Sabtu, 11 November 2017

Kirab Kebangsaan MWCNU Genuk Libatkan 4000 Orang

Semarang, PKB Kab Tegal. Spanduk-spanduk bertuliskan NKRI Harga Mati, bendera merah putih, bendera-bendera NU, bendera banom-banom NU mewarnai jalanan. Selain itu, lagu-lagu nasional dengan iringan musik dari tim marching band, tak henti digemakan. Suasana ini terlihat di Kecamatan Genuk, Semarang, Jawa Tengah, Kamis (21/9) pagi.

Sejak pukul tujuh, tak kurang dari 4000 orang turut serta pada Kirab Kebangsaan 1000 Bendera: Meneguhkan Rasa Kebangsaan Mempererat Tali Persaudaraan. Kegiatan ini digagas Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Genuk, Semarang. 

Kirab Kebangsaan MWCNU Genuk Libatkan 4000 Orang (Sumber Gambar : Nu Online)
Kirab Kebangsaan MWCNU Genuk Libatkan 4000 Orang (Sumber Gambar : Nu Online)

Kirab Kebangsaan MWCNU Genuk Libatkan 4000 Orang

“Ditargetkan hanya mencapai seribu bendera, tapi ada empat ribuan warga yang turut serta, ada empat ribu bendera yang ikut kirab,” kata Ketua Panitia, KH Ali Mas’adi.

Kirab 1000 Bendera merupakan pembuka dari rangkaiaan pelantikan Pengurus Ranting NU se-Kecamatan Genuk yang diselenggarakan di lapangan Banget Ayu Wetan. Kirab Kebangsaan 1000 Bendera dipilih sebagai sarana untuk menunjukkan kecintaan warga NU Genuk kepada NKRI. 

“Terlebih beberapa waktu belakangan terlihat indikasi menguatnya ideologi anti-Pancasila dan anti-NKRI, serta ideologi trans-nasional, termasuk di Kecamatan Genuk,” lanjutnya. 

PKB Kab Tegal

Ketua PCNU Kota Semarang, H Anasom sesaat sebelum pelantikan menyebutkan kecintaan warga NU kepada NKRI begitu besar, tergambarkan dari kegiatan tersebut. (Nur Ahmad/Kendi Setiawan).

PKB Kab Tegal

Dari Nu Online: nu.or.id

PKB Kab Tegal Pertandingan PKB Kab Tegal

Gus Dur: Ikut Saya ke Cicalengka, Tempatnya Ajengan Syahid

Jakarta, PKB Kab Tegal 



Warga NU kehilangan salah seorang kiainya, yaitu Ajengan KH Ahamd Syahid. Dia adalah pengasuh Pondok Pesantren Al-Qur’an Al-Falah Cicalengka, Kabupaten Bandung, Jawa Barat. Ia wafat pada Sabtu (5/8) selepas maghrib.  

Ajengan KH Ahmad Syahid adalah salah satu teman KH Abdurramahman Wahid (Gus Dur). Pertemanan keduanya terdata pada sebuah tayangan Kick Andy edisi 15 Nov 2007 dengan bintang tamu Gus Dur. 

Gus Dur: Ikut Saya ke Cicalengka, Tempatnya Ajengan Syahid (Sumber Gambar : Nu Online)
Gus Dur: Ikut Saya ke Cicalengka, Tempatnya Ajengan Syahid (Sumber Gambar : Nu Online)

Gus Dur: Ikut Saya ke Cicalengka, Tempatnya Ajengan Syahid

Pada satu sesi terjadi tanya jawab antara pemandu Kick Andy, Andy F. Noya dan Gus Dur seperti berikut ini:  



PKB Kab Tegal

Andy : Apakah Gus Dur berminat mencalonkan presiden pada 2009 nanti?

Gus Dur : Saya ini kalau diperintahkan oleh lima sesepuh, saya akan jadi calon, tanpa tim sukses, tanpa duit. Dulu begitu. 

Andy : Kalu Gus Dur maju tanpa uang, tanpa macam-macam, modal Gus Dur apa?

PKB Kab Tegal

Gus Dur         : Kepercayaan masyarakat. 

Andy : Apa Gus Dur yakin masyarakat masih percaya sama Gus Dur? 

