Kamis, 04 Mei 2017

Gus Nuril: Gus Dur, Shalahuddin Al-Ayyubi dari Indonesia

Jeddah, PKB Kab Tegal. Pengasuh Pondok Pesantren Soko Tunggal, Semarang, Jawa Tengah, DR. KH. Nuril Arifin berpendapat ada kesamaan antara Presiden ke-4 RI KH Abdurrahman Wahid dengan pahlawan dunia, Shalahuddin Al-Ayyubi.

Menurut kiai yang akrab disapa Gus Nuril ini, perang Salib yang berlangsung selama kurang lebih 500 tahun terhenti karena diplomasi moral Salahuddin Al-Ayyubi ketika pasukannya berhadapan dengan pasukan Kristen di bawah komando Richard The Lion Heart untuk memperebutkan Kota Jerusalem.

Gus Nuril: Gus Dur, Shalahuddin Al-Ayyubi dari Indonesia (Sumber Gambar : Nu Online)
Gus Nuril: Gus Dur, Shalahuddin Al-Ayyubi dari Indonesia (Sumber Gambar : Nu Online)

Gus Nuril: Gus Dur, Shalahuddin Al-Ayyubi dari Indonesia

“Di tengah pertempuran Salahuddin mendengar Richard jatuh sakit. Apa yang terjadi? Salahuddin justru mengirim dokter ke Richard untuk upaya kesembuhannya,” ceritanya saat menjadi pembicara di acara tahlil akbar dalam rangka Haul ke-5 Gus Dur dan Peringatan Maulid Nabi yang diselenggarakan Pimpinan Cabang Istimewa Gerakan Pemuda Ansor Arab Saudi di Masjid Indonesia Jeddah (MIJ), Kota Jeddah, Arab Saudi, Jumat (26/12/).

PKB Kab Tegal

Gus Nuril mengatakan, Salahuddin Al-Ayyubi adalah Tokoh Perdamaian Dunia yang hidup di abad  ke-12. Ia disegani di dunia Timur karena kehebatan strategi perangnya yang berhasil merebut Kota Jerusalem, dan disegani dunia Barat karena sikap toleransi keberagamaannya yang tinggi.

PKB Kab Tegal

Di bawah kekuasaanya, lanjut kiai berambut gondrong ini, umat Kristen diizinkan berziarah ke Jerusalem. Kisah antara Salahuddin dan Richard dicatat sejarawan sebagai peristiwa monumental yang menjadi titik balik hubungan antara umat Islam dan Kristen yang sebelumnya diwarnai ketegangan.

“Jika golongan Kristen ekstrem kiri dihadapkan dengan Islam ekstrem kanan maka selamanya dunia tidak akan berhenti berperang. Oleh karenanya, Gus Dur menempatkan posisinya di tengah dunia dengan membawa ‘isme’ yang bernama Islam ala Indonesia, Islam yang rahmatan lil alamin. Islam yang pernah ditebarkan oleh Salahuddin Al-Ayyubi,” tutur Gus Nuril.

Di akhir ceramah, Gus Nuril memberi pesan kepada tamu yang hadir, “Di manapun kalian berada kalian adalah agen-agen Indonesia yang harus siap menebarkan Islam ala Indonesia. Tebarkan Islam rahmatan lil alamin di muka bumi. Addinu an-nasihat (Agama adalah Nasehat), sampaikan agama dengan nasihat. Tampilkan Islam yang ramah.” (Ridho El-Qudsy/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKB Kab Tegal Cerita, News PKB Kab Tegal

Rabu, 03 Mei 2017

IPNU Karawang Dirikian Posko Mudik di Jalur Alternatif

Karawang, PKB Kab Tegal  

Pimpinan Cabang Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) Kabupaten Karawang, Jawa Barat membuka posko mudik Lebaran. Posko yang didirikan di Jalan Raya Lemahabang Wadas-Karawang tersebut membantu pemudik yang melintasi jalan alternatif Johar-Telagasari - Wadas.

IPNU Karawang Dirikian Posko Mudik di Jalur Alternatif (Sumber Gambar : Nu Online)
IPNU Karawang Dirikian Posko Mudik di Jalur Alternatif (Sumber Gambar : Nu Online)

IPNU Karawang Dirikian Posko Mudik di Jalur Alternatif

Dalam posko berukuran 4 M2 itu disediakan tempat istirahat, obat-obatan, makanan ringan seperti biskuit, pop mie, dan yang lainnya. Bantuan tersebut diberikan secara gratis kepada para pemudik yang mampir.

