Kamis, 15 Februari 2018

GP Ansor Malang Kuatkan Kepeloporan Kader

Malang, PKB Kab Tegal. Gerakan Pemuda Ansor Kabupaten Malang menggelar Rapat Kerja Cabang dan Rapat Koordinasi Banser di Villa Refa Bungkoh Dau Malang, Sabtu Ahad (16/17) lalu yang diikuti oleh peserta dari 33 PAC Ansor seKabupaten Malang.

GP Ansor Malang Kuatkan Kepeloporan Kader (Sumber Gambar : Nu Online)
GP Ansor Malang Kuatkan Kepeloporan Kader (Sumber Gambar : Nu Online)

GP Ansor Malang Kuatkan Kepeloporan Kader

Agenda tersebut bertujuan sebagai  langkah awal untuk menyusun Program Kerja Gerakan Pemuda Ansor dan Banser Kabupaten Malang 2013 – 2014 yang juga bertujuan menguatkan kepeloporan kader Ansor.

Kader muda Ansor merupakan kader pelopor, penggerak, pengemban, dan pengaman program-program sosial kemasyarakatan. Bahtiar, Ketua Panitia Pelaksana mengatakan, Raker dan Rakor diharapkan dapat berbuah dan menghasilkan kajian strategis untuk mewujudkan kader muda Ansor  yang memiliki dedikasi dan disiplin tinggi.

PKB Kab Tegal

“Kader Ansor dan Banser  harus mempunyai ketahanan fisik dan mental yang tangguh sebagai agen perubahan di tataran masyarakat luas, penuh daya juang dan menjunjung tinggi nilai religious sebagai banteng ulama serta dalam mewujudkan cita-cita Bangsa dan negara dan kemaslahatan umat,” ucap Bahtiar.

PKB Kab Tegal

Di sela acara, Gus Tadlo, Satkorcab Banser Kab. Malang menambahkan, pemuda sejatinya memiliki peran dan fungsi strategis dalam akselerasi pembangunan termasuk pula dalam proses kehidupan berbangsa dan bernegara, dan sebagai aktor dalam pembangunan.

“Gerakan Pemuda Ansor dan Banser harus menumbuhkankembangkan fungsi dan peran guna menjawab segala bentuk permasalahan baik internal maupun eksternal organisasi menuju kebijakan organisasi yang lebih baik dalam mewujudkan kader bangsa yang mempunyai kepribadian muslim, kepemimpinan yang tangguh, loyalitas tinggi, berwawasan organisasi, politik dan sosial serta mempunyai keterampilan dan skill yang cukup,” katanya. (Abdul Basyit/Anam)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKB Kab Tegal Quote, Lomba, Makam PKB Kab Tegal

Orang-orang dari Pesantren dan Sepak Bola

Oleh Abdullah Alawi



Bagi kalangan pesantren, sepak bola merupakan olahraga populer. Jika tak punya lapangan, sepak-sepak bola dalam bentuk cucian yang dibuntal saja bisa jadi. Bahkan bola api dan durian pun disepak. Padahal kaki santri sama saja dengan manusia pada umumnya, terdiri dari daging dan tulang yang dibungkus kulit.  

Tak heran, lembaga pendidikan yang fokus sebenarnya adalah mendalami ilmu agama membuahkan pemain sepak bola di tingkat nasional. Tak banyak memang. Sebut misalnya M. Rafli Mursalim. Ia memperkuat Timnas Indonesia U-19. Membikin gol dalam hitungan detik. Mencetak hattrick. Bukan hanya dia, nama lain bisa disebut Evan Dimas. 

Orang-orang dari Pesantren dan Sepak Bola (Sumber Gambar : Nu Online)
Orang-orang dari Pesantren dan Sepak Bola (Sumber Gambar : Nu Online)

Orang-orang dari Pesantren dan Sepak Bola

Jika dicari angkatan lebih tua, Zaenal Arif, mantan penyerang Persib Bandung, pernah nyantri di sebuah pondok pesantren di Cikajang, Garut. Bahkan sempat juara Musabaqah Tilawatil Qur’an tingkat kecamatan.