Gus Dur : Lho,  ayo iku saya yuk, kalau saya ke Situbondo, 250 ribu orang 

Andy : Berbanding dua ratus, seratus juta, sedikit sekali itu, Gus. 

Gus Dur : Lho, kalau cuman dia. Banyak. Saya ini, tiap dua, tiga hari sekali ini; kiai kampung; kalau mau ikut nanti hari Kamis, ke Cicalengka dengan saya, tempatnya Ajengan Syahid. Itu 3 ribu kiai kampung.

Ketua Lembaga Dakwah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama KH Maman Imanulhaq Faqih mengaku pernah diajak Gus Dur ke Cicalengka. Pada kesempatan itu, Gus Dur mengomentari tentang kepribadian Ajengan KH Ahmad Syahid. 

“Kalau ingin melihat orang yang ikhlas dalam mempelajari Al-Qur’an, dialah KH Ahmad Syahid. Dia adalah qori kehidupan,” ungkap Kiai Maman yang mengutip Gus Dur. (Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKB Kab Tegal AlaNu, Habib, Bahtsul Masail PKB Kab Tegal

Pembunuhan Syekh al-Buthi, Pelajaran Umat Islam Indonesia

Jakarta, PKB Kab Tegal. Wakil Rais Aam PBNU KH Mustofa Bisri (Gus Mus) menilai, ledakan bom bunuh diri yang mengakibatkan ulama besar Suriah Syekh Muhammad Said Ramadhan al-Buthi meninggal dunia mencoreng agama dan peradaban.

Pembunuhan Syekh al-Buthi, Pelajaran Umat Islam Indonesia (Sumber Gambar : Nu Online)
Pembunuhan Syekh al-Buthi, Pelajaran Umat Islam Indonesia (Sumber Gambar : Nu Online)

Pembunuhan Syekh al-Buthi, Pelajaran Umat Islam Indonesia

”Mudah-mudahan FANATISME yang menghilangkan akal sehat dan KEKERASAN yang melawan Agama dan Peradaban semacam itu membuat sadar kaum muslimin di negeri ini, terutama mereka yang dalam beragama hanya mengandalkan semangat keberagamaan belaka,” tulis Gus Mus di diding akun facebooknya, Sabtu (23/3).

Gus Mus memberi judul status facebooknya “Penistaan terhadap Agama dan Peradaban”. Ia juga mengatakan, umat Islam dunia, pasti juga termasuk mereka yang mempunyai nurani di Saudi Arabia dan Qatar, merasa kehilangan seorang allamah, ahli agama yang mumpuni; dan mengutuk tindakan biadab yang menewaskan 49 muslim yang sedang mengaji di masjid itu.

PKB Kab Tegal

Al-Buthi gugur bersama cucunya saat mengisi pengajian di Masjid al-Iman di Damaskus, ibu kota Suriah. Selain dikabarkan memakan korban 49 jiwa, tragedi ini juga membuat sekurangnya 84 orang lainnya terluka.

Rais Syuriyah PBNU KH Ahmad Ishomuddin sebelumnya juga menyesalkan tindak kejahatan ini. Pemikiran Al-Buthi dinilai masih dibutuhkan oleh dunia Islam. Hal ini terbukti dari puluhan karya monumentalnya yang menjadi referensi para ulama dunia.

PKB Kab Tegal

Ditambahkan, al-Buthi termasuk ulama moderat yang buah pikirannya sering segaris dengan pemahaman NU. Ia dikenal sebagai ulama produktif yang teguh berprinsip pada syari’at dan memiliki wawasan ke depan.

Penulis: Mahbib Khoiron

Dari Nu Online: nu.or.id

PKB Kab Tegal Habib PKB Kab Tegal

Meneladani Kerendahan Hati Rasulullah

Khutbah I

Meneladani Kerendahan Hati Rasulullah (Sumber Gambar : Nu Online)
Meneladani Kerendahan Hati Rasulullah (Sumber Gambar : Nu Online)

Meneladani Kerendahan Hati Rasulullah

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?: ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?: ? ? ? ? ? ? ? ? ?: ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?.

? ? ?

