Senin, 13 November 2017

Hardiknas, PMII Soroti Diskriminasi Pendidikan

Sidoarjo, PKB Kab Tegal. Sejumlah aktivis Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) komisariat Universitas Sunan Giri (Unsuri) Waru Kecamatan Waru Kabupaten Sidoarjo memperingati Hari Pendidikan Nasional (Hardknas) dengan menggelar acara refleksi bertajuk "Stop diskriminasi pendidikan".

Hardiknas, PMII Soroti Diskriminasi Pendidikan (Sumber Gambar : Nu Online)
Hardiknas, PMII Soroti Diskriminasi Pendidikan (Sumber Gambar : Nu Online)

Hardiknas, PMII Soroti Diskriminasi Pendidikan

Kegiatan diadakan di Gedung C Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Unsuri dengan diikuti sekitar 37 kader dan anggota PMII Unsuri dari berbagai fakultas, Sabtu (2/5) malam.

Ketua komisariat PMII Unsuri Ainur Rahman menjelaskan, melalui refleksi ini pihaknya berupaya untuk mencari solusi dari ketimpangan pendidikan antara di perkotaan dengan pedesaan atau sekolah-sekolah yang berada di wilayah pinggiran Sidoarjo.

PKB Kab Tegal

"Karena selama ini bisa kita ketahui bersama kualitas dan fasilitas pendidikan antara di kota dengan di desa atau pinggiran itu tidak sama. Sehingga siswa-siswa berprestasi didomenasi oleh siswa/i yang berasal dari sekolah negeri maupun swasta yang ada di daerah perkotaan," urai Ketua komisariat PMII Unsuri Ainur Rahman.

Ia berharap kepada Dinas Pendidikan terutama di Sidoarjo untuk membangun kasadaran dan pemahaman terkait problematika ketimpangan pendidikan. Dari hasil refleksi itu nantinya ada beberapa rekomendasi yang akan dikirimkan kepada Dinas Pendidikan Sidoarjo. Adapun beberapa rekomendasi itu diantaranya :

PKB Kab Tegal

Pertama, pengembangan sekolah di kawasan pinggiran guna mewujudkan pendidikan yang bermutu tanpa diskriminasi; Kedua, meminta agar komisi D DPRD Sidoarjo yang membidangi Pendidikan lebih memasifkan? perannya dalam controling untuk mengantisipasi terjadinya KKN di tingkat sekolah; Ketiga, mengusulkan Pendidikan menjadi prioritas program kerja pemerintah daerah.

"Karena pendidikan ini merupakan jantung kemajuan dan perkembangan suatu daerah dalam segala sektor. Semoga rekomendasi itu nantinya bisa direalisasikan," harapnya. (Moh Kholidun/Anam)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKB Kab Tegal AlaNu PKB Kab Tegal

Minggu, 12 November 2017

IPNU-IPPNU Lamongan Persiapkan Kader NU Masa Depan

Lamongan, PKB Kab Tegal. Dalam rangka meningkatkan mutu kader-kader muda Nahdlatul Ulama, Pimpinan Cabang IPNU-IPPNU Kabupaten Lamongan menggelar Latihan Kader Utama (Lakut) yang merupakan jenjang pengkaderan tertinggi di tingkat cabang.

IPNU-IPPNU Lamongan Persiapkan Kader NU Masa Depan (Sumber Gambar : Nu Online)
IPNU-IPPNU Lamongan Persiapkan Kader NU Masa Depan (Sumber Gambar : Nu Online)

IPNU-IPPNU Lamongan Persiapkan Kader NU Masa Depan

?

Lakut berlangsung mulai tanggal 6-9 Oktober 2016 di TPQ Syech Maulana Ishaq Kemantren-Paciran-Lamongan yang diikuti oleh 50 orang kader pilihan dari PAC IPNU-IPPNU se-Kabupaten Lamongan dan beberapa kader yang didelegasikan oleh PC IPNU-IPPNU di Jawa Timur di antaranya Surabaya, Sumenep, Pamekasan, dan Tulungagung.

Pembukaan Lakut dihadiri dan dibuka langsung oleh jajaran PCNU Kabupaten Lamongan, yaitu Fauzi Ahmad (wakil Ketua), Imam Ghazali (sekretaris), Gus Syahrul (ketua RMI NU), dan Husen (ketua LP Ma’arif NU).?

