Rabu, 15 November 2017

Perangi Narkoba, Kepala Baanar Pamekasan Gerilya Nasional

Pamekasan, PKB Kab Tegal. Kepala Badan Ansor Anti Narkoba (Baanar) Kabupaten Pamekasan, Ra Hassan Al-Mandury, tampak kian getol dalam menabuh genderang perang melawan narkoba. Dia melakukan gerilya nasional ke kediaman Ainul Yaqin di Kelurahan Mangliawan, Kecamatan Wendit, Malang, Sabtu (31/12) lalu.

Pada malam pergantian tahun 2016 itu, Ra Hassan silaturrahim dengan Wakil Kepala Baanar Nasional/Deputi Bidang Oencegahan dan Pemberdayaan R Ainul Yaqin. Ra Hassan mendapat banyak pencerahan dari R Ainul Yaqin.

Perangi Narkoba, Kepala Baanar Pamekasan Gerilya Nasional (Sumber Gambar : Nu Online)
Perangi Narkoba, Kepala Baanar Pamekasan Gerilya Nasional (Sumber Gambar : Nu Online)

Perangi Narkoba, Kepala Baanar Pamekasan Gerilya Nasional

Dalam kesempatan itu, diketengahkan diskusi penting yang menghasilkan lima poin pembicaraan. Pertama, rencana rekonsolidasi Baanar se-Madura. ? Kedua, kasus unik Pilot Citilink dan tembakau Gorila, sebuah gejala merangsek-nya jenis jenis narkoba di kalangan kelas menengah yang perlu diwaspadai. ?

"Ketiga, leran serta Baanar di masyarakat harus diperkuat jejaring masyarakat dalam pencegahannya. Keempat, pemerintah daerah khususnya Pemkab Pamekasan harus total mengantisipasi dan mencegah virus bahaya penyalah gunaan narkoba," terang Ra Hassan.

PKB Kab Tegal

Terakhir, tambahnya, bersama ulama, tokoh masyarakat dan pemuda se-Pamekasan berkomitmen bersama perangi narkoba, sebagai bahaya Laten.?

"Mau tembakau Gorila, tembakau King Kong, apapun itu Baanar GP Ansor akan berada di depan menghadangnya. Pasar terbesar perdagangan narkoba itu Indonesia," R tegas Ainul Yaqin. (Hairul Anam/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKB Kab Tegal

PKB Kab Tegal Kajian, Warta, Daerah PKB Kab Tegal

Tolak Radikalisme Agama, PWNU NTT Perkuat Banom NU

Kupang, PKB Kab Tegal. Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Nusa Tenggara Timur (NTT) berupaya membendung berbagai isu yang dibangun kelompok radikal baik tingkat nasional maupun tingkat lokal. Upaya tersebut dilakukan PWNU dengan merencanakan pertemuan Banom NU.?

Tolak Radikalisme Agama, PWNU NTT Perkuat Banom NU (Sumber Gambar : Nu Online)
Tolak Radikalisme Agama, PWNU NTT Perkuat Banom NU (Sumber Gambar : Nu Online)

Tolak Radikalisme Agama, PWNU NTT Perkuat Banom NU

Ketua PWNU NTT Jamal Ahmad menilai upaya tersebut dilakukan agar Nahdliyin di NTT tidak resah dengan berbagai isu yang menyebar kemana-mana.

"Berbagai isu yang beredar patut kita redakan. Jangan sampai menyebar sampai ke akar rumput. Radikalisasi yang dibangun oleh kelompok jangan sampai melumpuhkan NKRI, " katanya di di sekkretariat PWNU NTT di Kupang, pada Sabtu (11/3).

Dikatakan Jamal, paham radikalisme yang mengatasnamakan agama membius dan menjebak pada orang atau kelompok yang dangkal akidahnya. Mereka melalui pencucian otak dan memasukkan doktrin-doktrin yang radikal kepada masayarakat awam.?

“Tindakan ini telah merusak nilai-nilai kemanusiaan dan persaudaraan, lebih khusus di wilayah kita yang Muslim minoritas,” katanya.?

PKB Kab Tegal

Untuk itu, demi mencegah kelompok radikal yang selalu mengatasnamakan agama, PWNU selalu menggelorakan tolak paham radikal berada di bumi Indonesia. Maka seluruh jajaran Banom NU akan diperkuat untuk membantu dan meneruskan berbagai informasi kepada kaum Nahdlyin ke bawah.

