Rabu, 28 Juni 2017

Alissa Wahid: Jangan Sembarang Percaya Info di Sosmed

Media sosial memungkinkan yang jauh menjadi dekat. Orang yang berada di Papua bisa sapa-sapaan langsung dengan orang Aceh. Bahkan dengan tempat-tempat lain di ujung dunia. Santri yang malu-malu ketemu di “darat” juga bisa sahut-sahutan dengan kiai idolanya di Twitter.

Lebih dari itu, medsos bisa menjadi gerakan perubahan sosial seperti di Mesir dan negara-negara lainnya. Diskusi-diskusi yang selama ini dilakukan secara bertatap mata di dunia nyata juga mulai beralih ke dunia maya. Oleh karena itu, medsos menjadi salah satu ujung tombak gerakan pemikiran dalam mendorong terjadinya perubahan sosial di tengah masyarakat.

Alissa Wahid: Jangan Sembarang Percaya Info di Sosmed (Sumber Gambar : Nu Online)
Alissa Wahid: Jangan Sembarang Percaya Info di Sosmed (Sumber Gambar : Nu Online)

Alissa Wahid: Jangan Sembarang Percaya Info di Sosmed

Tapi medsos, di tangan orang-orang tertentu, bisa menjadi ajang permusuhan, caci-maki, dan fitnah. Netizen pasti ingat akun yang memaki kota Yogyakarta atau Bandung. Prof. Merasakan pula bagaimana gencarnya berita-berita dari medsos pada pemillihan presdien lalu. Salah seorang ulama kita, Prof Quraish Shihab pernah mengalami pahitnya difitnah. Untuk mengetahui apa dan bagaimana bergaul di medsos, dan bagaimana tipsnya, Abdullah Alawi mewawancarai Alissa Wahid. Berikut petikannya.      

Pengguna media sosial seperti Twitter dan Facebook dan lain-lain, di Indonesia makin banyak. Apa manfaat dan mafsadat dari medsos? .

PKB Kab Tegal

Kesatu, medsos itu hal yang bermanfaat di tangan orang baik, tidak bermanfaat di tangan orang jahil. Ia bisa jadi media belajar dan berbagi. Kedua, misalnya kita bisa tahu ada aplikasi Majmu Lathif yang bisa dipasang di HP ya karena ada medsos. Kita juga bisa berkesempatan berkomunikasi langsung dengan Rais Aam Syuriah PBNU via akun Twitter @gusmusgusmu atau FB Simbah Kakung.

Ketiga, sayangnya, ini yang menjadi mafsadat, karena sifat anonim medsos, maka orang berniat buruk juga bisa memanfaatkannya untuk menyebarkan rasa benci dan takut melalu fitnah atau framing (pemaknaan) sesat terhadap sesuatu. Contohnya yang terjadi kepada Prof Quraish Shihab. Di pilpres lalu fitnah ini berhamburan. Rasanya setiap detik ada orang terkena fitnah. Misalnya saja, Mas Aiun Najib yang membuat kawalpemilu.com dituduh dibayar oleh capres tertentu.

PKB Kab Tegal

Orang-orang, terutama anak muda, bersosmed itu umumnya karena kebutuhan, gaya, atau hanya memenuhi syarat saja sebagai orang yang memiliki akun sosmed?. Pada umumnya orang Indonesia suka bergaul. Pada santri, bukan hanya suka bergaul, tapi cara hidupnya memang komunal. Jadi medsos seperti memberi ruang berkumpul yang lebih besar. Apalagi memang kultur nahdliyin memang khas: erat ikatan silaturrahminya, bukan hanya keanggotaannya. Ada memang yang hanya untuk gaya hidup, utamanya mugkin pada remaja, tapi kalau yang nahdliyin-nahdliyin dewasa sepertinya menggunakan medsos untuk menyambungkan diri dengan nahdliyin yang lain.

