Jakarta, PKB Kab Tegal. Beberapa masalah keagamaan kontemporer (masail diniyah waqi’yyah) yang berkembang di masyarakat akan dibahas dalam rangkaian acara Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Lembaga Bahtsul Masa’il Nahdlatul Ulama (LBM-NU) di Jakarta, 5-7 September 2007 mendatang.
Masalah penting yang akan dibahas dalam Komisi Bahtsul Masail Diniyah Waqi’yyah antara lain seputar multilevel marketing (MLM), visualisasi penulisan ayat suci Al-Qur’an, suami-isti yang tinggal serumah setelah terjadi talak, tenaga kerja Indonesia (TKI) illegal, dan aborsi yang dilakukan akibat korban perkosaan.
Rabu, 01 November 2017
LD PBNU Tingkatkan Kapasitas Mental-Spiritual Para Da’i di Sultra
Kendari, PKB Kab Tegal. Penting untuk mengembangkan pemahaman yang komprehensif bahwa perbedaan adalah suatu keniscayaan. Karena itu bangsa Indonesia harus bijak menyikapi perbedaan tersebut. Sebagai da’i, kita harus menampilkan dakwah yang rahmatan lil alamin.
Yakin menegaskan, pelatihan seperti ini perlu diteruskan dan ditingkatkan untuk mengader dai-dai yang memiliki wawasan keagamaan dan kebangsaan yang memadai sehingga dakwah yang disampaikan adalah dakwah yang menyejukkan, bukan yang menakutkan, dakwah yang menyenangkan bukan yang menegangkan, dakwah yang ramah bukan yang penuh amarah.
Hadir juga sebagai narasumber H Masrukhin (Wakil Ketua LD-PBNU). Sementara dari Kementerian Desa, PDT dan Transmigrasi hadir Direktur Pengembangan Sosial Budaya Ir Arif Pribadi, beserta jajarannya H Haryono, dan Hj Arumdati (Kasubdit). Sementara dari Sultra hadir Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi, Drs Armunanto. (Red: Fathoni)
Dari Nu Online: nu.or.id
PKB Kab Tegal Halaqoh, Aswaja PKB Kab Tegal
| LD PBNU Tingkatkan Kapasitas Mental-Spiritual Para Da’i di Sultra (Sumber Gambar : Nu Online) |
LD PBNU Tingkatkan Kapasitas Mental-Spiritual Para Da’i di Sultra
Demikian disampaikan oleh Sekretaris Lembaga Dakwah PBNU (LD PBNU), H Nurul Yakin Ishaq dalam kegiatan ‘Pelatihan Peningkatan Kapasitas Mental Spiritual Rohaniawan’ yang diselenggarakan oleh Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) di Kota Kendari, Selasa-Kamis (17-19/11).Yakin menegaskan, pelatihan seperti ini perlu diteruskan dan ditingkatkan untuk mengader dai-dai yang memiliki wawasan keagamaan dan kebangsaan yang memadai sehingga dakwah yang disampaikan adalah dakwah yang menyejukkan, bukan yang menakutkan, dakwah yang menyenangkan bukan yang menegangkan, dakwah yang ramah bukan yang penuh amarah.
PKB Kab Tegal
“Menegakkan amar maruf dengan maruf dan menjalankan nahi munkar juga dengan cara maruf,” jelas Yakin melalui rilisnya.PKB Kab Tegal
Kegiatan ini merupakan kelanjutan kerjasama antara Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi dengan Lembaga Dakwah PBNU. Pelatihan ini diikuti sekitar 40 orang dai trans dari berbagai Unit Pemukiman Transmigrasi (UPT) di Provinsi Sulawesi Tenggara.Hadir juga sebagai narasumber H Masrukhin (Wakil Ketua LD-PBNU). Sementara dari Kementerian Desa, PDT dan Transmigrasi hadir Direktur Pengembangan Sosial Budaya Ir Arif Pribadi, beserta jajarannya H Haryono, dan Hj Arumdati (Kasubdit). Sementara dari Sultra hadir Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi, Drs Armunanto. (Red: Fathoni)
Dari Nu Online: nu.or.id
PKB Kab Tegal Halaqoh, Aswaja PKB Kab Tegal
LAZISNU Tebar Berkah Selama Ramadhan
Jakarta, PKB Kab Tegal. Ramadhan benar-benar dimanfaatkan oleh Pengurus Pusat Lembaga Amil Zakat, Infak dan Shadaqah (LAZISNU) untuk berbagi kepada mereka yang membutuhkan. Sejumlah agenda telah disusun dari awal sampai akhir bulan puasa ini.