Bacaan Al-Qur’an Zaenal Arif dipuji Ketua Pengurus Pusat Rabithah Ma’ahid Islamiyah atau asosiasi pondok pesantren NU, KH Abdul Ghofarrozin ketika pembukaan putara final Liga Santri Nusantara di GOR Pasundan, kota Bandung, Senin (23/10). Tak heran ia didaulat sebagai duta Liga Santri Nusantara tahun ini.  

Legenda Persija Jakarta, Nuralim, juga mengaku dekat dengan tradisi pondok pesantren karena ia selama 6 tahun belajar di Madrasah Ibtidaiyah Najahul Islam Bekasi. 

PKB Kab Tegal

Pondok pesantren juga melahirkan komentator sepak bola. Dalam hal ini adalah KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur). Menurut pengamat sepak bola nasional, M. Kusnaeni, amatan sepak bola Gus Dur memiliki tempat tersendiri, yaitu pengamat sepak bola dengan pendekatan filosofis yang visioner.

Pengalaman pesantren tentang sepak bola juga dimuat dalam pengalaman pribadi (autobiografi) KH Saifuddin Zuhri pada Guruku Orang-orang dari Pesantren dan Rahmatullah Ading Affandi (RAF) pada Dongeng Enteng ti Pasantren

KH Saifuddin Zuhri biasanya, sepulang dari sekolah, sehabis makan siang dan shalat dzuhur, ada sedikit waktu bermain dengan teman-teman. Kalau tidak main sepak bola, main layang-layang atau cari ikan di sungai. 

Pada cerita itu pula ia memperkenalkan sosok Kiai Mursyid, seorang ahli ilmu agama asal kota Solo yang terampil bermain si kulit bundar. Tim mana pun yang dibela Kiai Musrsyid, bisa dipastikan mendapat kemenangan.  

PKB Kab Tegal

Sepak Bola sebagian dari Iman

RAF mengisahkan sepak bola kalangan pesantren lebih detil lagi. Tidak main-main, menurut dia, berdasarkan ucapan ajengan (istilah kiai di Sunda), menyebut olahraga sebagai bagian dari iman.  

“Ari olahraga teh, eta sabagian tina iman. Ku Gusti Allah urang teh dipaparin badan. Tah eta badan teh ku urang kudu diriksa, sangkan sehat. Salian ti ku dahar, ngariksa badan teh kudu ku olah-raga, sangkan sehat." (halaman 45). Artinya, olahraga itu sebagian dari iman. Allah telah memberi kita badan. Pemberian itu harus dijaga supaya sehat. Selain dengan makan, badan harus dijaga dengan olahraga agar sehat.

Maka pada buku tersebut dikisahkan, ajengan turut serta dalam permainan sepak bola bersama santrinya. Ia memakai sarung yang digulung lebih atas dari biasanya sehingga kelihatan celana sontognya (celana) yang panjangnya sampai ke betis, biasa digunakan di pesantren-pesantren Sunda.

Pernah ajengan tersebut bermain sepak bola. Pada sebuah insiden, ia tersungkur hingga ke pinggir lapangan oleh pemain lawan, yaitu santrinya sendiri. Ajengan sampai menderita sakit beberapa hari. 

Santri yang melakukan tindakan itu dimarahi santri senior. Bahkan isteri ajengan sampai mendatangi santri tersebut dan memarahinya. Lalu bola milik santri itu disitanya. Ajengan juga sempat marah kepada pelaku. 

Tapi beberapa hari kemudian, Ajengan meminta maaf kepada pelaku. Menurutnya, dia dan santri itu sama-sama pemain di lapangan. Dan itulah risikonya ketika bermain sepak bola. (halaman 44)

Malah basa tas ngaji, Ajengan kungsi mundut hampura ka Si Atok. Saurna, ‘Atok hampura ana, harita make ngambek, padahal ana oge nyaho, yen anta harita teu ngahaja ngadupak ana.’" (Selepas mengaji, Ajengan meminta maaf kepada Si Atok (santri yang menjatuhkannya saat bermain sepak bola). Ajengan berkata, ‘Mohon maaf ya, waktu itu saya sempat marah. Padahal saya tahu, kamu tidak sengaja melakukannya).”

