Sabtu, 23 Desember 2017

NU Jatim Ajak Pesantren Waspadai Peredaran Narkoba

Surabaya, PKB Kab Tegal

Kalangan pesantren digoncangkan dengan kabar bahwa ada santri yang menggunakan narkotika dan obat/bahan berbahaya (narkoba) jenis ekstasi agar kuat berdzikir. Tak tanggung-tanggung, pernyataan tersebut disampaikan Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN), Komisaris Jenderal Budi Waseso. Dan secara terbuka, ia menyebut kasus tersebut ada di Jawa Timur. 

"Pernyataan Budi Waseso mungkin ada benarnya. Itu sebagai peringatan bagi kita bahwa pengedar berusaha masuk ke segala lini, termasuk pesantren dengan segala cara," kata Ketua PWNU Jatim, KH Muhammad Hasan Mutawakkil Alallah, Sabtu (5/3).

NU Jatim Ajak Pesantren Waspadai Peredaran Narkoba (Sumber Gambar : Nu Online)
NU Jatim Ajak Pesantren Waspadai Peredaran Narkoba (Sumber Gambar : Nu Online)

NU Jatim Ajak Pesantren Waspadai Peredaran Narkoba

Pengasuh Pondok Pesantren Zainul Hasan Genggong Probolinggo ini mengaku bahwa dirinya hingga kini belum mendapatkan laporan dari pemangku pesantren di Jatim kalau ada santri yang mengonsumsi narkotik untuk memacu stamina agar kuat berzikir dalam waktu lama. "Saya tidak tahu kalau soal itu," kata Kiai Mutawakkil, sapaan akrabnya.

Kiai Mutawakkil justru mengkhawatirkan bahwa para pengedar bahan berbahaya tersebut memanfaatkan oknum santri yang mantan pecandu, agar memasukkan barang itu dan mengenalkannya kepada teman santri lain. "Misalnya, ada lulusan SMP yang biasa memakai narkoba, lalu SMA atau MA-nya diteruskan di pesantren. Kemungkinan dari situ narkoba bisa masuk pesantren," terangnya.

Kendati demikian, Ketua PWNU Jatim dua periode ini berharap bahwa kalangan pesantren untuk meningkatkan kewaspadaan. Apa yang disampaikan Budi Waseso tersebut sebagai peringatan kepada para pengasuh pesantren agar waspada terhadap peredaran narkotika. Dan Kiai Mutawakkil juga meminta BNN dapat menginstruksikan kepada jajaran di daerah agar menindak tegas jika ada anggota masyarakat yang mengedarkan barang haram tersebut di sekitar pesantren.

PKB Kab Tegal

Sebagai langkah antisipasi, Kiai Mutawakkil berharap agar pesantren menerapkan aturan yang ketat terhadap para santri. "Yang rawan kan pesantren-pesantren yang tidak terlalu menerapkan peraturan ketat," pungkasnya.

PKB Kab Tegal

Seperti yang beredar di sejumlah media, Kabid Pemberantasan dan Penindakan BNN Jatim, AKBP Bagijo Hadi Kurnijanto mengaku mengungkap kasus narkotika yang kebetulan melibatkan anak seorang kiai di Sumenep, Madura, Jatim.

"Itu hanya oknum yang kebetulan berada di lingkungan masyarakat pesantren," kata Bagijo, kala itu. Dia sendiri mengaku bahwa BNN belum menemukan bukti narkotik masuk pesantren. (Ibnu Nawawi/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKB Kab Tegal Lomba, Daerah PKB Kab Tegal

Jumat, 22 Desember 2017

Jika Dipaksakan, FDS Hilangkan Jiwa Kewirausahaan Generasi Muda

Pringsewu, PKB Kab Tegal. Kebijakan Full Day School mendapat tentangan dari Himpunan Pengusaha Santri Indonesia (HIPSI) Provinsi Lampung Fathurrahman. Sekjen HIPSI Lampung Fathurrahman mengatakan bahwa FDS akan membunuh kreativitas dan life skill para generasi muda dalam bidang ekonomi dan kewirausahaan.

