Senin, 06 November 2017

Bagaimana Puasa dalam Pandangan Tasawuf?

Tujuan berpuasa, sesuai perintah Allah SWT adalah untuk menjadikan manusia bertakwa. Pelaksanaan ibadah puasa tidak hanya sekadar menahan makan dan minum. Dikaji dari sisi tasawuf, puasa harus dilaksanakan dengan melibatkan hati.

Berikut wawancara Kendi Setiawan dari PKB Kab Tegal dengan KH Lukmanul Hakim, dari Majelis Ifta’ Jam’iyyah Ahlu at-Thariqah Al-Mu’tabarah An-Nahdliyyah (Jatman) DKI Jakarta.? ?

Bagaimana Puasa dalam Pandangan Tasawuf? (Sumber Gambar : Nu Online)
Bagaimana Puasa dalam Pandangan Tasawuf? (Sumber Gambar : Nu Online)

Bagaimana Puasa dalam Pandangan Tasawuf?

Ibadah puasa itu menurut tasawuf seperti apa?



Ibadah adalah perbuatan yang berdasarkan Al-Qur’an dan hadits. Nah, puasa itu menahan makan dan minum dari fajar sidiq sampai terbenamnya matahari. Puasa menurut tasawuf, bukan hanya menahan makan minum saja. Tapi harus bisa menjaga lisan dan hati. Makanya apa yang bisa membatalkan pahala puasa harus kita jaga.

PKB Kab Tegal

Ada lima hal yang bisa membatalkan pahala ibadah puasa, yaitu berbohong, mengadu domba, gibah, bersumpah palsu, dan mengumbar pandangan secara syahwat. Jikalau kita sanggup menghindarkan itu, maka kita bisa menjaga pahala puasa kita. Bukan hanya pahala puasa, tapi mendapatkan pahala di hadapan Allah SWT.

Kalau misalnya sekarang hanya puasa menahan makan dan minum itu puasa yang umum. Karena puasa itu ada dua, yaitu puasa ‘aam (umum) dan puasa khos (khusus). Puasa khos bukan hanya tidak makan dan tidak minum, tetapi termasuk menjaga hati. Maka puasa secara tasawuf tidak sekadar menahan haus dan lapar.

PKB Kab Tegal

Kalau dari sisi tasawuf seperti apa dalam menjalankan ibadah puasa ini?



Orang yang betul-betul senang dengan datangnya bulan Ramadhan yang diwajibkan berpuasa, puasanya akan menambah semangat. Sehingga terjadi peningkatan ibadah, juga dari fisiknya akan sehat. Seperti dalam hadits disebutkan “Berpuasalah engkau, maka akan sehat.” Insyaallah orang yang sedang sakit pun dengan melaksanakan puasa sesuai aturan, ia menjadi sehat.

Bagaimana upaya-upaya untuk berpuasa seperti yang disebutkan secara tasawuf?



Ya kita harus belajar, bukan hanya dari pelaksanaan secara syariat, tapi juga dari ketasawufannya, artinya belajar masalah hati. Ini yang paling berat. Termasuk orang yang mencapai tingkatan takwa, prosesnya tidak hanya ibadah syariat. Dari tahap muslim meningkat menjadi mukmin, kemudian muhsin. Setelah mukhlisin lalu mutaqqin (bertakwa).

Orang menjadi mukmin tidak hanya cukup dengan syahadat, karena iman itu apa? Iman itu diucapkan dengan lisan, hati meyakininya, dan anggota badan merasakan. Sebab orang muslim, tapi tidak mukmin masih banyak. Misalnya orang Islam, dalam KTP-nya dicantumkan beragama Islam. Tapi ia tidak shalat, itu kan namanya bukan mukmin.

Nah, sekarang melaksanakan ibadah, tapi harus muhsin. Artinya hal yang baik-baik saja yang dikerjakan, yang tidak baik harusnya ditinggalkan misalnya perbuatan maksiat.

Ada cara lain?



Sekarang orang yang sudah muhsin, menjalankan kebaikannya karena ingin dipuji orang lain. Ini jelas akan sia-siapa walaupun itu perbuatan baik. Oleh karena itu harus ikhlas, semata-mata perbuatan yang dikerjakan untuk mengharap ridla Allah SWT, barulah akan mencapai tahap mutaqqin.