Dari peristiwa itu, RAF menilai seorang ajengan itu sportif. 

Tentang olahraga, menurut ajengan tersebut bermanfaat dalam dua hal. “Saur Ajengan keneh, ari maen-bal teh saenyana mah, ngalatih lahir jeung batin. Lahirna atuh badan jadi sehat, batinna atuh pikiran jadi cageur. (halaman 45).

Menurut RAF, pikiran ajengan semacam itu seperti perkataan ahli-ahli olahraga modern. Hanya berbeda kalimat dan cara menyampaikan sementara maksudnya adalah mens sana in corpore sano (jiwa yang sehat berada pada badan yang sehat). (halaman 45).

Padahal ajengan tersebut, sebagaimana dikisahkan pada bagian buku tersebut tidak mengenyam perguruan tinggi. RAF menjelaskan profil ajengan seperti berikut: 

“Ajengan tidak pernah sekolah, tak pernah mendapat didikan universitas. Tapi aku yakin, ajengan yang tinggal di kampung itu orang pintar, orang yang otodidak. Caranya dia mengajar, meski dia tidak mendapatkannya dari buku, tapi mudah dimengerti. Meski sering membentak, tapi disegani santri-santrinya. Malahan jadi payung bagi orang-orang kampungnya. Penemuannya asli, bukan dari buku orang lain. Meski begitu, tetap dalam dan mengandung kebenaran. Luas pemikirannya, luhur penemuannya. Singkatnya, bukan orang mentah. Tidak banyak sekarang juga aku menemukan orang seperti ajengan. Pedoman dia, “Tafakur sejam, lebih berguna daripada shalat berjumpalitan enam puluh hari tanpa tafakur.” (halaman 8). 

Pesantren adalah gudangnya bakat apa pun, kata Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj. Hal itu karena santri di Indonesia, yang terhubung dengan NU saja sekitar 23 ribu pesantren dengan berjumlah jutaan santri. Selain diformat untuk mengerti pengetahuan agama dan menyebarkannya (berdakwah), di antara mereka pasti ada yang berbakat menjadi politisi, seniman, termasuk olahraga. 

Namun, masih kata Kiai Said, bakat-bakat santri itu masih hanya sebatas potensi, belum menjadi prestasi secara maksimal. 

Tak berlebihan pernyataan itu, karena penulis membuktikan sendiri pada putaran final Liga Santri Nusantara 2017 yang berlangsung di kota Bandung. Mantan pemain Timnas, Nuralim kaget melihat potensi-potensi sepak bola santri. Begitu juga Zaenal Arif. 

Di luar itu, penulis menemukan keunikan kesebelasan Darul Huda Ponorogo. Mereka tidak hanya membawa pemain ke Bandung, tapi mengangkut dua kuintal beras berikut juru masaknya. Namun, juru masak itu, ketika di lapangan menjadi tim dokumentasi live streaming yang bisa ditonton langsung oleh kiai dan sesame teman santrinya di Ponorogo. Mereka meliput dengan dengan mengenakan sarung dan berkopiah. Dan di antara mereka, ada yang menjadi reporter dan komentator.    

Bukankah santri itu, jika dikembangkan bakatnya akan menjadi wartawan televisi dan komentator sepak bola di kemudian hari?

Dari catatan itu, penulis mengapresiasi langkah Kemenpora RI yang bekerja sama dengan Rabithah Ma’ahid Islamiyah NU yang menyelenggarakan kompetisi sepak bola antarpesantren di seluruh Indonesia. Sejak digelar 2015, peserta liga itu makin bertambah. Tahun ini mencapai 22 ribu orang santri.

