Senin, 22 Januari 2018

Jantung Organisasi adalah Kaderisasi

Bandung, PKB Kab Tegal. Tiga belas tahun sudah Gerakan Pemuda Ansor Kota Bandung tanpa  Pendidikan Kepemimpinan Dasar (PKD). Waktu yang cukup panjang bagi sebuah organisasi pemuda.  Setelah berganti beberapa kali kepengurusan, kini anak-anak muda NU kota kembang itu bangkit kembali. Jumat-Ahad (25/27) mengadakan pndidikan jenjang dasar organisasi itu

“Mudah-mudahan ini awal kebangkitan lagi. Melalui PKD ini dalam rangka mereorganisasi Ansor di Kota Bandung. Juga kaderisasi, karena kaderisasi adalah jantungnya sebuah organisasi,” ungkap Ketua GP Ansor Kota Bandung Abdul Rozak kepada PKB Kab Tegal, Ahad (27/10) di sela-sela PKD di Pesantren Cijawura Kota Bandung.

Jantung Organisasi adalah Kaderisasi (Sumber Gambar : Nu Online)
Jantung Organisasi adalah Kaderisasi (Sumber Gambar : Nu Online)

Jantung Organisasi adalah Kaderisasi

Lebih lanjut, pria yang akrab disapa Rozak ini menjelaskan, kaderisasi sengaja dilaksanakan di pondok pesantren tua Kota Bandung itu. “Tempatnya diambil di Pesantren Cijawura karena ini salah satu pesantren bersejarah,” katanya.

PKB Kab Tegal

Di Pesantren Cijawura banyak melahrikan kiai di Kota Bandung itu, termasuk Ketua PCNU Kota Bandung KH Maftuh Kholil, “Dan di tembok luar mesjid pesantren terpahat lambang NU yang begitu besar.”

PKB Kab Tegal

Ketua Dewan Penasehat GP Ansor Kota Bandung, Drs.H.Agustani Kirtadiredja mengapresiasi kepemimpinan GP Ansor sekarang yang mengadakan kemvali PKD, “Poros utama dalam organisasi adalah kaderisasi dan pemberian suplemen keilmuan,” ungkapnya.

Agus menambahkan, pendidikan ini merupakan bagian penting dalam memupuk mental dan spiritual kader Ansor. Regenerasi kader juga merupakan tanggung jawab bersama sebagai tonggak estafet kepemimpinan dan kaderisasi di Nahdlatul Ulama.

Menjadi pembicara pada pelatihan itu adalah KH.Maftuh Kholil (Ketua PCNU Kota Bandung), Drs.KH.Habib Syarief Muhammad Alaydarus (Pimp. Pontren Assalam Bandung), Ust. Yazid kalam (Mantan Ketua Ansor), Ust.Wahyul Afif Al-Ghofiqi (Mantan Ketua PC PMII Kota Bandung dan Sekretaris Dewan Penasehat Ansor). (Ujang Miftahuddin/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKB Kab Tegal Jadwal Kajian, Pendidikan PKB Kab Tegal

Puluhan Ribu Nahdliyin Bakal Padati Kawasan Lawu

Karanganyar, PKB Kab Tegal - Puluhan ribu warga Nahdliyin dari Jawa Tengah, Jawa Timur, dan DIY bakal memadati kawasan Gunung Lawu, tepatnya di Tawangmangu, Kabupaten Karanganyar. Kehadiran mereka untuk mengikuti apel kesetiaan Pancasila, Ahad (15/10).

Kegiatan apel ini rencananya juga bakal dihadiri Sekjen PBNU H. Helmy Faishal Zaini.

Puluhan Ribu Nahdliyin Bakal Padati Kawasan Lawu (Sumber Gambar : Nu Online)
Puluhan Ribu Nahdliyin Bakal Padati Kawasan Lawu (Sumber Gambar : Nu Online)

Puluhan Ribu Nahdliyin Bakal Padati Kawasan Lawu

Dari pantauan PKB Kab Tegal, para peserta dari berbagai daerah tersebut mulai berdatangan sejak Sabtu (14/10) malam.

PKB Kab Tegal

Panitia kegiatan KH Nuril menyampaikan setelah kegiatan apel ini diharapkan dapat memperteguh semangat para kader NU.