Selanjutnya, LAZISNU juga menerima dana dari CIMB Niaga Syariah sebesar 150 juta rupiah. Pihak korporasi membuat ketentuan secara khusus penggunaan dana tersebut.
Sejumlah acara yang sudah berjalan diantaranya santunan anak yatim sebanyak 100 orang bekerjasama dengan JakTV di masjid An Nur Patukangan dan pelatihan manajemen zakat di pesantren Al Hikam, yang diasuh oleh mantan ketua umum PBNU KH Hasyim Muzadi di Depok.Â?
Pada 24-28 Juli juga akan digelar Pesantren Ramadhan untuk 1000 anak jalanan bersama Yayasan Nanda Dian Nusantara.
“Untuk berbagai program di daerah, kami akan melibatkan LAZISNU yang selama ini sudah aktif,†tandasnya.
Penulis: Mukafi Niam
Dari Nu Online: nu.or.id
PKB Kab Tegal Makam PKB Kab Tegal
| LAZISNU Tebar Berkah Selama Ramadhan (Sumber Gambar : Nu Online) |
LAZISNU Tebar Berkah Selama Ramadhan
Kegiatan tersebut sebagian merupakan hasil kerjasama dengan sejumlah pihak. Pada bulan ini, LAZISNU juga menerima banyak amanah dari sejumlah korporasi. Direktur Lazis NU Amir Makruf mengungkapkan, pihaknya menerima 1 Milyar dari CT Coprs, yang dimiliki oleh Chaerul Tanjung, terdiri dari zakat korporasi sebesar 500 juta dan 500 juta untuk santunan yatim CT Grup yang disebar Â? di Jakarta, Surabaya, Yogyakarta dan Bangka Belitung.Selanjutnya, LAZISNU juga menerima dana dari CIMB Niaga Syariah sebesar 150 juta rupiah. Pihak korporasi membuat ketentuan secara khusus penggunaan dana tersebut.
PKB Kab Tegal
Seperti tahun-tahun sebelumnya, mantan wapres Jusuf Kalla juga membagikan zakatnya, dalam 10.000 paket sembako untuk didistribusikan oleh LAZISNU.PKB Kab Tegal
Selain itu, grup Artha Graha juga mengajak kerjasama dalam program pasar murah di beberapa kota. Mereka akan menjual paket sembako senilai 50 ribu hanya dengan harga 25 ribu.Sejumlah acara yang sudah berjalan diantaranya santunan anak yatim sebanyak 100 orang bekerjasama dengan JakTV di masjid An Nur Patukangan dan pelatihan manajemen zakat di pesantren Al Hikam, yang diasuh oleh mantan ketua umum PBNU KH Hasyim Muzadi di Depok.Â?
Pada 24-28 Juli juga akan digelar Pesantren Ramadhan untuk 1000 anak jalanan bersama Yayasan Nanda Dian Nusantara.
“Untuk berbagai program di daerah, kami akan melibatkan LAZISNU yang selama ini sudah aktif,†tandasnya.
Penulis: Mukafi Niam
Dari Nu Online: nu.or.id
PKB Kab Tegal Makam PKB Kab Tegal
Senin, 30 Oktober 2017
Khofifah Minta Muslimat NU Hafal Lagu Ya Ahlal Wathon
Jakarta, PKB Kab Tegal
Semangat ibu-ibu Muslimat NU sepertinya tak padam karena usia mulai menua. Setiap mereka mengadakan kegiatan mislanya, suasana riuh penuh semangat seperti pada Pelantikan Perangkat Pusat dan Rapat Pleno II dan Periodik I di hotel Acacia Jakarta, Sabtu (14/10).
Pada kesempatan itu, di antara yang disampaikan Ketua Umum Pimpinan Pusat Muslimat NU Hj. Khofifah Indar Parawansa adalah semangat yang terkandung pada lagu Ya Ahlal Wathon atau Ya Lal Wathon yang digubah KH Wahab Hasbullah pada 1914.
