Kamis, 16 November 2017

Kiai Ali Maksum, Bibit Unggul dari Lasem

Bantul, PKB Kab Tegal. Banyak yang bertanya mengapa Agus Maftuh yang bukan alumni Pesantren Krapyak bisa dekat sekali dengan keluarga Krapyak. Bahkan sering pergi berdua dengan KH Attabik Ali ke Syiria, Yordania, Mesir, perbatasan Israel dan lain sebagainya.

Kiai Ali Maksum, Bibit Unggul dari Lasem (Sumber Gambar : Nu Online)
Kiai Ali Maksum, Bibit Unggul dari Lasem (Sumber Gambar : Nu Online)

Kiai Ali Maksum, Bibit Unggul dari Lasem

“Malam ini saya akan ungkap rahasia saya dengan keluarga Krapyak,” kata H. Agus Maftuh Abegebriel yang kini menjadi Duta Besar LBPP RI untuk Kerajaan Arab Saudi dalam acara Haul ke-27KH Ali Maksum Krapyak, Bantul, Yogyakarta, Rabu malam (17/2).

Ia mengaku pada usia empat tahun diajak ibunya yang bernama Siti Hidayah ke sebuah pesantren di Lasem. “Di sana saya disowankan kepada seorang kiai yang di kemudian hari saya ketahui bernama KH Maksum Lasem, ayah dari KH Ali Maksum. Jadi, saya tahu betul keluarga Lasem, ” ujar Agus Maftuh.

PKB Kab Tegal

Kiai Ali yang pernah menjabat Rais Aam PBNU, lanjutnya, adalah anak Kiai Maksum yang paling ganteng, dan memiliki kedalaman ilmu yang tinggi.

PKB Kab Tegal

“Kiai Ali Maksum itu orang yang alim, seorang ulama besar, meskipun telah wafat, sejatinya ia tidak pernah wafat. Itulah bedanya orang yang berilmu dengan orang yang tidak berilmu,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Agus Maftuh juga mengungkap rencana yang ia sebut sebagai konspirasi besar antara Kiai Munawwir dan Kiai Maksum Lasem.

“Jadi, Kiai Munawwir itu sadar kalau Pesantren Krapyak butuh seorang jago yang merupakan bibit unggul. Artinya bukan sembarang orang,” ungkapnya.

Kemudian Kiai Munawwir memilih Kiai Ali Maksum yang waktu itu masih muda dan terkenal alim.

Pada awalnya, Kiai Maksum keberatan, karena ia juga butuh Kiai Ali untuk membesarkan Pondok Pesantren miliknya. Akan tetapi, akhirnya Kiai Maksum merelakan Kiai Ali untuk ke Krapyak dengan satu syarat.

“Kiai Maksum merelakan Kiai Ali Maksum diboyong ke Krapyak dengan satu syarat. Syaratnya, jangan diungkit-ungkit,” tandas Agus Maftuh. (Nur Rokhim/Abdullah Alawi)

? ? ?

? ? ?

? ? ?

Dari Nu Online: nu.or.id

PKB Kab Tegal Syariah, Ulama PKB Kab Tegal

Badal Haji Dibutuhkan Calon Jemaah Uzur

Jakarta, PKB Kab Tegal. Rais Syuriyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Saifuddin Amsir menyatakan haji diwajibkan bagi setiap muslim yang mampu mengadakan perjalanan ke tanah suci. Perintah itu ditemukan di dalam Al-Quran.

Badal Haji Dibutuhkan Calon Jemaah Uzur (Sumber Gambar : Nu Online)
Badal Haji Dibutuhkan Calon Jemaah Uzur (Sumber Gambar : Nu Online)

Badal Haji Dibutuhkan Calon Jemaah Uzur

Perihal kemampuan menurut keterangan ulama, sambung KH Saifuddin Amsir, meliputi kemampuan keuangan dan keamanan. Meskipun kondisi fisik yang terbatas dan terkendala usia, mereka yang mampu tetap wajib melaksanakan haji.