"Agar para kader semakin serius dan sepenuh hati dalam berkhidmat," ujar Katib Syuriyah PCNU Karanganyar itu.

Selain kegiatan apel, rangkaian acara yang dimulai sejak Subuh, akan diisi dengan doa bersama dan ijazahan.

PKB Kab Tegal

Setelah mengikuti apel kesetiaan, kegiatan bskal ditutup dengan wejangan dari para ulama sesepuh. (Ajie Najmuddin/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKB Kab Tegal Bahtsul Masail PKB Kab Tegal

Kegigihan Kiai Said Menolak Full Day School

Oleh Muhammad Sulton Fatoni

Para kiai se-Indonesia menyimak seksama pernyataan Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj pada hari Selasa (5/9) bahwa Presiden Jokowi akan menandatangani Perpres Nomor 87 Tahun 2017 tentang Penguatan Pendidikan Karakter. Telepon dari para kiai dari berbagai penjuru Indonesia masuk ke handphone Kiai Said Aqil. 

Kegigihan Kiai Said Menolak Full Day School (Sumber Gambar : Nu Online)
Kegigihan Kiai Said Menolak Full Day School (Sumber Gambar : Nu Online)

Kegigihan Kiai Said Menolak Full Day School

Mayoritas isinya senada: Maukah Pak Jokowi mendengarkan nasihat para kiai? Ya, nasihat. Meskipun dalam beberapa bulan terakhir hiruk-pikuk perdebatan tentang Permendikbud nyaris tak terlacak ujung pangkalnya, substansi protes para kiai adalah nasehat kepada Presiden Jokowi tentang indikasi kuat adanya awal proses pendangkalan karakter bangsa Indonesia. 

Kiai Said Aqil melayani telepon dari para kiai satu persatu. Menjelaskan berulang-ulang dengan sabar dan perlahan hasil pembicaraannya dengan Presiden. Terkadang intonasi suara Kiai Said Aqil agak tertekan, alur suaranya terpotong. Mungkin para kiai yang menelepon itu mendesak-desak, minta kepastian, menuntut kelugasan tentang sikap Presiden Jokowi. Kiai Said Aqil selalu menutup teleponnya dengan kalimat, “semoga, semoga, mari kita doakan Pak Jokowi diberi kekuatan.” 

Kami pun di PBNU mengalami hal yang sama. Selasa itu adalah hari kecemasan bagi PBNU karena hanya Kiai Said Aqil yang mampu mengkalkulasi kecenderungan hati Pak Jokowi. Selasa itu, adalah puncak lobby Kiai Said Aqil kepada Presiden Jokowi, “Niat kami ikhlas, demi masa depan anak bangsa,” kata Kiai Said Aqil.

PKB Kab Tegal

Memasuki hari Rabu, kami bersyukur kepada Allah Swt.  Begitu membaca lembar demi lembar isi Perpres Nomor 87/2017 yang mengakomodir nasehat para Kiai se-Indonesia. Kantor PBNU ramai. Wajah-wajah sumringah mewarnai sudut-sudut ruangan PBNU. Lenyaplah kelelahan lahir batin kami berbalas kenikmatan tiada tara. 

Kiai Said Aqil yang menyaksikan Pak Jokowi membubuhkan tanda tangan Perpres Nomor 87/2017 tak henti-hentinya mengucapkan syukur kepada Allah Swt. Tamu berdatangan mengucapkan selamat. Kiai Said Aqil membalas, “Saya hanya lempeng bersikap karena permintaan para kiai, Pak Jokowi mendengarkan…ya klop wis.”

Kami pun duduk di meja tamu bercengkerama. Mengingat kembali beberapa pekan lalu saat berjibaku memeras tenaga dan pikiran akibat SK Permendikbud 23/2017 yang tiba-tiba muncul. Kekuatan wacana yang dibangun PBNU tidak kuat membendung represive state aparatus yang sedang dimainkan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Rupanya era reformasi yang bercirikan partisipasi masyarakat dan demokrasi diabaikan Kemendikbud. 

