Selasa, 26 Desember 2017

Desain Lokasi Munas dan Konbes NU 2017 di Lombok Dimatangkan

Lombok, PKB Kab Tegal - Panita Daerah Munas Alim Ulama dan Konbes NU 2017 mulai mematangkan sejumlah persiapan. Mereka mendesain ruangan setiap lokasi.

Pihak panitia juga bersinergi dengan beberapa pemegang kepentingan seperti Darem 162 NTB, Satpol PP, Dishub, dan polisi. GM Angkasa Pura 1 NTB sudah siap pasang stan dan spanduk di beberapa titik strategis baik di dalam maupun di luar bandara Internasional Lombok.

Desain Lokasi Munas dan Konbes NU 2017 di Lombok Dimatangkan (Sumber Gambar : Nu Online)
Desain Lokasi Munas dan Konbes NU 2017 di Lombok Dimatangkan (Sumber Gambar : Nu Online)

Desain Lokasi Munas dan Konbes NU 2017 di Lombok Dimatangkan

Presiden Jokowi juga dijadwalkan akan hadir.

PKB Kab Tegal

Demikian disampaikan Ketua Panitia Daerah Munas dan Konbes NU 2017 Lalu Winengan M Yunus pada rapat bersama semua seksi di kediaman H Mahdan, Desa Gerung Selatan Kecamatan Gerung, Lombok Barat, Selasa (3/10).

Winengan juga menambahkan, bazar dan panitia shalawat badar menjadi pemeriah acara besar kedua NU setelah muktamar ini.

PKB Kab Tegal

Pada rapat ini setiap seksi melaporkan hasil rapat internalnya di antaranya seksi acara. Bq Mulinah merencanakan pembacaan shalawat akan dimeriahkan oleh 7000 santri dan pelajar se-pulau Lombok.

Persiapan ini diadakan dalam rangka antara lain menyambut perjalanan Presiden Jokowi dari pendopo gubernur menuju Islamic Center yang menjadi pusat pembukaan Munas dan Konbes NU.

Jokowi akan menggunakan mobil terbuka menuju lokasi pembukaan agar bisa menyapa 7000 pelajar dan santri yang melantukan shalawat. Seksi-seksi lain melaporkan persiapan masing-masing.

Tampak hadir Ketua PWNU NTB dan para tuan rumah di antaranya Pengasuh Pesantren Al-Halimy, Sesele, Lombok Barat, Tgh Munajib Khalid, Hj Wartiah Pesantren Nurul Islam Sekarbele Kota Mataram, Tgh Halisussabri Pesantren Darul Quran, dan puluhan panitia daerah (Hadi/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKB Kab Tegal Kajian, Tokoh, Pondok Pesantren PKB Kab Tegal

Senin, 25 Desember 2017

Cara Gus Dur Menangkal Hoaks

Tokoh Gusdurian Solo, Hussein Syifa berkisah tentang sebuah kebiasaan Gus Dur, yakni jika beliau datang ke Solo, Gus Dur seringkali ngersaake dahar (makan) di rumah makan gudeg langganannya.

Suatu ketika setelah makan di rumah makan tersebut Gus Dur diberitahu salah satu kiai bahwa kata orang-orang, rumah makan tersebut menjual saren (darah ayam yang dibekukan). 

"Matur nuwun (terima kasih) kiai atas informasinya," jawab Gus Dur singkat, tanpa nada menyela maupun mendukung informasi tersebut.

Cara Gus Dur Menangkal Hoaks (Sumber Gambar : Nu Online)
Cara Gus Dur Menangkal Hoaks (Sumber Gambar : Nu Online)

Cara Gus Dur Menangkal Hoaks

Esok harinya sebelum kembali ke Jakarta, Gus Dur meminta untuk sarapan di rumah makan gudeg yang konon menjual saren tersebut. Sesampainya di sana, Gus Dur pun bertemu pemiliknya dan menanyakan perihal info yang masih simpang siur itu.

Nyuwun pangapunten, punapa warung niki nyade saren (mohon maaf, apakah warung ini menjual saren)?" tanya Gus Dur.

"Mboten Gus, lah wonten nopo tho Gus (tidak Gus, memang ada apa ya Gus)?" jawab sang penjual sembari bertanya balik. 

