Jumat, 03 Februari 2017

Kasatkornas Alfa Isnaeni: Jangan Bicara Agama Kalau Tidak Paham

Jakarta, PKB Kab Tegal - Kepala Satuan Koordinasi Nasional (Kasatkornas) Banser H Alfa Isnaeni berpesan kepada anggota baru Banser untuk tidak membahas masalah agama di tengah masayarakat. Menurutnya, bicara agama tanpa bekal ilmu agama yang memadai hanya membuat kekacauan baru di masyarakat.

“Syukur alhamdulillah kalau sahabat sekalian ini pandai membaca kitab kuning. Tetapi kalau tidak bisa, lebih baik belajar,” kata Alfa saat menjadi inspektur upacara penutupan DTD Banser Jakarta Selatan di Kompleks Yayasan KH A Wahid Hasyim, Ciganjur, Jakarta Selatan, Ahad (27/8) pagi.

Kasatkornas Alfa Isnaeni: Jangan Bicara Agama Kalau Tidak Paham (Sumber Gambar : Nu Online)
Kasatkornas Alfa Isnaeni: Jangan Bicara Agama Kalau Tidak Paham (Sumber Gambar : Nu Online)

Kasatkornas Alfa Isnaeni: Jangan Bicara Agama Kalau Tidak Paham

Menurutnya, masalah agama adalah pertanggungjawaban dunia dan akhirat. Jangan mudah berbicara agama.

PKB Kab Tegal

“Butuh ilmu tafsir, ilmu hadits, dan disiplin kelimuan lainnya untuk bicara agama,” kata Alfa.

Kepada seratus lebih peserta diklatsar terpadu, ia mengingatkan kembali tugas Banser sebelum kembali ke masyarakat untuk mendakwahkan Islam Ahlussunnah wal Jamaah An-Nahdliyah.

PKB Kab Tegal

“Tugas sahabat adalah mendakwah Ahlusunnah wal Jamaah An-Nahdliyah. Tetapi ‘dakwah’ harus diartikan secara luas. Artinya, sahabat sekalian harus menghidupkan dan mengawal amaliyah Aswaja NU, yaitu tahlilan, malam Yasin, dibaan, tawasulan, ziarah, manaqib di daerah sahabat masing-masing,” kata Alfa.

Terakhir, ia mengimbau seratus lebih anggota baru Banser ini untuk mengajak anak-anak muda di sekitar sahabat masing-masing untuk masuk Diklatsar.

Sebagaimana diketahui, Diklat Terpadu Dasar (DTD) Angkatan I Satkorcab Banser pada 25-27 Agustus 2017 diadakan oleh GP Ansor Jakarta Selatan. Peserta DTD terdiri atas 112 orang. Peserta terdiri atas kalangan laki-laki dan perempuan. (Alhafiz K)Dari Nu Online: nu.or.id

PKB Kab Tegal Santri, Ubudiyah, Internasional PKB Kab Tegal

PCNU Pangandaran Target Punya 500 Kader Penggerak

Pangandaran, PKB Kab Tegal

Menindaklanjuti hasil Pendidikan Penggerak Nahdlatul Ulama (PKPNU) di Kabupaten Purwakarta minggu lalu, Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Pangandaran Jawa Barat langsung mengaplikasan pendidikan tersebut dengan melakukan "road show" ke 11 Majelis Wakil Cabang NU (MWCNU).

Dimulai sejak hari Rabu (25/5) hingga Senin (30/5), PCNU Kabupaten yang baru mekar pada 2012 dan menjadi kabupaten ke-27 di Tatar Sunda ini berkunjung ke setiap MWCNU dan melakukan sosialisasi.

PCNU Pangandaran Target Punya 500 Kader Penggerak (Sumber Gambar : Nu Online)
PCNU Pangandaran Target Punya 500 Kader Penggerak (Sumber Gambar : Nu Online)

PCNU Pangandaran Target Punya 500 Kader Penggerak

Salah satunya bagaimana menggerakan organisasi para ulama ini agar terjadi sinergitas antara jamiyah dan jamaah.

PKB Kab Tegal

Koordinator tim PKPNU, Imam Ibnu Hajar mengatakan, selain menyosialisasikan terkait PKPNU, dilakukan juga pendataan calon kader penggerak NU ditingkat MWCNU se-Kabupaten Pangandaran. Hasilnya sudah 110 calon dan akan menjadi penggerak di tingkat kecamatan.

"Intinya para penggerak NU ini agar menyampaikan program tingkat pusat maupun daerah di masjid-masjid sehingga jamaah paham apa yang sedang digelorakan NU," kata Imam, Senin.