Sepengetahuan Mbak, selama bergaul di medsos, bagaimana tingkah anak muda NU di medsos? . Saya melihat anak-anak NU secara pribadi tidak berbeda dengan kebanyakan anak-anak muda lain. Ada yang berbagi pikiran, ada yang galau, ada yang marah-marah melulu. Tetapi saya juga mengamati pemanfaatan medsos oleh santri-santri NU sangat mengagumkan. Di FB misalnya, kita bisa temukan akun khusus mulai dari kitab Safinatun Naja sampai pengajian yang live-streaming. Itu bagus sekali.

Karena belakangan ada kecenderungan medsos dijadikan ajang fitnah atau menyebarkan berita yang tak bisa dipertanggungjawabkan, mohon bisa memberi tips buat nahdliyin supaya tidak tergelincir ke stu.. Tips buat nahdliyin: kesatu, jangan sembarang percaya informasi apa pun yang muncul di medsos. Cari sumber yang bisa kita percaya. Kan di NU kita terbiasa untuk hormat dan memilih kepada kiai siapa kita belajar. Misalnya siapa ulama fiqh, siapa yang ahli tasawuf, dst. Nah, di medsos juga begitu: percayalah kepada sumber yang bisa dipercaya integritasnya. Kalau soal agama, ya hanya percaya kepada ulama yang kesehariannya kita yakin integritasnya.

Kedua, hati-hati termakan fitnah. Banyak orang berniat buruk, atau setidaknya berpaham hasud, yang ada di medsos. Karena itu, jangan mudah membagikan informasi, sebelum kita cek ulang. Misalnya di medsos ada info ada orang sudah melihat hilal di suatu tempat, jangan langsung dishare. Tunggu info dari pihak yang kredibel misalnya dari @nu_online (Twitter) dan facebook.com/situsresminu.

Ketiga, jangan latah, gampang ikut-ikutan. Sekarang yang dipuja-puja si A, lalu kita ikut memuja-muja. Sekarang si B sedang di-bully, kita ikut-ikut menghakimi. Santai saja. Ini medsos, biasanya sih kita tidak kenal orang itu to? Ngapain ikut benci-bencian?

Keempat, orang yang kita kenal di medsos bisa kita anggap teman bila kita sudah berkomunikasi melalui japri secara langsug, bukan hanya sapa-sapaan di jalur publik. Soalnya karakter di medsos sering berbeda dengan yang nyata. Misalnya rame banget di FB, nggak taunya setelah ketemu orangnya diam.

Kelima, yang penting selalulah pakai kacamata prinsip Aswaja NU dalam berinteraksi dan berpendapat di medsos. Tidak ekstrem, adil, seimbang, dan toleran kepada orang lain.

Soal orang yang dengan gampang fitnah atau ngeshare berita yang tidak kredible asal sepaham, apa itu mencerminkan watak asli seseorang atau kelompok? . Sebetulnya medsos cenderung melipatgandakan ciri karakter. Kalau dasarnya murah hati, di medsos akan lebih murah hati. Kalau dasarnya suka fitnah, di medsos makin kenceng memfitnah. Karena anonim dan tidak berhadapan langsung dengan yang diajak bicara. Yang memfitnah Prof Quraish kalau bertemu langsung, ya saya yakin tidak bakal berani memfitnah.

Orang yang di medsos beda dengan dunia nyata, kalau yang tidak disadari, bisa saja itu kecenderungan topeng peran yang berbeda. Tapi yang disengaja, untuk kepentingan khusus, itu sih jahat.

Setiap kelompok memang ada nilai-nilai khusus yang ditumbuhkan. Misalnya nilai-nilai tasamuh, tawazun, i’tidal, tawasuth, dalam NU. Pada kelompok lain ya ada nilai-nilai "tujuan menghalalkan segala cara" sehingga fitnah dianggap sebagai cara yang halal demi mendapatkan tujuan. Kelompok-kelompok seperti ini tahu betul bagaimana dinamika mental psikis seseorang, bagaimana mempengaruhi pikiran-pikiran dan seterusnya. Jadi fitnah-fitnah itu memang disengaja, untuk melakukan indoktrinasi.