PKB Kab Tegal

"Mboten wonten punopo (tidak apa-apa). Matur nuwun, " kata Gus Dur.

Setelah sang pemilik rumah makan gudeg tersebut masuk kembali ke dalam, Gus Dur pun berkata kepada Hussein Syifa yang ikut menemani di rumah makan tersebut.

"Mas, ini saya sudah tabayun kepada pemilik warung, kalau pemilik warung ini memang ternyata jualan saren, ya berarti yang dosa sang pemilik warung,” tutur Gus Dur.

PKB Kab Tegal

“Kalau panjenengan ke Solo, apa ya datang ke warung ini lagi, Gus?" tanya Hussein penasaran.

"Nggih dilanjut tho mas, wong enak je (Ya dilanjut oh mas, wong enak ini)!” kata Gus Dur, disambut tawa keduanya. (Ajie Najmuddin)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKB Kab Tegal Pesantren, Aswaja PKB Kab Tegal

Manfaatkan Liburan Sekolah, GP Ansor Rajapolah Adakan Pesantren Kilat

Tasikmalaya, PKB Kab Tegal. Libur semester awal sekolah mulai dari tanggal 27 Desember 2016 sampai 7 Januari 2017 di isi kegiatan pesantren kilat oleh PAC Rijalul Ansor Kecamatan Rajapolah, Tasikmalaya, Jawa Barat bekerja sama dengan Pondok Pesantren Miftahul Mubarok pimpinan KH Usep Khoeruman.

Manfaatkan Liburan Sekolah, GP Ansor Rajapolah Adakan Pesantren Kilat (Sumber Gambar : Nu Online)
Manfaatkan Liburan Sekolah, GP Ansor Rajapolah Adakan Pesantren Kilat (Sumber Gambar : Nu Online)

Manfaatkan Liburan Sekolah, GP Ansor Rajapolah Adakan Pesantren Kilat

Rijalul Ansor Rajapolah menilai penting kegiatan semacam ini untuk memenuhi kebutuhan rohani para pelajar dengan memperkuat akhlak dan keilmuan agama meskipun pelajar sedang libur.?

Ketua Rijalul Ansor Rajapolah, Edi mengatatkan, kegiatan pesantren kilat ini merupakan rutinan Rijalul Ansor saat libur sekolah dan bulan Ramadhan. Pesantren kilat kali ini merupakan agenda yang ketiga.

Agenda kegiatan pesantren kilat ini di ikuti oleh 105 santri dari tingkat SD 55 santri, SLTP 30, dan SLTA 20. Materi yang di kaji meliputi Tauhid, Fiqih, Akhlaq Tasawuf, dan tarikh Islam.?

Koordinator pesantren kilat, Zaenal Musthafa menjelaskan, kajian yang diberikan bagi para santri di bagi 3 segmen, santri SD/MI, SMP/MTs, dan SMA/MA masing masing tingkatan memiliki kurikulum.?

PKB Kab Tegal

Tingkat SMP dan SMA kajian kitab kuning, Tijan addarury, safinatunnajah, Akhlaqulibanin, dan Khulasoh Nurul yaqin di tambah materi keaswajaan.

Kegiatan pesantren kilat yang tidak dibebani biaya ini diharapkan bisa menjadi motivasi bagi para santri untuk lebih giat mengaji dan dapat meminimalisir kegiatan-kegiatan negatif yang rentan terjadi di usia mereka. (Firman/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKB Kab Tegal

PKB Kab Tegal Nusantara PKB Kab Tegal

Antusias Warga Berkartanu Sangat Tinggi

Jombang, PKB Kab Tegal. Tertib administrasi dan pendataan warga nahdliyin lewat kepemilikan Kartu Tanda Anggota NU (Kartanu) sudah selayaknya jadi perhatian utama. Apalagi perhatian dan respon warga di beberapa daerah juga sangat membanggakan.

Panitia Kartanu di Jombang cukup optimis bahwa program ini akan berlangsung sukses. Apalagi saat melakukan sejumlah sosialisasi di berbagai Majelis Wakil Cabang (MWC), hampir semuanya menanggapinya dengan serius. "Ada juga yang masih mempertanyakan dan mengajukan berbagai pertanyaan," kata Ahmad Syifa yang juga Wakil Ketua Kartanu di Jombang.

