Minggu, 22 Januari 2017

Gusdurian Terbitkan Surat Kabar Bulanan di Dunia Maya

Jakarta, PKB Kab Tegal. Sekretariat Nasional Jaringan Gusdurian sudah dua kali menerbitkan surat kabar di dunia maya terhitung sejak peluncuran perdananya, Maret 2013 lalu. Media yang diberi nama ”Selasar” ini berisi 8 halaman dan untuk sementara dibagikan lewat www.slideshare.net.

Gusdurian Terbitkan Surat Kabar Bulanan di Dunia Maya (Sumber Gambar : Nu Online)
Gusdurian Terbitkan Surat Kabar Bulanan di Dunia Maya (Sumber Gambar : Nu Online)

Gusdurian Terbitkan Surat Kabar Bulanan di Dunia Maya

Dengan memegang moto ”Menggerakkan Tradisi, Meneguhkan Indonesia”, Selasar memuat informasi-informasi kegiatan Jaringan Gusdurian di sejumlah daerah, opini, artikel KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur), resensi buku, humor, dan lainnya.

Seknas Jaringan Gusdurian berharap, surat kabar ini dapat menjadi wadah komunikasi yang menghubungan para Gusdurian di berbagai daerah dan sarana yang bisa menyebarkan pemikiran Gus Dur. Ke depan, Selasar akan berintegrasi dengan website ”Kampung Gusdurian” yang saat ini sedang dalam proses pembuatan.

PKB Kab Tegal

”Setelah peluncuran perdana Selasar, kami sangat berterima kasih atas respon yang positif dan dukungan dari berbagai pihak. Kami berharap Selasar bisa terus konsisten hadir setiap bulan dan menjadi media yang melanjutkan pemikiran dan perjuangan Gus Dur melalui sinergi karya para muridnya,” kata redaksi Selasar melalui surat elektronik, Ahad (21/4).

PKB Kab Tegal

Di rubrik opini, Selasar edisi pertama mengulas seputar teologi toleransi KH Hasyim Asy’ari, sementara edisi kedua kali ini mengangkat pentingnya mengontekstualisasikan perjuangan Gus Dur untuk menjawab problem kekinian.? Jaringan Gusdurian mengajak kepada segenap pembaca untuk turut menyumbangkan tulisan.

Penulis: Mahbib Khoiron

Dari Nu Online: nu.or.id

PKB Kab Tegal Ahlussunnah, Humor Islam PKB Kab Tegal

Masjid Mesti Juga Jadi Balai Kesehatan dan Ekonomi

Pekalongan, PKB Kab Tegal. Ketua Pengurus Pusat Lembaga Ta’mir Masjid Nahdlatul Ulama (LTMNU) KH Abdul Manan A Ghani mengatakan, selama ini masih banyak pengurus masjid maupun mushala di lingkungan NU yang hanya gemar membangun, tetapi lupa untuk merawat dan mengisinya dengan berbagai kegiatan.

Ia mengatakannya di hadapan ratusan peserta “Halaqoh Pemberdayaan Masjid” di Gedung Aswaja, Jalan Sriwijaya 2, Pekalongan, Jawa Tengah, yang digelar Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Pekalongan, Akhir pekan lalu (8/2).

Masjid Mesti Juga Jadi Balai Kesehatan dan Ekonomi (Sumber Gambar : Nu Online)
Masjid Mesti Juga Jadi Balai Kesehatan dan Ekonomi (Sumber Gambar : Nu Online)

Masjid Mesti Juga Jadi Balai Kesehatan dan Ekonomi

Melalui kegiatan halaqoh ini, Manan meminta pengurus masjid untuk lebih banyak memperhatikan keaktifan fungsi masjid. Tak sebatas tempat ritual ibadah, katanya, masjid harus juga dapat digunakan untuk kegiatan bimbingan belajar, gerakan ekonomi jamaah, maupun balai kesehatan jamaah.

PKB Kab Tegal

Menurut Ketua Panitia Pelaksana Halaqoh, KH Baghdadi, kegiatan halaqoh tentang pemberdayaan masjid adalah sebagai upaya mengoptimalkan peran dan fungsi masjid tidak hanya sebagai tempat kegiatan ibadah. Akan tetapi lebih dari itu, masjid dan mushala di lingkungan NU bisa berfungsi maksimal sebagaimana pada zaman Rosulullah.

