Rabu, 01 November 2017

LAZISNU Tebar Berkah Selama Ramadhan

Jakarta, PKB Kab Tegal. Ramadhan benar-benar dimanfaatkan oleh Pengurus Pusat Lembaga Amil Zakat, Infak dan Shadaqah (LAZISNU) untuk berbagi kepada mereka yang membutuhkan. Sejumlah agenda telah disusun dari awal sampai akhir bulan puasa ini.

LAZISNU Tebar Berkah Selama Ramadhan (Sumber Gambar : Nu Online)
LAZISNU Tebar Berkah Selama Ramadhan (Sumber Gambar : Nu Online)

LAZISNU Tebar Berkah Selama Ramadhan

Kegiatan tersebut sebagian merupakan hasil kerjasama dengan sejumlah pihak. Pada bulan ini, LAZISNU juga menerima banyak amanah dari sejumlah korporasi. Direktur Lazis NU Amir Makruf mengungkapkan, pihaknya menerima 1 Milyar dari CT Coprs, yang dimiliki oleh Chaerul Tanjung, terdiri dari zakat korporasi sebesar 500 juta dan 500 juta untuk santunan yatim CT Grup yang disebar Â? di Jakarta, Surabaya, Yogyakarta dan Bangka Belitung.

Selanjutnya, LAZISNU juga menerima dana dari CIMB Niaga Syariah sebesar 150 juta rupiah. Pihak korporasi membuat ketentuan secara khusus penggunaan dana tersebut.

PKB Kab Tegal

Seperti tahun-tahun sebelumnya, mantan wapres Jusuf Kalla juga membagikan zakatnya, dalam 10.000 paket sembako untuk didistribusikan oleh LAZISNU.

PKB Kab Tegal

Selain itu, grup Artha Graha juga mengajak kerjasama dalam program pasar murah di beberapa kota. Mereka akan menjual paket sembako senilai 50 ribu hanya dengan harga 25 ribu.

Sejumlah acara yang sudah berjalan diantaranya santunan anak yatim sebanyak 100 orang bekerjasama dengan JakTV di masjid An Nur Patukangan dan pelatihan manajemen zakat di pesantren Al Hikam, yang diasuh oleh mantan ketua umum PBNU KH Hasyim Muzadi di Depok.Â?

Pada 24-28 Juli juga akan digelar Pesantren Ramadhan untuk 1000 anak jalanan bersama Yayasan Nanda Dian Nusantara.

“Untuk berbagai program di daerah, kami akan melibatkan LAZISNU yang selama ini sudah aktif,” tandasnya.

Penulis: Mukafi Niam

Dari Nu Online: nu.or.id

PKB Kab Tegal Makam PKB Kab Tegal

Senin, 30 Oktober 2017

Khofifah Minta Muslimat NU Hafal Lagu Ya Ahlal Wathon

Jakarta, PKB Kab Tegal



Semangat ibu-ibu Muslimat NU sepertinya tak padam karena usia mulai menua. Setiap mereka mengadakan kegiatan mislanya, suasana riuh penuh semangat seperti pada Pelantikan Perangkat Pusat dan Rapat Pleno II dan Periodik I di hotel Acacia Jakarta, Sabtu (14/10).

Pada kesempatan itu, di antara yang disampaikan Ketua Umum Pimpinan Pusat Muslimat NU Hj. Khofifah Indar Parawansa adalah semangat yang terkandung pada lagu Ya Ahlal Wathon atau Ya Lal Wathon yang digubah KH Wahab Hasbullah pada 1914.

Khofifah Minta Muslimat NU Hafal Lagu Ya Ahlal Wathon (Sumber Gambar : Nu Online)
Khofifah Minta Muslimat NU Hafal Lagu Ya Ahlal Wathon (Sumber Gambar : Nu Online)

Khofifah Minta Muslimat NU Hafal Lagu Ya Ahlal Wathon

“KH Wahab Hasbullah menciptakan lagu yang sangat heroik dan memiliki nasionalisme yang sangat tinggi,” katanya.

Menteri Sosial ini menyebut “rukun” menghafal lagu itu bagi para pengurus perangkat pusat yang dilantik.

PKB Kab Tegal

“Dan kita semua yang belum hafal, tugas pertama pengurus yayasan adalah wajib hafal,” pintanya. “Sanggup tidak?” tanya Khofifah.