Penyelenggaraan liga itu, harus terus dilaksanakan diperbaiki untuk meningkatkan kualitas penyelenggara sendiri dan skill pemain. Apalagi tujuannya, selain menjadi ajang silaturahim antarsantri, liga itu berupaya memasok pemain sepak bola di Timnas Indonesia yang berakhlakul karimah. 





Penulis adalah salah seorang tim peliput Liga Santri Nusantara 2017 di Bandung yang dikirim PKB Kab Tegal 

Dari Nu Online: nu.or.id

PKB Kab Tegal Ubudiyah, Ulama, Warta PKB Kab Tegal

Rabu, 14 Februari 2018

Kiswah Kabah 470 Tahun Dipamerkan di Abu Dhabi

Kairo, PKB Kab Tegal. Kiswah atau kain penutup kabah yang berusia 470 tahun dipamerkan pada Jumat (26/4) kemarin di Pameran Buku Abu Dhabi (Abu Dhabi International Bookfair). Kiswah tersebut merupakan kiswah tertua yang dibuat di Istanbul pada tahun 950 H, di masa kesultanan Turki Utsmani. Demikian dilansir kantor berita Akhbaralaalam (27/4).

Kiswah Kabah 470 Tahun Dipamerkan di Abu Dhabi (Sumber Gambar : Nu Online)
Kiswah Kabah 470 Tahun Dipamerkan di Abu Dhabi (Sumber Gambar : Nu Online)

Kiswah Kabah 470 Tahun Dipamerkan di Abu Dhabi

Meski sudah di makan zaman selama 470 tahun, namun kondisi kiswah tertua itu masih tampak utuh dan bagus, baik pada kondisi kain, warna, sulaman dan ornamen yang terdapat dalam kiswah. Tak pelak, keberadaan barang antik sekaligus sakral itu pun menarik perhatian ribuan pengunjung pameran.

Uniknya lagi, yang memamerkan kiswah tersebut adalah stan dari lembaga penerbitan dan rumah koleksi Austria yang secara khusus mengoleksi manuskrip-manuskrip dan benda-benda kuno. Hugo Wichirk, direktur lembaga tersebut mengatakan, bahwa kiswah yang dipamerkan merupakan kiswah tertua yang masih tersisa.?

PKB Kab Tegal

"Selain tertua, kiswah ini juga sangat istimewa karena keutuhan dan keterawatannya. Selain kiswah yang dimiliki oleh rumah koleksi kami, kiswah dalam kondisi serupa juga dimiliki oleh Museum Topkapi di Istanbul, Turki," kata Hugo.

PKB Kab Tegal

Ditambahkan oleh Hugo, bahwa kiswah tersebut dibuat di masa pemerintahan Sultan Sulaiman Qanuni (w. 1566 M), sultan kesepuluh dinasti Turki Utsmani yang terkenal sebagai salah kaisar terbesar pada zamannya, pecinta ilmu pengetahuan, sastra, budaya dan seni. Pada zaman itu, kota Mekkah dan Madinah dibawah kekuasaan dan perlindungan kesultanan Turki Utsmani.

Sultan Sulaiman memerintahkan para ahli tenun termasyhur di zamannya untuk membuatkan kiswah tersebut. Alhasil, jadilah sebuah kiswah yang tampak indah dan mengagumkan dengan kualitas kain yang paling bagus, kaligrafi terindah dengan sulaman emas dan hiasan "munamnamat" terelok.

Penulis: Ginanjar Sya’ban

Dari Nu Online: nu.or.id

PKB Kab Tegal Pendidikan, Kajian, Sholawat PKB Kab Tegal

Ini Tim Tangguh di Laga 8 Besar LSN 2017 Regional Jateng III

Tegal, PKB Kab Tegal - Ajang kompetisi Liga Santri Nusantara (LSN) 2017 Regional Jawa Tengah III memasuki fase delapan besar grup. Delapan tim terbaik dari Pondok Pesantren se wilayah eks-Karesidenan Pekalongan dan eks-Karesidenan Banyumas akan berebut tiket menuju fase 4 besar atau semi final.