PKB Kab Tegal

PBNU pun memilih untuk memperluas suara protes dari pusat hingga ke Kabupaten/Kota. PBNU memantau Kemendikbud berakrobat politik dengan cara melakukan lobby langsung ke kiai-kiai di pondok pesantren. Bertepuk sebelah tangan. Kemendikbud tidak digubris para kiai. PBNU saat itu sengaja membiarkan roadshow Kemendikbud ke pondok-pondok pesantren agar tahu fakta penolakan para kiai. 

Kami juga mengingat fase dimana Kiai Said Aqil marah karena didekati dan ditekan seseorang agar menerima Permendikbud tersebut. Di acara IKA PMII kemarahan Kiai Said Aqil ditumpahkan. Di kantor PBNU Kiai Said Aqil memberikan intstruksi, “Semua pengurus PBNU dilarang menghadiri undangan pemerintah yang temanya membahas Permendikbud atau Perpres.” 

Tak satu pun undangan kami hadiri. Kiai Said Aqil juga memantau pemberitaan media massa tentang full day school. Jika ada kader NU yang bersikap tidak tegas terhadap penolakan full day school, Kiai Said Aqil langsung meneleponnya minta klarifikasi. 

Audiensi, pernyataan sikap, aksi protes di jalan sudah menggema di penjuru negeri terutama di Jawa. Kami mendengar tim Kemenag dan Kemendikbud menemui jalan buntu. Persoalan akhirnya ditarik ke tingkat Kemenko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan. Dari tangan Mbak Puan Maharani akhirnya draf Perpres berpindah ke Sekretariat Negara. 

Pada tahap ini Presiden Jokowi mengirimkan Pak Menteri Praktikno untuk membuka dialog dengan PBNU. Kiai Said Aqil menerima dengan hangat dan kami berdiskusi intens. Pak Pratikno ke PBNU, di lain hari kami ke kantor Sekretariat Negara. Semua komponen diajak urun rembug. Menyenangkan iklim yang dibangun Presiden Jokowi.

Di tahap akhir ini perdebatan cukup sengit tapi mengasikkan. Kiai Said Aqil memantau dinamika yang dialami delegasi PBNU. Kiai Said gigih menolak delapan jam sekolah setiap hari untuk pelajar. “Jangan kecolongan, tak ada toleransi untuk full day school.” Pesan Kiai Said Aqil. Di tahap inilah ruang demokrasi dan suara civil society terasa dijunjung tinggi. 

Pak Jokowi benar-benar menanggalkan pendekatan korporatisme otorier dalam mengelola silang pendapat muatan Perpres. Pasti Pak Jokowi memahami bahwa melakukan kontrol politik secara otoriter di era reformasi itu tindakan jadul. PBNU pun bersemangat memberikan masukan kepada pemerintah.

Perjuangan para kiai ini menjadi penggal sejarah yang terdokumentasi di PBNU. Inilah proses pendewasaan berpolitik dan berkuasa. Setelah Pak Presiden Jokowi menandatangi Perpres, beliau mengatakan, "Senang lah menatap ke depan." Ya, Pak. Kami pun lega. Di sela-sela menerima telepon dari para kiai dari berbagai daerah, Kiai Said Aqil berpesan, “Ayo kita akhiri debat hari sekolah.”

Penulis adalah Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU).

Dari Nu Online: nu.or.id

PKB Kab Tegal Bahtsul Masail, Pertandingan, Kajian Islam PKB Kab Tegal

PBNU Minta Presiden Ksatria Hadapi Interpelasi DPR Soal Nuklir Iran

Jakarta, PKB Kab Tegal. Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) meminta Presiden Susilo Bambang Yudhoyono bersikap ksatria dalam menghadapi interpelasi DPR pada Selasa, 5 Juni mendatang. Presiden harus datang dan menjawab langsung pertanyaan DPR terkait dukungan pemerintah Indonesia terhadap Resolusi Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-bangsa (DK PBB) nomer 1747 tentang program nuklir Iran.