“Mereka yang uzur secara usia bisa menggunakan badal haji,” kata KH Saifuddin Amsir kepada PKB Kab Tegal di kediamannya di bilangan Cipinang Melayu, Kecamatan Makassar, Jakarta Timur, Rabu (11/9) malam.

PKB Kab Tegal

Mereka yang memiliki kemampuan finansial tetapi telah memasuki usia senja dengan keterbatasan fisik, dapat menggunakan badal haji. Selain mereka, badal haji juga bisa digunakan oleh mereka yang memiliki uzur syar‘i seperti sakit, lumpuh, atau uzur lainnya, tambah KH Saifuddin Amsir.

PKB Kab Tegal

Badal haji, lanjut KH Saifuddin, merujuk pada praktik pengupahan tenaga seseorang untuk melaksanakan rukun dan wajib haji seseorang yang mempunyai uzur.

Untuk mereka yang uzur, agama memberikan keringanan melalui badal. Seandainya  memaksakan diri, mudharat yang tidak dikehendaki akan terjadi, tutup KH Saifuddin saat ditemui di rumahnya seusai pulang mengajar di salah satu majelis taklim.

Penulis: Alhafiz Kurniawan

Dari Nu Online: nu.or.id

PKB Kab Tegal Kajian, Santri, Quote PKB Kab Tegal

Katakan Tidak pada Selfie Selama Berhaji

Jakarta, PKB Kab Tegal. Mereka membuat video rekaman sendiri saat berjalan di sekitar Kabah, mencium hajar aswat, bertengger dekat dengan gunung Safa Marwa, atau berdiri di dekat kubah hijau masjid Nabi. 

Demam selfie telah menjangkiti para peziarah di Dua Masjid Suci dalam beberapa hari terakhir, banyak yang kecewa dan jamaah lain menyebutnya sebagai ‘perilaku turis, seperti dilaporkan oleh arab news. 

Katakan Tidak pada Selfie Selama Berhaji (Sumber Gambar : Nu Online)
Katakan Tidak pada Selfie Selama Berhaji (Sumber Gambar : Nu Online)

Katakan Tidak pada Selfie Selama Berhaji

"Di Madinah, aku melihat sebuah keluarga menghadap matahari, mengangkat tangan mereka seolah-olah mereka sedang berdoa. Aku tidak tahu apa yang sebenarnya mereka lakukan. Tapi kemudian aku melihat seseorang di depan mereka mengambil gambar mereka," kata Zahra Mohammad, 27, seorang guru Agama Islam di Riyadh. 

PKB Kab Tegal

"Saya telah melihat peziarah di Masjidil Haram melakukan selfi dengan Kabah sebagai latar belakang dan kemudian diposting di Facebook, membuatnya menjadi acara media sosial dan merusak tindakan ibadah dengan rendah hati," tambahnya. 

Dorongan untuk mendokumentasikan setiap gerakan mereka di masjid-masjid suci Makkah dan Madinah, dan berbagi momen berharga dengan teman dan keluarga di media sosial telah meningkatkan penggunaan ponsel mereka di masjid-masjid suci daripada yang seharusnya digunakan.

Banyak yang percaya perilaku tersebut dapat menjadi penangkal untuk mencapai kerendahan hati dan ketenangan saat melakukan ibadah, terutama selama perjalanan Haji yang diwajibkan sekali dalam seumur hidup. 

PKB Kab Tegal

Ledakan tiba-tiba selfie dan pemotretan di masjid-masjid suci sebagian dapat disalahkan pada peningkatan penjualan dan penggunaan smartphone. 

Sampai beberapa tahun yang lalu, ponsel berkamera dilarang dibawa dalam masjid suci, meskipun beberapa peziarah berhasil menyelinapkannya. 

Namun, pihak berwenang tampaknya telah mengendorkan aturan ini karena tidak jarang melihat peziarah berpose dengan Kabah dan mengambil foto dengan senang hati, meskipun penjaga di pintu masuk masjid dilaporkan melarang orang membawa kamera profesional masuk. 