PKB Kab Tegal

PKB Kab Tegal

Jamaah Jumat rahimakumullah,

Rasulullah SAW sebagaimana dikisahkan dalam Kitab Maulid Al-Barzanji, karya Syaikh Ja’far bin Husin bin Abdul Karim bin Muhammad Al-Barzanji, adalah sosok yang sangat rendah hati atau tawadhu’. Hal ini dapat ditemukan pada halaman 123 sebagaimana kutipan berikut:

? ? ? ? ? ? ? ?

Artinya: "Rasulullah SAW adalah sangat pemalu (memiliki rasa malu dan rasa bersalah) dan sangat tawadhu’." 

Kerendahan hati Rasulullah SAW tercermin dalam banyak hal, antara lain adalah: 1. Ketika pada suatu hari beliau tidak besedia barang belanjaannya di pasar dibawakan pulang oleh Abu Hurairah, 2. Ketika beliau mempersilakan para sabahat berjalan di depan mendahului beliau, dan 3. Ketika beliau mendahului beruluk salam ketika bertemu dengan para sahabat. 

Jamaah Jumat rahimakumullah,

Ketika pada suatu hari Rasulullah SAW membeli barang-barang di pasar, di sana ada Abu Hurairah yang juga sedang ada keperluan. Ketika Rasulullah SAW telah mendapatkan barang-barang yang dibutuhkan dan hendak pulang, saat itu juga Abu Hurairah bermaksud membawakan barang-barang belanjaan milik beliau yang tentu saja dalam rangka memuliakan beliau. Rasulullah SAW ternyata tidak berkenan Abu Hurairah bermaksud seperti itu. Kepada Abu Hurairah, Rasulullah SAW mengatakan: 

? ? ? ? ? ?

Artinya: "Pemilik sesuatu barang lebih berhak (pantas) membawa barang miliknya. "

Tidak berkenannya Rasulullah SAW terhadap Abu Hurairah membawakan barang-barang beliau menunjukkan bahwa beliau bukanlah sosok yang sangat suka dimuliakan orang lain, atau dalam istilah sekarang “gila hormat”. Beliau menolak ketika akan diperlakukan istimewa yang berbeda dari umumnya orang, padahal beliau adalah seorang nabi sekaligus rasul yang paling mulia diantara semua nabi dan rasul di sisi Allah. Penolakan itu menunjukkan bukti bahwa beliau memang orang yang sangat rendah hati sehingga tidak merasa martabatnya turun hanya karena membawa barang-barang sendiri, dan bukannya dibawakan orang lain.  

Jamaah Jumat rahimakumullah,

Bukti lain yang menunjukkan Rasulullah SAW tidak gila hormat adalah sebagaimana dikisahkan dalam kitab Maulid Al-Barzanji, halaman 123. sebagaimana kutipan berikut:

? ? ? ? ? ? ? ?





Artinya: “Nabi Muhamamd SAW berjalan di belakang para sahabatnya, dan berkata pada mereka, ‘Biarkan di belakangku malaikat saja yang tidak kelihatan’.”

Dari kisah ini kita tahu para sahabat berjalan mendahului beliau sehingga mereka membelakangi. Rasulullah SAW tidak mencap kesediaan mereka mendahuli beliau sebagai su’ul adab.  Ketika para sahabat berjalan di depan beliau, kesan yang tampak kemudian Rasulullah SAW seperti tidak lebih penting atau terhornat dari pada para sahabat. Di sinilah kerendahan hati beliau yang sulit dibantah. 

Tetapi dari sisi lain dalam konteks keamanan, ada hikmah dibalik perisitiwa itu, yakni sebagai seseorang pemimpim beliau sedang memberikan contoh bahwa seorang pemimpin tidak selalu harus berada di depan terutama ketika ancaman musuh berasal dari belakang. Ancaman atau bahaya yang datangnya dari arah depan tentu dapat diintisipasi sendiri oleh para sahabat karena mata mereka (dan juga mata kita tentunya) berada di depan. 

Sedangkan kemungkinan adanya ancaman kepada Rasululullah SAW yang datangnya dari belakang, beliau memasrahkan hal itu kepada Allah semata dengan meyakini di belakang beliau ada malaikat yang sudah pasti sangat halus sehingga tidak tampak. 