Pertemuan tersebut dihadiri Rais Syuriyah PWNU NTT KH Abdul Kadir Makarim, Sekreretaris PWNU NTT, pengurus harian dan Ketua PW GP Ansor NTT Abdul Muis. (Ajhar Jowe/Abdullah Alawi)

?

Dari Nu Online: nu.or.id

PKB Kab Tegal

PKB Kab Tegal Tegal, Kajian Islam PKB Kab Tegal

Selasa, 14 November 2017

Mainkan Angklung-Rebana Sampai ke Negeri China

Angklung dan Rebana, dua alat musik khas Indonesia yang sangat populer di tanah air ini akhir tahun kemarin mengalun di negeri China. Adalah pelajar yang tergabung dalam Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) Tiongkok cabang Nanchang yang mengenalkan dua alat musik tersebut ke masyarakat China, khususnya di kota Nanchang ibukota Provinsi Jiangxi.

Penampilan Angklung disuguhkan dalam pentas budaya akhir tahun program Pascasarjana Nanchang University. Acara yang diadakan pada (30/12) tersebut bertempat di ruang Music Hall Yuyong Guan Nanchang University yang dipadati sekitar 500 penonton.

Yang menarik, para penampil Angklung tersebut adalah 16 mahasiswi asli China yang memainkan instrumen musik My Heart Will Go On dengan iringan petikan gitar oleh Farkhandika Akbar mahasiswa program bahasa Mandarin Nanchang University dan ? Nurwidianto selaku konduktor.

Penampilan tersebut adalah yang kedua kalinya mereka setelah sebelumnya mereka tampil dalam pentas Indonesian Food Festival pertengahan November kemarin yang diadakan PPI Tiongkok Nanchang di Nanchang University.

Mainkan Angklung-Rebana Sampai ke Negeri China (Sumber Gambar : Nu Online)
Mainkan Angklung-Rebana Sampai ke Negeri China (Sumber Gambar : Nu Online)

Mainkan Angklung-Rebana Sampai ke Negeri China

Alat musik Angklung yang didapat dari bantuan KBRI Beijing tersebut, diajarkan tiap akhir pekan selama dua bulan kepada puluhan mahasiswa-mahasiswi Nanchang University yang asli China di bawah bimbingan Nurwidianto, mahasiswa asal Kendal Jawa Tengah yang mengambil S2 jurusan Aplikasi Matematika Nanchang University.

“Kita sangat bangga bisa mengenalkan budaya Indonesia kepada masyarakat China, apalagi dalam hal ini Angklung adalah bagian dari salah satu warisan budaya Indonesia yang diakui Unesco, mereka sangat interest terhadap budaya Indonesia,” ujar Nurwidianto yang juga Wakil Ketua PPI Tiongkok Cabang Nanchang.

PKB Kab Tegal

Nurwidianto yang akrab disapa Widi menambahkan, yang makin membanggakan lagi ketika penampilan usai, aplaus dan apresiasi ratusan penonton luar biasa hingga acara usai pun banyak yang meminta foto bersama dengan alat tersebut, mereka sangat penasaran karena alunan suara dari bambu itu bisa dimainkan begitu harmonis.

Rebana

PKB Kab Tegal

Selain mengenalkan Angklung, PPI Tiongkok cabang Nanchang juga mengenalkan alat musik Terbang Rebana, mereka sudah tampil dalam empat pementasan yang berbeda selama November-Desember kemarin, mulai dari ajang Indonesian Food Festival, Foreign-Chinese Student Exchange, pentas Pertukaran Budaya Nanchang University Student Union dan terakhir adalah di pentas akhir tahun yang diselenggarakan oleh Foreign Affair Office Nanchang City Government.

Satu set alat Rebana yang dimainkan oleh 20 mahasiswa Indonesia di Nanchang University tersebut adalah bantuan dari Bupati Demak Jawa Tengah dan beberapa Tokoh di Semarang. Mereka berlatih bersama yang di koordinir oleh Nurwidianto dan membawakan lagu Obat Hati dalam versi bahasa Jawa dan Indonesia, Ya Nabi Salaam dan Hamawi Ya Mismis.