Jika Dipaksakan, FDS Hilangkan Jiwa Kewirausahaan Generasi Muda (Sumber Gambar : Nu Online)
Jika Dipaksakan, FDS Hilangkan Jiwa Kewirausahaan Generasi Muda (Sumber Gambar : Nu Online)

Jika Dipaksakan, FDS Hilangkan Jiwa Kewirausahaan Generasi Muda

"Banyak anak didik sepulang sekolah membantu ekonomi keluarganya seperti di bengkel, cetak batu bata atau kalau di perkotaan membuka distro dan rental komputer kecil-kecilan," katan Pria yang akrab dipanggil Ustadz Faun ini, Sabtu (12/8) di Pringsewu, Lampung.

Jiwa kewirausahaan dan kemandirian harus ditanamkan kepada para generasi muda khususnya para pelajar. "Pelajar jangan hanya dibekali dengan teori ekonomi dan akuntansi. Namun mereka perlu untuk mempraktikkannya dalam kehidupan sehari-hari. Kalau seharian hanya berkutat di sekolah, kapan praktiknya," tegasnya.

Selain kesempatan waktu yang dipangkas dan dibatasi untuk mengasah jiwa kewirausahaan, kebijakan FDS menurut alumni Pesantren Al Falah Ploso Jawa Timur ini juga akan berdampak pada kondisi ekonomi masyarakat menengah kebawah.

PKB Kab Tegal

"FDS tidak tepat diterapkan sebab akan membebani orang tua para pelajar. Sebagai contoh biaya uang saku akan bertambah padahal mayoritas orang tua berada pada kelas ekonomi menengah ke bawah, biasanya 2000-5000, bila FDS diterapkan membengkak bisa dua kali lipat karena bertambahnya biaya bekal dan transportasi. Tentu ini memberatkan," ujarnya.

Karena itu, kebijakan FDS menurutnya tidak tepat diterapkan di Indonesia. "Jangan latah menerapkan FDS, dan kepada sekolah yang terlanjur menerapkan ini jangan karena gengsi agar dianggap sebagai sekolah yang mampu melaksanakan kebijakan ini tanpa melihat sosio ekonomi anak didiknya," imbaunya.

Lebih jauh,ia mengingatkan bahwa kemandirian hidup generasi muda khususnya dibidang ekonomi pada saat ini akan berpengaruh pada kemandirian bangsa di masa yang akan datang. Sehingga perlu dibuat kebijakan yang dapat menumbuhkan life skill dan kewirausahaan bukan malah menjadikan generasi muda malas bekerja. (Muhammad Faizin/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKB Kab Tegal

PKB Kab Tegal Hadits PKB Kab Tegal

Jelang Dilantik, Dua Banom NU Sumberejo Gelar Lomba

Bojonegoro, PKB Kab Tegal. Menjelang pelantikan Pimpinan Anak Cabang (PAC) Ansor dan Fatayat NU Sumberejo menggelar beberapa perlombaan. Kegiatan untuk menyemarakkan pelantikan itu diselenggarakan di kompleks Lembaga Pendidikan Maarif NU MINU Walisongo Desa Sumuragung Kecamatan Sumberejo Kabupaten Bojonegoro, Ahad (18/9).

Jelang Dilantik, Dua Banom NU Sumberejo Gelar Lomba (Sumber Gambar : Nu Online)
Jelang Dilantik, Dua Banom NU Sumberejo Gelar Lomba (Sumber Gambar : Nu Online)

Jelang Dilantik, Dua Banom NU Sumberejo Gelar Lomba

"Lomba ini diadakan dalam rangka pelantikan bersama PAC Ansor dan Fatayat pada 25 September," kata Sekretaris Panitia Ahsanul Amilin kepada PKB Kab Tegal.

Beberapa perlombaan yang diadakan diantaranya lomba paduan suara, dai atau daiah, baca puisi dan kreasi hijab syari ala Aswaja.

