Minggu, 18 Februari 2018

Ratusan Pemuda dan Pemudi Ikuti PKD dan Diklatsar Banser Pekuncen

Banyumas, PKB Kab Tegal 

Sebanyak 208 peserta mengikuti kegiatan Pelatihan Kader Dasar (PKD) Diklatsar Terpadu Dasar (Diklatsar) anggota baru Barisan Ansor Serba Guna (Banser). Kegiatan ini dilakukan selama tiga hari, dimulai hari Jumat sampai Ahad (10-12/11) di Desa Karangklesem, Kecamatan Pekuncen, Banyumas .

Ratusan Pemuda dan Pemudi Ikuti PKD dan Diklatsar Banser Pekuncen (Sumber Gambar : Nu Online)
Ratusan Pemuda dan Pemudi Ikuti PKD dan Diklatsar Banser Pekuncen (Sumber Gambar : Nu Online)

Ratusan Pemuda dan Pemudi Ikuti PKD dan Diklatsar Banser Pekuncen

Pembukaan yang berlangsung di Balai Desa Karangklesem, Jumat sore (11/11) secara resmi dilakukan Pengurus MWCNU Pekuncen, Kiai Muntohar yang mewakili Ketua MWCNU Pekuncen Habib Muhammad Al-Habsy yang berhalangan hadir sedang mengikuti acara halaqah PCNU Banyumas di Karanglewas

Ketua panitia kegiatan itu, Tongat, mengungkapkan, peserta merupakan perwakilan dari 16 Ranting Ansor di Kecamatan Pekuncen dengan rincian jumlah 208 peserta terdiri dari 180 peserta putra dan 28 putri. 

Selama tiga hari, para peserta akan menerima pembekalan mulai dari pelatihan fisik dan mental, seperti kemampuan bela diri, ilmu tenaga dalam, dan pendalaman ke-NU-an, keindonesiaan, bela negara, peraturan baris-berbaris, kelalulintasan dan kedaruratan bencana.

PKB Kab Tegal

Sementara itu, Ketua Pimpinan Cabang GP Ansor NU Banyumas Khasis Munandar menegaskan, PKD Diklatsar Banser adalah bagian proses kaderisasi dan konsolidasi organisasi dalam rangka meningkatkan kualitas sumber daya manusia demi kesinambangunan roda organisasi, mengawal ulama, memperkuat ajaran Aswaja dan menjaga NKRI 

Khasis Munandar menginstruksikan kepada seluruh peserta untuk betul-betul serius dalam mengikuti PKD Diklatsar Banser agar memperoleh bekal yang berguna di masa yang akan datang. 

PKB Kab Tegal

Hal itu, lanjutnya, harus dilakukan bagi kemajuan organisasi di tengah cepatnya arus perubahan zaman yang menuntut kulatias SDM yang berkualtas mampu menghadapi tantangan yang semakin kompleks.

Saat pembukaan dihadiri, Camat, Danramil dan Kapolsek Pekuncen, Kepala Desa Karangklesem, Ketua PC GPAnsor Banyumas, Kasatkocab Banser Banyumas, Ketua Muslimat NU Pekuncen, PAC Fatayat, PAC IPPNU, serta tamu undangan lainnya. (Mulyono Hp/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKB Kab Tegal News, Fragmen PKB Kab Tegal

LAZISNU Limpung Luncurkan Gerakan Koin untuk NU

Batang, PKB Kab Tegal - LAZISNU Kecamatan Limpung Kabupaten Batang meluncurkan program Gerakan Nasional Koin untuk NU, Ahad (2/4). Kegiatan yang diadakan bersamaan dengan peringatan Harlah Ke-94 NU dan Pendidikan Khusus ke-26 bertempat di SMK Maarif NU Limpung, Kabupaten Batang.

Acara peluncuran ditandai dengan pengisian secara simbolis koin ke dalam kaleng LAZISNU oleh Ketua MWCNU Limpung diikuti perwakilan banom dan lembaga di bawah MWCNU Limpung.