Sebenarnya gejala apa orang atau kelompok tertentu yang gampang mefitnah atau menuduh orang atau kalangan lain? . Soal tuduh-menuduh, menunjukkan gejala banyak hal. Satu, betapa trust (sikap saling percaya) dalam masyarakat kita terkikis habis sehingga saling menuduh dan menghasud. Dua, gejala kesombongan yang merajalela. Kesombongan ini muncul dalam bentuk: tak cukup ilmu merasa berilmu, lalu sembarangan mengeluarkan fatwa agama, misalnya. Ini bahaya! Tiga, gejala klaim kebenaran. Seakan-akan kebenaran hanya milik mereka, sehingga semua yang berbeda boleh dinistakan. Semua itu jauh sekali dari semangat prinsip-prinsip Aswaja NU yang biasa menghormati pendapat yang berbeda dilandasi prinsip-prinsip tawasuth (pertengahan), tasamuh (toleran), tawazzun (seimbang), ta’adul (adil).

Apa komentar Mbak dengan kehadiran dua gus di jagat Twitter, yaitu Gus Mus dan Gus Sholah?. Keberadaan para ulama senior seperti Gus Mus dan Gus Sholah, juga Gus Ali Tulangan, di Twitter sangat bermanfaat. Sebagai figur ulama yang otoritatif karena kredibilitas keilmuannya, beliau-beliau dapat memberikan pandangan-pandangan yang menyejukkan di tengah derasnya kelompok Islam yang mempropagandakan kebencian. Bukan hanya santri NU tetapi khalayak umum dapat berkomunikasi langsung kepada beliau-beliau. Kita tentu berharap lebih banyak lagi kiai yang berkenan untuk meluangkan waktu untuk membimbing umat melalui medsos ini.

Dari Nu Online: nu.or.id

PKB Kab Tegal Kiai, Fragmen PKB Kab Tegal

Hipsi Lampung Pamerkan Kain Tapis di Aljazair

Algeria, PKB Kab Tegal

Expo Terpadu di Safex Alger, Aljazair ramai dikunjungi. Pameran yang diprakarsai KBRI di Aljazair ini menampilkan produk-produk Indonesia baik dari UKM maupun Perusahaan besar di Indonesia.

Di antara yang dipamerkan adalah PT.Wika, PT Indofood Sukses Makmur Tbk, PT Pertamina dan lainya yang umumnya bergerak dalam bidang manufaktur dan kontruksi. Sementara Himpunan Pengusaha Santri Indonesia (Hipsi) Lampung menampilkan produk unggulanya yakni kain tapis.

Hipsi Lampung Pamerkan Kain Tapis di Aljazair (Sumber Gambar : Nu Online)
Hipsi Lampung Pamerkan Kain Tapis di Aljazair (Sumber Gambar : Nu Online)

Hipsi Lampung Pamerkan Kain Tapis di Aljazair

Saat meninjau stand Hipsi Lampung (24/11) Dubes RI untuk Aljazair Safira Machrusah menyatakan kegembiraanya atas antusiasme pengunjung pada produk kain tapis Lampung.

PKB Kab Tegal

"Semoga tapis Lampung makin dikenal dunia, syukur-syukur habis expo ini tapis bisa di export ke Aljazair," katanya pada Expo yang berlangsung yang berlangsung dari tanggal 23 sampai dengan 27 November ini.

PKB Kab Tegal

Terkait respon positif tersebut Direktur Marketing Kain Tapis Syafiah Musyafaah menambahkan untuk expo ini pihaknya sudah menjalin komunikasi bisnis saat pameran berlangsung.