Jamaah Jumat rahimakumullah,

Bukti lain lagi, adalah beliau lebih suka mendahului beruluk salam dari pada didahului sebagaimana dikisahkan dalam Kitab Maulid Al-Barzanji, masih di halaman 123, sebagaimana kutipan berikut: 

? ? ? ?

Artinya: “Beliau mendahului beruluk salam ketika bertemu dengan siapapun.”

Kisah ini menunjukkan bahwa Rasululllah SAW lebih suka mendahului memuliakan orang lain. Padahal aturan secara umum sudah jelas sebagimana disebutkan dalam hadits yang diriwayatkan Bukhari dan Muslim, bahwa:

1. Yang kecil memberi salam kepada yang besar.

2. Yang berjalan kepada yang duduk.

3. Yang sedikit kepada yang banyak.

4. Yang berkendaraan kepada yang berjalan kaki. 

Tetapi Rasulullah SAW pada kenyataannya lebih suka mendahului beruluk salam dari pada didahului. Padahal sewajarnya apabila Rasulullah didahului dalam beruluk salam dari pada mendahului karena posisi beliau sebagai pimpinan umat yang tentu lebih tinggi dari pada umatnya. 

Tetapi Rasulullah tentu saja tidak salah dalam hal ini karena pada kesempatan lain Rasulullah SAW bersabda bahwa mendahului uluk salam itu lebih baik dari pada didahului sebagaimana diriwayatkan Abu Dawud dan Ahmad. Dalam hadits lain yang diriwayatkan Imam Baihaqi, Rasulullah SAW bersabda bahwa mendahului beruluk salam dapat menghilangkan takabur. 

Jamaah Jumat rahimakumullah,

Dari ketiga bukti itu saja, sudah cukup kuat untuk menarik kesimpulan bahwa Nabi Muhammad SAW adalah sosok yang sangat rendah hati sebagaimana dikisahkan dalam Kitab Maulid Al-Barzanji ini. Bukti-bukti lain tentu masih sangat banyak baik sebagaimana dikisahkan dalam kitab ini maupun dalam kitab-kitab lainnya. 

Jamaah Jumat rahimakumullah,

Mudah-mudahan kita semua dapat meneladani Rasulullah SAW dalam hal kerendahan hati apapun kedudukan kita dalam kehidupan kita sehari-hari di masyarakat. Kerendahan hati tidak pernah membuat kita jadi rendah. Justru yang terjadi Allah akan mengangkat derajat kita di sisi-Nya. Sekali lagi, mudah-mudahan Allah SWT memudahkan kita meneladani beliau. Amin ya rabbal alamin

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? : ? ? ? ? ? ? ? ? ?: ? ? ? ? ? ? ? ? ? 

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ?





Khutbah II

? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ! ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Muhammad Ishom, dosen Fakultas Agama Islam Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Surakarta

Dari Nu Online: nu.or.id

PKB Kab Tegal Nasional, RMI NU PKB Kab Tegal

IPPNU Jateng Minta Cabang Utamakan Kaderisasi

Rembang, PKB Kab Tegal. Ketua Pimpinan Wilayah Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Jawa Tengah, Umi Sangadah, meminta Pimpinan Cabang (PC) IPPNU se-Jawa Tengah untuk mengutamakan proses kaderisasi.

IPPNU Jateng Minta Cabang Utamakan Kaderisasi (Sumber Gambar : Nu Online)
IPPNU Jateng Minta Cabang Utamakan Kaderisasi (Sumber Gambar : Nu Online)

IPPNU Jateng Minta Cabang Utamakan Kaderisasi

Hal itu di kemukakannya di hadapan Pimpinan Cabang IPNU-IPPNU Kudus, Pati, Rembang, Blora, dan Lasem di gedung NU Rembang, Senin (26/8).?

Umi Sangadah mengatakan, pihaknya akan membantu para pimpinan cabang yang masih kesulitan dalam pelaksanaan kaderisasi secara formal. Selama ini, lanjut Umi, pengkaderan di Jawa Tengah masih belum bisa merata.

PKB Kab Tegal

“Dalam Konferensi Wilayah (Konferwil) di Cilacap Maret lalu dilaporkan masih banyak yang protes seputar pengkaderan yang belum bisa merata, khususnya di cabang-cabang yang ada dibantaran Pantura,” katanya.