Kegiatan yang diikuti sekitar 300 peserta dari utusan Majelis Wakil Cabang NU (MWCNU), Ranting NU, pengurus masjid dan mushala, pimpinan yayasan pendidikan di lingkungan dan tamu undangan lembaga lajnah di tingkat cabang menghadirkan narasumber dari Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) yakni KH Abdul Manan, KH Sholeh Qosim, dan H Mansyur Saerozi.

PKB Kab Tegal

"Dari puluhan masjid dan ratusan mosholla NU di Kota Pekalongan baru beberapa yang telah bersertifikat atas nama NU, dan halaqoh ini diharapkan dapat menggugah kesadaran takmir masjid dan mushala maupun yayasan pendidikan NU mau diatasnamakan NU," ujar Muhtarom Sekretaris PCNU Kota Pekalongan.

Hajatan halaqoh yang dilaksanakan selama dua hari mendapat sambutan yang cukup antusias dari peserta. Pasalnya, keberhasilan PCNU Sidoarjo Jawa Timur dalam mensertifikatkan tanah masjid dan mushala atas nama NU yang dipaparkan dalam forum itu, belum bisa ditiru NU di Kota Pekalongan.

Namun demikian, seluruh peserta yang hadir telah berjanji akan berusaha dengan sungguh-sungguh mengamankan aset masjid dan mushala dengan melakukan sertifikasi sebagaimana yang telah dilakukan PCNU Sidoarjo Jawa Timur.

Ketua PCNU Kota Pekalongan, H. Ahmad Rofiq mengaku gembira kegiatan halaqoh yang digagas lembaga dan lajnah ini banyak diikuti oleh peserta. (Abdul Muiz/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKB Kab Tegal IMNU, Halaqoh PKB Kab Tegal

Kamis, 12 Januari 2017

Memulai Kembali Ishari sebagai Banom NU

Surabaya, PKB Kab Tegal. Pengurus Wilayah Ikatan Seni Hadrah Indonesia (Ishari) Jawa Timur mengadakan rapat koordinasi (Rakor) perdana pada Ahad (22/11) di Pondok Pesantren Fatchul Ulum Pacet, Mojokerto, Jawa Timur, pasca keputusan Muktamar Ke-33 NU di Jombang tentang kembalinya Ishari menjadi badan otonom NU.

Ketua PW Ishari Jatim Yusuf Arif mengatakan, rapat ini baru pertama kalinya diselenggarakan dan dihadiri oleh semua Pengurus Cabang Ishari se Jatim. "Menjadi Banom, bagi Ishari adalah sebuah cita-cita yang sangat tinggi, bahkan sudah mentok," lanjutnya.

Memulai Kembali Ishari sebagai Banom NU (Sumber Gambar : Nu Online)
Memulai Kembali Ishari sebagai Banom NU (Sumber Gambar : Nu Online)

Memulai Kembali Ishari sebagai Banom NU

PW Ishari Jatim termasuk pendorong utama kembalinya Ishari sebagai banom NU. Hal itu dilakukan sejak sebelum Muktamar ke-33 NU digelar, mulai dari konsolidasi? hingga melobi para Pengurus Cabang NU se-Jatim, dan puncaknya adalah tampilnya Ishari di perhelatan akbar di muktamar NU di Jombang. Saat itu Ishari menampilakan dengan 1926 orang bershalawat di area Muktamar.

PKB Kab Tegal

"Alhamdulillah, pembahasan Ishari di komisi organisasi dan pleno komisi lolos secara aklamasi tanpa ada sanggahan dari PCNU se Indonesia," tegasnya.

PKB Kab Tegal

Lantas apa yang akan dilakukan oleh PW Ishari Jatim. Arif mengaku beberapa minggu yang lalu, dirinya bersama Sekertaris dan Rais Majelis Hadi Ishari Jatim menemui Pengurus Besar NU di Jakarta dan ditemui oleh H Imam Aziz Ketua PBNU. "Imam Aziz mengatakan akan membahas ulang dengan para kiai dan kita disuruh menunggu hingga rapat pleno PBNU, nanti akan dikabari," terangnya menirukan instruksi dari PBNU.

Pada intinya, PBNU mengiginkan Ishari juga menaungi beberapa seni hadrah Al-Banjari, mulai dari Al-Habsy, Ahbabul Mustafa, dan sebagainya. "Semua yang berhubungan dengan seni diminta Ishari menaunginya," lanjutnya.