"Aku sedang sholat Jum’at di Masjidil Haram tapi beberapa orang terus datang di depan saya untuk merekam khotbah dengan kamera mereka. Apakah bisa khusu’ dalam situasi seperti ini," kata Ahmad, seorang expat yang berbasis di Jeddah melakukan haji tahun ini. 

"Jumlah orang yang pernah kulihat dengan kamera di dalam Haram mungkin ribuan selama umrah tahun lalu, dan begitu banyak orang memiliki ponsel kamera, itu adalah endemi yang tidak mudah dihentikan," tambahnya. 

Dia menunjukkan bahwa operator tur haji harus menginformasikan anggota kelompok mereka terhadap penggunaan kamera yang berlebihan agar tidak mengganggu diri sendiri dan orang lain dari tujuan utama untuk mencapai haji mabrur. (mukafi niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKB Kab Tegal Sejarah, Nasional PKB Kab Tegal

GP Ansor Pamekasan Instruksikan Kader Jaga Muru‘ah Kiai

Pamekasan, PKB Kab Tegal - Seiring kian pesatnya perkembangan teknologi informasi, marwah kiai saat ini sedang dipertaruhkan. Beberapa kelompok intoleran makin gencar melancarkan serangan berbau ujaran kebencian terhadap kiai yang dikenal penebar kasih sayang dalam berdakwah.

Demikian penegasan Ketua GP Ansor Pamekasan Fathorrahman saat memberi sambutan dalam pelantikan Pimpinan Anak Cabang GP Ansor Pakong di Yayasan At-Taqwa Pakong, Sabtu (17/12).

GP Ansor Pamekasan Instruksikan Kader Jaga Muru‘ah Kiai (Sumber Gambar : Nu Online)
GP Ansor Pamekasan Instruksikan Kader Jaga Muru‘ah Kiai (Sumber Gambar : Nu Online)

GP Ansor Pamekasan Instruksikan Kader Jaga Muru‘ah Kiai

Atas kondisi ini Dosen Universitas Madura tersebut menginstruksikan kepada segenap kader GP Ansor untuk menjadi garda terdepan dalam menjaga maru‘ah para kiai.

"Hidupkanlah militansi sebagai kader Ansor. Jangan sekali-kali mencaci kiai dan guru kita," tegasnya yang disimak oleh sesepuh NU Pakong, Muslimat NU Pakong beserta badan otonom seperti Fatayat, IPNU, dan IPPNU.

PKB Kab Tegal

Manakala ada pemikiran kiai yang kurang ditangkap akal pikiran para pemuda yang tergabung GP Ansor, Fathorrahman menekankan agar tidak langsung mengumpatnya. Tapi, harus lewat jalan tabayun dan atau tukar pendapat secara sopan santun.

PKB Kab Tegal

"Kader GP Ansor dididik untuk tegas dan santun dalam menyikapi perbedaan, tidak menggunakan kekerasan fisik maupun lisan," tegasnya.

Dalam kesempatan itu, Fathorrahman mengimbau kepada para pengurus GP Ansor Pakong yang baru dilantik untuk konsentrasi dalam memaksimalkan kaderisasi formal semacam Pelatihan Kepemimpinan Dasar (PKD) dan Diklatsar. Lebih dari itu, pimpinan ranting juga harus segera dibentuk.

"Jangan sungkan-sungkan silaturrahim ke para senior NU dan para kiai NU. Mintalah arahan dan konfirmasikan ke beliau-beliau tiap kali hendak mengadakan kegiatan. Sebab, GP Ansor adalah badan otonom NU," tukasnya. (Hairul Anam/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKB Kab Tegal Ulama, Hikmah, News PKB Kab Tegal

Di SMP Ini, Tes Keagamaan Jadi Syarat Pengambilan Ijazah

Jombang, PKB Kab Tegal

Siswa SMP Terpadu Tarbiyatun Nasyiin (SMPTTN) Paculgowang Diwek Jombang menerapkan program Practice Final Exam yang merupakan ujian khusus siswa kelas IX. Ia menjadi syarat standar utama kelulusan di sekolah setempat.

