Rabu, 13 Desember 2017

LTN NU Lampung Tunggu Naskah Lomba Artikel hingga 16 Oktober

Bandar Lampung, PKB Kab Tegal - Pengiriman naskah? lomba artikel hari santri nasional yang digelar oleh Lembaga Talif wan Nasyr (LTN) NU Lampung masih ditunggu hingga 16 Oktober mendatang. Pengumuman pemenang akan dilansir pada website PWNU Lampung, bertepatan dengan peringatan Hari Santri Nasional, 22 Oktober 2016.

"Kami masih menunggu artikel yang dikirimkan oleh peserta lomba. Sudah banyak yang konfirmasi, di antaranya menanyakan batas akhir pengiriman naskah," kata Rudi Santoso, salah seorang panitia lomba artikel LTN NU Lampung.

LTN NU Lampung Tunggu Naskah Lomba Artikel hingga 16 Oktober (Sumber Gambar : Nu Online)
LTN NU Lampung Tunggu Naskah Lomba Artikel hingga 16 Oktober (Sumber Gambar : Nu Online)

LTN NU Lampung Tunggu Naskah Lomba Artikel hingga 16 Oktober

Rudi menjelaskan, naskah dikirim cukup melalui email ke alamat email lombaartikelsantri@gmail.com. Peserta bisa memilih tiga subtema yang telah ditetapkan panitia, yaitu Peran Santri Dalam Membumikan Islam di Nusantara Dulu dan Sekarang, Pondok Pesantren Sebagai? Kancah Pengembangan Pendidikan, dan Santri Dalam Politik dan Pembangunan di Indonesia.

Akademisi IAIN Raden Intan Lampung ini memaparkan, lomba ini terbagi menjadi dua kategori. Pertama, kategori mahasiswa, santri, dan pelajar dengan hadiah berupa uang Rp 1 juta rupiah, paket buku, dan sertifikat untuk juara pertama. Sementara untuk juara kedua dan ketiga akan mendapat uang senilai Rp 750 ribu dan Rp 500 ribu, berikut paket buku dan sertifikat.

PKB Kab Tegal

Kategori kedua, untuk umum seperti akademisi, jurnalis, dan sebagainya. Adapun hadiah uang senilai Rp 1,5 juta untuk juara pertama, Rp 1 juta untuk juara kedua, dan Rp 500 ribu untuk juara ketiga.

PKB Kab Tegal

Sama seperti kategori pertama, untuk kategori umum ini juga akan mendapat paket buku dan sertifikat. "Naskah para pemenang masing-masing kategori, dan naskah 10 besar, akan kami terbitkan menjadi buku," kata Rudi.

Ketentuan lomba, tulisan harus orisinil dan belum pernah dipublikasikan, naskah minimal 1500 kata untuk mahasiswa/santri/pelajar/ dan minimal 3000 kata untuk umum. Peserta melampirkan riwayat hidup dan fotokopi KTP. Khusus mahasiswa/santri/pelajar/melampirkan identitas diri berupa kartu tanda mahasiswa/kartu tanda pelajar/santri, surat keterangan dari pesantren.

Dewan juri untuk lomba ini adalah Ketua MUI Lampung Dr KH Khairuddin Tahmid, Dosen FH Universitas Lampung? Dr Rudi, dan Ila Fadilasari. (Red Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKB Kab Tegal Humor Islam PKB Kab Tegal

Selasa, 12 Desember 2017

Lulus UN, IPNU Dukuhseti Helat “Pelajar Bersholawat”

Pati, PKB Kab Tegal. Pengurus Anak Cabang IPNU dan IPPNU kecamatan Dukuhseti mengadakan sholawatan massal di lapangan sepakbola di desa Alasdowo, Dukuhseti, Pati, Jumat (22/5) malam. Gema sholawat pelajar ini dipimpin oleh habib setempat.

Lulus UN, IPNU Dukuhseti Helat “Pelajar Bersholawat” (Sumber Gambar : Nu Online)
Lulus UN, IPNU Dukuhseti Helat “Pelajar Bersholawat” (Sumber Gambar : Nu Online)

Lulus UN, IPNU Dukuhseti Helat “Pelajar Bersholawat”

Tampak hadir Habib Hasan bin Zen Alaydrus (Solo), Habib Ali Zaenal Abidin Assegaf (Jepara), Habib Muhammad Al-Aidid (Tayu), dan Habib Muhdhor Assegaf (Pati).