PKB Kab Tegal

Imam pun menargetkan, tak kurang dari 500 penggerak dimiliki PCNU Kabupaten Pangandaran karena masyarakat Pangandaran terdiri dari percampuran dua suku (Jawa dan Sunda), serta kultur masyarakat pesisir pantai dan pegunungan.

"Pola dakwah yang dipakai juga tentu harus berbeda. Ada yang melakukan pendekatan budaya serta profesi," ujarnya.

Ketua Tanfidiziyah PCNU Kabupaten Pangandaran, KH Fauzan Azis Muslim menyampaikan ucapan terima kasihnya kepada tim penggerak kader NU yang telah melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya sebagai kader penggerak NU.

Ia berharap semua jajaran pengurus MWCNU dapat menindaklanjuti serta mengaplikasikan di wilayah masing-masing apa yang telah disosialisasikan oleh tim PKPNU Kabupaten Pangandaran. (Red: Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKB Kab Tegal Sejarah, Anti Hoax, Pemurnian Aqidah PKB Kab Tegal

Selasa, 31 Januari 2017

Persiapan 4 Pesantren Ditarget Rampung Sebelum Ramadhan

Jombang, PKB Kab Tegal. Menjelang Muktamar NU pada Agustus mendatang, Panitia Daerah Wilayah Jawa Timur menargetkan persiapan empat pesantren di Jombang yang menjadi tuan rumah perhelatan akbar itu selesai sebelum bulan Ramadhan 1436 H.

Persiapan 4 Pesantren Ditarget Rampung Sebelum Ramadhan (Sumber Gambar : Nu Online)
Persiapan 4 Pesantren Ditarget Rampung Sebelum Ramadhan (Sumber Gambar : Nu Online)

Persiapan 4 Pesantren Ditarget Rampung Sebelum Ramadhan

Ketua Panitia Daerah Wilayah Jatim H Saifullah Yusuf mengatakan, persiapan tersebut khususnya meliputi pembangunan infrastruktur, termasuk kamar mandi, toilet, penginapan, dan semacamnya.

Keempat pesantren yang dimaksud adalah Pesantren Tebuireng, Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Pesantren Darul Ulum Rejoso Peterongan, dan Pesantren Mambaul Maarif Denanyar. Rencananya, pesantren-pesantren besar di Jombang ini menjadi tempat muktamirin bermalam dan mengelar sidang komisi.

PKB Kab Tegal

“Panitia di masing-masing pondok pesantren harus mulai merancang semua teknis dan persiapan sarana prasarana yang dibutuhkan nanti,” katanya pada rapat koordinasi panitia Muktamar di Pendopo Pemkab Jombang, Kamis (1/4)

Pria yang akrab disapa Gus Ipul itu juga meminta Panitia Daerah Wilayah Jombang untuk terus melaporkan dan mengkoordinasikan hasil kinerjanya.

PKB Kab Tegal

Pada kesempatan yang sama Ketua PWNU Jatim KH Mutawakkil Alallah berharap Panitia Daerah bekerja secara total karena kesuksesan penyelenggaraan Muktamar NU ada di tangan mereka. “Panitia daerah menjadi garda terdepan dalam menyukseskan muktamar NU ke-33 ini. Semoga pengabdiaannya dibalas oleh Allah SWT. Amin,” ujarnya. (Syamsul/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKB Kab Tegal Nahdlatul, Pendidikan PKB Kab Tegal

Senin, 30 Januari 2017

Komisariat IPPNU Tarbiyatul Banin adakan Training Jurnalistik

Pati, PKB Kab Tegal. Komisariat Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama Madrasah Aliyah Tarbiyatul Banin Pekalongan, Winong, Pati, Jawa Tengah mengadakan training jurnalistik pada Kamis (10/7).

Komisariat IPPNU Tarbiyatul Banin adakan Training Jurnalistik (Sumber Gambar : Nu Online)
Komisariat IPPNU Tarbiyatul Banin adakan Training Jurnalistik (Sumber Gambar : Nu Online)

Komisariat IPPNU Tarbiyatul Banin adakan Training Jurnalistik

Kegiatan bertema “Menuju Jurnalis yang Profesional” ini dijadikan ajang mencetak kader-kader penulis di tingkatan generasi muda NU. Bertempat di auditorium lantai dua madrasah tersebut peserta mendengarkan materi penulisan, layout dan grafis serta menulis fiksi dan nonfiksi.

ara peserta mendapatkan materi dari narasumber yang berkompeten yaitu Muhammad Nur Effendi (Suara Merdeka), Beni Dewa, Muh. Syamsul Hadi dan Mukhamad Zulfa (kontributor NU online).

PKB Kab Tegal

Walaupun dalam suasana bulan Ramadhan semangat rekan-rekanita untuk menggelar training dihadiri puluhan anggota majalah Spektra dan rekan-rekanita di bawah naungan MA Tarbyatul Banin.