Kalau sudah mutaqqin, Allah akan janjikan lima hal seperti disebutkan dalam Al-Qur’an surat At-Talaq ayat 2-5. Wamayyattaqillahi yaj ‘allahu mahrajaa, barangsiapa yang bertaqwa kepada Allah, niscaya Allah akan membukakan jalan keluar baginya, artinya akan keluar dari kesulitan.

Kemudian, wa yarzuqhu min haitsu laa yahtasibu, wa mayyatwakkal ‘alallahi faguwa habuhu. Dan Dia memberikan rezeki dari arah yang tidak disangka-sangkanya, dan barang siapa yang bertawakal kepada Allah, niscaya Allah akan mencukupkan keperluannya.

Berikutnya, wa mayyattaqqillaha yaj ‘allahuu min amrihii yusraa. Barangsiapa bertakwa kepada Allah, niscaya Dia menjadikan kemudahan baginya dalam urusannya.

Balasan lainnya bagi orang bertakwa adalah wa mayyattaqillaaha yukaffir ‘anhu sayyi aatihii wa yu’thim lahuu ajraa. Barangsiapa yang? bertakwa kepada Allah, nicscaya Allah akan menghapus kesalahan-kesalahannya dan akan melipatgandakan pahala baginya.

Nah, untuk bisa mencapai tahap takwa seseorang harus lebih dulu ikhlas. Melakukan ibadah tanpa diketahui atau dipengaruhi orang lain. Hal yang sepele adalah saat seseorang misalnya akan mengerjakan shalat sunah, ada perasaan takut dipuji orang lain, akhirnya tidak jadi melakukan shalat sunah. Padahal? kalau ikhlas orang mau bilang apa, dia akan kerjakan demi ridha Allah. Masalah ikhlas ini, kita semua harus belajar, termasuk saya juga masih terus belajar. (Red: Abdullah Alawi)



Dari Nu Online: nu.or.id

PKB Kab Tegal Ahlussunnah PKB Kab Tegal

Said Aqil: Aktivitas Kita Bernilai Jika Mampu Entaskan Kemiskinan

Jakarta, PKB Kab Tegal. Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj berpesan, berbagai aktifitas organisasi di lingkungan NU seperti rapat dan kegiatan lainnya tak akan bernilai jika tidak mampu menyelesaikan masalah masyarakat seperti kemiskinan.

Said Aqil: Aktivitas Kita Bernilai Jika Mampu Entaskan Kemiskinan (Sumber Gambar : Nu Online)
Said Aqil: Aktivitas Kita Bernilai Jika Mampu Entaskan Kemiskinan (Sumber Gambar : Nu Online)

Said Aqil: Aktivitas Kita Bernilai Jika Mampu Entaskan Kemiskinan

“Aktifitas Muslimat NU adalah untuk memperhatikan, memperdulikan saudara-saudara kita, baik Muslim maupun non-Muslim,” katanya dalam buka bersama Muslimat NU di Jakarta, Sabtu.

Ia menjelaskan, memberi kecukupan berbagai kebutuhan masyarakat merupakan sesuatu yang menjadi tuntutan agama dan termasuk salah satu jihad. 

PKB Kab Tegal

“Termasuk jihad adalah bagaimana kita melidungi masyarakat yang baik-baik, bukan pelaku kejahatan, bukan maling, bukan bos judi. Selama warga Indonesia yang baik-baik, mari kita bela mereka dengan memberikan kecukupan pangan. Muslim ataupun non-Muslim,” tandasnya.

Karena itu, jika ada satu saja penduduk Indonesia yang meninggal karena kelaparan, semua ikut menanggung dosanya. “Satu saja ada saudara kita mati karena tidak makan, Muslim atau non-Muslim dosa kita semua.” 

PKB Kab Tegal

Kebutuhan kedua yang harus diperhatikan adalah pakaian. Kalau ada orang Indonesia, Muslim atau non-Muslim, tidak berpakaian layak, maka dosa semua. “Apalagi kita orang Islam, syarat sah shalat adalah suci. Kalau pakaian cuma satu bagaimana bisa,” tanyanya.

Kebutuhan dasar lain yang harus diperhatikan adalah tempat tinggal. Rakyat Indonesia, harus punya rumah semua berapapun ukurannya. Ia mengingatkan bahwa orang Islam diwajibkan menghormati tamu. Tentu saja untuk itu diperlukan rumah yang layak. 

Persoalan lain juga harus menjadi perhatian seperti bagaimana member perlidungan kepada masyarakat seperti pelayanan kesehatan gratis. 