Kegiatan keagamaan tersebut terselenggara berkat kerja sama IPNU-IPPNU dan alumni tiga madrasah dan satu sekolah di wilayah Dukuhseti seperti MA Yayasan Tarbiyatul Banin (Yataba) Alasdowo, MA Manahijul Huda Ngagel, MA Madarijul Huda Kembang, dan SMK Ar-Ridlo Ngagel.

PKB Kab Tegal

Menurut Ketua IPNU Dukuhseti M Hasyim Yusron, empat sekolah ini menyatukan diri dalam organisasi YAMAMADLO (Yataba, Manahijul Huda, Madarijul Huda, Ar-Ridlo) yang dipimpin Muhammad Jauhari.

Ketua panitia Muhammad Subhan dalam sambutannya mengatakan, acara tersebut dihelat dalam rangka Maulid Nabi Muhammad SAW sekaligus tasyakuran lulus UN 2015. “Kami bersama alumni empat sekolah merasa kegiatan ini lebih bermanfaat daripada hura-hura yang tidak jelas seperti mencat rambut dan baju seragam,” ujarnya.

PKB Kab Tegal

Sementara itu, camat Dukuhseti dalam pidatonya menyatakan bangga atas terselenggaranya acara tersebut. “Acara malam ini sangat positif dan bermanfaat sekali khususnya untuk adik-adik yang baru saja lulus. Mestinya, acara ini bisa dilakukan terus menerus tiap lulus ujian sekolah,” ujar camat.

Pantauan PKB Kab Tegal, ribuan warga Nahdliyin sekecamatan Dukuhseti bersatu padu dengan para siswa-siswi melantunkan sholawat yang dipimpin para habib. Mereka bersholawat yang diiringi suara rebana khas pesantren. Sementara lampu warna-warni menyorot dari panggung kian kemari.

Acara tersebut dihadiri para kepala MA dan kepala SMK beserta majelis guru. Selain itu, Ketua MWCNU Dukuhseti KH Fuad Abdillah beserta jajarannya dan para ulama setempat juga tampak duduk di tribun utama. Semarak “Pelajar Bersholawat” berlangsung hingga larut malam. (Musthofa Asrori/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKB Kab Tegal IMNU PKB Kab Tegal

Persiapan Ajaran Baru, UNU NTB Bahas Kerangka Kurikulum

Lombok Tengah, PKB Kab Tegal. Dalam rangka mempersiapkan ajaran baru tahun 2015-2016, Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Nusa Tenggara Barat (NTB) menggelar Whorkshop Desain Kurikulum Prodi UNU yang dilaksanakan di Hotel Grand Royal Batujay, Lombok Tengah selama dua hari (14-15/8).

Persiapan Ajaran Baru, UNU NTB Bahas Kerangka Kurikulum (Sumber Gambar : Nu Online)
Persiapan Ajaran Baru, UNU NTB Bahas Kerangka Kurikulum (Sumber Gambar : Nu Online)

Persiapan Ajaran Baru, UNU NTB Bahas Kerangka Kurikulum

Menurut Kepala BAAK UNU NTB, Retno Surnapati, dalam pertemuan ini fokus pembahasan pihaknya tentang Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI).

"Pembahasan kerangka kurikulum ini nanti akan digunakan pada proses perkuliahan di UNU NTB," tambah Retno, Jum’at (14/8).

PKB Kab Tegal

Tampak hadir Ketua PWNU NTB Drs TGH Achmad Taqiuddin Mansur, Ketua Badan Pelakasana Penyelenggara Pendidikan Tinggi (BP3T) NU NTB, ? Prof Ir Mansur Masum, PhD Anggota BP3TNU dan Dekan serta para Kaprodi UNU NTB.?

PKB Kab Tegal

Ada 12 program studi yang di UNU NTB, yaitu antara lain farmasi, teknik lingkungan, sistem informasi, kebidanan, pendidikan guru sekolah dasar (PGSD), serta pendidikan jasmani, kesehatan, dan rekreasi (PJKR), dan pendidikan seni drama, tari dan musik (PSDTM). (Hadi/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKB Kab Tegal Pesantren, Tegal PKB Kab Tegal

Pelatihan Kerja di BLK Lombok Timur Sesuai Kebutuhan Industri

Lombok Timur, PKB Kab Tegal

Pelatihan kerja di Balai Latihan Kerja (BLK) Lombok Timur berorientasi pada pasa kerja di wilayah Lombok Timur. Hal ini bertujuan agar alumni pelatihan BLK bisa langsung bekerja karena kompetensi yang dimiliki sesuai dengan kebutuhan dunia industri.



