-mudahan dengan kegiatan ini, guru mampu menjadi guru yang baik bagi anak didiknya sehingga selalu dirindukan kehadirannya,” pungkasnya. (Syamsul Akbar/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKB Kab Tegal Olahraga, Lomba PKB Kab Tegal

Dunia Maya Berperan Besar Bentuk Pemahaman Keagamaan Masyarakat

Jakarta, PKB Kab Tegal. Direktur Nutizen Savic Ali mengatakan, konten-konten keislaman di dunia maya khususnya di Indonesia masih didominasi oleh oleh portal-portal yang cenderung mengarah pada radikalisme. Inilah yang menurutnya banyak dijadikan pemahaman sebagian orang yang kaku dalam beragama.

Dunia Maya Berperan Besar Bentuk Pemahaman Keagamaan Masyarakat (Sumber Gambar : Nu Online)
Dunia Maya Berperan Besar Bentuk Pemahaman Keagamaan Masyarakat (Sumber Gambar : Nu Online)

Dunia Maya Berperan Besar Bentuk Pemahaman Keagamaan Masyarakat

"Ini tantangan Indonesia di masa mendatang. Website-website ini akan menentukan wajah Indonesia ke depan," katanya didepan peserta Workshop Pencegahan Propaganda Radikal Terorisme didunia Maya Bersama OKP dan Ormas, Kamis (23/3) lalu di Hotel Millenium Jakarta.

Website yang mengarah pada radikalisme tersebut getol dalam mengimpor dan mengeksploitir berbagai macam isu baik lokal maupun internasional. Media tersebut banyak menanamkan pemikiran yang membuat seolah-olah Islam di Indonesia didzolimi sekaligus membangun semangat keagamaan masyarakat.

Padahal menurutnya, Islam di Indonesia sudah sangat kondusif, diperhatikan dan difasilitasi oleh pemerintah. "Setiap Kantor difasilitasi musholla dan masjid, penyelenggaraan Ibadah Haji dikelola dengan maksimal," tambah pria yang juga aktif sebagai Direktur PKB Kab Tegal ini.

Saat ini menurutnya, terjadi kontestasi pengaruh di dunia maya dimana golongan radikal terus berupaya menyerang dengan menyebarkan konten-konten kaku dalam menafsirkan ayat Al Quran. Tak cukup itu sosok dan tokoh yang cenderung pro terhadap kebhinekaan dan Islam kebangsaan juga disasar oleh kelompok ini.

PKB Kab Tegal

Salah satu contohnya adalah banyak sekali ? fitnah dan rendahnya tabayun masyarakat terhadap tokoh-tokoh NU. "Kalau orang membaca dengan konsisten media media radikal ini maka hanya ada keburukan pada tokoh NU," kata Savic mencontohkan bagaimana tokoh-tokoh NU ? difitnah oleh kelompok yang tidak siap dengan kemajemukan.

Selain itu ketika sudah terwarnai oleh pemikiran kaku yang disebarkan oleh website ini, masyarakat akan sampai pada level tidak siap hidup dalam pluralisme di Indonesia. "Bisa saja nanti sampai pada pemikiran halal mencuri barang orang yang tidak sependapat dengan mereka," katanya.

PKB Kab Tegal

Karena itu Savic mengajak kepada seluruh elemen masyarakat agar giat menyebarkan konten-konten damai, menyejukkan dan membangkitkan Islam Kebangsaan. Usaha ini akan menjadikan wajah Islam Indonesia di dunia maya penuh keramahan. (Muhammad Faizin/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKB Kab Tegal Meme Islam, Halaqoh PKB Kab Tegal