Ketua IPPNU yang lahir di Kebumen Jawa Tengah itu juga menambahkan, pihaknya akan menyiiapkan program yang nantinya bisa disingkronkan dan didapat dijalankan oleh pimpinan Cabang, anak cabang, ranting dan komisariat.

PKB Kab Tegal

Redaktur ? ? : A. Khoirul Anam

Kontributor: Ahmad Asmu’i

Dari Nu Online: nu.or.id

PKB Kab Tegal Kajian Islam PKB Kab Tegal

Dahlan: Pemimpin Masa Depan adalah yang Berintergitas

Palembang, PKB Kab Tegal.

Syarat pemimpin masa depan adalah pemimpin yang memiliki integritas tinggi. Pemimpin yang tidak memiliki integritas tinggi, tidak akan laku di masa yang akan datang. 

Dahlan: Pemimpin Masa Depan adalah yang Berintergitas (Sumber Gambar : Nu Online)
Dahlan: Pemimpin Masa Depan adalah yang Berintergitas (Sumber Gambar : Nu Online)

Dahlan: Pemimpin Masa Depan adalah yang Berintergitas

Demikian yang disampaikan Menteri BUMN Dahlan Iskan dalam Kongres IPNU XVII IPPNU XVI pada Sabtu, di Asrama Haji Palembang Sumatra Selatan.

Menurutnya, pemimpin atau pun pejabat di masa lalu adalah orang yang pandai menjilat. 

PKB Kab Tegal

“Semakin pandai ia menjilat akan mendapat kedudukan, orang yang kurang pandai menjilat akan sulit mendapat kedudukan,” jelasnya sembari tersenyum.sebagaimana dilaporkan PKB Kab Tegal dari arena kongres.

Selain itu, kata Dahlan, yang bisa menjadi pemimpin adalah orang yang memiliki populartas. “Jadi tidak harus memiliki kualitas maupun integritas, kalau memiliki popularitas bisa jadi pemimpin,” kata Dahlan.

PKB Kab Tegal

Namun, menurutnya pemimpin di masa yang akan datang adalah orang-orang yang memiliki integritas tinggi, dan berkualitas. “Buktinya, saya tak memiliki latar belakang di bidang kelistrikan, tapi karena saya dianggap mampu mengelola, maka Pak SBY memercayakan jabatan ini kepada saya,” imbuhnya.

Peluang IPNU-IPPNU

“Saya rasa IPNU IPPNU mampu untuk menjadi pemimpin yang memiliki integritas yang laku untuk mengisi kepemimpinan di masa mendatang,” tuturnya.

Karena menurut pria mengawali karier sebagai wartawan ini, IPNU IPPNU adalah kalangan santri yang diajarkan istiqomah (konsistensi), tawadhu (akhlaq/etika), dan integritas oleh para ulama.

“Itu merupakan modal besar untuk menjadi pemimpin dalam sepuluh atau 15 tahun yang akan datang. Pelajaran yang diperoleh di pesantren harus diamalkan dalam kehidupan santri atau pelajar,” ujar Dahlan. 

Selain menyampaikan orasi, Dahlan Iskan juga membuka kongres dengan memukul bedug tanda dibukanya acara yang berakhir Selasa, (4/12). Hadir sejumlah tokoh NU, seperti Ali Masykur Musa (ISNU), wakil ketu umum PBNU H As’ad Ali dan lain-lain. 

Redaktur   : Mukafi Niam

Kontributor: Abdul Rochim  

Dari Nu Online: nu.or.id

PKB Kab Tegal Warta, Tegal PKB Kab Tegal

Para Pengasuh Pesantren Berharap Pilpres Jaga Kerukunan Bangsa

Jombang, PKB Kab Tegal. Para pengasuh pesantren yang tergabung dalam Majelis Permusyawaratan Pengasuh Pesantren Indonesia (MP3I) mengingatkan bahwa menjelang pemilihan presiden dan wakil presiden RI, banyak pernyataan dan aksi yang dikeluarkan berbagai pihak yang berpotensi menimbulkan perpecahan bangsa. 