Menurut salah seorang pemudik yang turut istirahat dalam posko tersebut, Baharudin, posko semacam ini memang sangat membantu para pemudik, karena setiap pemudik tentu tidak bisa menempuh perjalanan langsung sampai tujuan dengan tanpa istirahat.

PKB Kab Tegal

"Jadi saya sendiri merasa sangat terbantu. Saya bisa istirahat sejenak untuk melepas lelah. Ini agar kondisi tubuh saya kembali fit dan bisa melanjutkan perjalanan kembali. Kalo tubuh tidak fit tentu sangat berbahaya, karena tidak sedikit kecelakaan yang diakibatkan karena mengantuk dan kecapean," ujar Burhan yang mengaku dari Jakarta dengan tujuan mudik Jawa Timur itu pada Selasa (6/8).

PKB Kab Tegal

Ketua PC IPNU Karawang, A Fauzi Ridwan, menyampaikan, bahwa posko mudik tersebut memang disiapkan untuk membantu para pemudik bisa beristirahat, hal tersebut juga dimaksudkan untuk meminimalisir kecelakaan para pengendara yang melakukan perjalanan mudik.

"Makanya semua yang Kami siapkan itu menjadi fasilitas yang bebas dan gratis untuk para pemudik yang mampir ke posko ini," ujar Fauzi.

Menurut Fauzi, bisa dibukanya posko mudik itu, bukan semata - mata atas kinerja IPNU saja, melainkan atas adanya dukungan dari semua pihak, seperti organisasi mahasiswa yang turut membantu menyukseskan posko tersbut, yaitu Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), kemudian Dealer resmi sepeda motor Ymaha, PT Subur Plus Motor serta yang lainnya.

"Meski dengan persiapan yang cukup singkat, tapi Alhamdulillah posko mudik ini bisa dibuka dan berfungsi sesuai dengan apa yang diharapkan," ujarnya.

Karenanya ke depan dia berharap, akan menyiapkan lebih matang lagi agar pelayanan yang diberikan bisa memberikan kepuasan secara optimal kepada para pemudik yang beristirahat di posko.

"Kami sih rencananya, tahun depan kembali membuka posko mudik, dan disiapkan pemijat refleksi profesional, agar pemudik yang kelelahan bisa dipijat dulu, tentu tidak dikenakan tarif alias gratis, biar IPNU yang menamnggung tukang biaya tukang pijatnya," ujarnya.

Kemudian, akan memberikan bingkisan atau palingtidak kartu ucapan selamat Lebaran kepada para pemudik yang ikut istirahat di posko yang di siapkan.

"Mudah-mudahan berkah dan bermanfaat untuk kita semua terutama bagi para pemudik, yang bisa mampir untuk beristirahat," pungkasnya.

Redaktur: Abdullah Alawi

Dari Nu Online: nu.or.id

PKB Kab Tegal Budaya, Santri PKB Kab Tegal

Senin, 01 Mei 2017

400 Kiai Jatim Bahas Radikalisme Agama di Pesantren Tebuireng

Jombang,PKB Kab Tegal. Mengantisipasi berkembangnya peredaran gerakan radikalisme agama di Jawa Timur, sekitar 400 kiai dari berbagai pondok pesantren bertemu di Pondok Pesantren Tebuireng Jombang, Senin (10/11). Hal ini dilakukan dalam rangka bertukar informasi dan mencari langkah antisipasi bersama.

400 Kiai Jatim Bahas Radikalisme Agama di Pesantren Tebuireng (Sumber Gambar : Nu Online)
400 Kiai Jatim Bahas Radikalisme Agama di Pesantren Tebuireng (Sumber Gambar : Nu Online)

400 Kiai Jatim Bahas Radikalisme Agama di Pesantren Tebuireng

Salahudin Wahid selaku tuan rumah senang, pihaknya bisa menfasilitasi silaturrahim para kiai, kepolisian dan tokoh lintas agama dan etnis ini. “Alhamdulillah, pertemuan yang dimaksudkan untuk berukar informasi antara para kiai dengan Kepolisian Jawa Timur bisa dilaksanakan disini,” ungkap kiai yang biasa di panggil Gus Sholah ini.

Menurut Gus Sholah, momentum ini sengaja dibuat sebagai langkah antisipasi adanya perkembangan organisasi radikal, yang sudah mulai merambah ke dunia pesantren,, tentunya akan mengancam persatuan dan kesatuan.