Jihad lain selain jihad perang adalah, bagaimana masyarakat beriman kepada Allah dan ini membutuhkan ilmu. “Bagaimana kita mampu memberikan argumentasi terhadap wujudnya Allah.” (Mukafi Niam) 

Dari Nu Online: nu.or.id

PKB Kab Tegal Internasional, Santri, Tokoh PKB Kab Tegal

Setiap Organisasi Perlu Merealisasikan Tiga Perkara Ini

Sidoarjo, PKB Kab Tegal. Wakil Sekretaris PCNU Sidoarjo Ustadz M Rifai menuturkan tiga hal yang harus direalisasikan oleh setiap organisasi terutama Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPNU-IPPNU).

Setiap Organisasi Perlu Merealisasikan Tiga Perkara Ini (Sumber Gambar : Nu Online)
Setiap Organisasi Perlu Merealisasikan Tiga Perkara Ini (Sumber Gambar : Nu Online)

Setiap Organisasi Perlu Merealisasikan Tiga Perkara Ini

"Tiga ini yang harus direalisasikan oleh IPNU-IPPNU, pertama penataan organisasi. NU di seluruh tingkatan bisa berjalan dengan baik bagi seluruh Lajnah, Banom dan tingkatan di cabang," tuturnya saat memberikan sambutan pada acara Pondok Aswaja VII di Ponpes Chusnaini Klopo Sepoloh Sukodono Sidoarjo, Sabtu (4/7).

Kedua, peningkatan amaliyah. Saat ini banyak yang menggunakan Aswaja, tetapi bukan NU. Maka dari itu, pihaknya meminta supaya mengikuti Aswaja yang Nahdlatul Ulama.

PKB Kab Tegal

"Pondok Aswaja ini silakan diikuti dengan baik, sebagai bekal. Orang itu berbeda, antara yang ikut pondok Aswaja atau tidak. Karena nanti itu terlihat dari peningkatan wawasan Aswajanya," ungkapnya. 

Banyak pemuda yang tergiur dengan ISIS. Tapi NU tidak mengenal paham garis geras. Untuk membentengi dari radikalisme itu sendiri harus mengikuti kegiatan seperti Pondok Aswaja.

PKB Kab Tegal

"Sikap NU di tengah masyarakat adalah tawazun, tawasuth, tasamuh, i’tidal, dan Amar maruf nahi mungkar. Itu yang harus kita aplikasikan dalam kehidupan sehari-hari," tegasnya.

Ketiga, tentang pendidikan. Jangan sampai pendidikan kalah dengan perkara lain. Karena pendidikan itu sangat penting. Pondok Aswaja yang dilakukan oleh IPNU-IPPNU itu mungkin akan menemukan kesulitan. 

“Karena menerapkan istiqomah itu tidak mudah, namun jika dilakukan dengan konsisten, pasti akan terwujud,” ujarnya. (Moh Kholidun/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKB Kab Tegal IMNU PKB Kab Tegal

Minggu, 05 November 2017

Bulan Budaya PWNU DIY Dibuka

Bantul, PKB Kab Tegal. Acara pembukaan Bulan Budaya yang diadakan oleh PWNU DIY dalam rangka memperingati Harlah NU ke-90, Sabtu malam (11/5), berlangsung cukup ramai. 

Hujan yang mengguyur daerah lapangan Piyungan, Bantul, Yogyakarta, sebagai lokasi acara cukup deras. Namun semangat para personil group sholawat sebagai pengisi acara, yang mayoritas sudah tidak dapat dikatakan muda, tetap patut diapresiasi tinggi. 

Bulan Budaya PWNU DIY Dibuka (Sumber Gambar : Nu Online)
Bulan Budaya PWNU DIY Dibuka (Sumber Gambar : Nu Online)

Bulan Budaya PWNU DIY Dibuka

Sebagai pra acara, malam itu diisi dengan penampilan dan kolaborasi tiga kelompok shalawat dari beragam jenis, yakni group hadrah ittihadul fata yang membawakan shalawat berbahasa Arab, kelompok sholawat emprak pesantren Kaliopak yang menyajikan shalawat dengan bahasa Jawa dan diiringi tarian, kemudian group shalawat ‘Kuda Mas’ yang memadukan shalawat dengan alat-alat musik Tionghoa.