"Sudah ada dua korporet lokal dan beberapa buyer dari Prancis dan Maroko yang menghubungi untuk kerjasama bisnis lebih lanjut," ungkapnya. (Fachurrahman/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKB Kab Tegal Tegal, Daerah PKB Kab Tegal

MA Walisongo Jepara Miliki Ekskul Pertanian

Jepara, PKB Kab Tegal. Setahun ini MA Walisongo Pecangaan Jepara mengembangkan ekstra kurikuler Unit Kegiatan Siswa (UKS) Farm Agriculture. Kegiatan yang rutin dilaksanakan saben Rabu ini diikuti puluhan peserta didik.

Kegiatan tersebut memfokuskan pada tiga hal, yakni pertanian, perikanan dan peternakan. Dalam kurun waktu setahun, produk yang sudah diproduksi misalnya pengurai tinja, probiotik perikanan, serta probiotik peternakan.

MA Walisongo Jepara Miliki Ekskul Pertanian (Sumber Gambar : Nu Online)
MA Walisongo Jepara Miliki Ekskul Pertanian (Sumber Gambar : Nu Online)

MA Walisongo Jepara Miliki Ekskul Pertanian

Untuk bidang pertanian, para siswa sudah memproduksi Micro Organisme Local (Mol) Buah Maja, Jambu Busuk, Kaktus, Bonggol Gedang, Tekek-tekekan, Akar Tekek-tekekan, Rebung Bambu, Probiotik Akar Bambu serta Akar Gada.

PKB Kab Tegal

Beberapa produk yang telah dihasilkan sesuai kebutuhan masing-masing. Misalnya, MOL buah-buahan bermanfaat untuk mempercepat masa vegetatif tumbuhan. Juga untuk perangsang dan pertumbuhan.

PKB Kab Tegal

Untuk probiotik perikanan terang pembina 2 Farm Agriculture, Nikmatul Kholidah tujuannya untuk memperbaiki kualitas air. “Sedangkan probiotik peternakan lanjut Nikmah sebagai penghilang bau serta vermentasi,” katanya saat ditemui PKB Kab Tegal, Rabu (06/05/15)

Waka Kesiswaan MA Walisongo, Mukhlisin menjelaskan kegiatan tersebut bertujuan untuk menambah pengetahuan peserta didik bidang pertanian. Meski bukan madrasah kejuruan pertanian terus berikhtiar untuk mengembangkan pertanian, perikanan dan peternakan.

Aktif Pameran

Ikhtiar yang sudah dilaksanakan ekskul tersebut dibimbing ahli pertanian serta bekerjasama dengan perguruan tinggi yang terkait. Agar semakin dikenal masyarakat pihak madrasah telah memamerkan produknya dalam beberapa even.

Pameran perdana ikut serta dalam Pameran yang diadakan SMK Walisongo Pecangaan. Pameran berikutnya, yakni turut serta dalam Pameran Karya yang diselenggarakan Unisnu Jepara akhir April lalu.

Dalam pameran yang diadakan di kampus NU tersebut, Farm Agriculture MA Walisongo memperoleh penghargaan. Dengan memamerkan Sawah Portable sistem Jejer Legawa, Tanaman Polibac, Ayam Broiler dan Perikanan pihaknya memperoleh dukungan sebanyak 2500 SMS dari pengunjung. Sehingga dari 22 stand yang ada, MA Walisongo memperoleh penghargaan sebagai juara favorit.  

Mukhlisin menambahkan, dengan penghargaan tersebut mengucapkan syukur. Kegiatan tersebut harapnya menjadi nilai plus salah satu madrasah yang bernaung di LP Maarif NU Jepara.

 

“Madrasah tidak hanya mempelajari agama saja tetapi bidang pertanian juga perlu diajarkan. Harapannya menjadi bekal setelah siswa lulus dari madrasah,” harapnya. (Syaiful Mustaqim/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKB Kab Tegal Budaya, Humor Islam, AlaNu PKB Kab Tegal

Senin, 26 Juni 2017

Jika Zat Ini Rendah, Kadar Gula Darah Akan Stabil

Sidoarjo, PKB Kab Tegal. Tim ahli gizi Rumah Sakit Islam (RSI) Siti Hajar Sidoarjo, Jawa Timur, Rina Yuniati menyebutkan bahwa karbohidrat yang dicerna secara perlahan, akan melepaskan glukosa secara bertahap ke dalam aliran darah, sehingga dikatakan memiliki Glycemix Index yang rendah. Glycemix Index (GI) merupakan tingkat pangan dalam skala 0-100 menurut efeknya terhadap kadar gula darah.