“Meskipun siswa dinyatakan lulus dalam ujian sekolah namun belum mengikuti Practice Final Exam, maka ijazah akan ditahan sampai siswa tersebut memenuhi syarat–syarat yang ditetapkan oleh SMPTTN,” ujar Kepala Sekolah SMPTTN, Abdullah Rosyad.

Di SMP Ini, Tes Keagamaan Jadi Syarat Pengambilan Ijazah (Sumber Gambar : Nu Online)
Di SMP Ini, Tes Keagamaan Jadi Syarat Pengambilan Ijazah (Sumber Gambar : Nu Online)

Di SMP Ini, Tes Keagamaan Jadi Syarat Pengambilan Ijazah

Rosyad menambahkan, Practice Final Exam adalah ujian terakhir untuk kelas IX sebagai syarat siswa? menerima ijazah dari SMP. Sebelumnya, diselenggarakan kegiatan panjang selama satu bulan. Beberapa materi yang diujikan di antaranya, hafalan-hafalan surat pendek, dan praktik ubudiyah sehari-hari seperti wudlu, shalat jenazah, izalatunnajaiz (menyucikan najis), tahlil, dan lain-lain. Kegiatan ini sudah ditempuh dari kelas VII-VIII.

PKB Kab Tegal

Saat Practice Final Exam siswa diberi pertanyaan satu persatu oleh penguji. Uniknya, penguji tidak hanya dari guru. Wali murid pun bisa mengajukan pertanyaan. Hal ini sebagaimana tampak pada Practice Final Exam, Sabtu (30/4).

PKB Kab Tegal

“Penguji nantinya bukan hanya dari dalam sekolah sendiri, namun dari luar juga. Hal ini sebagai ukuran agar ujiannya objektif dan proses pemilihan materinya dengan cara diundi,” ungkapnya.

Saat ujian, peserta ujian akan mengambil undian yang berisi nama surat-surat pendek di dalam juz amma. Dari undian tersebut, penguji akan membaca nama surat tersebut selanjutnya akan dibaca oleh peserta ujian. Dan peserta ujian juga mendapat pertanyaan berupa tajwid serta meneruskan ayat yang terpotong atau bisa dikatakan sambung ayat. ?

Melalui ujian ini, lanjut Rosyad, diharapkan siswa yang lulus dari SMPT TN mempunyai pemahaman ubudiyah yang mendasar sebagai bekal di masyarakat dan tercapai visi SMPT TN yakni siswa menjadi insan berilmu, sopan dan berakhlakul karimah. (Bararatul Bariroh/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKB Kab Tegal Tokoh, Anti Hoax, Quote PKB Kab Tegal

PCNU Kabupaten Sekadau Tunggui Pengkaderan Banser dan Ansor

Sekadau, PKB Kab Tegal - GP Ansor Sekadau merekrut 65 kader baru pemuda dan pemudi NU di Kantor Koramil Kecamatan Belitang, Kabupaten Sekadau. Selama Senin-Jumat (26-30/12), puluhan peserta? dilatih dan dididik dengan sejumlah materi maupu secara fisik agar mampu menjalankan dan mengawal visi dan misi GP Ansor.

"Ini adalah putaran kelima pengkaderan di Kalimantan Barat. Sebelumnya sudah di Mempawah, Sanggau, Kapuas Hulu dan Sekadau. Kami berusaha untuk terus mencetak kader muda NU yang merata di seluruh propinsi. Dengan demikian syiar terus dilakukan, salah satunya sistim pengkaderan berjenjang," ungkap Kasatkorwil Banser Kalbar Tohidin.