PKB Kab Tegal

Alunan musik shalawat yang indah pun menggema malam itu. Selain sarat akan kandungan nilai-nilai agama yang disampaikan melalui seni musik, penampilan ketiga group shalawat yang beragam itu menunjukkan kolaborasi antar etnis yang berbeda, namun tetap dapat disatukan dan bernafaskan Islam pula.

Usai penampilan ketiga group shalawat, acara dilanjutkan dengan sambutan ketua pelaksana kegiatan Bulan Budaya, Samsu Hadi Samono. Dalam sambutannya tersebut, dikatakan bahwa rangkaian kegiatan bulan budaya telah dimulai sejak pagi, yakni apel pagi sebagai bentuk kesetiaan terhadap Pancasila, kemudian kirap budaya dan Jatilan sebagai bentuk pengenalan budaya kepada masyarakat. 

PKB Kab Tegal

“Kegiatan ini dilaksanakan untuk mempertegas kembali budaya-budaya NU yang sesuai dengan Negara Indonesia,” ujarnya.

Sementara itu Camat Piyungan, Agus Sulistiyana, dalam sambutannya mengatakan bahwa kegiatan ini dilakukan dalam rangka mewujudkan jati diri bangsa, melestarikan budaya dan menggalang persatuan. 

“NU itu dapat merekatkan hubungan masyarakat, karena saat ini persatuan sedang terusik”, tegasnya.

Kemudian diperkuat lagi dengan pernyataan KH Asyhari Abta, Rais Syuriyah PWNU DIY, bahwa kegiatan tersebut dilaksanakan untuk mempertegas kembali relasi Islam dengan budaya, terlebih Yogya yang dikenal sebagai pusat budaya. Bagi NU itu, lanjutnya, menjalankan Islam itu yang penting sesuai dengan syari’at. 

“NU itu mementingkan realitas, bukan sekedar formalitas,” tandasnya.

Usai sambutan-sambutan, acara dilanjutkan dengan penyerahan wayang secara simbolik, dari Rais Syuriyah NU DIY, KH Asyhari Abta, kepada dalang, Ki Cermo Radiyo Harsono, sebagai tanda pagelaran wayang telah dimulai.

Redaktur    : Mukafi Niam

Kontributor: Dwi Khoirotun Nisa’

Dari Nu Online: nu.or.id

PKB Kab Tegal Kyai PKB Kab Tegal

Suara Takbir Mengalun Merdu di Hawaii

Honolulu, PKB Kab Tegal. Menjadi orang rantau, tentu lebaran mempunyai makna tersendiri. Demikian pula dengan komunitas Muslim di Hawai. Perayaan Hari Raya Idul Fitri menjadi begitu syahdu, penuh makna dan sangat menyentuh hati bagi setiap muslim di sana. Kenapa? Tentu karena umumnya umumnya Muslim di Hawaii adalah perantau, atau bukan asli penduduk amerika. Rata-rata adalah keturunan Asia: Indonesia, India, Timur Tengah, Turki dan lain-lain.

Perayaan Idul Fitri di Hawaii dimulai dengan kumandang takbir yang mengalun merdu sejak Maghrib di Masjid Manoa Hawaii. Meski tanpa speacker yang terdengar nyaring ke luar Masjid, namun tetap dapat dilangsungkan dengan Khusyu dan syahdu hingga malam hari sekitar jam 21.00 waktu setempat. Demikian dilaporkan Slamet Thohari kontributor PKB Kab Tegal di Honolulu, Negara Bagian Hawai, AS.

Wakil PBB Nilai Situasi Irak “Tetap Mengerikan”

New York, PKB Kab Tegal. Situasi di Irak "sangat berat" tapi bukan berarti tak bisa diselesaikan, meskipun bentrokan sektarian terus berkecamuk di negeri itu, kata seorang utusan PBB untuk Irak di Markas PBB, New York.

Wakil PBB Nilai Situasi Irak “Tetap Mengerikan” (Sumber Gambar : Nu Online)
Wakil PBB Nilai Situasi Irak “Tetap Mengerikan” (Sumber Gambar : Nu Online)

Wakil PBB Nilai Situasi Irak “Tetap Mengerikan”

Meskipun situasi kemanusiaan "tetap mengerikan", Nickolai Mladenov --Wakil Khusus Sekretaris Jenderal PBB Ban Ki-moon untuk Irak, mengatakan kepada wartawan melalui konferensi jarak jauh dari Baghdad, "Irak dapat diselamatkan dan negeri tersebut dapat dipersatukan."