"Makanan yang nilai Glycemix Indexnya tinggi akan menaikkan kadar gula darah dengan cepat. Pemilihan bahan makanan dengan Glycemix Index yang rendah dapat membantu kestabilan kadar gula darah, memberikan rasa kenyang lebih lama sehingga membantu menjaga dan mengendalikan berat badan serta memperbaiki resistensi insulin pada penderita diabetes," terang Rina, Rabu (13/1).

Jika Zat Ini Rendah, Kadar Gula Darah Akan Stabil (Sumber Gambar : Nu Online)
Jika Zat Ini Rendah, Kadar Gula Darah Akan Stabil (Sumber Gambar : Nu Online)

Jika Zat Ini Rendah, Kadar Gula Darah Akan Stabil

Karbohidrat berdasarkan nilai Glycemix Index sangatlah penting sebagai acuan dalam menentukan jumlah dan jenis makanan. Sumber karbohidrat tepat untuk menjaga kesehatan dan berat badan. Semakin cepat karbohidrat diserap tubuh, maka nilai Glycemix Indexnya semakin tinggi.

PKB Kab Tegal

Menurut Rina, penyerapan yang sangat cepat serta merta akan cepat menimbulkan rasa lapar, sehingga orang cenderung untuk mengkonsumsi pangan secara berlebihan. Proses dan cara pengolahan bahan makanan dapat mempengaruhi nilai Glycemix Index makanan tersebut.

PKB Kab Tegal

Semakin halus suatu bahan makanan, Glycemix Index nya dapat semakin tinggi, karena menyebabkan makanan tersebut menjadi lebih mudah dicerna dalam tubuh sehingga glukosa lebih cepat dikirim ke darah.

"Faktor-faktor yang dapat mempengaruhi nilai Glycemix Index pada makanan diantaranya kematangan dan waktu penyimpanan (semakin matang sejenis buah, semakin tinggi nilai Glycemix Indexnya), pengolahan (jus buah memiliki nilai Glycemix lebih tinggi dari pada buah utuh), metode pemasakan (seberapa lama makanan tersebut dimasak)," tuturnya.

Rina menjelaskan, keberagaman yang perlu diperhatikan tentang Glycemix Index, nilai Glycemix Index menginformasikan tipe karbohidrat dalam makanan tetapi tidak memperhitungkan jumlah karbohidrat yang dikonsumsi.

"Ukuran porsi harus diperhatikan dalam mengendalikan kadar gula darah dan untuk mengendalikan berat badan. Pilihlah kombinasi makanan yang masing-masing memiliki nilai Glycemix Index rendah, sehingga tidak meningkatkan nilai Glycemix Index makanan yang kita konsumsi," imbuh dokter yang bertugas di Rumah Sakit NU itu.

Banyak makanan bergizi tinggi memiliki nilai Glycemix Index yang lebih tinggi dibandingkan makanan yang mengandung nutrisi lebih rendah. "Hati-hati dengan cara pengolahan makanan, jenis makanan Glycemix Index rendah yang diolah semakin lama ataupun dengan cara pengolahan yang salah dapat menaikkan nilai Glycemix Index sehingga menjadi makanan dengan Glycemix Index tinggi," tutupnya. (Moh Kholidun/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKB Kab Tegal Pertandingan, IMNU PKB Kab Tegal

Berkhidmah Pembeda Pesantren dan Sekolah

Demak, PKB Kab Tegal. Pondok Pesantren Putri Nurul Burhany Mranggen Demak melantik pengurus pondok Pesantren masa khidmah 2014/2015. Pelantikan diikuti seluruh santri dan dewan asatidz. Sebagai kepala terpilih; Aida Qonitatul Muna menggatikan Nur Aeni.