“Presiden harus datang sendiri secara pribadi dan tidak diwakilkan, sebagai tanda ksatria dan gentle (berani). Banyak rakyat yang saat ini merasakan carut-marutnya keadaan, ingin melihat pemimpin yang tegar dan penuh tangung jawab,” kata Ketua Umum PBNU KH Hasyim Muzadi kepada wartawan di Kantor PBNU, Jalan Kramat Raya, Jakarta, Ahad (3/6)

PBNU Minta Presiden Ksatria Hadapi Interpelasi DPR Soal Nuklir Iran (Sumber Gambar : Nu Online)
PBNU Minta Presiden Ksatria Hadapi Interpelasi DPR Soal Nuklir Iran (Sumber Gambar : Nu Online)

PBNU Minta Presiden Ksatria Hadapi Interpelasi DPR Soal Nuklir Iran

Menurut Hasyim, apabila Presiden mewakilkan dirinya dalam sidang paripurna tersebut, maka akan banyak hal yang tidak terjawab. Pasalnya, dalam tempo 60 hari setelah Resolusi itu dikeluarkan dan Iran tidak mau taat, maka negeri pimpinan Presiden Mahmoud Ahmadinejad itu bakal menerima sanksi yang lebih berat.

“Apakah Indonesia akan setuju lagi untuk memberi “hukuman” tehadap Iran demi hubungan mesra dengan George W. Bush (Presiden Amerika Serikat) atau Israel?” gugat Hasyim yang juga Presiden World Conference on Religions for Peace.

Hasyim mempertanyakan sikap Presiden yang tak bersedia menemui Menteri Luar Negeri Iran yang datang langsung dari Afrika Selatan. “Diterimanya Menlu Iran oleh Menko Polhukam Widodo AS, mengapa tidak ada mandat dialog? Apakah ada pembicaraan goodwill antara Presiden Iran dan Presiden RI sewaktu di Jakarta? Itu semua pasti tidak bisa dijelaskan secara memuaskan oleh Menlu,” terangnya.

PKB Kab Tegal

Terkait pertanggungjawaban Pemerintah terhadap DPR dalam hal dukungan Resolusi 1747 terhadap Iran, Hasyim mengungkapkan, hanya Presiden yang bisa menjelaskan. Menurutnya, Menteri Luar Negeri Hassan Wirajuda hanya mampu menjelaskan secara teknis dukungan Pemerintah di DK PBB dan perintah dari Presiden di Jakarta.

Di samping itu, lanjutnya, pertemuan Ketua Ketua DPR RI Agung Laksono dengan Ketua DPR Iran Gholam Ali Haddad Adel, di Teheran, pun perlu penjelasan langsung dari Presiden dalam kata pengantar di Sidang Paripurna DPR RI.

PKB Kab Tegal

Sebelumnya, Ketua DPR RI Agung Laksono mengatakan bahwa Presiden dipastikan tidak akan hadir ke DPR untuk menjawab interpelasi parlemen soal dukungan pemerintah terhadap Resolusi 1747 itu.

"Saya memang belum membaca suratnya, tetapi beliau (Presiden) sudah pasti tidak bisa hadir, seperti yang disampaikan Mensesneg Hatta Radjasa," kata Agung, di Kendari, Ahad (3/6).

Di sela-sela kampanye pemilihan walikota Kendari, ia mengatakan Mensesneg mengemukakan Presiden hanya menugaskan Menko Polhukam Widodo AS untuk mewakili pemerintah dalam sidang interpelasi DPR. (rif)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKB Kab Tegal Nusantara, Tokoh, Kajian PKB Kab Tegal

Minggu, 21 Januari 2018

LAZISNU dan UNU Sidoarjo Bagi-bagi Sembako ke Tukang Becak

Sidoarjo, PKB Kab Tegal. Pengurus Cabang Lembaga Amil Zakat Infak dan Shodaqoh Nahdlatul Ulama (PC LAZISNU) Sidoarjo, Jawa Timur bersama Universitas NU Sidoarjo untuk yang pertama kalinya menggelar kegiatan bakti sosial bersama-sama. Bertempat di Jalan Monginsidi depan kampus Universitas NU Sidoarjo, sekitar 115 paket sembako dibagikan kepada abang becak yang ada di kota Sidoarjo.