Antusias Warga Berkartanu Sangat Tinggi (Sumber Gambar : Nu Online)
Antusias Warga Berkartanu Sangat Tinggi (Sumber Gambar : Nu Online)

Antusias Warga Berkartanu Sangat Tinggi

Namun apa yang disampaikan dan dipertanyakan sejumlah pengurus MWC adalah sebuah hal yang wajar. "Pertanyaan dan keraguan dari MWCNU itu mewakili sejumlah tanya dari beberapa warga," katanya.

PKB Kab Tegal

Di antara yang dipertanyakan adalah soal keuntungan atau benefid yang nantinya akan diterima warga saat mereka memiliki kartu identitas tersebut. "Kira-kira apakah yang akan kami terima kalau kemudian memiliki kartu ini?" kata salah seorang pengurus ranting saat sosialisasi di MWCNU Sumobito beberapa waktu lalu.

PKB Kab Tegal

Ahmad Syifa menyampaikan bahwa ada beberapa keuntungan yang bisa diraih bagi pemegang Kartanu. Diantaranya adalah sejumlah keringanan biaya saat menggunakan fasilitas sejumlah rumah sakit di Jombang. Yakni Rumah Sakit Unipdu Medika Peterongan, Rumah Sakit Nahdlatul Ulama serta Rumah Sakit Ibu dan Anak Muslimat Jombang.

Namun hal itu hendaknya jangan dijadikan faktor utama dalam mensukseskan program Kartanu. "Yang terpenting adalah mensukseskan amanah organisasi," kata Afandi, Wakil Sekretaris Kartanu.

Antusiasme para nahdliyin di kota santri untuk mengikuti program Kartanu terus menggeliat. Dalam beberapa bulan kedepan tim Kartanu akan terus bergerak untuk melaksankan pemotretan. Untuk bulan Maret ini adalah untuk daerah MWC Jombang, MWC Peterongan, MWC Sumobito dan MWC Kesamben.

Redaktur ? ? : A. Khoirul Anam

Kontributor: Syaifullah

Dari Nu Online: nu.or.id

PKB Kab Tegal Nahdlatul, Anti Hoax, Ahlussunnah PKB Kab Tegal

Minggu, 24 Desember 2017

Buku Biografi Pengarang Kamus Al-Munawwir Diluncurkan

Yogyakarta, PKB Kab Tegal. Kamus Al-Munawwir menjadi kamus yang legendaris di Indonesia. Hampir semua pengkaji Islam, mulai tingkat paling dasar sampai paling tinggi, tidak bisa lepas dari kamus bahasa Arab-Indonesia ini. Maka, ketika sang pengarang wafat, semua ingin tahu siapa sebenarnya pengarang tersebut, apa juga rahasia di balik lahirnya karya besar itu.

Jawaban atas pertanyaan-pertanyaan itu kini hadir dalam buku "KH A. Warsun Munawwir: Jejak Sang Pioner Kamus Al-Munawwir". Buku ini merupakan karya salah seorang santri santri Kompleks Q, Khalimatun Nisa dan Fahma Amirotul Haq.

Buku Biografi Pengarang Kamus Al-Munawwir Diluncurkan (Sumber Gambar : Nu Online)
Buku Biografi Pengarang Kamus Al-Munawwir Diluncurkan (Sumber Gambar : Nu Online)

Buku Biografi Pengarang Kamus Al-Munawwir Diluncurkan

Buku biografi tersebut diluncukan dan dibedah di Pesantren Al-Munawwir Kompleks Q, Krapyak, Yogyakarta, Senin (30/3) kemarin.

PKB Kab Tegal

"Kamus Al-Munawwir saat ini menjadi kamus penting tidak hanya digunakan di Indonesia, tetapi menjadi rujukan di Malaysia, Filipina, Thailand, Singapura, dan lainnya," ujar Dr. KH. Hilmy Muhammad, Pengasuh Pesantren Krapyak, yang juga Wakil Katib Syuriah PWNU DIY.

Ketua Rabithah Ma’ahid Islamiyah NU (RMINU) DIY, KH Habib A Syakur yang merupakan santri ndalem Kiai Warsun juga memberikan testimoninya. Menuutnya, Kiai Warsun yang dipanggil “bapak” oleh santri-santrinya itu adalah orang yang rendah hati, bahkan sampai meninggalnya sekalipun.