“Sebagai bagian dari program pengenalan budaya Indonesia kepada publik China oleh PPI Tiongkok Cabang Nanchang dan sepanjang yang saya tahu, Rebana ini mungkin yang pertama kali dimainkan di daratan China.” ujar Ahmad Syaifuddin Zuhri selaku Wakil Ketua Umum PPI Tiongkok Pusat.

Apresiasi masyarakat China terhadap budaya Indonesia begitu tinggi, tak heran ketika berita ini ditulis, Tim Rebana mahasiswa Indonesia di Nanchang University tersebut baru saja mendapat konfirmasi undangan untuk pentas tanggal 22 Januari besok dari beberapa komunitas masyarakat kota Nanchang.

Apa yang dilakukan oleh para mahasiswa Indonesia di China tersebut semakin menguatkan peran people-to-people contact antara Indonesia dengan China dan semakin menambah daftar Tapak Kaki Budaya (Foot Print) Indonesia di China.

?

Ahmad Syaifuddin Zuhri

Mahasiswa S2 Jurusan Hubungan Internasional Nanchang University dan Wakil Ketua Umum Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) Tiongkok 2013-2014

Dari Nu Online: nu.or.id

PKB Kab Tegal Nahdlatul, Tegal, Hikmah PKB Kab Tegal

Bantuan Produktif LAZISNU Juga Hadir di Kota Depok

Depok, PKB Kab Tegal. Lembaga Amil Zakat Infaq dan Shadaqah Nahdlatul Ulama (LAZISNU) kembali menyalurkan bantuan produktif. Kali ini giliran para pengusaha mikro yang tergabung kedalam pengajian-pengajian yang di Kota Depok, Jawa Barat. Sebanyak 20 orang yang sebagian besar adalah pedagang mendapatkan tambahan modal usaha.

Bantuan Produktif LAZISNU Juga Hadir di Kota Depok (Sumber Gambar : Nu Online)
Bantuan Produktif LAZISNU Juga Hadir di Kota Depok (Sumber Gambar : Nu Online)

Bantuan Produktif LAZISNU Juga Hadir di Kota Depok

Hal ini menjadi bagian dari program pemberdayaan ekonomi mikro LAZISNU bernama “NUPreneur”. Ketua Pengurus Cabang NU (PCNU) Depok H Raden Salamun Adiningrat mengatakan, saat ini di kota-kota besar ada kecenderungan NU semakin terlupakan, hal ini seiring dengan menjamurnya organisas-organisasi Islam di masyarakat.

Sementara itu, lanjutnya, problem masyarakat yang semakin kompleks perlu segera dijawab, termasuk di sektor perekonomian. Oleh karena itu, kata Salamun, peran LAZISNU melalui program tersebut merupakan bukti keberpihakan NU kepada pembangunan ekonomi rakyat. Dengan program NUPreneur, diharapkan akan semakin mengokohkan kembali peran NU di masyarakat.

PKB Kab Tegal

Bantuan tersebut diserahkan melalui Koperasi Syirkah Bangun Persada pada 26 Maret kemarin. Mujahid, mewakili Koperasi Syirkah Bangun Persada, menyampaikan terima kasih atas kepercayaan LAZISNU kepada pihaknya.

PKB Kab Tegal

Mujahid juga berpesan agar para penerima bantuan (mustahiq) memegang amanah bahwa dana untuk modal usaha mereka dan bukan untuk keperluan yang tidak produktif. Dengan demikian maka diharapkan usaha para mustahiq semakin maju. Semakin tinggi tingkat produktivitas, semakin besar pula peluang pengentasan kemiskinan itu dapat terwujud.

“Sebetulnya bisa saja zakat itu hanya diberikan begitu saja kepada para mustahiq toh itu merupakan hak mereka juga, namun jika demikian maka tentu ada kecenderungan para penerima menganggap zakat tersebut hanya sebatas karitas (pemberian) semata dan tujuan pemberdayaan tentu tidak akan tercapai,” katanya.

Dengan program bantuan produktif melalui koperasi, maka penyalurannya akan semakin sistematis. Penyaluran dana zakat itu oleh koperasi dibuat skema menjadi produk Qordhul Hasan, yaitu produk pembiayaan kebajikan dalam bentuk modal usaha. Para penerima akan mengembalikan dana tersebut tanpa adanya tambahan (ziyadah/bunga/bagi hasil) sedikit pun. Hanya saja disarankan adanya infaq. Dana itupun dapat dipinjam kembali oleh penerima yang sama, atau penerima yang lain yang tentunya yang masuk kategori mustahiq zakat.