LAZISNU Limpung Luncurkan Gerakan Koin untuk NU (Sumber Gambar : Nu Online)
LAZISNU Limpung Luncurkan Gerakan Koin untuk NU (Sumber Gambar : Nu Online)

LAZISNU Limpung Luncurkan Gerakan Koin untuk NU

Rais Syuriyah PWNU Jawa Timur KH Marzuqi Mustamar yang hadir sebagai pembicara mengharapkan adanya terobosan baru dalam penggalangan dana yang dikelola oleh LAZISNU MWCNU Limpung.

"Dengan adanya launching ini, semoga LAZISNU MWCNU Limpung bisa amanah dalam menjalankan program-programnya, diberi kelancaran dan kemudahan serta yang terpenting adalah bisa membawa kemanfaatan dan keberkahan,” tuturnya.

PKB Kab Tegal

Kiai Marzuqi menambahkan, pentingnya keikhlasan dalam memberi sesuatu akan berdampak pada kehidupan spiritual kita.

PKB Kab Tegal

"Yakinlah kepada Allah SWT dengan apa yang kita infakkan akan dibalas dengan berlipat-lipat ganda," imbuhnya.

Direktur Manajemen LAZISNU MWCNU Limpung M Sofa mengatakan, dengan adanya kegiatan tersebut akan menambah semangat dalam berinfak terutama lewat lembaga resmi milik NU.

"Secara teknis di lapangan, nantinya kaleng-kaleng sebagai tempat koin tersebut akan kami sebar kepada warga nahdliyin di lingkungan kerja MWCNU Limpung dan diambil oleh relawan setiap dua minggu sekali," terang Sofa.

Sofa yang diamanati menjadi Direktur Manajemen selama? dua periode ini mengharapkan, LAZISNU Limpung bisa lebih dipercaya dalam mengelola dana infak, dan bisa membantu warga nahdliyin di wilayah MWCNU Limpung melalui empat program unggulan LAZISNU yakni ekonomi, pendidikan, kesehatan, dan penanganan bencana. (Kendi Setiawan/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKB Kab Tegal Hikmah, Ubudiyah PKB Kab Tegal

Sabtu, 17 Februari 2018

Hukum Menikahkan Dua Orang Putri di Tahun yang Sama

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh. Saya telah merencanakan nikah pada bulan Syawal, sedang kakak perempuan dari calon istri saya tersebut telah menikah pada bulan Muharram. Yang ingin saya tanyakan, apakah boleh menikahkan dua orang putri dengan selang waktu kurang dari satu tahun (dalam tahun yang sama). Terimakasih atas perhatiannya. Wassalamu’alaikum warhahmatullahi wabarakatuh. (Hadiman Kholison)

?

Jawaban

Hukum Menikahkan Dua Orang Putri di Tahun yang Sama (Sumber Gambar : Nu Online)
Hukum Menikahkan Dua Orang Putri di Tahun yang Sama (Sumber Gambar : Nu Online)

Hukum Menikahkan Dua Orang Putri di Tahun yang Sama

Waalaikum salam wr wb. Penanya yang budiman, semoga selalu dirahmati Allah swt. Bahwa menikah itu diwajibkan bagi orang yang memang sudah mampu, baik lahir maupun batin. Mengenai hukum menikahkan dua orang anak perempuan dalam tahun yang sama tak ditemukan dalil yang melarangnya. ?

Penjelasan yang tersedia adalah mengenai soal waktu pelaksanaan akad nikah, yaitu sebaiknya dilakukan pada hari Jumat. Alasan yang bisa dikemukakan di sini adalah bahwa hari Jumat adalah hari yang paling mulia dan merupakan sayyid al-ayyam (penghulu hari).

Di samping itu pelakasanaan akad nikah tersebut sebaiknya dilakukan pada pagi hari, karena terdapat hadits yang menceritakan tentang do’a Rasulullah saw yang meminta kepada Allah swt agar memberikan berkah kepada umatnya pada pagi hari. ? ? ?

PKB Kab Tegal

?: ? ?- ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?.? ? ?: ? ? ? ? ? ?: ? ? ? ? ? ? ? ?