Fauzi menyatakan bahwa IPNU-IPPNU adalah ujung tombak perjuangan Nahdlatul Ulama dengan karakter dan pemahaman yang tepat terhadap keadaan zaman. Kaderisasi adalah langkah kongkret dalam organisasi guna mewujudkan kader penerus yang kompeten, memiliki loyalitas, dan totalitas terhadap organisasi.

PKB Kab Tegal

“Terpimpin dan terkomando merupakan konsep yang diusung oleh PC IPNU IPPNU Kab. Lamongan dalam Lakut Angkatan II. Di mana kami berharap pasca kegiatan tersebut para kader mampu menjadi pelopor IPNU-IPPNU di wilayahnya masing-masing dan siap menghadapi segala macam bentuk fenomena di Indonesia,” tutur Muhlisin Ketua PC IPNU Kab. Lamongan.

Peserta begitu antusias dan bersemangat dalam menerima pemaparan dari para narasumber. Mereka dituntut aktif dan kritis terhadap seluruh materi yang disampaikan dengan pengaplikasian tindakan dalam realita.

PKB Kab Tegal

Ketua PC IPPNU Kab.Lamongan Alifa Puteri menjelaskan memperbaiki tatanan organisasi menjadi lebih baik dan benar merupakan modal untuk mengembangkan dan mencetak kader IPNU-IPPNU yang berdaya guna serta mengkader para pemimpin melalui kegiatan yang terarah dan terukur merupakan suatu kewajiban yang harus segera dilaksanakan.?

“Kami berharap dapat memberikan manfaat dan dampak positif bagi perkembangan kader di masa depan, senantiasa melestarikan tradisi dan nilai-nilai perjuangan para masyayikh terdahulu tanpa mengenal batas waktu,“ jelas Alifa Puteri. Red: Mukafi Niam

Dari Nu Online: nu.or.id

PKB Kab Tegal Lomba, Khutbah, Berita PKB Kab Tegal

Pelajar NU Makmurkan Kembali Gedung NU Kendaldoyong

Pemalang, PKB Kab Tegal - Kekompakan dan kebersamaan yang tergambar jelas oleh para keder pelajar NU Kendaldoyong saat membersihkan Gedung NU Desa Kendaldoyong Kecamatan Petarukan Kabupaten Pemalang, Selasa (7/3). Hiruk-pikuk lalu lintas kendaraan dan teriknya matahari tak menyurutkan semangat mereka dalam membersihkan gedung yang sempat lama tak terpakai.

Gedung NU di Desa Kendaldoyong ini dulunya digunakan sebagai koperasi atau BMT bagi masyarakat setempat. Tetapi berjalannya waktu koperasi ini mengalami kemunduran yang berbuntut pada tutupnya koperasi itu sendiri.

Pelajar NU Makmurkan Kembali Gedung NU Kendaldoyong (Sumber Gambar : Nu Online)
Pelajar NU Makmurkan Kembali Gedung NU Kendaldoyong (Sumber Gambar : Nu Online)

Pelajar NU Makmurkan Kembali Gedung NU Kendaldoyong

Karena lama tak terpakai, para pelajar NU berinisiatif untuk menghidupkan kembali dan merawat gedung itu. Mereka akan menjadikannya sebagai kesekretariatan mereka. Inisiatif mereka ditanggapi positif dari Ketua NU dan masyarakat sekitar.

PKB Kab Tegal

Ketua IPPNU Desa Kendaldoyong Nuraeni mengatakan, “Kegiatan semacam ini perlu dilakukan dan seharusnya dari pihak yang atas atau pihak NU dan banom-banom yang lain turut andil dalam kegiatan ini. Semoga langkah teman-teman ini bisa membuka mata masyarakat untuk membantu merawat gedung ini lagi.”

Kegiatan bersih-bersih gedung ini rencananya akan rutin dilakukan setiap dua pekan. “Karena jika bukan kita yang memulai siapa lagi. Semoga ini langkah kecil yang bisa membawa manfaat besar bagi masyarakat,” kata Ketua IPNU Kendaldoyong Fiki Amri. (Khoirul U/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKB Kab Tegal

PKB Kab Tegal Ubudiyah, Meme Islam PKB Kab Tegal

Mahasiswa Muslim Rusia Bantu Bencana

London, PKB Kab Tegal. Berbagai benncana yang menimpan Indonesia baik di Gunung Merapi, Wasior, maupun tsunami Mentawai menjadikan empati mahasiswa muslim berbagai negara di Rusia dan membantunya melalui "Gerakan 100 Rubel". Selain sholat ghaib di kampus Patric Lumumba (RUDN), Moskow, Rusia, mereka juga mengumpulkan uang.