Rapat kordinasi ini memiliki agenda tunggal yaitu persiapan Munas Ishari. "Kita nanti akan membentuk tim untuk mempersiapkan munas itu, mulai dari administrasi, syarat-syarat menjadi banom, rancangan PD/PRT, dan lain sebagainya," pungkas Arif saat ditemui PKB Kab Tegal setelah acara pembukaan.

Ishari pernah diresmikan menjadi salah satu lembaga binaan Syuriah di PBNU pada Muktamar ke-23 NU di Solo, lalu disepakati sebagai salah satu badan otonom NU Muktamar ke-29 NU tahun 1994 di Cipasung, Jawa Barat.

Dalam perjalanannya, kedudukan Ishari di tubuh NU cukup dinamis. Belum purna masa khidmah kepengurusan pertama sebagai badan otonom NU, organisasi yang menyelenggarakan Munas I di Pondok Pesantren Sunan Drajat tahun 1995 ini berubah sebagai lembaga binaan Lesbumi NU (Lembaga Seni Budaya Muslimin Indonesia NU).

Pada Muktamar Ke-32 NU di Makassar, Ishari dialihkan sebagai organisasi binaan lembaga tarekat di NU, hingga kian kaburnya posisi Ishari ketika lembaga tarekat itu berubah menjadi badan otonom NU, Jamiyyah Thariqah Mutabarah an-Nahdliyah (Jatman).

Berdasaran hasil keputusan Muktamar Ke-33 NU di Jombang, Jawa Timur, Ikatan Seni Hadrah Indonesia Nahdaltul Ulama yang disingkat Ishari resmi menjadi badan otonom baru yang mewadahi anggota NU yang bergerak dalam pengembangan seni hadrah dan shalawat. (Rof Maulana/Mahbib)

Foto: Kiai Mahmud (Rais Majelis Hadi) didampingi oleh Ketua PW Ishari NU Jatim Yusuf Arif saat membuka acara Rakor

?

Dari Nu Online: nu.or.id

PKB Kab Tegal Khutbah PKB Kab Tegal

Senin, 09 Januari 2017

Sambut Hari Santri, PCNU Kota Depok Luncurkan Rangkaian Kegiatan

Depok, PKB Kab Tegal - Peringatan Hari Santri Nasional (HSN) yang diperingati pada setiap 22 Oktober disambut dengan meriah. Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PC NU) Kota Depok menyemarakkan HSN  dengan beragam kegiatan yang melibatkan santri, pimpinan pesantren, kiai, tokoh masyarakat, dan masyarakat pada umumnya.

"Rangkaian kegiatan dimulai dengan pembukaan dan peluncuran di Masjid Kubah Emas, Sabtu 7 Oktober 2017 pukul 19.30 WIB. Acara diisi dengan pembacaan Qasidah Burdah yang akan dipimpin langsung oleh Wakil Rais Syuriyah PCNU Kota Depok KH Junaidi HMS. Selanjutnya akan digelar pembukaan rangkaian peringatan Hari Santri yang melibatkan hampir seluruh pondok pesantren se-Kota Depok," ujar Ketua PCNU Kota Depok KH Raden Salamun Adiningrat di kantornya, Kali Mulya, Cilodong, Jumat (6/10).

Sambut Hari Santri, PCNU Kota Depok Luncurkan Rangkaian Kegiatan (Sumber Gambar : Nu Online)
Sambut Hari Santri, PCNU Kota Depok Luncurkan Rangkaian Kegiatan (Sumber Gambar : Nu Online)

Sambut Hari Santri, PCNU Kota Depok Luncurkan Rangkaian Kegiatan

Ia berharap kepada seluruh warga NU agar  berbondong-bondong memadati Masjid Kubah Emas lengkap dengan segala atribut ke-NUan yang dimiliki. Acara ini akan dihadiri beberapa pengurus harian PBNU, dan pengurus harian, lembaga dan badan otonom PCNU Kota Depok.

PKB Kab Tegal

"Kepada seluruh santri, warga NU dan masyarakat Depok, kami harap kehadirannya untuk memeriahkan HSN," paparnya.

PKB Kab Tegal

PCNU Kota Depok telah menyiapkan serangkaian kegiatan baik berbagai lomba untuk santri, zikir, semaan dan khataman Al-Quran, shalawat Nariyah, kirab, dan apel kebangsaan.