Menteri Sosial ini menyebut “rukun” menghafal lagu itu bagi para pengurus perangkat pusat yang dilantik.
“Sanggup!” jawab ibu-ibu dengan kompak dan keras.
Khofifah pun mengawali menyanyikan lagu Ya Ahal Wathon dan diikuti para peserta.
Berikut lirik lagu Ya Ahlal Wathon:
Ya lal wathon ya lal wathon ya lal wathon
Wala takun minal hirman
Inhadlu alal wathon
Indonesia biladi
Anta ‘unwanul fakhoma
Kullu may ya’tika yauma
Thomihay yalqo himama
Artinya:
“Pusaka hati wahai tanah airku
Cintamu dalam imanku
Jangan halangkan nasibmu
Bangkitlah, hai bangsaku!
Indonesia negriku
Engkau Panji Martabatku
S’yapa datang mengancammu
‘Kan binasa di bawah durimu!” (Husni Sahal/Abdullah Alawi)
Dari Nu Online: nu.or.id
PKB Kab Tegal Sholawat, Kiai PKB Kab Tegal
Semangat ibu-ibu Muslimat NU sepertinya tak padam karena usia mulai menua. Setiap mereka mengadakan kegiatan mislanya, suasana riuh penuh semangat seperti pada Pelantikan Perangkat Pusat dan Rapat Pleno II dan Periodik I di hotel Acacia Jakarta, Sabtu (14/10).
Pada kesempatan itu, di antara yang disampaikan Ketua Umum Pimpinan Pusat Muslimat NU Hj. Khofifah Indar Parawansa adalah semangat yang terkandung pada lagu Ya Ahlal Wathon atau Ya Lal Wathon yang digubah KH Wahab Hasbullah pada 1914.
| Khofifah Minta Muslimat NU Hafal Lagu Ya Ahlal Wathon (Sumber Gambar : Nu Online) |
Khofifah Minta Muslimat NU Hafal Lagu Ya Ahlal Wathon
“KH Wahab Hasbullah menciptakan lagu yang sangat heroik dan memiliki nasionalisme yang sangat tinggi,” katanya.Menteri Sosial ini menyebut “rukun” menghafal lagu itu bagi para pengurus perangkat pusat yang dilantik.
PKB Kab Tegal
“Dan kita semua yang belum hafal, tugas pertama pengurus yayasan adalah wajib hafal,” pintanya. “Sanggup tidak?” tanya Khofifah.“Sanggup!” jawab ibu-ibu dengan kompak dan keras.
Khofifah pun mengawali menyanyikan lagu Ya Ahal Wathon dan diikuti para peserta.
Berikut lirik lagu Ya Ahlal Wathon:
Ya lal wathon ya lal wathon ya lal wathon
PKB Kab Tegal
Hubbul wathon minal imanWala takun minal hirman
Inhadlu alal wathon
Indonesia biladi
Anta ‘unwanul fakhoma
Kullu may ya’tika yauma
Thomihay yalqo himama
Artinya:
“Pusaka hati wahai tanah airku
Cintamu dalam imanku
Jangan halangkan nasibmu
Bangkitlah, hai bangsaku!
Indonesia negriku
Engkau Panji Martabatku
S’yapa datang mengancammu
‘Kan binasa di bawah durimu!” (Husni Sahal/Abdullah Alawi)
Dari Nu Online: nu.or.id
PKB Kab Tegal Sholawat, Kiai PKB Kab Tegal
PCINU Korsel Terbitkan Kartanu “All in One”
Seoul, PKB Kab Tegal. Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama (PCINU) Korea Selatan (Korsel) melakukan terobosan dengan menerbitkan Kartu Anggota NU (Kartanu). Tidak sekedar tanda resmi warga NU, Kartanu ini dapat digunakan untuk keperluan transportasi dan transaksi di pusat perbelanjaan.
Korsel dikenal sebagai negara maju yang memanfaatkan teknologi di semua lini. Hampir semua infrastruktur tidak ada yang tidak berbasiskan teknologi, tidak terkecuali layanan jasa dan transaksi keuangan. Atas dasar inilah, PCINU melakukan terobosan yang patut ditiru oleh pengurus cabang lain yang tersebar diseluruh dunia.