PKB Kab Tegal

Dijelaskan, perlombaan dai atau daiah diikuti peserta se-Kabupaten Bojonegoro dengan dewan juri diambil dari profesional dan panitia, termasuk dewan juri lomba baca puisi dan kreasi hijab syari ala Aswaja. "Tetapi untuk lomba kreasi hijab syari ala aswaja, peserta membludak dari perkiraan. Yang diperkirakan hanya 50an peserta tapi bertambah sampai 90 peserta," jelasnya.

Sementara itu untuk lomba paduan suara atau mars Fatayat, hymne fatayat dan lagu wajib nasional terbaru Subhanul Wathonkarya KH Wahab Chasbulloh. Lomba tersebut melibatkan ratusan peserta karena diikuti semua Ranting Fatayat NU se-Kecamatam Sumberejo.

PKB Kab Tegal

"Para peserta berdandan busana resmi Fatayat hijau-hijau. Masing-masing ranting berkelompok atau beregu, satu regu terdiri dari 10 sampai15 orang," ungkap Amilin sapaan akrabnya.

Ditambahkan, dari hasil tersebut untuk lomba dai juara satu diraih Hanum Faizah Rahma dari santri siaga pondok pesantren at tanwir, berikutnya Allayya Ayu Nikmatul F menjadi juara kedua dari Talun Sumberejo dan Lilik Nur Indah Sari dari Tulungagung Sumberejo sebagai juara ketiga. Sedangkan pemenang lomba puisi juara satu diraih Lilik Nur Indahsari dari Tulungrejo, juara kedua Benang Sari siswi SMK Semenpinggir Kapas dan juara ketiganya diraih Reza Ali Widiawati dari Kayulemah.

Sementara itu untuk pemenang lomba kreasi hijab, juara satu dimenangkan Ranting Pekuwon I, juara duanya Ranting Margoagung dan juara ketiganya dimenangkan santri siaga Pondok pesantren At Tanwir Talun. Untuk lomba kreasi hijab diikuti berkelompok terdiri dari tiga orang. "Hadiah lomba diserahkan saat pelantikan di balai kecamatan sumberejo," imbuhnya.

Saat pelantikan nanti akan dirangkai dengan dialog kepemudaan bertema Bangkit bersama Ansor dan fatayat NU Sumberrejo. Rencanaya akan dihadiri narasumber ketua DPRD Mitroatin, Wakil Ketua DPRD Sunjani dan mantan Ketua Ansor Khisbullah. (M. Yazid/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKB Kab Tegal Aswaja, Sunnah PKB Kab Tegal

Masdar: Terapkan Hukuman Mati bagi Koruptor!

Rangkasbitung, PKB Kab Tegal. Rais Syuriyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Masdar Farid Masudi menegaskan, hukuman mati bagi pelaku koruptor harus diterapkan untuk memberikan efek jera terhadap pelakunya. Menurutnya, hukuman mati terhadap pelaku korupsi yang merugikan keuangan negara dan menyengsarakan rakyat banyak, tidak bertentangan dengan undang-undang.

”PBNU sangat mendukung hukuman mati itu tanpa pandang bulu dengan idealisme Indonesia yang makmur dan adil bagi semua rakyat,” kata KH Masdar Farid Masudi seusai acara peletakan batu pertama pembangunan TK/SD/SMP/SMA di Kabupaten Lebak, Sabtu (16/6).

Masdar: Terapkan Hukuman Mati bagi Koruptor! (Sumber Gambar : Nu Online)
Masdar: Terapkan Hukuman Mati bagi Koruptor! (Sumber Gambar : Nu Online)

Masdar: Terapkan Hukuman Mati bagi Koruptor!

Korupsi di Tanah Air sudah menggurita terjadi di mana-mana dengan melibatkan pejabat negara, kepala daerah, wakil rakyat, dan politisi. Bahkan, hasil survei Soegeng Sarjadi Syndicate (SSS) yang menyatakan DPR adalah lembaga terkorup di negeri ini. "Hukuman mati dibenarkan undang-undang kita guna memenuhi rasa keadilan jika pelaku korupsi sudah sangat keterlaluan hingga menimbulkan kerugian uang Negara yang cukup besar," kata Masdar. 