“(Perkataan penulis: dan pada hari Jumat) maksudnya adalah adanya akad sebaiknya dilakukan pada hari Jumat karena merupakan hari yang paling mulia dan penghulu hari. Dan perkataan penulis pada awal siang (pagi hari, pent) maksudnya adalah sebaiknya akad nikah dilakukan pada awal siang karena ada hadits yang menyatakan bahwa Rasulullah saw berdo’a, ‘Ya Allah berkati umatku pada pagi hari’. Hadits ini dianggap sebagai hadits hasan oleh at-Tirmidzi” (Al-Bakri Muhammad Syatha, I’anah ath-Thalibin, Bairut-Dar al-Fikr, tt, juz, 3, h. 273)?

PKB Kab Tegal

Sedang mengenai bulannya disunnahkan pada bulan Syawal dan Shafar karena Rasulullah saw menikah dengan sayyidah Aisyah ra pada bulan Syawal, dan menikahkan putrinya yaitu sayyidah Fathimah dengan Ali bin Abu Thalib kw pada bulan Shafar. Hal ini sebagaima keterangan yang terdapat dalam kitab Nihayah az-Zain karya syaikh Nawawi al-Bantani.

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

“Dan sunnah pelaksanaan pernikahan pada bulan Syawal dan Shafar karena Rasulullah saw menikah dengan sayyidah Aisyah ra pada bulan Syawal, dan menikahkan putrinya sayyidah Fathimah ra pada bulan Shafar”. (Nawawi al-Bantani, Nihayah az-Zain, Bairut-Dar al-Fikr, tt, h. 200)?

Dalam pandangan kami soal menikahkan dua orang anak perempuan dalam tahun yang sama lebih merupakan sesuatu yang terkait dengan adat-istiadat, dan umumnya berlaku di dalam tradisi masyarakat Jawa. Di kampung kami juga para orang tua sering mewanti-wanti sebaiknya jangan menikahkan dua anak perempuan dalam tahun yang sama.

Sedang pendekatan yang paling mudah untuk memahami larangan tersebut adalah dengan menggunakan pendekatan ekonomi. Pada umumnya kalau orang tua menikahkan anak perempuannya, mereka akan mengeluarkan biaya yang tidak sedikit untuk hajatan pernikahan tersebut.

Bahkan acapkali untuk keperluan hajatan mereka rela menghutang kesana-kemari. Dan setelah hajatan baru dibayar hutang-hutang tersebut. Jika kemudian di tahun yang sama menikahkan puterinya yang kedua tentunya ini akan membebani mereka. Beban menikahan putri yang pertama belum selesai, tiba-tiba muncul beban baru.

Demikian jawaban yang dapat kami kemukakan. Dan sebaiknya dalam soal ini dibicarakan baik-baik dengan pihak keluarga, agar dikemudian hari tidak timbul masalah. Wallahul muwaffiq ila aqwamith thariq, wassalamu’alaikum wr. wb. (Mahbub Ma’afi Ramdlan)

?

?

Dari Nu Online: nu.or.id

PKB Kab Tegal IMNU PKB Kab Tegal

Saudi Belum Tetapkan Kuota Tambahan Haji untuk Indonesia

Jakarta, PKB Kab Tegal

Kepastian apakah Indonesia akan memperoleh tambahan kuota haji sebanyak 10 ribu atau tidak, masih menjadi tanda tanya besar. Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin mengatakan, sesuai keputusan Pemerintah Saudi, kuota haji tahun ini di setiap negara sama dengan tahun lalu.

Saudi Belum Tetapkan Kuota Tambahan Haji untuk Indonesia (Sumber Gambar : Nu Online)
Saudi Belum Tetapkan Kuota Tambahan Haji untuk Indonesia (Sumber Gambar : Nu Online)

Saudi Belum Tetapkan Kuota Tambahan Haji untuk Indonesia

Pemotongan kuota sebanyak 20 persen, katanya, juga masih diberlakukan untuk semua negara. Karenanya, kuota haji Indonesia sebesar 168.800, terdiri dari 155.200 kuota haji reguler dan 13.600 kuota haji khusus.