“Sanggup!” jawab ibu-ibu dengan kompak dan keras.

Khofifah pun mengawali menyanyikan lagu Ya Ahal Wathon dan diikuti para peserta.

Berikut lirik lagu Ya Ahlal Wathon:

Ya lal wathon ya lal wathon ya lal wathon

PKB Kab Tegal

Hubbul wathon minal iman

Wala takun minal hirman

Inhadlu alal wathon





Indonesia biladi

Anta ‘unwanul fakhoma

Kullu may ya’tika yauma

Thomihay yalqo himama

Artinya: 

“Pusaka hati wahai tanah airku

Cintamu dalam imanku

Jangan halangkan nasibmu

Bangkitlah, hai bangsaku!

Indonesia negriku

Engkau Panji Martabatku

S’yapa datang mengancammu

‘Kan binasa di bawah durimu!” (Husni Sahal/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKB Kab Tegal Sholawat, Kiai PKB Kab Tegal

PCINU Korsel Terbitkan Kartanu “All in One”

Seoul, PKB Kab Tegal. Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama (PCINU) Korea Selatan (Korsel) melakukan terobosan dengan menerbitkan Kartu Anggota NU (Kartanu). Tidak sekedar tanda resmi warga NU, Kartanu ini dapat digunakan untuk keperluan transportasi dan transaksi di pusat perbelanjaan.

PCINU Korsel Terbitkan Kartanu “All in One” (Sumber Gambar : Nu Online)
PCINU Korsel Terbitkan Kartanu “All in One” (Sumber Gambar : Nu Online)

PCINU Korsel Terbitkan Kartanu “All in One”

“Kartanu ini All in One, banyak fungsinya. Alhamdulillah sebagian besar anggota sudah memegang Kartanu, ada yang masih diproses dan sebagian masih dalam pendataan”, ujar Bendahara PCINU Korsel, Budi Riyanto ditemui di Seul, Ahad (21/9).

Korsel dikenal sebagai negara maju yang memanfaatkan teknologi di semua lini. Hampir semua infrastruktur tidak ada yang tidak berbasiskan teknologi, tidak terkecuali layanan jasa dan transaksi keuangan. Atas dasar inilah, PCINU melakukan terobosan yang patut ditiru oleh pengurus cabang lain yang tersebar diseluruh dunia.

PKB Kab Tegal

Saat ini, lanjut Budi, Kartanu memiliki multifungsi. Setidaknya ada 3 manfaat, pertama bisa sebagai identitas sebagai warga NU di Luar negeri.

Kedua, bisa dijadikan kartu multi trip atau melakukan transaski jasa transportasi. “Di Korsel, jika kita hendak menaiki Korail (MRT-nya Korea) kita diwajibkan memiliki kartu khusus atau membeli di mesin khusus, nah saat ini Kartanu bisa difungsikan layaknya kartu Korail atau lebih dikenal dengan Subway. Selain Korail Kartanu juga bisa dipakai untuk memudahkan saat hendak menaiki bus,” katanya.

PKB Kab Tegal

Ketiga bisa dijadikan sebagai kartu transaksi perbelanjaan, layaknya kartu Debet, jika saldo yang tersisa masih cukup maka Kartanu sangat membantu untuk berbelanja di banyak Minimarket di Korsel. Menarik bukan! (Syamsuddin/Anam)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKB Kab Tegal Pesantren PKB Kab Tegal

LAZISNU Sumut Salurkan Zakat kepada Kaum Duafa

Medan, PKB Kab Tegal. Lembaga Amil Zakat Infak dan Sedekah Nahdlatul Ulama (LAZISNU) Sumatera Utara (Sumut) menyalurkan zakat kepada 108 kaum duafa, Sabtu (18/8) di kantor Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Sumut, Jalan Sei Batanghari No. 52 Medan.

Penyaluran zakat kepada fakir miskin dan anak yatim itu dipimpin langsung Ketua LAZISNU Sumut Nispul Khairi, Wakil Ketua H Musa Ritonga, Pembina H Musaddad Lubis, dan Pengawas Yulpipa.