LAZISNU dan UNU Sidoarjo Bagi-bagi Sembako ke Tukang Becak (Sumber Gambar : Nu Online)
LAZISNU dan UNU Sidoarjo Bagi-bagi Sembako ke Tukang Becak (Sumber Gambar : Nu Online)

LAZISNU dan UNU Sidoarjo Bagi-bagi Sembako ke Tukang Becak

Ketua PC? LAZISNU? Sidoarjo, Muhammad Ihsan mengatakan, kegiatan tersebut merupakan pilot project lembaganya bersama Universitas NU? Sidoarjo. Rencananya, akan ada banyak kegiatan bersama lagi.

"Ke depan akan kita bahas lagi kegiatan-kegiatan lain dengan UNU (Universitas NU Sidoarjo), karena kegiatan hari ini bisa dibilang berhasil," ungkap Muhammad Ihsan saat ditemui usai kegiatan berakhir, Jumat (9/9) sore.

Ia menambahkan, kegiatan? LAZISNU? akan fokus pada keterlibatan mahasiswa sebagai pelaksananya. Tujuannya untuk membentuk karakter mereka? agar memiliki kepekaan sosial. Selain itu, mengenalkan mereka pada program pengabdian masyarakat yang ada pada Tri Dharma Perguruan Tinggi.

PKB Kab Tegal

Meski paket sembako yang dibagikan tidak terlalu banyak, lanjut Muhammad Ihsan, keterlibatan mahasiswa merupakan bagian terpenting dari kegiatan tersebut, karena mereka adalah mahasiswa baru.

Peket sembako yang dibagikan juga merupakan sumbangan mahasiswa baru yang dikumpulkan saat orientasi mahasiswa baru bulan lalu. (Moh Kholidun/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKB Kab Tegal

PKB Kab Tegal Warta PKB Kab Tegal

Sabtu, 20 Januari 2018

Banser Kragan Dukung Aparat Tindak Cafe Karaoke Ilegal

Rembang, PKB Kab Tegal - Barisan Ansor Serbaguna (Banser) Satkoryon Kecamatan Kragan mendukung pihak aparat gaubungan untuk menindak keberadaan cafe karaoke ilegal yang beroprasi di Kabupaten Rembang. Banser Kragan mengawal razia keberadaan cafe karaoke yang ada di Kecamatn Kragan, Jumat (9/12) malam.

Salah satu anggota Banser Kragan Mashadi kepada PKB Kab Tegal mengatakan, pihaknya siap membantu dan mengawal penindakan cafe karaoke yang beroperasi tanpa mengantongi izin dari pemerintah.

Banser Kragan Dukung Aparat Tindak Cafe Karaoke Ilegal (Sumber Gambar : Nu Online)
Banser Kragan Dukung Aparat Tindak Cafe Karaoke Ilegal (Sumber Gambar : Nu Online)

Banser Kragan Dukung Aparat Tindak Cafe Karaoke Ilegal

"Jadi begini. Kalau mau usaha, silakan. Kami tidak akan melarang siapapun untuk berusaha. Tetapi, kami minta lakukan usaha yang resmi dan tidak mengganggu ketertiban lingkungan," jelasnya.

PKB Kab Tegal

Menurutnya, sejauh ini anggota Banser dan GP Ansor di Kecamatan Kragan tengah gencar memantau sejumlah cafe karaoke yang berkedok rumah makan. Ia menambahkan, empat cafe karaoke yang beroperasi dengan izin warung makan itu sering memicu terjadinya tindak kekerasan dan perkelahian di wilayah tersebut.

Ada empat cafe karaoke yang berkedok rumah makan dan minuman. Keempatnya berada di DesaTanjungan, Kebloran, Sedang Waru, dan Desa Karang Harjo. Keempat tempat usaha ini sering dikeluhkan oleh warga lantaran menjadi pemicu tindak kejahatan. Selain itu, jam beroperasinya tempat itu dikabarkan tidak mengenal waktu, bahkan terkadang 24 jam nonstop.

PKB Kab Tegal

"Di sini kami sering menerima keluhan warga, terkait tempat maksiat tersebut. Jam bukanya itu tidak mengenal waktu, terkadang 24 jam tanpa berhenti," terang Mashadi.

Untuk cafe di Desa Kebloran, terlihat petugas mengamankan lima kerat miras yang dijual di tempat tersebut. Selain itu, aparat juga mengamankan tiga orang yang diduga sebagai karyawan yang berasal dari Tegal, Brebes dan Pekalongan.