Saat ditanya apakah di acara pembukaan dan peluncuran nanti akan dihadiri pihak Pemkot Depok, ia menjawab belum ada informasi dari tim panitia terkait kepastian keterlibatan Pemkot Depok dalam peringatan hari santri.

"Intinya kami mengajak seluruh komponen masyarakat dan koordinasi dengan semua pihak untuk menyukseskan peringatan hari santri," tegasnya.

Pihaknya telah menyiapkan beragam kegiatan, yaitu lomba bagi santri yang bertempat di sejumlah titik pesantren, dzikir, khataman Al-Quran, Sholawat Nariyah, kirab dan apel kebangsaan.

Sebagaimana diketahui Peringatan Hari Santri ditetapkan Pemerintah Indonesia oleh Presiden Joko Widodo. Tidak hanya diperingati oleh santri di Kota Depok, tapi juga dilaksanakan secara nasional di seluruh Indonesia. Tahun lalu Pemkot Depok tidak menyelenggarakan dan lebih memilih pada Gebyar Muharram yang diselingi acara dangdut. (Aan Humaidi/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKB Kab Tegal Aswaja, Sholawat, Cerita PKB Kab Tegal

Pasang Tanda Masjid NU

Yogyakarta, PKB Kab Tegal. Beberapa waktu lalu PWNU DIY mengumumkan bahwa NU setempat telah kehilangan 26 masjid. Sekarang, mungkin lebih dari itu.

Bukan hanya fisiknya saja yang hilang, non-fisiknya juga iya. Misalnya, doa qunut, puji-pujian, dan membaca bismillah sudah tidak ada lagi. Ini harusnya menjadi keprihatinan bersama bagi kita semua.

Pasang Tanda Masjid NU (Sumber Gambar : Nu Online)
Pasang Tanda Masjid NU (Sumber Gambar : Nu Online)

Pasang Tanda Masjid NU

Demikian diungkapkan oleh Kiai Hasyim Turmudzi, pengasuh pondok pesantren Al-Ikhlas, Jogokaryan dalam diskusi tentang pemakmuran masjid di desa Tlogo, Kebon Agung, Imogiri, Rabu malam(8/5)

PKB Kab Tegal

Dalam kesempatan itu juga, ia juga membeberkan cara jitu dalam menangkal orang-orang yang ingin merebut masjid NU.

PKB Kab Tegal

“Ada cara jitu menangkal orang-orang atau kelompok tertentu yang ingin merebut masjid NU. Kasih plang atau tanda Masjid NU, jadi identitasnya jelas. Pasti mereka akan takut. Hal ini sudah terbukti ketika saya dulu studi banding di daerah Kendal sana,” ungkapnya.

Prio, takmir masjid Nurul Yakin yang juga berasal dari Kendal mengamini apa yang diutarakan Kiai Hasyim. Ia bercerita, di daerahnya memang warga sangat fanatik sekali dan kuat Aswajanya. 

“Disana memang sangat keras dalam hal melawan kelompok-kelompok atau mereka yang tidak sepaham dengan Aswaja,” ungkap Prio sembari mengungkapkan rencana pemasangan plang masjid Nu di daerahnya. 

Diskusi yang berlangsung sekitar dua jam bertempat di Masjid Nurul Yakin, desa Tlogo, Kebon Agung, Imogiri, tersebut, merupakan hasil kerja sama antara P3M dan PCNU Bantul. 

Redaktur    : A. Khoirul Anam

Kontributor: Rokhim Bangkit

Dari Nu Online: nu.or.id

PKB Kab Tegal Daerah, AlaNu, Nusantara PKB Kab Tegal

Pesantren Darul Huda Juara Liga Santri Nusantara 2017

Bandung, PKB Kab Tegal 



Pondok Pesantren Darul Huda Ponorogo, akhirnya keluar sebagai juara Liga Santri Nusantara (LSN) 2017 setelah mengalahkan Pondok Pesantren Darul Hikmah Cirebon pada partai grand final di Gelora Bandung Lautan Api, Kota Bandung, Ahad malam (29/10). 

Sejak mula pertandingan, Darul Huda langsung menekan Darul Hikam. Serangan itu membuahkan gol pada menit ke-12 melalui tendangan nomor punggung 15, Ferry. Skor 1-0 untuk Darul Huda. Hingga peluit babak kedua dibunyikan, skor tidak berubah. 