Pelatihan Kerja di BLK Lombok Timur Sesuai Kebutuhan Industri (Sumber Gambar : Nu Online)
Pelatihan Kerja di BLK Lombok Timur Sesuai Kebutuhan Industri (Sumber Gambar : Nu Online)

Pelatihan Kerja di BLK Lombok Timur Sesuai Kebutuhan Industri

"Banyak kawasan wisata di Lombok Timur, Lombok Tengah, dan Mataram. Jurusan dan Pelatihan di BLK megarah ke sana (sesuai dengan kebutuhan industri-red)," kata Kepala BLK Lombok Timur, Sirman di Lombok Timur, Rabu (27/9).



Sirman mencontohkan, untuk peserta pelatihan jurusan perhotelan tahun 2017 di bidik akan di tempatkan di novotel yang akan berdiri di wilayah Lombok Tengah. Rencananya Pantai Kute Lombok Tengah akan menjadi kawasan mandalika resort dan banyak hotel yang akan didirikan. 



PKB Kab Tegal

"Kami membaca peluang itu, alumni pelatihan akan banyak terserap disana," ujar Sirman.



Selain perhotelan, lanjut Sirman, banyak wisatawan asing yang ingin di pandu untuk mengenal lebih jauh tentang pariwisata dan budaya di Provinsi Nusa Tenggara Barat. Menjawab tantangan tersebut, BLK Lombok timur juga sudah menyediakan pelatihan jurusan tour guide dengan jumlah peserta pelatihan  sekitar 30 orang tiap angkatannya.

PKB Kab Tegal



"Untuk jurusan baru seperti tour guide ini mengajarkan para siswa untuk berkomunikasi menggunakan bahasa Inggris dan langsung melakuka praktik lapangan di kawasan wisata NTB," ungkap Sirman.



Terkait durasi pelatihan kerja di BLK Lombok Timur, Sirman mengungkapkan untuk pelatihan jurusan tour guide masa pelatihan selama 1 bulan, house keeping 1 bulan, cook dan waiters 3 bulan, sedangkan front office 1 bulan.



Disamping itu, untuk menjembatani komunikasi Dinas Tenaga Kerja dengan dunia Industri, Kementerian Ketenagakerjaan dan Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi NTB membentuk Forum Komunikasi Lembaga Pelatihan Industri Daerah (FKLPID) wilayah NTB yang telah dikukuhkan 20 September 2017. (Red. Kendi Setiawan). Dari Nu Online: nu.or.id

PKB Kab Tegal Lomba, Halaqoh, Kajian PKB Kab Tegal

Jangan Menyerah Berdakwah!

Bantul, PKB Kab Tegal. KH Asyhari Abta mengatakan, jangan menyerah untuk berdakwah yang kini penuh tantangan. Tantangan itu harus dijadikan sebagai penyemangat untuk melahirkan kreativitas dan inovasi. Aktivis dakwah sangat dinantikan perannya untuk menyebarkan nafas Islam Ahlussunnah wal- Jama’ah.

Demikian dijelaskan Kiai Asyhari yang juga Rais Syuriah PWNU DIY tersebut kepada para aktivis dakwah Kodama (Korp Dakwah Mahasiswa) Krapyak, saat silaturrahim di ndalem-nya, di Bantul, Yogyakarta, Selasa (7/5).

Jangan Menyerah Berdakwah! (Sumber Gambar : Nu Online)
Jangan Menyerah Berdakwah! (Sumber Gambar : Nu Online)

Jangan Menyerah Berdakwah!

“Jalankan program dakwah dengan baik, jangan sampai menyerah. Aktivis dakwah juga harus dekat dengan masyarakat, sehingga dakwahnya bisa menyentuh hati masyarakat,” tegasnya.

PKB Kab Tegal

Kiai Asyhari juga berpesan, agar waktu shalat benar-benar dijaga dengan istikomah. Ketika datang waktu shalat, seorang aktivis dakwah juga mesti bisa jagani, mengadzani dan mengimami sekaligus. Jangan sampai waktu shalat dibiarkan lali, “Aktivis dakwah harus menjadikan prinsip "Khoirunnas an-fauhum linnas" untuk mengayomi dan memakmurkan masjid,” lanjutnya.

Kiai Asyhari juga mendoakan kesuksesan para aktivis dakwah Kodama, sehingga di masa depan mampu menebarkan manfaat. Selain itu, aktivis dakwah juga harus mempererat hubungan dan kebersamaan.