Sementara itu bagi koperasi syariah, masuknya dana zakat, infaq, shadaqah, dan wakaf tidak dapat diakui sebagai pendapatan koperasi. Pengelolaannya pun harus terpisah dengan dana komersial lainnya. Saat ini koperasi memiliki karyawan yang semuanya adalah lulusan STAINU, ditambah dua orang mahasiswa Perbankan Syariah STAINU yang sedang Praktik Kerja Lapangan. (Red: Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKB Kab Tegal Ahlussunnah PKB Kab Tegal

Gus Dur: Saya Ikut Mbah Hasyim

Jakarta, PKB Kab Tegal. Dalam jangka panjang, yang menjadi penentu dalam berbagai hal dalam kehidupan bermasyarakat adalah masyarakat itu sendiri, bukan pemimpin keagamaan. Karena itu, pilihan negara Islam menjadi sangat tidak tepat.

“Bukan lagi kiai yang menentukan. Karena itu, almarhum Rais Akbar Nahdlatul Ulama KH. Hasyim Asy’ary dan KH. Wahid Hasyim itu berfikir ya sudah negara ini jangan dijadikan negara Islam,” kata mantan ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH. Abdurrahman Wahid (Gus Dur) di depan para puluhan peserta pengajian Ramadhan di Pesantren Ciganjur, Jakarta (1/10).

Gus Dur: Saya Ikut Mbah Hasyim (Sumber Gambar : Nu Online)
Gus Dur: Saya Ikut Mbah Hasyim (Sumber Gambar : Nu Online)

Gus Dur: Saya Ikut Mbah Hasyim

Kenapa kita menjadi negara Pancasila? Menurut Gus Dur, dalam masa depan pluralitas itu sangat penting dan tidak bisa dipisahkan dari kehidupan umat manusia yang beragama. Islam sendiri tidak memungkiri adanya pluralitas itu.

“Maka mau tidak mau jangan negara Islam. Kalau saya sih ikut Mbah Hasyim saja (KH. Hasyim Asy’ary: Red), karena kenyataannya memang begitu,” kata Gus Dur.

Konsekuensi dari negara Pancasila adalah adanya pemisahan yang tegas antara agama dan negara. “Karena itu undang undang seperti Anti Pornografi dan Pornoaksi (APP) harus dihindarkan, nah karena itu berarti UU berarti pemerintah campatr tangan,” kata Gus Dur yang sejak awal berbeda dengan PBNU dalam soal APP.

Dalam negara Pancasila, dikatakan Gus Dur, pemerintah tidak dapat menentukan apakah sebuah intitusi dalam masyarakat telah mengganggu ketentraman umum atau tidak. Gus Dur mencontohkan, pemerintah yang diwakili oleh pihak kepolisian sempat berencana menutup pesantren Nguki Solo yang dipimpin oleh Ustadz Ba’asyir karena dinilai meresahkan masyarakat dan diklam sebagai sarang penggemblengan para teroris.

PKB Kab Tegal

“Waktu itu hanya saya yang berani membantah. Saya katakan, bahwa negara tidak punya urusan untuk menutup pesantren. Masyarakat yang berhak menutup, bukan kepolisian. Apalagi kepolisian kan hanya menjalankan perintah saja, tidak berhak menentukan apakah melanggar kepentingan umum atau tidak,” kata Gus Dur. (nam)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKB Kab Tegal

PKB Kab Tegal Cerita, Tegal, Humor Islam PKB Kab Tegal

Kisah Nyata Ucapan Ibu Berbuah Petaka untuk Anaknya

Alkisah seorang anak hidup dalam kederhanaan. Sebut saja ia dalam kisah nyata ini dengan inisial H. Ibunya pergi merantau dan dia tinggal bersama neneknya. Setiap bulan ibunya pulang untuk sekadar silaturahmi pada orang tuanya yang masih hidup dan bertemu anaknya. Selama ini saya pun juga tidak tau apa pekerjaan asli sang ibu itu.