Pelatihan dibuka langsung oleh kepala sekolah Drs. Ah. Adib Al-Arif M. Ag. Ia berpesan bahwa pelatihan yang diadakan ini bukan hanya pengajaran namun harus ada praktik.

PKB Kab Tegal

Lebih lanjut, ia mengatakan, harus ada target yang harus dilaksanakan setelah adanya training. Serta komunikasi antar-pengelola majalah Spektra harus lebih massif dan intensif. Dengan demikian majalah yang telah terbit dua kali ini ke depan harus lebih baik.

“Pelatihan ini merupakan bagian dari pengkaderan majalah Spektra”, ungkap Winda selaku ketua panitia pelaksana. Hal lain yang ingin kami peroleh dari training ini adalah pengembangan wawasan penulisan dan keredaksian.

Training ini rencananya tidak hanya teori saja yang akan dilaksanakan. Pada siang hari peserta nanti akan diajak untuk melaksanakan praktik yang dipandu langsung oleh narasumber. Selain itu acara ini akan diakhiri dengan buka bersama. (Mukhamad Zulfa/Abdullah Alawi)

?

?

?

Dari Nu Online: nu.or.id

PKB Kab Tegal Nasional, Doa, Fragmen PKB Kab Tegal

Minggu, 29 Januari 2017

Pemkab Demak Bentuk Lembaga Terpadu Mudahkan Layanan Umat

Demak, PKB Kab Tegal. Untuk mempermudah koordinasi dan pelayanan umat, Pemkab Demak membentuk sekretariat bersama dengan berbagai organisasi, lembaga ? keagamaan, dan pemerintah, diantaranya MUI Demak, BAZDA, Dewan Masjid Indonesia, dan Pengurus Pemangku Makam Aulia (PPMA).

Pemkab Demak Bentuk Lembaga Terpadu Mudahkan Layanan Umat (Sumber Gambar : Nu Online)
Pemkab Demak Bentuk Lembaga Terpadu Mudahkan Layanan Umat (Sumber Gambar : Nu Online)

Pemkab Demak Bentuk Lembaga Terpadu Mudahkan Layanan Umat

Hal ini dilakukan karena agar masyarakat dalam mengadukan atau menyampaikan hasil pikir yang berkaitan dengan nasib umat bisa dengan mudah mengakses ke lembaga yang dituju tersebut

“Kami sudah berkoordinasi dengan ke empat lembaga tersebut untuk membentuk sekretariat bersama sebagai tempat koordinasi dan pelayanan umat secara terpadu,” ujar Bupati Demak H Dachirin Said pada acara Silaturrahmi Forum Komunikasi Ulama dan Umara (FKUU) Kabupaten Demak tahun 2015 di Pesantren Al Hidayat Krasak Temuroso Guntur Demak Jateng, Sabtu (13/6).

PKB Kab Tegal

Lebih lanjut, Dachirin yang juga Mustasyar PCNU Demak tersebut menambahkan, sekretariat tersebut akan dibangun bersama dan pembiayaannya juga ditanggung ke empat lembaga tersebut yang akan di tempatkan di komplek Masjid Agung Demak dengan memanfaatkan tanah milik BKM.

PKB Kab Tegal

“Alhamdulillah mereka sudah sepakat termasuk pembiayaan proses pembangunannya, termasuk BAZDA kemarin sudah menyediakan dana awal dua ratus juta rupiah,” jelasnya.

Sementara itu, Ketua MUI Demak KH Moh Asyiq menyampaikan, kebersamaan ulama umara jika bisa harmonis menurutnya akan bisa mewarnai dan membentuk suatu daerah atau negara yang aman dan sentosa.?

“Kalau ulama dan umara bisa harmonis, maka akan seperti ini bisa membangun secara bersama sama,” kata Kiai Asyiq.

Dalam acara tersebut selain di hadiri ulama se kabupaten Demak juga di hadiri Muspida Demak beserta SKPD se-Kabupaten Demak. (Shiddiq Sugiarto/Fathoni)?

Dari Nu Online: nu.or.id

PKB Kab Tegal Jadwal Kajian, Warta PKB Kab Tegal

Nasionalisme Berakar Sejak Era Wali Songo

Yogyakarta, PKB Kab Tegal. Wakil Ketua PWNU DIY Jadul Maula berpendapat, frame kebangkitan nasional harus dimaknai dari kerajaan di Nusantara. Karena nasionalisme secara kultural sudah dibangun oleh para Wali Songo.