PCNU Kabupaten Sekadau Tunggui Pengkaderan Banser dan Ansor (Sumber Gambar : Nu Online)
PCNU Kabupaten Sekadau Tunggui Pengkaderan Banser dan Ansor (Sumber Gambar : Nu Online)

PCNU Kabupaten Sekadau Tunggui Pengkaderan Banser dan Ansor

Tohidin mengapresiasi dukungan PCNU Sekadau atas pelbagai kegiatan banom-banom NU. Tampak Ketua PCNU Kiai Nur Sholeh di lokasi kegiatan. Kiai Nur menunggui langsung berlangsungnya pendidikan.

"Kami ingin agar proses kaderisasi berjalan baik dan berkualitas sehingga tiap kegiatan minimal harus ada yang menunggu. Hal ini juga untuk melihat dan mendengar langsung apa yang dibutuhkan dalam pengkaderan kader. Ini juga bagian untuk meminimalisir kendala yang mungkin timbul sebelum dan sesudah kegiatan," kata Kiai Nur.

PKB Kab Tegal

Ia menganjurkan kepada seluruh kader GP Ansor untuk saling membahu sesama nahdliyin. "Bagaimana kita akan menjadi uswatun hasanah kalau kita hanya berdiam diri? Jadi menurut saya, semua elemen yang ada di organisasi ini harus bahu-membahu mencetak kader yang militan tetapi tetap rendah hati dengan akhlaqul karimah," tambahnya. (Herry BH/Alhafiz K)

PKB Kab Tegal

Dari Nu Online: nu.or.id

PKB Kab Tegal Habib, Budaya PKB Kab Tegal

Muslimat NU Malaysia Tadarus Al-Quran Bersama dalam Jaringan

Kuala Lumpur, PKB Kab Tegal. Pelbagai profesi anggota Muslimat NU Malaysia yang tersebar di sejumlah tempat, tidak menghalangi mereka untuk tadarusan Al-Quran secara bersama-sama. Mereka memanfaatkan teknologi informasi untuk tadarus bersama. Sepanjang Ramadhan ini, mereka sudah mengkhatamkan empat kali Al-Quran.

Ketua Muslimat NU Malaysia Hj Mimin Mintarsih mengapresiasi semangat anggotanya dalam membaca Al-Quran di bulan Ramadhan secara bersama-sama. Menurutnya, empat kali khatam dengan tadarus bersama via online merupakan prestasi spektakuler.

Muslimat NU Malaysia Tadarus Al-Quran Bersama dalam Jaringan (Sumber Gambar : Nu Online)
Muslimat NU Malaysia Tadarus Al-Quran Bersama dalam Jaringan (Sumber Gambar : Nu Online)

Muslimat NU Malaysia Tadarus Al-Quran Bersama dalam Jaringan

“Prestasi ini bagi sebagian orang mungkin sederhana. Tetapi bagi ibu-ibu Muslimat NU yang sebagian besar berniaga di siang hari dan ternyata mampu bersama-sama mengkhatamkan empat kali, merupakan prestasi yang luar biasa,” kata Hj Mimin bersemangat, Kamis (9/7) petang.

PKB Kab Tegal

Menanggapi hal ini, Ketua PCINU Malaysia Marhadi Marzuki mengapresiasi terobosan cara tadarus Muslimat NU. Ia berharap prestasi khataman 4 kali itu dilanjutkan pada pemahaman dan pengamalan isi dari Al-Quran itu sendiri.

“Tuntutan memahami ini selaras dengan makna tadarus yang berakar kata dari darasa yadrusu yang berarti memahami, menghayati. Jadi, tidak hanya membaca,” pesan Marhadi memotivasi anggota Muslimat NU Malaysia.

PKB Kab Tegal

Pesan Marhadi dikemukakan pada acara santunan yatim dan dhu’afa yang diadakan Muslimat NU Malaysia. Menurut Marhadi, kegiatan santunan Muslimat NU ini merupakan salah satu bentuk pengamalan Al-Quran. (Aziz Ahmad/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKB Kab Tegal Olahraga PKB Kab Tegal