PKB Kab Tegal

"Sampai khutbah saja, Bapak tidak berkenan meskipun saat itu sudah menjadi seorang kiai yang kesohor berkat Kamus Al-Munawwir yang ditulisnya. Itu semua karena memang seperti itulah sikap Bapak, tawadu," ujar pengasuh Pesantren al-Imdad tersebut.

Terakhir, KH Suhadi Chozin, Wakil Katib Syuriah PWU DIY, yang juga tangan kanan Kiai Warsun tak kuasa menahan air matanya ketika diminta bercerita tentang sosok KH Warsun yang telah mendidiknya hingga sukses seperti sekarang ini.

"Kalau saya ketemu Bapak, yang ditanya bukan soal ngaji. Karena memang kalau ngaji saya kurang. Bapak lebih sering bertanya tentang bisnis dan usaha yang saya jalankan. Mari kita kirim Fatihah untuk Bapak," tandas pengusaha El-U Grafika ini.

Selain sejumlah kiai yang memberikan testimoni tersebut, bedah buku ini dihadiri juga para alumni pesantren Al-Munawwir yang pernah ngaji kepada Kiai Warsun, di antaranya adalah KH. Munawwir AF (penulis buku Tradisi orang-orang NU), Sri Harini (santriwati angkatan pertama), dan Hindu Zakiyah (santriwati angkatan pertama).

Acara bedah buku ini merupakan rangkaian haul ke-76 KH. M. Munawwir, pendiri pesantren Krapyak Yogyakarta. (Rohim/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKB Kab Tegal Amalan PKB Kab Tegal

Sujiwo Tejo: Beragama dengan Tersenyum itu Hanya Orang Pesantren

Jakarta, PKB Kab Tegal - Menguatnya radikalisme dan intoleransi yang terjadi di Indonesia khususnya dan di dunia umumnya menjadi persoalan yang perlu penanganan serius oleh berbagai pihak termasuk Nahdlatul Ulama (NU). Indonesia sebagai negara yang sangat beragam, baik agama, suku, bahasa, budaya dan lainnya, patut bangga terhadap keberadaan NU yang mempunyai basis pesantren untuk terus menjaga Indonesia dari radikalisme dan intoleransi tersebut.

Hal itu disampaikan oleh Sujiwo Tedjo saat ditemui PKB Kab Tegal di Jakarta. Menurut pria yang akrab dipanggil Mbah Tejo ini, santri dan pesantren merupakan potensi dalam hal toleransi di Indonesia.

Sujiwo Tejo: Beragama dengan Tersenyum itu Hanya Orang Pesantren (Sumber Gambar : Nu Online)
Sujiwo Tejo: Beragama dengan Tersenyum itu Hanya Orang Pesantren (Sumber Gambar : Nu Online)

Sujiwo Tejo: Beragama dengan Tersenyum itu Hanya Orang Pesantren

“Kalau di pesantren atau NU diajarkan bahwa toleransi itu dari dulu sudah tinggi,” katanya seusai mengisi acara pembacaan puisi Gedung Graha Bakti Taman Ismail Marzuki, Jakarta, Senin (16/10) malam.

PKB Kab Tegal

Oleh karena itu, pria yang berprofesi sebagai dalang ini pun menganggap bahwa keberadaan santri sangat dibutuhkan Indonesia.

“Santri sangat dibutuhkan untuk kecenderungan global yang makin mengekstremkan (dalam hal) agama,” jelas pria kelahiran Jember, Jawa Timur ini.

PKB Kab Tegal

Pria berumur 55 tahun ini menyebut bahwa cara beragama yang dijalankan pesantren itu luwes, dan menebar rahmat.

“Beragama dengan tersenyum itu pesantren saja,” katanya.

Acara pembacaan puisi sendiri diselenggarakan Kementerian Agama dalam rangka memperingati hari santri yang ke-2 dengan tema Merawat Keberagaman dan Memantapkan Keberagamaan.