“Akar nasionalisme kita itu terbukti dari kerajaan Demak mengusir penjajah. Nasionalisme bangsa kita itu lahir dari agama. Beda dengan Eropa yang terpisah dari agama,” katanya saat menjadi pembicara dalam diskusi dengan tema, “Forum Mahasiswa, Santri & Warga: Refleksi Hari Kebangkitan Nasional” di Lantai 2 Kantor PWNU DIY, Jalan MT Haryono, Rabu (20/5) pagi.

Nasionalisme Berakar Sejak Era Wali Songo (Sumber Gambar : Nu Online)
Nasionalisme Berakar Sejak Era Wali Songo (Sumber Gambar : Nu Online)

Nasionalisme Berakar Sejak Era Wali Songo

Jadul melanjutkan, Islam dan budaya itu diharmoniskan oleh para wali, sehingga melahirkan Islam yang khas Nusantara. Sebab itu, persatuan dan kesatuan sudah digalakkan para sultan dengan bahasa agama dan bahasa kebudayaan.

PKB Kab Tegal

“Frame kebagkitan itu tidak terpisah dan berdiri sendiri dari sejarah kerajaan masa lampau,” tutur pengasuh Pesantren Kaliopak Yogyakarta ini.

PKB Kab Tegal

Akar budaya Nusantara kita, tambah Jadul, mengandung tiga unsur, yakni menyatunya Tuhan dengan manusia, manusia dengan manusia, dan manusia dengan alam. Itu hasil dari dakwah para wali yang menyampaikan Islam ke Nusantara.

Kehadiran penjajah tidak bisa dilawan dengan senjata dan perlawanan secara fisik dengan begitu saja. Benteng yang sangat kuat untuk menghalang itu adalah kebudayaan dan spiritualitas. Para wali mempersiapkan hal itu untuk melawan para penjajah.

Peserta yang hadir terdiri atas para santri dan mahasiswa generasi muda nahdliyyin. Acara yang dimoderatori Muhammadun ini juga menghadirkan Mukhtar Salim, Kandidat Doktor UII Yogyakarta. (Suhendra/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKB Kab Tegal Nahdlatul, Kyai, Meme Islam PKB Kab Tegal

Jumat, 27 Januari 2017

Lagi, Pelajar NU Jombang Peroleh Fasilitas Beasiswa Akademik

Jombang, PKB Kab Tegal - Sepekan lalu dua perguruan tinggi, Universitas Darul Ulum (Undar) dan Institut Agama Islam Bani Fattah (IAIBAFA) menandatangani kesepakatan kerja sama untuk memberikan fasilitas beasiswa terhadap para pelajar Nahdlatul Ulama (NU) di Kabupaten Jombang. Kini satu perguruan tinggi lain menawarkan fasilitas serupa.

Perguruan ini adalah Universitas Pesantren Tinggi Darul Ulum (Unipdu) Kecamatan Jogoroto, Jombang. Saat ini pihak kampus tengah membincangkan terkait beberapa kode etik, fasilitas lain termasuk dispensasi beasiswa yang akan diberikan kepada pelajar Jombang.

Lagi, Pelajar NU Jombang Peroleh Fasilitas Beasiswa Akademik (Sumber Gambar : Nu Online)
Lagi, Pelajar NU Jombang Peroleh Fasilitas Beasiswa Akademik (Sumber Gambar : Nu Online)

Lagi, Pelajar NU Jombang Peroleh Fasilitas Beasiswa Akademik

Demikian disampaikan Ketua Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Jombang Qurrotul Aini. Ia menegaskan bahwa dalam tempo dekat, pihak Unipdu sudah dipastikan memberikan fasilitas beasiswa tersebut dengan penandatanganan berkas kerja sama yang dibangun antara kedua belah pihak.

“Yang jelas Unipdu akan segera memfasilitasi pelajar NU Jombang,” katanya kepada PKB Kab Tegal saat dihubungi, Jumat (26/2) pagi.

PKB Kab Tegal

PKB Kab Tegal

Sementara hasil koordinasi dengan pihak kampus terkait, fasilitas yang akan diberikan berupa potongan biaya kampus sebesar 50% untuk fakultas-fakultas tertentu di jenjang S1. Meskipun demikian, fasilitas ini sudah membuka peluang besar untuk para pelajar NU yang hendak melanjutkan pendidikannya di jenjang perguruan tinggi.

“Beasiswa di Unipdu itu sementara fokus untuk S1 di fakultas-fakultas tertentu saja dengan potongan biaya 50%,” ujarnya.

Namun saat ini, Aini mengaku belum bisa memastikan terkait fakultas yang dimaksud. Pasalnya masalah ini masih dalam kajian pihak kampus. “Dan saat ini masih dirembukkan pihak universitas,” tuturnya. (Syamsul Arifin/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKB Kab Tegal News PKB Kab Tegal