Pengasuh pesantren Nurul Burhany, KH. Helmi Wafa Mahsuni dalam pengarahannya menjelaskan, semua santri baik yang menjadi pengurus maupun yang tidak menjadi pengurus mempunyai dua kewajiban.

Berkhidmah Pembeda Pesantren dan Sekolah (Sumber Gambar : Nu Online)
Berkhidmah Pembeda Pesantren dan Sekolah (Sumber Gambar : Nu Online)

Berkhidmah Pembeda Pesantren dan Sekolah

Menurut dia, kewjiban pertama adalah belajar atau mengaji dan  kewajiban untuk berkhidmah atau mengabdi, baik khidmah kepada kiai maupun khidmah kepada santri.

PKB Kab Tegal

Khidmah inilah yang membedakan antara pendidikan di pesantren dan pendidikan di luar pesantren. Disini santri dididik untuk ikhlas mengabdi, walaupun tanpa gaji ataupun imbalan apapun.

KH. Helmi Wafa Mahsuni memprosentase waktu bagi santri sebagai berikut; untuk kalangan pengurus 50% untuk belajar atau mengaji dan 50% untuk berkhidmah, sedangkan untuk kalangan santri, 75% untuk belajar dan 25% untuk berkhidmah.

PKB Kab Tegal

Selanjutnya pengasuh berharap, dengan dibiasakannya santri khidmah di pondok pesantren, setelah nanti pulang di kampung halaman masing-masing, santri dapat berkhidmah kepada masyarakat.

Khidmah bisa dilakukan melalui berbagai organisasi yang ada di lingkungan masing-masing, baik melalui jama’ah tahlilan, Fatayat NU, IPPNU dan lain sebagainya, “tentunya harus didasari dengan rasa ikhlas,” tegasnya. (Abdus Shomad/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKB Kab Tegal Pesantren PKB Kab Tegal

Minggu, 25 Juni 2017

Dorong Fiqih Organisasi, Gus Mus Identifikasi 3 Masalah Pokok di NU

Bali, PKB Kab Tegal. Di balik besarnya jamiyyah Nahdlatul Ulama, terdapat pula banyak masalah. Termasuk masalah besar. Warga maupun pengurus NU sudah membahas semua masalah organisasinya itu dalam Muktamar maupun Muasyawarah Nasional (Munas) dan Konferensi Besar (Konbes) NU. Juga dalam musyawarah di tiap tingkatan kepengurusan NU, serta dalam forum-forum non stuktural.

Dorong Fiqih Organisasi, Gus Mus Identifikasi 3 Masalah Pokok di NU (Sumber Gambar : Nu Online)
Dorong Fiqih Organisasi, Gus Mus Identifikasi 3 Masalah Pokok di NU (Sumber Gambar : Nu Online)

Dorong Fiqih Organisasi, Gus Mus Identifikasi 3 Masalah Pokok di NU

Dalam forum-forum besar organisasi itu, yang selesai dibahas baru masalah-masalah besar umat dan kenegaraan. Seperti problem fiqhiyah, soal keharaman membayar pajak apabila dikorupsi, hingga soal ideologi negara. Namun pembahasan masalah internal NU sendiri ? belum tuntas. Masih banyak sisa masalah yang mengganggu pergerakan NU, bahkan telah membuat NU terhambat untuk menjalankan khidmahnya.

Mustasyar PBNU, KH Ahmad Mustofa Bisri mengidentifikasi, setidaknya ada tiga masalah pokok dalam jamiyyah NU. Pertama, NU belum menjadi organisasi yang sebenar-benar organisasi. Yakni NU belum punya sistem kerja yang efektif sebagai sebuah organisasi.