Panitia Pelaksana LSN 2017 Regional Jateng III Mustholah melalui Sekretaris Mubin mengatakan, babak delapan besar akan berlangsung selama dua hari, yakni Jumat (15/9) dan Sabtu (16/9) di GOR Trisanja Slawi, Kabupaten Tegal.

Ini Tim Tangguh di Laga 8 Besar LSN 2017 Regional Jateng III (Sumber Gambar : Nu Online)
Ini Tim Tangguh di Laga 8 Besar LSN 2017 Regional Jateng III (Sumber Gambar : Nu Online)

Ini Tim Tangguh di Laga 8 Besar LSN 2017 Regional Jateng III

"Delapan tim tangguh akan berebut tiket menuju 4  besar atau semi final yang akan digelar pada 17 September 2017 mendatang," ujar Mubin kepada PKB Kab Tegal.

PKB Kab Tegal

Berikut Jadwal pertandingan dan daftar tim terbaik yang lolos ke babak 8 besar LSN 2017 Regional Jateng III:

1. Al-Abror FC, Lebaksiu Tegal VS A Walindo Berbaur FC, Pekalongan (15 September 2017 pukul 14.00 Wib)

PKB Kab Tegal

2. Ma’hadut Tholabah FC, Lebaksiu Tegal VS Mangku Aji FC, Pekalongan (15 September 2017 pukul 15.30 Wib)

3. Al-Kahfi FC, Kebumen VS Porpida FC, Brebes (16 September 2017 pukul 14.00 Wib)

4. Al-Ukhuwah FC, Kebumen VS Hisba FC, Kebumen (16 September 201). (Hasan/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKB Kab Tegal Hadits PKB Kab Tegal

Selasa, 13 Februari 2018

IPNU-IPPNU Rembang Kenalkan MEA

Rembang, PKB Kab Tegal. Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) merupakan bentuk hubungan kerjasama antarnegara anggota yang tergabung di ASEAN dalam berbagai bidang, seperti perdagangan, pendidikan, ekonomi dan lainya. Lantaran sangat penting diketahui, Pengurus Cabang Ikatan Pelajar Nahdhatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdhatul Ulama (IPPNU) Rembang memperkenalkan MEA kepada masyarakat, khususnya warga Desa Purworejo Kecamatan Kaliori Kabupaten Rembang di halaman masjid setempat, Rabu (6/01/2015) minggu lalu.

Pengenalan MEA dilakukan oleh Ketua PC IPNU Rembang, Ahmad Humam ketika memberi pengarahan pasca acara Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW sekaligus Pelantikan Pimpinan Ranting IPNU-IPPNU Purworejo Masa Khidmat 2015/2017.

IPNU-IPPNU Rembang Kenalkan MEA (Sumber Gambar : Nu Online)
IPNU-IPPNU Rembang Kenalkan MEA (Sumber Gambar : Nu Online)

IPNU-IPPNU Rembang Kenalkan MEA

Humam mengatakan, dengan adanya MEA, negara anggota memliki kelonggaran dalam melakukan hubungan kerja sama luar negeri. Sehingga sangat dimungkinkan banyak warga asing yang akan masuk di Indonesia dan membuat persaingan sumber daya manusia (SDM) yang cukup ketat.

PKB Kab Tegal

"Oleh sebab itu, kita perlu mempersiapkan SDM yang terampil, kreatif dan pastinya siap menghadapi MEA. Perlu diketahui, IPNU-IPPNU menjadi organisasi pelajar Banom NU yang dipersiapkan untuk itu mempertahankan kearifan lokal serta bentuk amalan ibadah ala Ahlusunnah wal Jamaah," jelasnya.

Kepala Desa Purworejo Ibu Hj Kasmiyati dalam sambutannya mengapresiasi pelantikan Pengurus IPNU-IPPNU Ranting Purworejo, Kecamatan Kaliori, Kabupaten Rembang. Pihaknya mendukung penuh kegiatan yang positif bagi masyarakat, khususnya pelajar. Dia berharap, kedepan akan lahir pemuda-pemuda yang mampu mengendalikan diri dari kenakalan remaja.