“Khusus bagi Indonesia, karena sejak lama memperjuangkan tambahan 10 ribu, ini yang terus kita ikhtiarkan. Doakan saja mudah-mudahan bisa diwujudkan tahun ini tambahan itu,” tegas Menag saat ditanya wartawan usai menghadiri Halaqah Pimpinan Pondok Pesantren se-Provinsi Lampung, Senin (18/04), sebagaiman dilansir kemenag.go.id.

PKB Kab Tegal

Ihwal wacana tambahan kuota bagi Indonesia sebanyak 10 ribu jamaah, Menag sudah meminta kepastiannya kepada Pemerintah Saudi Arabia saat melakukan kunjungan kerja ke Jeddah pertengahan Maret lalu. Namun, pihak Saudi belum memberikan jawaban secara tegas karena sedang dipertimbangkan.

“Menteri Urusan Haji Saudi mengatakan bahwa hal ini betul-betul menjadi perhatian Pemerintah Saudi yang terus dipertimbangkan. Pada saatnya nanti, Pemerintah Saudi akan menyampaikan secara resmi terkait hal ini,” kata Menag, Rabu (16/03) lalu.

PKB Kab Tegal

Seperti diketahui, Presiden Joko Widodo telah melakukan kunjungan ke Saudi Arabia dan bertemu dengan Raja Salman bin Abdulaziz Al Saud di Jeddah, pada pertengahan September tahun lalu. Dalam pertemuan itu, Raja Salman menyampaikan kepada Presiden Jokowi bahwa kuota jamaah haji? Indonesia akan ditambah sebanyak 10 ribu.

Saat menerima Kunjungan Kehormatan dari Menteri Luar Negeri Kerajaan Arab Saudi Adel Bin Ahmed Al Jubeir, di tengah-tengah Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Luar Biasa (LB) ke-5 Organisasi Kerjasama Islam (OKI), di JCC Senayan, Jakarta, Senin (07/03),? Presiden Joko Widodo? meminta? agar penambahan kuota haji bagi Indonesia dapat segera direalisasikan. (Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKB Kab Tegal Daerah, AlaSantri PKB Kab Tegal

NU Fokuskan Lima Hal Penanggulangan Bencana

Jakarta, PKB Kab Tegal
Pasca-bencana gempa bumi yang meluluhlantakkan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dan Jawa Tengah (Jateng), Nahdlatul Ulama (NU) memfokuskan pada lima hal penanggulangan bencana. Antara lain, bantuan logistik, bantuan kesehatan, rekonstruksi lembaga pendidikan (pesantren, madrasah) dan tempat ibadah (masjid dan musholla), penampungan anak yatim-piatu serta terapi spiritual pasca-traumatis.

Demikian disampaikan Wakil Ketua Lembaga Pelayanan Kesehatan Nahdlatul Ulama (LPKNU), Dr Ing Bina Suhendra didampingi Koordinator Tim Tanggap Darurat, Avianto Muhtadi kepada PKB Kab Tegal di Kantor PBNU, Jalan Kramat Raya, Jakarta Pusat, Senin (5/6)

Menurut Bina, begitu ia akrab disapa, menjelaskan, untuk bantuan logistik, pihaknya mendasarkan sesuai kebutuhan riil dan paling mendesak dari para korban bencana tersebut. Bantuan itu antara lain, makanan, minuman, pakaian, perangkat sholat dan pembalut wanita. "Sekarang yang paling mendesak dan dibutuhkan ya itu. Kita memberikan bantuan tidak berdasarkan perkiraan,” tandasnya.

Selain itu, kata Bina, saat ini pihaknya juga telah mempersiapkan susu dan bubur siap saji untuk anak-anak. “Kita siap 30 dus bubur siap saji dan susu untuk 5 ribu anak,” terangnya.

Untuk bantuan kesehatan, Bina menjelaskan, sejak hari pertama bencana tejadi, pihaknya telah memberikan pelayanan kesehatan keliling. Bantuan hasil kerjasama dengan sejumlah Rumah Sakit itu, melibatkan 10 dokter dan sejumlah perawat serta dibantu dengan 6 unit mobil ambulans. “Dalam minggu-minggu ini sudah melayani ribuan pasien, katanya.