PKB Kab Tegal

PBNU sebagai elemen masyarakat sipil sangat mendorong penerapan hukuman mati bagi koruptor agar dapat memberikan efek jera. Selain itu lanjutnya, aparat penegak hukum diminta dapat kerja keras untuk membongkar juga mencegah tindakan korupsi hingga menyeret pelaku ke pengadilan tanpa pandang bulu.

PKB Kab Tegal

Penegakan hukum dinilai belum konsisten sehingga pemberantasan korupsi tidak maksimal, meskipun, pemerintah sudah memiliki undang-undang tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) juga pembentukan lembaga Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). "Semestinya, kita komitmen untuk melaksanakan UU Tipikor yang sudah dibuat dan harus dilaksanakan," ujarnya.

Terus merebaknya kasus korupsi, akibat penegakan hukum belum maksimal dengan memberikan hukuman ringan dan tidak memberikan efek jera. Selain itu juga seseorang yang melakukan korupsi akibat lemahnya keimanan kepada Allah SWT, sehingga mereka hidup pragmatis hedonisme dengan mengejar kekayaan dengan cara melanggar hukum negara dan agama.

Redaktur     : A. Khoirul Anam

Kontributor: Candra Zaini

Dari Nu Online: nu.or.id

PKB Kab Tegal Syariah PKB Kab Tegal

Kamis, 21 Desember 2017

Doa Nabi Ibrahim yang Mengubah Kota Mekkah

Agak mustahil, bagaimana mungkin di gurun batu, tak ada tumbuh-tumbuhan, bisa ada kehidupan. Itulah Mekkah yang dulu disebut Bakkah.

Di kelilingi banyak bukit, tapi bukit batu. Kering kerontang, panas menyengat. Tekstur tanahnya tak menarik. Tapi, setiap tahun, puluhan juta orang dari negeri-negeri yang jauh bahkan sangat jauh datang menyesaki kota ini, dengan berjalan kaki, berkendara, dan sebagainya.

Doa Nabi Ibrahim yang Mengubah Kota Mekkah (Sumber Gambar : Nu Online)
Doa Nabi Ibrahim yang Mengubah Kota Mekkah (Sumber Gambar : Nu Online)

Doa Nabi Ibrahim yang Mengubah Kota Mekkah

Itulah Mekkah yang dahulu didoakan Nabi Ibrahim agar menjadi kota yang berkah dan memberkahi; menjadi negeri yang selalu dirindukan banyak orang. Walau kering kerontang, tapi tak kekurangan.

Alkisah, pulang ke Palestina, setelah mengantar anak (Ismail) dan isrtinya (Hajar) ke Mekkah, Nabi Ibrahim menengadahkan tangan ke langit, sambil berdoa:

“Ya Allah sungguh aku telah menempatkan sebagian keturunanku di sebuah lembah tandus, dekat rumah-Mu, agar mereka mendirikan shalat. Jadikanlah sebagian manusia cenderung kepada mereka dan limpahkanlah rezeki berupa buah-buahan, mudah-mudahan mereka bersyukur”.

PKB Kab Tegal

Dengan modal doa itu, Nabi Ibrahim berani meninggalkan sang istri dan anaknya yang masih bayi di lembah tandus itu. Dikisahkan, Ibrahim sangat jarang menengok anak dan istrinya ini. Mungkin hanya tiga kali.

Namun, Allah mengabulkan seluruh item doa Nabi Ibrahim. Anak dan istrinya sehat, tak kekurangan suatu apa. Pertama-tama Allah hanya membukakan sumur zamzam buat mereka, lalu berduyun-duyun orang dari daerah lain mendatangi Mekkah, membawa binatang ternak, gandum, dan lain-lain.