PKB Kab Tegal

"Kegiatan ini sangat bagus. Dengan aktif di IPNU-IPPNU, para pelajar khususnya yang ada di Desa Purworejo tidak terjerumus tindakan yang negatif," tuturnya ketika sambutan.

Sementara itu, kegiatan Pelantikan yang dirangkum dalam agenda Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW Desa Purworejo berjalan lancar. Tampak hadir Ketua Pengurus Anak Cabang (PAC) IPNU Kaliori, Moh Lilik Wijanarko dan Ketua PAC IPPNU Kaliori, Siti Mutmainah dan jajaran pengurus banom lainya. (Wawan Kurniawan/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKB Kab Tegal Nahdlatul PKB Kab Tegal

NU Baru Tetapkan 11 Oktober, Muhammadiyah Pasti 12 Oktober

Jakarta, PKB Kab Tegal

Nahdlatul Ulama (NU) baru akan menetapkan 1 Syawal atau Hari Raya Idul Fitri 1428 H pada 11 Oktober 2007. Berbeda dengan ormas Islam terbesar di Indonesia itu, Muhammadiyah sejak dini sudah memastikan Lebaran jatuh pada Jumat 12 Oktober 2007.

Ketua Umum Pengurus Pusat Lajnah Falakiyah NU KH Ghazalie Masroerie mengatakan, sikap NU tersebut karena masih akan menunggu sidang isbat (penentuan) yang akan diselenggarakan oleh Departemen Agama (Depag) pada 11 Oktober 2007 mendatang.

NU Baru Tetapkan 11 Oktober, Muhammadiyah Pasti 12 Oktober (Sumber Gambar : Nu Online)
NU Baru Tetapkan 11 Oktober, Muhammadiyah Pasti 12 Oktober (Sumber Gambar : Nu Online)

NU Baru Tetapkan 11 Oktober, Muhammadiyah Pasti 12 Oktober

"NU belum bisa menetapkan, NU baru bisa menetapkan itu setelah dilakukan sidang isbat bersama sejumlah organisasi Islam lainnya di Depag," ujar Kiai Ghazalie—begitu panggilan akrabnya, Jumat (21/9).

PKB Kab Tegal

Dalam sidang isbat, Depag akan menggunakan metode dari berbagai cara termasuk menggunakan rukyat (melihat bulan) dan hisab (perhitungan astronomi). "Setelah itu, baru NU bisa menetapkan, namun kalau Depag dalam penetapannya berbeda dengan cara NU, maka NU tidak akan mengikuti pemerintah," terangnya.

PKB Kab Tegal

Namun, saat disinggung apakah nantinya hasil sidang isbat akan sama dengan yang ditetapkan oleh Muhammadiyah, Kiai Ghazalie mengatakan, bisa saja sama. Namun dirinya belum bisa memastikan karena metode yang digunakan berbeda. "Kita juga mengharapkan adanya persamaan dalam penetapan Idul Fitri 1428 H," terangnya.

Sebelumnya, Pengurus Pusat Muhammadiyah menetapkan Idul Fitri 1428 H pada 12 Oktober. Pernyataan ini dimuat dalam maklumat PP Muhammadiyah nomor: 03/MLM/1.0/E/2007. Dalam penetapan ini, Muhammadiyah menggunakan metode hisab.

Berikut isi rilis yang menetapkan Idul Fitri 1428 H tersebut:

"Setelah sebelumnya sempat dinyatakan H. Muchlas Abror di tengah materi pertama Pengajian Ramadan 1428 H, selasa 18 September malam, penetapan Muhammadiyah untuk satu syawal 1428 H? terbit dalam bentuk maklumat Pimpinan Pusat Muhammadiyah nomor : 03/MLM/1.0/E/2007.