Turut menjadi pembaca puisi pada malam tersebut, Menteri Agama H Lukman Hakim Saifuddin, Kamaraudin Amin, Abidah El Kholiqie, Habiburrahman El Shirazy, Sosiawan Leak, KH Husein Muhammad, Jamal D. Ramah, Acpe Zam Zam Noor, Ahmad Tohari, Sutardji Calzoum Bachri, D. Zawawi Imron dan lain-lain. (Husni Sahal/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKB Kab Tegal Warta PKB Kab Tegal

Pergunu Bali Bahas Sejumlah Problem Pendidikan Nasional

Denpasar, PKB Kab Tegal. PW Pergunu Bali bersama seluruh PC Pergunu se-Bali di bawah dukungan PWNU Bali mengadakan kegiatan Seminar Nasional akhir pekan lalu di Denpasar. Kegiatan ini merupakan kerjasama antara PP Pergunu dengan Direktorat Kesharlindung Kemendikbud RI.?

Seminar ini diikuti lebih dari 200 orang guru se-Bali yang merupakan pengurus dan anggota PW dan PC Pergunu. Kegiatan seminar berlangsung di Gedung PWNU Jl. Pulau Demak Denpasar dengan menghadirkan Narasumber Nasional.?

Pergunu Bali Bahas Sejumlah Problem Pendidikan Nasional (Sumber Gambar : Nu Online)
Pergunu Bali Bahas Sejumlah Problem Pendidikan Nasional (Sumber Gambar : Nu Online)

Pergunu Bali Bahas Sejumlah Problem Pendidikan Nasional

Diantara narasumber yang hadir adalah PP Pergunu yang diwakili oleh Wasekjen Akhsan Ustadi) Ketua KPAI Asrorun Niam Sholeh Anggota DPR RI Komisi X Bidang Pendidikan, Pariwisata, Pemuda dan Olahraga I Wayan Koster, Direktorat Bimbingan Masyarakat Polda Bali AKBP M. Nur Sholikhun dengan Moderator Korwil Pergunu Indonesia Timur Lewa Karma.

Kegiatan ini merupakan refleksi atas pelbagai kejadian yang berhubungan dengan kekerasan baik yang menimpa guru maupun siswa di sekolah/madrasah. Guru sebagai profesi mulai wajib dilindungi dan juga wajib memberikan rasa aman kepada anak didik atas kriminalisasi dan layanan pembelajaran yang baik dan adil.?

PKB Kab Tegal

Dengan menghadirkan narasumber nasional ini para peserta bisa mendapat informasi langsung dan sekaligus menyampaikan aspirasinya kepada anggota DPR RI untuk maksud dan segala persoalan pendidikan selama ini, seperti program TPG, CPNS, Pengabdian dan kasus-kasus di yang dip roses oleh kepolisian.?

Dalam penyampaiannya, I Wayan Koster berjanji akan mendampingi dan menyampaikan sekaligus mengakomodasi usulan, masukan dan permintaan para guru pada pemerintah. Demikian pula Ketua KPAI berharap melalui seminar ini aka nada penambahan wawasan dalam proses melayani siswa, sehingga guru dan sekolah menjaid bagian yang mendukung pendidikan yang ramah anak.?

Pihak Polda juga selalu menekankan bahwa semua sama di mata hukum dan profesi guru patut untuk dilindungi sekaligus diperhatikan agar tetap terjaga dari kriminalisasi pihak-pihak yang tidak faham dengan tugas guru.

Pada kesempatan itu pula Akhsan Ustadi juga menegaskan bahwa PP Pergunu memfasilitasi semua guru di lingkungan Pergunu untuk berkembang dan mendukung program nasional. Diantara program kerja yang sedang digalakkan oleh Pergunu adalah pemberian beasiswa guru dan santri se-Indonesia maupun mancanegara, pelatihan guru dan kegiatan pendampingan guru.?

PKB Kab Tegal

Seminar perlindungan guru ini diikuti dengan antusias oleh peserta yang berlangsung sehari yang juga diawalai dengan kegiatan Pengukuhan pengurus PW Pergunu Bali dan Pelantikan 9 PC Pergunu se-Bali. Adapun 9 PC Pergunu se-Bali adalah PC Pergunu Badung, Bangli, Buleleng, Denpasar, Gianyar, Jembrana, Karangasem, Klungkung, dan Tabanan dengan disaksikan oleh pengurus PWNU dan pimpinan lembaga ? Banom se-Bali yang berlangsung khidmat. (Lewa/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKB Kab Tegal Meme Islam, Nahdlatul Ulama, Pendidikan PKB Kab Tegal