LAZISNU Sumut Salurkan Zakat kepada Kaum Duafa (Sumber Gambar : Nu Online)
LAZISNU Sumut Salurkan Zakat kepada Kaum Duafa (Sumber Gambar : Nu Online)

LAZISNU Sumut Salurkan Zakat kepada Kaum Duafa

Hadir dalam acara itu Ketua Tanfidziyah PWNU Sumut H Ashari Tambunan, Sekretaris Misran Sihaloho, Wakil Rais Syuriyah H Imron Hasibuan, H Abdul Hamid Ritonga, Ketua Lembaga Bahtsul Masail (LBM) PWNU Sumut KH Asnan Ritonga, Wakil Ketua Tanfidziyah H Abdullah Nasution, Wakil Sekretaris H Khairuddin Hutasuhut, Emir El-Zuhdi Batubara dan pengurus lainnya.

PKB Kab Tegal

Ketua LAZISNU Sumut Nispul Khairi dalam sambutannya mengatakan, zakat yang disalurkan kepada 108 orang fakir miskin dan anak yatim itu dihimpun selama lima hari, yakni sejak LAZISNU Sumut di-launching pada Senin (13/8) hingga Jumat (17/8). Masing-masing penerima zakat memperoleh uang Rp150 ribu.

PKB Kab Tegal

Dia meminta penerima zakat agar memanfaatkannya dengan baik, dan jangan melihat nominalnya, tapi mari mendoakan muzakki (pembayar zakat) agar terus menerus diberikan limpahan rezeki oleh Allah SWT.

Nispul juga mengharapkan kaum duafa mendoakan LAZISNU Sumut agar terus mendapat kepercayaan dari muzakki untuk menyalurkan zakat, infak dan shadaqah (ZIS) ke depan. Sebab, jika LAZISNU berkembang dan dipercaya masyarakat, akan semakin banyak kaum duafa yang terbantu.

“Kita bersyukur, dalam lima hari beroperasi, LAZISNU diberi kepercayaan oleh masyarakat untuk menyalurkan zakat puluhan juta rupiah. Ini sebagai langkah awal yang baik untuk mengelola dan mengembangkan LAIZSNU menjadi lembaga yang amanah dan profesional dalam penghimpunan dan penyaluran ZIS,” kata dosen IAIN Sumut ini.

Sedangkan Ketua PWNU Sumut H Ashari Tambunan meminta kepada LAZISNU agar mengelola dan mengembangkan lembaga ini menjadi salah satu pilar pemberdayaan ekonomi umat yang amanah. Untuk itu, sepanjang tahun, LAZISNU harus terus bergerak menghimpun, mengelola dan menyalurkan ZIS untuk pemberdayaan ekonomi umat.

“Saya optimis, umat Islam khusunya warga NU akan menyerahkan ZIS-nya kepada LAZISNU Sumut jika lembaga ini dikelola dengan sungguh-sungguh, amanah, transparan dan akuntabel,” kata Ashari Tambunan.

Redaktur    : Mukafi Niam

Kontributor: Hamdani Nasution

 Message 11 of 493

Dari Nu Online: nu.or.id

PKB Kab Tegal Kyai PKB Kab Tegal

Ratusan Siswa MTs YPM 1 Wonoayu Sungkem dan Cuci Kaki Ibu

Sidoarjo, PKB Kab Tegal - Ratusan siswa dan siswi MTs YPM 1 Wonoayu Sidoarjo melakukan aksi sungkem dan cuci kaki ibunya. Aksi ini mereka gelar di halaman sekolah setempat, Rabu (21/12). Mereka dalam kesempatan ini memberikan bingkisan berupa sembako kepada ibunya serta ibu-ibu di sekitar sekolah setempat.

Aksi ini merupakan bentuk kasih sayang anak terhadap ibunya dalam rangka memperingati hari ibu yang diperingati setiap 22 Desember.

Ratusan Siswa MTs YPM 1 Wonoayu Sungkem dan Cuci Kaki Ibu (Sumber Gambar : Nu Online)
Ratusan Siswa MTs YPM 1 Wonoayu Sungkem dan Cuci Kaki Ibu (Sumber Gambar : Nu Online)

Ratusan Siswa MTs YPM 1 Wonoayu Sungkem dan Cuci Kaki Ibu

Rivaldi Kurniawan, salah satu siswa kelas 9 mengatakan, aksi sungkem (cium tangan) dan cuci kaki ibunya ini merupakan permohonan maaf dirinya kepada seorang ibu. Pasalnya, sejak kecil hingga saat ini banyak kesalahan yang telah dilakukan kepada ibunya.