Suatu ketika tepatnya di bulan puasa Ramadhan, sang ibu itu pulang ke kampung halaman untuk berkumpul bersama keluarga. Seperti biasa adat anak-anak Jawa, setiap bulan puasa tak lepas dari petasan yang menjadi mainan mereka. Banyak anak-anak yang main petasan di pinggir jalan, di depan rumah orang, tanpa berpikir apakah yang mereka lakukan mengganggu orang lain atau tidak. Yang namanya anak-anak, sudah diberi tahu beberapa kali pun seakan tak dihiraukan.

Kisah Nyata Ucapan Ibu Berbuah Petaka untuk Anaknya (Sumber Gambar : Nu Online)
Kisah Nyata Ucapan Ibu Berbuah Petaka untuk Anaknya (Sumber Gambar : Nu Online)

Kisah Nyata Ucapan Ibu Berbuah Petaka untuk Anaknya

Tepatnya di depan rumahku kejadian ini berawal. Setelah shalat tarawih banyak anak yang bermain di depan rumah termasuk si H. Kebetulan hari-hari itu kakekku sedang sakit. Kebetulan malam itu ibu si H sedang ada di dalam rumahku berniat menjenguk kakekku. “Anak-anak, kalian jangan sampai main petasan di depan rumah ini, ya! Kakek lagi sakit” teriak ibu H sambil keluar di depan rumah. Setelah itu si ibu pun masuk lagi ke rumah dan kembali ke kamar kakek.

Tak lama kemudian, “Daaaaaaaarrrrr....” suara petasan meletus hingga membuat yang di dalam rumah kaget. Bergegaslah ibunda H tadi keluar.

PKB Kab Tegal

PKB Kab Tegal

“Siapa yang mainan petasan barusan” teriak ibu itu dengan muka merah.

“H, Bu” sahut salah satu anak yang di depan tadi.

Seketika ibu itu juga teriak pada anaknya. Ucapan yang bernada marah terucap, “Ingat, Nak, kamu diatur sulit. Ingat ya, kamu tidak pernah akan bahagia selamanya karena kamu sulit diatur,” teriak ibu tadi pada anaknya.

Saat itu aku berada di rumah dan dengan jelas mendengar langsung “doa” sang ibu tadi pada H. Diriku merasa tercengang dengan perkataan ibu tadi. “Masyaallah, tega banget ibu tadi mendoakan anaknya sendiri seperti itu. Bukankah doa ibu pada anak itu mudah terkabul? Apalagi sang ibu dalam keadaan marah karena anaknya,” gumamku dalam hati. H memang tergolong anak yang lumayan nakal. Tapi menurutku justru nakal itu harus didoakan agar berubah dan nantinya menjadi baik.

Beberapa tahun kemudian...

Kehidupan H selama ini memang tergolong yang tidak beruntung. Dia pernah jadi buronan polisi karena kasus pencurian di Surabaya. Dalam hal pernikahan, ia gagal karena berakhir perceraian. Nikah lagi, dan menghamili mertuanya sendiri. Diusirlah ia oleh warga kampung istrinya karena dianggap mencemarkan nama baik. Dan yang terakhir yang saya tahu, H hampir dikeroyok pemuda kampungnya sendiri karena mencuri. Dan sekarang dia pun lontang-lantung di rumah seakan membawa beban berat jika dilihat raut mukanya.

Ya Allah, seketika jika melihat kehidupanya saya teringat ucapan ibundanya sewaktu dia kecil dulu. Ucapan sang ibu yang mendoakan anaknya tidak akan bahagia selamanya. “Apakah ini yang dinamakan doa ibu yang selalu terkabul,” pikirku.

Dengan kisah ini semoga kita menjadi orang tua yang lebih santun di setiap ucapan. Tidak gampang mendoakan dengan doa yang buruk. Jika anak kita nakal, hendakaknya malah kita doakan semoga diberi kesadaran hingga mendapat kebaikan. Karena ridha Allah tergantung dengan ridha orang tua juga.”

Menjadi orang tua memang sulit. Harus mengatur rumah tangga, juga mendidik anak-anak agar mempunyai akhlak baik. Bandelnya sang anak kadang memancing emosi mereka. Inilah gambaran orang tua. Tetapi, meskipun demikian hendaklah orang tua menjaga ucapan untuk anak-anak mereka. Sebandel dan senakal apapun anak jangan sampai orang tua terucap dari mulut suatu perkataan yang tidak baik pada anak apalagi mendoakan yang tidak baik. Na’udzubillah.