Kedua, bisa dijadikan kartu multi trip atau melakukan transaski jasa transportasi. “Di Korsel, jika kita hendak menaiki Korail (MRT-nya Korea) kita diwajibkan memiliki kartu khusus atau membeli di mesin khusus, nah saat ini Kartanu bisa difungsikan layaknya kartu Korail atau lebih dikenal dengan Subway. Selain Korail Kartanu juga bisa dipakai untuk memudahkan saat hendak menaiki bus,” katanya.
Dari Nu Online: nu.or.id
PKB Kab Tegal Pesantren PKB Kab Tegal
| PCINU Korsel Terbitkan Kartanu “All in One” (Sumber Gambar : Nu Online) |
PCINU Korsel Terbitkan Kartanu “All in One”
“Kartanu ini All in One, banyak fungsinya. Alhamdulillah sebagian besar anggota sudah memegang Kartanu, ada yang masih diproses dan sebagian masih dalam pendataan”, ujar Bendahara PCINU Korsel, Budi Riyanto ditemui di Seul, Ahad (21/9).Korsel dikenal sebagai negara maju yang memanfaatkan teknologi di semua lini. Hampir semua infrastruktur tidak ada yang tidak berbasiskan teknologi, tidak terkecuali layanan jasa dan transaksi keuangan. Atas dasar inilah, PCINU melakukan terobosan yang patut ditiru oleh pengurus cabang lain yang tersebar diseluruh dunia.
PKB Kab Tegal
Saat ini, lanjut Budi, Kartanu memiliki multifungsi. Setidaknya ada 3 manfaat, pertama bisa sebagai identitas sebagai warga NU di Luar negeri.Kedua, bisa dijadikan kartu multi trip atau melakukan transaski jasa transportasi. “Di Korsel, jika kita hendak menaiki Korail (MRT-nya Korea) kita diwajibkan memiliki kartu khusus atau membeli di mesin khusus, nah saat ini Kartanu bisa difungsikan layaknya kartu Korail atau lebih dikenal dengan Subway. Selain Korail Kartanu juga bisa dipakai untuk memudahkan saat hendak menaiki bus,” katanya.
PKB Kab Tegal
Ketiga bisa dijadikan sebagai kartu transaksi perbelanjaan, layaknya kartu Debet, jika saldo yang tersisa masih cukup maka Kartanu sangat membantu untuk berbelanja di banyak Minimarket di Korsel. Menarik bukan! (Syamsuddin/Anam)Dari Nu Online: nu.or.id
PKB Kab Tegal Pesantren PKB Kab Tegal
LAZISNU Sumut Salurkan Zakat kepada Kaum Duafa
Medan, PKB Kab Tegal. Lembaga Amil Zakat Infak dan Sedekah Nahdlatul Ulama (LAZISNU) Sumatera Utara (Sumut) menyalurkan zakat kepada 108 kaum duafa, Sabtu (18/8) di kantor Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Sumut, Jalan Sei Batanghari No. 52 Medan.
Penyaluran zakat kepada fakir miskin dan anak yatim itu dipimpin langsung Ketua LAZISNU Sumut Nispul Khairi, Wakil Ketua H Musa Ritonga, Pembina H Musaddad Lubis, dan Pengawas Yulpipa.
Nispul juga mengharapkan kaum duafa mendoakan LAZISNU Sumut agar terus mendapat kepercayaan dari muzakki untuk menyalurkan zakat, infak dan shadaqah (ZIS) ke depan. Sebab, jika LAZISNU berkembang dan dipercaya masyarakat, akan semakin banyak kaum duafa yang terbantu.
“Kita bersyukur, dalam lima hari beroperasi, LAZISNU diberi kepercayaan oleh masyarakat untuk menyalurkan zakat puluhan juta rupiah. Ini sebagai langkah awal yang baik untuk mengelola dan mengembangkan LAIZSNU menjadi lembaga yang amanah dan profesional dalam penghimpunan dan penyaluran ZIS,” kata dosen IAIN Sumut ini.