Masih terkait dengan bantuan kesehatan, Bina menambahkan, pihaknya juga merencanakan pengadaan sanitasi dan air bersih. “Kita juga akan adakan sanitasi, seperti MCK (mandi, cuci dan kakus, Red) dan pengadaan air bersih,” jelasnya.

Sementara itu, rekonstruksi lembaga pendidikan (pesantren, madrasah) dan tempat ibadah (masjid dan musholla) akan dilakukan kemudian setelah penanganan tanggap darurat selesai.

“Rekonstruksi tempat-tempat ibadah dan terutama lembaga pendidikan akan dilakukan kemudian setelah masa tanggap darurat ini selesai. Untuk rekonstruksi pesantren dan madrasah sangat penting, karena di situ nyawanya NU,“ terang Bina.

Hal lain yang menjadi perhatian NU adalah nasib anak-anak yatim-piatu. Menurut Bina, mereka (anak yatim-piatu akan ditampung di pesantren-pesantren yang berada di bawah naungan NU. “Kita akan tampung mereka di pondok-pondok (pesantren, Red) milik NU di sekitar Jawa Tengan dan Jawa Timur,“ pungkasnya.

Trauma para korban bencana tersebut juga menjadi prioritas NU. Untuk hal ini, kata Bina, NU memiliki cara sendiri dalam menangani para korban trauma, yakni dengan terapi spiritual. Metode ini dilakukan dengan cara mengadakan tahlil, dzikir dan taushiyah dari para ulama NU.

“Ini (tahlil, dzikir, taushiyah) cara dan tradisi yang dimiliki NU. Kalau cara ini dilakukan dengan konsisten dan konsekuen, Insya Allah, dalam waktu satu tahun mereka (para korban trauma) sudah bisa tenang,“ terang Bina. (rif)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKB Kab Tegal Pertandingan, Warta, Sunnah PKB Kab Tegal

NU Fokuskan Lima Hal Penanggulangan Bencana (Sumber Gambar : Nu Online)
NU Fokuskan Lima Hal Penanggulangan Bencana (Sumber Gambar : Nu Online)

NU Fokuskan Lima Hal Penanggulangan Bencana

Jumat, 16 Februari 2018

Kemenag Dongkrak Mutu MTs melalui Kebijakan Inovatif

Jakarta, PKB Kab Tegal



Berbagai upaya dilakukan pemerintah untuk menyempurnakan sistem dan model pendidikan. Antara lain dengan dikeluarkannya Undang-Undang nomor 22 dan 25 tahun 1999 tentang Otonomi Daerah, yang diikuti lahirnya Undang-Undang nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. Undang-undang tersebut secara langsung berpengaruh terhadap manajemen pendidikan yang mencakup perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi.

Kemenag Dongkrak Mutu MTs melalui Kebijakan Inovatif (Sumber Gambar : Nu Online)
Kemenag Dongkrak Mutu MTs melalui Kebijakan Inovatif (Sumber Gambar : Nu Online)

Kemenag Dongkrak Mutu MTs melalui Kebijakan Inovatif

Dalam rangka meningkatkan mutu pendidikan tersebut, Kemenag menggagas Kebijakan Mutu Madrasah dengan prinsip Manajemen Berbasis Madrasah atau Madrasah Based Management (MBM).?

Di Madrasah Tsanawiyah (MTs), MBM memiliki karakteristik pelaksanaan yang dapat diketahui dari parameter sebagai berikut, yaitu bagaimana MTs dapat mengoptimalkan kinerjanya, bagaimana MTs dapat mengoptimalkan proses pembelajaran, bagaimana MTs dapat mengoptimalkan pengelolaan sumber belajar, bagaimana MTs dapat mengoptimalkan profesionalisme tenaga kependidikan, dan ? bagaimana MTs dapat mengoptimalkan sistem administrasi secara keseluruhan.

Untuk menjamin tercapainya MBM, ada 4 (empat) komponen yang menjadi pilar utama pelaksanaannya, yaitu desentralisasi pengambilan keputusan, desentralisasi informasi, desentralisasi penghargaan, dan desentralisasi pengetahuan dan keterampilan.