“Pesta demokrasi yang seyogyanya dapat memberikan manfaat buat kita malah menyebabkan bangsa kita berpotensi terbelah,” tandas Ketua Majlis Pembina MP3I, KH Salahuddin Wahid dalam rilisnya, Selasa (8/7).

Para Pengasuh Pesantren Berharap Pilpres Jaga Kerukunan Bangsa (Sumber Gambar : Nu Online)
Para Pengasuh Pesantren Berharap Pilpres Jaga Kerukunan Bangsa (Sumber Gambar : Nu Online)

Para Pengasuh Pesantren Berharap Pilpres Jaga Kerukunan Bangsa

Organisasi yang menghimpun sejumlah pesantren ini juga mengajak untuk kembali mengingat sejumlah amanah seperti yang diingatkan Allah dalam surat Al-Imran ayat 103 yakni, “Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai berai, dan ingatlah akan nikmat Allah kepadamu ketika kamu dahulu (masa Jahiliyah) bermusuh-musuhan, maka Allah mempersatukan hatimu, lalu menjadilah kamu karena nikmat Allah, orang-orang yang bersaudara; dan kamu telah berada di tepi jurang neraka, lalu Allah menyelamatkan kamu dari padanya. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu, agar kamu mendapat petunjuk.”

PKB Kab Tegal

Demikian juga masa lalu atau sejarah bangsa Indonesia, bahwa sejak dahulu selalu  menjadi sasaran berbagai kekuatan besar dan lebih dari 350 tahun mereka berhasil menjajah dengan politik devide et impera atau memecah belah persatuan.

Sejumlah kiai yang bertemu di Pesantren Tebuireng Jombang Jawa Timur ini kembali mengingatkan fatwa para ulama pesantren dibawah pimpinan hadratussyekh KH Hasyim Asyari dalam Resolusi Jihad yang intinya adalah kesediaan berkorban jiwa dan raga demi mempertahankan kemerdekaan melawan berbagai bentuk penjajahan. Juga pesan Bung Karno yaitu “perjuanganku lebih mudah karena mengusir penjajah, tapi perjuanganmu akan lebih sulit karena melawan bangsamu sendiri”.

PKB Kab Tegal

Pada kesempatan ini, sejumlah pengasuh ini mengingatkan pesan Panglima Besar Jenderal Soedirman yaitu “dalam menghadapi keadaan apapun, jangan lengah, sebab kelengahan menimbulkan kelemahan dan kelemahan menimbulkan kekalahan, sedangkan kekalahan menimbulkan penderitaan.”

Karena itu para kiai yang berkumpul diantaranya Ketua Majlis Pembina MP3I (KH Salahuddin Wahid), Ketua Majelis Mustasyar MP3I (Letjend (Purn.) Ir H Azwar Anas), Ketua Umum MP3I (KH M Zaim Ahmad Ma’shoem) serta Sekjen MP3I (Dr H Shofiyullah Muzammil, M Ag) mengajak seluruh elemen bangsa, terutama para elite politik untuk bersama-sama menjaga kerukunan dan persatuan bangsa, dengan mengutamakan kepentingan bangsa diatas kepentingan pribadi dan kelompok.

“Kami menyerukan kepada pemegang hak pilih untuk menggunakan haknya dengan secara bertanggungjawab. Semua calon adalah putra terpilih untuk menjadi pemimpin nasional,” tandas Gus Solah. 

Pasca pemilihan presiden, baik pasangan yang mendapat amanah rakyat ataupun yang belum, untuk bekerjasama bahu membahu membangun bangsa dan negara Indonesia dalam mewujudkan amanat para pendiri bangsa yang terkandung dalam Pembukaan UUD 1945.

“Kami komunitas pesantren yang sejak lima abad lalu menjadi soko guru pendidikan di Nusantara, menyambut baik dan mendukung sepenuhnya itikad mulia pasangan yang mendapat amanat rakyat untuk mendayagunakan pesantren dalam membangun Indonesia,” katanya. Oleh karena itu MP3I mengajak para pengasuh pesantren memanfaatkan secara positif itikad mulia tersebut dalam mendayagunakan pesantren menuju kemandirian, kemajuan dan kesejahteraan, pungkasnya.  (syaifullah/mukafi niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKB Kab Tegal Halaqoh PKB Kab Tegal