PKB Kab Tegal

Redaktur       : Abdullah Alawi

Kontributor   : Jamil dan Rokhim

Dari Nu Online: nu.or.id

PKB Kab Tegal Humor Islam PKB Kab Tegal

Kisah Syekh Abdullah Mursyad Kalahkan Kesaktian Maling Gendiri

Diperkirakan pada masa berkembang kerajaan Mataram Islam, pada waktu itu di kawasan Kediri terdapat seorang perampok yang sangat ditakuti oleh masyarakat di kawasan itu karena kesaktian dan kejadugannya. Dia lalu dikenal dengan sebutan Maling Gendiri.?

Dikisahkan oleh KH Mujaddad Faqihudin, seorang kiai pengasuh pesantren dari Warujayeng Nganjuk, bahwa Maling Gendiri tersebut dikenal sebagai orang yang sakti dan jaduk di kawasan Kediri karena dia mempunyai ilmu "bancoono". ? Tidak ada satu pendekar dan jawara pun yang dapat mengalahkannya. Kesaktian dan kejadugan yang superior tersebut membuatnya berbuat semena-mena dan meresahkan masyarakat. Harta benda masyarakat menjadi tidak aman.

Kisah Syekh Abdullah Mursyad Kalahkan Kesaktian Maling Gendiri (Sumber Gambar : Nu Online)
Kisah Syekh Abdullah Mursyad Kalahkan Kesaktian Maling Gendiri (Sumber Gambar : Nu Online)

Kisah Syekh Abdullah Mursyad Kalahkan Kesaktian Maling Gendiri

Pada suatu malam maling ini merampok berbagai perhiasan yang kemudian ia dikejar-kejar oleh lusinan aparat pemerintahan Hindia Belanda. Tapi berkat ilmu bancolononya, petugas keamanan Belanda berhasil dikelabuinya, Maling Gendiri berhasil lolos, padahal waktu itu Maling Gendiri mengendarai dokar. Yang mengherankan lagi dia dapat menghilang bersama dokar yang dinaikinya sehingga perhiasan yang ia rampok tidak dapat terendus orang lain.

Pada tempo itu (kurang lebih sebelum tahun 1800-an), hidup pula sekurun dengan Maling Gendiri ini seorang ulama alim pendakwah Islam di kawasan Kediri dan sekitarnya yang konon berasal dari Gujarat. Beliau ialah Syekh Abdullah Mursyad. Syekh Mursyad inilah yang akhirnya berhasil mengalahkan kesaktian Maling Gendiri.?

Sebagai juru dakwah waktu itu, ketika menyaksikan masyarakat dan rakyat resah tidak tenang akibat ulah Maling Gendiri itu, kemudian Syekh Mursyad tergerak hatinya berbuat sesuatu, yaitu menghentikan aksi kejahatan Maling Gendiri supaya keadaan menjadi kondusif. ? Sejak Maling Gendiri berhasil dilumpuhkan oleh Syekh Mursyad, masyarakat lega merasa tenang dan aman. Biang kekacauan dan ketidakamanan sudah hilang. ? ? ?

Menurut penuturan dari almaghfurlah KH Abdul Aziz Mansyur, Pacul Gowang Jombang, Syekh Abdullah Mursyad merupkan seorang Muballigh Islam, penyebar Islam yang berasal dari Gujarat. Selain seorang ulama yang alim, juga jawara yang sakti sebagaimana telah diceritakan oleh Kiai Mujadad di atas.

PKB Kab Tegal

Walau begitu, masih menurut KH Abdul Aziz Mansyur, sejarah riwayat hidupnya Syekh Abdullah Mursyad sendiri sebetulnya masih samar-samar. Hal itu karena sangat sulit melacak dan menelusuri apakah dia benar-benar pendatang dari Gujarat ataukah seorang asli pribumi. Sebab pada waktu itu banyak para pendatang baik dari negeri Cina maupun Arab yang mendarat di kepulauan Nusantara.?

Biasanya mereka singgah di kerajaan Mataram Islam seperti keraton Surakarta dan Yogyakarta yang waktu itu namanya sudah masyhur di mana-mana, sehingga tidak heran jika kemasyhuran kerajaan Mataram Islam ini menjadikan banyak bangsa lain menjadi begitu tertarik untuk mendatangi pulau Jawa yang terkenal kaya dengan potensi alamnya. Misi mereka bermacam-macam. Selain untuk berdagang, umumnya mereka juga menyebarkan agama Islam di kawasan Nusantara ini.