"Kami memohon maaf atas segala kesalahan dan dosa kami kepada ibu. Aksi ini juga sebagai bentuk kasih sayang kami kepada ibu," kata Rivaldi.

PKB Kab Tegal

Suasana berubah menjadi haru ketika orang tua siswa (ibu-ibu) meneteskan air mata. Orang tua siswa tak kuasa menahan tangis ketika melihat anaknya bersimpuh memohon maaf sembari mencium tangannya serta mencuci kakinya.

PKB Kab Tegal

Salah satu orang tua siswa, Ista Arini, mengaku terharu dengan aksi yang dilakukan para siswa dan siswi ini. Pasalnya, aksi ini merupakan akhlak mulia seorang anak kepada ibunya yang layak dijadikan contoh siswa-siswi lain.

"Kami terharu dan bangga kepada anak saya dan anak-anak yang telah melakukan aksi ini. Yang paling penting adalah bagaimana orang tua mengajarkan akhlak yang baik sehingga bisa dilakukan atau ditiru oleh anak-anaknya," ucap Ista Arini sembari meneteskan air mata.

Sementara itu, menurut Kepala sekolah MTs YPM 1 Wonoayu Suhardi, tradisi cium tangan kepada orang tua perlu dilestarikan. Hal ini dimaksudkan agar anak-anak selalu mengedepankan sopan-santun kepada orang tua terutama kepada ibunya.

"Semoga melalui momen hari Ibu ini, para siswa bisa menjadi anak yang saleh dan salehah serta mampu menjunjung tinggi harkat dan martabat ibunya," ujar Suhardi. (Moh Kholidun/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKB Kab Tegal Berita, Fragmen PKB Kab Tegal

Prihatin Kekerasan Anak, Khofifah Dorong Para Ibu Aktif Ngaji

Jepara, PKB Kab Tegal. Ketua Umum Muslimat NU, Khofifah Indar Parawansa prihatin kasus pornografi yang merebak di bangsa ini. Salah satu penyebab dari laku pornografi ialah banyaknya foto, tulisan maupun video yang tidak senonoh yang di upaload di internet. Khofifah mengungkapkan bangsa Indonesia mencapai 70 % di seluruh dunia sebagai pemasang hal-hal yang tidak senonoh itu di internet.

Prihatin Kekerasan Anak, Khofifah Dorong Para Ibu Aktif Ngaji (Sumber Gambar : Nu Online)
Prihatin Kekerasan Anak, Khofifah Dorong Para Ibu Aktif Ngaji (Sumber Gambar : Nu Online)

Prihatin Kekerasan Anak, Khofifah Dorong Para Ibu Aktif Ngaji

Tidak hanya pornografi yang merebak. Kekerasan anak di sekolah maupun di rumah tangga menjadi sejumlah rentenan masalah yang di hadapi.

Karena itu, Khofifah yang juga menjabat Menteri Sosial (Mensos) itu mengajak orang tua yang sementara tidak aktif di organisasi untuk bareng-bareng ngaji dengan Muslimat. Untuk bareng-bareng istighotsah bareng Muslimat.

PKB Kab Tegal

“Ayo ngaji bareng-bareng Muslimat!” seru perempuan kelahiran Surabaya 1965 ini dalam Pelantikan Pengurus PC Muslimat NU Jepara berlangsung di Pendopo Kabupaten Jepara, Ahad (22/11) siang.

Seruan yang disampaikannnya itu bukan tanpa sebab. Informasi yang ia sitir dari Universitas Negeri Semarang (Unnes), terkadang ibu kandung yang melakukan tindak kekerasan terhadap anak disebabkan karena faktor depresi dan setres.

PKB Kab Tegal

“Sehingga ini menjadi PR kita bersama. Kita membaca burdah dan qur’an tambah seneng apa tambah susah?” tanya Khofifah yang serentak dijawab “tambah senang” oleh ratusan kader Muslimat yang hadir.

Khofifah juga menyitir sebuah ayat, ala bidzikrillahi tathmainnul qulub. Meski kita tidak mampu membantu masalah saudara-saudara kita. Misalnya urusan utang-piutang, tambahnya, tetapi lewat spiritual harapannya bisa meringankan beban mereka.