"Bagi kami, bencana yang terjadi di Indonesia adalah bencana kita semua umat Islam di dunia. Untuk itu, kami berdoa bersama untuk saudara-saudara kita itu,"tutur mahasiswa kedokteran asal Komo Astrov, Afrika, Usman dan Ketua Persatuan Mahasiswa Indonesia di Rusia (PERMIRA), Khoirul Rosyadi, Senin (15/11).

Mahasiswa Muslim Rusia Bantu Bencana (Sumber Gambar : Nu Online)
Mahasiswa Muslim Rusia Bantu Bencana (Sumber Gambar : Nu Online)

Mahasiswa Muslim Rusia Bantu Bencana

Dalam sholat ghoib yang difasilitasi itu diikuti tidak kurang dari 20 mahasiswa asing yang ada di Rusia serta mahasiswa Indonesia yang ada di Rusia. "Sholat Ghaib ini adalah bentuk empati kami, bahwa Indonesia adalah saudara kami,”ujar mahasiswa S3 jurusan sejarah Patric Lumumba, asal Yaman, Muhammad Siyagi.

PKB Kab Tegal

Menurut Khoirul Rosyadi, Sholat Ghoib oleh mahasiswa asing yang ada di Rusia tersebut, merupakan salah satu acara rangkaian yang dikoordinir oleh PERMIRA untuk bencana yang terjadi di Indonesia.

PKB Kab Tegal

Selain sholat ghaib juga mengadakan acara penggalangan dana untuk korban bencana. Dalam acara Gerakan 100 Rubel untuk Indonesia itu, PERMIRA menggelar acara pentas amal seni oleh mahasiswa dan warga negara Indonesia yang ada di Rusia.

Sekretaris PERMIRA, Adniel Roemza, mengatakan, dalam acara gerakan 100 Rubel untuk Indonesia, dipentaskan, puisi, lagu, monolog, dan tari-tarian Indonesia oleh mahasiwa dan pelajar Indonesia yang ada di Rusia. Acara itu digelar di Kedubes RI.

Sementara itu, ketua Fungsi Pensosbud, KBRI Moskow, M Aji Surya, mengatakan, apa yang dilakukan PERMIRA merupakan bentuk dari kepedulian mahasiswa Indonesia yang ada di Rusia. "Semoga niat baik ini juga menghasilkan hal yang baik pula," katanya.

Sedangkan, Asep Indra Maulana, ketua pelaksana acara tersebut menjelaskan, acara Gerakan 100 Rubel untuk Indonesia ini, tidak saja diikuti oleh warga Indonesia yang ada di Rusia tetapi juga dari berbagai negara. Gerakan 100 Rubel untuk Indonesia ini dihadiri oleh masyarakat Indonesia yang ada di Rusia dan juga warga Rusia yang peduli bencana Indonesia.

Gerakan 100 Rubel untuk Indonesia itu akan berlangsung selama satu minggu.  Di hari pertama, Gerakan 100 rubel untuk Indonesia tersebut, terkumpul uang sebesar 30.350 rubel dan 155 Dolar Amerika. "Jumlah yang terkumpul itu, hanya di kota Moskow, Kota-kota yang lain belum terhitung,"demikian Adniel Roemza, sekretaris PERMIRA.(amf/ant)Dari Nu Online: nu.or.id

PKB Kab Tegal Olahraga, Bahtsul Masail, Kiai PKB Kab Tegal

IPNU-IPPNU Cikatomas Siap Kawal Generasi Muda

Tasikmalaya, PKB Kab Tegal



Pimpinan Anak Cabang Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Kecamatan Cikatomas,Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, resmi dilantik dan merekrut kader baru, Ahad, 28 Februari 2016, di Gedung Dakwah Islam (GDI) Kecamatan Cikatomas.

IPNU-IPPNU Cikatomas Siap Kawal Generasi Muda (Sumber Gambar : Nu Online)
IPNU-IPPNU Cikatomas Siap Kawal Generasi Muda (Sumber Gambar : Nu Online)

IPNU-IPPNU Cikatomas Siap Kawal Generasi Muda

Pelantikan ini dihadiri oleh segenap pengurus Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Kecamatan Cikatomas dan kader-kader di komisariat dan ranting se-Kecamatan Cikatomas dan akan dilanjutkan dengan perekrutan kader baru, yaitu Makesta (Masa Kesetiaan Anggota) Raya se-Kecamatan Cikatomas.