PKB Kab Tegal

Kedua, kata dia, pengurus NU belum standar. Ada pengurus NU yang tidak mengerti NU, ada pula yang tidak membuat baik NU. Ketiga dan merupakan akibat dari pertama dan kedua, warga NU tidak tahu apa gunanya ber-NU.

PKB Kab Tegal

Kiai yang akrab disapa Gus Mus ini menguraikan, pengelolaan organisasi NU belum efektif. Buktinya, keputusan yang diambil PBNU, tak mesti berjalan sampai bawah. Bahkan beberapa kali terjadi kebijakan PBNU ditolak oleh struktur di bawahnya. Pernah pula PBNU tidak diakui keabsahannya, bahkan digugat. Ada pula model mufaroqoh, yakni menyatakan tidak lagi menjadikan PBNU sebagai panyautan. Semacam sholat berjamaah lalu menyatakan tidak lagi mengikuti imam.

"Ini artinya, NU perlu ditata agar rapi organisasinya," ujarnya dalam Halaqah Nasional Fiqih Organisasi yang digelar oleh Majma Buhuts An-Nahdliyah (MBN) di Hotel Lor In kawasan Pecatu Indah Resort, Bali, Sabtu (11/12). Halaqah ? diikuti lima puluhan anggota MBN dan para kiai se-Pulau Bali.

Berikutnya, lanjut dia, perlu ada aturan main yang baku mengenai siapa saja yang boleh menjadi pengurus NU. Harus ada standar kompetensi dan moralnya. Di Muktamar Ke-33 NU di Jombang Agustus lalu, telah ada pasal perubahan di PD/PRT NU, bahwa calon ketua NU harus punya sertifikat pengkaderan. Kata Gus Mus, itu perlu dilengkapi dengan standar akhlak dan kompetensi, serta pedoman perilaku sebagai pengurus NU.

"Aturan syarat menjadi pengurus dan pedoman perilaku pengurus NU juga diatur di dalam Fiqih Organisasi itu," jelasnya.

Soal problem warga NU, Gus Mus ? memaparkan, di masa kepemimpinan KH Abdul Wahab Chasbullah, beliau bersama KH Wahid Hasyim dan KH Mahfud Shidiq mengatur dalam dua kategori, anggota Setia NU dan Warga NU. Anggota setia adalah anggota yang secara sadar berniat mengabdi kepada umat melalui NU, dan sanggup menjalankan kewajiban keanggotaan. Yaitu iuran setiap bulan dan setiap tahun, mengikuti kegiatan NU, dan taat pada aturan organisasi.

Gus mus meminta buku fiqih organisasi harus segera dibuat. Dicetak. Nanti setiap ada calon pemimpin, terlebih pemimpin NU, ditanya dulu, Anda sudah baca buku Fiqih Organisasi apa belum? Sudah mengerti dan memahami isinya atau tidak? Calon ketua ranting saja sudah harus khatam fiqih organisasi.

Pentingnya ideologi

Dalam halaqah ini, peserta aktif menyampaikan usulan maupun gagasan. Dimoderatori oleh KH Dian Nafi Surakarta, Halaqah berlangsung dinamis. Masing-masing peserta diberi waktu maksimal 5 menit untuk berbicara, ada seorang panitia yang bertugas mengawasi jarum waktu.

Salah satu peserta, Gus Zahrul Azhar Asumta menyampaikan, NU itu secara tradisi mirip Katolik, tapi secara organisasi mirip Protestan. Yakni melestarikan budaya lokal, tetapi sistem komandonya tidak efektif. Mestinya, kata dia, NU total seperti Katholik. Yakni selain menjaga tradisi, juga fatwanya ditaati sampai ke tingkat paling bawah.

"Paus sebagai pemimpin umat Katholik, itu powerfull. Segala ucapannya ditaati. Organisasi Katholik sangat efektif. Syarat menjadi pemimpin Katholik juga berat. Tidak sembarang orang," ujar pengasuh Pondok Pesantren Darul Ulum Rejoso Jombang yang akrab dipanggil Gus Hans ini.