PKB Kab Tegal

Kini makamnya Syeikh Abdullah Mursyad tersebut berada di area pemakaman Setono Landean, terletak kurang lebih 5 KM dari desa Mrican Kota Madya Kediri, Jawa Timur. Oleh masyarakat setempat lokasi tersebut biasa dinamakan dengan sebutan "Setono Landean". Makam tersebut kini ramai didatangi para peziarah dari berbagai daerah khususnya pada Kamis malam Jumat. (M. Haromain)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKB Kab Tegal Doa, Halaqoh PKB Kab Tegal

Senin, 11 Desember 2017

Begini Temuan Balitbang Kemenag Soal Peran Orangtua Didik Anak

Jakarta, PKB Kab Tegal. Berdasarkan informasi tentang marakanya penyalahgunaan narkoba, tawuran antar pelajar dan seks bebas yang terjadi pada anak-anak, Pusat Penelitian dan Pengembangan (Puslitbang) Pendidikan Agama dan Keagamaan (Penda) Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama Republik Indonesia (Kemenag RI) melakukan penelitian terhadap visi-misi, peran, dan strategi orangtua dalam menginternalisasikan pendidikan agama pada keluarga. 

Dari penelitian yang dilakukan tahun 2016 tersebut, Puslitbang Penda Balitbang dan Diklat Kemenag RI menemukan jawaban terkait peran orangtua dalam mendidik anak-anaknya.

Begini Temuan Balitbang Kemenag Soal Peran Orangtua Didik Anak (Sumber Gambar : Nu Online)
Begini Temuan Balitbang Kemenag Soal Peran Orangtua Didik Anak (Sumber Gambar : Nu Online)

Begini Temuan Balitbang Kemenag Soal Peran Orangtua Didik Anak

Pertama, terkait visi dan misi pendidikan agama dalam keluarga, ternyata orangtua menyatakan dari beberapa butir pertanyaan yang kami ajukan memperoleh jawaban yang signifikan. Jawaban tersebut terdapat pada pernyataan, “Saya berharap anak saya menjadi anak yang shaleh dan shalehah”, 95% responden menginginkannya.

Kedua, peran pendidikan agama dalam keluarga juga memperoleh skor yang sangat tinggi. Dari 46 butir pertanyaan yang diajukan terdapat 3 jawaban yang sangat signifikan.

PKB Kab Tegal

Ketiga, dari 36 butir soal, ada 9 pertanyaan memiliki skor tinggi dalam strategi pendidikan juga memperoleh jawaban yang signifikan. Meski ada perbedaan hanya 1 % antara responden yang ekonomi tinggi, sedang dan rendah dengan latar belakang pendidikan tinggi, sedang dan rendah, serta usia responden.

Keempat, peran Pendidikan Agama Islam (PAI) yang menarik yaitu pada instrumen 12, “Saya tidak mengajarkan anak saya untuk menghafal surat-surat pendek yang dibaca dalam shalat”. Yang menjawab selalu hanya 15 %, sering 25 % dan 30 % menjawab kadang-kadang. Ini dapat diartikan bahwa orangtua jarang mengajarkan shalat kepada anak-anaknya.

PKB Kab Tegal

Kelima, terkait strategi yang menarik untuk diungkap adalah pada pernyaan, “Orangtua yang memperhatikan pembiasaan shalat dan puasa sebanyak 46 %, orangtua yang memperhatikan pembiasaan shalat dan puasa sebanyak 54 %. Ini menunjukkan bahwa, orangtua kurang memperhatikan anak-anaknya dalam ibadah shalat dan puasa. Shalat merupakan rukun perbuatan yang penting di antara rukun Islam yang lainnya, sebab ia mempunyai pengaruh yang baik bagi akhlak manusia.

Dari temuan di atas, terdapat beberapa rekomendasi Puslitbang Penda Badan Litbang dan Diklat Kemenag RI tentang pendidikan agama pada keluarga, yaitu sebagai berikut:

Pertama, agar seorang anak tidak terjerumus dalam penyakit sosial (narkoba, seks bebas, tawuran), maka orangtua perlu memberikan pendidikan agama dalam keluarga mulai dari mendidik, melatih membimbing hingga membina putra-putrinya agar memiliki akhlak yang mulia.

Kedua, dalam proses memberikan pendidik agama dalam keluarga, orangtua membutuhkan strategi internalisasi nilai-nilai pendidikan agama mulai dari pengenalan, pembinaan hingga memberikan teladan yang baik bagi putra-putrinya. (Husni Sahal/Kendi Setiawan)

Baca Kajian Keagamaan lainnya DI SINI

Dari Nu Online: nu.or.id

PKB Kab Tegal Daerah, Lomba, Fragmen PKB Kab Tegal