Khofifah menambahkan dalam rangka membentengi kefakiran ia mengajak Muslimat untuk jihad bil maal. Agar ibu-ibu Muslimat tidak terlilit utang dengan meminjam rentenir, maka Muslimat perlu menguatkan sisi perekonomian. Jika jihad bil maal beres, jihad bil hal (tindakan) dan jihad bil lisan (ucapan) juga akan berjalan dengan baik.

Tugas berat

Di tangan perempuan, Muslimat NU mengemban tugas yang berat. Hal itu diutarakan KH Ubaidillah Noor Umar, Rais Syuriah PCNU Jepara, yang juga hadir dalam kesempatan tersebut. Dia berkata, almar’atu imadul bilad. Perempuan tiyang negara.

“Jika perempuan “reyot” maka negara gampang roboh,” terang Rais Syuriyah yang terpilih saat Konfercab Ke-31 PCNU Jepara baru-baru ini.

Ketua Muslimat NU Jepara, H Noor Aini dalam sambutannya perlu sinergi antara Muslimat dan stake holder sehingga menjadi organisasi amanah, berkualitas, dan cerdas serta mempunyai visi dan misi mengembangakan sayap NU.

Selama ini, dijelaskan Noor Aini Muslimat NU Jepara sudah berkiprah di berbagai bidang. Mulai advokasi, ekonomi, pendidikan, dan sosial serta masih banyak bidang lain.

Dalam kesempatan itu Hj Ismawati, Ketua PW Muslimat NU Jawa Tengah didaulat melantik pengurus PC Muslimat NU Jepara masa khidmah 2015-2020. (Syaiful Mustaqim/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKB Kab Tegal Doa, RMI NU PKB Kab Tegal

Minggu, 29 Oktober 2017

Pengurus NU Se-Sidoarjo Ziarahi Makam Pejuang NU

Sidoarjo, PKB Kab Tegal - Agar pelaksanaan Konferensi Cabang Nahdlatul Ulama Sidoarjo berjalan lancar, sejumlah pengurus PCNU, lembaga, banom dan pengurus MWCNU se-Sidoarjo menziarahi makam pendiri dan masyayikh NU Sidoarjo, Ahad (9/10). Ziarah kubur ini merupakan serangkaian acara prakonfercab NU Sidoarjo ke-20.

Ketua panitia acara M Qosim Wirai menyatakan, selain mengenalkan para pejuang NU terdahulu khususnya yang ada di Sidoarjo, pihaknya juga ingin mengingatkan kembali masa perjuangan NU yang dibawa oleh para kiai dari Sidoarjo.

Pengurus NU Se-Sidoarjo Ziarahi Makam Pejuang NU (Sumber Gambar : Nu Online)
Pengurus NU Se-Sidoarjo Ziarahi Makam Pejuang NU (Sumber Gambar : Nu Online)

Pengurus NU Se-Sidoarjo Ziarahi Makam Pejuang NU

"Selain meminta restu untuk kesuksesan dan kelancaran Konferensi Cabang NU Sidoarjo, kami ingin menyusuri dan mengenalkan kepada seluruh pengurus NU siapa para pejuang NU dahulu," kata pria yang juga Ketua LDNU Sidoarjo ini.

Senada juga dikatakan Ketua PCNU Sidoarjo, KH Abdi Manaf, melalui ziarah kubur ke sejumlah ulama, kiai dan masyayikh di Sidoarjo diharapkan masa depan atau langkah NU Sidoarjo ke depan bisa lebih baik.

PKB Kab Tegal

Adapun makam yang diziarahi sejumlah pengurus PCNU, lembaga, banom dan pengurus MWCNU se-Sidoarjo yakni makam masyayikh di Desa Siwalanpanji tempat KH M Hasyim Asyari menimba ilmu, makam KH Ali Masud Pagerwojo Buduran, makam KH Hamzah, KH Imron Hamzah, dan Mbah Raden Ali di daerah Ngelom Sepanjang.

Setelah itu ke makam pendiri Yayasan Pendidikan dan Sosial Maarif KH M Hasyim Latif, makam KH Aruqot dan KH Siraj Kholil di Desa Kedungcangkring Jabon, makam KH Fadlil Desa Keboguyang dan terakhir ke makam Pendiri Pesantren Mambaul Hikam KH Khozin Mansyur. (Moh Kholidun/Alhafiz K)

PKB Kab Tegal

Dari Nu Online: nu.or.id

PKB Kab Tegal Khutbah, AlaSantri PKB Kab Tegal