Ketua PAC IPNU Kecamatan Cikatomas, Riandi menuturkan bahwa PAC Kecamatan Cikatomas dua tahun ke depan bertekad membawa pelajar Cikatomas lebih maju dan melahirkan generasi muda yang berkualitas.

Ia juga berusaha dengan dorongan dari para dewan pembina dan MWCNU setempat untuk memasukan pelajaran Aswaja Annahdliyyah sebagai salahsatu kurikulum di seluruh sekolah se kecamatan cikatomas.

PKB Kab Tegal

Adapun Ketua Dewan Pembina PAC IPNU Kecamatan Cikatomas Lukmanul Hakim sangat berharap PAC IPNU Cikatomas terus maju dan berjuang mengawal pelajar untuk menjadi kader benteng ulama dan ideologi Aswaja an-Nahdliyyah di masa depan.

Koordinator Kaderisasi PW IPNU Jawa Barat itu juga menegaskan bahwa IPNU harus bekerja sama dengan NU dan badan otonom NU setempat untuk bisa memasukan ke-Aswaja-an sebagai kurikulum di seluruh sekolah di Cikatomas. (Husni Mubarok/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKB Kab Tegal

PKB Kab Tegal Doa PKB Kab Tegal

Gus Sholah Berikan Tausiyah di Maroko

Kenitra, PKB Kab Tegal. Dalam rangka kunjungan muhibah, segenap rombongan KH Sholahudin Wahid ? yang tiba di Maroko pada hari Jumat (5/4) langsung disambut hangat oleh Duta Besar Republik Indonesia Untuk ? Kerajaan Maroko H. Tosari Widjaja dan sebagian besar mahasiswa Indonesia yang sedang belajar di Maroko.

Dalam acara penyambutan ini juga diisi dengan acara diskusi atau tausiyah bersama KH Sholahudin Wahid pengasuh pondok pesantren Tebuireng yang bertempat di Wisma Duta Indonesia.?

Gus Sholah Berikan Tausiyah di Maroko (Sumber Gambar : Nu Online)
Gus Sholah Berikan Tausiyah di Maroko (Sumber Gambar : Nu Online)

Gus Sholah Berikan Tausiyah di Maroko

Sebelum acara dibuka H. Husnul Amal selaku sekretaris pribadi Dubes RI H. Tosari Widjaja sekaligus pembawa acara menyampaikan bahwa kunjungan rombongan Gus Sholah (panggilan akrab KH Sholahudin Wahid ) tidak bisa lepas dari peran almarhumah Mahsusoh Ujiati istri Dubes H. Tosari Widjaja yang semasa hidupnya pernah meminta Gus Sholah untuk berkunjung ke Maroko, hanya saja baru saat ini Gus Sholah baru bisa meluangkan waktunya.

PKB Kab Tegal

Dubes RI Untuk Kerajaan Maroko H. Tosari Widjaja dalam sambutannya berharap semoga kedatangan rombongan ini mampu memperkuat hubungan kerjasama antara Indonesia dan Maroko khususnya dalam pendidikan Islam.?

Di dalam tausiyahnya Gus Sholah banyak sekali memberikan motifasi kepada para mahasiswa yang tergabung dalam organisasi Perhimpunan Pelajar Indoensia (PPI) Maroko agar bisa memanfaatkan waktunya sebaik mungkin serta belajar untuk berfikir secara luas. Agar cakrawala berfikir mahasiswa tidak jumud.?

PKB Kab Tegal

Di sisi lain Gus Sholah juga berbicara mengenai keadaan yang sedang terjadi di Indonesia, mulai dari ? kemasyarakatan, keekonomian, kepemerintahan, dan yang sangat menarik adalah ketika beliau berbicara mengenai pendidikan yang ada di Indonesia.

"Penyebab ? dari kemunduran pendidikan yang ada di indonesia ? dikarenakan oleh pihak pengajar yang tidak memahami konsep pendidikan secara benar, karena makna pendidikan yang sebenarnya adalah transfer of knowledge yang di bungkus dengan nilai-nilai sopan santun bukan hanya menyalurkan ilmu saja lalu lepas tangan."

Gus Sholah juga berpendapat bahwa ada tiga factor yang harus diperhatikan dalam metode pendidikan. Yang pertama guru menguasai dan benar-benar mendalami materi, yang ke dua guru sudah pernah mendapatkan pelatihan pengajaran dan yang ke tiga guru harus mampu memilki akhlak yang baik dan harus di salurkan ke siswa didik.