Ahmad Toha, pengajar; berdomisili di Trenggalek Jawa Timur

=====

PKB Kab Tegal mengajak kepada pembaca semua untuk berbagi kisah inspiratif penuh hikmah baik tentang cerita nyata diri sendiri atau pengalaman orang lain. Silakan kirim ke email: redaksi@nu.or.id

Dari Nu Online: nu.or.id

PKB Kab Tegal Kajian PKB Kab Tegal

Senin, 13 November 2017

Tata Cara Jama Shalat

Yang dimaksud dengan shalat jama’ ialah mengumpulkan dua shalat fardlu dikerjakan dalam satu waktu shalat. Shalat yang boleh dijama’ adalah shalat dhuhur dengan ashar dan magrib dengan isya’.Shalat jama’ ada 2 (dua) macam, pertama jama’ taqdim ialah melakukan shalat dhuhur dan ashar pada waktunya dhuhur atau melakukan shalat maghrib dan isya’ pada waktunya maghrib. Kedua, Jama’ ta’khir ialah melakukan shalat dhuhur dan ashar pada waktunya shalat ashar atau melakukan shalat maghrib dan isya’ pada waktunya shalat isya’.

Syarat-syarat jama’ taqdim ada 4 (empat): Pertama, tartib maksudnya mendahulukan shalat yng pertama dari pada yang kedua seperti mendahulukan shalat dhuhur dari pada ashar, atau mendahulukan maghrib dari pada isya’.

Kedua, niat jama’ dalam shalat yang pertama. Waktu niatnya adalah antara takbir dan salam, tapi yang sunat, niat bersamaan dengan takbiratul ihram. Niatnya shalat dhuhur dan ashar dengan jama’ taqdim:

Tata Cara Jama Shalat (Sumber Gambar : Nu Online)
Tata Cara Jama Shalat (Sumber Gambar : Nu Online)

Tata Cara Jama Shalat

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

? “Saya niat shalat fardlu dhuhur empat rekaat dijama’ bersama ashar dengan jama’ taqdim karena Allah Ta’ala”.

Niatnya shalat maghrib dan isya’ dengan jama’ taqdim:

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

PKB Kab Tegal

? “Saya niat shalat fardlu maghrib tiga rekaat dijama’ bersama isya’ dengan jama’ taqdim karena allah Ta’ala”.

Ketiga, Muwalat ( berurutan ) maksudnya antara dua shalat pisahnya tidak lama menurut uruf, jadi setelah dari shalat yang pertama harus segera takbiratul ihran untuk shalat yang kedua.

Keempat, Ketika mengerjakan shalat yang kedua masih tetap dalam perjalanan, meskipun perjalanan itu tidak harus mencapai masafatul qashr, sebagaimana shalat qashar? (lihat keterangan dalam rubrik syariah judul tuntunan mengqashar Shalat). Sebagaimana dalam matan gahayah wat taqrib:

PKB Kab Tegal

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?, ? ? ? ? ? ? ?

Boleh saja bagi musafir menjamak (mengumpulkan) antara shalat dzuhur dan ashar dalam waktu mana saja yang ia suka (diantara keduanya). Dan antara shalat maghrib dan isya di waktu mana saja yang ia suka. ?

Adapun syarat-syarat jama’ ta’khir ada dua, pertama, Niat jama’ ta’khir dilakukan dalam waktunya shalat yang pertama. Niatnya shalat dhuhur dan ashar dengan jama’ ta’khir :

? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

“Saya niat shalat fardlu maghrib empat rekaat dijama’ bersama ashar dengan jama, ta’khir karena Allah Ta’ala”.?

Niatnya shalat maghribi dan isya’ dengan jama’ ta’khir:

? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

? “Saya niat shalat fardlu maghrib tiga rekaat dijama’ bersama isya’ dengan jama’ ta’khir karena Allah Ta’ala”.

Dua, ketika mengerjakan shalat yang kedua masih tetap dalam perjalanan sebagaimana keterangan di atas. (Red. Ulil H)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKB Kab Tegal Nusantara, Makam PKB Kab Tegal