PKB Kab Tegal

Orang luar membawa barang berniagaan, sumur zamzam menyediakan minuman. Ajaib, air yang muncul dari sela-sela bukit batu itu tak pernah letih mengeluarkan air. Sumur zamzam terus membasahi kerongkongan jamaah haji dan umrah yang kehausan, dari masa ke masa, sejak zaman Nabi Ibrahim hingga kita sekarang.

Mekkah pun tak pernah kekurangan pangan. Jamaah haji dan umrah yang datang silih berganti terus berdampak secara ekonomi. Mereka datang bukan hanya untuk beribadah melainkan juga berniaga.

Suka atau tidak, Mekah akhirnya bukan hanya menjadi pusat aktivitas keberagamaan, melainkan menjadi area yang menarik secara bisnis-perniagaan. Itulah sebabnya, Mekah selalu hidup, siang dan malam.

Pelajaran apa yang bisa diambil dari kisah ini? Doa adalah senjata kaum beriman. Doa bisa mengubah yang tak mungkin menjadi mungkin. Nabi Ibrahim sudah meneladankan, kita saja yang perlu istiqomah mengamalkan. Apalagi berdoa di bulan Ramadan; bulan penuh berkah dan ampunan.

KH Abdul Moqsith Ghazali, Wakil Ketua Lembaga Bahtsul Masail PBNU.

Dari Nu Online: nu.or.id

PKB Kab Tegal RMI NU, Santri, Hikmah PKB Kab Tegal

NU Bengkayang Perkuat Eksistensi di Daerah Perbatasan

Bengkayang, PKB Kab Tegal. Terletak di perbatasan RI-Malaysia dan di tengah mayoritas Katolik dan Kristen, Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Bengkayang Provinsi Kalimantan Barat terus memperkuat eksistensi organisasi.

Sebagai bukti eksistensi NU di daerah perbatasan itu, PCNU Bengkayang telah membeli sebidang tanah seluas satu hektar. Tanah itu rencananya untuk membangun saran pendidikan merk NU.

NU Bengkayang Perkuat Eksistensi di Daerah Perbatasan (Sumber Gambar : Nu Online)
NU Bengkayang Perkuat Eksistensi di Daerah Perbatasan (Sumber Gambar : Nu Online)

NU Bengkayang Perkuat Eksistensi di Daerah Perbatasan

“Alhamdulillah kita sudah membeli tanah. Sekarang tinggal proses sertifikasi. Kita berencana membangun sarana pendidikan di tanah itu," kata Ketua PCNU Bengkayang Eddy Irianto di kantornya, Kamis (20/12).

PKB Kab Tegal

Dijelaskan Eddy yang juga Kepala Badan Pengelola Keuangan Pemkab Bengkayang, tanah itu dibeli terbilang murah. Berada dekat fasilitas olahraga milik Pemkab Bengkayang. Transaksi pembelian sudah selesai. Sekarang tinggal pengurusan sertikasi tanah saja.

PKB Kab Tegal

"Tanah itu akan kita bangun sarana pendidikan. Untuk itu kami mohon bantuan PW maupun PB gimana agar di atas tanah bisa dibangunkan madrasah atau lembaga pendidikan lainnya. Terus terang kita masih sangat awam dalam hal itu," jelas Eddy.

Apabila sarana pendidikan itu terwujud, itulah sumbangan besar NU untuk Kabupaten Bengkayang di mana umat Islamnya minoritas. "Walau jumlah umat Islam kecil, kita ingin lihatkan bahwa kita juga mampu meningkatkan sumberdaya manusia Kabupaten Bengkayang," ujar Eddy.

PCNU Bengkayang terbilang baru. Walau baru tapi sudah memiliki aset berharga untuk umat. Tahun depan, Eddy menargetkan berdirinya pengurus NU tingkat kecamatan. Apabila sudah terbentuk NU seluruh kecamatan, saat itulah kekuatan NU akan terlihat.