PKB Kab Tegal

“Sehingga, kami bersama para kiai dan tokoh lintas agama dan etnis bersama pihak kepolisian merasa penting untuk mencegah adanya hal itu sejak dini, serta kami berharap aka nada rekomendasi yang dihasilkan dari pertemuan ini,” papar adik kandung? Gus Dur ini kepada PKB Kab Tegal.

PKB Kab Tegal

Ia menambahkan, gerakan radikal seperti Islamic State Of Iran and Syiria (ISIS) sudah membidik beberapa kota di Jawa Timur, misalnya seperti? Malang, Sidoarjo, bahkan Jombang. “Maka perlu adanya formulasi untuk membatasi organisasi tersebut tidak berkembang di Indonesia,” jelasnya. (Romza/Abdullah)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKB Kab Tegal Humor Islam, AlaNu, Hadits PKB Kab Tegal

Sabtu, 29 April 2017

Besok, Kiai Maruf Amin Isi Seminar Kebangsaan di Haul Sunan Ampel

Surabaya, PKB Kab Tegal. Akhir-akhir ini wacana seputar hubungan antara agama dan negara kembali menyeruak.Banyak kelompok yang mempertentangkan status negara, namun juga ada yang mencoba mencari jalan tengah atas hubungan tersebut.

Atas dasar itu, PWNU Jawa Timur bekerjasama dengan Masjid Agung Sunan Ampel akan mengadakan seminar nasional dan bahtsul masail kebangsaan dalam rangka Haul Agung ke-568 Sunan Ampel. Kegiatan bertema Manhaj Beragama ala Walisongo; Perekat Persaudaraan Islam dan Persatuan Nasional, ini digelar Kamis (11/5) pagi di Masjid Agung Sunan Ampel, Surabaya. ?

Besok, Kiai Maruf Amin Isi Seminar Kebangsaan di Haul Sunan Ampel (Sumber Gambar : Nu Online)
Besok, Kiai Maruf Amin Isi Seminar Kebangsaan di Haul Sunan Ampel (Sumber Gambar : Nu Online)

Besok, Kiai Maruf Amin Isi Seminar Kebangsaan di Haul Sunan Ampel

Panitia telah memastikan bahwa yang akan hadir sebagai narasumber adalah Rais Aam PBNU dan Wakil Ketua Umum PBNU 2010-2015 H Asad Said Ali.

KH Asyhar Shofwan, Ketua Lembaga Bahtsul Masail PWNU Jatim mengatakan untuk mendapatkan gambaran yang lebih gamblang seputar hubungan antara agama dan negara, maka kehadiran KH Maruf Amin sangatlah penting.

Ia mengemukakan bahwa KH Maruf Amin akan menjelaskan secara detail dan terperinci argumentasi NU mengenai NKRI, Pancasila dan UUD 1945. "Bagaimana akhirnya NU menyatakan final terhadap 4 pilar kebangsaan tersebut," terang Kiai Asyhar saat dihubungi PKB Kab Tegal (10/5) sore. Nantinya akan ada penjelasan terkait konsekuensi atas sikap NU tersebut ketika menyatakan bahwa NKRI, Pancasila, UUD 1945 adalah final.

PKB Kab Tegal

Sementara itu kehadiran H Asad Said Ali akan memberikan penjelasan seputar pentingnya nilai-nilai Islam dalam sistem ketatanegaraan dan pemerintahan NKRI.

"Secara khusus, Kiai Asad akan memberikan gambaran bagaimana mengukur nilai-nilai Islam yang terserap dalam ideologi Pancasila dan UUD 1945," terangnya. Juga bagaimana nilai-nilai Islam telah menginspirasi sistem ketatanegaraan dan pemerintahan dalam alam demokrasi Pancasila, lanjutnya.

Menurut Kiai Asyhar, kehadiran dua narasumber tersebut diharapkan cukup memberikan bekal kepada warga NU serta masyarakat umum khususnya umat Islam dalam menghadapi berbagai rongrongan akibat kehadiran ideologi dan paham baru di tanah air. "Semoga mampu memberikan bekal kepada peserta, utamanya para ulama dan kiai agar semakin mantap berNKRI dan berAswaja," pungkasnya.

Seminar kebangsaan ini terbuka untuk umum dan tanpa dipungut biaya alias gratis.Konfirmasi kehadiran bisa menghubungi Teguh Rachmanto di 0812 3467 8810, atau Muhammad Mizaburrahmah 0813 3678 8741, serta 0851 0223 2464 dengan Luqman Hakim. (Rof Maulana/Zunus)

PKB Kab Tegal

Dari Nu Online: nu.or.id

PKB Kab Tegal Hadits PKB Kab Tegal

LTMNU Sumedang Ngaji Etika Imam dan Khotib

Sumedang, PKB Kab Tegal. Pengurus Cabang Lembaga Ta’mir Mesjid Nahdlatul Ulama (LTMNU) kabupaten Sumedang akhir pekan kemarin mengadakan pelatihan peningkatan kapasitas yang melibatkan imam-khotib dan pengurus masjid sekecamatan Buahdua. Di desa Cilangkap, Ahad (7/6), peserta diajak untuk membaca kembali peran mereka di tengah perkembangan zaman yang begitu cepat.