Pesantren Darul Huda Juara Liga Santri Nusantara 2017 (Sumber Gambar : Nu Online)
Pesantren Darul Huda Juara Liga Santri Nusantara 2017 (Sumber Gambar : Nu Online)

Pesantren Darul Huda Juara Liga Santri Nusantara 2017

Atas keberhasilan tersebut, Darul Huda mendapatkan piala bergilir Liga Santri Nusantara dan hadiah uang senilai Rp 100 juta. Menpora Imam Nahrawi menyerahkan piala itu setelah mengalungkan medali kepada tim juara.

Sementara itu, Darul Hikmah, sebagai juara dua, meraih hadiah uang senilai Rp 75 juta plus trofi. (Abdullah Alawi)

PKB Kab Tegal

Dari Nu Online: nu.or.id

PKB Kab Tegal Anti Hoax PKB Kab Tegal

Sabtu, 07 Januari 2017

Dikritik, Tiap Konfercab yang Diributkan Masih Berkutat soal Pemilihan

Jombang, PKB Kab Tegal. Seakan sudah menjadi kebiasaan setiap gelaran konferensi cabang (Konfercab) NU, tak sedikit orang membincangkan terkait siapa ketua dan rais yang layak menakhkodai pucuk pimpinan NU selanjutnya. Bahasan yang berkutat soal pemilihan ini sebetulnya sudah menghilangkan makna Konfercab NU yang semestinya.

Dikritik, Tiap Konfercab yang Diributkan Masih Berkutat soal Pemilihan (Sumber Gambar : Nu Online)
Dikritik, Tiap Konfercab yang Diributkan Masih Berkutat soal Pemilihan (Sumber Gambar : Nu Online)

Dikritik, Tiap Konfercab yang Diributkan Masih Berkutat soal Pemilihan

Sekretaris Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Jombang H Muslimin Abdilla mengungkapkan, dengan merujuk pada ART NU, bahwa Konfercab adalah assembly (forum permusyawaratan) tertinggi di tingkat cabang. Sebagaimana dalam ART pasal 79 Konferensi Cabang membicarakan dan menetapkan lima hal penting.?

"Pertama soal laporan pertanggungjawaban PCNU, kedua pokok-pokok program tahunan, ketiga hukum dan masalah keagamaan dan kemasyarakatan, keempat rekomendasi organisasi, dan selanjutnya memilih rais melalui Ahwa dan memilih ketua," katanya, Sabtu (22/4).

Ia tak menampik, isu yang sedang gencar di permukaan menjelang gelaran Konfercab NU di Kota Santri ini adalah soal pemilihan yang sebenarnya hanya menjadi salah satu bahasan Konfercab dari poin penting lainnya.?

PKB Kab Tegal

"Pemilihan rais dan ketua, sampai saat ini masih menjadi pembicaraan yang paling menonjol, padahal pemilihan hanyalah salah satu dari lima pembahasan dalam Konfercab," tambah pria berkacamata ini.

Dari bahasan tunggal itu, tambah dia, sampai saat ini, peserta Konfercab belum menjadikan materi pokok-pokok program, rekomendasi dan pembahasan hukum dan masalah keagamaan, sebagai bahasan yang lebih penting daripada bahasan tentang pemilihan ketua atau rais," tuturnya.

PKB Kab Tegal

Pada kondisi yang setagnan ini, lanjutnya, menandakan bahwa organisasi NU masih tergantung kepada individu yang dipilih sebagai rais atau ketua, belum menjadi organisasi yang tergantung dengan program.

"Kalau begini terus, maka program akan tergantung dengan siapa yang menjadi ketua atau rais, bukan ketua atau rais yang harus tergantung dengan program yang diputuskan dalam Konfercab. Sehingga tidak banyak memperhatikan keputusan Konfercab tentang program," paparnya.

Semestinya menurut pria yang kerab disapa Cak Muslimin ini siapapun ketua atau rais harus menjalankan program yang diputuskan dalam Konfercab. Tidak boleh sama sekali keluar dari program yang diputuskan dalam Konfercab.?

"Karena itu, menjadi ketua atau rais adalah beban yang berat, karena harus menjalankan program yang dimanahkan oleh Konfercab," tutupnya. (Syamsul Arifin/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKB Kab Tegal Lomba, Tokoh PKB Kab Tegal