PKB Kab Tegal

Dalam menerapkan kebijakan mutu madrasah, terlebih dahulu dibuat Analisis SWOT (Strength Weakness Opportunity Treath). Pertama, strength (kekuatan) meliputi guru yang memiliki kualifikasi S1 dan beberapa guru yang telah menyelesaikan S2, jumlah guru yang cukup, memiliki kepala madrasah yang tegas dan visioner, jumlah murid yang banyak, animo masyarakat positif terhadap madrasah.?

Kedua, weakness (kelemahan) meliputi ada beberapa guru yang kurang disiplin, dan ada beberapa murid yang berperilaku negatif. Ketiga, opportunity (peluang) meliputi: tunjangan profesi guru bisa membuat kinerja guru meningkat, dan status madrasah dan sekolah umum yang sama. Keempat, treath (ancaman) seperti masih ditemukan warung internet (warnet) di dekat madrasah, ada persewaan? play station/game di dekat madrasah, pengaruh narkoba dari luar madrasah, dan kenakalan remaja.

Kebijakan-kebijakan strategis yang dilakukan madrasah untuk mengimplementasikan visi, misi, dan tujuan di atas adalah membangun profesionalisme dengan pendidikan dan pelatihan, memberdayakan setiap potensi dengan spirit ibadah, menerapkan pola manajemen yang transparan dan akuntabel dengan sentuhan budaya dan agama, melejitkan setiap potensi dengan kreativitas dan inovasi, dan menciptakan suasana kerja yang nyaman dan nikmat dengan ruh ukhuwah.

Penerapan MBM berdampak pada peningkatan kinerja madrasah, dengan menyediakan layanan pendidikan yang komprehensif dan tanggap terhadap kebutuhan masyarakat. Selain itu, madrasah diharapkan juga dapat meningkatkan efesiensi, partisipasi, dan mutu, serta bertanggung jawab kepada masyarakat dan pemerintah. Bagaimana implementasi dari kebijakan tersebut, Balitbang Diklat Kemenag kemudian melakukan penelitian tentang hasilnya. Laporan atas hasil riset ini akan dimuat secara berseri di PKB Kab Tegal? (Kendi Setiawan/Mukafi Niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKB Kab Tegal

PKB Kab Tegal Pertandingan, Bahtsul Masail PKB Kab Tegal

Baitul Hikmah Haurkuning Sujud Syukur Hari Santri

Tasikmalaya, PKB Kab Tegal - Santri Baitul Hikmah Haurkuning melalukan sujud syukur dengan adanya Hari Santri Nasional. Mereka melakukan itu seusai melaksanakan pembacaan Shalawat Nariyah yang dilaksanakan di Masjid Jami Baitul Hikmah Haurkuning Salopa Tasikmalaya, Jawa Barat (21/10).

Sujud syukur ini dilandasi atas rasa bangga dan syukur atas perhatian pemerintah terhadap santri yang dulu kurang diakui.

Baitul Hikmah Haurkuning Sujud Syukur Hari Santri (Sumber Gambar : Nu Online)
Baitul Hikmah Haurkuning Sujud Syukur Hari Santri (Sumber Gambar : Nu Online)

Baitul Hikmah Haurkuning Sujud Syukur Hari Santri

Imam masjid Baitul Hikmah Ajengan Yasa mengatakan, dulu ketika dirinya mesantren, menjadi santri itu sangat susah dan sering dicurigai, khususnya ketika masa Darul Islam (DI) Tentara Islam Indonesia (TII) yang dipimpin oleh Kartosuwiryo.

PKB Kab Tegal

Bahkan mengajipun dulu tak tenang, tapi ketika Hari Santri ini ada, santri jadi diakui dan mari kita sujud syukur atas nikmat ini,” ajaknya.

PKB Kab Tegal

Santri Haurkuning Ridwan mengatakan dengan adanya Hari Santri ia menjadi bangga. Dan momentum sujud syukur itu sangat luar biasa.

“Hidup santri,” pekiknya. (Husni Mubarok/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKB Kab Tegal Nahdlatul, Internasional PKB Kab Tegal