"Terbitnya maklumat ini sempat disingung dalam pidato penutupan pengajian Ramadan yang disampaikan Ketua PP Muhammadiyah, Dr. Haedar Nashir. Menurutnya, maklumat ini memang sengaja terbit tidak bersamaan dengan penetapan awal Ramadhan, dan tidak perlu dipermasalahkan. (rif/okz/sm)Dari Nu Online: nu.or.id

PKB Kab Tegal Nahdlatul, Ubudiyah, Kajian PKB Kab Tegal

Senin, 12 Februari 2018

Helmy Faishal Dorong Netizen NU Beri Pencerahan dan Jadi Pemersatu

Jakarta, PKB Kab Tegal. Sekretaris Jenderal PBNU HA. Helmy Faishal Zaini mendorong agar aktivis NU terutama yang berjuang melalui dunia maya menjadi aktivis yang mampu memberikan pencerahan ilmu dan pemersatu.

Helmy Faishal Dorong Netizen NU Beri Pencerahan dan Jadi Pemersatu (Sumber Gambar : Nu Online)
Helmy Faishal Dorong Netizen NU Beri Pencerahan dan Jadi Pemersatu (Sumber Gambar : Nu Online)

Helmy Faishal Dorong Netizen NU Beri Pencerahan dan Jadi Pemersatu

?

“Para aktivis NU baik yang berada di struktural maupun kultural hendaknya memberikan pencerahan ilmu dan pemersatu. Karena ini menjadi inti dari tujuan bernegara, berserikat, dan berkumpul,” kata Sekjen dalam sambutan halal bihalal dan sarasehan Netizen NU di Gedung PBNU Jakarta Pusat, Rabu (12/7) sore.

Kegiatan yang juga dirangkai dengan peringatan harlah PKB Kab Tegal ke-14, Sekjen juga menegaskan NU yang terus membangun tradisi silaturahim antar-kelompok akan menjadi kekuatan luar biasa. Hal itu dikuatkan pula bahwa sejak didirikannya, NU mengemban dua amanat, sebagai ormas keagamaan dan kemasyarakatan.

PKB Kab Tegal

?

“Amanat keagaaman adalah menyebarkan Islam yang moderat dan penuh damai. Dan kedua adalah amanat watoniyah (kebangsaan). Ini peran yang dimiliki dan dilaksakanan oleh ulama NU,” kata Helmy.

Selain itu, Sekjen juga mendorong aktivis NU melalui media online harus memberikan warna Islam untuk mengajak atau berseru kepada jalan Tuhan dengan cara yang baik.

Ia mengapresiasi kegiatan kopdar Netizen NU yang dilangsungkan di beberapa ? tempat telah membuktikan kesiapan aktivis NU dalam penyiapan konten yang dapat menjadi bahan kontra narasi yang menjadi tren global saat ini.

“Terimakasih atas partisipasi aktif melalui media yang dimiliki. Media online saat ini menjadi mainstrem baik dalam kebijakan maupun interaksi masyarakat yang satu dengan lainnya. Mari kuatkan barisan menuju Indonesia yang adil makmur berdaya di masa datang,” pinta Sekjen.

PKB Kab Tegal

Sementara itu, Pemimpin Redaksi PKB Kab Tegal Ahmad Mukafi Niam menyampaikan PKB Kab Tegal didirikan 11 Juli 2003. Harlah ke-14 tahun ini menandakan PKB Kab Tegal masih berada di usia remaja. Karenanya PKB Kab Tegal akan terus berbenah dan meningkatkan kualitas dan khidmah untuk NU.

Niam menyampaikan untuk itu PKB Kab Tegal terus bersinergi dengan berbagai pihak. Hal ini dilakukan untuk menghadapi kekuatan di luar NU yang bisa jadi tidak sama dengan apa yang diperjuangkan NU.

?

“Kami berharap ke depan PKB Kab Tegal dan Netizen NU serta semua pihak terus bekerjasama dengan membangun kolaborasi mencapai tujuan yaitu Indonesia yang damai, dan menciptakan Islam yang rahmatan lil alamin,” tandasnya. (Kendi Setiawan/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKB Kab Tegal Ulama, Berita, Pemurnian Aqidah PKB Kab Tegal