Peserta lain, wakil Rais Syuriyah PWNU Bali, KH Fathurrahim mengatakan, yang paling pokok dari Fiqih Organisasi adalah membangun ideologi di tubuh NU. Pengurus maupun warga NU harus diupayakan ? memiliki ideologi yang kuat.

Menurut keturunan KH Sholeh Darat Semarang ini, tidak cukup santri atau orang pesantren dijadikan anggota setia atau pengurus NU. Harus dididik ideologi dahulu. Sebab jika tanpa ideologi, jangankan mau diajak berjuang di NU, masuk menjadi anggota NU saja orang tidak mau.

"Apabila memiliki ideologi kuat, jangankan harta dan tenaga, nyawa pun diberikan untuk NU. Ini yang harus dirumuskan dalam Fiqih Organisasi," papar pengasuh Pesantren di Jembrana, Bali ini. (Ichwan/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKB Kab Tegal Amalan, Nahdlatul Ulama, Tegal PKB Kab Tegal

Sabtu, 24 Juni 2017

Jelang UN, IPNU-IPPNU Bondowoso Motivasi Pelajar lewat Istighotsah

Bondowoso, PKB Kab Tegal



Pimpinan Cabang (PC) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Kabupaten Bondowoso mengadakan doa bersama atau istighotsah untuk menyambut Ujian Nasional (UN) 2016 yang bakal berlangsung April mendatang.

Jelang UN, IPNU-IPPNU Bondowoso Motivasi Pelajar lewat Istighotsah (Sumber Gambar : Nu Online)
Jelang UN, IPNU-IPPNU Bondowoso Motivasi Pelajar lewat Istighotsah (Sumber Gambar : Nu Online)

Jelang UN, IPNU-IPPNU Bondowoso Motivasi Pelajar lewat Istighotsah

Kegiatan yang menjadi rangkaian peringatan hari lahir ke-62 IPNU dan hari lahir ke-61 IPPNU tersebut diikuti sekitar 250 siswa SMA/MA/SMK dari berbagai sekolah di Kabupaten Bondowoso. Istighotsah diselenggarakan di Masjid Agung At-Taqwa Bondowoso, Jalan Letnan Sutarman,  (sebelah barat alun-alun Raden Bagus Asra Kironggo) Kecamatan Kota Bondowoso Kabupaten Bondowoso Jawa Timur Sabtu (26/3) pagi.

Ketua Pimpinan Cabang IPNU Bondowoso Ahmad Juhadi mengatakan, "Alhamdulillah, kami setiap tahun sudah menyelenggaran istighotsah bersama untuk Sukses Ujian Nasional (UN).” Juhadi berharap pelajar NU menjalani UN tahun ini dengan mudah dan lancar.

Rais Syuriyah PCNU Bondowoso KH Asyari Fasya dalam taushiyahnya bersyukur pimpinan IPNU dan IPPNU memberi motivasi serta doa kepada anak didik yang akan melaksanakan ujian nasional ini.

"Ini salah satu di antaranya amal bakti yang terbaik rekan IPNU-IPPNU, karena bagaimanapun kita tidak diam begitu saja sehubungan dengan kepentingan-kepentingan saudara-saudara kita," katanya. Sebab, ibuhnya, Rasulullah pernah mengatakan barangsiapa yang tidak ikut memperhatikan kepentingan saudara-saudaranya tidak di anggap sebagai umatnya.

PKB Kab Tegal

Selain itu ia juga mengingatkan, selain untuk mendapat selembar ijazah, para pelajar juga mesti mencari kemanfaatan dan keberkahan dari proses belajarnya, dan karena itulah doa kepada Allah dibutuhkan. (Ade Nurwahyudi).

Dari Nu Online: nu.or.id

PKB Kab Tegal

PKB Kab Tegal News, Daerah PKB Kab Tegal