Sedangkan Ketua PWNU Sumut H Ashari Tambunan meminta kepada LAZISNU agar mengelola dan mengembangkan lembaga ini menjadi salah satu pilar pemberdayaan ekonomi umat yang amanah. Untuk itu, sepanjang tahun, LAZISNU harus terus bergerak menghimpun, mengelola dan menyalurkan ZIS untuk pemberdayaan ekonomi umat.
“Saya optimis, umat Islam khusunya warga NU akan menyerahkan ZIS-nya kepada LAZISNU Sumut jika lembaga ini dikelola dengan sungguh-sungguh, amanah, transparan dan akuntabel,” kata Ashari Tambunan.
Redaktur : Mukafi Niam
Kontributor: Hamdani Nasution
Message 11 of 493
Dari Nu Online: nu.or.id
PKB Kab Tegal Kyai PKB Kab Tegal
Penyaluran zakat kepada fakir miskin dan anak yatim itu dipimpin langsung Ketua LAZISNU Sumut Nispul Khairi, Wakil Ketua H Musa Ritonga, Pembina H Musaddad Lubis, dan Pengawas Yulpipa.
| LAZISNU Sumut Salurkan Zakat kepada Kaum Duafa (Sumber Gambar : Nu Online) |
LAZISNU Sumut Salurkan Zakat kepada Kaum Duafa
Hadir dalam acara itu Ketua Tanfidziyah PWNU Sumut H Ashari Tambunan, Sekretaris Misran Sihaloho, Wakil Rais Syuriyah H Imron Hasibuan, H Abdul Hamid Ritonga, Ketua Lembaga Bahtsul Masail (LBM) PWNU Sumut KH Asnan Ritonga, Wakil Ketua Tanfidziyah H Abdullah Nasution, Wakil Sekretaris H Khairuddin Hutasuhut, Emir El-Zuhdi Batubara dan pengurus lainnya.PKB Kab Tegal
Ketua LAZISNU Sumut Nispul Khairi dalam sambutannya mengatakan, zakat yang disalurkan kepada 108 orang fakir miskin dan anak yatim itu dihimpun selama lima hari, yakni sejak LAZISNU Sumut di-launching pada Senin (13/8) hingga Jumat (17/8). Masing-masing penerima zakat memperoleh uang Rp150 ribu.PKB Kab Tegal
Dia meminta penerima zakat agar memanfaatkannya dengan baik, dan jangan melihat nominalnya, tapi mari mendoakan muzakki (pembayar zakat) agar terus menerus diberikan limpahan rezeki oleh Allah SWT.Nispul juga mengharapkan kaum duafa mendoakan LAZISNU Sumut agar terus mendapat kepercayaan dari muzakki untuk menyalurkan zakat, infak dan shadaqah (ZIS) ke depan. Sebab, jika LAZISNU berkembang dan dipercaya masyarakat, akan semakin banyak kaum duafa yang terbantu.
“Kita bersyukur, dalam lima hari beroperasi, LAZISNU diberi kepercayaan oleh masyarakat untuk menyalurkan zakat puluhan juta rupiah. Ini sebagai langkah awal yang baik untuk mengelola dan mengembangkan LAIZSNU menjadi lembaga yang amanah dan profesional dalam penghimpunan dan penyaluran ZIS,” kata dosen IAIN Sumut ini.
Sedangkan Ketua PWNU Sumut H Ashari Tambunan meminta kepada LAZISNU agar mengelola dan mengembangkan lembaga ini menjadi salah satu pilar pemberdayaan ekonomi umat yang amanah. Untuk itu, sepanjang tahun, LAZISNU harus terus bergerak menghimpun, mengelola dan menyalurkan ZIS untuk pemberdayaan ekonomi umat.
“Saya optimis, umat Islam khusunya warga NU akan menyerahkan ZIS-nya kepada LAZISNU Sumut jika lembaga ini dikelola dengan sungguh-sungguh, amanah, transparan dan akuntabel,” kata Ashari Tambunan.