Ia juga menambahkan bahwa masyarakat muslim di Indonesia, khususnya para santri, jangan pernah mendikotomikan antara ilmu agama dan ilmu umum.?

“Jangan ? pernah mengatakan bahwa ilmu agama adalah ilmu ukhrowi dan ilmu umum adalah ilmu duniawi, karena semuanya adalah sama dan wajib untuk dipelajari, semisal ketika ilmu umum ? di orientasikan untuk menolong orang lain maka itu juga di sebut dengan ilmu ukhrowi, jadi saya pesankan ? bahwa santri harus mempelajari kedua-duanya.”

? Acara ini juga dimeriahkan dengan group sholawat rebana yang dibawakan oleh mahasiswa STAINU Jakarta yang sedang mengikuti program kelas internasional di Univ. Ibnu Tofail Kenitra, Maroko.

Hadir pula segenap jajran home staf dan lokal staf KBRI Rabat, para mahasiswa Indonesia dan masyarakat Indonesia yang ada di maroko.

Kontributor: Nizar Presto

Dari Nu Online: nu.or.id

PKB Kab Tegal IMNU, Pendidikan PKB Kab Tegal

Haflah, Pesantren Futuhiyyah Gelar Teater

Demak, PKB Kab Tegal



Tahun ini, 2017 Pondok Pesantren Futuhiyyah Mranggen Demak kembali menggelar pementasan teater. Pementasan ini merupakan bagian dari serangkaian acara haflah akhirussanah yang meliputi muwada’ah, khatmil Al-Qur’an dan khatmil kutub. Kegiatan tahunan tersebut insyallah akan dilaksanakan pada hari Ahad malam (21/5) bersama dengan grup Hadlrah al-Muqorrobin Kendal yang dipimpin oleh al-Habib Abdullah Farid bin Masyhur al-Munawwar.?

Lakon yang akan dipentaskan kali ini ialah berjudul Tak Ada Bintang di Dadanya. Sebuah karya yang ditulis oleh Hamdy Salad dan ditulis ulang oleh dua sutradara muda Fakhrur Rozi dan Abd. Chanan S. Lakon ini bercerita tentang seseorang yang mendedikasikan seluruh hidupnya untuk pendidikan anak bangsa.

Haflah, Pesantren Futuhiyyah Gelar Teater (Sumber Gambar : Nu Online)
Haflah, Pesantren Futuhiyyah Gelar Teater (Sumber Gambar : Nu Online)

Haflah, Pesantren Futuhiyyah Gelar Teater

Menurut Rozi, selaku sutradara, lakon ini sangat relevan dipentaskan di dunia pesantren, mengingat pesan-pesan moralnya mengenai dunia pendidikan begitu luhur. “Karena di pesantrenlah ditemui sosok seperti kiai yang dengan penuh keikhlasan dan keistiqamahannya mendidik para santri dari seluruh pelosok negeri. Sosok seperti kiai inilah yang saya kira sangat sulit ditemui di zaman modern yang materialistik ini,” katanya.?

Kegembiraan juga dirasakan oleh Fathon, salah satu dari aktor Teater Fatah. “Sungguh sebuah lakon yang menurut saya sangat luar biasa, saya senang dapat menjadi salah satu aktor di teater ini, sebuah pengalaman yang cukup berharga dan tak didapatkan di bangku madrasah. Sekali lagi saya sangat bersyukur dapat mengikuti prosesnya dari awal, dimulai dari latihan yang cukup melelahkan, disiplin, penuh dengan aturan main, sampai harus menguji mental level tingkat tinggi, yang paling penting bagi saya bahwa kesenian adalah bagian yang tak terpisahkan dari kehidupan manusia,“ ungkap Fathon.

PKB Kab Tegal

Selain bertujuan untuk menghibur para tamu undangan, acara ini juga sebagai media pembelajaran santri untuk mengenal dunia seni secara lebih dalam. Pengenalan seni melalui teater cukup efektif, mengingat latar belakang para santri yang notabene bukan anak seni. Dengan terjun langsung, mereka tidak dibingungkan oleh banyaknya teori dan kajian seni-kebudayaan. Red: Mukafi Niam

Dari Nu Online: nu.or.id

PKB Kab Tegal Olahraga, Ulama PKB Kab Tegal

PKB Kab Tegal