Ia menggantungkan harapannya pada anggota parlemen baru pada 1 Juli, setelah pemungutan suara pada 3 April. 

PKB Kab Tegal

"Ini adalah langkah yang mendapat mandat undang-undang dasar dalam proses politik di Irak," kata Mladenov, sebagaimana dikutip Xinhua. "Jadi kami harap keadaan akan terurai secepatnya setelah 1 Juli."

Ia mengatakan Misi Bantuan PBB di Irak (UNAMI), yang ia pimpin, telah "bekerja dengan sangat keras dengan wakil dari semua partai politik" untuk mewujudkan itu. Ia menambahkan wakil PBB menyadari bahwa "itu bukan urusan biasa lagi".

PKB Kab Tegal

"Ada kesepakatan umum di seluruh dewan bahwa pemerintah mendatang mencakup wakil mendasar seluruh masyarakat Irak dan itu harus dipimpin oleh satu tim orang yang mampu untuk dengan cepat mengatasi tantangan ... serta mempersatukan bermacam masyarakat," kata Mladenov. "Apa susunan pemerintah nantinya terserah keputusan wakil yang dipilih secara demokratis di negeri ini."

Pemerintah saat ini, yang dipimpin oleh Perdana Menteri Nouri Al-Maliki, telah dikecam karena terlalu pro-Syiah, sehingga melahirkan dukungan buat kelompok pro-Sunni --Negara Islam Irak dan Levant (ISIL) dan Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS), yang saat ini merebut banyak wilayah Irak dan mengancam Ibu Kota negeri tersebut, Baghdad.

Namun Mladenov mengatakan meskipun ia menduga ISIS takkan menyerang ibu kota Irak, "pendapat yang ada ialah mereka berusaha mengucilkan Baghdad". Ia mengatakan ada banyak personel militer di kota tersebut untuk mempertahankannya. (antara/mukafi niam)

Foto: Reuters

Dari Nu Online: nu.or.id

PKB Kab Tegal Aswaja, Halaqoh PKB Kab Tegal

Sabtu, 04 November 2017

Pendidikan Pesantren Arahkan Pola Hidup Anak

Demak, PKB Kab Tegal. Sistem pendidikan pesantren berusaha mencetak anak yang pandai dan cerdas. Selain itu, mengarahkan pola hidup anak dalam rangka menjalani hidupnya di masa mendatang.

Pendidikan Pesantren Arahkan Pola Hidup Anak (Sumber Gambar : Nu Online)
Pendidikan Pesantren Arahkan Pola Hidup Anak (Sumber Gambar : Nu Online)

Pendidikan Pesantren Arahkan Pola Hidup Anak

“Menentukan pendidikan anak sangat vital termasuk pendidikan yang berlandaskan agama. Cerdas kalau tidak dasari agama maka anak manusia akan mengandalkan logika akal itu rentan dengan aqidahnya,” kata KH Buchori Masruri saat memperingati 1000 hari wafatnya Ibu Nyai Hj Mujahadah Musyafak, pengasuh Pesantren Nurul hikmah Merbotan Bintoro Demak, Selasa malam 10/3.

Mantan ketua PWNU Jateng tersebut mengapresiasi perjuangan almarhumah yang peduli pada pendidikan anak lewat dunia pesantren. Menurutnya pesantren memiliki karakter, watak dan tradisi tersendiri yang berbeda dengan masyarakat pada umumnya.

PKB Kab Tegal

Dikatakannya, pesantren memiliki keunikan sendiri dalam aspek-aspek kehidupannya pola kepemimpinan pondok pesantren yang mandiri. Kitab-kitab rujukan umum yang selalu digunakan dari berbagai abad dalam bentuk kitab kuning dan sistem nilai yang digunakan adalah bagian dari masyarakat luas dan dianggap mampu mengajarkan pendidikan dan tidak mudah kena dengan budaya negatif

“Jangan menyesal memasukkan anak ke pesantren karena di sini anak akan menerima pendidikan dengan sistim kehidupan berdasarkan agama, mereka disiapkan untuk masa depan maka anak tidak akan ketinggalan jaman,” jelas kiai Buchori. (A.Shiddiq Sugiarto/Anam)

PKB Kab Tegal

Dari Nu Online: nu.or.id

PKB Kab Tegal Ulama, RMI NU PKB Kab Tegal