Mashadi berharap pemerintah lebih proaktif menindak tegas keberadaan cafe karaoke ilegal yang beroperasi. Selain itu, tempat hiburan yang memicu tindak kekerasan harus segera ditutup izin usahanya.

Menurut pantauan PKB Kab Tegal, hampir sebagian cafe karaoke di Kabupaten Rembang tidak mengantongi izin usaha sebagaimana mestinya. Terlihat ada sembilan cafe karaoke yang berfasilitas room. Semuanya menggunakan kedok rumah makan. (Ahmad Asmui/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKB Kab Tegal Doa, Khutbah PKB Kab Tegal

Haji Mabrur Ditandai Sikap Solidaritas Tinggi dan Toleransi

Arafah, PKB Kab Tegal. Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin mengatakan, haji mabrur adalah mereka yang berhaji yang ditandai sikap cinta serta solidaritas yang tinggi terhadap sesama, saling menghargai dan toleransi terhadap perbedaan.

"Hal itu sejalan dengan pesan Rasulullah dalam khutbah wada 14 abad silam, yang perlu kita ke depankan dalam hidup bermasyarakat, berbangsa dan bernegara di Indonesia," kata Menag Lukman dalam sambutan selaku Amirul Hajj Indonesia pada pelaksanaan wukuf haji di Arafah, Minggu.

Haji Mabrur Ditandai Sikap Solidaritas Tinggi dan Toleransi (Sumber Gambar : Nu Online)
Haji Mabrur Ditandai Sikap Solidaritas Tinggi dan Toleransi (Sumber Gambar : Nu Online)

Haji Mabrur Ditandai Sikap Solidaritas Tinggi dan Toleransi

Menurut Lukman, manusia ditakdirkan hidup dalam lingkungan masyarakat majemuk, baik dari segi etnis, suku, bahasa dan budaya maupun paham keagamaan.? Terhadap sesama manusia, kata dia, perlu ditumbuhkan solidaritas kemanusiaan (ukhuwah insaniyah), terhadap sesama Muslim kembangkan persaudaraan keislaman (ukhuwah Islamiyah) dan terhadap sesama bangsa rajut persaudaraan kebangsaan (ukhuwah wathaniyah).

"Pengejawantahan dari ketiga nilai ini merupakan bentuk kemabruran sosial yang perlu dipelopori oleh para haji di Tanah Air nanti," kata dia.

Dengan spirit persaudaraan, kata Lukman, umat manusia agar merajut kebersamaan, mengembangkan kerja sama dalam membangun kehidupan bersama yang maju dan berkeadaban.? Lukman mengatakan, di era digital sekarang, haji memiliki makna lebih mendalam yaitu sebuah jalan kembali dari keterasingan diri ketika terlena berkutat dengan teknologi komunikasi informasi.

PKB Kab Tegal

Haji, lanjut dia, ibarat install ulang terhadap segala program yang memengaruhi gerak tubuh dan perjalanan hidup. Waktu berhaji adalah masa perbaikan diri agar kembali berfungsi sesuai tujuan hidup setiap insani, yaitu beribadah dengan segala bentuknya sepenuh hati.? "Wukuf dapat bermakna hibernasi (proses mengistirahatkan diri) untuk mengoptimalkan kembali fungsi rohani dan ragawi," kata dia.

Menurut dia, kesediaan menahan kepenatan dalam melaksanakan rukun Islam kelima ini adalah wujud penegasan diri sebagai hamba yang hanya berserah kepada Sang Maha Kuasa. Kesabaran, berpanas-panas di Arafah adalah energi yang menghubungkan manusia dari berbagai latar belakang ke dalam satu ikatan.

"Sebesar apapun perbedaan di antara kita, apapun latar belakang kita, dari manapun asal kita, sejatinya semua ingin berkomunikasi dengan pesan yang sama kepada Allah SWT, yakni diakui sebagai seorang Muslim, seorang yang berserah diri kepada ajaran Allah SWT demi mewujudkan keselamatan dan kedamaian," kata dia. (Antara/Fathoni)

PKB Kab Tegal

Dari Nu Online: nu.or.id

PKB Kab Tegal Quote, Doa, Internasional PKB Kab Tegal