LTMNU Sumedang Ngaji Etika Imam dan Khotib (Sumber Gambar : Nu Online)
LTMNU Sumedang Ngaji Etika Imam dan Khotib (Sumber Gambar : Nu Online)

LTMNU Sumedang Ngaji Etika Imam dan Khotib

Peserta yang berjumlah 35 orang ini mengupas etika imam dan khotib. Pada kesempatan ini, mereka juga mengaji materi Fiqh Jum’at, materi Al-Qur’an, serta teknik penyusunan kepengurusan masjid.

"Pelatihan ini sangat bermanfaat dan penting, sebagai upaya untuk meningkatkan kemampuan, wawasan, dan kualitas seorang yang dipercaya sebagai salah satu komponen penegak amar ma’ruf ? nahi mungkar. Terlebih dalam menghadapi tuntutan zaman dengan problem masyarakat yang semakin kompleks, maka dibutuhkan kemampuan yang cukup bagi seorang imam dan khatib,” kata Ketua LTMNU Sumedang ustadz Eman Sulaeman.

PKB Kab Tegal

Ustadz Eman menyebut beberapa peran dan fungsi yang harus diwujudkan seorang imam dan khatib di tengah masyarakat. Mereka, kata Eman, harus mampu menjadi pemersatu umat, menjadi benteng aqidah, menjadi contoh teladan, menjadi rujukan dalam masalah keislaman, dan membangun soliditas umat.

"Khusus mengenai perannya sebagai rujukan dalam masalah keislaman, hendaknya imam dan khatib untuk selalu menambah wawasan ilmu pengetahuan tentang keislaman. Karena, bagaimanapun seorang imam dan khatib pasti akan menjadi tempat bertanya masyarakat soal keislaman,” Ketua LTMNU menambahkan.

PKB Kab Tegal

Ketua PCNU Sumedang KH Sa’dulloh yang hadir sebagai pemateri berharap kegiatan bertema “Meningkatkan Peran NU dalam Upaya Membentuk Imam-Khotib dan DKM yang Berkualitas dan Profesional” ini dapat menjadi dorongan untuk meningkatkan kemampuan imam-khotib masjid.

“Saya berharap pelatihan ini dapat menjadi suatu motivasi untuk meningkatkan kemampuan para imam masjid,” kata Kiai Sa’dulloh. (Ayi Abdul Kohar/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKB Kab Tegal Doa PKB Kab Tegal

Jumat, 28 April 2017

Doa untuk Palestina, Kegiatan yang Digagas Para Santri

Jakarta, PKB Kab Tegal. Acara Doa untuk Palestina yang diadakan di Graha Bhakti Budaya Taman Ismail Marzuki (TIM) Jakarta ini adalah produk daripada santri. Penggagas dan pelaksananya adalah santri.

Demikian disampaikan Ulil Abshar Abdalla, Kamis (24/8) saat memberikan sambutan ketua panitia acara di hadapan hadirin yang memadati gedung Graha Bakti Budaya.

Doa untuk Palestina, Kegiatan yang Digagas Para Santri (Sumber Gambar : Nu Online)
Doa untuk Palestina, Kegiatan yang Digagas Para Santri (Sumber Gambar : Nu Online)

Doa untuk Palestina, Kegiatan yang Digagas Para Santri

"Penggasnya adalah Gus Mus, santri senior," katanya.

Sedangkan, panitia penyelenggaranya adalah santri-santri dari Gusdurian, santri Rembang, dan santri-santri lainnya.

Malam ini, lanjut Ulil, adalah malam Palestina yang bertujuan untuk menggalang dan memobilisasi solidaritas masyarakat Indonesia untuk Palestina.

PKB Kab Tegal

Dalam acara ini, puisi-puisi dari penyair Palestina dibacakan. Seperti puisi berjudul Risalatun Ilallah karya Samiyah Al Qosim yang dibacakan oleh Fatin Hamamah.?