Redaktur : Mukafi Niam
Kontributor: Hamdani Nasution
Message 11 of 493
Dari Nu Online: nu.or.id
PKB Kab Tegal Kyai PKB Kab Tegal
Ratusan Siswa MTs YPM 1 Wonoayu Sungkem dan Cuci Kaki Ibu
Sidoarjo, PKB Kab Tegal - Ratusan siswa dan siswi MTs YPM 1 Wonoayu Sidoarjo melakukan aksi sungkem dan cuci kaki ibunya. Aksi ini mereka gelar di halaman sekolah setempat, Rabu (21/12). Mereka dalam kesempatan ini memberikan bingkisan berupa sembako kepada ibunya serta ibu-ibu di sekitar sekolah setempat.
Aksi ini merupakan bentuk kasih sayang anak terhadap ibunya dalam rangka memperingati hari ibu yang diperingati setiap 22 Desember.
"Kami memohon maaf atas segala kesalahan dan dosa kami kepada ibu. Aksi ini juga sebagai bentuk kasih sayang kami kepada ibu," kata Rivaldi.
"Kami terharu dan bangga kepada anak saya dan anak-anak yang telah melakukan aksi ini. Yang paling penting adalah bagaimana orang tua mengajarkan akhlak yang baik sehingga bisa dilakukan atau ditiru oleh anak-anaknya," ucap Ista Arini sembari meneteskan air mata.
Sementara itu, menurut Kepala sekolah MTs YPM 1 Wonoayu Suhardi, tradisi cium tangan kepada orang tua perlu dilestarikan. Hal ini dimaksudkan agar anak-anak selalu mengedepankan sopan-santun kepada orang tua terutama kepada ibunya.
"Semoga melalui momen hari Ibu ini, para siswa bisa menjadi anak yang saleh dan salehah serta mampu menjunjung tinggi harkat dan martabat ibunya," ujar Suhardi. (Moh Kholidun/Alhafiz K)
Dari Nu Online: nu.or.id
PKB Kab Tegal Berita, Fragmen PKB Kab Tegal
Aksi ini merupakan bentuk kasih sayang anak terhadap ibunya dalam rangka memperingati hari ibu yang diperingati setiap 22 Desember.
| Ratusan Siswa MTs YPM 1 Wonoayu Sungkem dan Cuci Kaki Ibu (Sumber Gambar : Nu Online) |
Ratusan Siswa MTs YPM 1 Wonoayu Sungkem dan Cuci Kaki Ibu
Rivaldi Kurniawan, salah satu siswa kelas 9 mengatakan, aksi sungkem (cium tangan) dan cuci kaki ibunya ini merupakan permohonan maaf dirinya kepada seorang ibu. Pasalnya, sejak kecil hingga saat ini banyak kesalahan yang telah dilakukan kepada ibunya."Kami memohon maaf atas segala kesalahan dan dosa kami kepada ibu. Aksi ini juga sebagai bentuk kasih sayang kami kepada ibu," kata Rivaldi.
PKB Kab Tegal
Suasana berubah menjadi haru ketika orang tua siswa (ibu-ibu) meneteskan air mata. Orang tua siswa tak kuasa menahan tangis ketika melihat anaknya bersimpuh memohon maaf sembari mencium tangannya serta mencuci kakinya.PKB Kab Tegal
Salah satu orang tua siswa, Ista Arini, mengaku terharu dengan aksi yang dilakukan para siswa dan siswi ini. Pasalnya, aksi ini merupakan akhlak mulia seorang anak kepada ibunya yang layak dijadikan contoh siswa-siswi lain."Kami terharu dan bangga kepada anak saya dan anak-anak yang telah melakukan aksi ini. Yang paling penting adalah bagaimana orang tua mengajarkan akhlak yang baik sehingga bisa dilakukan atau ditiru oleh anak-anaknya," ucap Ista Arini sembari meneteskan air mata.
Sementara itu, menurut Kepala sekolah MTs YPM 1 Wonoayu Suhardi, tradisi cium tangan kepada orang tua perlu dilestarikan. Hal ini dimaksudkan agar anak-anak selalu mengedepankan sopan-santun kepada orang tua terutama kepada ibunya.
"Semoga melalui momen hari Ibu ini, para siswa bisa menjadi anak yang saleh dan salehah serta mampu menjunjung tinggi harkat dan martabat ibunya," ujar Suhardi. (Moh Kholidun/Alhafiz K)
Dari Nu Online: nu.or.id
PKB Kab Tegal Berita, Fragmen PKB Kab Tegal
Langganan:
Postingan (Atom)