Kabupaten Bengkayang salah satu daerah yang berbatasan dengan Malaysia. Arus perdagangan ke negeri jiran sangat deras di sana. Mayoritas penduduknya beragama Katolik dan Kristen. Sementara suku dominan adalah Dayak. Selebihnya Melayu, Tionghoa, Jawa. 

Bengkayang lahir di era reformasi. Baru dua kali ganti bupati. Terbilang muda dalam pembangunan, namun mulai gesit mengejar ketertinggalan. 

Redaktur    : A. Khoirul Anam

Kontributor: Rosadi Jamani 

Dari Nu Online: nu.or.id

PKB Kab Tegal Halaqoh PKB Kab Tegal

Kiai Said Minta Al Irsyad Singapura Terapkan Kurikulum Aswaja

Jakarta, PKB Kab Tegal. Kepala Madrasah Al Irsyad Islamiah Singapura, Razak Mohamed Lazim, menemui Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj, di gedung PBNU Jakarta, Senin (7/3). Ia hadir bersama pengurus Lembaga Pendidikan (LP) Ma’arif NU.

?

“Kami datang dari Singapur ke sini untuk bekerja sama dengan LP Ma’arif yang berada di bawah naungan NU,” kata pria keturunan Banten tersebut.

Kiai Said Minta Al Irsyad Singapura Terapkan Kurikulum Aswaja (Sumber Gambar : Nu Online)
Kiai Said Minta Al Irsyad Singapura Terapkan Kurikulum Aswaja (Sumber Gambar : Nu Online)

Kiai Said Minta Al Irsyad Singapura Terapkan Kurikulum Aswaja

Razak menilai, ada kesamaan tujuan antara lembaga yang ia pimpin dengan LP Ma’arif NU karena keduanya sama-sama bergerak di bidang pendidikan. “NU merupakan organisasi yang sangat besar. Kita berharap akan bisa bekerjasama. Al Irsyad bisa belajar dari LP Ma’arif, dan begitupun sebaliknya,” tambahnya.

Kiai Said menerima dan menyambut baik kerjasama yang ditawarkan Al Irsyad. “Yang penting (kurikulumnya) harus ada Aswajanya,” pesan Kiai Said.?

Banyak kelompok yang mengajarkan dan menjadikan Aswaja (Ahlussunnah wal Jama’ah) sebagai pijakan, namun,? sambung Kiai Said,? harus tetap hati-hati karena banyak diantara mereka yang mengaku Aswaja tapi bersikap radikal. “Aswaja yang diterapkan NU lah yang mengajarkan Islam yang damai, Islam moderat, Islam yang menghargai budaya lokal. Itulah Islam Nusantara,” tegas kiai asal Cirebon tersebut. ? ?

PKB Kab Tegal

Senada dengan Kiai Said, Ketua LP Ma’arif NU, Arifin Junaidi mengaku senang dan menerima Al Irsyad dengan tangan terbuka. Ia menjelaskan, apa yang akan dikerjasamakan nanti merupakan program kerja dan sudah dilakukan LP Ma’arif NU, seperti pengembangan manajemen madrasah, pelatihan guru, dan penyusunan buku ajar yang berkualitas. ? ?

PKB Kab Tegal

“Sebenarnya ini kerjasama antara Singapura dan NU. Madrasah Al Irsyad Singapur dan LP Ma’arif NU merupakan pelaksananya,” tutur Arifin.

Madrasah Al Irsyad Islamiah Singapura merupakan lembaga pendidikan Islam modern yang menerapkan pelajaran agama dan umum. Tak heran jika jam pelajaran di madrasah ini lebih lama tiga jam dibandingkan dengan sekolah-sekolah lain di Singapura. Madrasah yang didirikan tahun 1947 oleh KH Ahmad Zuhri ini memiliki 900 siswa mulai dari tingkat dasar hingga menengah. Madrasah Al Irsyad menempati peringkat pertama dari enam madrasah yang ada di Singapura. (Ahmad Muchlishon/Zunus)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKB Kab Tegal Pesantren PKB Kab Tegal