Sejumlah penyair dan tokoh nasional hadir dalam Malam Pembacaan Puisi-puisi Palestina tersebut. Di antaranya KH Ahmad Mustofa Bisri, Prof Abdul Hadi WM, Acep Zamzam Noor, Butet Kertaredjasa, Prof Quraish Shihab, Prof Ahmad Syafi’i Ma’arif, Prof Mahfudh MD, Taufiq Ismail, Joko Pinurbo, Sutardji Calzoum Bachri, Slamet Rahardjo, Renny Djajoesman, Habib Anis Sholeh Baasyin, Inayah Wahid, dan tokoh-tokoh lainnya. (Muchlishon Rochmat/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKB Kab Tegal

PKB Kab Tegal AlaSantri PKB Kab Tegal

Senin, 24 April 2017

Pengelola BMT NU Dilatih untuk Kesejahteraan Masyarakat

Jombang, PKB Kab Tegal. Calon pengurus Baitul Maal wat-Tamwil (BMT) Nahdlatul Ulama Cabang Kecamatan Pterongan dan Megaluh, Kabupaten Jombang, Jawa Tiur dilatih menjadi penggerak kesejahteraan masyarakat di ranah keuangan, Sabtu (3/9) siang di aula kantor PCNU.

Dalam pelatihan itu, mereka dikenalkan terkait teknis pengelolaan BMT yang selama ini berjalan dan cenderung berbeda dengan bank atau koperasi pada umumnya. Mereka juga dipahamkan tentang prodak BMT NU Jombang.

Pengelola BMT NU Dilatih untuk Kesejahteraan Masyarakat (Sumber Gambar : Nu Online)
Pengelola BMT NU Dilatih untuk Kesejahteraan Masyarakat (Sumber Gambar : Nu Online)

Pengelola BMT NU Dilatih untuk Kesejahteraan Masyarakat

Khairul Anam, Ketua BMT NU Jombang pusat saat memberikan materinya mengungkapkan, bahwa menjadi pengurus BMT NU memerlukan kompetensi yang memadai, juga ketelatenan yang kuat, lantaran persepsi masyarakat yang beragam tentang keberadaan BMT.

PKB Kab Tegal

"Persepsi dari masyarakat tentang BMT di Jombang masih beragam, ada yang apatis, menganggap BMT dengan koperasi dan bank yang lain sama saja," ungkapnya.

Namun demikian, lanjutnya, ketika masyarakat sudah memahami tentang pola pengelolaan BMT dan manfaat yang dirasakan, setidaknya pola pikir mereka berubah dengan sendirinya dan menjadi tertarik untuk menjadi nasabah tetap BMT NU.

PKB Kab Tegal

"Ini salah satu yang menjadi tugas dan tanggung jawab para calon pengelola BMT dalam mengubah persepsi mereka, juga meyakinkan mereka," imbuhnya.

Dikatakan Anam, bahwa kondisi ekonomi masyarakat khususnya kelas menengah ke bawah justru kadang dijadikan kesempatan bagi rentener untuk dikondisikan. Hal ini menurutnya, juga harus menjadi perhatian pengelola BMT.

"Pengelola BMT juga harus berupaya menyebarkan nilai manfaat kepada masyarakat karena fenomena yang ada di masyarakat masih banyak rentener," tuturnya.

Sementara M Muchlis Irawan, Sekretaris BMT NU pusat yang juga hadir pada kesempatan itu menjelaskan proses menjadi pengelola BMT NU. "Calon staf BMT NU akan dilakukan proses magang terlebih dahulu, kurang lebih selama 3 bulan di BMT NU pusat," kata pria berkacamata itu.

Dalam kurun waktu yang sudah ditentukan itu, mereka diimbau agar memaksimalkan tugas yang akan diberikan BMT NU pusat, terutama dalam pencarian nasabah. Hal ini juga dilakukan oleh sejumlah pengelola BMT NU di dua cabang yang sudah berdiri sebelumnya, yakni di Kecamatan Bareng dan Kesamben.

"Terget awal kita meminta masyarakat untuk menabung. Kenapa? Karena BMT NU Jombang memang dari nol," jelasnya.

Meski demikian, selama waktu itu juga, Muchlis menegaskan akan memberikan subsidi transportasi kepada masing-masing pengelola. "Selama 3 bulan itu kita berikan subsidi transportasi. Karena anda meluangkan waktunya untuk beraktivitas di BMT NU otomatis meninggalkan anak, dan ini adalah komitmen BMT NU sejak awal," pungkasnya. (Syamsul Arifin/Abdullah Alawi)

?

Dari Nu Online: nu.or.id

PKB Kab Tegal Quote, Budaya, Habib PKB Kab Tegal